
Setelah Schönheit tidak terlihat lagi, Xiao Shuxiang langsung menjatuhkan dirinya ke belakang. Tempat tidur di Dunia Elf sangat empuk dan nyaman, entah terbuat dari apa.
Xiao Shuxiang memperhatikan selendang yang membentang di atasnya, tempat tidurnya ini bila dilihat dari atas nampak seperti setengah lingkaran, bernuansa ungu muda.
"Yang Mulia,"
!
".. Kami datang untuk membersihkan Anda,"
Xiao Shuxiang bangun dan mulai menatap ke arah empat pelayan gadis berambut hijau muda tersebut. Mereka tersenyum lembut ke arahnya dan mulai mengajak dia untuk pergi ke Pohon Lindungan Awan.
Keempat gadis ini terlihat berusia sekitar 23 Tahun, mereka sebenarnya bukan sepenuhnya pelayan, melainkan Elf yang secara sukarela mengabdikan dirinya untuk istana ini.
Seperti yang diketahui, tidak ada tingkatan kasta di Dunia Elf. Gelar 'Pangeran' yang melekat pada Schönheit sebenarnya diberikan oleh para Elf Tumbuhan berumur yang menganggap bahwa Schönheit telah menjadi pendamping setia Kaisar selama ini, dan pemuda tersebut memang pantas mendapatkan gelar itu.
Keempat Elf cantik ini sama sekali tidak mengatakan apa pun, mereka tetap diam sambil menjadi pengawal di sisi depan dan belakang Xiao Shuxiang menuju Pohon Lindungan Awan.
Pohon ini mirip dengan beringin, namun memiliki bunga wisteria tiga warna yang menggantung pada tiap ranting kecilnya.
Pohon Lindungan Awan mempunyai bentuk yang sangat besar, di bagian atasnya terdapat sebuah danau yang selalu tertutup embun. Lokasi inilah yang dituju oleh Xiao Shuxiang dan keempat Elf yang mendampinginya.
Tap
Xiao Shuxiang menapakkan kakinya saat dia tiba di atas Pohon Lindungan Awan. Keempat Elf cantik ini berniat melepas pakaiannya, namun segera ditahan.
"A-aku bisa sendiri, kalian boleh pergi."
"Yang Mulia, jangan menolak. Ini sudah menjadi tugas kami,"
Xiao Shuxiang tetap mengatakan akan melepas pakaiannya dan mandi sendiri, dia merasa kurang nyaman diperlakukan seistimewa ini.
Keempat Elf cantik tersebut akhirnya menurut, mereka menunggu di pinggir sambil menyaksikan Xiao Shuxiang melepaskan satu persatu pakaiannya.
"Ehm.."
Baru satu lapis pakaian Xiao Shuxiang jatuh, dan dirinya merasa ada yang salah. Dilihat seperti ini oleh gadis-gadis bukanlah ide yang baik. Tetapi dirinya tahu keempat Elf cantik ini tidak akan pergi meninggalkan dirinya.
?!
Xiao Shuxiang tersentak ketika seekor burung hantu berwarna putih terbang ke arahnya. Dia pun mengangkat pelan tangan kirinya saat burung tersebut semakin mendekat.
"Eins? Apa ini kau?"
Xiao Shuxiang tersenyum kala Burung Hantu tersebut hinggap di lengannya. Dia memuji burung ini yang sudah besar, padahal dahulu tubuh Eins masih sekepalan tangan.
__ADS_1
Kruyuu~
"Eins, kau sangat menggemaskan~"
Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan kepala Burung Hantu di lengannya, dialah yang mengajari Eins bersuara layaknya anak ayam. Tidak di sangka suara burung ini masih tetap sama.
"Apa kau mau membantuku? Nanti aku akan bermain denganmu,"
Kruyuu~
Burung Hantu berwarna putih ini sepertinya mengerti, dia segera terbang mengelilingi tubuh Xiao Shuxiang dan perlahan berubah menjadi gumpalan awan.
Keempat Elf cantik yang melihatnya sudah tersentak kala Eins hinggap di lengan Xiao Shuxiang. Karena selama ini, Eins merupakan Burung Hantu penyendiri dan begitu galak dengan siapa pun.
Sangat tidak terduga Eins begitu jinak pada manusia berambut hitam panjang ini. Apalagi Eins rupanya dapat mengubah wujud menjadi gumpalan awan putih, sesuatu yang baru mereka lihat.
Xiao Shuxiang melepaskan semua pakaiannya, dia tidak merasa khawatir dengan tubuh bagian bawahnya karena ditutupi oleh Eins dan juga embun pada danau ini.
Dingin seakan langsung naik ke seluruh tubuh Xiao Shuxiang saat kakinya mulai menyentuh air danau. Dia perlahan menenggelamkan dirinya pada air Pohon Lindungan Awan.
Air pada pohon ini memiliki fungsi membersihkan bagian luar dan dalam tubuh, termasuk aliran darah.
Xiao Shuxiang sebenarnya tidak suka berendam pada danau ini, alasannya adalah dia akan merasa dosa-dosanya yang menggunung ikut dibersihkan, itu membuatnya seperti terlahir kembali.
Tidak hanya empat Elf cantik ini yang melihat Xiao Shuxiang berendam. Tetapi juga beberapa Elf nampak bersembunyi diam-diam agar dapat melihat manusia yang dikatakan adalah Kaisar Dunia Elf.
Mereka yakin, air pada danau itu akan berubah menjadi hitam pekat karena harus membersihkan kotoran makhluk yang begitu rendahan ini.
".. Entah apa yang ada di pikiran Pangeran saat membawa manusia menjijikkan itu kemari,"
"Coba lihat rambutnya, begitu hitam dan kotor.."
Para Elf yang mengintip Xiao Shuxiang berendam mulai berbicara yang tidak-tidak mengenai dirinya. Syukurlah orang yang mereka bicarakan ini tidak mendengarnya.
!!
Para Elf melihat Xiao Shuxiang menenggelamkan seluruh tubuhnya, mereka tersentak kala pemuda berambut hitam panjang itu tidak muncul ke permukaan.
Bahkan sekitar lima menit berlalu dan sehelai rambut Xiao Shuxiang juga tidak nampak, padahal embun pada danau ini tidak terlalu tebal.
!!
Sesuatu kemudian terjadi, air pada danau mulai bergerak dan sebuah kepala muncul ke permukaan. Para Elf terkejut melihat rambut Xiao Shuxiang yang tiba-tiba berubah warna menjadi putih.
Bukan hanya itu, tetapi telinga Xiao Shuxiang juga ikut menjadi runcing layaknya Elf. Matanya pun demikian, di mana bagian mata kanannya berwarna merah, sementara bagian kiri berwarna kuning emas.
__ADS_1
Ada dua garis berwarna biru pada pelipis kiri Xiao Shuxiang. Kulit tubuhnya nampak menjadi seputih susu dengan lukisan Phoenix Api pada bagian punggungnya.
Terlihat juga ukiran berwarna hitam yang melingkar di lengan kanan Xiao Shuxiang, itu tidak lain adalah Gelang Semestanya.
!!
Perubahan pada penampilan Xiao Shuxiang tentu saja mengejutkan. Air danau pada Pohon Lindungan Awan tidak memiliki manfaat mengubah warna rambut seseorang yang semula hitam menjadi putih giok, belum lagi ini terjadi tidak hanya rambut, melainkan mata dan seluruh tubuh. Sebenarnya siapa pemuda yang mereka sedang intip ini?!
Xiao Shuxiang kembali keluar dari danau, keempat Elf cantik yang mendampinginya begitu terpukau, mereka baru pertama kali melihat perubahan seperti ini.
Xiao Shuxiang menjentikkan jarinya pada salah satu Elf untuk menyadarkan mereka. Dia lalu menggeleng pelan dan meraih pakaian yang ada di tangan Elf cantik lainnya.
Xiao Shuxiang mulai berpakaian, dia tahu rambut dan telinganya kini berubah. Melihat keempat Elf cantik ini masih memandanginya dengan tatapan mata tak percaya, membuat Xiao Shuxiang menghembuskan napas sambil perlahan menggeleng.
"Apa kalian masih mau tetap di sini?"
Xiao Shuxiang benar-benar nampak dewasa, suara dan postur tubuhnya penuh wibawa. Gumpalan awan yang menyelimutinya kembali berubah menjadi Burung Hantu setelah dia kembali berpakaian.
Xiao Shuxiang perlahan melayang dan bersama-sama dengan Eins.. Dirinya kembali ke istana. Keempat Elf yang mendampinginya juga ikut. Sementara para Elf yang sebelumnya mengintip Xiao Shuxiang masih mematung di tempat.
Mereka jelas tidak percaya dengan apa yang terlihat tadi. Manusia rendahan dan kotor yang sebelumnya, kini berubah menjadi seperti mereka. Dan yang mengejutkannya lagi, aroma manusia sama sekali tidak tercium pada pemuda tersebut.
Mereka butuh penjelasan, segera para Elf ini menemui Schönheit. Hanya Elf itu yang mereka yakini dapat memberi penjelasan mengenai identitas Xiao Shuxiang.
Saat ini, satu-satunya manusia di Dunia Elf sedang berada di kamarnya. Dia meminta Elf cantik yang mendampinginya untuk meninggalkannya sendirian saat mereka telah selesai meletakkan makanan.
Xiao Shuxiang teringat dengan Hu Li. Dirinya seketika menghilang dan masuk ke dalam Gelang Semestanya.
!!
Mengejutkan, pandangan pertama yang dilihat Xiao Shuxiang adalah pedangnya, Yīng xióng ternyata sedang bertarung dengan Pedang Tebasan Bulan yang pernah diberikan Zhou Yan padanya.
TRANG!
TRANG!
Kedua pedang itu tidak sedang dipegang oleh seseorang. Melainkan melayang sendiri dan bertarung tanpa ada yang mengendalikan.
"Hu Li, apa yang terjadi?!"
Xiao Shuxiang menghampiri Hu Li yang terlihat berdiri sambil memperhatikan pertarungan antara Yīng xióng dengan Pedang Tebasan Bulan.
Hu Li tanpa berbalik ke arah Xiao Shuxiang, mengatakan bahwa sebelumnya Yīng xióng secara tiba-tiba keluar dari sarungnya dan langsung menghisap roh pada Seruling Giok Putih.
".. Yīng xióng juga ingin menyerang Jubah Cahaya Pelindung, namun Pedang Tebasan Bulan seketika menghadangnya. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada-!!"
__ADS_1
Hu Li terlonjat kaget saat menoleh dan melihat ada orang asing yang berdiri di sampingnya. Saat dirinya perhatikan lebih baik, orang ini tidak lain dan tidak bukan adalah Tuannya sendiri, Xiao Shuxiang.
***