XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
48 - Lawan Dai Chen [Revisi]


__ADS_3

Walau matahari belum menampakkan sinarnya, namun Xiao Shuxiang sudah lama bangun. Dia saat ini sedang berlatih pedang di halaman.


Yang Shu dan saudara seperguruannya masih tidur, Xiao Shuxiang merasa bahwa mereka terlalu kelelahan. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini untuk berlatih beberapa jurus seperti di kehidupan pertamanya.


Pedang di tangan Xiao Shuxiang merupakan pedang milik salah seorang mayat Pendekar Walet Pelindung yang pernah diambilnya. Meski hanya pedang biasa, namun pedang ini jauh lebih baik daripada pedang tua yang diberikan Yang Shu kepadanya.


Selain berlatih pedang, Xiao Shuxiang juga melakukan latihan dengan mengandalkan tangan kosong dan tendangan, salah satu pohon plum menjadi targetnya.


Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada kepalan tangan kanannya saat akan melakukan tinjuan. Bersamaan dengan kepalan tangannya menyentuh pohon plum tersebut, sebuah suara cukup keras terdengar.


BAAM!


Kepalan tangan Xiao Shuxiang tertanam pada dahan pohon, dengan segera dia menarik kembali tangannya. Terlihat sebuah lubang pada pohon plum besar di depannya. Bunga-bunga yang ada di ranting-ranting pohon tersebut berguguran karena efek dari tinjuan Xiao Shuxiang.


Syukurlah pohon ini tidak tumbang. Kalau tidak, entah bagaimana Xiao Shuxiang akan menjelaskannya nanti.


"Haah, harusnya saat ini aku berada di Forging Qi tingkat tiga. Tapi karena memiliki Dantian Berakar.. tingkatanku sekarang hanya Forging Qi tingkat satu."


Xiao Shuxiang menempelkan dahinya pada pohon plum di depannya, dia benar-benar tidak menyangka harus memiliki dantian yang menyegel sebagian besar Qi-nya.


"Dari seratus..aku hanya bisa memakai lima belas persen Qi yang kuserap. Huuuf, setidaknya sekarang aku bisa memegang banyak senjata.."


Sebenarnya ada bagusnya juga Qi Xiao Shuxiang tersegel. Sebab dikehidupan pertamanya, setiap senjata yang disentuh Xiao Shuxiang akan berubah menjadi debu.


Hanya senjata tingkat langit yang bisa digunakan oleh Xiao Shuxiang. Ini dikarenakan Xiao Shuxiang memiliki Qi yang begitu murni, bukan hanya itu.. didalam tubuh Xiao Shuxiang mengalir darah bintang.


Darah langka yang begitu didambakan oleh Demonic Beast karena bisa membuat mereka menjadi lebih kuat sepuluh kali lipat, meskipun darahnya tidak memiliki efek yang sama pada manusia.


"Saudara Xiao, apa yang kau lakukan disitu?"


Sebuah suara membuat Xiao Shuxiang tersentak, dia segera menoleh dan melihat Jing Mi berdiri dibibir pintu sambil menguap dan mengusap-usap matanya.


"Gawat!"


Xiao Shuxiang berusaha menutup lubang pada pohon plum dengan cara memenuhi lubang itu menggunakan rumput dan tanah. Gerakan Xiao Shuxiang cukup cepat, dia pun menarik napas pelan dan menghembuskannya sambil berjalan kearah Jing Mi.


Jing Mi yang masih setengah sadar tidak terlalu memperhatikan kelakukan Xiao Shuxiang tadi.


"Saudara Jing, kenapa kau lama sekali baru bangun?" Xiao Shuxiang mencoba mengalihkan perhatian Jing Mi.


Jing Mi mengatakan bahwa tempat tidur di rumah ini sangat nyaman, dan makanan yang tersedia juga enak, dia begitu kekenyangan sampai-sampai tidur sangat lama.


Saat Jing Mi mengatakannya, ternyata Qi Xuan dan Xiao Lu juga sudah bangun. Mereka berdua bahkan telah selesai mandi.


Xiao Lu menyuruh Xiao Shuxiang dan Jing Mi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian mereka. Xiao Shuxiang dan Jing Mi menurut, mereka memang butuh mandi sekarang.


*


*


"Kami pergi dulu yah Kek," Xiao Lu meminta izin kepada Yang Shu untuk berjalan-jalan disekitar tempat ini.


Yang Shu meminta keempatnya untuk berhati-hati dan sebaiknya tidak pulang terlalu sore.


Xiao Lu dan Jing Mi mengangguk penuh semangat, mereka berdua kemudian menarik Xiao Shuxiang dan Qi Xuan. Tempat Sekte Bunga Lotus ini terlalu indah untuk tidak dijelajahi.


Xiao Lu dan Jing Mi begitu antusias saat berjalan dikelilingi oleh pohon plum, tingkah mereka berdua membuat Xiao Shuxiang menggeleng pelan.


"Mereka berdua terlalu berlebihan," Qi Xuan berkata pelan, namun Xiao Shuxiang bisa mendengarnya dengan baik.


"Kau benar, mereka terlalu-!!"


Baam!


Sebuah suara debaman memotong ucapan Xiao Shuxiang. Jing Mi, Qi Xuan, dan Xiao Lu terkejut saat mendengar debaman itu.


BAAM!

__ADS_1


Suara debaman kembali terdengar, kali ini lebih keras. "Sepertinya ada yang berkelahi," Qi Xuan langsung berlari keasal debaman itu, tindakannya membuat Xiao Shuxiang tersentak.


Jing Mi dan Xiao Lu juga berlari mengikuti Qi Xuan, mereka terlihat penasaran dengan suara debaman tadi.


"Haah.. anak-anak payah, kenapa mereka pergi kesana! Apa mereka tidak tau itu berbahaya?!" Xiao Shuxiang menghela napas, dia lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian menyusul teman-temannya.


BAAAM!!


Seseorang tiba-tiba saja terlempar dan menghantam sebuah pohon plum, tepat di depan Qi Xuan, ini membuatnya begitu terkejut dan berhenti seketika.


Sebilah belatih melesat kearah orang yang menghantam pohon tadi, namun Xiao Shuxiang langsung melemparkan pedangnya dan secara bersamaan, pedang Xiao Shuxiang mengenai belatih tersebut, membuat pedang dan belatih itu sama-sama terjatuh.


Xiao Lu, Jing Mi, dan Qi Xuan tersentak ketika pedang seakan-akan terbang dari arah belakang mereka. Dengan segera ketiganya menoleh dan menemukan Xiao Shuxiang berdiri dengan sarung pedang yang terselip dipinggang kirinya.


Pedang Xiao Shuxiang tidak berada disarungnya, ini membuat Qi Xuan, Xiao Lu, dan Jing Mi yakin bahwa pedang yang tadi itu adalah milik Xiao Shuxiang.


Xiao Shuxiang memperhatikan orang yang menghantam pohon tadi, dia tahu siapa orang tersebut.


"Saudara Zong?!"


Qi Xuan, Xiao Lu, dan Jing Mi terkejut ketika mendengar Xiao Shuxiang, mereka bertiga baru menyadari bahwa yang menghantam pohon plum di depan mereka ini adalah Zong Ming.


"Saudara Zong!? Ada apa denganmu?!"


Jing Mi segera berlari dan membantu Zong Ming berdiri. Qi Xuan, Xiao Lu, dan Xiao Shuxiang ikut menghampiri Zong Ming.


"uhuk! Sa-Saudara Jing.." Zong Ming bersuara lemah, dia memegang dadanya karena merasa sakit, terlihat darah mengalir di sudut bibir Zong Ming.


"Saudara Zong, bagaimana kau bisa seperti ini?!"


Belum sempat Zong Ming menjawab pertanyaan Qi Xuan, sebuah suara ledekan terdengar.


"Kau benar-benar beruntung karena masih hidup Zong Ming,"


Baik Qi Xuan, Xiao Lu, Jing Mi, Zong Ming, dan Xiao Shuxiang menoleh keasal suara itu.


"I-Itu?!"


Jing Mi, Qi Xuan, Xiao Lu, dan Xiao Shuxiang terkejut melihat salah satu akar Dai Chen melilit seorang gadis yang tak lain adalah Ying Liu. Terlihat wajah Ying Liu begitu pucat dengan darah keluar dimulutnya.


"Saudara Ying!!"


"Kau Anak Jahat, Lepaskan Liu'Er Sekarang!!"


Xiao Lu meneriaki Dai Chen, dia terlihat marah kepada anak laki-laki yang berdiri cukup jauh di depannya.


"Melepaskannya? Kenapa aku harus mengikuti perintahmu?" Dai Chen menatap merendahkan kearah Xiao Lu.


Xiao Shuxiang tidak tahu siapa anak di depannya ini, satu hal yang dia ketahui adalah Jing Mi, Qi Xuan, Xiao Lu, dan Zong Mi cukup mengenal anak laki-laki tersebut.


Xiao Shuxiang berjalan tenang kearah pedangnnya yang dia lempar tadi. Xiao Shuxiang pun mengambil pedang dan belatih tersebut, tindakannya diperhatikan oleh Dai Chen.


"Ho, jadi kau yang melempar pedang itu? Tidak kusangka kau masih bocah,"


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apapun, namun tiba-tiba saja dirinya melemparkan belatih ditangan kanannya kearah Dai Chen. Dengan cepat akar menjalar milik Dai Chen melindungi dirinya dari serangan kejutan Xiao Shuxiang.


"Kalian bertiga bawa Saudara Zong pergi dari sini. Biar aku yang menghadapinya," Xiao Shuxiang memegang erat pedangnya dan menatap waspada kearah Dai Chen.


"Kau jangan gila Saudara Xiao, kau masih terlalu kecil,"


"Saudara Xiao, kau yang pergi dengan Saudara Zong.. serahkan ini padaku dan Jing Mi!"


Qi Xuan menarik pedangnya dan menatap tajam kearah Dai Chen, dia yakin tidak akan bisa menang namun dirinya sudah berlatih keras selama ini.


Teman-temannya tidak tahu bahwa tingkat praktik Qi Xuan sudah berada di Forging Qi tingkat 4, kecuali Zong Ming dan Dai Chen. Sebab keduanya berada dua tingkatan diatas Qi Xuan.


"Hh, dengan pedang usang itu kau tidak akan bisa menang Qi Xuan," suara Xiao Shuxiang terdengar meledek, ini membuat Qi Xuan baru menyadari bahwa pedangnya hanyalah pedang tua.

__ADS_1


"Aku lupa soal ini," Qi Xuan menyarungkan kembali pedangnya, dia tidak akan bisa menahan satu serangan pun dari Dai Chen jika pedangnya seperti ini.


"Ka-kalian be-berempat pergilah, ini adalah masalahku.." Zong Ming berusaha untuk berdiri, meski sebenarnya dia memang tidak yakin bisa menang dari Dai Chen, namun mengulur waktu agar keempat temannya ini bisa pergi menjauh masih bisa Zong Ming lakukan.


Dai Chen hanya memperhatikan Zong Ming dan keempat anak yang menurutnya sangat lemah ini, dia meledek mereka di dalam hati. Tak ada niatan Dai Chen untuk menyerang, itu karena dirinya sangat yakin bisa menang walaupun diserang beramai-ramai oleh anak-anak ini.


Kepercayaan diri Dai Chen terlalu tinggi, dia sangat membanggakan kekuatannya dan juga dantiannya yang istimewa itu.


Xiao Shuxiang masih menatap waspada kearah Dai Chen, "Kalian masih harus mengikuti Turnamen, jadi simpan tenaga kalian."


Setelah mengatakannya, Xiao Shuxiang langsung melesat kearah Dai Chen, ini membuat teman-temannya termasuk Dai Chen terkejut.


Traaang!


Pedang Xiao Shuxiang berbenturan dengan dua akar milik Dai Chen, suaranya terdengar cukup keras.


"Kau sepertinya sangat yakin dengan kekuatanmu. Apa kau tidak tau bahwa meremehkan lawan hanya akan membuatmu kalah?!"


Traaang!


Dantian milik Xiao Shuxiang sekarang adalah dantian berakar. Dia hanya bisa menggunakan lima belas persen Qi-nya dari seratus persen yang dia serap karena tersegel oleh akar pada Dantiannya.


Meski begitu, Xiao Shuxiang masih bisa melawan Dai Chen dengan seimbang atau mungkin mengalahkannya, ini bisa Xiao Shuxiang lakukan sebab dirinya memiliki pengalaman bertarung yang jauh lebih banyak dikehidupan pertamanya, dan jika Dai Chen masih bersikap bodoh karena meremehkan dirinya.


Traaang!


Pertarungan Dai Chen dan Xiao Shuxiang begitu membuat Xiao Lu, Qi Xuan, Jing Mi, dan Zong Ming sangat terkejut. Padahal mereka berempat bisa melihat bahwa tingkat praktik Xiao Shuxiang hanyalah berada di Forging Qi tingkat 1. Lalu bagaimana bisa anak laki-laki berusia tujuh tahun ini bisa seimbang dengan Dai Chen?!


Xiao Shuxiang bergerak cepat dan meraih belatih yang tadi dilemparkannya, belatih ini adalah senjata pusaka tingkat rendah. Secara cepat dia mengalirkan Qi miliknya pada belatih tersebut dan langsung mengarahkannya pada akar yang melilit Ying Liu.


Slaaash!"


Belatih itu memotong akar tersebut, membuat Ying Liu bebas dari lilitan akar Dai Chen bersamaan dengan belatih tadi hancur dan berubah menjadi debu.


Qi yang ada di dalam tubuh Xiao Shuxiang memang tidak sembarangan, dialirkan pada senjata biasa ataupun senjata pusaka akan mengakibatkan senjata itu berubah menjadi debu. Karena itulah sebelum belatih tersebut benar-benar menjadi debu, Xiao Shuxiang langsung melemparkannya.


Tak banyak senjata pusaka yang bisa menahan Qi milik Xiao Shuxiang, selama kehidupan pertamanya hanya senjata pusaka tingkat langit yang mampu bertahan lebih lama dengan Qi milik Xiao Shuxiang ini.


Traaang!


***


-


-


-


Catatan Penulis :


Terima Kasih Karena Sudah Membaca Sampai Di Chapter Ini. Mengumpulkan Berbagai Pendapat Dari Pembaca Sebelum Kamu, Kami Mengambil Inisiatif Untuk Menyarankanmu Tidak Membaca Karya Ini Secara MARATON.


Cerita Ini Memiliki Alur Yang Sangat Lambat. MC Karya Kami Bukanlah ORANG BAIK. Jika Kamu Membaca DESKRIPSI CERITA Sebelum Mulai Membaca, Kamu Akan Tahu Kenapa Alur Karya Kami Begitu Lambat, Penuh Drama, Dan MC-Nya Masih Begitu Lemah. Itu Pun, Jika Kamu Mau Berpikir Sejenak.


**Meski Karya Ini Memiliki Genre ACTION, Tetapi Genre Action Di Sini Tidak Terlalu Kental.


Kamu Bebas Mengeluarkan Pendapat, Mengkritik Dengan Nada Kasar Atau Apapun.


Tenang Saja, Santuy Kuy, 'Penulis' Karya Ini Bukanlah Makhluk Nyata, Hanya Sebuah Sistem Yang Tidak MEMILIKI HATI MANUSIA, Apalagi Memiliki Hati Lembut Perempuan. Terima Kasih Atas Pengertiannya**..^^


.


.


Catatan Dasha:


Jangan Lupa Untuk Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Sekaumnya, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian, Tetap Semangat Dan Jangan Lupa Tersenyum Kawan! ヽ(´▽`)/

__ADS_1


__ADS_2