XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
385 - Pembahasan Pernikahan II


__ADS_3

Xiao Shuxiang dan Yang Ni saling memberi hormat, keduanya seketika mendengar suara tepuk tangan dan seruan yang memuji mereka.


!!


Yang Ni tersentak, dia baru menyadari orang-orang yang menonton pertarungannya. Dirinya mengembuskan napas pelan dan berusaha untuk tetap terlihat tenang.


"Mereka banyak sekali.. Apa itu semua keluargamu?"


"Itu keluargamu juga,"


Xiao Shuxiang memperhatikan Yang Ni dari atas sampai bawah sebelum dirinya berjalan ke arah di mana Yang Shu dan Kaisar berada.


Tidak ada yang tak menyukai pujian, tetapi Xiao Shuxiang suka memuji diri sendiri. Dia merasa lebih luar biasa saat melakukannya meski mendapat gelengan dan tatapan aneh dari Hai Feng.


Suara riuh masih mengalun merdu, beberapa ucapan yang dapat terdengar jelas adalah betapa hebatnya pertarungan Yang Ni dan lontaran pertanyaan tentang identitas pemuda yang dirinya lawan tadi.


Para putri juga memperhatikan pemuda berpakaian hitam dan berambut panjang tersebut. Mereka hanya bertanya satu sama lain dan terlalu malu untuk menghampiri pemuda mempesona itu.


Yang Chai Jidan menyadarinya dan dengan memakai Qi untuk lebih memperluas jangkauan suaranya--Dia pun meminta para anak, cucu, serta cicitnya berkumpul.


!!


Bocah Pengemis Gila dan Hai Feng tidak bisa menahan rasa terkejut mereka saat para anggota keluarga kaisar berdiri di arena pelatihan dengan posisi yang begitu rapi.


Saudara-saudara Yang Shu dan Yang Fu berkumpul di satu titik, mereka membentuk tiga barisan. Hal yang sama terjadi pada para cucu Yang Chai Jidan dan cicitnya.


Beberapa prajurit di tugaskan mengajak putri serta selir Kaisar untuk ikut berkumpul bersama. Yang Chai Jidan ingin semua anggota keluarganya tahu bahwa kedua putranya telah kembali.


"Apa hanya perasaanku atau memang tempat ini seperti sarang klan 'Yang'. Kau lihat itu? Menantu, cucu menantu, cicit menantu, aku bahkan tidak tahu lagi bagaimana cara menyebutnya.." Bocah Pengemis Gila bicara pada Xiao Shuxiang yang kebetulan berdiri di sampingnya.


"Aku juga tidak mengerti, mereka terlalu banyak hingga aku sendiri yakin tidak bisa mengingat wajah dan nama mereka satu persatu.."


Bocah Pengemis Gila, "Aku sependapat denganmu. Seperti inilah jadinya jika kelak kau menikahi lebih dari sepuluh gadis.. Hiiih.. Aku merinding membayangkannya. Lihat..! bulu-bulu lenganku sampai berdiri.."


Xiao Shuxiang memukul pelan tangan Bocah Pengemis Gila saat pemuda itu memperlihatkan bulu-bulu halus di tangannya. "Aku hanya akan mengikuti ayahku dengan menikahi satu orang gadis. Standarku ini tinggi, kawan. Bahkan Kucing Putih baru lolos seleksi tahap pertama,"


"Tsk, tsk, sombong sekali.. Seakan bahwa kau ini orang tertampan sedunia,"


"Hmph, tentu saja, karena aku Xiao Shuxiang."


Bocah Pengemis Gila menggelengkan kepalanya pelan dan sedikit memukul bokong pemuda di sampingnya dengan memakai tongkat. Seumur-umur, ini pertama kalinya dia bertemu orang yang begitu percaya diri hingga ke tingkat yang tidak wajar.


".. Aku jadi merasa kasihan pada Nona Ling bila benar-benar menikah denganmu. Dia pasti akan sangat kerepotan mengurus pemuda liar, setengah gila, dan tidak tahu malu sepertimu. Oh ya, kapan kau akan memberi tahu tentang rencana pernikahanmu dengan orang tua dan kakekmu itu?"


Xiao Shuxiang, "Aku mengatakan pada ayah Kucing Putih bahwa aku akan kembali setelah tiga hari. Satu hari sudah berlalu dan tidak mungkin kuberitahu mereka besok, jadi akan kulakukan malam ini."


"Kau.. Benar-benar akan menikah? Nona Ling terlalu muda, usianya memang sudah 20 Tahun lebih, tapi dia masih terlalu muda untukmu. Kau yakin dia sanggup menerima 'Pitonmu'?"


"Bocah Pengemis Gila..!!"


!!


Semua orang tersentak termasuk Yang Shu dan Yang Chai Jidan saat tiba-tiba mendengar seruan dari Xiao Shuxiang. Pandangan mereka langsung mengarah pada pemuda berpakaian hitam itu.


"Kau membuatku kaget, menyebalkan!"


"Kau yang menyebalkan, memalukan. Benar-benar kutukan saat aku bertemu denganmu,"


??


Yang Hao penasaran pada putranya yang tiba-tiba berdebat dengan Bocah Pengemis Gila. Padahal tadi keduanya nampak baik-baik saja dan seakan begitu tenang bicara satu sama lain.


Bocah Pengemis Gila, "Aku hanya mengeluarkan pendapatku, kenapa kau kesal? Mana tahu Nona Ling dapat bertahan saat kau ehem ehem dengannya. Dan juga, dari yang kulihat--kau adalah orang yang penuh semangat. Nona Ling pasti tidak sanggup bertahan,"


!!


Xiao Shuxiang terkejut, dia kesal karena tahu ke arah mana ucapan Bocah Pengemis Gila ini. Dirinya lalu meniup rambut poni depannya dan berusaha untuk menenangkan diri.


"Sepertinya kau sudah bosan menggunakan bokongmu. Bagaimana kalau kau yang lebih dulu merasakan keganasan 'Piton', huh?"


"Tidak, tidak, tidaak..! Lan'Er Gege, tolong aku..!!"


?!


Lan Guan Zhi tersentak saat Bocah Pengemis Gila melompat dan bersembunyi di balik punggungnya. Dia tidak tahu apa yang sedang dibahas oleh kedua temannya, tetapi sepertinya ini sesuatu yang memalukan.


"Ka-Kau tidak tahu diri..! Meskipun aku suka.. Ehm.. Tapi.. Tapi aku juga orang yang pemilih. Dibandingkan denganmu, Lan'Er Gege adalah tipeku.." Bocah Pengemis Gila nampak malu-malu, dia mengintip Xiao Shuxiang sambil memegang pundak Lan Guan Zhi.


Ucapannya barusan membuat Lan Guan Zhi berkedip sekaligus mengejutkan Xiao Shuxiang. Dengan segera, Koki Alkemis itu menarik tangan teman baiknya dan membentak Bocah Pengemis Gila.


"Shuxiang.."


"Tenang Lan Zhi, aku akan menyelamatkanmu.." Xiao Shuxiang menarik kedua tangan teman baiknya dan menyuruh Bocah Pengemis Gila untuk berhenti memegang pundak Lan Guan Zhi.


"Hai Feng, bantu aku..!"


!!


"Tidak, aku tidak mau..! Lan'Er Gege..!" Bocah Pengemis Gila berusaha memeluk Lan Guan Zhi, dia tidak ingin dipisahkan dari pemuda berpakaian putih itu karena khawatir Xiao Shuxiang akan menendang bokongnya.


Hai Feng memeluk Bocah Pengemis Gila dari belakang dan berusaha melepaskan pemuda itu dari menempeli Lan Guan Zhi, dirinya dibantu oleh Zhi Shu.


Memang benar bahwa selama ini Lan Guan Zhi selalu melindungi Bocah Pengemis Gila kala pemuda itu sedang bermasalah dengan Xiao Shuxiang, tetapi bukan berarti dirinya ingin ketularan homo.


!!

__ADS_1


Xiao Shuxiang terlalu kuat menarik kedua tangan teman baiknya hingga saat Lan Guan Zhi berhasil lepas dari Bocah Pengemis Gila--dirinya nyaris terjatuh. Untunglah tangannya ikut dipegang kuat oleh teman baiknya.


"Kau tidak apa-apa?"


"Kau sendiri? Aku tadi menarik tanganmu terlalu keras, apa itu sakit Lan'Er?"


Xiao Shuxiang melihat pergelangan tangan teman baiknya yang memerah. Dia merasa bersalah sebab telah melukai Lan Guan Zhi, ini semua karena ulah Bocah Pengemis Gila.


"Bukan aku yang salah, aku sama sekali tidak salah. Kalau bukan karena kau mengejutkanku dengan ucapanmu itu.. Aku juga tidak akan mencari perlindungan dari Lan'Er Gege.."


Xiao Shuxiang, "Ekspresi wajah tanpa dosamu itu sangat menyebalkan! Jika kau berani memeluk Lan Zhi lagi, maka aku akan melemparmu ke dalam neraka. Aku bersungguh-sungguh..!"


Yang Hao dan Xiao WeiWei saling berpandangan saat melihat tingkah putra mereka yang begitu melindungi Tuan Muda Lan. Rasa-rasanya mereka memikirkan hal yang sama.


Yang Chai Jidan sendiri nampak mengerutkan kening, dia sedikit bersuara pelan dan bertanya pada Yang Shu mengenai hubungan Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi karena jujur saja, kedua pemuda itu seperti terikat hubungan yang lebih dari sekadar teman.


Yang Shu menjawab cucunya memang orang yang seperti itu, terlalu bersemangat dan menyayangi setiap temannya. Dia meminta Yang Chai Jidan untuk tidak memikirkannya lebih jauh.


Yang Chai Jidan tersenyum dan mengangguk, dia juga punya hal penting yang ingin dilakukan dan itu adalah mengenalkan kedua putranya pada seluruh anggota keluarga 'Yang'.


Awalnya memang ada di antara putra Kaisar Salju Putih yang mengenal Yang Shu dan Yang Fu, namun mereka masih sedikit ragu.


Mendengar penjelasan dari Kaisar-lah hingga mereka yakin bahwa dua saudara yang selama ini dicari telah kembali. Bahkan sekarang mereka juga dikenalkan pada Yang Hao, Xiao WeiWei, dan Xiao Shuxiang.


!!


Hal mengejutkan lainnya terjadi kala Yang Chai Jidan menyebutkan nama 'Xiao Shuxiang'. Beberapa putri terlihat mengetahui identitas pemuda di sampingnya.


"Din'Er, kau ingat lukisan yang kubawa beberapa hari yang lalu? Wajahnya terlihat mirip dengannya.."


"Yaa.. Sejak pertarungan tadi aku terus memperhatikannya dan memang ada kemiripan dengan lukisan itu.."


Suara yang jelas terdengar berasal dari dua orang putri, mereka membahas kemiripan wajah pemuda berpakaian hitam di depan mereka tersebut dengan lukisan 'Sang Bintang Pelindung'.


Xiao Shuxiang tidak tahu harus bilang apa, dia sedikit tersentak saat Yang Chai Jidan menepuk serta mengusap-usap pelan punggungnya.


"Mari ikut Kakek dan berkenalan lebih dekat dengan para saudaramu.."


Xiao Shuxiang mengangguk pelan dan mulai mengikuti Yang Chai Jidan. Dia sebelumnya telah memberi tanda pada Hai Feng dan Zhi Shu untuk selalu mengawasi Bocah Pengemis Gila agar tidak dekat-dekat dengan Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang diperkenalkan oleh cicit Yang Chai Jidan yang berusia muda. Dia tidak butuh waktu lama sampai akrab dengan anak-anak berusia 6 hingga 9 Tahun tersebut.


"Kakak..! Kau memiliki bau yang enak, aku suka~"


Gadis cantik berusia 7 Tahun meminta agar Xiao Shuxiang menggendongnya. Dia suka pemuda mempesona ini karena terlihat ramah dan menyenangkan.


Xiao Shuxiang juga senang dengan anak-anak, dia bahkan mendapat ciuman di pipi saat menggendong salah satu anak perempuan berpakaian merah muda bercorak gelombang air.


"Kakak Xiang, kau terlihat seperti malaikat kegelapan untukku. Aku suka hidungmu~"


"Kakak Xiang..! Aku juga mau digendong..!"


"Gendong aku juga.. Aku ingin melihat wajahmu lebih dekat..!"


"Aku juga mau, Kakak Xiang..!"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas di dalam hati dan kemudian menurunkan anak perempuan yang digendongnya. "Panggil aku, 'Tuan Muda Xiao' dan aku akan menggendongmu. Kalian tidak boleh sembarang menyebut namaku, harap mengerti ini.."


Dalam hatinya, Xiao Shuxiang sebenarnya sudah gatal ingin menjitak kepala anak-anak di dekatnya dan mencekik leher mereka. Dia tidak suka bila ada orang lemah yang berani memanggil namanya.


Hai Feng menyipitkan sedikit mata dan menyadari Saudara Xiao-nya sedang tidak nyaman. Dia lalu melepaskan tahanannya, yakni Bocah Pengemis Gila--dan langsung berjalan cepat ke arah Xiao Shuxiang untuk membantu.


?!


Bocah Pengemis Gila akhirnya bebas, dia merasa kini kesempatannya untuk kembali ke dekat Lan Guan Zhi. Sayang niatannya terhenti karena Zhi Shu mencegahnya.


!!


"Lepaskan aku. Aku selalu gugup bila tidak berada di samping Lan'Er Gege, ayo lepaskan aku..!"


"Kau laki-laki, jadi jangan bertindak memalukan. Lebih baik kau bersamaku, hm?" Zhi Shu tersenyum sambil merangkul lengan Bocah Pengemis Gila. Dia memang gadis bersuara lemah lembut dan berwajah cantik, dirinya anggun serta mempesona.


"Aku tidak mau.. Aku lebih suka bersama Lan'Er Gege. Aku tidak nyaman denganmu dan jangan menyentuhku,"


Bocah Pengemis Gila nampak berwajah pucat. Dia paling anti dengan perempuan, apalagi yang seperti Zhi Shu. Sayangnya dirinya tidak bisa lepas semudah itu dari gadis cantik berpakaian merah muda ini.


Di sisi lain, Hai Feng membantu Xiao Shuxiang agar anak-anak kecil ini tidak ada lagi yang memanggil nama Saudara Xiao-nya.


Hai Feng begitu semangat menjelaskan bahwa hanya mereka yang diakui oleh Xiao Shuxiang yang bisa menyebut nama saudaranya tersebut, dan selain itu.. Mereka hanya boleh memanggilnya dengan nama, 'Tuan Muda Xiao'.


Banyak pangeran dan putri kecil yang sebenarnya protes, tetapi dengan bangga Xiao Shuxiang berkata bahwa inilah yang dinamakan kekuasaan. Hai Feng juga menambahkan bahwa saudaranya ini memiliki gelar yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


".. Kalian pasti sudah mendengar kisahnya. Saudaraku ini adalah pelindung dari Benua Timur, kisahnya tidak mungkin tidak kalian dengar,"


?!


Para pangeran kecil sebagian tersentak dan beberapa ada yang mengerutkan kening. Mereka mengingat-ingat sejenak sebelum akhirnya berseru dan berlomba untuk memeluk Xiao Shuxiang.


!!


"Ada apa dengan kalian sebenarnya..?" Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan dalam hati dirinya sangat ingin makan. Hari sudah semakin senja dan sekarang dia masih harus berkenalan dengan para pangeran serta putri yang lain.


!!


Semakin banyak yang mengerumuni Xiao Shuxiang, apalagi saat mereka tahu bahwa dirinyalah Sang Bintang Pelindung.

__ADS_1


Yang Ni tidak ikut berkenalan dengan Xiao Shuxiang, dia lebih memilih mendekati Yang Shu dan meminta kakeknya tersebut untuk melupakan apa yang terjadi selama di Aula Pengadilan.


Dia merasa lega sebab Yang Shu lebih membelanya daripada Xiao Shuxiang. Dirinya sekarang dapat menghirup udara lebih bebas, apalagi saat mendengar bahwa Yang Shu akan membantunya memahamkan pada yang lain.


Beberapa pangeran ada yang mengajukan tantangan pada Xiao Shuxiang dan salah satunya adalah Yang Shiwu. Pemuda itu ingin mendapat pengakuan hingga bisa menyebut nama saudara barunya.


Xiao Shuxiang tidak menolak tantangan tersebut meski perutnya sudah beberapa kali mengeluarkan bunyi yang aneh. Dirinya bertarung dengan Yang Shiwu tanpa memakai senjata apa pun selain bagian tubuh mereka sendiri.


Keduanya diberi ruang untuk bertarung dan hanya hitungan detik--Xiao Shuxiang serta Yang Shiwu mulai melesat hingga serangan mereka menghasilkan suara debaman keras.


!!


Yang Shiwu menggunakan lengannya untuk menangkis tendangan samping dari Xiao Shuxiang. Dirinya dengan cepat mengatur posisi dan memberi pukulan bertubi-tubi pada lawannya.


Xiao Shuxiang berjalan mundur dengan kedua tangan yang terus menangkis setiap pukulan Yang Shiwu, dia menguatkan otot tangannya kala pemuda ini memberinya tendangan sebanyak empat kali tanpa jeda.


!!


Tidak ada di antara keduanya yang mengeluarkan suara lebih dulu, seakan-akan mereka fokus pada serangan lawan.


Xiao Shuxiang terlihat semakin lama, semakin gesit. Sementara Yang Shiwu kekuatannya terus bertambah besar. Baik keduanya, mereka sama-sama menggunakan Teknik Pernapasan.


Yang Shiwu memakai Teknik Pernapasan Bebas, cara bertarungnya kini mirip dengan hewan buas berkaki empat. Xiao Shuxiang sendiri memakai Teknik Pernapasan Air dan beberapa kali meniru gerakan Yang Shiwu.


!!


"Dia.." Xiao Shuxiang tersentak dan berusaha mengambil jarak, tetapi lawannya seakan tidak membiarkan menjauh.


Yang Shiwu bukanlah kultivator, tetapi dia punya bakat yang bisa mempelajari gerakan bertarung lawan dan menyesuaikannya hingga dirinya bisa memakai gerakan tersebut untuk melakukan serangan.


Xiao Shuxiang kagum karena Yang Shiwu sedikit mirip dengannya. Dia jadi bersemangat dan kali ini tidak akan membiarkan pemuda tersebut mempelajari gerakannya lagi.


Walau Yang Shiwu berbakat, namun dia tidak bisa bertahan setelah 40 menit. Serangannya melemah bersamaan dengan semakin lelah tubuhnya. Dirinya tidak mampu menyaingi energi fisik Xiao Shuxiang.


Yang Shiwu menyerah sebelum tendangan lawannya nyaris menyentuh perutnya. Xiao Shuxiang menghentikan serangan dan kemudia berdiri dengan baik, lali memberi hormat sebagai pertanda bahwa pertarungan berakhir.


Dirinya memang kultivator, tetapi Xiao Shuxiang tidak menggunakan Qi sama sekali. Bahkan dengan tenaga sendiri.. Dirinya masih memiliki energi yang banyak untuk meladeni Yang Shiwu seharian.


Namun, memang sekarang dia mempunyai hal penting yang harus diselesaikan dan ini tentang rencana pernikahannya yang harus dirinya sampaikan pada Yang Hao, Xiao WeiWei, dan Yang Fu.


Xiao Shuxiang memilih waktu yang tepat, itu adalah saat dia telah selesai makan bersama-sama dengan teman-teman serta para keluarga besarnya.


Yang Chai Jidan menyediakan kamar besar untuk Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Hanya saja mereka sepakat berkumpul di kamar Lan Guan Zhi dan lalu pergi ke kamar Yang Hao serta Xiao WeiWei.


Kedua orang tua Xiao Shuxiang jelas terkejut mendengar bahwa putra mereka ingin menikah. Xiao WeiWei bahkan menanyakan hal yang membuat teman-teman putranya tersentak.


"Kau akan menikah? Dengan siapa? Laki-laki atau perempuan?!"


!!


"Ibuu.. Tentu saja perempuan. Aku bukanlah Bocah Pengemis Gila,"


"Hei..!"


Xiao Shuxiang mendengar bentakan pemuda yang duduk di samping Hai Feng. Saat ini dia juga menunggu kedatangan Yang Shu, Lan Guan Zhi dan Xiao Qing Yan sedang pergi dan mencari kakeknya tersebut.


"Xiao'Er..? Kenapa kau ingin menikah? Apa Tuan Muda Lan sudah bertindak buruk padamu? Dia tidak menjagamu dengan baik? Dia melukai hatimu?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan lalu berkedip beberapa kali. Ekspresi ayahnya tidak jauh berbeda dari ibunya tadi.


Dan pertanyaan apa itu tadi? Bagaimana mungkin ada hubungan antara dirinya ingin menikah dengan buruknya tindakan Lan Guan Zhi padanya.


"Aku ingin menikah karena memang mau menikah, memang butuh alasan apa lagi..? Ayah bertanya seperti itu seakan-akan Lan Zhi dan aku adalah pasangan kekasih.."


Wajah Xiao Shuxiang perlahan memucat, dia tidak ingin membayangkannya. ".. Kami pemuda yang normal. Lan Zhi merupakan teman baikku dan kedekatan kami tidak sampai di titik terlarang itu,"


Melihat Yang Hao dan Xiao WeiWei seperti tidak percaya padanya membuat Xiao Shuxiang lagi-lagi mengembuskan napas.


".. Aku mengaku bukan pemuda yang sesuci Lan Zhi. Aku sering menggodanya, aku nakal, dan bukan lagi amatir dengan hal-hal dewasa. Tapi, meskipun aku sering melihat-lihat gambar p*rno di perpustakaan milik Bai Wu Dang, tapi aku tidak pernah mengajarkannya pada Lan Zhi. Aku berani bersumpah..! Sungguh!"


!!


Hai Feng terkejut mendengar pengakuan dari Saudara Xiao-nya, apalagi nama yang baru saja disebut saudaranya adalah salah satu dari Patriarch Sekte Pedang Langit. Xiao WeiWei dan Yang Hao juga sama kagetnya.


"Saudaraku, kau bilang apa tadi? Buku semacam itu.. Apa benar-benar ada di Bukit Pengetahuan? Perpustakaan Patriarch Kelima?"


"Buku itu memang ada, bahkan sangat banyak. Tempatnya ada di lemari paling belakang dan di rak paling bawah. Sampulnya terlihat tua tetapi bagian dalamnya.. Uuuh.. Sangat luar biasa..!"


Xiao Shuxiang menemukannya juga secara tidak sengaja, dia ingin membaca buku tentang tanaman herbal dan malah tertarik melihat buku tersebut karena nampak tua.


".. Awalnya kupikir itu buku kuno, tetapi rupanya itu buku ritual yang tak harusnya ada di tempat yang begitu suci. Tunggu, kenapa kita harus membahas buku? Ini adalah tentang rencana pernikahanku. Bagaimana pendapat kalian?"


Yang Hao, "Kita baru tiba di Benua Utara dan Kakekmu belum puas melepaskan rasa rindunya. Tapi tidak baik juga bila membiarkan keluarga Ling menunggu, namun bila kau memang serius dengan ini, kami pasti akan mendukungmu,"


Xiao WeiWei, "Tunggu sampai Kakekmu datang dan kita akan membicarakannya lagi. Putraku rupanya sudah begitu besar.."


Yang Hao dan Xiao WeiWei sebenarnya merasa senang mendengar bahwa putra mereka ingin menikah. Namun keduanya tidak akan menunjukkan kegembiraan itu dan lebih suka memperlihatkan senyum yang samar-samar.


Jujur saja, mereka awalnya menganggap Xiao Shuxiang tidak akan pernah menikah dan lebih memiliki hidup membujang bersama Lan Guan Zhi sambil tetap merawat Harimau Bulan.


Xiao WeiWei bahkan sempat berpikir putranya punya kelainan menyimpang hingga pernah menganggap Xiao Shuxiang telah melakukan upacara pernikahan dengan Tuan Muda Lan secara sembunyi-sembunyi.


Dugaannya didasari dengan laporan Xiao Lu dan beberapa murid Sekte Kupu-Kupu serta warga Kota Awan Dingin yang melihat kebersamaan kedua pemuda itu yang rasa-rasanya sedikit tidak wajar.


Mendengar bahwa anaknya akan menikah--jujur saja tidak bisa dipercaya dan seakan ini hanyalah bualan semata. Satu-satunya yang bisa membuktikannya adalah bertemu langsung dengan keluarga inti calon menantunya.

__ADS_1


***


__ADS_2