
!!
Dua wanita penghibur terkejut saat seseorang tiba-tiba muncul di depan mereka dengan pedang yang terayun kuat.
CRAAASH..!
Kepala kedua wanita tersebut langsung terjatuh dan menggelinding di tanah, bersamaan dengan menapaknya kaki orang yang mengayunkan pedang tadi.
Dia tidak lain adalah Yi Wen.
"Eh?!"
Mata Yi Wen terbelalak karena merasa terkejut dengan apa yang diperbuatnya barusan. Dia awalnya merasa akan bertarung dengan monster besar, karena itulah dia segera menerjang begitu saja tanpa melihat lebih dulu siapa yang dirinya serang.
Yi Wen baru ingin meminta maaf dan menyesali perbuatannya, tetapi saat dia memperhatikan dengan jelas tubuh kedua wanita tanpa kepala di depannya ini----Dirinya mengurungkan niat untuk melakukan itu.
!!
Kepala kedua wanita yang sebelumnya jatuh dan menggelinding kembali tersambung dengan bagian tubuhnya yang lain, ini jelas membuat Yi Wen terkejut dan kini dirinya dapat memastikan bahwa lawannya bukanlah manusia biasa.
"Gadis kurang ajar, berani sekali kau menyerang kami dengan tiba-tiba. Aku tidak akan mengampunimu,"
Dua wanita tersebut langsung berubah wujud menjadi monster laba-laba hitam yang mengerikan. Mereka mengeluarkan benang serabut lengket yang tidak terhitung jumlahnya ke arah lawan.
!!
Yi Wen melompat mundur, tetapi serabut-serabut itu terus mengikutinya, dia bahkan beberapa kali berjungkir balik di udara dan memutar tubuhnya----Tetapi serabut itu terus mengejarnya.
Di sisi lain, Xiao Lu, Ling Qing Zhu dan Lan Guan Zhi juga awalnya tersentak melihat lawan mereka yang adalah wanita-wanita cantik, tetapi kekaguman Xiao Lu tidak berlangsung lama sebab para wanita itu mulai satu persatu memperlihatkan wujud aslinya.
Hanya Xiao Qing Yan dan Harimau Bulan yang tidak dikeluarkan Xiao Shuxiang dari dalam Gelang Semestanya. Ini dikarenakan pertarungan sekarang lebih berbahaya dan lebih baik bila Lan Xiao tetap bersama dengan Xiao Qing Yan.
TRAANG..!
Sebenarnya, para pendekar Partai Pasak Bumi terkejut dengan kehadiran Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu, Xiao Lu dan Yi Wen. Mereka tidak tahu bagaimana bisa keempat orang tersebut muncul begitu tiba-tiba, tetapi menanyakannya sekarang bukanlah hal yang tepat dilakukan.
Mereka terlebih dahulu harus mengatasi masalah ini.
TRAANG..!
"Aku memberimu kesempatan Nona, menyerahlah sekarang. Kau masih punya kesempatan," Jian Guang mencoba bicara baik- baik dengan salah satu wanita penghibur yang menjadi lawannya, tetapi sayang wanita itu tidak mau menerima ajakannya.
Xiao Shuxiang. "Jian Guang, sekeras apa pun kau mencoba, mereka tidak akan mengikutimu."
Jian Guang menoleh sekilas kala mendengar suara Nona Shu Xiang. Pendekar wanita itu nampak fokus bertarung dengan monster belalang sembah dan seorang wanita penghibur yang adalah Dewi Bulan.
Memang benar apa yang dikatakan Nona Shu Xiang, sekeras apa pun dia membujuk mereka untuk menyerah, para wanita penghibur ini tidak akan mau melakukannya. Seakan-akan, mereka tahu konsekuensi dari tindakan mereka.
TRANG..!
TRAANG..!
Pertarungan yang sulit tersebut berlangsung sepanjang malam. Walau para pendekar Partai Pasak Bumi mendapat bantuan dari empat pendekar asing, namun ini masih belum bisa membuat mereka merasa lega.
Craaash..!
Alasannya adalah karena setiap kali para wanita penghibur ini ditebas, tetap saja mereka masih bisa hidup dan membentuk ulang tubuh kembali.
CRAASH..!
Kesulitan ini juga dialami oleh Xiao Lu dan Ling Qing Zhu, keduanya berhasil menebas tubuh lawan menjadi tiga bagian, namun yang terjadi lawan mereka kembali hidup.
Sekuat apa pun Xiao Lu dan Ling Qing Zhu menyerang, lawan mereka tetap tidak bisa dibunuh. Dan kemungkinan hanya Xiao Shuxiang yang bisa melakukannya.
Teman mereka itu dapat membunuh wanita penghibur dengan racun terkuat yang dirinya miliki, tetapi tentu Xiao Shuxiang tidak bisa sembarangan menggunakannya, ini karena saking kuatnya racun tersebut hingga orang yang melihatnya bisa saja memandangnya penuh ketakutan dan menjauhi dirinya.
BAAAM..!
Xiao Shuxiang terlihat menghindari serangan dari Dewi Bulan, wanita penghibur itu memakai sebuah cambuk sebagai senjata. Bila terkena satu cambukan saja----bukan tidak mungkin tubuh akan langsung terbelah, ini jelas berbahaya dan Xiao Shuxiang tidak boleh sampai kehilangan fokusnya dalam menghindar.
BAAAM..!
Bukan hanya menghindari serangan dari Dewi Bulan, tetapi Xiao Shuxiang juga sekuat tenaga menghindari serangan dari monster belalang sembah, wujud asli Dewi Giok.
Selain memiliki capit layaknya belalang, Dewi Giok juga mempunyai tangan manusia yang panjang dan berkuku panjang, sekali cakaran saja----tubuh dapat tertebas sebanyak lima kali dalam waktu bersamaan.
BAAAM..!
Xiao Shuxiang dipaksa mengambil posisi bertahan, "Mereka berdua tidak membiarkanku melakukan serangan. Ini benar-benar buruk,"
Dia beberapa kali melompat mundur, mengelak ke samping dan memutar tubuhnya di udara.
Sungguh, pertarungan ini lebih sulit mengingat kondisi sekitarnya yang tidak mendukungnya dalam menyerap Qi di alam secara langsung.
"Akan kulihat sampai sejauh mana kau bisa bertahan j*lang..!"
Graaa..!
Dewi Giok kembali menyemburkan cairan asam miliknya dan dengan cepat Xiao Shuxiang melompat untuk menghindari serangan itu, namun Dewi Bulan datang dengan cambuknya yang terayun kuat.
Xiao Shuxiang yang tak bisa menghindar kali ini terpaksa menangkis serangan itu menggunakan empat buah lesatan selendangnya.
BLAAAR..!
Benturan kedua senjata tersebut menghasilkan suara keras menggelegar bagai petir, terlihat juga percikan api dan karena kuatnya serangan tersebut bahkan bisa menciptakan angin kejut yang mendorong mundur Xiao Shuxiang dan Dewi Bulan sejauh tujuh meter.
Berbeda dengan yang lainnya, Bocah Pengemis Gila saat ini tengah terperosok ke dalam tanah sambil berteriak layaknya seseorang yang jatuh dari ketinggian.
!!
Sebelumnya, Xiao Shuxiang yang memakan Pil Mata Dewa-nya telah mengetahui bahwa gerbang dunia yang dicarinya ada di bawah tanah, bersama dengan sepuluh orang dan seekor binatang besar yang menggeliat. Dan kini, Bocah Pengemis Gila terjatuh di tempat yang tidak disangka-sangka.
Sepuluh orang yang ada di bawah tanah tidak lain adalah para wanita penghibur dengan satu di antara mereka bergelar Dewi Pesona, dia adalah Kakak Kedua dari Dewi Giok.
__ADS_1
Mereka sadar dan tahu dengan jelas bahwa ada pertarungan di atas sana, namun Dewi Pesona dan rekan-rekannya menganggap Dewi Bulan, Dewi Giok serta wanita penghibur yang lain akan segera mengatasi hal tersebut. Tetapi tanpa diduga... Seseorang telah berani datang ke tempat ini.
["Bunuh dia,"]
Lima orang wanita penghibur mengangguk saat mendengar ucapan Dewi Pesona, mereka segera bergegas untuk membunuh siapa pun yang datang kemari.
?!
Bocah Pengemis Gila tersentak kala menyadari bahaya yang datang. Segera dirinya memakai tongkat bambunya untuk mendarat.
Baam..!
Salah satu ujung tongkat bambunya menghantam tanah hingga terperosok sedalam 3 cm, Bocah Pengemis Gila memakainya sebagai penyangga tubuh saat dirinya menendang dua orang wanita penghibur.
Dia lalu menarik tongkatnya sebelum benar-benar mendarat dan lalu menggunakan tongkat itu untuk menyerang lawan.
TRAANG..!
Kelima wanita penghibur ini memakai kuku jari tangannya yang tajam sebagai senjata. Benturan bak dua pedang saling beradu terdengar pada pertarungan antara mereka dengan Bocah Pengemis Gila.
["Tu-tunggu dulu, aku tidak bermaksud mengganggu kalian. Tu-tunggu..!"]
Bocah pengemis Gila menangkis serangan kelima wanita penghibur sambil berusaha untuk bicara. Dia berulang kali mengatakan tidak sengaja terperosok dan meminta maaf karena menganggu, tetapi para wanita ini sama sekali tidak mengindahkan ucapannya.
TRANG!
Bocah Pengemis Gila merasa kesal, ["Apa kalian tidak bisa bicara? Kenapa terus menyerangku? Sudah kubilang aku tidak sengaja jatuh ke tempat ini, kenapa kalian tidak mendengarkan,"]
["Hmph, gadis bodoh. Kau pikir kami akan membebaskanmu? Sengaja atau tidak kau jatuh kemari, kami tidak akan membiarkanmu hidup."]
Kerja sama kelima wanita penghibur ini sangat baik, mereka saling menutupi celah dari setiap serangan yang dialamatkan pada Bocah Pengemis Gila.
Hanya saja sekeras apa pun menyerang, kelima wanita ini belum mampu memberi satu pun goresan pada orang yang mereka lawan.
TRANG..!
Tongkat bambu dan kuku jari para wanita penghibur ini kembali berbenturan, dua di antara mereka berdecak kesal sebab setiap serangan mereka masih bisa ditangkis dan lawan pun begitu lincahnya mengelak.
["Mustahil. Kita tidak pernah gagal sebelumnya, serangan tadi bukanlah serangan yang mudah untuk dihindari, tetapi mengapa gadis ini bisa melakukannya?!"]
Jelas sekali wajah para wanita penghibur ini mengandung keterkejutan. Dalam hati mereka bertanya-tanya, siapa gadis yang sedang mereka lawan ini?!
["Dia seperti bisa membaca setiap gerakan kita,"] satu dari kelima wanita penghibur menapak dan menatap waspada ke arah Bocah Pengemis Gila, suaranya terdengar sedikit berbisik.
["Aku rasa... Dia pendekar yang menguasai Tenaga Dalam Visi. Karena itulah dia mampu melihat setiap serangan kita,"]
["Kalau begitu kita hanya perlu bergerak lebih lincah, sampai dia tidak bisa mengikuti gerakan kita lagi,"]
Kelima wanita penghibur ini telah membuat keputusan, mereka adalah pendekar yang ahli Tenaga Dalam Udara. Kelincahan dan kegesitan mereka jelas tidak perlu diragukan lagi.
!!
Bocah Pengemis Gila memasang wajah pucatnya, dia memegang kuat tongkat bambunya dan berusaha menangkis serangan yang datang secara bertubi-tubi.
TRANG..!
TRANG..!
Salah satu wanita penghibur meradang, ["Sialan! Apa-apaan ini?! Bahkan bergerak secepat ini pun dia masih belum tergores sama sekali. Sangat menyebalkan..!"]
Dia menggeram kuat dan langsung berubah menjadi monster laba-laba hitam berwajah mengerikan. Dirinya menyemburkan benang serabut tipis yang disertai asam ke arah Bocah Pengemis Gila.
!!
Dewi Pesona dan keempat wanita yang berdiri di sampingnya terkejut melihat betapa lincahnya gadis bersenjatakan tongkat bambu itu. Ini bukanlah kelincahan yang dimiliki oleh pendekar biasa.
["Kakak, apa kau memikirkan apa yang sedang kupikirkan ini?"] salah seorang wanita penghibur bertanya pada Dewi Pesona.
["Gadis itu.. Dia seseorang yang ahli Tenaga Dalam Udara,"]
Dewi Pesona, sosok wanita cantik berambut pirang dengan mata sebiru langit, warna rambut yang sebenarnya hanya ada di Benua Barat, dia mungkin satu-satunya orang memikiki warna rambut semacam ini di Benua Tengah. Dan itu juga membuktikan bahwa dirinya bukan asli penduduk benua ini.
["... Sangat langka pendekar yang mampu menguasai lebih dari satu Tenaga Dalam. Kalau pun ada, dia hanya menguasai dua Tenaga Dalam saja. Tetapi aku memiliki firasat buruk tentang gadis itu. Kalian, bantu mereka dan bunuh dia."]
Keempat wanita penghibur mengangguk, mereka lalu melesat untuk membantu menyerang gadis berambut panjang dan bersenjatakan tongkat tersebut.
!!
Bocah Pengemis Gila sadar lawannya bertambah, dia lalu mulai membalas setiap serangan yang datang dengan memakai Tenaga Dalam Berat. Kekuatannya berkali-kali lipat dan ini membuat Dewi Pesona serta para wanita yang lain kembali terkejut.
Bocah Pengemis Gila tidak hanya menggunakan tongkatnya sebagai senjata, tetapi dia juga menggunakan selendang pada pakaiannya. Walau demikian, bertarung memakai tongkatnya jauh lebih mudah.
["Pendekar yang ahli tiga jenis Tenaga Dalam bukanlah pendekar biasa. Berhati-hatilah dan tetap fokus menyerangnya,"]
Tidak ada alasan bagi kesembilan wanita penghibur untuk menyerang dengan setengah-tengah, mereka harus mengeluarkan kemampuan terbaik yang mereka miliki meskipun harus berubah wujud menjadi monster yang mengerikan.
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut dengan perubahan lawannya, namun itu hanya sementara sampai dia juga ikut mengubah raut wajahnya menjadi lebih serius, tidak seperti yang biasanya.
Selama ini, tidak ada pendekar yang bisa menguasai Tiga Jenis Tenaga Dalam. Mampu menyeimbangkan dua jenis tenaga saja sudah sangat luar biasa dan membuat pendekar itu dianggap sebagai jenius.
TRAANG..!
TRAANG..!
Bocah Pengemis Gila menyerang dua monster laba-laba yang hampir setinggi dua meter, benturan tongkatnya menghasikan suara keras, percikan api dan angin kejut yang cukup kencang.
!!
Bocah Pengemis Gila melompat ke atas dan mendarat di salah satu kepala monster laba-laba.
Dia menggunakan Tenaga Dalam Udara untuk melompat dan lalu memakai Tenaga Dalam Berat saat mendarat. Namun seketika itu juga satu monster terjatuh dengan kepala yang berlubang akibat kaki Bocah Pengemis Gila menapak di kepalanya.
__ADS_1
BAAAM..!
Suara debaman dan tulang yang seakan diremukkan terdengar jelas. Retakan itu berasal dari tulang tengkorak salah satu monster laba-laba.
BAAAAM..!
?!
Bocah Pengemis Gila sejenak mendongak ke atas, dia mendengar suara debaman yang begitu keras, bahkan tanah tempatnya berpijak bergetar walau hanya berlangsung beberapa saat.
["Sepertinya di atas sedang terjadi pertarungan besar-besaran. Apa sebaiknya kuselesaikan saja di tempat ini?"]
Bocah Pengemis Gila tahu teman-temannya adalah kultivator dan semakin sering kultivator bertarung memakai Qi di tanah Benua Tengah, apalagi berlangsung begitu lama----maka mereka akan berada dalam kondisi yang membahayakan.
Bocah Pengemis Gila sudah membuat keputusan, dia sendiri yang akan mengatasi monster-monster di bawah sini dan menyerahkan sisanya pada Xiao Shuxiang serta teman-temannya yang lain.
Dirinya lalu memutar-mutar tongkatnya, detik berikutnya Bocah Pengemis Gila melesat sambil menarik napas. Dia menggunakan Tenaga Dalam Udara untuk bisa bergerak lincah.
TRANG!
Kaki dan tubuh laba-laba ini sangat kuat, tetapi bukan itu yang menjadi incaran Bocah Pengemis Gila. Dia menargetkan sesuatu yang lain.
Warna mata Bocah Pengemis Gila berkilat merah, dia kini menggunakan Tenaga Dalam Mental yang dapat mengendalikan pikiran lawan.
!!
Kesembilan monster laba-laba itu terdiam sejenak lalu detik berikutnya mereka saling menyerang satu sama lain.
!!
Dewi Pesona tidak menduga hal ini, firasat buruknya ternyata benar. Gadis bersenjatakan tongkat itu menguasai lebih dari dua jenis Tenaga Dalam. Dia harus bisa membunuh gadis tersebut atau mengambil alih tubuhnya.
["Benar.. Akan kudapatkan tubuh itu,"] Dewi Pesona tersenyum, dia lalu mengusap kedua lehernya sambil mengerutkan kening. Dia mulai menggeram dan seketika berputar.
Tubuh Dewi Pesona menghilang dan kini berubah menjadi kain berwarna hijau yang meliuk-liuk. Dalam waktu singkat, sebuah kepala layaknya ular besar mulai nampak. Pakaian yang awalnya hijau bercorak tersebut langsung berubah menjadi badan ular.
Ssssh..!
Dewi Pesona segera melesat dan menyerang Bocah Pengemis Gila, dia menyemburkan cairan beracun yang dapat membuat tubuh lawan meleleh hingga menghasilkan bau busuk. Sayang dirinya masih kalah cepat dari Bocah Pengemis Gila.
BAAAM..!
Suara debaman kembali terdengar dan ini berasal dari pertarungan Xiao Shuxiang. Wali Pelindung Ling Qing Zhu tersebut tengah bertarung dengan Dewi Giok dan Dewi Bulan, dia sampai saat ini masih belum menewaskan kedua wanita penghibur itu.
"Bocah Pengemis Gila berada di bawah sana. Aku sebaiknya cepat menyelesaikan ini dan segera membantunya,"
Sebenarnya bukan hal mudah bagi Xiao Shuxiang melawan kedua wanita ini. Awalnya dia bertarung dengan monster belalang sembah, jelmaan Dewi Giok. Namun sekarang dirinya juga harus melawan monster serigala, jelmaan dari Dewi Bulan.
TRAANG..!
Racun pada selendang Xiao Shuxiang seakan tidak berfungsi kala melawan kedua monster ini. Padahal sedikit racun itu sudah bisa menjadikan Dewi Giok dan Dewi Bulan menjadi gumpalan daging.
TRAANG..!
"... Kulit mereka terlalu keras, aku butuh sesuatu yang bisa membuat satu goresan kecil saja dan semua ini akan berakhir."
TRAANG..!
Lan Guan Zhi yang berada di jarak yang cukup jauh dari Xiao Shuxiang menyadari kesulitan temannya tersebut. Dan jujur saja, dia juga sama sulitnya.
Untuk Yi Wen, dia juga merupakan kultivator pembuat racun tetapi tidak sekuat racun milik Saudara Xiao-nya. Meski demikian, racunnya itu tetap saja berguna.
BAAAAM..!
Dewi Giok terpental dan menghantam tanah dengan keras, dia baru saja mendapat tendangan dari gadis cantik yang dirinya lawan.
Xiao Shuxiang memutar tubuhnya dan kali ini diam-diam menggunakan Teknik Pengendalian Darah untuk meremukkan setiap tulang monster belalang sembah.
Dia memaksakan memakai lebih banyak Qi pada kedua Dantiannya dan ini berpengaruh pada sesuatu di dalam diri Xiao Shuxiang yang entah apa itu.
!!
Hanya dalam sekali gerakan tangan, Xiao Shuxiang bisa merasakan seperti benar-benar memegang tulang manusia.
Tanpa ragu dirinya melakukan gerakan mengepalkan tangan bersamaan dengan terdengarnya suara teriakan pilu dari monster belalang sembah dan monster serigala di depannya.
!!
Suara teriakan itu terdengar begitu kuat dan ini sangat wajar terjadi ketika tulang itu terasa seperti diremas dan dipelintir hingga ketitik di mana organ tersebut menjadi kepingan.
Melihat peluang ini, Lan Guan Zhi menarik pita dahinya yang segera berubah menjadi tombak dengan dua ujungnya yang berbentuk runcing.
Tombak suci tersebut melesat begitu cepat dan menusuk tubuh monster belalang sembah dari belakang. Teriakan yang awalnya pilu langsung tertahan dan kemudian berhenti saat tubuh monster mulai hancur.
Tombak tersebut lalu mengarah ke dada monster serigala bersamaan dengan Xiao Shuxiang yang memberi tekanan pada tulang Dewi Bulan hingga retak dan remuk satu per satu.
Efek serangan Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang telah membawa kematian yang tidak disangka oleh kedua Dewi tersebut. Tewasnya kedua monster itu membuat para wanita penghibur lainnya kehilangan konsentrasi hingga kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para pendekar Partai Pasak Bumi yang tersisa.
"Jian Guang, kau urus sisanya."
Tanpa menunggu jawaban Jian Guang.. Xiao Shuxiang segera melesat dan lalu melompat turun ke lubang tempat Bocah Pengemis Gila jatuh terperosok.
"Tuan, kau juga pergilah dan bantu Nona Shu Xiang. Biarkan di sini kami yang mengurusnya," Salah satu senior Jian Guang meminta Lan Guan Zhi untuk pergi. Semenjak kekalahan dua dewi itu.. Titik lemah para wanita penghibur ini mulai dapat terlihat.
Para wanita ini memang dapat membentuk ulang tubuh kembali, tetapi itu hanya berlaku sebanyak tiga kali. Setelah lewat dari itu, maka mereka akan benar-benar tewas dan tidak bisa hidup lagi.
Memang organ dalam seperti jantung tidak ada pada para wanita penghibur ini, namun rupanya titik lemah tersebut tidak hanya berada pada organ dalam itu, tetapi juga dari jurus yang mereka gunakan.
Jantung yang hilang hanya sebagai pancingan agar para lawan merasa wanita-wanita penghibur di tempat ini adalah immortal dan tak bisa dibunuh begitu mudah, namun rupanya itu tidaklah benar dan senior Jian Guang kini menyadarinya.
["Rumah Besar Dewi Surgawi, kau sudah berdiri terlalu lama dan memakan banyak korban. Kini tibalah saat di mana kehancuranmu benar-benar datang,"]
***
__ADS_1