
Xiao Shuxiang terengah-engah, dia berbaring begitu saja di lantai tanpa memperbaiki posisinya. Lan Guan Zhi sendiri telah selesai membersihkan diri dan dalam penampilan yang lebih rapi daripada sebelumnya.
Di dalam kamar pribadi yang luas ini terdapat sekat kayu yang memisahkan ruangan menjadi dua. Satu bagiannya memiliki sebuah ranjang berselambu, sementara bagian yang lain merupakan tempat di mana Xiao Shuxiang, Patriarch Lan, dan Lan Guan Zhi berada.
Terdapat meja duduk di depan Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit, Lan Xu Jian. Di sampingnya nampak Lan Guan Zhi dengan posisi duduk yang sama dengan dirinya.
Kedua Lan bersaudara ini mempunyai postur tubuh yang mengagumkan, bagai pahatan giok dengan aura seputih salju. Meski terlihat sama-sama berwibawa, pribadi keduanya tetap berbeda.
Lan Xu Jian adalah kultivator yang selalu membawa kipas putih ke mana pun, dia merupakan Patriarch yang ramah, murah senyum, dan lebih bersahabat bila dibandingkan dengan Sang Adik.
Xiao Shuxiang terkadang memikirkan ini, bagaimana bisa Patriarch Lan yang begitu ramah mempunyai adik sekaku dan sedingin Lan Guan Zhi, padahal keduanya merupakan saudara kandung.
"Xiao'Er.. Jika kau terus berbaring di lantai, punggungmu akan terasa dingin." Lan Xu Jian menuangkan teh di cawan giok putih miliknya, dia memperhatikan Xiao Shuxiang yang masih berbaring di lantai tanpa pernah bergeming.
"Benar-benar luar biasa. Sepanjang hari hanya aku yang terus dipeluk dan diciumi, sementara Lan Zhi sama sekali tidak tersentuh. Mereka tidak berani bahkan untuk sekadar berjabat tangan dengannya, tapi mereka malah berani melompat dan menggerayangiku.. Tsk tsk.."
Xiao Shuxiang menggeleng tak percaya. Dia menatap langit-langit kamar sambil menggerutu. Rasanya seakan pemuda ini tidak mendengarkan ucapan Patriarch Lan barusan.
".. Apa di mata mereka Lan Zhi itu sangat menyeramkan? Harusnya mereka lebih takut padaku, kan? Bukannya pada Lan'Er.. Haiih.. Apa-apaan ini,"
Lan Xu Jian tersenyum tipis dan mulai meminum tehnya, "Xiao'Er, kau memiliki daya tarik tersendiri daripada LanLan, jadi jelas mereka lebih suka mengerubunimu."
"Tetua, daya tarik tersendiri..? Kau mau mendengar apa yang para muridmu katakan padaku? 'Saudara Xiao, pelukan ini untukmu dan Tuan Muda Lan, tolong sampaikan padanya', 'Saudara Xiao, ciuman ini kutitipkan untuk Tuan Muda Lan, bisakah kau memberikan padanya?', bukankah itu gila?! Apa aku harus memeluk dan mencium Lan Zhi mewakili mereka?!"
"Anak-anak itu hanya bercanda, kau jangan menganggapnya serius.." Patriarch Lan menuangkan kembali teh di cawan giok miliknya, dia pun menatap Xiao Shuxiang sebelum menanyakan sesuatu pada pemuda itu. "Mm.. Xiao'Er, berapa orang yang melakukannya?"
"Tidak tahu.." Xiao Shuxiang mulai bangun dan memperbaiki posisinya, ".. Tapi kedua pipiku sangat lengket. Ini sudah dicubit, disentik, dan buruknya aku hanya bisa pasrah. Mereka semua, tidak peduli laki-laki dan perempuan.. Mereka menitipkan banyak ciuman untuk Lan Zhi,"
Patriarch Lan berkedip, dia menatap Xiao Shuxiang yang terlihat mengusap pipinya. Dia tidak menyangka para muridnya bisa bertindak seperti itu. Namun karena di depannya adalah Xiao Shuxiang, dia jadi harus mempertimbangkannya.
Xiao Shuxiang pernah belajar di Sekte Pedang Langit dan kehadirannya menjadi warna baru bagi tempat ini. Dia adalah orang yang paling banyak menerima hukuman dan sama sekali tidak pernah jera.
Xiao Shuxiang juga merupakan sosok yang membuat banyak murid di sekte ini sering bertindak nakal. Kehadirannya membawa pengaruh buruk, namun di satu sisi kemampuan Alkemisnya begitu dikagumi.
Jika memikirkan itu semua, Lan Xu Jian hanya bisa mengembuskan napas pelan dan kembali menikmati teh miliknya.
"Tetua, bukankah mereka belajar Pelatihan Etika? Apa pantas murid-muridmu itu melompat dan menggerayangiku? Tingkah mereka seperti saudara seperguruanku," Xiao Shuxiang membahas tentang Sekte Kupu-Kupu, para saudaranya juga memiliki pribadi yang begitu bersemangat.
"Kau pikir ini semua salah siapa?" Patriarch Lan menatap Xiao Shuxiang, ".. Ada lima ribu aturan di sekte ini, mereka menerapkannya setiap hari--dan hanya butuh satu orang pembuat masalah hingga mereka semua juga mulai ikut-ikutan melanggar,"
Xiao Shuxiang berkedip, tatapan Patriarch Lan jelas menetapkannya sebagai tersangka. Dia pun tersenyum pahit dan menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Tapi.. Tapi itu kan dulu, aku sudah lama tidak belajar di sini, ingat? Jadi mana mungkin aku bisa menjadi pengaruh buruk bagi mereka.." Xiao Shuxiang berusaha membela dirinya, namun yang ada dia justru mendapat tatapan aneh dari Lan Guan Zhi.
Patriarch Lan menggeleng, "Kau memang tidak lagi belajar di sini, tetapi kau sering menyelinap kemari, bukan? LanLan menatapmu seperti itu agar kau tahu di mana letak kesalahanmu, kau sepertinya lupa siapa yang disebut Lan Xiao sebagai induknya."
!!
Wajah Xiao Shuxiang terlihat pucat, dia memang hanya beberapa bulan belajar di sekte Pedang Langit, tetapi dirinya selalu datang berkunjung--hampir setiap waktu.
Karena dia sangat akrab dengan Alkemis Zhou Yan, yakni Patriarch Ketiga sekte ini.. Xiao Shuxiang jadi leluasa keluar-masuk untuk mengunjungi Lan Xiao, sekaligus mencari para murid untuk dijadikan kelinci percobaan dari pil-pil buatannya.
Xiao Shuxiang tertawa pahit, dia menggaruk pipinya sambil mencari alasan untuk membalas ucapan Lan Xu Jian, ".. Bukankah sekarang Tetua jadi punya pekerjaan? Biar kutebak, selama ini kegiatan harian Tetua--jika bukan duduk diam di sini, pasti ke Sekte Bunga Lotus dan menggoda kakek Huan Fei di sana, iya kan?"
Patriarch Lan menggelengkan kepala pelan, hampir saja dia tersedak teh miliknya karena pemuda ini. Xiao Shuxiang memang punya bakat untuk mengacaukan ketenangan orang lain.
"Xiao'Er, kau sepertinya belum pernah merasakan hukuman dariku.."
!!
"Tentu saja pernah! Cambukan massal yang Tetua lakukan terakhir kali menurunkan harga diriku. Celah bokongku sangat perih karena hal itu, ngilunya bahkan masih bisa kubayangkan."
Lan Guan Zhi mendengus, dia meminum tehnya dengan tenang sambil menatap teman baiknya. Dia ingin sekali bertanya pada Koki Alkemis itu tentang 'harga diri', dia merasa Xiao Shuxiang tidak pernah memilikinya.
Lan Xu Jian melirik adiknya dan tersenyum. Meski sejak tadi Lan Guan Zhi tidak bicara, namun adiknya ini selalu mendengarkan dengan seksama.
Lan Xu Jian pun kembali bersuara, kali ini dia membahas mengenai pernikahan Koki Alkemis itu yang beritanya telah banyak diketahui orang-orang.
Semakin lama berbincang, Lan Xu Jian makin yakin ada hal yang terjadi antara Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi. Pasalnya kedua pemuda ini nampak tidak saling menatap, apalagi bicara satu sama lain.
Dia tidak ingin ikut campur pada hubungan mereka, karenanya Lan Xu Jian diam saja dan lebih memilih untuk percaya bahwa pertikaian antara kedua pemuda ini akan berhenti dengan sendirinya.
Xiao Shuxiang memang lebih banyak bicara dengan Patriarch Lan daripada teman baiknya, dia hanya sesekali memancing Lan Guan Zhi walau temannya itu hanya menjawab dengan gumaman pelan.
Semakin lama berada di ruangan ini, banyak hal yang Xiao Shuxiang dengar dari Lan Xu Jian. Kebanyakan merupakan kabar baik tentang teman-temannya seperti keadaan Qi Xuan di Sekte Bunga Lotus, Zong Ming dan Ying Liu yang berada di Sekte Bambu Perak, serta kehidupan para murid Sekte Kupu-Kupu.
Lan Xu Jian tidak lupa meminta Xiao Shuxiang untuk menemui Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit, Zhou Yan sudah lama menunggu kedatangan muridnya, begitu pula dengan Feng Ying.
Xiao Shuxiang memang punya rencana untuk berkeliling setelah memperbaiki pedang Kucing Putihnya, dia masih ingin tinggal lama di Benua Timur. Namun tentu, hari ini dia harus menyelesaikan sesuatu dengan Lan Guan Zhi.
Patriarch Lan cukup lama berada di kamar milik adiknya, dia baru berpamitan setelah matahari sudah sangat senja. Sekarang, kamar pribadi ini terasa begitu sunyi.
__ADS_1
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berdiri di pinggiran langkan, keduanya menatap langit yang dihiasi cahaya bintang. Tidak ada di antara mereka yang bicara selama lebih dari sepuluh menit, keduanya seakan menikmati ketenangan malam ini.
"Kau mau minum?" Xiao Shuxiang akhirnya bicara, dia mengeluarkan satu pot kecil Arak Kaisar Naga dari Gelang Semestanya dan menawarkan minum pada teman baiknya.
Lan Guan Zhi menggeleng pelan sebagai jawaban. Pemuda di sampingnya tidak lagi menawarkan arak padanya.
Arak Kaisar Naga merupakan arak buatan Xiao Shuxiang yang paling kuat. Dia sebenarnya memiliki arak yang tidak mempunyai kandungan memabukkan, tetapi dikeluarkan pun--Lan Guan Zhi tidak berniat meminumnya, pemuda itu sudah banyak minum teh sebelumnya.
"Kau masih tidak mau menjelaskan apa pun padaku?" Xiao Shuxiang menghirup aroma Arak Kaisar Naga yang lembut dan manis, aroma itu bercampur dengan kayu cendana yang menyegarkan, sejuk, dan jernih. Dia pun menoleh ke arah Lan Guan Zhi.
Adik dari Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit ini merupakan pemuda tampan dan begitu mempesona. Postur tubuh tegap, wajah, dan tatapan teduhnya sangat mendamaikan pandangan.
Lan Guan Zhi teramat indah dengan pakaian putih bersihnya yang tanpa cela. Pita dahinya yang panjang nampak mengombak elegan mengikuti arah angin. Aroma kayu cendana sangat kuat berasal darinya.
"Lan Zhi.. Kau masih akan tetap diam?"
"Tidak ada yang harus kujelaskan padamu." Lan Guan Zhi mengalihkan pandangannya dan menatap Xiao Shuxiang lekat. Dia meminta temannya untuk beristirahat.
Xiao Shuxiang meminum araknya dan kemudian mengembuskan napas pelan, ".. Aku tahu ada beberapa hal yang tak seharusnya dikatakan, kau punya hak untuk memiliki rahasia. Tapi sikapmu yang tiba-tiba berubah seperti orang asing adalah sesuatu yang tidak bisa kuterima, apa ini karena gadis itu?"
Apa yang Xiao Shuxiang rasakan, jelas akan langsung dia ungkapkan. Dirinya tidak butuh basa-basi untuk bicara pada Lan Guan Zhi. Saat ini, dia tidak ingin bercanda.
"Nona Qi tidak ada urusannya."
"Jika bukan karena gadis itu, lalu apa? Bocah Pengemis Gila juga tahu sikapmu berubah, Lan Zhi. Dia khawatir, begitu pun dengan teman-teman yang lain. Mereka hanya tidak berani bertanya padamu.."
Suara Xiao Shuxiang sedikit rendah, bulu matanya bergetar, dia memandang ke bawah sebelum melanjutkan ucapannya.
".. Apa karena aku sikapmu jadi begini? Karena aku akan segera menikah dengan Kucing Putih..? Itu tidak mungkin, kan?"
"Mn, tapi memang sedikit berhubungan denganmu."
!!
Xiao Shuxiang menatap teman baiknya dan seperti menunggu sesuatu. Lan Guan Zhi bernapas pelan sebelum mulai mengatakan bahwa saat ini emosinya memang sedikit tidak stabil, karenanya dia ingin pulang untuk menenangkan pikiran.
"Lan Zhi, kau benar-benar 'suka' padaku?! Suka yang semacam 'itu'?!"
"Mustahil. Aku bukan Bocah Pengemis Gila."
Lan Guan Zhi langsung membantah ucapan teman baiknya saat melihat ekspresi aneh Xiao Shuxiang. Dia mengembuskan napas pelan dan berpikir sejenak.
"Mn, ini bukan tentangmu.. Tapi berhubungan denganmu.." Lan Guan Zhi berjalan untuk lebih dekat dengan teman baiknya, dia pun mengatakan alasan di balik sikapnya.
Semenjak membantu Xiao Shuxiang dengan Paku Penembus Tulang, Lan Guan Zhi mengalami luka parah karena terkena racun pada pusaka itu. Benda tersebut tidak bisa ditarik dengan mudah, namun demi menolong teman baiknya--dia melakukan itu semua.
Buruknya, tubuh Lan Guan Zhi dipenuhi rasa sakit. Dia mengurung diri di dalam kamar dan kejadian tidak mengenakkan itu terjadi, mendengarnya membuat teman baiknya terkejut.
Xiao Shuxiang seperti tercekat, dia memegang kuat pot arak miliknya dan berusaha mengatur napas. Sudah sejak lama dia memikirkan itu, saking lamanya bahkan sampai lupa, tidak mungkin ada orang yang bisa mencabut Paku Penembus Tulang tanpa mendapat risiko.
"Shuxiang.."
Xiao Shuxiang menggeleng, dia masih mencoba tenang walau perasaannya terasa tidak enak. Dia menatap lekat wajah teman baiknya.
"Kenapa harus kau lagi..?" suara Xiao Shuxiang terdengar gemetar, ujung matanya terlihat memerah. "Kenapa selalu kau yang membantuku.."
"Shuxiang.."
"Kau tahu risiko dari mencabut pusaka itu, kan?! Nyawamu sendiri dalam bahaya, itu bukan senjata yang dibuat manusia..! Tapi kenapa kau masih saja menolongku?"
Tenggorokan Xiao Shuxiang terasa sakit saat menelan ludah, dia tahu dengan jelas bahwa akhir dari siapa pun yang mencabut Paku Penembus Tulang adalah mati dengan mengenaskan.
".. Ini salahku. Harusnya saat itu aku menghentikanmu, aku.."
"Kau tidak bersalah. Lagipula sekarang aku baik-baik saja,"
Ucapan Lan Guan Zhi memang ada benarnya, tetapi Xiao Shuxiang merasa tidak sesederhana itu. Nyawa merupakan bayaran dari siapa pun yang berani mencabut Paku Penembus Tulang, jadi temannya masih bisa bernapas sekarang pasti memiliki alasan.
Lan Guan Zhi tahu teman baiknya ingin menuntut jawaban lagi, dia pun mengatakan bahwa memang benar ada risiko yang harus dia tanggung. Dia juga berpikir saat itu dirinya akan mati.
Xiao Shuxiang mendengarkan, dia kembali terkejut saat tahu bahwa Lan Guan Zhi bertemu dengan Tiga Roh Pusaka Langit dan dibantu membentuk ulang tubuh kembali.
"Kau.. Kau bertemu Shouxing?"
"Mn, dia memperlihatkan banyak hal padaku."
!!
Xiao Shuxiang tersentak, "Apa.. Karena itu sikapmu berubah? karena dia.. Memperlihatkan betapa kejamnya teman baikmu ini..?"
Lan Guan Zhi menepuk pelan lengan temannya, dia menggelengkan kepala dan berkata bukan itu penyebabnya.
__ADS_1
Dia memang melihat masa lalu Xiao Shuxiang yang penuh kekejaman dan tidak manusiawi, namun semua itu hanyalah kejadian dari masa yang tak seharusnya berpengaruh pada sikapnya.
".. Mereka adalah roh dari pusaka yang sudah banyak menelan aura negatif manusia. Karena merekalah, aku juga ikut terpengaruh.." Lan Guan Zhi berkata bahwa penting baginya untuk melakukan Pembersihan Iblis Hati, itulah sebabnya dia ingin pulang.
".. Sifat ketiga roh itu sangat berbeda dan hanya Shouxing yang memiliki kepribadian baik. Namun memang, dia lebih dingin dari roh yang lain. Aku.. Terkadang bisa merasakan bagaimana emosinya,"
Xiao Shuxiang menatap wajah Lan Guan Zhi baik-baik, temannya seperti pahatan giok yang sempurna. Mata dengan kedalaman yang jernih itu terasa akan menariknya, dia berusaha mencari jawaban dari pertanyaan sederhana miliknya. Kenapa Lan Guan Zhi bisa sebaik ini?
Xiao Shuxiang tahu bagaimana sifat dari roh yang menempati sebuah pusaka. Siapa pun tahu pusaka yang luar biasa hebat pernah digunakan oleh manusia dengan karakter berbeda. Namun tetap saja, entah Aliran Hitam atau Putih.. Pusaka itu digunakan untuk membunuh.
Kebencian, dendam, dan haus darah akan terus melekat dalam pusaka tersebut. Jika pemilik barunya tidak mempunyai pengendalian diri yang baik, maka pusaka itu akan menariknya pada kegelapan. Dan sekarang, tubuh Lan Guan Zhi malah dibentuk oleh roh ketiga pusaka yang paling hebat di Benua ini.
"Pasti sangat berat bagimu.. Lalu kenapa kau tidak segera melakukan Pembersihan Iblis Hati? Jika kau terus menundanya, kau bisa terpengaruh aura jahat mereka."
"Melakukan pembersihan ini memakan waktu yang sangat lama, aku tidak ingin melewatkan pernikahanmu. Jadi berusaha kutahan,"
Xiao Shuxiang menatap teman baiknya, dia menyentuh lengan Lan Guan Zhi dan mengusapnya pelan. Entah bagaimana pemuda ini lebih memilih melihat pernikahannya daripada memperhatikan kondisi tubuh sendiri.
"Lan Zhi, di dunia ini.. Kau adalah orang yang paling tidak rela kulihat dalam bahaya. Mendengar kau pernah terluka parah karena mencabut Paku Penembus Tulang sudah membuatku sakit, apa kau sebodoh itu sampai harus menempatkan dirimu dalam bahaya demi aku?"
Pandangan mata Lan Guan Zhi sedikit berubah saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang seperti enggan ditolong. Dia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain dan kemudian bersuara.
"Kau adalah temanku, jadi kulakukan apa yang kubisa untuk membantumu."
!!
Xiao Shuxiang menggigit bibir bawahnya sebelum menenggak kembali Arak Kaisar Naga miliknya, dia pun mulai menghela napas.
"Kita teman, tapi kau juga harusnya bisa mengukur kemampuanmu sendiri. Kalau bukan ketiga roh itu membantumu, kau mungkin sudah mati tanpa kuketahui."
Xiao Shuxiang tidak akan pernah rela jika Lan Guan Zhi tiada. Hanya pemuda di sampingnya ini yang dia percayai mampu membunuhnya suatu hari nanti. Dan selain itu, Lan Guan Zhi adalah orang yang dirinya akui.
"Shuxiang, jangan pikirkan lagi. Semuanya sudah berlalu, tidak perlu diungkit lagi."
"Nak, kau tidak tahu betapa takutnya aku. Xiao Shuxiang ini tidak biasa menerima banyak kebaikan, itu membuatku takut. Kau membuatku berhutang banyak padamu,"
"Kau juga pernah menyelamatkan hidupku."
"Bukankah itu sudah impas? Saat melawan Wyvern, kau juga menyelamatkanku."
Lan Guan Zhi menoleh ke arah Xiao Shuxiang, dari tatapan matanya--dia seperti mengatakan tidak ingin membahas hal semacam menghitung berapa kali mereka saling menolong satu sama lain.
Xiao Shuxiang juga tidak mau lagi membahasnya, dia pun melihat pemandangan di bawah dan lalu meminta teman baiknya untuk segera melakukan Pembersihan Iblis Hati.
".. Kau menahan aura negatif dari Tiga Roh Pusaka Langit selama ini sudah membuatku terkesan dan benar-benar tidak bisa percaya. Entah sejauh mana pengendalian dirimu, tapi kau tidak boleh terus menahannya. Jadi kau harus pergi,"
Lan Guan Zhi mendengarkan ucapan itu, dia ikut memperhatikan ke mana arah pandangan teman baiknya. Dirinya pun mengembuskan napas pelan sebelum mulai buka suara.
"Aku tidak punya pengendalian diri yang cukup baik untuk menahan Tiga Roh sehebat itu, tapi Immortal Zhou Yuan yang membantuku. Jadi aku masih bisa-!"
Lan Guan Zhi tersentak saat tiba-tiba mendengar suara benda yang jatuh. Pandangannya langsung mengarah pada pot arak yang jelas dijatuhkan oleh Xiao Shuxiang, dia menatap teman baiknya itu yang seperti baru saja mendengar gemuruh petir.
"Shuxiang..?"
"Kau.. Kau tadi bilang bertemu siapa?" Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi, ujung matanya terlihat memerah. Dia sama sekali tidak menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Aku bertemu Immortal Zhou Yuan."
Xiao Shuxiang sudah lama tidak mendengar nama itu. Entah mengapa dadanya begitu sesak dan lututnya serasa lemas. Namun dia masih mencoba untuk berusaha terlihat tenang.
"Senior Zhou.. Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?"
"Aku juga tidak tahu, terjadi begitu saja."
Lan Guan Zhi sebenarnya tidak pernah memikirkannya. Namun memang sejak membantu teman baiknya dengan Paku Penembus Tulang dan merasakan kematian karena risiko pada pusaka itu--dirinya bisa bertemu Ketiga Roh Pusaka Langit serta Immortal Zhou Yuan.
"Aku.. Sebenarnya ingin bertemu Senior Zhou," suara Xiao Shuxiang terdengar sedikit bergetar, ".. Tapi kurasa, dia tidak ingin melihatku."
Xiao Shuxiang mendengus sambil tersenyum, "Wajahnya pasti akan sangat marah. Itu sangat jelas karena aku, seseorang yang sudah membuat banyak kerusakan malah bisa mendapat kesempatan hidup kembali. Senior Zhou pasti sangat mengecamku,"
"Beliau tidak terlihat seperti itu.." Lan Guan Zhi mengatakan bahwa Zhou Yuan memperlihatkan kehidupannya saat bertemu Xiao Shuxiang, semua hingga saat terakhir. Mendengar itu membuat teman baiknya terkejut.
Xiao Shuxiang sebenarnya ingin menyembunyikan beberapa hal tentang masa lalunya pada Lan Guan Zhi, namun tidak disangka teman baiknya malah tahu semua itu.
Sekarang sepertinya dia mengerti, selain pengaruh dari energi negatif Tiga Roh Pusaka Langit yang membuat sikap Lan Guan Zhi berubah padanya, juga karena apa yang diperlihatkan Zhou Yuan tentang masa lalunya.
Xiao Shuxiang seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri, pandangannya terlihat menunduk, diam-diam dia tersenyum getir.
"Kurasa memang seperti itu. Tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi. Lumière benar.. Manusia tidak akan pernah bisa menerimaku.."
***
__ADS_1