XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
450 - Yīng xióng VI [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang bisa mendengar suara itu. Seakan suara asing tersebut ada di dalam kepalanya. Matanya terbuka dan nampak berkilat, terbentuk urat-urat tipis kehitaman di lehernya.


"Kau tidak mengenal mereka, jadi untuk apa menahan diri? Bunuh saja semuanya. Bukankah, kau sangat menyukai itu?"


"Diamlah!"


"Hmph, Xiao Shuxiang-ku yang malang. Sekeras apa pun usahamu menjadi bagian dari mereka, itu hanya akan sia-sia. Saat mereka semua tahu siapa kau yang sebenarnya, kau akan ditinggal sendirian. Tidak ada yang mau menerimamu. Apa kau masih menyangkal itu?"


Tangan Xiao Shuxiang bergemeretakan. Darah segar yang mengucur dari kedua tangannya membuat beberapa bagian dari pakaiannya menjadi basah.


"Tidak perlu menyakiti diri sendiri, Shuxiang. Lakukan saja apa yang sangat kau inginkan. Bukankah sekarang saat yang tepat untuk membunuh mereka semua?"


!!


Wajah Xiao Shuxiang memucat, urat-urat tipis kehitaman semakin pekat di lehernya dan kini sudah menjalar naik di sebagian pipinya.


"Aku.."


"Lakukan saja. Bunuh mereka semua. Tidak ada yang bisa menghentikanmu sekarang.."


"Diam, kau membuat kepalaku sakit."


".. Jangan menahan diri lagi, Shuxiang. Aku tahu kau sangat ingin melakukannya. Lihat, mereka semua pendekar yang kuat. Pasti menyenangkan menarik keluar isi perut mereka dan mendengarkan erangan kesakitan yang merdu itu. Kau pasti sudah lama merindukannya.."


!!


Napas Xiao Shuxiang semakin tidak karuan, jantungnya berdebar tidak terkendali. Kedua tangannya disatukan dan dikepalkan erat. Untung saja lengan pakaiannya panjang dan berwarna merah hingga darah yang mengucur di kedua tangannya tidak disadari siapa pun.


".. Ayo Shuxiang. Jangan menyakiti dirimu. Kau sendiri tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak menyembuhkan penyakitmu ini. Coba perhatikan baik-baik, mereka semua memiliki tubuh yang bagus. Sangat bagus sampai mengundang rasa penasaran untuk membelah setiap bagian dari tubuh mereka."


Darah berdesir kuat di dalam tubuh Xiao Shuxiang. Walau berusaha menolak, namun dia tidak bisa membohongi keinginannya yang memuncak.


"Aku memang sudah lama tidak melakukan itu. Sudah sangat lama.. Ini memang saat yang tepat."


Nyaris saja Xiao Shuxiang kehilangan kendali andai bahunya tidak ditepuk oleh seseorang.


!!


Pikirannya sedikit menjernih meski warna matanya belum kembali seperti semula dan begitu juga dengan kuku jari tangan serta urat tipis yang menjalar di tubuhnya.


"Ada apa denganmu?"


Orang yang menepuk bahu Xiao Shuxiang tidak lain adalah Wang Rui Chan, ibu dari Ling Qing Zhu. Wanita itu sejak tadi meminta menantunya untuk berdiri, namun sepertinya pemuda ini tidak mendengarnya.


"Kau baik-baik saja?" Wang Rui Chan keheranan sebab bahu pemuda yang dia sentuh ini terasa gemetar. Dia pun mengatakan bahwa menantunya bisa menjawab pertanyaannya, namun harus bersuara pelan.


"Aku.. Aku hanya ingin ke kamarku.." Xiao Shuxiang masih kesulitan menelan ludah, suaranya agak serak. Dia pun perlahan dibantu berdiri.


Xiao WeiWei, wanita cantik berambut panjang dengan pakaian merah bercampur putih terlihat membantu Ling Qing Zhu berdiri, dia bersama dengan Ling Xuan Lu.


?!


Wang Rui Chan terkejut saat tubuh menantunya hampir ambruk. Dia kembali bertanya, namun Xiao Shuxiang masih menjawab dengan perkataan yang sama.


"Kurasa Xiao'Er hanya tidak kuat terus duduk.." Xiao WeiWei tersenyum dan menggoda putranya. Dia pun meminta Ling Qing Zhu agar kelak dapat mengajari putranya supaya bisa bertahan duduk dengan lama.


Ling Qing Zhu hanya mengangguk. Dia dan Wali Pelindungnya dibawa ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Keduanya belum bisa satu kamar saat ini.


"…"


Wang Rui Chan tidak banyak bicara saat mengantar menantunya. Xiao Shuxiang pun hanya terus diam. Pemuda itu sedang sibuk mengurus keadaan tubuhnya yang bisa saja menimbulkan masalah.


"Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaianmu, kau harus langsung tidur. Jangan keluyuran apalagi sampai menyelinap masuk ke kamar Qing Zhu'Er, mengerti?"


Xiao Shuxiang mengangguk pelan sebagai jawaban. Wang Rui Chan mendudukkannya di tempat tidur dan kemudian berjalan pergi.


Saat wanita berambut putih itu sudah keluar dari kamarnya. Xiao Shuxiang langsung membuat segel pelindung pada pintu tersebut agar sulit dibuka siapa pun. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi.


!!


Xiao Shuxiang memuntahkan darah dan langsung terjatuh. Dia berusaha melepas semua pakaiannya sambil menggeram kesal karena pakaiannya terlalu berat dan juga pengap. Perut serta dadanya sangat sakit dan dirinya kembali memuntahkan darah.


Napas Xiao Shuxiang berhamburan, dia harus mengatasi ini sebelum benar-benar menggila. Dengan konsentrasi penuh, dia pun memasuki dunia dari dalam Gelang Semestanya.


!!


Pendaratan Xiao Shuxiang kurang mulus hingga punggungnya harus menghantam salah satu dahan pohon yang ada. Tempat ini terasa sangat tenang.


Ada sebuah bangunan besar nan luas di dunia dalam Gelang Semesta ini. Terdapat danau buatan, pepohonan, tanaman herbal, dan juga sayur-sayuran.


Walau sekarang adalah malam hari, namun tempat di mana Xiao Shuxiang berada sangatlah terang. Pemuda itu tidak bisa memperhatikan dengan baik keindahan di sekelilingnya sebab dia sekarang mempunyai masalah penting.

__ADS_1


"Hah.. Hah.. Aku.. Butuh darah.. Aku harus membunuh seseorang sekarang juga.. Hah.." Xiao Shuxiang seperti meringkuk, kedua tangannya mencakar tanah dan dia kembali menggeram.


Urat-urat tipis kehitaman menjalar hampir di seluruh tubuhnya. Matanya berkilat merah tajam. Dia terlihat sangat menakutkan, apalagi sekarang asap tipis kehitaman mulai menyelimuti tubuhnya.


?!


Pendengaran Xiao Shuxiang menajam, dia mendengar suara ringkikan kuda dan langsung menolehkan pandangan.


Tatapan matanya tidak lagi mempunyai pengendalian diri. Bahkan sekarang, pupil matanya menajam layaknya milik hewan buas. Asap hitam semakin tebal dan mulai memudarkan tubuh Xiao Shuxiang.


Dunia dalam Gelang Semesta ini tidak hanya di huni oleh tanaman herbal, namun juga benda-benda pusaka, mutiara roh, peti mayat Penatua Da Lin, dan enam ekor kuda yang dahulunya pernah ditunggangi Xiao Shuxiang beserta teman-temannya.


Kuda-kuda tersebut terlihat begitu sehat dan perkasa, mereka semua bisa berlari lebih cepat dari kuda berkualitas tinggi pada umumnya.


!!


Sebuah cahaya hitam kemerahan melesat dan membuat terkejut keenam kuda itu. Mereka berlari dan nyaris terkena hantaman yang diakibatkan oleh cahaya hitam barusan.


Kepalan tangan Xiao Shuxiang tertanam di tanah dengan cukup dalam. Serangannya menciptakan angit kejut bahkan menerbangkan debu serta membuat goresan pada batang pepohonan.


Aura pendekar dan aura asing yang mengerikan menyeruak dari tubuh Xiao Shuxiang hingga membuat dedaunan pada pohon-pohon di sekitarnya menjadi kering.


Jauh dari tempat Xiao Shuxiang berada, tepatnya di dalam bangunan yang mana terdapat peti mayat Penatua Da Lin.. Yīng xióng--pedang pusaka Xiao Shuxiang bereaksi.


Pusaka tersebut bersinar merah redup dan mulai bergetar. Dia tertarik keluar sendiri dari sarungnya dan memperlihatkan bilah bersinar tajam miliknya.


Tutup peti mayat Penatua Da Lin bergeser dan lalu terbuka. Seketika itu juga Yīng xióng melesat keluar dan kemudian menghilang.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang telah melukai dua ekor kuda dan nyaris membunuh mereka andai tidak dihentikan oleh Yīng xióng. Pedang itu mengeluarkan cahaya redup merah dan menerjang Xiao Shuxiang tanpa dikendalikan siapa pun.


Pemuda yang tengah dilawan Yīng xióng terasa seperti bukan 'Tuannya'. Sosok di depannya tidak mengatakan apa pun dan hanya menggeram. Bahkan tatapan mata sosok tersebut penuh dengan niatan membunuh.


Xiao Shuxiang sendiri tidak bisa menggunakan teknik terkuatnya. Jurus Pengendalian Darah tidak berguna menghadapi sebuah pedang, teknik itu hanya berlaku apabila lawan merupakan makhluk yang memiliki darah.


Xiao Shuxiang sebenarnya bisa saja menggunakan teknik itu untuk membunuh keenam kuda tanpa harus repot mengejar mereka.


Namun saat ini hasratnya hanya ingin merasakan pertarungan yang menegangkan. Kuda-kuda itu jelas tidak memberi perlawanan yang berarti dan hanya mencoba lari darinya, berbeda dengan pedang yang dia lawan sekarang ini.


Yīng xióng tidak menahan diri, dia mengeluarkan aura terkuat miliknya walau tidak bisa menahan gerakan Xiao Shuxiang.


Keduanya terus bertukar serangan walau bila diperhatikan dengan baik, Xiao Shuxiang-lah yang akan dirugikan.


Pemuda itu hanya bertarung dengan memikirkan satu hal, yakni membunuh. Gerakannya cepat dan tajam, namun karena sembrono--dirinya mempunyai beberapa celah.


Yīng xióng kembali bercahaya merah redup dan nampak melayang-layang liar di udara. Dia seperti mempertimbangkan akan memakan daging dan darah Tuannya atau hanya menghentikan pemuda itu.


Xiao Shuxiang seperti bukan dirinya saja. Dia tidak mungkin bertindak seceroboh ini dan menyerang tanpa perhitungan. Jelas bahwa dia telah dikuasi oleh keinginan membunuh yang kuat.


Segel Pengekang Jiwa yang berada di dalam tubuhnya bahkan hanya bisa menahan beberapa detik sebelum Xiao Shuxiang mampu mengeluarkan aura yang besar.


!!


Aura asing dan mengerikan itu tidak lain adalah Aura Kematian. Ini termasuk aura langka karena bisa membuat tanaman apa pun menjadi layu dan mati, bahkan makhluk hidup dapat sesak napas hingga kehilangan nyawanya bila berada dalam lingkup aura ini.


Yīng xióng adalah senjata, dia bukanlah makhluk hidup hingga Aura Kematian tersebut tidak berpengaruh padanya. Namun tetap saja, dia telah memutuskan akan melindungi tempat ini dan tidak membiarkan Xiao Shuxiang mengamuk lagi.


Baginya, Xiao Shuxiang sekarang ini tidak tahu apa yang dirinya lakukan. Jika dia sadar dan menemukan setiap tanaman herbalnya mati, maka bisa dipastikan Xiao Shuxiang akan sangat syok dan kemungkinan menangis.


Yīng xióng memang kadang pembangkang dan tidak menurut para Xiao Shuxiang. Namun dia bukanlah pusaka yang akan tinggal diam saat Tuannya sedang tidak mengenali dirinya sendiri. Karena itulah, dia berusaha sekeras mungkin untuk menyadarkan Xiao Shuxiang.


Pertarungan itu berlangsung sengit dan tanpa jeda sama sekali. Yīng xióng terus menyerap Aura Kematian yang dikeluarkan oleh Xiao Shuxiang dan membuat dirinya menjadi pusaka yang semakin kuat.


Untuk bisa menjadi pendamping makhluk seperti Xiao Shuxiang, Yīng xióng harus mempunyai sesuatu dan itu adalah tentang bagaimana dia dapat mengembalikan kewarasan Tuannya ini.


Dia bertarung dengan Xiao Shuxiang selama kurang lebih empat jam tanpa henti.


Tidak ada siapa pun yang tahu bahwa Xiao Shuxiang tidak berada di dalam kamarnya. Bahkan pelayan yang diminta Wang Rui Chan untuk mengantar makanan padanya kembali karena tidak bisa membuka pintu kamar.


Mereka menganggap pemuda tersebut tidur dan tidak ingin diganggu. Wang Rui Chan sendiri tidak merasa curiga pada menantunya tersebut.


Di dunia dalam Gelang Semestanya, Xiao Shuxiang tidak berusaha menghindari serangan Yīng xióng bahkan seperti sengaja menerimanya. Wajahnya kini memperlihatkan senyum seringai seakan-akan dia menikmati pertarungan ini.


Yīng xióng bergerak lincah, dia bahkan tanpa ragu menggunakan racun paling mematikan yang bisa membuat tubuh lawan menjadi gumpalan daging.


Xiao Shuxiang terkena goresan yang sangat berbahaya itu, rasanya teramat menyakitkan hingga dia seperti akan mati. Namun sedetik berikutnya, rasa sakit itu menghilang dan tubuhnya terselamatkan akibat Roh Phoenix miliknya.


Kejadian ini sedikit demi sedikit menyadarkan Xiao Shuxiang dan serangan terakhir Yīng xióng membuatnya seperti menemukan dirinya kembali.


!!


Pedang pusaka itu menusuk perut Xiao Shuxiang di mana organ hatinya berada. Rasanya luar biasa menyakitkan apalagi Yīng xióng seakan menyerap habis kekuatannya.

__ADS_1


Warna dan pupil mata Xiao Shuxiang perlahan kembali berubah. Urat-urat tipis kehitaman yang ada di wajah, leher, dan sekujur tubuhnya nampak memudar bersamaan dengan kuku jari tangannya yang kembali normal.


Yīng xióng menarik dirinya kembali dan membuat Xiao Shuxiang meringis. Pedang itu melayang sejenak sebelum tertancap di tanah.


Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan, tatapan matanya memandang ke atas dan hanya melihat langit bernuansa putih. Tatapannya nampak lemah, dia bahkan sulit menggerakkan bagian tubuhnya.


"Di mana.. Ini..?"


Jari-jari tangan Xiao Shuxiang mulai bergetak. Dia perlahan menyentuh perutnya yang seperti basah. Dia melihat telapak tangannya berdarah dan jelas ini adalah darah miliknya.


Regenerasi Xiao Shuxiang kembali seperti sedia kala, dia akhirnya bisa menggerakkan seluruh tubuhnya setelah beberapa saat meski pikirannya masih limbung.


"Kepalaku sakit.. Dan leherku pegal.." Xiao Shuxiang berusaha bangun dan mencoba duduk. Dia menggerakkan lehernya dan merasa lega saat mendengar bunyi retakan.


Xiao Shuxiang mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah dan sadar bahwa dia ada di sebuah tanah luas dengan banyak bekas pertarungan. Ingatannya perlahan kembali dan itu membuatnya sangat terkejut.


"Yīng xióng.."


Xiao Shuxiang baru melihat pedangnya. Pusaka yang tertancap itu mulai bergetar dan perlahan terangkat. Yīng xióng bergerak-gerak dan seperti menulis sesuatu di tanah.


"Kau hampir menghancurkan tempat ini andai tidak kucegah."


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat membaca tulisan yang pedangnya buat. Jadi karena inilah seluruh tubuhnya sakit dan tenaganya seperti terkuras habis. Yīng xióng pasti telah berusaha keras.


"Kau ternyata bisa kuandalkan.."


Yīng xióng kembali menulis sesuatu di permukaan tanah. Dia memang adalah pedang pusaka unik yang kemungkinan hanya satu-satunya di dunia ini.


"Tidak juga. Kau kehilangan dirimu saat bertarung. Akibatnya gerakanmu kacau dan punya banyak celah. Aku melihatnya hingga mampu menghentikanmu,"


"Terima kasih.." suara Xiao Shuxiang pelan, dia masih dalam posisi duduk di tanah. ".. Kau melakukannya dengan sangat baik, Yīng xióng. Kau sudah menolongku,"


"Ini yang terakhir. Berikutnya, kemungkinan kau akan sulit untuk kuhentikan."


Xiao Shuxiang tersenyum tipis, dia mengembuskan napas pelan dan memperhatikan suasana di sekelilingnya.


Di bandingkan dengan pepohonan, kerusakan pada tanah jauh lebih parah. Xiao Shuxiang berdecak sambil menggelengkan kepalanya. Jika ada yang harus disalahkan untuk semuai ini, maka itu bukanlah dirinya.


"Kupikir aku akan mengacaukan malam ini. Nyaris saja aku menyerang para tamu undangan, suara itu benar-benar menyebalkan."


Xiao Shuxiang bergumam pelan, namun Yīng xióng seakan bisa mendengar semuanya. Pedang tersebut kembali bergerak-gerak.


"Kau menghadapi musuh yang kuat, apa kau tidak ingin memberinya serangan lebih dulu?"


"Andai aku bisa.." Xiao Shuxiang tersenyum pahit, dia selama ini selalu merasa paling luar biasa. Sosok yang lebih kuat dari siapa pun, namun tetap saja.. Langit itu tidak terbatas.


".. Di antara manusia, mereka terlihat seperti belalang bagiku. Namun aku sendiri, hanya seperti kelinci kecil bagi makhluk di dunia itu. Dia bisa mengambil nyawa orang-orang terdekatku dalam sekejap mata.. Dia bisa membunuh mereka semua jika aku nekat. Bisa dibilang.. Hidupku sekarang ada hanya karena dia belum mau mengambilnya."


"Kau memiliki rahasia yang besar. Wajahmu tadi sangat menyeramkan."


Xiao Shuxiang memperhatikan pedangnya. Yīng xióng adalah pedang tanpa roh, namun pusaka ini ternyata boleh juga diajak bicara. Hanya saja, dia harus membaca tulisan di tanah bila Yīng xióng ingin mengatakan sesuatu.


"Aku ini luar biasa tampan, kawan. Kau harus selalu mengingatnya. Xiao Shuxiang tidak pernah berwajah menyeramkan, Xiao Shuxiang adalah pemuda yang sangat mempesona, mengagumkan, luar biasa indah, dan sebuah keajaiban dari alam semesta. Haah.. Aku bahkan tidak tahu lagi harus memuji diriku seperti apa, aku benar-benar hebat."


Andai Yīng xióng memiliki roh dan mampu menampakkan diri di samping Xiao Shuxiang, atau andai dia mempunyai ekspresi.. Pasti sekarang pusaka tersebut menggelengkan kepala pelan dan menatap aneh ke arah Tuannya.


"Kau terlalu membanggakan diri. Bukannya kau ini hanyalah kelinci kecil bagi mereka? Jadi bagaimana seekor kelinci bisa lari dari takdirnya?"


"…"


Xiao Shuxiang belum menjawab dan masih melihat Yīng xióng menulis di permukaan tanah. Ini pertama kalinya dia bicara lama dengan pedang miliknya.


".. Kau tahu. Selain makhluk itu, musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri. Hasrat membunuh dalam hatimu semakin pekat dan itu bisa mengendalikan emosi serta pikiranmu. Segel Pengekang Jiwa yang sebelumnya memerangkap Dantian Utamamu perlahan makin melemah. Walau sudah dikuatkan pun, segel itu akan menjadi tidak berguna saat kau kehilangan kendali. Jadi bagaimana kau dapat mengatasi ini?"


"…"


Xiao Shuxiang terdiam sebelum menjawab. Inilah sebabnya dia menikah. Dia ingin membagi kekuatannya karena semakin dirinya kuat, maka hasrat membunuhnya akan makin besar.


Hanya saja, apa yang akan dia lakukan mempunyai risiko tinggi. Kemungkinan terburuk, Kucing Putihnya akan kehilangan nyawa. Biar bagaimanapun juga, Qi termasuk darah dalam tubuhnya berbeda dengan milik manusia lainnya.


".. Aku tidak bisa bertindak gegabah untuk melawannya, dia itu sangat kuat. Jujur saja, kemungkinanku menang melawannya hanyalah 1 %. Sekuat itulah dirinya."


Ucapan Xiao Shuxiang begitu serius. Dia tidak melebih-lebihkan musuhnya, tetapi memang itulah yang dia rasakan. Qian Kun adalah musuh terkuat yang benar-benar sulit dirinya hadapi.


".. Kau tahu, Yīng xióng. Hanya sedikit orang yang mendapat pengakuan dariku. Paman Xi Fan.. Paman Wu.. Dan teman baikku, Lan Zhi.. Mereka adalah orang-orang yang bisa memanggil Xiao Shuxiang ini dengan namanya. Aku mengakui mereka, tetapi ketiganya bahkan masih terlalu lemah untuk melawan sosok seperti Qian Kun."


"Bukan mereka. Tapi kau yang harus melawannya. Orang itu mengejarmu, kaulah yang mereka inginkan. Jadi, jika ada yang harus menghadapi mereka, kaulah orangnya."


Yīng xióng benar. Xiao Shuxiang-lah target dari Scarlet Darah. Dia diinginkan untuk membuat kekacauan. Hasrat membunuhnya yang muncul beberapa waktu lalu karena sebelumnya telah dipicu oleh seseorang yang dia yakini merupakan Qian Kun.

__ADS_1


Sosok itu bisa membuatnya kehilangan kendali. Karenanya Xiao Shuxiang harus mengatasi ini dan menggagalkan rencana Qian Kun. Paling tidak, dia ingin membebaskan diri dari sosok tersebut.


***


__ADS_2