XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
422 - Pulang Kembali III


__ADS_3

BAAAM..!


"Tuan Muda Lan..! Apa Kau Mendengarku?! Tolong Buka Pintunya..!"


Yi Wen berdecak kesal, sudah lebih dari enam jam dia dan teman-temannya serta murid-murid Sekte Pagoda Langit mencoba mendobrak pintu kamar Lan Guan Zhi.


Namun nyatanya, teknik apa pun yang mereka gunakan bahkan tidak bisa membuat goresan di pintu atau dinding kamar pemuda tersebut.


"Hah.. Hah.. Sialan! Pelindung yang dia gunakan kuat sekali.. Aku benar-benar dibuat lelah," Yi Wen mencoba mengatur napasnya, dia menoleh ke arah teman-temannya yang sudah sejak tadi menyerah.


Jing Mi dan Hou Yong telah tumbang dua jam yang lalu, sementara Zhi Shu dan Hai Feng belum juga bangun dari tempat keduanya menabrak pohon.


Mereka awalnya menggunakan segenap kekuatan untuk menghancurkan pintu kamar Lan Guan Zhi, namun yang terjadi justru kekuatan keduanya terpantul dan menyerang diri mereka sendiri.


Bocah Pengemis Gila malah terlihat berjongkok sambil menopang dagunya dengan kedua tangan. Pakaiannya kotor dan rambutnya terlihat berantakan.


Tidak ada seorang pun dari murid Sekte Pagoda Langit yang tampilannya bersih saat ini. Mereka semua penuh debu dan luka lecet karena mencoba menghancurkan kamar Lan Guan Zhi.


"Benar-benar aneh.. Aku tidak pernah gagal menghancurkan apa pun dengan memakai Tenaga Dalam Berat sebelumnya. Tapi kenapa pintu kamar Lan'Er Gege sulit dihancurkan? Apa mungkin aku belum serius melakukannya?"


Bocah Pengemis Gila menggaruk pipinya yang tidak gatal.


Dia tahu Lan Guan Zhi masih kultivator berusia muda dan belum berada di tingkatan yang dapat membuat pelindung terhebat. Jadi mengetahui kamar Lan'Er Gege-nya itu sulit dihancurkan, membuat Bocah Pengemis Gila sangat penasaran.


"Sejak tadi kau begitu serius, sedang memikirkan apa?"


Bocah Pengemis Gila mengerutkan kening saat mendengar suara seorang pria yang seperti berada dekat dengannya. Dia pun menoleh dan sontak terperanjak saat wajahnya nyaris bersentuhan dengan wajah Xiao Shuxiang.


!?


"Kau! Apa yang baru saja kau lakukan?!" Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dadanya, dia mengembuskan napas dan merutuki Xiao Shuxiang yang tiba-tiba saja datang.


"Aku tidak melakukan apa-apa, tapi.. Apa barusan kau takut?" Xiao Shuxiang tersenyum, dia menyukai ekspresi Bocah Pengemis Gila yang sekarang.


"Sialan! Kenapa kau harus begitu dekat, apa kau mau membuatku mati karena jantungan, hah?!" Bocah Pengemis Gila mencoba mengatur napasnya, sungguh dia tidak bisa diperlakukan seperti ini.


Xiao Shuxiang malah terlihat memasang wajah tak berdosa miliknya, dia bahkan sengaja memancing emosi Bocah Pengemis Gila.


"Bagus jika kau bisa mati, setidaknya tempat ini bebas dari pemuda menyimpang sepertimu." Xiao Shuxiang mulai berdiri dan menanyakan apa yang sebenarnya dilakukan Bocah Pengemis Gila dan teman-temannya di sini.


".. Apa kalian sedang memberontak pada Lan Zhi?"


"Bukan seperti itu! Sudah lebih dari enam jam dan Lan'Er Gege tidak keluar dari kamarnya. Lan Xiao mengatakan padaku bahwa dia terluka parah, aku sudah tidak tahu harus melakukan apa..!"


"Ya ampun, Bocah Pengemis Gila. Kenapa kau harus panik? Bukankah kau kuat? Kenapa kau jadi lemah begini-aduh! Kau berani menjitakku?!"


"Kau pantas mendapatkannya. Lan'Er Gege di dalam sana dan aku tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang. Kau memintaku menggunakan seluruh kekuatanku? Apa kau mau tempat ini hancur?!"


Bocah Pengemis Gila tidak bernapas saat merutuki Xiao Shuxiang. Dia saat ini sedang takut terjadi hal yang bukan-bukan pada Lan Guan Zhi, namun sepertinya pemuda berpakaian serba hitam yang dijitaknya tadi ini tidak merasa cemas sama sekali.


Xiao Shuxiang mengusap-usap kepalanya dan lalu mendengus, "Jika kau peduli pada Lan Zhi, maka tidak perlu menahan kekuatanmu. Hanya Lan Zhi yang perlu kau cemaskan, bukan yang lain."


Xiao Shuxiang mengambil sebuah kerikil kecil dan menimang-nimangnya sejenak. Dia pun mulai menjentikkan kerikil tersebut ke arah pintu kamar Lan Guan Zhi dan seketika pintu tersebut meledak.


!!


Sebuah cahaya putih menyilaukan disertai angin yang menyembur keluar dari dalam kamar Lan Guan Zhi membuat siapa pun termasuk Xiao Shuxiang terkejut.


Bukan Xiao Shuxiang yang menyebabkan cahaya putih itu, yang dia lakukan hanya meledakkan pintu dengan kekuatan yang dirinya miliki.


Nyawn!


Lan Xiao berlari masuk saat cahaya putih mulai sedikit memudar, Xiao Shuxiang dan Yi Wen mengikutinya dari belakang. Keduanya mengedarkan pandangan sambil memanggil-manggil Lan Guan Zhi.


"Tuan Muda Lan?! Tuan Muda Lan, kau di mana?!" Yi Wen tidak bisa melihat dengan jelas, angin di dalam ruangan ini terlalu kencang.


"Lan Zhi?!" Xiao Shuxiang juga tidak dapat melihat dengan jelas, dia sampai menyipitkan matanya demi menemukan pemuda yang merupakan teman baiknya.


?!


Seseorang mulai terlihat berjalan mendekatinya. Sosok itu seperti orang yang baru saja keluar dari kepulan cahaya. Melihat wajah sosok itu yang kian jelas membuat Xiao Shuxiang dan Yi Wen bernapas lega, Lan Guan Zhi ternyata dalam keadaan yang baik.

__ADS_1


"Lan'Er Gege..!" Bocah Pengemis Gila segera berlari, dia bahkan secara sengaja mendorong Xiao Shuxiang karena pemuda itu menghalangi jalannya.


!!


Xiao Shuxiang kaget dan tidak sempat menghindar. Dia menabrak Yi Wen dan hampir membuat gadis itu terjatuh andai tangannya tidak segera bergerak menahan tubuh saudara seperguruannya.


Yi Wen juga kaget karena tiba-tiba ditabrak oleh Xiao Shuxiang. Untung saja tangannya spontan berpegangan pada lengan saudara seperguruannya, namun tetap saja ekspresi wajahnya mengandung keterkejutan.


Kedua pipi Yi Wen terlihat memerah.


"..."


Bukan karena yang menabraknya adalah pemuda yang dia sukai, ataupun posisinya yang amat dekat dengan Xiao Shuxiang. Tetapi karena salah satu tangan Saudaranya ini menyentuh sebelah dadanya walau dia tahu itu bukanlah kesengajaan.


Xiao Shuxiang sontak melepaskan Yi Wen saat dia merasa tangannya seperti tersentrum, dirinya baru saja menyentuh sesuatu yang tak seharusnya disentuh.


Yi Wen berkedip, beruntung saudaranya cukup baik untuk tidak melepaskannya begitu saja. Namun tindakan Xiao Shuxiang barusan cukup membuatnya amat sangat terkejut.


"..."


"..."


Antara Yi Wen dan Xiao Shuxiang tidak saling bicara, keduanya hanya berpandangan sejenak sebelum saling menoleh ke arah lain.


"Saudara Xiao, apa kau barusan menyentuh 'itunya' Yi Wen?!" seruan dari Jing Mi membuat Xiao Shuxiang nyaris tersedak napasnya sendiri.


Xiao Shuxiang baru ingin menganggap kejadian barusan tidak pernah terjadi, namun Jing Mi malah mengingatkannya dan ini membuat Hou Yong serta Hai Feng ikut heboh.


"Saudara Xiao, kau jangan berpura-pura tidak tahu. Aku melihatnya sendiri dengan sangat jelas. Kau menyentuh Saudara Wen..!"


"Yi Wen, Saudara Xiao benar-benar melakukannya, kan? Jawablah dengan jujur..!"


Hou Yong dan Hai Feng terus mendesak Xiao Shuxiang dan Yi Wen agar mengaku. Keduanya bahkan berani bersumpah telah melihat adegan yang hanya berlangsung sepersekian detik itu.


Xiao Shuxiang menegur kedua temannya. Hou Yong dan Hai Feng sangat tidak tahu malu karena mengungkit hal yang ingin dia lupakan.


Yi Wen melirik sedikit ke arah Xiao Shuxiang, dia menunggu permintaan maaf dari pemuda itu namun justru Saudara Xiao-nya malah nampak tidak akan melakukannya.


"Yi Wen, kau tenang saja. Aku akan melupakannya dan berjanji tidak mengungkit apalagi mengingat-ingat kejadian tadi. Jadi jangan khawatir,"


"Saudara Xiao.. Bukan begitu. Kau barusan benar-benar menyentuhnya. Aku hanya ingin.. Mm.. Mengatakan bahwa kau tidak perlu terlalu menjagaku. Maksudku.. Kau harusnya lebih lama memegangku.."


Suara Yi Wen pelan, namun sudah mampu didengar oleh Xiao Shuxiang dan membuatnya tersedak. Koki Alkemis itu terbatuk dan memandanginya dengan tatapan tidak percaya.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi sendiri tersentak karena tiba-tiba saja Bocah Pengemis Gila berlari dan langsung memeluknya. Dia bahkan belum sempat mengetahui apa yang terjadi antara teman baiknya dengan Yi Wen.


"Lan'Er Gege, kau membuatku sangat takut. Kenapa kau harus mengurung diri dan menggunakan segel pelindung pada kamarmu? Apa kau tidak lihat Lan Xiao mencemaskanmu? Enam jam lebih kami mencoba mendobrak kamarmu, tapi tidak berhasil.. Aku sangat takut terjadi sesuatu padamu Lan'Er..!"


Bocah Pengemis Gila begitu erat memeluk Lan Guan Zhi, dia seperti mengambil kesempatan untuk berlama-lama merasakan kehangatan tubuh pemuda berpita dahi itu sambil berharap agar Xiao Shuxiang tidak datang dan memisahkan mereka.


"Aku.. Baik-baik saja.." Lan Guan Zhi menepuk pelan punggung Bocah Pengemis Gila sambil memikirkan apa yang terjadi sebenarnya.


Sebelumnya, dia berada di sebuah alam yang entah apa namanya dan bertemu dengan tiga roh pusaka langit. Dia juga bertemu dengan roh kultivator bernama Zhou Yuan dan melihat bagaimana masa lalu dari teman baiknya. Namun sekarang, dia berada di tempat ini.


Lan Guan Zhi sangat yakin dia ada di alam itu selama jangka waktu yang lama, kemungkinan sekitar enam bulan atau lebih. Tetapi mengapa dia mendengar dari Bocah Pengemis Gila bahwa dirinya mengurung diri selama enam jam?


Lan Guan Zhi berpikir, apa mungkin terdapat perbedaan waktu antara alam dia bertemu dengan para roh dan tempat dirinya tinggal? Namun bila dipikirkan baik-baik, itu bisa saja terjadi.


"Lan'Er Gege-!!" Bocah Pengemis Gila baru akan bicara saat sebuah tangan menarik kerah belakang bajunya. Dia memberontak manja kala tahu bahwa sosok yang menariknya adalah Xiao Shuxiang.


"Kau sangat tidak tahu malu. Apa pantas kau memeluk Lan Zhi seperti itu?! Sadar dirilah, Bocah Pengemis Gila! Kau laki-laki!"


"Aku hanya memeluknya, kenapa kau malah kesal?! Apa kau tidak cemas dengan keadaan Lan'Er Gege? Dia terluka parah, Shuxiang!"


Lan Guan Zhi berkedip, jika kedua pemuda ini bertemu--mereka pasti akan saling beradu mulut. Padahal kondisinya saat ini dalam keadaan yang baik, justru jauh lebih baik daripada sebelumnya.


Wajah Lan Guan Zhi masih sama, namun aura yang keluar dari tubuhnya cukup untuk membuat Xiao Shuxiang merasa ada yang sesuatu berbeda dari teman baiknya.


"Lan Zhi.."


"Aku tidak apa-apa."

__ADS_1


"Kau yakin?"


"Mn,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas lega, dia menarik keras Bocah Pengemis Gila hingga punggung pemuda itu menubruk dada bidangnya.


"Lan Zhi, lain kali kau jangan melakukan itu lagi. Kau membuat semua orang mencemaskanmu utamanya pria gila ini."


"Hei..! Aku seniormu, tidak bisakah kau sedikit menghargaiku?"


Bocah Pengemis Gila mencoba melepaskan apitan dari lengan Xiao Shuxiang pada lehernya. Sayang pemuda berpakaian serba hitam ini malah semakin mengeratkan apitannya.


"Ukh, Shuxiang.. Jangan terlalu erat. Kau akan mematahkan leherku. Lepaskan.. Lepaskan aku..! Tolong.."


"Akan kulepaskan, tapi jangan lagi bertindak memalukan pada Lan Zhi karena dia milikku. Mengerti?"


"Baiklah, baiklah. Sekarang lepaskan aku," Bocah Pengemis Gila menepuk-nepuk lengan Xiao Shuxiang yang mengapit lehernya.


Dia segera bernapas banyak-banyak saat Koki Alkemis itu melepaskan apitannya. Sungguh, Bocah Pengemis Gila merasa hampir pingsan karena Xiao Shuxiang.


Untuk seseorang yang sebenarnya merupakan pendekar terhebat, Bocah Pengemis Gila terlalu berlebihan. Andai kewibawaan Lan Guan Zhi bisa sedikit menular padanya, kemungkinan Bocah Pengemis Gila akan menjadi sosok yang dikagumi.


Xiao Shuxiang mendorong pelan Bocah Pengemis Gila, namun pemuda itu terlempar begitu saja seakan dorongan Xiao Shuxiang padanya amat kuat. Beruntung dia menabrak sesuatu yang empuk dari bagian atas tubuh Yi Wen.


?!


"Aduh! Kenapa selalu aku?!" Yi Wen berusaha melepaskan Bocah Pengemis Gila yang memeluknya secara tidak sengaja. Dia memukul punggung pemuda itu dan merutukinya.


".. Kau ini memang sengaja menubruk tempat yang tepat yah?! Apa kau pikir ini tidak sakit ditubruk?! Aku merasa dadaku hampir meledak karenamu, menyebalkan! Menjauh dariku!"


"Aku juga tidak sudi menubrukmu, itu kecelakaan! Bahkan jauh lebih baik menubruk dada berotot Saudara Jing daripada milikmu! Kau.." Bocah Pengemis Gila berkedip kala menyadari 'ukuran' Yi Wen ternyata lebih besar dari 'ukuran' gadis kebanyakan.


".. Kau sebenarnya makan apa? Bagian 'itumu' terlalu.. Ee.. Mengesankan." Bocah Pengemis Gila mengusap tengkuknya, raut wajahnya sedikit berubah pucat. Dia tidak percaya gadis di hadapannya ini mampu memikul 'beban' yang sebesar itu.


"Aku makan roh manusia dan sup 'pedang' pria mesum. Kenapa? Kau mau jadi santapanku?!" Yi Wen menatap kesal ke arah Bocah Pengemis Gila, dia berjalan sambil membusungkan dadanya ke arah pemuda itu yang spontan membuat Bocah Pengemis Gila mengambil langkah mundur.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan kala menyaksikan tingkah kedua temannya itu. Dia lalu mengarahkan pandangannya pada Lan Guan Zhi yang rupanya sedang dikerumuni beberapa murid Sekte Pagoda Langit dan teman-temannya yang lain.


Mereka semua terlihat mengkhawatirkan kondisi Lan Guan Zhi sampai-sampai Xiao Shuxiang merasa tidak punya tempat untuk menyapa dan menanyakan keadaan teman baiknya itu.


"Tuan Muda Xiao..? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" Hu Li baru saja datang dan cukup terkejut karena melihat banyak murid sekte di depan kamar Lan Guan Zhi. Dia merasa Xiao Shuxiang pasti juga ada dan ternyata benar.


"Aku juga tidak terlalu mengerti, Hu Li. Tapi sepertinya sekarang keadaan di sini telah kembali normal. Daripada itu, apa kau sudah menemukannya?"


"Nona Ling sedang membantu-bantu di dapur dan saya barusan mendengar kabar bahwa tanggal pernikahan Tuan sudah ditentukan, dan itu akan berlangsung di waktu dekat ini."


!!


Xiao Shuxiang terkesiap, dia menatap Hu Li dan seakan berusaha untuk memastikan ucapan yang barusan dirinya dengar. Sungguh, dia tidak percaya bila benar-benar harus mengikat hubungan pernikahan di usianya yang sekarang.


Jika dipikirkan lagi, usia Xiao Shuxiang yang sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menikah. Namun tidak pernah terpikirkan, bahkan dalam benaknya sekalipun akan ada pernikahan antara dirinya dengan Ling Qing Zhu.


Dia akui, sering mencari masalah dan kadang menggoda gadis itu. Dia juga mengaku tidak akan menolak andai memang Kucing Putihnya bersedia menikah dengannya.


Tetapi yang membuatnya merasa terkejut adalah karena tidak ada seorang pun dari anggota keluarga 'Ling' yang melakukan bantahan terhadap rencana pernikahan ini.


"Kau tahu kapan tepatnya hari yang mereka tentukan?" Xiao Shuxiang kembali bertanya, kali ini dia menatap Hu Li yang berdiri di sampingnya.


"Jika saya tidak salah dengar, waktunya adalah bulan purnama yang kedua."


!!


Xiao Shuxiang terkejut. Malam nanti merupakan bulan purnama dan itu artinya adalah purnama yang pertama menjelang pernikahannya. Ini jelas sangat mendadak dan tidak bisa dirinya percayai.


Lan Guan Zhi sendiri yang sedang dikerumuni oleh murid-murid Sekte Pagoda Langit dan teman-temannya terlihat mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang.


Tidak butuh waktu lama sampai dia melihat orang tesebut yang tak lain adalah teman baiknya, Xiao Shuxiang.


Lan Guan Zhi baru ingin berjalan ke arah Koki Alkemis itu, namun langkahnya terhenti saat tahu teman baiknya seperti sedang terkejut akan sesuatu.


***

__ADS_1


__ADS_2