
"Ada beberapa diantara mereka yang kukenal. Akan gawat jika mereka mengenaliku.."
Xiao Shuxiang memperhatikan kultivator senior tiga Aliran yang sedang bertarung dengan Demonic Beast Kepiting Kura-Kura.
Mereka adalah kultivator yang selamat dari perang dahulu, saat ini praktik mereka memang lebih rendah dari masa lalu, namun tetap saja Xiao Shuxiang akan kewalahan jika menghadapi mereka sekarang.
Beruntung para kultivator senior ini tidak memiliki ingatan yang sebagus Xiao Shuxiang. Karena jika itu sampai terjadi, maka tempat ini akan berubah menjadi medan pertempuran.
Setelah memberi segel penanda, Xiao Shuxiang mengajak temannya ke tempat yang jauh dari gua makam kuno dan Demonic Beast penjaga makam. Sebuah tempat yang tidak dilewati oleh kultivator dan pendekar mana pun.
Jarak antara Xiao Shuxiang dan teman-temannya dengan gua makam kuno tersebut hampir 200 meter, keempatnya berada di tanah luas dan jauh dari pemukiman penduduk.
Ribuan bintang yang bersinar dan bulan paruh akhir hanya mampu menerangi sedikit tempat ini. Xiao Shuxiang mengeluarkan tiga api biru kecilnya sebagai pembantu penerangan.
"Apa yang kita lakukan, Saudara Xiao?" Jing Mi mengatakan mereka harus kembali, para kultivator tiga Aliran pasti sedang kesulitan sekarang.
"Jangan khawatir, mereka akan baik-baik saja selama bekerja sama. Sekarang bantu aku menggali lubang besar di tempat ini,"
Jing Mi, Nie Shang, dan Hu Li nampak kebingungan dengan apa yang akan dilakukan Xiao Shuxiang. Tapi tetap mereka membantunya tanpa bertanya apapun.
"Tanahnya sangat keras, pantas disebut Tanah Batu.." Jing Mi harus menggunakan kepalan tangan yang dialiri Qi untuk membuat lubang. Xiao Shuxiang memintanya untuk tidak membuat suara yang keras.
Nie Shang memperhatikan ketiga temannya, dia tidak bisa membantu karena praktiknya cuma berada di Forging Qi tingkat tiga.
Lubang tersebut hanya sedalam tiga meter, namun ukurannya hampir sama dengan danau kecil.
Xiao Shuxiang mengganti pakaiannya dengan seragam warna putih, dirinya akan terasa familiar apabila memakai pakaian hitam dan berpapasan dengan kultivator senior ketiga Aliran.
Meski mereka akan lama berpikir.. Namun tidak menutup kemungkinan mereka akan tahu identitas Xiao Shuxiang.
Setelah berganti pakaian, Xiao Shuxiang meletakkan segel di pinggir lubang, dia lalu memunculkan Cermin Pemindah dan mengajak teman-temannya ke gua Makam Kuno.
Jing Mi, Nie Shang, dan Hu Li masih penasaran dengan fungsi lubang tadi. Namun Xiao Shuxiang tidak mau menjelaskannya dan hanya berkata ketiga temannya akan tahu nanti.
Kepiting Kura-Kura sekarang terlihat terluka, dirinya harus menghadapi puluhan kultivator yang berada di tingkat praktik berbeda-beda. Apalagi beberapa kultivator menggunakan senjata rahasia seperti racun untuk melawan dirinya.
Sebenarnya mereka bisa membunuh Demonic Beast ini sebelum Xiao Shuxiang dan ketiga temannya kembali, namun kerjasama antara kultivator Aliran Hitam dan Putih sangatlah buruk.
Lihat saja, beberapa kultivator Aliran Hitam langsung masuk ke dalam gua saat ada kesempatan tanpa membantu rekannya atau pun sesama pendekar.
"Kurang Ajar..! Mereka menjadikan kita sebagai umpan," salah seorang kultivator mengumpat saat melihat kultivator Aliran Hitam memasuki gua.
Jing Mi menyentuh pundak Xiao Shuxiang dan berkata bahwa mereka harus membantu sekarang, dia merasa banyak pendekar yang sudah kewalahan.
Bahkan kultivator senior pun entah sejak kapan sudah tidak ada, mereka sangat keterlaluan. Mengorbankan teman sendiri agar bisa masuk ke dalam makam.
"Baiklah, Saudara Jing. Kau bantu mereka menghadapi monster itu, biar aku, Hu Li, dan Nie Shang yang masuk ke dalam makam.."
"Serahkan saja padaku, Saudara Xiao. Aku akan menyusulmu secepat mungkin," Jing Mi menarik pedangnya, dia dan ketiga temannya mulai melesat ke arah Demonic Beast tersebut.
Xiao Shuxiang dan Hu Li membuka jalan lebih dahulu untuk Nie Shang, sementara Jing Mi membantu kultivator yang hampir terkena serangan capit monster ini.
Ada sekitar 48 orang yang masih berada di depan dan bertarung dengan Kepiting Kura-Kura termasuk Jing Mi. Xiao Shuxiang dan Hu Li berhasil lolos sebab keduanya dapat bergerak lebih gesit dari yang lain.
Semakin dalam Xiao Shuxiang, Nie Shang, dan Hu Li berjalan.. Gua ini semakin terang. Ada batu bercahaya di langit-langit gua yang menemani setiap langkah mereka.
!
Xiao Shuxiang dan kedua temannya baru berhenti melangkah saat jalanan di dalam gua ini mulai bercabang.
"Hu Li, saatnya menunjukkan bakat terpendammu.." Xiao Shuxiang tersenyum sambil menyilangkan tangannya, dia menatap Hu Li yang mulai berubah menjadi rubah seukuran anjing dewasa.
Xiao Shuxiang dan Nie Shang mulai mengikuti Hu Li, rubah tersebut membawa mereka ke salah satu cabang gua.
Hu Li menghindari kultivator karena khawatir dirinya akan menjadi pusat perhatian dan malah diperebutkan oleh banyak orang. Dia mengambil jalan yang lain untuk bisa sampai di tempat tujuannya.
Kemampuan terpendam Hu Li adalah bisa mengendus keberadaan mutiara roh dan juga koin emas. Bisa dibilang, Hu Li merupakan rubah pencari harta terbaik yang tidak akan mengecewakan Xiao Shuxiang.
"Tuan, di dalam dinding ini.." Hu Li menggunakan kaki depannya untuk mencakar-cakar dinding, dia bisa merasakan ada harta berharga dibaliknya.
Xiao Shuxiang mengumpulkan Qi di kepalan tangannya dan meninju kuat dinding tersebut. Suara yang dihasilkan keras, namun mereka beruntung karena kultivator dan pendekar yang lain belum sampai ke tempat ini.
__ADS_1
Saat dinding hancur dan debunya mulai menipis, Xiao Shuxiang bisa melihat gundukan mutiara roh yang tak terhitung jumlahnya. Dia meminta Nie Shang untuk berjaga jika ada kultivator yang datang kemari.
Mutiara Roh memiliki ukuran seperti bola pingpong, terdapat hewan kecil di dalam bola bersinar tersebut yang jika diperhatikan lebih seksama akan nampak bergerak.
Seperti mutiara roh berwarna biru yang dipegang Xiao Shuxiang saat ini, nampak seekor merak kecil bergerak di dalamnya.
"Tuan, lihat..!" Hu Li memperlihatkan sebuah mutiara roh berwarna ungu kehitaman, di dalamnya nampak seperti petir yang menyambar. Xiao Shuxiang mengambil mutiara tersebut dan memperhatikannya dengan seksama.
"Petir ungu.. Kemungkinan ada mutiara yang seperti ini lagi, ayo temukan Hu Li.." Xiao Shuxiang menjadi bersemangat, dia memakan mutiara roh di tangannya seperti memakan Tanghulu sambil mencari-cari mutiara roh yang berisi petir lainnya.
Hu Li memperingatkan Xiao Shuxiang untuk tidak memakan banyak mutiara roh dalam satu waktu, karena dapat meledakkan tubuh akibat terlalu banyak menyerap kekuatan mutiara roh tersebut.
"Itu jika yang memakannya adalah manusia dan kultivator biasa, ini kan aku.. Xiao Shuxiang. Jadi kau tidak perlu khawatir, tapi jangan meniruku.."
Suara saat Xiao Shuxiang memakan mutiara roh sangat mirip dengan suara saat dirinya memakan buah apel, pemuda ini benar-benar menikmatinya.
Hu Li berdecak kagum atas kemampuan aneh Tuannya, apalagi dengan entengnya Xiao Shuxiang mengatakan praktiknya akan meningkat.
Sudah bukan hal yang aneh bagi Hu Li jika Xiao Shuxiang naik tingkat praktik tanpa berkonsentrasi atau duduk bersila dan menenangkan pikiran, pemuda ini bahkan dapat naik tingkat praktik sambil terus makan dan berbicara padanya.
Kini, praktik Xiao Shuxiang berada di Forging Qi tingkat 13. Dia sudah memakan empat buah mutiara roh yang dua diantaranya berisi petir, dirinya membentuk segel Cermin Pemindah dan meminta Hu Li membantunya memindahkan sebanyak-banyaknya mutiara roh di dekat mereka.
Inilah fungsi dari lubang yang digali Xiao Shuxiang dibantu oleh teman-temannya. Dia berencana menjarah makam dengan cara yang tidak biasa.
Cincin Spasial miliknya terlalu kecil dan sudah dipenuhi banyak barang, mustahil menyimpan semua mutiara roh dan kepingan emas ini, untungnya Xiao Shuxiang menggunakan otaknya dengan sangat baik.
"Saudara Xiao, ada yang datang..!" Nie Shang berteriak tertahan, dia membuat Xiao Shuxiang dan Hu Li terkejut.
Hu Li menggunakan ekor dan keempat kakinya untuk melempar mutiara roh serta kepingan emas ke dalam Cermin Pemindah tuannya.
Xiao Shuxiang meminta Hu Li berhenti saat mereka sudah memindahkan sebagian besar mutiara roh, dia memasukkan Cincin Spasialnya di dalam Cermin Pemindah untuk sementara karena khawatir jika para kultivator yang datang merampok dirinya.
Xiao Shuxiang menggunakan kantong penyimpanan dan memasukkan sepuluh mutiara roh ke dalamnya untuk menghindari kecurigaan. Dirinya meminta Hu Li menjadi manusia kembali dan mengajak Nie Shang berkumpul bersama.
".. Bersikaplah seperti biasa dan jangan gugup,"
Nie Shang dan Hu Li mengangguk, ketiganya menutup mata sejenak dan menghembuskan napas pelan. Detik berikutnya mereka bersikap seperti orang yang melihat-lihat mutiara roh dan saling memberikan penilaian.
"Nie Shang, kau harus meningkatkan praktikmu dengan memakan yang ini. Ayo simpanlah,"
"Saudara Xiao, aku suka yang berwarna merah. Apa yang ini tidak bagus..?"
!
Suara langkah kaki cukup keras terdengar semakin mendekat, Xiao Shuxiang dan kedua temannya juga mendengar suara orang yang berbicara.
"Hm? Sepertinya sudah ada yang mendahului kita,"
Tidak butuh waktu lama sampai lima orang kultivator Sekte Serigala Iblis memasuki ruangan tempat Xiao Shuxiang, Nie Shang, dan Hu Li berada.
Dua diantara mereka adalah perempuan, terlihat berusia 25 Tahun, berada di Forging Qi tingkat Perak Tahap Akhir. Tiga teman mereka yang lain seperti berusia 26-27 Tahun, berada di Forging Qi tingkat Emas Kuning.
Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Nie Shang berdiri dan menatap lima orang kultivator yang berjalan dengan sombong kearah mereka.
Jelas orang-orang ini memandang rendah mereka karena bisa membaca tingkat praktik Xiao Shuxiang dan Nie Shang yang tidak seberapa, bahkan praktik Hu Li hanya berada di Forging Qi tingkat Emas Kuning.
Hanya satu orang yang memiliki praktik lebih tinggi, tentu kultivator Aliran Hitam ini tidak takut sama sekali.
Dengan sombong, salah satu diantara mereka mencoba memancing emosi ketiga pemuda yang mereka temui ini dengan berkata akan mengambil paksa semua mutiara roh dan juga koin emas di ruangan ini.
".. Jika kalian masih ingin hidup, sebaiknya tinggalkan tempat ini sekarang."
Kultivator di depan Xiao Shuxiang bahkan mengeluarkan tiga puluh persen Aura Pembunuhnya. Tindakannya membuat Nie Shang berkeringat dingin dan terbatuk darah.
!!
"Kau tidak perlu mengambil tempat ini secara paksa. Kami sudah mengambil yang kami butuhkan, tolong tarik kembali Aura Pembunuhmu,"
Kultivator Sekte Serigala Iblis mendengus, dia bisa melihat ada titik keringat yang mengucur di kedua sisi kening Xiao Shuxiang. Sudah pasti pemuda dihadapannya hanya berpura-pura bicara tenang, dan saat ini sedang menyembunyikan gemetar pada tubuhnya.
Kultivator ini tidak mengetahui bahwa titik keringat di kening Xiao Shuxiang diakibatkan dengan pekerjaannya melempar sebanyak-banyaknya mutiara roh ke dalam Cermin Pemindahnya.
__ADS_1
Setelah kultivator Sekte Serigala Iblis menarik kembali Aura Pembunuhnya, Xiao Shuxiang berterima kasih dan mulai melangkah pergi sambil memapah Nie Shang, namun dia kembali dihentikan oleh dua kultivator cantik Sekte Serigala Iblis.
"Tampan, apa boleh aku melihat apa saja yang kalian ambil..?"
Hu Li berusaha menahan amarahnya saat tangan gadis tersebut menyentuh dagu Tuannya, ini sudah termasuk ke dalam penghinaan yang tidak bisa ditolerir.
Xiao Shuxiang masih tetap tenang dan tersenyum ramah ke arah dua kultivator cantik ini. Dia memberikan kantong penyimpanannya tanpa keberatan sama sekali.
Saat memeriksa kantong tersebut, di dalamnya hanya terdapat sepuluh mutiara roh dan lima keping emas.
Kedua gadis ini juga memeriksa kantong penyimpanan Nie Shang yang isinya hanyalah tiga puluh keping emas dan lima mutiara roh.
"Sekarang kau, Tampan?"
Hu Li agak ragu memberikan kantong penyimpanannya, dia sangat ingin membakar dua gadis ini dengan api rubah miliknya.
Pada akhirnya Hu Li memberikan kantong penyimpanannya yang hanya berisi sepuluh mutiara roh dan dua puluh keping emas.
Ketiganya kembali diizinkan pergi, namun baru saja tiga langkah, mereka dihadang kembali.
"Kemana pedang kalian?"
!!
Kultivator Sekte Serigala Iblis curiga ketiga orang ini bukanlah kultivator biasa, sebab baik Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Nie Shang tidak ada yang membawa pedang.
Kipas di tangan Nie Shang juga bukanlah sebuah pusaka, melainkan hanya kipas biasa. Tentu sangat aneh, mengingat betapa sulitnya masuk ke dalam gua ini.
Xiao Shuxiang lupa mengambil pedang di Cincin Spasialnya sebelum meletakkan cincin tersebut ke dalam Cermin Pemindahnya. Jika begini, maka mereka benar-benar harus menghadapi kelima kultivator Sekte Serigala Iblis sekarang juga.
"Kau tahu bahwa sangat sulit masuk ke gua ini, lalu kenapa bertanya..? Pedang kami hancur saat sedang bertarung dengan monster itu, hanya keberuntungan yang membuat kami bisa berada di sini sekarang. Kalian sudah menghina kami, apalagi yang kalian inginkan..?"
"Nie.. Shang.."
Xiao Shuxiang menatap kagum Nie Shang, sudah sejak lama dia ingin mendengar temannya banyak bicara. Kali ini ucapan Nie Shang sama sekali tidak gugup, Xiao Shuxiang terselamatkan dari berkata bohong.
!
"Nie Shang..!" Xiao Shuxiang tersentak saat melihat temannya terbatuk darah, dia menatap kultivator Sekte Serigala Iblis dan berkata akan pergi sekarang.
Saat berada di luar ruangan, Xiao Shuxiang dan kedua temannya bisa mendengar suara tawa dari kelima kultivator Sekte Serigala Iblis.
Xiao Shuxiang diikuti Hu Li membawa Nie Shang ke salah satu sudut lorong gua yang lebih gelap. Dia membentuk segel dan memunculkan kembali Cermin Pemindahnya.
Xiao Shuxiang mengambil Cincin Spasialnya dan mengeluarkan sebuah pil untuk memulihkan kondisi Nie Shang, jelas Aura Pembunuh sebelumnya mengandung racun bereaksi lambat.
Sebuah teknik yang jarang ada, namun Xiao Shuxiang sudah pernah melihat teknik seperti itu di kehidupan pertamanya.
Xiao Shuxiang juga memberi sebuah pil kepada Hu Li, dia meminta kedua temannya untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan menjelajah makam lagi.
"Hu Li, kau masih ingat bau mereka..?"
"Tentu, Tuan."
"Ingatkan aku untuk mencari mereka setelah urusan kita dengan makam kuno ini selesai, ayo pergi.."
Hu Li mengangguk, dia awalnya berpikir Tuannya hanya akan membiarkan penghinaan kultivator Sekte Serigala Iblis barusan, tidak disangka sifat Tuannya masih tetap sama.
'Hutang harus dibayar, dengan cara yang sama atau lebih baik'. Kata ini seperti prinsip hidup Xiao Shuxiang selain kata 'Luar Biasa' yang sering dia lontarkan.
Inilah yang Hu Li sukai dari Tuannya, bayaran untuk hutang penghinaan yang mereka terima tadi adalah Mati.
Biarkan kelima kultivator itu menikmati malam ini dengan indah, Xiao Shuxiang belum mau membayar hutang pada mereka.
!!
Xiao Shuxiang, Hu Li, dan Nie Shang tersentak saat mendengar suara pertarungan. Ketiganya berlari ke asal suara tersebut.
TRAANG!
TRAANG!
__ADS_1
***