XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
266 - Dunia Siren


__ADS_3

Dunia Siren, sebuah tempat di kedalaman laut yang sangat sulit dijangkau manusia. Penghuni dunia tersebut tinggal di dalam sebuah gunung berapi di dasar lautan, sebagian menetap di terumbu karang yang begitu besar, seakan itulah istana mereka.


Suasana gelap, sunyi, dan mencekam menjadi tempat yang ideal bagi para Peri Laut. Umumnya, mereka adalah makhluk penyendiri dan sangat jarang berkumpul seperti yang sedang terlihat sekarang.


Sama seperti manusia, Peri Laut juga tidak selamanya baik. Beberapa di antara mereka sering menenggelamkan kapal yang sedang berlayar, mereka juga dapat memangsa manusia.


Mei Ren dahulunya adalah salah satu Peri Laut yang suka memakan manusia. Tetapi sejak dia jatuh hati pada seorang anak laki-laki di Benua Selatan, dirinya sedikit demi sedikit mengubah diri untuk bisa lebih baik. Sayangnya, dia tidak pernah berani menemui pemuda tersebut.


Menolong Xiao Shuxiang di masa lalu sebenarnya hanyalah suatu kebetulan belaka bagi Mei Ren. Namun dia tidak pernah menyesal melakukannya.


Menurut Mei Ren, Xiao Shuxiang adalah manusia yang aneh. Ada rahasia di dalam diri pemuda mempesona tersebut yang menarik perhatiannya.


Manusia dengan hasrat membunuh tak terkendali, setiap langkahnya dipenuhi oleh darah dan mayat, tindakan yang begitu jelas mencerminkan perilaku hewan buas. Tetapi di dalam diri pemuda itu mengalir darah yang sangat murni, melebihi dari manusia yang belum pernah berbuat dosa sama sekali.


Mei Ren mengenal Xiao Shuxiang dengan cukup baik. Sepak terjang pemuda berambut panjang itu merupakan topik yang selalu dibahas di antara para pelaut. Apalagi, dalam beberapa kali kesempatan dirinya pernah menyaksikan secara langsung kekejaman pemuda itu.


Peri Laut seperti Mei Ren sebenarnya bisa naik ke daratan dan mengubah wujudnya menjadi manusia bertubuh sempurna. Tetapi memang ada batasan waktu bagi Peri Laut saat dirinya di darat. Meski demikian, mereka jarang melakukannya.


Setelah sekian lama tidak bertemu, pemuda yang pernah dia tolong masih tetap sama. Yakni memiliki tubuh dan darah suci bak tanpa noda, padahal sudah banyak nyawa yang dia rampas.


Mei Ren terus memperhatikan Xiao Shuxiang tanpa melepaskan rangkulannya pada lengan pemuda yang duduk tenang di sampingnya ini.


Dia tidak lupa memberi tatapan penuh arti pada para saudaranya untuk tidak mencari perhatian apalagi berani merebut kesayangannya.


Untuk Xiao Shuxiang, dia sama sekali tidak peduli dengan tingkah Mei Ren yang terus merangkul lengannya. Baginya yang terpenting adalah mendengarkan penjelasan dari Man Yue.


".. Manusia yang harus kau selamatkan di Benua Utara berada di dalam lautan yang dingin, dia dijaga oleh seekor Demonic Beast.."


Wujud binatang yang menjaga keturunan Penatua Da Lin tidak diketahui Man Yue. Tetapi dia memberikan lokasi pasti yang tentunya sangat membantu Xiao Shuxiang.


"Apa kau tidak bisa membawaku langsung ke sana saja?"


"Kurasa bisa, aku tahu sebuah jalan pintas. Tetapi jalan itu hanya bisa dibuka saat gerhana matahari, kau mau?"


Tidak mungkin Xiao Shuxiang akan menunggu selama itu, dia lebih baik menaiki kapal dan menggunakan kakinya sendiri untuk bisa sampai ke Benua Utara.


Man Yue kemudian menjelaskan tentang hubungan Iblis yang tertidur di Benua Selatan dengan musuh yang selama ini Xiao Shuxiang hadapi.


"Maksudmu Scarlet Bayangan?"

__ADS_1


"Benar, sudah berapa banyak anggota terkuat mereka yang berhasil kau bunuh?"


Xiao Shuxiang menjawab anggota terkuat Scarlet Bayangan disebut sebagai 'Pilar', yang terbagi menjadi 'Pilar Bawah' dan 'Pilar Atas'.


".. Masing-masing dari pilar berjumlah sepuluh. Ketua Scarlet Bayangan adalah Lan Gaozu, dialah yang menjadi Wyvern. Baik Pilar Atas maupun Pilar Bawah telah dikalahkan. Tetapi aku tidak melakukannya seorang diri,"


Saat membicarakan Scarlet Bayangan, Xiao Shuxiang menjadi ingat sesuatu yang sampai saat ini masih membuatnya penasaran. Bila Wyvern tersegel pada Pohon Teratai Iblis, lalu siapa orang yang telah melemahkan segelnya?!


".. Sepertinya masih ada satu pilar dari Scarlet Bayangan yang belum muncul di hadapanku,"


Xiao Shuxiang menyakinkan diri untuk memikirkan setiap lawannya nanti saat dirinya kembali ke kapal. Dia merasa mulai mengerti apa yang ingin dijelaskan Man Yue.


Ada kemungkinan anggota pilar yang tidak Xiao Shuxiang ketahui memiliki hubungan dengan Iblis yang ada di Benua Selatan. Dugaannya ini diberi anggukan oleh Man Yue.


Tidak ada yang dirahasiakan para Peri Laut yang duduk bersama Xiao Shuxiang. Mereka memberi informasi sesuai yang diri mereka ketahui.


Alasan mengapa mereka memberitahu Xiao Shuxiang adalah karena Dunia Siren juga akan ikut terancam apabila Iblis di Benua Selatan tidak dimusnahkan. Dan manusia tampan berambut panjang ini telah mendapat kepercayaan dari Penatua Da Lin, sekaligus pemuda inilah yang menjadi pemegang kunci dari Sembilan Gerbang Dunia. Jadi, tidak ada alasan untuk memperdebatnya.


Xiao Shuxiang merasa bersyukur di dalam hati karena tidak ditahan lebih lama. Mei Ren walau sangat ingin dirinya tinggal di Dunia Siren, tetapi wanita itu tahu dia sedang dalam perjalanan menyelesaikan misi.


Man Yue memberikan alat musiknya berupa Guqin pada Xiao Shuxiang. Dia mengatakan benda tersebut adalah Pusaka hebat yang bahkan mampu mengendalikan laut bila berhasil dikuasai dengan baik.


Xiao Shuxiang menolak, dia tidak tahu cara bermain Guqin dan dirinya juga sudah punya alat musik. Seruling Giok Putihnya masih harus dikuasai, jadi tidak ada gunanya membawa alat musik yang lain meski itu pusaka terhebat.


"Kau tidak boleh menolak saat diberi. Jadi ayo terima, selagi aku masih dalam suasana hati yang baik,"


Xiao Shuxiang memperhatikan Guqin berwarna putih giok di tangan Man Yue. Alat musik yang dipetik tersebut bukanlah keahliannya. Tetapi karena dipaksa, dia pun akhirnya menyerah.


Guqin yang telah berada di tangan Xuao Shuxiang mempunyai bentuk ramping, dan cembung ke atas.


Permukaan papan melengkung yang berwarna putih giok mewakili Surga, sementara bagian bawah yang datar mewakili Bumi, lima senarnya melambangkan lima unsur yakni logam, kayu, air, api, dan bumi. Man Yue mengatakan Xiao Shuxiang tidak akan rugi bila memilikinya.


".. Kau akan terkejut dengan rahasia di dalamnya bila Guqin itu dapat kau kuasai,"


"Kau memberiku pusaka sehebat ini.. Apa tidak masalah?"


"Anggap saja itu bentuk kepercayaanku padamu,"


Xiao Shuxiang tidak ragu lagi. Tetapi dia mengatakan akan memberikan alat musik di tangannya ini pada seseorang yang dirinya yakini akan mampu memakainya.

__ADS_1


Man Yue sedikit tersentak, tetapi kemudian dirinya mengangguk. Guqin miliknya mampu membunuh manusia yang berhati buruk. Itu sebenarnya adalah alat musik yang suci, dan di Dunia Siren hanya dirinya sendirilah yang sanggup memainkan alat musik tersebut.


Xiao Shuxiang memasukkan Guqin ke dalam Gelang Semestanya. Dia berencana akan memberikannya pada Lan Guan Zhi, karena hanya pemuda itu yang dia ketahui ahli dalam memainkan alat musik selain Patriarch Lan.


Xiao Shuxiang lalu dibawa naik ke permukaan oleh Mei Ren. Peri Laut cantik ini miliki ekor ikan berwarna merah muda dengan corak gulungan ombak.


Mei Ren memakai kekuatannya untuk membuat Xiao Shuxiang dapat bernapas di air, tangan yang selalu menyentuh pemuda ini adalah media penyalurnya.


Xiao Shuxiang tidak bisa melihat apapun selain warna hitam setelah dirinya dibawa keluar istana. Dia hanya dapat merasakan dinginnya air dan tangan Mei Ren.


Peri Laut ini memakai portal yang membuat dirinya dan Xiao Shuxiang tiba di dekat kapal berwarna hitam milik Zanjin yang telah diambil alih oleh para kultivator.


Sebelum ada manusia lain yang melihatnya, Mei Ren segera berpamitan. Dia mengatakan semoga dirinya dapat bertemu Xiao Shuxiang lagi.


Di atas kapal, beberapa kultivator dan Hu Li terus memanggil-manggil nama Xiao Shuxiang. Hu Li sudah mencari Tuan Mudanya selama dua hari, tetapi hasilnya masih tetap sama. Dia tidak berhasil menemukannya.


"Tuan Muda Xiao?! Itu Tuan Muda Xiao..!"


!!


Hu Li tersentak saat mendengar seruan salah satu penumpang. Dia akhirnya dapat bernapas lega saat Tuan Mudanya melompat naik dan menapak indah di dek kapal.


"Tuan Muda Xiao?! Kau dari mana saja? Aku sangat mengkhawatirkanmu.."


Xiao Shuxiang langsung mendapat pelukan dari Hu Li dan Liu Xi Ling, dia tersenyum dan meminta maaf karena sudah membuat cemas banyak orang.


Anak perempuan berusia 9 Tahun yang sebelumnya akrab dengan Xiao Shuxiang juga ikut memeluknya, anak kecil itu bahkan menangis. Dia sangat bersyukur karena Kakak Xiao-nya sudah kembali.


Liu Min Jie sama cemasnya, dia merasa lega sebab Alkemis Muda tersebut dalam keadaan yang baik-baik saja. Perasaan Fan Chuan sama seperti milik Liu Min Jie, tetapi dia tidak bisa beranjak dari tempatnya berdiri karena melihat Xiao Shuxiang sedang dikerumuni banyak orang.


Melihat pemuda itu dalam keadaan sehat membuat dirinya senang. Fan Chuan lalu memberi perintah untuk melaju lebih cepat, kali ini dia telah mengatur perjalanan yang lebih aman dari biasanya.


Kapal milik Zanjin membuat Fan Chuan berdecak kagum. Selama ini, waktu yang dia butuhkan untuk bisa sampai ke Benua Utara adalah tujuh setengah bulan. Tetapi sekarang waktu yang dia butuhkan hanya 5 bulan 2 hari.


Kapal Fan Chuan berlabuh di pinggiran wilayah Kekaisaran Salju Putih, Benua Utara. Tempat yang ramai oleh kapal-kapal lainnya serta para pedagang dari berbagai tempat.


Semenjak Xiao Shuxiang naik kapal kembali, kegugupannya terhadap air sudah menghilang. Dia bahkan tidak merasa mual-mual lagi, kegelapan yang dirasakannya saat dibawa Mei Ren ke permukaan ternyata tidak semenakutkan dengan apa yang dipikirkannya.


Dia akhirnya tidak akan lagi merepotkan Liu Xi Ling dan anak kecil menggemaskan bermata hijau muda tersebut bila nanti satu kapal lagi.

__ADS_1


Benua Utara memiliki pemandangan yang berbeda dengan Benua Timur. Xiao Shuxiang dan teman-temannya disambut dengan butiran salju yang turun begitu perlahan.


***


__ADS_2