
PERINGATAN!
CHAPTER INI MENGANDUNG ADEGAN YANG TIDAK PANTAS DITIRU.
SAYA BERUSAHA UNTUK TIDAK MENDESKRIPSIKANNYA TERLALU JAUH. BIJAKLAH DALAM MEMBACA SERTA MENGAMBIL PELAJARAN (jika ada) DARI CERITA INI.
ATAS DUKUNGAN DAN PENGERTIANNYA, SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH.
*
*
*
Ling Qing Zhu baru saja selesai mandi, dia berpakaian lengkap berwarna putih dengan corak kupu-kupu sebiru langit. Cadar tipisnya terpasang sempurna dengan rambut putih panjang yang tergerai.
Sebuah bola bulu nampak di sisi kanan rambutnya, dia menyentuh pelan bola bulu seukuran jari itu dan mendengar suara decitan kecil. Sudah sejak lama dia ingin bermain dengan makhluk yang bernama 'Peri', namun hewan kecil ini tidak pernah mau bangun.
Di sisi lain, dia melihat Wali Pelindungnya yang sekarang tidur telentang seperti orang mati, namun dengan mulut terbuka dan mendengkur keras. Sepatu hitam pemuda itu bahkan telah terlepas sebelah.
Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan kemudian menggeleng pelan. Dia berjalan mendekat dan melepaskan sepatu Xiao Shuxiang yang lain, serta dengan hati-hati menyelimuti pemuda tersebut.
Dia pun berjalan ke sebuah sisi ruangan yang memiliki meja duduk. Langkahnya penuh keanggunan dan wibawa bagai seorang putri. Siapa pun yang melihatnya akan tahu bahwa dia mempunyai kesamaan dengan Lan Guan Zhi.
Gadis berambut putih panjang itu menghabiskan waktu menunggu matahari pagi dengan membaca buku pemberian teman-temannya.
Kebanyakan dari buku tersebut memiliki sampul dengan peringatan, 'Hanya Boleh Dibaca Bagi Yang Sudah Menikah'. Dia cukup lama menentukan pilihan sampai buku dengan sampul lukisan 'Phoenix' dan 'Naga' menarik perhatiannya.
Buku ini pemberian Bocah Pengemis Gila. Pemuda itu memiliki banyak koleksi dan membawa beberapa di lengan bajunya. Ling Qing Zhu menerimanya saat masih di Benua Utara dan membawanya kemari. Dia belum membacanya waktu itu, jadi sekarang adalah saatnya.
"…"
Aroma menenangkan dari kayu cendana menyebar ke seluruh ruangan, bersatu dengan keharuman dari tubuh Ling Qing Zhu. Lambaian selendang merah dan beberapa bunga yang berjatuhan membuat pemandangan indah yang sayang untuk tidak dilukis.
Suara kibaran selendang begitu lembut, dan nampak bersatu dengan dengkuran dari Xiao Shuxiang yang tertidur lelap. Koki Alkemis itu seakan tidak punya beban sama sekali, dia bisa membuat siapa pun bahagia hanya dengan melihatnya tertidur.
?
Ling Qing Zhu menoleh kala mendengar suara berisik. Dia berkedip saat melihat kaki Wali Pelindungnya menendang-nendang seakan membebaskan diri dari selimut yang membungkus tubuhnya.
!
Benar saja. Kaki Xiao Shuxiang baru berhenti bergerak setelah terbebas dari selimut, dia pun kembali tenang.
Ling Qing Zhu jadi ingat dengan keponakannya, Ling Ya Bing. Anak dari kakaknya itu juga tidak suka diselimuti. Entah suasana tengah dingin atau tidak, Ling Ya Bing pasti akan menggerak-gerakkan kakinya supaya bisa terbebas dari selimut.
"…"
Ling Qing Zhu bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Wali Pelindungnya. Dia kembali menyelimuti pemuda itu dengan penuh perhatian.
Bila ingin tahu, Xiao Shuxiang juga diperlakukan demikian oleh Lan Guan Zhi saat dirinya numpang tidur di kamar teman baiknya itu. Lan Guan Zhi akan selalu menyelimutinya saat dia tanpa sadar menyingkirkan selimut, itu bisa berlangsung tiga sampai empat kali dalam semalam.
Xiao Shuxiang memang memiliki teman-teman yang begitu perhatian padanya. Dia harusnya bisa menyadari ini.. Menyadari bahwa dia sangat disayangi.
*
*
*
".. Shuxiang.."
Samar-samar suara lembut terdengar, bulu mata Xiao Shuxiang pun sedikit bergetar. Dia masih sangat malas untuk bangun, namun entah mengapa suara lembut itu bisa menginterupsi tidur nyenyaknya.
"Shuxiang.."
"Lan Zhi.. Sepuluh menit lagi. Bangunkan aku setelah sepuluh menit.."
"Tuan Muda Lan tidak ada di sini, ayo bangun.."
Xiao Shuxiang mendengar suara yang manis dan segar, dia perlahan membuka matanya. Pandangannya masih agak samar, tetapi saat mulai jelas--Dia pun melihat wajah seputih salju yang menawan.
Seulas senyum tipis terbentuk di wajahnya, "Kau cantik Kucing Putih.." Xiao Shuxiang bergumam, dia mengembuskan napas dan kembali menutup mata.
"…"
Ling Qing Zhu berkedip. Dia tidak mengatakan apa-apa dan menunggu sampai Wali Pelindungnya bangun.
Xiao Shuxiang sendiri mulai merasakan sebagian nyawanya kembali. Dia ingat mengatakan kata 'Kucing Putih', dan kalau tidak salah.. Dia memang melihat wajah indah seorang gadis.
Matanya perlahan terbuka dan kembali bertemu pandang dengan wajah seputih salju itu. Seketika, Xiao Shuxiang terlonjak kaget dan cepat-cepat mundur.
"Ap-Apa yang kau lakukan di sini, Kucing Putih?! Kenapa kau datang ke kamarku pagi-pagi begini?!"
Ekspresi terkejut dari Xiao Shuxiang terlihat lucu. Dia sepertinya belum menyadari bahwa kini dirinya telah berbagi kamar dengan gadis berambut putih itu.
Untuk Ling Qing Zhu, dia tidak ingin menjelaskan apa pun dan hanya menunggu sampai Wali Pelindungnya sadar sendiri. Dia pun dengan wajah tenang dan suara yang datar menyuruh pemuda itu untuk bangun dari tempat tidur dan pergi membersihkan diri.
Cukup lama Xiao Shuxiang berada dalam posisi penuh keterkejutan. Dia lantas mengedarkan pandangan ke sekeliling dan akhirnya tersadar.
"Aku.. Apa ini nyata? Aku.. Tidak sedang bermimpi, kan?" Xiao Shuxiang bicara dengan diri sendiri, namun bisa didengar jelas oleh Ling Qing Zhu.
Gadis bercadar tipis serta berambut putih itu segera menarik pedang dan menghunuskannya ke arah Xiao Shuxiang. Spontan Koki Alkemis itu menahan bilah pedang diantara telapak tangannya yang disatukan.
"Apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuhku?!"
"Mn, ini satu-satunya cara untuk menyadarkanmu dari mimpi."
"Apa kau tidak waras? Kau kan bisa mencubitku, tidak perlu sampai menghunuskan pedangmu. Ayo sarungkan!"
__ADS_1
"Tapi mencubit tidak efektif."
"Kucing Putih. Kalau kau sendiri sadar ini bukan mimpi, maka itu pasti benar. Jadi untuk apa kau mengenalkan pedangmu padaku? Cepat sarungkan. Aku benar-benar sudah bangun sekarang, oke?"
Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Dia menarik kembali pedangnya dan membuat Wali Pelindungnya bisa bernapas lega.
Xiao Shuxiang mengusap dadanya dan mulai turun dari tempat tidur. Dia memperhatikan Kucing Putihnya yang berjalan mendekati sebuah meja duduk dan membaca buku di sana.
"Aiya.. Aku tidak terbiasa berbagi kamar dengan seorang gadis. Dan lagi, ini pernikahan pertama Xiao Shuxiang setelah banyaknya kehidupan yang dia jalani. Bagaimana aku bisa mengatasinya.." Xiao Shuxiang mengusap-usap tengkuknya, dia pun berjalan ke arah sebuah sekat kayu untuk membersihkan diri.
Di sana, dalam bak kayu berisi air. Xiao Shuxiang menenggelamkan separuh wajahnya sambil mengingat-ingat kejadian semalam.
Harusnya malam tadi merupakan upacara pertukaran anggur pernikahannya dengan Ling Qing Zhu, tetapi tubuhnya terlalu lelah untuk diajak kompromi.
Tidak seperti biasa di mana dia memiliki stamina yang besar. Malam itu rasanya seluruh tenaganya hampir tak bersisa. Entah mengapa, tetapi dia mudah lelah akhir-akhir ini.
"Apa mungkin ini efek samping karena aku tidak pernah lagi mengayunkan pedang dan bertarung..?" Xiao Shuxiang menatap langit-langit kamar, dia mengingat-ingat kapan terakhir kali dirinya menebas seseorang. Kemungkinan itu sudah lama terjadi.
"Haah.. Aku ingin darah. Kapan Xiao Shuxiang ini bisa merasakan lembutnya jantung manusia lagi..?"
Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu nampak lesu sekali. Dia pun membasuh wajah dan lalu memperhatikan tangan kirinya.
Barangkali Xiao Shuxiang sudah gila karena tiba-tiba saja mencakar-cakar tangannya hingga terluka. Dia melakukannya dengan berulang-ulang sampai darah segar menetes jatuh ke dalam bak mandi dan bercampur dengan air.
"Sssh.. Gila. Apa aku harus melukai diriku sendiri untuk bisa melihat darah segar lagi?" Xiao Shuxiang meringis dan raut wajahnya mengandung kekesalan.
Melukai tangannya sendiri tidaklah cukup, Xiao Shuxiang ingin lebih. Sesuatu yang bisa meningkatkan semangatnya kembali. Kepalanya mulai terisi dengan pikiran-pikiran setan seperti membelah perut diri sendiri hanya agar bisa merasakan bagaimana lembutnya usus manusia lagi.
Itu pasti sangat luar biasa. Dia bisa merasakan sakitnya saat kulit perutnya dibelah. Detakan jantungnya akan memburu dan pikirannya dapat segar kembali.
Selama ini dia sering melakukannya pada musuh, jadi tidak tahu dengan pasti bagaimana perasaan mereka. Yang terlihat hanya raut wajah penuh kesakitan dan lalu cahaya mata yang perlahan menghilang.
!!
Suara ketukan di pintu membuat Xiao Shuxiang terkejut. Wajahnya pucat saat dia mulai sadar dengan apa yang dirinya pikirkan tadi. Dia berkedip beberapa kali dan duduk dengan benar di bak mandi miliknya.
"Gila. Pemikiran apa itu tadi..?" Xiao Shuxiang baru akan membasuh wajah lagi saat melihat air di bak mandinya telah agak kemerahan.
Tangan kirinya benar-benar terluka karena terus dia cakar, namun saat berhenti--secara cepat luka di tangannya menutup kembali.
Xiao Shuxiang mengeluarkan rumput kuning dari dalam Gelang Semesta miliknya. Tanaman itu melakukan tugas membersihkan air di bak kayu hingga warna merahnya menghilang.
Tidak ingin berpikiran macam-macam lagi, Xiao Shuxiang lantas mandi dengan benar dan kemudian berpakaian seperti biasa lagi. Punggungnya sekilas memperlihatkan corak Phoenix Api dan itu nampak bergerak seolah-olah hidup.
Corak ini memang sering muncul ketika punggung Koki Alkemis itu basah terkena air maupun oleh keringat. Namun bila kondisi tubuhnya kering, corak tersebut menghilang dan memperlihatkan punggung halus tanpa cacat.
Di balik sekat kayu, yang datang rupanya adalah Ling Ya Bing, Xiao Qing Yan, Lan Xiao, dan O Zhan. Mereka berkunjung pagi-pagi sekali hanya untuk melihat kondisi Ling Qing Zhu.
"Bibi Ling~" Ling Ya Bing merentangkan tangannya dan hendak melompat ke arah Ling Qing Zhu saat gadis bercadar tipis itu memperingatkannya tentang 'sopan santun'. Dia pun langsung membeku dan bibir yang berubah cemberut.
Nyawn~
Pii~
Lan Xiao dan O Zhan padahal sudah bersiap akan melompat ke gendongan gadis cantik berambut putih itu. Tapi karena diperingatkan, keduanya hanya bisa menggulung ekor dan duduk seperti dua kucing yang baik.
"Nona Ling, ke mana Xiao Shuxiang?" Xiao Qing Yan bertanya, dia memiliki postur wajah yang manis seperti anak laki-laki. Gaya berpenampilannya pun berbeda dari Ling Ya Bing.
Jujur saja, Xiao Qing Yan sudah hapal betul seperti apa Koki Alkemis itu. Xiao Shuxiang adalah pemuda yang cepat tidur, namun sangat sulit dibangunkan. Kalaupun dia bangun pagi, pasti harus ada alasannya dan itu tidak jauh-jauh dari Lan Guan Zhi.
Ling Qing Zhu dengan tenang menjawab bahwa Wali Pelindungnya sedang mandi. Dia sendiri belum bergerak dari tempat duduknya dan masih nampak serius membaca.
"Kucing Hitam, kenapa mencariku? Sudah mulai rindu dengan Tuanmu, huh?" Xiao Shuxiang berjalan dari balik sekat kayu. Penampilannya sudah rapi dan mulai dari atas sampai bawah.. Dia sangat mengagumkan.
Xiao Qing Yan nampak berkedut. Kalau bukan karena ditarik Ling Ya Bing, dia juga tidak mau melihat Xiao Shuxiang pagi-pagi begini.
"Paman Xiao~"
Nyawn..!
Pii..!
!?
Xiao Shuxiang tersentak saat Ling Ya Bing berlari ke arahnya dengan tangan yang direntangkan. Bukan hanya gadis kecil nan cantik itu, tetapi juga Harimau Bulan dan Rubah putih yang merupakan adik Hu Li ikut-ikutan seperti Ling Ya Bing.
Xiao Shuxiang spontan menghindar, dia berlari ke sisi ruangan yang lain dan malah berakhir dikejar oleh anak gadis dan dua Demonic Beast menggemaskan itu.
"Paman Xiao~" Ling Ya Bing terlihat gembira, dia paling suka dengan Xiao Shuxiang karena pemuda itu bisa diajak bermain dan tidak seperti ayah serta bibinya yang kaku.
Xiao Shuxiang akhirnya tertangkap, atau bisa dibilang dia sendirilah yang berhenti berlari dan menerima pelukan dari Ling Ya Bing dengan waktu yang pas di dekat tempat tidur.
Nyawn!
Lan Xiao melompat, ikut menjatuhkan induknya dan mengusap-usapkan hidungnya ke pipi pemuda berambut hitam itu. O Zhan pun tidak tinggal diam, dia seperti berebut ingin terlibat dengan kegembiraan ini.
"Paman Xiao, aku sangat mencintaimu~"
Nyawn~
Pii~
"Baiklah, tapi apa perlu diserang pagi-pagi begini..?" Xiao Shuxiang senang, senyumannya begitu tulus dan penuh kegembiraan. Dia seperti telah lupa dengan pikiran buruk yang hinggap di kepalanya beberapa waktu lalu.
Ling Qing Zhu bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Ling Ya Bing. Dia memanggil keponakannya itu dan menasehatinya untuk tetap menjaga tingkah laku dengan baik.
Berlari-larian sambil tertawa keras, apalagi memeluk orang sembarangan adalah pelanggaran etika dari Sekte Pagoda Langit. Ling Ya Bing harus berhenti sekarang.
"Tapi Bibi.."
__ADS_1
"Bing'Er, turun sekarang juga."
"Kucing Putih, kau jangan terlalu keras padanya. Sudah biarkan saja, bukankah anak-anak memang harusnya bermain?"
Inilah sebabnya Ling Ya Bing menyukai Xiao Shuxiang. Paman iparnya sangat tahu apa yang dia inginkan. Aturan dari sektenya terlalu banyak dan menekan. Bahkan karena saking ketatnya, entahkah itu bangun tidur sampai tidur kembali.. Selalu ada aturannya.
"Shuxiang, kau jangan terlalu memanjakannya. Bing'Er, apa kau tidak mau lagi mendengarku?"
Ling Ya Bing menggelembungkan pipinya, dia mencium gemas pipi Xiao Shuxiang sebelum turun dari tempat tidur. Jika bibinya sudah berkata demikian, dia tidak berani lagi mendebat.
Xiao Shuxiang memperbaiki posisinya, dia duduk dengan baik sambil memangku Lan Xiao dan O Zhan. Wajahnya memperlihatkan ekspresi yang lebih menggemaskan lagi.
"Kau ini perusak suasana, kami kan hanya bermain."
"Kau bukan anak-anak lagi,"
"Tapi masa kecilku kurang bahagia, Kucing Putih.."
"…"
Ling Qing Zhu berkedip saat melihat Wali Pelindungnya cemberut, dia seperti tidak memiliki kata untuk diucapkan. Dia hanya tidak suka bila keponakannya bertingkah kurang sopan dan mengganggu orang lain.
Dengan penuh hormat, Ling Qing Zhu meminta maaf dan itu membuat Xiao Shuxiang tersentak bahkan sampai terlonjak kaget. Dia tidak nyaman dengan sikap Kucing Putihnya yang seperti itu.
"Kau tak harus melakukan ini. Bukankah kita pernah membahas bahwa tidak ada kata 'maaf' ataupun 'terima kasih' antara kau dan aku? Jadi jangan lakukan,"
"Mn, baiklah."
Ling Ya Bing memandangi bibi dan paman iparnya secara bergantian. Diam-diam senyuman terlukis di wajah cantiknya. Dia pun lalu berbicara.
"Paman Xiao, Bibi.. Aku dan Kakak Qing Yan datang untuk mengajak kalian makan semangka. Ayo pergi. Banyak yang menunggu kita," Ling Ya Bing bersemangat, ucapannya disetujui oleh Lan Xiao dan O Zhan.
"Pagi-pagi begini kalian mau makan semangka?" Xiao Shuxiang keheranan, namun dengan cepat dia turun dari tempat tidur sambil menggendong Lan Xiao dan O Zhan. Di pun berkata agar mereka segera pergi dan tidak membuang waktu lagi.
*
*
Sekte Kupu-Kupu memang berbeda daripada perguruan lain. Di sini, para muridnya bebas melakukan apa pun yang mereka sukai, namun tetap mempunyai jadwal belajarnya sendiri.
Suasana penuh kemeriahan masih terasa, beberapa hiasan seperti spanduk dan lentera berwarna belum dilepaskan. Ini karena malam nanti masih akan diadakan pesta dan itu berlangsung selama enam malam ke depan.
Untuk hari ini, Sekte Kupu-Kupu ramai oleh para saudara seperguruan Xiao Shuxiang dan beberapa orang terdekatnya. Mereka berkumpul di halaman terluas sekte sambil memakan semangka yang ternyata di tanam sendiri.
Bila dilihat dari atas, Sekte Kupu-Kupu memiliki wilayah luas dan sangat berbeda dengan yang terlihat dahulu.
Beberapa murid senior ada yang dipercaya menjadi guru meski usianya masih terbilang muda. Hun Fung dan saudaranya dari generasi ketiga sekte ini adalah salah satunya.
Banyak hal besar yang pernah dilakukan Sekte Kupu-Kupu, termasuk memberi bantuan kepada perguruan lain. Yang Shu menerima mereka semua meski perguruan yang datang berasal dari Aliran Hitam. Dia menyambut semuanya dengan tangan terbuka.
Saat itu adalah masa-masa sulit setelah perang besar melawan Wyvern. Masa di mana Xiao Shuxiang kemungkinan tidak sadar saat melakukan kebaikan.
Awalnya dia hanya membantu sektenya sendiri, mengembangkan para serangga miliknya hingga menjadi belalang pembunuh dengan sumber daya dan kemampuannya membuat pil.
Hanya saja tidak disangka di bawah naungan Yang Shu, sumber daya tersebut membantu banyak orang, bahkan sampai membuat Sekte Kupu-Kupu menjadi perguruan ketiga terbesar di Benua Timur.
"Itu dia..!!"
"Saudara Xiao..! Ayo kemari..!!"
"Saudara Besar..!!"
Xiao Shuxiang melihat teman-temannya seperti Jing Mi dan Hai Feng melambaikan tangan ke arahnya. Dia juga melihat beberapa saudara juniornya yang ikut menyerukan nama dan memanggilnya. Mereka semua terlihat mempesona dengan seragam bercorak sayap kupu-kupu nan berwarna tersebut.
Pemandangan di halaman luas itu terlihat secara keseluruhan dari bangunan utama bertingkat tiga. Di sana duduk Yang Shu, Yang Hao, Huan Fei, Lai Kuan Ye, Lan Xu Jian, dan Xiao WeiWei.
"Pengantin barunya sekarang telah keluar. Apa dia menggendong bayi?" Yang Hao menyipitkan sedikit matanya, dia memegang sebuah cawan kecil berisi teh hijau.
"Yang dia gendong hanya harimau bulan dan seekor rubah. Lagipula bagaimana bisa Xiao'Er melahirkan secepat itu..?" Lan Xu Jian memainkan kipas putih di tangannya. Ucapannya barusan mendapat lirikan aneh dari Xiao WeiWei.
"Hmm.. Tuan Muda Xu Jian, anakku seorang laki-laki. Dia tidak mungkin bisa melahirkan,"
"Tapi dia pernah membuat anak dengan LanLan, harimau bulan itu buktinya."
!!
Xiao WeiWei terkejut, tetapi kemudian tertawa sambil menampar gemas lengan Patriarch Kedua dari Sekte Pedang Langit tersebut.
Dibandingkan dengan adiknya yang kaku, Lan Xu Jian merupakan pemuda ekspresif yang murah senyum dan bersahabat. Dia juga punya kebiasaan menggoda Huan Fei, Grand Elder dari Sekte Bambu Perak.
Mereka semua terlihat berbincang-bincang yang mana topik bahasannya tidak jauh dari Koki Alkemis itu. Xiao Shuxiang yang berada bersama teman-temannya tidak mengetahui sedang menjadi bahan pembicaraan.
Teman baik dari Lan Guan Zhi tersebut begitu akrabnya berkumpul bersama dengan para saudara seperguruannya sambil menikmati buah semangka. Dia bahkan bertanding dengan Jing Mi dan tiga orang murid yang mempunyai nafsu makan besar seperti miliknya.
Untuk Ling Qing Zhu, dia hanya memakan sepotong kecil dan kemudian berhenti. Dia duduk dengan tenang sambil memperhatikan teman-temannya dan anak-anak ini. Suasananya sangat hangat, berisik, dan juga penuh keakraban.
"Ke mana kakak iparku? Aku tidak melihatnya.." Xiao Shuxiang mencari sosok Ling Lang Tian, dia pun melihat ke arah bangunan bertingkat tiga dan bertanya pada Hou Yong apa Ling Lang Tian ada di sana atau tidak.
Yang menjawab pertanyaannya justru adalah Bocah Pengemis Gila. Pemuda bertongkat bambu itu mengatakan bahwa Ling Lang Tian telah pulang ke Benua Tengah dan diantar oleh Hu Li.
Barangkali Demonic Beast rubah putih itu lupa untuk kembali kemari, atau mungkin dia sedang ke tempat Nie Shang. Apa pun yang Hu Li lakukan di Benua Tengah, pasti tidak akan lama, jadi Xiao Shuxiang tak perlu merasa cemas sedikit pun.
Xiao Shuxiang sendiri sama sekali tidak mencemaskan apa pun. Dia hanya tidak menyangka Ling Lang Tian pergi tanpa berpamitan padanya. Namun bila mengetahui seperti apa sifat pemuda itu, dia bisa memakluminya.
Koki Alkemis itu melanjutkan makan buah semangka yang nampak berwarna merah menggiurkan. Di waktu yang bersamaan, sesosok mayat hidup terlihat memakan jantung manusia di Kota Bintang Biduk, Benua Tengah.
Mayat tersebut sangat pucat, terdapat urat-urat tipis kehitaman di leher dan wajahnya. Dia memiliki mata yang serba putih dengan kuku jari berwarna hitam.
Mulutnya penuh dengan darah hitam kemerahan, sosok itu nampak menguyah segumpal daging dan terlihat bersungguh-sungguh. Dia membuat orang yang melihatnya ketakutan setengah mati.
__ADS_1
***