XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
402 - Pertemuan III


__ADS_3

Keterkejutan menyelimuti Xiao Shuxiang kala mendengar suara feminim yang keluar dari bibir sosok bersayap di depannya. Apalagi sekarang, wajah sosok itu mulai berubah menjadi seorang gadis.


Semenjak mendapatkan Dantian Berakarnya kembali dari tubuh Wyvern, ingatan Xiao Shuxiang tentang Dunia The Fallen Angel semakin jelas. Dan wajah yang dia lihat sekarang adalah salah satu dari masa lalu yang selama ini diabaikannya.


"Lumière.." gumaman ringan keluar dari bibir Xiao Shuxiang dan dapat didengar oleh Meili Mao, Ling Ya Bing, termasuk sosok bersayap itu.


"Jadi kau masih mengenaliku..? Baguslah.." gadis bermata kuning keemasan dan bersayap tersebut memperlihatkan senyuman paling menawan miliknya.


Dia tidak lain adalah Lumière, satu-satunya makhluk yang mempunyai kecantikan tak terbantahkan di antara makhluk Dunia The Fallen Angel yang lain. Lumière adalah salah satu makhluk yang menciptakan Xiao Shuxiang.


"Sudah sangat lama.. Akhirnya aku dapat bertemu denganmu.." di antara keindahan matanya, ada kerinduan dan kesedihan mendalam yang terpancar pada sosok gadis bersayap itu.


!!


Xiao Shuxiang tersentak kala menyadari dirinya ternyata melangkah mundur. Dia lalu berhenti dan tetap memegang Yīng xióng dengan kuat.


Meili Mao memperhatikan ada yang berubah dari raut wajah pemuda berpakaian hitam yang dilihatnya. Itu adalah ekspresi wajah penuh ketegangan dan perasaan tidak nyaman.


Dia tersenyum tipis dan mulai mengibaskan pelan rambutnya dengan memakai punggung tangan kanan,


"Kenapa kau tegang begitu, Shuxiang? Tidak suka bertemu kekasih lamamu?"


"…"


"Aah~ kau tidak mau menjawab. Kenapa? Hm?" Meili Mao merasa senang, dia seketika menjentikkan jarinya yang lalu memunculkan sebuah cermin tepat di bawah kaki Xiao Shuxiang.


!!


Xiao Shuxiang terkejut, dia berusaha melompat menjauh namun sebuah asap kehitaman keluar dari dalam cermin dan menarik tubuhnya.


"Paman Xiang!" Ling Ya Bing berseru, dia tidak bisa melepaskan diri dari tali yang mengikat tangannya ataupun berlari ke arah Xiao Shuxiang. Pamannya itu sudah terhisap masuk ke dalam cermin.


Sosok bersayap yang disebut Lumière itu menegur Meili Mao dengan suara yang begitu lembut. "Kau harusnya tidak melakukan itu padanya,"


"Aku hanya memberimu kesempatan untuk menghabiskan waktu dengannya. Dia terlihat merindukanmu dan kurasa.. Kau juga begitu," Meili Mao tersenyum lebar, dia menepuk pundak Ling Ya Bing dan mengatakan pada Lumière untuk segera pergi.


Lumière tidak mengatakan apa pun, dia hanya menatap lurus dan perlahan tubuhnya mulai menghilang. Dirinya meninggalkan Meili Mao bersama dengan Ling Ya Bing.


"Paman Xiang..! Kau bawa ke mana pamanku?!" Ling Ya Bing berusaha memberontak, dia menggunakan kakinya untuk memberi tendangan ke arah Meili Mao, namun dengan cepat ditangkis.


Bruk!


Meili Mao dapat menjatuhkan Ling Ya Bing dengan mudah. Dia mendengus dan menatap merendahkan ke arah anak perempuan yang nampak berusia 7 Tahun itu.


"Kau yang lemah ini sebaiknya diam saja, dan kenapa memanggilnya 'Paman'? Bukannya tadi dia hampir membunuhmu? Shuxiang terlihat tidak peduli pada keselamatanmu, kau ini benar-benar bodoh ya."


Ling Ya Bing masih belum bangkit, dia mendongak dan menatap tajam ke arah Meili Mao. "Siapa yang kau bilang 'lemah'? Meskipun aku masih kecil, tapi aku tidak takut denganmu!"


Dengan gerakan yang cepat, Ling Ya Bing menggunakan kakinya untuk mengait kaki Meili Mao. Dia berusaha menyerang anak tersebut walau dalam kondisi tangan yang terikat.


"Hmph! Serangan yang sia-sia. Bocah sepertimu hanya perlu menangis dan memanggil ibumu." Meili Mao mampu menghindari serangan Ling Ya Bing dan membalas menyerang anak itu hingga membuat lawannya terpental sejauh lima meter.


Punggung Ling Ya Bing membentur lantai atap pagoda, rasanya sangat sakit dan juga perih. Namun dia masih berusaha bangkit.

__ADS_1


Selama ini, tidak ada yang pernah mengungkit-ungkit tentang ibunya. Ling Ya Bing juga sudah melupakan bahwa dia sebenarnya tidak pernah tahu nama dan bagaimana wajah ibunya itu.


"Kenapa aku harus merepotkan ibuku, sementara ada Paman Xiang. Paman sendiri dapat menjadikanmu cincangan daging." Ling Ya Bing mengalirkan Qi pada kakinya dan lalu berputar.


Dia seketika berhenti dengan kaki yang dihantamkan ke lantai. Serangan yang cukup besar tercipta dan itu melesat ke arah Meili Mao.


Tidak ada yang perlu Ling Ya Bing tangisi. Memang ada beberapa hal yang tidak bisa dia miliki, seberapa keras pun dirinya berusaha. Dia akui tidak mengenal ibunya, namun kehadiran bibi Ling Qing Zhu sudah sebagai ibu baginya.


Meili Mao mendengus karena mendapat serangan yang begitu lemah, "Kau hanya semut kecil. Aku bisa membunuhmu dengan sekali serangan, jadi sebaiknya kau tidak memancing emosiku."


"Hmph. Kau harusnya tahu bahwa semut kecil juga bisa menggigit." ucapan Ling Ya Bing terkesan meledek, dia lagi-lagi menyerang Meili Mao walau tetap berakhir dengan tubuh menghantam lantai.


Di tempat lain, Ling Qing Zhu dan teman-temannya sudah sangat kewalahan. Lawan yang mereka hadapi tidak pernah ada habisnya, sementara malam semakin larut.


Lan Xiao sendiri sudah tidak diketahui ke mana perginya. Harimau Bulan itu sebelumnya melawan dua ekor Demonic Beast kucing yang tubuhnya sangat besar, pertarungan mereka tidak hanya di udara--tetapi juga di permukaan tanah.


Hanya saja sekarang, Lan Xiao sama sekali tidak terlihat. Entah bagaimana kondisi Harimau Bulan itu.. Ling Qing Zhu, Lan Guan Zhi, dan yang lainnya hanya dapat berharap dia dalam keadaan baik.


"Tuan Muda Lan!" Hu Li menghampiri Lan Guan Zhi setelah menyerang tiga orang anak, dia terlihat terengah-engah.


"Tuan Muda Lan, kita harus lakukan sesuatu. Bila terus seperti ini, maka kita yang akan kalah.." Hu Li tidak mau mengakuinya, tetapi memang saat ini lawan yang dirinya hadapi semakin lama--semakin kuat.


".. Tuan Mudaku masih berusaha menolong nona Ya Bing, tapi firasatku mengatakan Tuan Muda dalam bahaya. Mari selesaikan ini secepatnya dan segera kita susul dia,"


"Mn, aku mengerti." Lan Guan Zhi mengangguk, dia lalu mengatakan pada Hu Li untuk pergi ke tempat Xiao Qing Yan dan ikuti arahan darinya.


Hu Li melakukannya dan segera melesat ke arah Xiao Qing Yan sambil tetap menghadapi beberapa Demonic Beast.


O Zhan sendiri juga tidak diketahui ke mana dia pergi, dan sepertinya Hu Li belum menyadari bahwa adiknya tidak ada di antara teman-temannya atau pun nampak pada pertarungan ini.


Lan Guan Zhi menahan serangan tiga Demonic Beast dan memberi serangan balasan. Dirinya lalu melompat dan mendarat tepat di samping Ling Qing Zhu yang begitu fokus bertarung.


Teman baik Xiao Shuxiang itu mulai menatap ke arah Hu Li dan lalu mengangguk pelan. Tanda darinya ini dipahami oleh Hu Li dengan baik.


"Nona Ling, maaf."


!!


Ling Qing Zhu terkejut saat tangannya ditarik oleh Lan Guan Zhi dan tubuhnya digendong begitu saja. Dia lantas dibawa melesat naik saat dirinya masih berhadapan dengan para musuhnya.


Xiao Qing Yan juga diperlakukan sama. Dia sedang bertarung sengit, namun seketika Hu Li menarik dan menggendongnya. Dia dibawa ke udara dengan perasaan yang amat terkejut.


!!


Hanya Bocah Pengemis Gila yang ditinggal, pemuda dengan tongkat bambu itu terkejut bukan main saat melihat Lan Guan Zhi dan teman-temannya melesat ke udara.


"Lan'Er Gege..!!"


"Kuserahkan padamu."


!!


Mulut Bocah Pengemis Gila terbuka lebar, dia tidak bisa percaya dengan yang dikatakan Lan Guan Zhi barusan. Bagaimana mungkin dia yang tangani masalah ini seorang diri? Itu mustahil..!

__ADS_1


"Lan'Er Gege..!! Kau tidak boleh seperti ini..! Aku takut..! Lan'Er Gege..! Kembali..!"


Hu Li, "Tuan Muda..! Kami yakin Anda bisa..! Kami percaya padamu..!"


"Tapi aku.." raut wajah Bocah Pengemis Gila memburuk saat Hu Li dan Lan Guan Zhi yang membawa seseorang digendongan masing-masing melesat menjauh. Dia berusaha memanggil teman-temannya, tetapi seakan mereka sudah tidak mendengarkannya lagi.


"Bagaimana ini..? Kenapa harus aku yang melawan mereka semua..?" Bocah Pengemis Gila kesulitan menelan ludah, raut wajahnya sama sekali tidak terlihat baik.


"Mereka ingin melarikan diri!"


"Hmph, jangan harap kalian bisa lari dari kami."


Terdengar suara anak kecil di telinga Bocah Pengemis Gila. Kedua anak itu berniat melesat untuk mencegah Lan Guan Zhi dan Hu Li pergi, namun sebelum mereka melakukannya--sebuah serangan datang dengan amat kuat.


BAAAAM..!


Bocah Pengemis Gila memukul permukaan tanah dengan tongkat bambunya. Dia menggunakan Tenaga Dalam Berat hingga serangannya amat sangat besar.


"Lan'Er Gege keterlaluan.. Dia meninggalkanku begitu saja.." Bocah Pengemis Gila terlihat hampir menangis, ".. Aku tidak bisa mengatasi mereka semua, bagaimana jika aku mati? Aku sangat takut. Aku tidak mau mati.. Tidak mau.."


Sebenarnya, Bocah Pengemis Gila bisa mengatasi para Demonic Beast ini, dan karena statusnya yang merupakan salah satu Pilar Dunia--maka dia sangat sulit dibunuh.


Hanya saja, dia anti mengeluarkan seluruh kekuatannya karena tahu pulau ini mungkin saja akan menghilang bila dia serius.


"Lan'Er Gege..! Kalau kau tidak kembali, maka akan mencari pria lain yang lebih perhatian padaku..! Aku akan selingkuh!"


Masih sempat-sempatnya Bocah Pengemis Gila menyerukan hal yang memalukan. Dia terlihat tidak punya rasa malu sama sekali.


Matanya tiba-tiba berkilat kala sepuluh anak melesat ke udara. Dalam sekali ayunan tongkat, sebuah serangan melesat dan langsung menebas tubuh kesepuluh anak itu secara bersamaan.


!!


Semua pandangan segera mengarah padanya. Beberapa anak yang sebelumnya meremehkan Bocah Pengemis Gila menjadi menatapnya penuh waspada.


"Tidak ada yang boleh pergi dari sini atau kalian semua akan mati." suara Bocah Pengemis Gila berubah dingin, namun mata dan hidungnya nampak mengeluarkan air. Dia benar-benar menangis.


!!


Tindakannya jelas mengejutkan dan membuat para lawan keheranan. Sebelumnya, sudah banyak pendekar dan kultivator datang ke tempat ini, namun tidak ada yang memiliki tingkah seperti orang di depan mereka sekarang.


Qian Kun yang sejak tadi selalu menyaksikan pertarungan Lan Guan Zhi dan lainnya dari kejauhan juga tidak menyangka ada sosok dengan kepribadian aneh yang bahkan lebih buruk dari Xiao Shuxiang.


Di balik topeng rubahnya, dia bisa mencium aroma tubuh pemuda bertongkat bambu itu yang cukup banyak aroma kebohongannya.


"Shuxiang tidak pernah benar memilih teman.. Sangat memalukan."


Tubuh Qian Kun mulai memudar dan lalu menghilang. Dia muncul dengan sebuah serangan besar yang langsung mengarah pada Bocah Pengemis Gila.


BLAAAAR..!!


Suara menggelegar dari serangan itu membuat tanah di Pulau Pagoda Tingkat Seratus bergetar. Bocah Pengemis Gila bahkan memejamkan mata dengan erat saat menangkisnya dengan tongkat bambu miliknya.


Dia seketika berjongkok dengan wajah yang seperti tidak percaya dengan apa yang dilakukannya barusan. "Itu serangan paling mematikan. Jika terlambat sedikit saja.. Aku benar-benar akan mati. Lan'Er Gege.. Shuxiang.. Kalian di mana?! Aku benar-benar takut..!"

__ADS_1


Wajah Bocah Pengemis Gila sangat pucat, dia merasakan jantungnya seperti berpindah tempat dan sekarang ada di telinganya. Dirinya mencari Xiao Shuxiang tanpa tahu bahwa saat ini teman baik Lan Guan Zhi itu sedang berhadapan dengan sosok yang tak seharusnya ada di Dunia Manusia.


***


__ADS_2