XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
46 - Perjalanan Menuju Sekte Bunga Lotus (3) [Revisi]


__ADS_3

Cukup lama Xiao Shuxiang bisa menenangkan dirinya dan kembali seperti semula, meski sebenarnya dia masih frustrasi dengan keadaannya.


Walau Yang Shu, Gu Ta Sian dan yang lainnya membujuk Xiao Shuxiang untuk menceritakan alasan dibalik kesedihannya, namun dia tidak mau mengatakan apapun.


Zong Ming, "Saudara Xiao. Bagaimana kami bisa membantumu jika kau tidak mengatakan apa pun. Ayo ceritakan pada kami masalahmu,"


Yang Shu, " Itu benar Nak. Katakanlah... jangan khawatir, kami pasti akan membantumu..."


"Jangan paksa aku... Aku tidak menyukainya," Xiao Shuxiang memperlihatkan wajah cemberutnya sambil merangkul lengan Qi Xuan, karena hanya Qi Xuan yang tidak terlalu mendesaknya.


Yang Shu, "Baiklah... Kakek tidak akan memaksamu lagi. Kau bisa cerita jika kau mau,"


Gu Ta Sian menatap Yang Shu dan kemudian berkata, "Senior, karena kondisi Xiao'Er sudah lebih baik... maka perjalanan harus dilanjutkan. Senior tunggulah di sini, aku akan pergi mencari kapal yang bisa membawa kita ke Sekte Bunga Lotus."


Yang Shu mengangguk, "Berhati-hatilah di jalan dan segeralah kembali."


Wajah Xiao Shuxiang yang awalnya membaik kini berubah sedikit pucat saat mendengar bahwa mereka akan menaiki sebuah kapal, yang artinya Xiao Shuxiang harus berada di antara air.


"Belum cukupkah derita yang dialami Xiao Shuxiang ini?!"


*


*


*


"Aku tidak mau naik," Xiao Shuxiang terlihat ogah-ogahan ketika menaiki kapal, dia benar-benar tidak ingin naik ke benda besar yang ada di depannya.


Qi Xuan dan Jing Mi menarik pelan Xiao Shuxiang, "Ayo Saudara Xiao, kapalnya akan segera berangkat...!" ajak Jing Mi.


Ini pertama kalinya Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu menaiki sebuah kapal. Karena itulah mereka terlihat antusias sekali.


"Aku tidak mau mengarungi danau, sungguh..." Xiao Shuxiang merengek, "... Biarkan aku menunggu kalian di sini saja."


"Saudaraku..." Jing Mi yang tidak sabaran dan tidak tahan melihat rengekan Xiao Shuxiang lalu menggendong saudaranya itu, hal ini membuat Xiao Shuxiang memberontak.


"Saudara Jing! Turunkan aku! Aku tidak mau Saudara Jing...!"


Banyak para pedagang serta kultivator yang melihat Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Qi Xuan. Mereka menggeleng melihat tingkah anak-anak ini.


"Saudara Jing...! Kau mempermalukanku, cepat turunkan aku sekarang. Aku sangat tidak ingin melewati danau ini, aku bisa... Hog-" Xiao Shuxiang menahan muntahnya, wajahnya semakin pucat karena Jing Mi menggendongnya di kapal yang terasa bergoyang.


Jing Mi menyadari bahwa Xiao Shuxiang seperti akan muntah. Dia lalu menurunkan Xiao Shuxiang sambil bertanya dengan raut wajah yang cemas. "Saudara Xiao? Kau kenapa-"


Saat Jing Mi menurunkannya, Xiao Shuxiang berlari menuju salah satu pinggiran kapal. Dia merasa isi perutnya akan keluar. Hanya saja...


buk


"Hei Nak, kau tidak apa-apa?"


Seorang pendekar tersentak saat tiba-tiba ditubruk oleh Xiao Shuxiang. Pendekar ini adalah pria berusia 38 tahun, memiliki pakaian berwarna abu-abu dengan motif seperti asap.


Xiao Shuxiang hanya sekilas melihat wajah pria yang menurutnya biasa saja ini, ia lalu meminta maaf dan segera berlari untuk mengeluarkan isi perutnya.


Jing Mi dan Qi Xuan juga menyusul Xiao Shuxiang, dia meminta maaf kepada pria yang ditabrak oleh saudara seperguruannya tadi.


Pria itu hanya mengangguk, dan saat Jing Mi serta Qi Xuan sudah pergi... tatapan mata pria tersebut terus mengarah pada mereka, tanpa Jing Mi dan Qi Xuan menyadari.

__ADS_1


"Ada apa?"


Seorang wanita berusia sekitar 32 tahun menepuk pria ini, pakaiannya sama dengan pendekar pria yang ditepuknya. Sebuah pedang terselip dipinggang kirinya menandakan bahwa wanita ini juga adalah pendekar.


"Ada anak yang menabrakku tadi,"


"Kenapa tidak dibunuh saja."


"Kalau saat ini kita tidak sedang menyamar, anak itu sudah kehilangan kepalanya. Ayo, temui anak-anak!"


Pria ini bernama Xing Dou, sementara wanita didekatnya bernama Zi Lin. Mereka berdua berasal dari Sekte Scarlet Bayangan, salah satu sekte menengah yang ada di Benua Timur.


Scarlet Bayangan cukup unik, sebab mereka tidak bisa dikatakan Sekte Aliran Hitam maupun Sekte Aliran Putih, dan sekte mereka bukan berasal dari Aliran Netral.


Satu-satunya yang bisa dijelaskan adalah, Sekte Scarlet Bayangan berasal dari Aliran Bebas. Kultivator dari sekte ini merupakan kultivator yang memiliki pekerjaan sebagai kultivator bayaran.


Mereka menjalankan misi penculikan, pembebasan, pembunuhan dan pengintaian. Mereka membantu sekte apa pun yang bisa membayar tinggi dan sesuai dengan persetujuan GrandElder mereka.


Saat ini sekte Scarlet Bayangan belum banyak diketahui oleh sekte-sekte yang ada di Benua Timur. Keberadaan sekte mereka juga misteri dan hanya diketahui oleh sekte yang pernah berhubungan bisnis dengan mereka.


Kultivator dari Scarlet Bayangan mempunyai ciri khas berupa topeng berbentuk binatang, yang juga sering disebut 'Topeng Penangkal'.


Untuk murid-murid junior, memakai topeng berwarna putih dengan bentuk mirip seperti kucing. Sementara untuk murid-murid senior, memiliki topeng berwarna putih berbentuk rubah.


GrandElder dan Patriarch mereka memiliki topeng berbentuk rubah namun dengan warna merah darah.


Xing Dou dan Zi Lin memiliki sebuah misi penculikan, mereka menyamar menjadi kultivator dari sekte lain untuk bisa ikut dalam Turnamen Kultivator Muda. Penyamaran ini berguna untuk kerahasiaan sekte mereka.


Topeng dan seragam asli Xing Dou, Zi Lin dan kedua junior mereka, disembunyikan dengan sangat baik di dalam Cincin Spasial yang berada di jari tengah Xing Dou.


Seragam dan pedang Xing Dou dan Zi Lin merupakan milik kultivator Sekte Lembah Kabut. Mereka dibantu oleh dua orang junior mereka berhasil merampas seragam dan senjata milik kultivator sekte kecil itu.


Namun kultivator Lembah Kabut tidak mau memberikan seragam dan juga pedang mereka, meskipun ditawari harga yang tinggi. Alhasil pertempuran pun tidak bisa dihindarkan.


Hanya saja kemampuan praktik Xing Dou dan Zi Lin jauh lebih tinggi daripada kultivator dari Sekte Lembah Kabut, mereka berhasil dikalahkan tidak sampai sepuluh jurus, sebab kedua junior Xing Dou dan Zi Lin memberi serangan kejutan pada mereka.


Meski dikalahkan, Xing Dou dan Zi Lin tidak membunuh kultivator Sekte Lembah Kabut karena tidak termasuk ke dalam misi mereka.


Xing Dou dan Zi Lin hanya memberikan mereka pil tidur dan mengikat mereka pada sebuah pohon yang berada di pinggir tebing, tempat yang tidak akan mungkin dilewati oleh orang-orang.


Meski membunuh tidak termasuk ke dalam misi mereka, namun jika diperlukan Xing Dou dan Zi Lin tidak akan segan-segan. Apalagi Zi Lin adalah wanita yang memiliki kegilaan terhadap pembantaian dan juga pembunuhan, walaupun tak segila Xiao Shuxiang.


Selain Xing Dou dan Zi Ling, ada juga kultivator dari sekte-sekte yang lain. Namun kebanyakan berasal dari Aliran Putih dan Aliran Netral. Mereka beserta para pedagang menyewa kapal ini untuk pergi ke Sekte Bunga Lotus.


Saat kapal mulai bergerak, Xiao Shuxiang memegang erat pinggiran kapal sambil mengeluarkan muntahannya. Jing Mi dan Qi Xuan mengelus pundak Xiao Shuxiang.


Jing Mi, "Saudara Xiao...?! Apa kau sakit..?"


Qi Xuan, "Saudara Xiao.."


Xiao Lu, Zong Ming dan Ying Liu awalnya mencari keberadaan teman-teman mereka. saat berhasil ditemukan, mereka tersentak melihat Xiao Shuxiang yang sedang muntah dan berusaha ditenangkan oleh Jing Mi dan Qi Xuan.


Yang Shu dan Gu Ta Sian juga mencari keberadaan anak-anak yang mereka bawa. Banyaknya orang membuat mereka kesulitan, apalagi dengan kapal yang luas dan besar.


Sampai akhirnya Gu Ta Sian melihat Zong Ming yang berlari diikuti oleh Xiao Lu dan Ying Liu. Dia kemudian menarik Yang Shu untuk menyusul anak-anak tersebut.


"Kau tidak perlu menarikku seperti ini..." Yang Shu meskipun menolak ditarik, namun tidak ada pemberontakan darinya. Malahan Yang Shu mengikuti Gu Ta Sian sambil terus mengusap-usap janggutnya.

__ADS_1


"Senior, kita harus cepat...! Permisi, permisi."


"Astagaa... memalukan sekali...!"


"Mereka sudah bukan anak-anak lagi.."


"Apa-apaan kedua orang tua ini..?!"


Banyak orang yang mengerutkan kening dan memberi pandangan aneh saat Gu Ta Sian memegang dan menarik Yang Shu, namun Gu Ta Sian sama sekali tidak mempedulikannya.


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Semakhluk Dengan Itu, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian. Tetap Semangat Menjalani Hari Yah Kawan! ヽ(´▽`)/


.


.


saatnya Sesi Nyanyian Dasha dimulai..


.


.


Penulis : "TUTUP TELINGA DAN MATA KALIAN!"


.


.


♪♩Mendaki Gunung Lewati Lembah.. ♪♬


♩♪Sungai Mengalir Indah Di Samudra.. ♪♩


♪♬Bersama Teman, Bertualang..♩♪


♪Tempat Yang Baru Belum Pernah Terjamah♪


♬Suasana Yang Ramai Di Tengah Kota..♪♬


♪♩Selalu Waspadalah Kalau Berjalan..♬


♩♬Siap Menolong Orang Dimana Saja..♬♬


♩♬Gozaru Gozaru Itulah Asalnya..♩♪


♩♪Pembela Kebenaran Dan Keadilan..♪♩


♪v(⌒o⌒)v♪

__ADS_1


ost. Ninja Hattori


♪v(⌒o⌒)v♪


__ADS_2