XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
90 - Teratai Bulan [Revisi]


__ADS_3

Dai Chen mengajak Xiao Shuxiang ke danau buatan yang lain. Tempat ini tidak benar-benar tersembunyi dan memiliki tumbuhan teratai yang sangat banyak, tetapi tidak ada seorang pun murid yang berani mengambil teratai di Danau ini.


Alasannya adalah karena teratai tersebut adalah milik dari Grand Elder Sekte Pedang Langit dan Patriarch Ketiga.


Teratai Bulan, memiliki bentuk bunga yang lebih kecil dari teratai biasa, berwarna biru cerah dengan daun berwarna putih. Buah teratai ini lebih besar dan kulit bijinya berwarna hitam, ada aroma khas dan lebih kental daripada teratai biasa pada umumnya.


Satu hal yang menarik dari Teratai Bulan adalah usia pertumbuhan mulai dari kecambah hingga menghasilkan buah memakan waktu 100-200 tahun.


Dalam memetik buah Teratai Bulan juga harus hati-hati dan tidak boleh dipetik langsung dengan tangan, karena akan membuat Teratai Bulan layu.


Satu buah teratai yang dipetik dengan tangan secara langsung, selain membuatnya layu juga membuat teratai lainnya ikut layu. Dan butuh waktu 50-100 tahun untuk kembali segar seperti semula.


Dai Chen beberapa kali mendengar tentang Teratai Bulan dan teknik pemetikannya, namun dia sama sekali tidak memberitahukan apa pun kepada Xiao Shuxiang kecuali nama teratai tersebut.


Xiao Shuxiang begitu kagum melihat hamparan bunga teratai dan buah-buahnya yang sudah matang sempurna. "Jadi ini Teratai Bulan?! Apa bisa dimakan?"


"Tentu saja, kudengar bahkan daunnya bisa dimakan dan rasa buahnya saat dijadikan sup lebih enak dari buah teratai biasa..." Dai Chen kembali berkata, "Aku harus pergi. Ada kelas malam yang harus kuikuti,"


"Yaa Sudah, belajarlah yang rajin..!" Xiao Shuxiang begitu semangat, dia lalu berjalan ke pinggir danau sambil menimbang-nimbang teratai mana yang akan dipetiknya.


Di perjalanan, senyum seringai Dai Chen tidak pernah luntur. Dia yakin Xiao Shuxiang akan mendapat hukuman yang berat.


Sebenarnya, tiga hari yang lalu. Lan Gaozu pernah menerangkan perihal Teratai Bulan dan larangan untuk memetiknya bagi para murid.


Namun Xiao Shuxiang tidak ada di tempat karena sedang menerima hukuman menyalin seribu aturan sekte dan tidak ada siapa pun yang memberitahukan hal ini kepadanya.


Dai Chen sendiri awalnya tidak benar-benar yakin rencananya akan berhasil. Namun saat melihat ekspresi Xiao Shuxiang yang bahkan tidak bisa membedakan teratai muda dan sudah matang----maka pandangan Dai Chen berubah.


"Aku mendengar bahwa Patriarch Ketiga akan datang malam ini untuk memetik beberapa Teratai Bulan. Kuharap bocah itu sudah memetiknya saat patriarch datang, supaya dia bisa mendapat hukuman penggal kepala secara langsung oleh patriarch..."


Apa yang diharapkan Dai Chen sebagian besar terjadi. Ketika Xiao Shuxiang memetik sebuah Teratai Bulan, mendadak tanaman teratai menjadi layu.


!!


Batang teratai, bunga, serta daunnya menyusut dan berubah warna menjadi cokelat tua seperti kekeringan. Tidak hanya satu, tapi seluruh Teratai Bulan yang ada mengalami hal yang sama.


"Ada apa ini?!" Xiao Shuxiang begitu terkejut dan kebingungan.


Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada seluruh tanaman Teratai Bulan di depannya. Bersamaan dengan kebingungan Xiao Shuxiang, sebuah keranjang anyaman jatuh dari atas dan tepat mengenai kepalanya.


Xiao Shuxiang langsung mendongak dan melihat seorang kultivator berpakaian putih dengan rambut hitam panjang melayang sedikit jauh di atasnya.


Kultivator ini memakai kain cadar. Tubuhnya seperti membeku dengan tatapan matanya memperlihatkan keterkejutan yang amat sangat.


"Te.. Te.. ratai.. Bu.. Lanku.."

__ADS_1


!!


Xiao Shuxiang baru menyadari bahwa kultivator tersebut adalah Patriarch Ketiga. "Sebuah keranjang... Teratai Bulan... dan Patriarch Ketiga...-!!" Xiao Shuxiang mendadak menutup mulutnya, dia mulai tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Dai Chen...!! Kau Membuatku Dalam Masalah!!"


Xiao Shuxiang perlahan-lahan melangkah mundur, dia berniat meninggalkan tempat ini sesegera mungkin sebelum Patriarch Ketiga tersadar.


Secara tidak sengaja Xiao Shuxiang malah menginjak daun bambu dan bersamaan dengan itu, sebuah kilatan cahaya melesat dan membuat retakan tepat di samping kaki kanannya.


Xiao Shuxiang mendadak menahan napas. Dia merasakan jantungnya berhenti berdetak beberapa detik sebelum mulai berpacu kencang.


Patriarch Ketiga segera berbalik dan menatap ke bawah dengan ekspresi yang begitu dingin seolah akan menelan Xiao Shuxiang hidup-hidup.


Glek


Xiao Shuxiang menelan ludahnya. Dia memaksa otaknya berpikir cepat agar tidak sampai membuat Patriarch Ketiga lebih marah. Meski sebenarnya, Xiao Shuxiang tidak takut... tetapi melawan seorang Patriarch dengan praktiknya sekarang sama saja bunuh diri.


Tidak ada suara yang keluar dari mulut Patriarch Ketiga, hanya tatapan matanya begitu dingin dengan ujung telinganya yang nampak memerah karena marah.


"E... Te-Tetua Tiga, ini..." Xiao Shuxiang merasakan tenggorokannya sakit, dia kesulitan menyusun kalimat yang bisa menyelamatkan nyawanya.


Patriarch Ketiga melayang sedikit lebih rendah, dia ingin melihat lebih jelas wajah anak yang berani merusak tanaman Teratai Bulannya.


Xiao Shuxiang jelas tidak mungkin melepaskan kepalanya, bukankah itu berarti Patriarch Ketiga menyuruhnya untuk mati?!


Di saat Xiao Shuxiang sedang berhadapan dengan maut, Dai Chen yang berbaring di atas tempat tidurnya tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Dia ingin malam cepat berlalu sehingga bisa menyaksikan hukuman berat yang diterima Xiao Shuxiang.


"Aku ingin lihat ekspresi Zong Ming dan teman-temannya...! Mereka pasti berwajah yang sangat bagus...!"


Di kamar lain, tepatnya kamar milik Xiao Shuxiang. Terlihat Jing Mi dan Bao Yu yang begitu panik. Mereka sudah lama menunggu Xiao Shuxiang, tetapi saudara mereka itu belum juga kembali.


"Apa saudara Xiao marah padaku...?" Jing Mi cemas jika ketidak-pulangan Xiao Shuxiang adalah karena dia yang menertawainya saat di Balai Peristirahatan beberapa waktu lalu.


Bao Yu menenangkan Jing Mi, "Saudara Xiao bukanlah orang yang akan marah hanya karena masalah kecil seperti itu. Sebaiknya kita cari saudara Xiao di tempat lain, mungkin saja dia sedang bersama dengan saudara Hou."


Jing Mi mengangguk. Dia bersama dengan Bao Yu kemudian berjalan pergi untuk menemui Hou Yong di kamarnya.


Sayangnya, saat Jing Mi dan Bao Yu sampai di sana----Xiao Shuxiang ternyata tidak ada. Hou Yong bahkan berkata tidak melihat Xiao Shuxiang semalaman ini.


Hou Yong, "Mungkinkah saudara Xiao ada di Pagoda Tingkat Sembilan?"


"Tidak mungkin, hukumannya menyalin seribu aturan sudah berakhir. Bantu aku mencarinya di tempat lain..!"


Hou Yong dan Bao Yu mengangguk, mereka kemudian mencari Xiao Shuxiang di kamar teman-temannya.

__ADS_1


Xiao Shuxiang sendiri masih belum lepas dari maut. Dia menggunakan seluruh tatapan anak polos nan tak berdosanya untuk membujuk Patriarch Ketiga agar mau memaafkan serta melepaskannya.


"Tetua, aku sungguh tidak sengaja...! Ini semua salah Dai Chen, dia mengerjaiku..."


"Kau pikir aku akan mengasihanimu? Aku tidak peduli siapa itu Dai Chen. Yang kulihat... kau merusak tanamanku...!"


Xiao Shuxiang tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia sebenarnya terkejut karena baru mengetahui bahwa Teratai Bulan adalah tanaman yang langka dan proses pertumbuhannya pun sangatlah lama. Sangat pantas membuat Patriarch Ketiga semarah ini.


"Te-Tetua, meskipun aku melepas kepalaku... tanaman terataimu tidak akan kembali seperti semula. Kau tidak akan mendapatkan apa-apa..."


Xiao Shuxiang kemudian berpikir sejenak untuk memberikan penawaran yang bisa menyelamatkan nyawanya. "Aku mungkin akan menyesali ini, tetapi Xiao Shuxiang tidak boleh sampai mati sebelum membuat Benua Timur musnah...!!"


Xiao Shuxiang, "Ba-bagaimana jika kutawarkan diriku menjadi pelayanmu. Aku akan menjadi pelayan sampai Teratai Bulan Tetua mekar dan hidup kembali. Ya ampun, aku pasti sudah gila..."


"Dibandingkan membuatmu menjadi pelayan. Aku lebih suka memotongmu kecil-kecil dan kuberikan pada ikan!"


"Te-Tetua Tiga, tapi aku hebat dalam memasak. Kau tidak akan kecewa, sungguh!"


"Kau pikir aku butuh makan, hah?!"


Dalam hati Xiao Shuxiang mengelus dada, setiap penawaran dan bujukannya selalu ditanggapi dengan dingin oleh Patriarch Ketiga. Seolah-olah, dia berhadapan dengan Lan Guan Zhi versi dewasa. "Kuharap anak itu tidak akan seperti Tetua Tiga..."


"Tetua... Kau adalah Patriarch dari Sekte Pedang Langit. Tidakkah kau merasa kejam pada anak kecil sepertiku...?" Xiao Shuxiang mulai memakai jurus pamungkasnya, yaitu tatapan penuh harap.


"Tetua... Aku ingin menebus kesalahan karena ketidak-tahuanku dengan menjadi pelayanmu. Tetapi kalau kau tidak mau... maka kau boleh menebas kepalaku jika itu bisa membuatmu lebih baik..."


Xiao Shuxiang berlutut sambil memperlihatkan wajah sedih dan tatapan mata yang sedikit berair.


"Tetua, sebelumnya aku minta maaf. Sungguh aku tidak sengaja. Dan jika tidak merepotkan, tolong sampaikan permintaan maafku kepada kakek karena sudah menjadi cucu yang begitu nakal..." Xiao Shuxiang tersentuh dengan kata-katanya sendiri, dia bahkan tidak sadar telah meneteskan beberapa air mata.


Tatapan mata Patriarch Ketiga sama sekali tidak berubah, dia masih menatap Xiao Shuxiang dengan tatapan dingin dan penuh amarah. "Apa kau tahu, berapa lama waktu yang akan kau habiskan jika menjadi pelayanku?"


Xiao Shuxiang tentu saja mengetahui hal tersebut. Paling lama dirinya menjadi pelayan adalah seratus tahun penuh dan paling sedikit adalah 50 tahun.


Xiao Shuxiang tidak ingin memilih keduanya. Pertama-tama dia harus menyelamatkan nyawanya terlebih dahulu, kemudian mencari cara untuk membuat tanaman Patriarch Ketiga bisa kembali hidup tanpa menghabiskan 50-100 tahun.


"Aku sangat tahu Tetua, tapi itu masih lebih baik daripada kau membunuhku. Setidaknya... aku masih bisa menebus kesalahanku selain memberikan kepalaku padamu..." Xiao Shuxiang menatap Patriarch Ketiga dengan wajah dan tatapan polosnya, hanya ini penawaran yang dia miliki.


Patriarch Ketiga turun dan langsung mencengkeram kerah belakang Xiao Shuxiang. Dia lalu melesat dengan kecepatan yang luar biasa menuju Gunung Induk dengan membawa Xiao Shuxiang bersamanya.


Tekanan angin yang begitu kencang membuat Xiao Shuxiang harus menggunakan Teknik Pernapasan Udara, Angin dan Pengontrolan Qi secara bersamaan. Itu sangat membebani dengan tubuhnya yang masih berusia 7 tahun.


Dia sebenarnya terkejut karena tiba-tiba saja Patriarch Ketiga membawanya. Semoga saja dia tidak dijatuhkan dari ketinggian dengan kecepatan yang luar biasa ini.


***

__ADS_1


__ADS_2