XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
330 - Terjebak Bersama


__ADS_3

Jing Mi dan Hou Yong saat ini terlihat membawa balok-balok kayu di punggungnya. Mereka membantu para pekerja yang lain untuk membangun 50 gedung milik Nie Shang.


Suara gergaji dan palu menjadi musik pengiring kegiatan Jing Mi serta Hou Yong di malam hari.


Tidak ada rasa lelah yang nampak di wajah keduanya, tetapi keringat yang mengucur di tubuh dan dahi mereka menjadi bukti bahwa Jing Mi dan Hou Yong telah bekerja begitu keras.


"Tuan Muda Jing, Tuan Muda Hou, mari istirahat sebentar.."


Suara Hu Li menginterupsi kegiatan Jing Mi dan Hou Yong mengangkat balok-balok kayu. Mereka melihat pemuda berambut putih yang berwajah manis itu sedang membawa nampan berisi makanan.


Tidak hanya Hu Li, tetapi juga beberapa pelayan wanita berpakaian hijau muda juga ikut membawa makanan. Ini memang sudah waktunya para pekerja beristirahat sambil mengisi perut mereka.


Pii~


O Zhan yang berada di atas kepala Hu Li bersuara dan seakan ikut memanggil Jing Mi. Semenjak kedatangannya, rubah berbulu putih ini menjadi penyemangat bagi para pekerja karena tingkah menggemaskannya.


Dari 50 gedung yang rencananya akan dibangun, kini baru 27 yang selesai dan sedang dalam tahap dirapikan. Nie Shang benar-benar niat membuka bisnisnya di Benua Tengah.


Siapa yang tidak mengenal Nie Shang? Dia adalah Wali Kota Tanah Batu sekaligus teman Xiao Shuxiang dan pernah belajar di Sekte Pedang Langit bersama-sama.


Praktik Nie Shang biasa-biasa saja, usianya sekarang hampir memasuki 28 Tahun. Namun bila dilihat dari wajahnya, Nie Shang jauh lebih muda dari usianya yang sebenarnya.


Dibandingkan dengan Jing Mi, Hou Yong, dan Hu Li--Dia termasuk teman Xiao Shuxiang yang kemampuan bertarungnya paling lemah.


Namun di samping itu, kelebihan Nie Shang ada pada bakatnya dalam berbisnis. Dia tidak pernah takut dengan apa pun sebab percaya teman-temannya selalu menjadi pelindungnya.


"Waah, siapa yang memasak ini? Dari aromanya saja sudah sangat enak~" Jing Mi sampai menutup mata saat mencium aroma sup yang kaya akan rempah.


Sejak datang ke Benua Tengah, Jing Mi langsung menyukai makanan khas benua ini. Cita rasa pedas serta aroma rempah yang kuat menjadi favoritnya.


"Saudara Jing, tahan air liurmu. Kau ini memalukan," meski Hou Yong menegur Jing Mi, namun dia juga ikut mengusap air liurnya.


Kultivator sebenarnya bisa saja tidak makan, mereka dapat menggunakan Qi sebagai pengganti nutrisi. Tetapi untuk sekarang Jing Mi dan Hou Yong lebih memilih menghemat Qi mereka.


Ada sekitar 20 pria yang dipekerjakan Nie Shang selain Jing Mi dan Hou Yong, dia juga mempekerjakan 15 wanita yang tugasnya membuat makanan dan membersihkan bangunan. Kedatangan Hu Li cukup membantu pekerjaan ini menjadi lebih mudah.


"Malam hari dengan makanan hangat adalah yang terbaik~ Ah iya, apa Saudara Nie sudah selesai rapatnya?"


Jing Mi bertanya pada Hu Li sambil terus makan. Dia sesekali mengajak salah satu pekerja untuk makan lebih banyak dan tak perlu malu-malu. Tubuhnya yang lebih besar dan kekar dibandingkan yang lain membuat Jing Mi lebih mengintimidasi.


"Tuan Muda Nie masih berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya yang lain. Kudengar mereka akan membeli lahan lagi."


?!


Hou Yong tersedak makanannya saat mendengar ucapan Hu Li. Dia berulang kali batuk dan sempat diberi segelas air oleh seorang pekerja yang duduk di sampingnya.


"Nie Shang ingin membeli lahan lagi?! Sebenarnya apa yang anak itu pikirkan?" Hou Yong terbatuk sambil mengusap-usap dadanya, dia berpendapat mendirikan 50 bangunan bukanlah hal yang mudah dan Nie Shang malah..


".. Haah.. Aku tidak habis pikir dengan anak itu,"


"Saudara Hou, kau jangan mengeluh. Nie Shang pernah bilang dia ingin membangun penginapan besar, dia bekerja sama dengan para pedagang yang lain dan Saudara Xiao juga mendukungnya. Tapi memang kita butuh banyak pekerja lagi,"


Jing Mi memberi penyemangat bagi Hou Yong dalam menjalani hari. Dia lalu meminta tambah pada Hu Li dan kembali makan. Pekerja yang duduk di sampingnya nampak mengangguk dan mulai membuka suara.


"Kita memang membutuhkan lebih banyak pekerja lagi. Dua puluh orang masih terlalu sedikit apalagi jika Tuan Muda Nie melakukan perluasan lahan,"


Ada sekitar 18 keluarga pedagang yang bekerja sama dengan Nie Shang. Mereka berencana membuat penginapan bernama, 'Penginapan Seribu Tahun'. Sebuah penginapan terluas di Kota Bintang Biduk.


18 keluarga pedagang tersebut memiliki koneksi dengan para pedagang yang lain, dan ini jelas adalah hal baik bagi perkembangan 'Penginapan Seribu Tahun'.


Tempat tersebut akan menjadi lapangan pekerjaan baru bagi orang-orang di Benua Tengah.


Kepiawaian Nie Shang dalam mengajak para pedagang bergabung dengannya membuat dia mendapat dukungan serta modal usaha yang tidak sedikit. Apalagi penyumbang utamanya adalah Xiao Shuxiang.


Saudaranya itu memiliki banyak harta, bahkan sepuluh guci kecil pil tingkat menengah buatan Xiao Shuxiang dihargai sampai 5000 Spirit Stone per-5 butirnya.


Saat masih sedang makan.. Jing Mi dan Hou Yong mendengar suara langkah kaki. Ketika menoleh, mereka melihat Nie Shang berjalan seorang diri sambil memegang kipas berwarna hijau yang senada dengan pakaiannya.


"Saudara Nie, mari makan. Kau terlihat lelah sekali," Jing Mi meminta Nie Shang duduk di sampingnya, saudaranya tersebut tanpa ragu menurut.


"Aku memang begitu lapar, seharian terus bekerja membuatku lelah.."


Nie Shang ikut bergabung dengan Jing Mi dan yang lainnya, beberapa pekerja ada yang sudah selesai makan. Mereka terlihat beristirahat, namun ada juga yang langsung melanjutkan pekerjaan mereka kembali.


"Ah iya, ke mana Siu Yixin? Saudara Mo juga tidak terlihat bersamamu.." Jing Mi baru sadar Siu Yixin dan Mo Huai tidak ada di antara para pekerja.


Nie Shang, "Siu Yixin mengantar para pelanggan ke rumahnya masing-masing hingga selamat. Mo Huai sendiri mencari properti di pasar, mereka benar-benar membantuku.."


Nie Shang makan dengan lahap, dia sesekali menanyakan keadaan Xiao Shuxiang pada Hu Li. Entah bagaimana keadaan temannya tersebut.


"Sebelum saya kemari, Tuan Muda Xiao dalam keadaan baik. Tapi untuk saat ini, saya tidak tahu lagi.. Semoga saja Tuan Muda tidak mengalami masalah di perjalanannya.."


Pii~

__ADS_1


Hou Yong, "Satu-satunya yang jadi masalah adalah keberadaan Kakak Lu Yang Cantik dan Yi Wen dalam perjalanan Saudara Xiao kali ini. Kedua gadis itu berisik dan sulit diatur. Aku berani bertaruh Saudara Xiao akan kewalahan menghadapi mereka,"


Jing Mi dan Nie Shang mengangguk setuju. Bagi mereka, mengajak gadis bertualang sangatlah merepotkan, apalagi jika gadis itu cerewet serta tidak pernah diam seperti Xiao Lu dan Yi Wen.


Sayangnya, bukan masalah tersebut yang sedang dialami Xiao Shuxiang saat ini, tetapi masalah yang lebih rumit lagi.


Tap


Tap


Jauh di tempat Jing Mi, Hou Yong, Hu Li, dan Nie Shang berada--kekacauan masih terjadi di Kota Sayap Pegar. Debaman keras serta suara gemuruh petir terus mengalun tiada henti, hampir merusak pendengaran.


Xiao Shuxiang nampak berjalan di belakang Ling Qing Zhu, sesekali dia berhenti saat tanah yang dipijaknya bergetar hebat. Dirinya beberapa kali bahkan harus menghindari longsoran tanah.


".. Aku sangat yakin para pendekar itu bertarung karena memperebutkan salah satu barang pelelangan. Mereka benar-benar berisik,"


Ling Qing Zhu juga memikirkan hal yang sama dengan yang Xiao Shuxiang katakan, tetapi dia lebih tertarik mencari jalan keluar dibanding dengan merutuki para pendekar yang bertarung--jauh di atas tempatnya berjalan ini.


"Kucing Putih, kita sudah berjalan selama hampir tiga jam dan hanya aku yang bicara sejak tadi. Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?"


"Mn,"


"Bisakah kau bicara hal lain selain kata itu? Kau bahkan lebih buruk dari Lan Zhi,"


Xiao Shuxiang memain-mainkan seruling giok putihnya, dia sesekali menoleh ke arah Rumput Bulan yang ada di kedua sisi dinding. Meski tidak terlalu terang, namun Rumput Bulan lumayan membantunya melihat jalan.


Baaam..!


"Suara itu semakin jelas. Kita sebenarnya ada di jalur yang tepat, kan?"


!?


Xiao Shuxiang tidak sengaja menabrak punggung Ling Qing Zhu. Dia spontan memukul pelan punggung gadis berambut putih di depannya karena berhenti secara tiba-tiba.


"Apa yang kau lakukan? Cepat jalan,"


Xiao Shuxiang mengusap-usap hidungnya yang sempat membentur kepala Ling Qing Zhu. Meski tidak terlalu sakit, tetapi yang terjadi barusan cukup membuatnya kaget.


Ling Qing Zhu berbalik dan menatap Xiao Shuxiang, wajahnya masih tenang dengan tatapan mata yang seperti biasa--dingin namun meneduhkan.


"Minta maaf,"


"Apa? Aku tidak salah dengar kan? Kau yang berhenti tiba-tiba, kenapa aku yang harus meminta maaf,"


"Lakukan,"


"Tidak akan. Lebih baik kau berbalik dan jalan," Xiao Shuxiang memegang kedua pundak Ling Qing Zhu dan membalikkan tubuh gadis itu hingga kembali memunggunginya.


Xiao Shuxiang mendorong pelan Ling Qing Zhu hingga gadis tersebut mau tidak mau harus tetap berjalan. Namun jelas sekali tatapan mata gadis berambut putih panjang ini tidak suka bila Xiao Shuxiang belum meminta maaf padanya.


"Kucing Putih, kenapa kau jadi kekanakan? Apa kau sedang menggodaku?"


"Minta maaf,"


"Tapi bukan aku yang salah,"


"Lakukan,"


"Baiklah, baiklah. Aku minta maaf karena tidak sengaja menabrakmu, sekarang ayo jalan.."


Ling Qing Zhu menepis tangan Xiao Shuxiang pada kedua pundaknya. Meski raut wajahnya masih begitu tenang, tetapi sorot matanya mengisyaratkan bahwa dia menang karena mampu membuat Wali Pelindungnya meminta maaf.


Xiao Shuxiang yang menyadari ini hanya mendengus dalam hati karena tidak percaya Kucing Putihnya bisa juga bertingkah menggemaskan.


"Haah.. Ketahanan jantungku seperti sedang diuji.." sambil mengusap-usap dada pelan, Xiao Shuxiang mengikuti Ling Qing Zhu dari belakang.


Perjalanan keduanya kali ini cukup aman. Suara pertarungan dan getaran tanah tidak terlalu terasa lagi, hanya saja saat ini Ling Qing Zhu kembali berhenti saat menemukan jalanan bercabang di depannya.


Xiao Shuxiang tidak lagi menabrak Ling Qing Zhu, bisa dibilang dirinya juga melihat dua jalanan tersebut. Sisi kiri begitu gelap gulita, sementara sisi kanan terdapat Rumput Bulan di atasnya.


"Kata salah seorang warga, kita harus mengikuti jalan yang ditumbuhi Rumput Bulan. Bagaimana menurutmu?"


"Mn,"


Ling Qing Zhu mengangguk pelan, dia kemudian melangkah ke cabang jalan di sebelah kanan bersama Xiao Shuxiang. Semakin dirinya masuk.. Kedua sisi dinding makin melebar.


Sssrk..!


!!


Ling Qing Zhu dengan tiba-tiba menarik keluar pedangnya. Dia dan Xiao Shuxiang mendengar suara aneh yang jelas bukan berasal dari pertarungan para pendekar.


Sssrk..!

__ADS_1


Suara itu semakin jelas, asalnya seakan berada di depan mereka. Xiao Shuxiang memegang kuat Seruling Giok Putihnya dan meminta Ling Qing Zhu bersiap-siap.


".. Aku merasakan ada Demonic Beast di sekitar sini. Akan kupancing dia keluar, kau urus sisanya,"


"Mn,"


Xiao Shuxiang mulai meniup seruling miliknya. Dia memainkan tiga nada yang menghasilkan suara nyaring dan jelas selang beberapa detik.. Aura mencekam di sertai angin kejut datang dari arah depannya.


!!


Dua cahaya bersinar hijau dan itu merupakan mata seekor Demonic Beast berwujud Lipan. Tubuh binatang tersebut berwarna hitam legam dengan kaki-kakinya berwarna semerah darah.


Dia memiliki gigi taring yang mirip capit kepiting di kedua sisi mulutnya. Lipan itu juaga mempunyai bulu-bulu halus dan dirinya nampak sangat marah pada makhluk yang telah mengusiknya.


!!


Ling Qing Zhu melesat dengan pedang terayun kuat. Suara senjatanya begitu nyaring kala Pedang Tetesan Embunnya berbenturan dengan kepala Demonic Beast itu.


Dia melompat menghindari serangan asam dari lipan bertaring capit kepiting tersebut. Asam yang mengenai dinding tanah langsung mengeluarkan asap seperti habis terbakar.


Xiao Shuxiang tidak hanya diam dan menyaksikan Ling Qing Zhu melawan Demonic Beast itu, dia juga melesat dengan Seruling Giok Putih terayun layaknya pedang.


TRAANG!


Serulingnya juga ikut bersuara ketika membentur kulit lipan dengan keras. Dia melompat ke atas untuk menghindari serangan asam dan segera memberi tendangan tepat di kepala lipan itu.


Demonic Beast ini berusia sekitar 3000 Tahun, berbahaya bagi pendekar serta kultivator praktik Master Foundation Tingkat Perak Tahap Awal ke bawah, namun bukan apa-apa bagi Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu.


Lihat saja, keduanya setelah mengalirkan Qi pada senjata masing-masing dan menyerang lipan itu--Demonic Beast tersebut tidak mampu berkutik.


Binatang itu terpotong menjadi 15 bagian yang seluruh tubuhnya langsung dimasukkan Xiao Shuxiang ke dalam Gelang Semesta. Pemuda berambut panjang tersebut mendapat tatapan aneh dari Ling Qing Zhu.


"Mn? Aku menyimpannya untuk makanan Yīng xióng. Jangan memberiku tatapan seperti itu, ayo jalan.."


Ling Qing Zhu menyarungkan kembali pedangnya. Dia berjalan mengikuti Xiao Shuxiang, namun hanya beberapa langkah sampai dia berjalan lebih cepat dan mendahului Wali Pelindungnya ini.


Xiao Shuxiang berkedip dan sedikit memiringkan kepalanya. "Entah mengapa, tapi aku merasa tingkahmu berbeda dari yang biasanya. Apa karena kita terperangkap di terowongan bawah tanah hanya berdua?"


..


Wali Pelindungnya mulai cerewet lagi, padahal Ling Qing Zhu hanya bersikap seperti biasa tetapi Xiao Shuxiang malah menganggapnya tidak demikian.


".. Aku tahu aku ini mempesona, tampan, dan sangat luar biasa. Jadi aku sangat mengerti jantungmu berdebar-debar tidak karuan saat bersamaku hingga kau bisa salah tingkah seperti ini, tapi-"


!


Tangan kiri Ling Qing Zhu langsung menempel di mulut Xiao Shuxiang dan membuat pemuda tersebut berhenti berjalan. Dia menyuruh Wali Pelindungnya untuk diam dan tidak bersuara lagi.


Xiao Shuxiang memang tidak bicara untuk sesaat sebab tangan Ling Qing Zhu menutup mulutnya. Namun dia lalu melakukan sesuatu yang membuat gadis di depannya nyaris jantungan.


!!


Secara sadar, Xiao Shuxiang menjilat tangan Ling Qing Zhu yang membekap mulutnya. Gadis berambut putih tersebut segera melompat mundur dengan mata melotot karena terkejut.


"Ha ha ha, siapa suruh kau menutup mulutku.." Xiao Shuxiang berusaha menahan tawanya tetapi tidak bisa. Ling Qing Zhu yang berjongkok di pinggiran dinding dan seakan habis tersentrum membuat tingkahnya terlalu lucu untuk tidak ditertawakan.


Meski penerangan di tempat ini tidak begitu terang, namun Xiao Shuxiang masih dapat melihat pipi gadis bercadar tipis tersebut memerah.


Ling Qing Zhu memegang erat tangan kirinya, sensasi saat telapak tangannya dijilat belum juga menghilang. Dia sungguh tidak menyangka pemuda berpakaian hitam yang dipelototi ini begitu tidak tahu malunya.


Dengan cepat, Ling Qing Zhu menarik pedangnya dan tiba-tiba saja berdiri di belakang Xiao Shuxiang dengan bilah pedang yang mengkilap dan nyaris menempel di leher pemuda tersebut.


!!


"Tu-tunggu dulu Kucing Putih. Apa yang kau lakukan? Kau tidak perlu seserius ini Kawan," Xiao Shuxiang mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan telinga, dia meminta Ling Qing Zhu untuk menyarungkan kembali pedangnya.


"Memalukan,"


"Aku tidak akan melakukannya jika kau tak menutup mulutku. Jadi ayo turunkan pedangmu. Sayangi aku, oke?"


"Jalan,"


Ling Qing Zhu menempelkan bilah pedangnya yang dingin ke leher Xiao Shuxiang. Di balik cadar tipisnya--pipinya masih nampak memerah, kejadian tadi benar-benar hampir membuat jantungnya meledak.


"Kucing Putih, kurasa ini keterlaluan.. Aku seperti buronan yang baru saja tertangkap. Apa-"


"Jalan,"


Xiao Shuxiang hanya bisa menurut, suara Ling Qing Zhu lebih dingin dari biasanya. Mungkin bukan gadis cantik ini yang keterlaluan, tetapi dirinya. Padahal bila dipikirkan lagi, dia hanya sedikit menggoda Ling Qing Zhu.


".. Dia sendiri yang membekap mulutku. Apa aku salah menjilatinya? Untung aku tidak mengigit tanganmu,"


Xiao Shuxiang hanya bisa protes dari dalam hati. Dia terus berjalan dengan bayang-bayang bilah pedang Ling Qing Zhu yang begitu dekat dengannya.

__ADS_1


***


__ADS_2