XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
488 - Kelembutan [Revisi]


__ADS_3

PERINGATAN!


CHAPTER INI MENGANDUNG ADEGAN YANG KURANG PANTAS DITIRU APALAGI SAMPAI DIPRAKTEKKAN DI DUNIA NYATA.


KAMI SEBISA MUNGKIN TIDAK MENDESKRIPSIKANNYA TERLALU JAUH, MENGGUNAKAN KALIMAT YANG SECARA SENGAJA DIBUAT AMBIGU. HMM.. ITULAH.


INTINYA KALAU TIDAK SUKA JANGAN MENGGANGGU.


TERIMA KASIH PENGERTIANNYA.


*


*


*


*


*


"Shu.. Xiang? Kau tidak akan membunuh mereka, kan?" Ling Qing Zhu mengulang pertanyaannya kembali karena Wali Pelindungnya belum juga bicara.


"Shuxiang..."


"Tidak..." Xiao Shuxiang memeluk Kucing Putihnya, dia berujar pelan meski sedikit merasa berat hati. "Aku tidak akan melakukannya.. Jadi kau tenanglah,"


"Xiang'Er, apa kau masih ingin di sini atau kembali ke duniamu?" Wu Yu bertanya karena merasa Xiao Shuxiang masih sangat dibutuhkan dan mungkin tengah ditunggu sekarang ini.


Lui Me Tian, "Xiao'Er, lebih baik Qing Zhu'Er tetap di sini dan beristirahat. Aku rasa dia masih sangat lemah,"


"Tidak... Bibi. Aku ingin pulang. Aku tidak bisa ditinggal di sini. Kakakku.. Masih banyak yang harus kulakukan," Ling Qing Zhu menarik lengan Xiao Shuxiang dan meminta dibawa pulang.


Tenaganya memang belum pulih sepenuhnya, tetapi dia tidak mau ditinggal. Ini seakan membuatnya terlihat seperti menyelamatkan diri sendiri dan tidak peduli pada keluarga dan saudara seperguruannya yang tengah berjuang keras.


"Shuxiang, bawa aku pulang. Sekarang juga."


"......"


Xiao Shuxiang sebenarnya ragu, namun dia tersentak saat tiba-tiba hidungnya ditarik keras oleh Kucing Putihnya. Melihat gadis ini sudah bisa melakukan tindakan itu, segala kekhawatirannya sekarang sudah tidak ada.


"Mn, baiklah. Kita akan pulang." Xiao Shuxiang menggendong Ling Qing Zhu. Dia mengedarkan pandangannya dan menatap setiap Demonic Beast yang ada.


Xiao Shuxiang berterima kasih pada Lui Me Tian, Wu Yu dan para Demonic Beast yang sudah membantunya. Dia berkata akan berkunjung lagi nanti jika keadaan di tempat tinggalnya sudah lebih baik.


Lui Me Tian dan para pelayannya berpesan agar Xiao Shuxiang menjaga diri dan menjaga Ling Qing Zhu. Wu Yu ikut menambahkan dengan berkata bahwa dia akan selalu ada kapan pun Xiao Shuxiang butuh bantuan.


"......"


Dalam pandangan Ling Qing Zhu, dia bisa melihat bahwa para Demonic Beast ini sangat menyayangi Wali Pelindungnya. Mereka semua menganggap pemuda yang menggendongnya ini seperti keluarga. Tetapi kenapa Xiao Shuxiang justru ingin menghabisi mereka?


"......"


Sebenarnya saat Lui Me Tian mendesaknya untuk tetap terjaga, bibi angkat dari Wali Pelindungnya itu mengatakan----Jika dia tidak selamat, maka Demonic Beast yang ada di Wilayah Gunung Kaisar Merah akan dibantai.


Namun jika dia selamat, yang akan dihabisi adalah Demonic Beast yang ada dalam ruangan ini. Hanya saja Ling Qing Zhu bisa menyelamatkan mereka semua bila mampu membujuk Xiao Shuxiang.


"......"


Ada sesuatu yang membuat Ling Qing Zhu bertanya-tanya. Kenapa pemuda ini tidak menyadari betapa disayanginya dia? Wu Yu.. Lui Me Tian.. Bahkan Demonic Beast yang baru Ling Qing Zhu kenal, nampak begitu perhatian pada Wali Pelindungnya.


"......"


Dia menengadah, menatap wajah pemuda yang menggendongnya ini dengan banyak pertanyaan di dalam hatinya. Tetapi saat setiap kata itu sulit terucap, dirinya hanya bisa mengembuskan napas pelan.


Sebuah titik air muncul di udara, memadat hingga membentuk sebuah Cermin Pemindah. Xiao Shuxiang dengan menggendong Kucing Putihnya mulai memasuki cermin itu. Cermin tersebut pun lalu menghilang.


Salah seorang Demonic Beast tiba-tiba saja membelalakkan matanya dan segera memanggil Lui Me Tian. "Yang Mulia, kita belum memberi tahu Tuan Muda Xiao mengenai Nona Ling..!"


!?


Lui Me Tian tersentak, "Aku lupa mengatakannya..! Tadi ingin kuberi tahu Xiao'Er, tapi terhenti karena Qing Zhu'Er memanggilnya,"


?!


"Adik? Memang ada apa?" Wu Yu ikut tersentak saat melihat Lui Me Tian yang nampak panik, "Apa istri Xiang'Er belum pulih sepenuhnya?!" dia ikut panik.


"Bukan, bukan begitu. Qing Zhu'Er memang terkena racun dan seratus persen racun itu sudah tidak ada lagi di dalam tubuhnya. Tapi sebelum terkena racun, gadis itu sepertinya punya kesulitan lain.."


"Aku tidak mengerti, Adik. Kau jangan berputar-putar begini. Katakan saja yang sebenarnya? Jelaskan padaku intinya?!"


Lui Me Tian menatap kelima pelayannya, namun mereka semua langsung menundukkan kepala dan ragu menjawab. Dia sendiri juga merasa sulit menjelaskannya pada Wu Yu.


"Ehm.. Itu.. Mendekat kemari," pipi Lui Me Tian agak memerah saat memberanikan diri untuk membisikkannya pada Wu Yu.


Paman angkat Xiao Shuxiang itu yang teramat sangat penasaran mulai membelalakkan mata ketika mendengar bisikan dari Lui Me Tian.


!!


"Jadi maksudmu, pil milik Xiang'Er tidak menyembuhkan pengaruh dari yang 'satu' itu?!" ekspresi wajah Wu Yu nampak pucat, "Itu akan sangat berbahaya. Kondisi tubuhnya akan lebih mengerikan daripada apa pun. Kenapa kau tidak mengatakannya pada Xiang'Er..?! Kau ini..!"


"Kan udah kubilang aku tidak sempat..! Aku ingin memberi tahu dia tadi.!"


Wu Yu mengembuskan napas berat, Cermin Pemindah sudah tidak ada. Keponakannya telah pergi dan dia sendiri tidak tahu cara untuk ke Dunia Manusia. Dia hanya bisa berharap semoga Xiao Shuxiang menyadari bahwa kondisi Ling Qing Zhu masih mengkhawatirkan.


*


*


Sebuah Cermin Pemindah terbentuk di sekitaran Danau Teratai, wilayah Sekte Pagoda Langit. Saat ini, kondisi lingkungan sekitar masih sangat gelap.


Xiao Shuxiang keluar dari cermin sambil tetap menggendong Ling Qing Zhu. Dia sebenarnya mengatur kepindahannya yang harusnya tiba di dalam kamar Kucing Putihnya, namun tidak disangka dia malah berada di tempat ini.


"Maaf karena tidak membawamu ke tempat yang semestinya." Xiao Shuxiang berujar pelan, "... Pakaiannya kotor dan aku malah semakin memperburuknya,"


Ada rasa sakit pada tatapan mata Xiao Shuxiang saat melihat pakaian putih Ling Qing Zhu penuh dengan noda darah. Apalagi, pada beberapa bagian wajah gadis ini juga mempunyai bekas darah yang sama.


"Mn,"


Ling Qing Zhu sendiri hanya menggumam, wajah dan tatapan matanya begitu tenang. Dia berusaha untuk mengumpulkan tenaga agar bisa berjalan kembali hingga tidak lagi merepotkan Wali Pelindungnya.


"Sebaiknya kuantar kau ke kamarmu, beristirahatlah sejenak di sana.."


"Mn..."


Xiao Shuxiang baru akan melesat pergi saat dia melihat Ling Qing Zhu menutup matanya. Kepala Kucing Putihnya sedikit bergerak dan seperti mencari posisi terbaik dalam gendongannya. Xiao Shuxiang pun berkedip dan akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki saja.


!!

__ADS_1


Baru saja Ling Qing Zhu merasa damai dan hendak bicara tentang kaum Demonic Beast, sesuatu di dalam dadanya tiba-tiba terasa berguncang. Matanya terbuka dan raut wajahnya mulai panik.


?!


"Kucing Putih, kau kenapa?" Xiao Shuxiang berhenti berjalan saat merasakan Ling Qing Zhu mencengkeram kuat pakaiannya.


"Shu... Shuxiang..."


!!


Xiao Shuxiang terkejut saat gadis di gendongannya bergerak dan merangkul lehernya. Dia nyaris saja menjatuhkan tubuh Kucing Putihnya ini.


"Shuxiang... Kau harus membunuhku. Cepat bunuh aku..!" suara Ling Qing Zhu bergetar, napasnya tersengal-sengal, keringat dingin terbentuk di dahinya. Dia membuat Xiao Shuxiang kelabakan.


"Kau ini bicara apa? Bagaimana mungkin kau meminta dibunuh saat aku sudah berusaha keras menyelamatkan nyawamu?!"


"Shuxiang, ini memalukan! Cepat bunuh aku..!"


!!


Xiao Shuxiang merintih saat rambutnya malah ditarik. Dia sangat panik ketika Ling Qing Zhu memeluknya terlalu kuat bahkan jari-jari tangan gadis berambut putih ini menekan keras bahunya.


"Kucing Putih, kau menyakitiku. Kau ini kenapa? Ada apa denganmu?!"


"Shuxiang..!"


Mata Ling Qing Zhu terpejam dan dia mengigit bibir bawahnya sendiri seperti berusaha keras menahan sesuatu.


Xiao Shuxiang benar-benar tidak mengerti keadaan yang menimpa Kucing Putihnya. Pelukan gadis ini terlalu erat, bahkan dia dapat merasakan detakan jantung yang memburu.


"Kucing Putih..?"


Xiao Shuxiang menahan agar Ling Qing Zhu tidak sampai terjatuh. Semakin lama, pergerakan tubuh gadis digendongannya mulai terasa janggal, apalagi jari-jari itu makin menekan bahunya.


"Kucing Putih, coba kulihat wajahmu.."


"Tidak mau!"


"Kau bisa membunuhku jika terus memeluk seperti ini..! Bagaimana kalau leherku patah?!"


"Kalau begitu bunuh aku..!"


"Kau yang benar saja," Xiao Shuxiang tidak bisa menggerakkan kedua tangannya karena harus menopang tubuh Kucing Putihnya.


"Shu... Xiang...~"


!!


Mata Xiao Shuxiang terbelalak dan tubuhnya membeku seketika. Suara dari Kucing Putihnya barusan membuatnya merinding setengah mati. Itu adalah suara lirih paling lembut yang seumur hidup tidak pernah dia sangka bisa dilontarkan oleh gadis berambut putih ini.


"Nona Ling, apa yang terjadi padamu?"


"Kau.. Jangan.. Menyebutku begitu.."


!!


Ekspresi wajah Xiao Shuxiang berubah pucat. Dia seperti mulai mengetahui apa yang terjadi pada Kucing Putihnya walau tidak yakin penyebab pasti mengapa gadis ini bisa mengalami hal tersebut.


"Apa karena efek samping Pil Napas Naga? Tapi aku bisa pastikan pil buatanku tidak punya efek samping seperti 'itu'."


Xiao Shuxiang memikirkannya dan terkejut saat Ling Qing Zhu bergerak gelisah. Gadis ini terus mendesaknya, Ling Qing Zhu ingin dibunuh olehnya dan sekarang juga.


"Kucing Putih, kenapa kau bisa seperti ini? Apa karena aku? Apa karena pil yang kuberikan padamu?"


"Mn.." Ling Qing Zhu menggeleng, dia menarik kuat rambut Wali Pelindungnya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara yang memalukan.


"... Gong... Zitao.."


!!


Nama itu akhirnya lolos dari bibir Ling Qing Zhu dengan susah payah dan ini membuat Xiao Shuxiang seperti mendengar gemuruh di dalam dadanya. "Gong Zitao..? Apa dia memberimu obat yang bukan-bukan?!"


Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, urat nampak menegang di dahinya. "Gong Zitao..! Dia benar-benar akan membayar semuanya. Berani sekali dia melakukan ini padamu. Aku pasti.."


"Shu.. Xiang.."


Ling Qing Zhu hampir diambang batas. Dia memang sudah pulih dari racun pada belati milik Gong Zitao, namun tidak pada efek dari asap yang dirinya pernah hirup.


Dia sendiri pun tidak tahu mengapa tubuhnya bisa sampai bereaksi begini, padahal Pil Napas Naga merupakan pil yang sangat berkhasiat.


Xiao Shuxiang juga berpikir demikian, Pil Napas Naga yang dia buat bahkan lebih kuat dari yang sebelumnya karena mengandung tanaman herbal berkualitas tinggi dan berusia sangat tua. Kecuali..


"... Kecuali Kucing Putihku terpengaruh Serbuk Malaikat."


!!


Hanya itu satu-satunya dugaan Xiao Shuxiang, mengingat Pil Napas Naga buatannya memang tidak bisa menetralisir apa yang disebut Serbuk Malaikat.


Sebenarnya Serbuk Malaikat adalah sejenis racun yang bukan berasal dari dunia ini. Ada banyak yang bisa dibuat dengan Serbuk Malaikat, tergantung cara pengolahannya. Kondisi yang menimpa Ling Qing Zhu merupakan salah satunya yang bisa dilakukan dengan serbuk tersebut.


"Shu.. Xiang.. Aku merasa.. Tidak baik.."


"Kucing Putih, kau jangan terlalu banyak bergerak. Kau.. Ukh! Kau benar-benar bisa mematahkan leherku..! Jangan memeluk terlalu erat..! Tenanglah Kucing Putih.. Rasionalitasku bisa putus karenamu..! Ya ampun..!"


"Ini.. Memalukan.."


Xiao Shuxiang panik, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan Ling Qing Zhu. Dia sendiri tengah menahan sakit pada bahu, rambut dan juga lehernya.


!!


Pergerakan gadis digendongannya ini mulai sembarangan dan membuat Xiao Shuxiang hampir jantungan saat area kediaman 'Pitonnya' diganggu.


"Gong Zitao Sialan..!"


"Shu.. Xiang.. Cepat.. Kau harus membunuhku.."


"Tidak mungkin kulakukan! Tenanglah. Akan kupikirkan cara yang bisa menyelamatkanmu."


"Shuxiang..." suara Ling Qing Zhu terdengar lirih, dia merasakan sakit serta panas yang aneh pada tubuhnya.


Sebagai seseorang dengan harga diri yang tinggi, Ling Qing Zhu lebih baik mati bunuh diri jika sampai suara yang aneh terlontar keluar dari bibirnya. Dia bahkan tidak mau memperlihatkan wajahnya pada Xiao Shuxiang dan terus memeluk pemuda itu dengan sangat erat.


!!


Xiao Shuxiang merasakan bahunya sakit. Lehernya benar-benar akan patah andai dia tidak segera bertindak. Bahkan sekarang, dia pun sulit bernapas karena dipeluk terlalu kuat.


"Shuxiang.. Aku.. Tidak baik.."

__ADS_1


!!


Jantung Xiao Shuxiang seperti dihantam batu yang besar. Dia bisa merasakan tubuh Kucing Putihnya agak gemetar, terasa panas dan ini tentu saja menakutkan bahkan untuknya sendiri.


Ling Qing Zhu meminta tolong dengan suara yang lirih. Dia ingin dibunuh sekarang juga sebelum kehilangan kendali. Dia tidak mau bertindak memalukan apalagi di hadapan Wali Pelindungnya.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas sambil memejamkan mata sejenak. Ekspresi wajahnya serius dan seketika tatapan matanya menajam. Dia tidak punya pilihan lagi.


"Xiang'Er.."


"Aku di sini,"


Xiao Shuxiang melesat dengan membawa Ling Qing Zhu. Dia pun menjatuhkan diri bersama Kucing Putihnya ke dalam Danau Teratai.


!!



Suara air saat Xiao Shuxiang menceburkan diri dengan menggendong Ling Qing Zhu terdengar begitu jernih, namun tidak butuh waktu lama sampai Danau Teratai itu kembali tenang, seakan tidak pernah terganggu sebelumnya.



Air pada Danau Teratai, Sekte Pagoda Langit benar-benar dingin dan kedua insan itu merasakannya.


Selain rasa dingin, keduanya juga merasakan sesak pada dada mereka.


"......"


"......"


Kondisi di atas sana begitu gelap, namun entah mengapa Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu bisa melihat wajah satu sama lain dengan jelas.


Mereka begitu dekat.


Awalnya Xiao Shuxiang berpikir dengan cara menjatuhkan Kucing Putihnya ke dalam air dia bisa menyelamatkannya atau paling tidak membuat gadis ini tersadar kembali.


Namun semakin lama justru keadaan terasa aneh bagi Xiao Shuxiang. Hanya dia dan Kucing Putihnya yang ada di sini, mereka terlalu dekat, bahkan dia baru benar-benar memperhatikan wajah gadis berambut putih ini yang tidak memiliki bekas darah lagi.


"......"


Tidak ada cadar tipis yang menutupi wajah seputih salju milik Ling Qing Zhu. Dan jujur, debaran jantung Xiao Shuxiang terlalu tidak wajar bahkan sampai membuatnya merasa takut sendiri.


Ling Qing Zhu tidak seperti yang biasa. Selama ini Xiao Shuxiang melihat Kucing Putihnya seperti mempunyai wajah yang datar, tanpa ekspresi dan benar-benar mengesalkan sampai dia kadang berpikir ada masalah pada urat wajah gadis itu.


Namun sekarang, yang nampak di hadapannya adalah wajah seputih salju dengan rona merah muda. Bahkan tatapan mata yang teduh dan sedang melihat kepadanya itu terlalu mustahil untuk diabaikan.


"......"


Xiao Shuxiang merasa takut. Ternyata membuat Kucing Putihnya jatuh ke air masih belum cukup menyelamatkan gadisnya dari pengaruh Serbuk Malaikat. Dia sendiri mungkin benar-benar akan kehilangan kerasionalannya jika terus menatap manik sebiru langit itu.


Xiao Shuxiang merangkul dengan lembut Kucing Putihnya dan bermaksud membawanya kembali ke permukaan, tetapi yang terjadi berikutnya sangat mengejutkan.


"......"


Entah apa yang dipikirkan gadis ini, tetapi tangan Ling Qing Zhu tiba-tiba terulur dan menyentuh tengkuk Xiao Shuxiang. Dia menarik Wali Pelindungnya sendiri hingga wajah mereka begitu dekat.


!!


Xiao Shuxiang seperti membeku saat merasakan sentuhan lembut pada bibirnya. Ujung telinganya jauh lebih memerah dibandingkan dengan yang sebelumnya.


"......"


Tentu dalam kondisi ini, Ling Qing Zhu yang memulainya lebih dahulu. Dia melakukannya sangat lama, bahkan bertindak lebih berani dengan bibirnya itu ketika tidak mendapat penolakan.


!!


Tali kerasionalan Xiao Shuxiang benar-benar hampir terputus. Apalagi ketika Kucing Putihnya malah seperti ingin mendominasi. Dia nyaris diujung batas pertahanannya.


"......"


Sentuhan lembut dan sedikit kasar itu mulai menjauh, Xiao Shuxiang yang sebelumnya tidak sadar menutup mata----kini perlahan membuka matanya kembali.


!?


Wajah seputih salju dengan semburat merah itu masih berjarak sangat dekat dengannya. Dia bisa melihat tatapan teduh sebiru langit yang bagai meminta pertolongan. Xiao Shuxiang sekarang benar-benar sudah tidak punya cara lain lagi.


!!


Ling Qing Zhu memegang lembut lengan Wali Pelindungnya. Ada perasaan yang hangat saat wajah pemuda menawan itu semakin dekat dengannya. Semburat merah pada wajahnya sendiri nampak lebih jelas.


"......"



Di dalam Danau Teratai, sentuhan tangan kuat yang tanpa ragu mematahkan tulang dan organ dalam itu----ternyata bisa melakukan gerakan yang teramat lembut.


Xiao Shuxiang seakan tidak ingin menyakiti sosok yang begitu indah di rangkulannya. Layaknya sebuah bunga mawar, dia memperlakukan dengan begitu hati-hati.


"......"



Kelembutan dan rasa hangat yang sebelumnya menyentuh bibir Xiao Shuxiang kini dirasakannya kembali. Bahkan sekarang, dia pun berani melangkah lebih jauh lagi dan sama sekali tidak mendapat penolakan karenanya.


Bunga yang selama ini bersikap ingin menjaga diri sendiri, tidak mengharapkan bantuan darinya, selalu merasa lebih kuat dan tidak mau bergantung padanya----sekarang justru mencari perlindungan dan kehangatannya.



Begitu lembut cara Xiao Shuxiang memperlakukan Kucing Putihnya. Dia seakan tidak membiarkan gadisnya merasa tersakiti oleh apa pun yang dirinya lakukan.


Bagai bunga, tangan kuat Xiao Shuxiang seakan menjelma seperti sutra yang lembut ketika menyentuhnya.


Perlakuannya begitu tulus hingga bunga yang menawan itu perlahan mekar dan warnanya pun semakin cerah. Xiao Shuxiang menyerahkan separuh jiwanya, menyirami bunga itu dengan keyakinan yang besar.



Sama seperti itu, Ling Qing Zhu bisa merasakan ada seseorang yang begitu percaya padanya.


Ada yang menaruh keyakinan besar dan seakan menjadikannya sebagai tumpuan hidup.



Kehangatan yang didapatkannya ini selain membuatnya damai, juga membuat Ling Qing Zhu merasa lebih berarti dibandingkan dengan apa pun yang ada di dunia ini.



Seseorang mempercayakan masa depan padanya dan jujur dia tidak pernah mendapat kepercayaan sebesar ini.

__ADS_1


Ling Qing Zhu tidak merasa ini adalah beban, justru dia sangat bahagia karena ternyata ada orang yang begitu kuat ingin bergantung kepadanya.


***


__ADS_2