
Perjalanan menuju Sekte Bunga Lotus kembali dilanjutkan. Kali ini Yang Shu, Gu Ta Sian dan yang lainnya tidak menggunakan kereta.
Meski berada di antara keramaian, namun Jing Mi malah merasa diapit oleh dua gunung kesunyian. Dia lalu merangkul Xiao Shuxiang dan Qi Xuan sambil berbisik kepada mereka. "Sejak kemarin sampai hari ini, Saudara Liu dan Saudara Zong tidak saling berbicara. Aku merasa tidak enak?"
Xiao Shuxiang dan Qi Xuan melihat ke arah Zong Ming yang nampak berjalan di antara Gu Ta Sian dan Yang Shu, ekspresi wajahnya begitu datar.
Mereka berdua kemudian menoleh ke belakang dan melihat Xiao Lu bersama dengan Ying Liu. Ekspresi wajah anak itu bahkan lebih buruk daripada Zong Ming.
Jing Mi berkata lagi, "Aku sangat ingin kita cepat-cepat sampai. Perasaanku tidak tenang melihat mereka seperti itu,"
Qi Xuan mengembuskan napas pelan, "Aku juga tidak yakin bisa membantu Saudara Zong dan Nona Liu untuk berbaikan. Ini bukan masalah sederhana seperti yang terlihat. Entah bagaimana caranya----Apa kalian punya ide?"
Jing Mi menggeleng, "Aku tidak bisa membantu apa-apa..." tatapan matanya sedikit tertunduk, ".. Andai permusuhan Saudara Zong dan Saudara Ying tidak melibatkan seorang ibu, mungkin aku bisa membuat mereka berbaikan. Tapi aku tidak ahli dalam hal semacam ini karena aku tidak memiliki ibu,"
Qi Xuan terlihat murung saat mendengar ucapan Jing Mi, dia berusaha menenangkan sahabatnya. Xiao Shuxiang menatap anak berusia 14 tahun di dekatnya dan merasa bahwa anak ini mempunyai masalahnya sendiri.
Xiao Shuxiang, "Aku sebenarnya tidak ingin terlibat atau mencampuri urusan orang lain, aku bukanlah orang baik hati yang begitu senang masuk ke dalam masalah pribadi seseorang. Hanya saja, perjalanan ini akan terasa menjenuhkan bila aura suram kedua anak itu terus membayangiku."
Xiao Shuxiang pun mengembuskan napas pelan, "Orang bilang pertengkaran membuat persahabatan semakin erat, jadi biarkan saja mereka. Aku yakin mereka berdua akan berbaikan kembali."
Qi Xuan dan Jing Mi sebenarnya tidak yakin pada ucapan Xiao Shuxiang, tapi mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk membuat Zong Ming dan Ying Liu berbaikan.
"Semoga saja ucapannmu benar Saudara Xiao," ucap Qi Xuan.
Perjalanan terasa sangat panjang. Meski Xiao Lu berusaha untuk mencairkan suasana dengan mengajak Ying Liu untuk berbincang-bincang, namun gadis itu hanya menjawab seadanya saja dan terkesan datar. Ini membuat dirinya sedih dan cemberut di dalam hati.
Yang Shu dan Gu Ta Sian sendiri juga mengajak Zong Ming berbicara, namun gaya bicara anak tersebut tidak jauh berbeda dari Ying Liu.
Gu Ta Sian menepuk pelan pundak Zong Ming, dia berusaha meyakinkan juniornya ini. "Ming'Er, carilah waktu yang tepat untuk berbicara dengan saudaramu. Sebagai pria sejati, kau harus minta maaf pada Liu'Er meski kau tidak bersalah,"
Zong Ming menoleh ke arah belakang di mana Ying Liu dan Xiao Lu berada. Di saat yang bersamaan, Ying Liu juga menatap ke arahnya.
Sayang saat pandangan keduanya bertemu, dengan cepat Ying Liu mendengus sambil membuang muka, itu membuat Zong Ming tersentak.
"Haaah, dia membenciku Senior. Aku sudah berusaha bicara dan meminta maaf padanya sejak kemarin, tapi..." Zong Ming tertunduk sedih. Dia sungguh tidak bisa melakukan apa pun jika Ying Liu tidak mau bicara padanya.
Yang Shu mengusap pelan punggung Zong Ming, "Kau jangan menyerah, seorang gadis memang seperti itu. Kau hanya harus mencari cara untuk membuatnya tersenyum lagi."
Zong Ming tidak terlihat senang saat mendengar ucapan Yang Shu, dia malah semakin tertunduk sedih. "Itu masalahnya! Aku tidak tahu cara membuat Liu'Er tersenyum, kalau dengan mengajaknya berburu demonic beast di hutan bisa membuat-!!"
!?
Zong Ming membelalakkan matanya, seakan dia menyadari sesuatu. "Aku tahu cara membuat Liu'Er tidak marah padaku lagi!"
Dia menoleh ke belakang dan melangkah menuju tempat Ying Liu dan Xiao Lu berada. Yang Shu dan Gu Ta Sian sedikit tersentak sebab Zong Ming tiba-tiba menjauhi mereka.
!
Xiao Shuxiang, Jing Mi dan Qi Xuan juga ikut tersentak melihat tindakan Zong Ming yang menarik Ying Liu dan kemudian berjalan lebih cepat mendahului Gu Ta Sian dan Yang Shu.
Ying Liu sendiri hanya memasang wajah ketus saat Zong Ming menarik tangannya, namun dia tidak terlihat memberontak sama sekali.
"Apa yang akan dilakukan Saudara Zong?" Jing Mi penasaran dan berusaha menyusul kedua teman barunya itu, namun dengan segera tangannya ditahan oleh kedua saudara seperguruannya.
Qi Xuan memegang lengan Jing Mi, "Kau ini...! Jangan ganggu mereka dulu, Saudara Zong butuh kesempatan untuk berbicara berdua dengan Saudara Ying."
Xiao Shuxiang, "Benar. Sebaiknya tetap di sini dan tunggu mereka kembali."
Xiao Lu sendiri mengerutkan keningnya, dia tidak mau menunggu dan berniat untuk menyusul Zong Ming. Hanya saja Jing Mi dan Qi Xuan segera menahannya.
Xiao Lu memberontak, "Aku ini perempuan! Jadi aku boleh menemani Saudara Liu!"
__ADS_1
Xiao Shuxiang berujar ketus, entah kenapa dia tidak suka dengan anak perempuan yang satu ini. "Alasanmu tidak diterima. Kalau Saudara Zong ingin kita mendengar perkataannya, dia pasti tidak akan menarik Ying Liu pergi."
Xiao Lu memanyunkan bibirnya saat mendengar ucapan adiknya, "Kau menyebalkan Xiao'Er...!"
"Hmph, aku terlihat menyebalkan karena ucapanku benar, kan?"
"Kau...!" Xiao Lu kesal sebab yang diucapkan Xiao Shuxiang memang masuk akal. Zong Ming tidak mungkin menarik Ying Liu menjauhi mereka jika anak laki-lali itu ingin mereka tahu apa yang akan dikatakannya.
*
*
*
Yang Shu, Gu Ta Sian dan yang lainnya akhirnya tiba pada sebuah pelabuhan. Terlihat banyak sekali pedagang serta para pendekar yang saling berdesakan untuk menaiki sebuah kapal berukuran besar.
Xiao Shuxiang terlihat bingung, "Pelabuhan? Seingatku Sekte Bunga Lotus tidak lewat sini." Dengan wajah dan tatapan lugunya, dia lalu bertanya pada Tua Bangka tersebut.
Xiao Shuxiang, "Kakek. Sebenarnya tempat apa ini?"
Yang Shu melihat wajah polos Xiao Shuxiang. Pertanyaan tersebut wajar diajukan dan selain itu----ketiga muridnya yang lain pun nampak bingung sekaligus penasaran. Anak-anak ini memang termasuk baru pertama kali melihat sesuatu di luar desa mereka.
Dirinya pun mengusap pelan kepala Xiao Shuxiang, "Xiao'Er, kita akan menaiki kapal untuk sampai ke Sekte Bunga Lotus. Lokasi yang menjadi tujuan kita berada di tengah-tengah sebuah danau."
!!
Perasaan Xiao Shuxiang mulai tidak nyaman ketika mendengar Yang Shu berkata bahwa mereka harus menaiki kapal dan ini semakin diperjelas dengan informasi tentang letak Sekte Bunga Lotus yang berada di tengah-tengah sebuah danau.
"Danau... Semoga saja tidak luas. Aku paling tidak suka oleh sesuatu yang berhubungan dengan air seperti danau dan lautan. Aku bisa tahan jika itu hanya sungai dangkal yang mengalir. Tapi kalau danau, apalagi dengan perahu sebesar itu----rasanya membuatku ingin muntah. Ini tidak baik..." Xiao Shuxiang mengelus perutnya, terlihat raut wajahnya sedikit pucat.
Saat Yang Shu, Gu Ta Sian dan yang lainnya berjalan mendekat pada salah satu pemilik kapal, seketika dua buah batu besar setinggi 5 meter menarik perhatian Xiao Lu, Jing Mi dan Qi Xuan.
!!
"Batu?" Qi Xuan menjawab seadanya.
"Itu batu yang sangat besar. Mengagumkan..!" Jing Mi entah kenapa sangat mudah tertarik oleh sesuatu semacam ini.
Xiao Lu dan kedua saudaranya baru melihat batu besar ini. Awalnya perhatian mereka teralihkan oleh kapal yang besar dan indah. Namun saat berada dekat dengan kemegahan batu tersebut----seketika itu juga, perhatian mereka telah dicuri sepenuhnya.
Batu itu berdiri kokoh. Karena keramaian yang ada, anak-anak setinggi Qi Xuan dan Jing Mi terkadang tidak menyadari kehadirannya karena tertutupi oleh punggung orang dewasa----Tetapi sungguh! Saat perhatian mulai diarahkan pada batu besar tersebut, maka akan sangat sulit untuk mengalihkan pandangan ke tempat yang lain.
Masalahnya, keadaan ini tidak berlaku bagi sosok seperti Xiao Shuxiang. Dia juga sebenarnya baru menyadari keberadaan batu besar ini karena tidak lagi terhalang oleh bokong dan pinggang orang dewasa, namun meski sudah melihat batu itu----dia nampak tidak tertarik.
Beberapa pendekar dan orang biasa yang juga baru pertama kali menginjakkan kaki ke tempat ini terlihat memandangi batu besar tersebut. Ada tulisan pada kedua batu itu. Xiao Lu, Qi Xuan dan Jing Mi penasaran. Mereka bertiga dengan susah payah menerobos kerumunan orang hanya untuk melihat tulisan pada batu itu lebih dekat.
Yang Shu dan Gu Ta Sian yang sedang bernegosiasi dengan pemilik kapal untuk diizinkan menumpang----kini menghentikan kegiatan negosiasi mereka sebab tersadar bahwa Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu tidak berada didekat mereka.
"Apa yang dilakukan anak-anak itu...?" Gu Ta Sian lalu mengajak Yang Shu, Zong Ming, Ying Liu dan Xiao Shuxiang untuk menyusul ketiga anak yang menurutnya terlalu 'bersemangat'.
Mereka berlima akhirnya berada didekat Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu yang tepat berada di depan dua batu besar. Xiao Shuxiang sendiri tidak punya waktu melibatkan diri dengan hal lain. Fokusnya teralihkan pada perutnya yang nyeri, dia sungguh sangat tidak ingin menaiki kapal.
Jing Mi yang menyadari kehadiran Yang Shu mulai bertanya dengan penuh antusias sambil menunjuk salah satu batu di depannya.
"Guru? Batu besar apa ini?! Ada banyak nama yang tertulis pada batu ini."
!
Yang Shu dan Gu Ta Sian mendongak lalu membaca tulisan pada batu yang ditunjuk oleh Jing Mi. Seorang pedagang yang juga mendengar pertanyaan itu kemudian menceritakan tentang batu besar tersebut.
"Ini adalah Batu Kisah, ditulis oleh kultivator ketiga aliran seratus tahun yang lalu..."
__ADS_1
!!
Xiao Lu tidak bisa menahan kekagumannya, "Berarti usianya sudah sangat tua. Aku bahkan belum lahir."
Jing Mi menggangguk setuju, "Kurasa saat itu kita masih menjadi kotoran,"
"Saudara Jing, yang kotoran adalah kau. Aku tidak mau ikut-ikutan," Qi Xuan kagum dengan usia batu besar di hadapannya, tetapi di tidak setuju dengan ucapan saudaranya.
Pedagang tersebut pun melanjutkan dengan barkata, "Satu batu menceritakan tentang peperangan paling panjang dan mengerikan yang pernah terjadi di Benua Timur. Sementara di batu lain tertulis nama-nama pendekar yang gugur dalam peperangan tersebut..."
?!
Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat mendengar penjelasan dari Sang Pedagang. Dia yang selama ini malas membaca mulai mendongak sambil melihat tulisan yang ada pada salah satu batu.
!!
"I-itu...?!"
Xiao Shuxiang begitu terkejut saat membaca nama pertama yang tertulis pada batu itu, belum lagi nama kuktivator yang berada di bawahnya. Dia lantas menggeser Zong Ming dan Ying Liu yang berada di depannya, tindakan Xiao Shuxiang ini membuat kedua kultivator muda itu tersentak sekaligus keheranan.
Xiao Lu dan Qi Xuan yang membaca batu lainnya tiba-tiba saja berseru. Sebuah seruan yang membuat Xiao Shuxiang kaget.
Qi Xuan, "Saudara Xiao, namamu tertulis di batu ini...!"
Xiao Lu, "Kakek. Kenapa nama Xiao'Er ada di sini?"
"Namaku?" Xiao Shuxiang beralih dan membaca tulisan pada batu yang lain. Dia begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya.
!!
Seorang pedagang berkata. "Batu tersebut mengisahkan tentang peperangan kultivator tiga aliran melawan seorang pendekar yang dijuluki Bintang Penghancur, Sang Heretic Xiao Shuxiang!"
"Peperangan yang berlangsung selama 40 hari dengan ribuan orang harus kehilangan nyawanya. Peperangan yang menewaskan satu-satunya kultivator tingkatan Immortal, Zhou Yuan. Dan juga menewaskan tetua besar ketiga aliran, membuat perubahan besar pada Benua Timur."
"Banyak sekte yang menghilang dan memutuskan untuk bergabung dengan sekte yang lain. Untuk mengenang kejadian seratus tahun yang lalu dan menghargai jasa para pahlawan, maka dibuatlah Batu Kisah ini..."
!!
Jing Mi dan Qi Xuan seakan bisa merasakan suasana peperangan saat Sang Pedagang menceritakannya kepada mereka. Yang Shu dan Gu Ta Sian mengangguk dan menambahkan kisah Sang Pedagang.
Gu Ta Sian, "Dampak dari perang itu jugalah yang membuat danau besar di depan kita. Dan Sekte Bunga Lotus adalah sekte yang didirikan oleh para kultivator yang telah kehilangan tetua dan juga sebagian besar anggota mereka."
!!
Bagai petir di siang hari, itulah yang dirasakan Xiao Shuxiang setelah melihat tulisan pada Batu Kisah, serta mendengar cerita Sang Pedagang dan Gu Ta Sian.
Detakan jantungnya seperti berhenti, dia bahkan tidak sadar menahan napas saking kagetnya.
***
-
-
Catatan Penulis :
TERIMA KASIH KARENA SUDAH MENGIKUTI PERJALANAN XIAO SHUXIANG SEJAUH INI. PEMERAN UTAMA KITA BARU SADAR TERNYATA...^^
Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Sekaumnya, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! ヽ(´▽`)/
Oh iya, revisi berjalan secara acak. Kemungkinan besar berbeda dengan Audio book, arigatou atas pengertiannya. Salam, Kiko Enak Tau..! (❁´▽`❁ʃƪ)
__ADS_1