XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
87 - 5 Patriarch Sekte Pedang Langit [Revisi]


__ADS_3

"Saudara Xiao, kudengar namamu sangat populer di Sekte ini. Apa itu benar?" Zong Ming menepuk pelan pundak Xiao Shuxiang, dia banyak mendengar cerita dari Jing Mi dan Hou Yong.


Saat ini, Zong Ming, Ying Liu, Xiao Lu, Jing Mi dan Hou Yong sedang duduk di bawah sebuah pohon bersama dengan Xiao Shuxiang. Mereka berkumpul di tempat yang agak jauh dari kerumunan para Murid Sekte Pedang Langit dan murid-murid dari sekte luar.


Xiao Shuxiang menggelengkan kepala sambil mendesah pelan, " Daripada populer... namaku lebih ke arah pasaran. Banyak penghuni sekte ini yang memiliki nama mirip denganku. Rasanya sangat mengganggu,"


Xiao Shuxiang, "Dalam sehari, aku bisa bertemu tiga sampai empat orang murid yang bernama sama denganku, hanya dibedakan marga saja. Haaiih... Perasaan seperti dihantui nama sendiri adalah hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya."


Xiao Lu, "Aku juga merasakan hal yang sama. Di Sekte Bambu Perak sendiri memiliki sepuluh orang bernama 'Shuxiang'. Itu membuatku bingung, tapi setelah mendengar cerita Zong Ming dan beberapa teman baruku yang lain... aku akhirnya mengerti."


Xiao Shuxiang menatap anak perempuan tersebut, "Apa yang kau mengerti?"


"Itu tentang kau... yang sangat menyebalkan. Anak yang bernama 'Shuxiang' sangat nakal dan menyebalkan. Aku selalu ingin menjitak kepala mereka. Melihatmu bahkan membuat suasana hatiku semakin buruk,"


"Kalau kau tidak suka melihatku, lantas kenapa kau mencariku?"


Saat sedang berbincang, salah satu murid Sekte Pedang Langit menghampiri Xiao Shuxiang dan teman-temannya.


Dia lalu mengajak mereka untuk segera bersiap, sebab upacara pembukaan Pelatihan Etika akan segera dimulai.


Upacara pembukaan sendiri tidak berlangsung lama. Setelah mendapat seragam berwarna putih, seluruh murid diminta mendengarkan penyampaian dari Lan Gaozu dan Patriarch Lan.


Patriarch Lan memperkenalkan perwakilan dari GrandElder, dia sempat meminta maaf kepada seluruh hadirin yang ada karena Grand Elder Sekte Pedang Langit tidak bisa hadir.


Namun sebagai gantinya, kelima Patriarch Sekte Pedang Langit berkumpul secara lengkap. Sungguh, sebuah kejadian yang langka bisa melihat kelima patriarch secara langsung seperti ini.


Patriarch Lan memperkenalkan seorang pria yang jika dilihat secara kasat mata berusia 32 tahun. Pria ini memiliki wajah bersih dengan rambut sedikit putih dari atas dahinya. Dia terlihat memakai pakaian musim dingin berwarna merah dengan bulu tebal berwarna putih.


"Beliau adalah Patriarch Pertama, Yu Changhai..."


Patriarch Lan, "Beliau merupakan patriarch yang mendiami Bukit Salju Tanpa Musim."


Awalnya, murid-murid sekte luar menatap aneh Yu Changhai karena memakai pakaian musim dingin yang begitu tebal. Namun saat mengetahui tempat tinggal Yu Changhai, mereka mengangguk paham.


Patriarch Lan kemudian memperkenalkan seorang wanita yang memakai pakaian berwarna merah muda, Ming Mei.


"... Beliau adalah Patriarch Keempat dan mendiami Bukit Sungai Ketenangan.."


Ada beberapa murid-murid sekte luar yang mengerutkan kening, mereka merasa bahwa Patriarch Keempat Sekte Pedang Langit agak aneh.


Bukan hanya murid sekte luar, tetapi juga murid Sekte Pedang Langit yang tidak pernah bertemu dengan patriarch keempat merasakan keanehan.


Ming Mei, jika dilihat secara kasat mata berusia dua puluh lima tahun, namun usianya yang benar adalah 192 tahun.


Memiliki wajah cantik tanpa kerutan dan sebuah tahi lalat kecil di sudut alis kirinya, bukanlah menjadi alasan murid-murid ini merasa aneh. Hanya saja...


Ming Mei adalah Patriarch yang tidak pernah membuka matanya dan bahkan untuk bicara, Ming Mei selalu melakukannya dengan pelan.


"Hah, dia sama sekali tidak berubah..." Xiao Shuxiang mendengus, tidak disangka dia bisa melihat orang yang dikenalnya.

__ADS_1


Ming Mei adalah salah satu kultivator yang ikut melawan Xiao Shuxiang di masa lalu. Waktu itu, Ming Mei sudah sangat sekarat karena terkena serangan Xiao Shuxiang, bisa dipastikan kemungkinan hidupnya hanyalah lima persen.


Tetapi sekarang, bukan hanya dalam keadaan sehat... namun Ming Mei ternyata menduduki salah satu kursi Patriarch Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang, "Aku tidak merasa terkejut sebab cepat atau lambat... Aku pasti akan bertemu dengan orang-orang yang selamat dari perang melawan diriku dahulu,"


Selain Ming Mei, Xiao Shuxiang juga mengenal salah satu patriarch yang lain, itu adalah Bai Wu Dang.


Bai Wu Dang memakai pakaian berwarna putih, dia terlihat seperti kakek tua tanpa sehelai rambut. Hanya saja, dia memiliki kumis dan alis panjang berwarna putih.


Xiao Shuxiang sebenarnya cukup lama memperhatikan Bai Wu Dang, jika bukan karena bekas sayatan pedang pada pelipis kanan dan tengah kepalanya, mungkin Xiao Shuxiang tidak akan mengenalinya.


Patriarch Lan memperkenalkan Bai Wu Dang sebagai Patriarch Kelima Sekte Pedang Langit, serta yang mendiami Bukit Pengetahuan.


Xiao Shuxiang mengangguk pelan, dia sudah bisa menebak ucapan Patriarch Lan. Bai Wu Dang merupakan anak dari Bai Wu Chang, dia adalah kultivator yang sangat suka mengoleksi dan membaca banyak buku.


Keberadaan Bai Wu Dang di Sekte Pedang Langit membuat Xiao Shuxiang yakin bahwa Sekte Bulan Emas sudah tidak ada lagi di Benua ini.


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia merasa Bai Wu Dang bisa menjadi solusi dari masalah Dantian Berakarnya. Tinggal bagaimana cara Xiao Shuxiang bisa menemui Bai Wu Dang dan meminta bantuannya.


Patriarch Lan kemudian memperkenalkan seseorang yang berpakaian putih dengan wajah tertutup kain cadar sebagai Patriarch Ketiga.


Semua murid Sekte Pedang Langit begitu antusias memperhatikan Patriarch Ketiga. Ini pertama kalinya mereka bisa bertatapan langsung dengan patriarch yang sangat jarang mereka lihat.


Tidak hanya murid Sekte Pedang Langit yang baru pertama kali melihat Patriarch Ketiga, tetapi juga Ming Mei, Bai Wu Dang dan Yu Changhai.


Untuk Patriarch Lan sendiri, ini sudah kedua kali dirinya bisa bertatap mata dengan Patriarch Ketiga.


"Aku sangat ingin melihat wajahnya..."


"Patriarch ketiga itu... laki-laki atau perempuan?"


"Apa patriarch tidak akan membuka cadarnya?"


Murid-murid Sekte Pedang Langit sedikit ribut, mereka penasaran dengan wajah Patriarch Ketiga. Beberapa murid sekte luar juga tak kalah penasarannya dengan wajah Patriarch Ketiga ini.


Murid-murid senior berusaha menenangkan keributan yang terjadi, mereka juga sebenarnya penasaran dengan wajah Patriarch Ketiga. Tetapi mereka masih bisa menahan diri, tidak seperti para junior dan murid-murid sekte luar.


"Senior Lan, kapan ini akan selesai...?" Yu Changhai sedikit berbisik kepada Patriarch Lan, suaranya terdengar serak.


Yu Changhai sebenarnya adalah patriarch yang kurang nyaman bersama dengan anak-anak. Dia juga tipe orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian.


Meski Yu Changhai adalah Patriarch Pertama dan lebih tua dari Patriarch Lan dan Ming Mei, namun sifatnya malah seperti adik kecil di antara para patriarch.


Patriarch Lan bersuara pelan, "Tolong bersabar sebentar lagi. Setelah murid-murid tenang, kita bisa menuju tahap akhir dari Upacara Pembukaan Pelatihan Etika."


Yu Changhai mengangguk pelan, dia lalu melirik sedikit ke arah Patriarch Ketiga. Dia sebenarnya merasa canggung sekaligus penasaran dengan patriarch ini.


Yu Changhai memperhatikan dari atas sampai bawah postur tubuh Patriarch Ketiga yang ternyata mirip dengannya, namun bulu mata Patriarch Ketiga lebih tebal dan panjang.

__ADS_1


Samar-samar Yu Changhai bisa mencium bau teratai yang begitu kental dari tubuh Patriarch Ketiga. Dia memang pernah mendengar dari Grand Elder Sekte Pedang Langit bahwa Patriarch Ketiga sangat suka dengan teratai, dan Patriarch Ketiga jugalah yang telah membuat danau serta sungai buatan di Sekte Pedang Langit ini.


Setelah keributan bisa ditenangkan, Patriarch Lan mulai lanjut menjelaskan tentang Pelatihan Etika. Patriarch Lan tidak lagi melanjutkan pengenalan Patriarch Ketiga pada murid-muridnya, dikarenakan Patriarch Ketiga sendiri yang memintanya.


Kejadian ini membuat murid-murid Sekte Pedang Langit dan murid-murid sekte luar menyayangkan, padahal mereka bahkan belum mengetahui nama Patriarch Ketiga.


Setelah upacara pembukaan selesai, murid-murid dari sekte luar di bawa ke Balai Murid untuk beristirahat.


Hou Yong mencari Xiao Shuxiang yang tiba-tiba menghilang di sampingnya, entah di mana perginya saudara seperguruannya itu.


Hou Yong menghampiri Jing Mi, "Saudaraku?Apa kau melihat Saudara Xiao?"


"Tidak, aku tidak melihatnya. Bukannya tadi Saudara Xiao bersamamu?"


"Tadi Saudara Xiao memang bersamaku, tapi setelah upacara selesai dia sudah tidak ada."


Hou Yong menggaruk kepalanya sambil memperhatikan anak-anak yang berlalu-lalang, dia dan Jing Mi terlihat gusar.


Hou Yong, "Apa Saudara Xiao akan membolos lagi...?"


"Saudara Hou, membolos jauh lebih baik daripada kita mendengar Saudara Xiao bertarung dengan murid lain lagi. Sebaiknya kita cari dia secepatnya..!"


Jing Mi dan Hou Yong mulai berlari sambil terus mencari keberadaan Xiao Shuxiang. Saat melihat saudara seperguruan mereka... Jing Mi langsung meminta bantuan.


Yi Wen dan Bao Yu mengangguk, mereka kemudian juga ikut mencari Xiao Shuxiang. Sebenarnya Yi Wen bermaksud untuk menemui Xiao Lu, hanya saja terhenti karena menemukan Xiao Shuxiang jauh lebih penting.


"Banyak murid baru yang datang hari ini dan aku khawatir Saudara Xiao akan bermasalah dengan beberapa di antara mereka. Kita harus menemukan Saudara Xiao..!" Yi Wen kemudian meminta Bao Yu untuk menemui teman-temannya. Semakin banyak orang yang mencari, maka Xiao Shuxiang akan cepat ditemukan.


Di saat Jing Mi, Hou Yong, Yi Wen dan yang lainnya sedang gusar mencari keberadaan dirinya----Xiao Shuxiang malah terlihat mengintip-intip dapur di Balai Peristirahatan.


Tanpa mengatakan apa pun pada Hou Yong, Xiao Shuxiang langsung pergi untuk mengisi perutnya. Dia selama ini tidak pernah merasa kenyang saat makan di Balai Peristirahatan sebab porsi makanan Xiao Shuxiang hanya setengah dari yang biasa diberikan padanya.


"Aku paling tidak suka membuang-buang Qi hanya untuk mengisi perutku..." Xiao Shuxiang mengusap pelan perutnya sambil melangkah diam-diam menuju bahan masakan.


Xiao Shuxiang sebenarnya bingung karena belum pernah melihat dapur sepi seperti ini. Dia mencari keberadaan Nenek Nian yang beberapa kali pernah memergoki dirinya mengambil makanan diam-diam, tetapi sekarang Nenek Nian sedang tidak ada.


"Nenek Tua itu pergi ke mana..? Sudahlah! Kesempatan bagus..!"


Xiao Shuxiang membuka salah satu tempat bahan masakan, isinya adalah daging ayam yang belum matang. Semua bahan masakan ternyata masih mentah dan belum diolah sama sekali. Hal ini membuat Xiao Shuxiang berdecak kesal dan cemberut.


"Tidak mungkin aku menunggu sampai makan malam tiba, kan...?" Xiao Shuxiang bergumam sambil melihat daging ayam mentah di depannya, dia kemudian melihat-lihat bumbu dapur yang ada.


Xiao Shuxiang mengetuk-ngetukkan jarinya, sesekali dia memainkan rambut poninya sambil memikirkan sesuatu.


"Aku pernah belajar memasak sebelumnya, tetapi tidak pernah mempraktekkannya sendirian selama ini..."


Sedikit lama berpikir, Xiao Shuxiang mengangguk mantap akan memasak untuk dirinya sendiri.


Tentu saja, sebisa mungkin dia berhati-hati agar tidak sampai meledakkan dapur. Mengingat saat di kehidupan pertamanya, Xiao Shuxiang pernah membakar dapur sebuah penginapan saat mencoba untuk memasak sendiri daging Demonic Beast yang dia buru.

__ADS_1


***


__ADS_2