XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
203 - Yi Wen


__ADS_3

Xiao Shuxiang baru akan melangkah untuk mencari dapur, dia berniat mengambil beberapa peralatan memasak untuk dimasukkan ke dalam Cincin Spasialnya, namun langkahnya terhenti saat beberapa murid perempuan Sekte Kupu-Kupu datang membawa makanan.


Pandangan mata Xiao Shuxiang mengarah pada seorang wanita yang nampak berusia 36 Tahun. Wajah wanita tersebut masih sama dengan yang pernah Xiao Shuxiang lihat di hari dirinya berhasil menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali miliknya.


Wanita tersebut adalah Xiao WeiWei, ibu Xiao Shuxiang. Dia baru memperhatikan dengan jelas, ibunya ternyata wanita yang sangat cantik.


Wajah Xiao WeiWei putih bersih, diperhatikan lebih teliti akan nampak urat merah muda tipis di pipinya.


Matanya sama seperti Xiao Shuxiang, berwarna coklat dan saat terkena cahaya matahari terlihat seperti ada bunga yang mekar di dalamnya, namun tatapan mata Xiao WeiWei penuh dengan kasih sayang.


Sangat pantas bila Jing Mi mengagumi ibu dari saudara seperguruannya, Xiao WeiWei terlihat seperti seorang dewi.


Ibu Xiao bersaudara itu memakai pakaian berwarna putih keunguan, bercorak Phoenix air dan naga, sejenis kain pusaka. Praktiknya berada di Forging Qi tingkat 13, atau Master Foundation Tingkat Perak Tahap Awal.


Memang lambat, mengingat dia tidak meningkatkan praktik dengan mengandalkan sumber daya seperti pil.


Bisa dibilang, seluruh murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak yang kini menjadi keluarga Xiao Shuxiang tidak ada yang memakai pil untuk meningkatkan praktik mereka.


Xiao Shuxiang hanya memberikan pil penyembuh luka dan pembersihan tubuh. Pil itu berbeda dari pil yang dijual ataupun yang sering dibawanya, dimana memiliki satu khasiat saja.


Tidak ada dari murid yang meningkatkan praktik dengan cara menyerap Qi pada Demonic Core, mereka harus menyerapnya secara langsung dari alam.


Pelatihan ini berguna agar mereka semua tidak bergantung pada sumber daya apapun, selain itu Dantian mereka juga akan semakin kuat.


Saat pernikahan Gadis Cerewet, Xiao Shuxiang hanya sekilas melihat ibunya, dia juga tidak pernah berbicara lama padanya, makan bersama seperti ini membuatnya merasa canggung.


Hun Fung menyukai masakan Xiao WeiWei, di tempat ini.. Ibu dari seniornya tersebut adalah keindahan yang tak ternilai. Dia merasa selalu tenteram dan bahagia saat melihat Xiao WeiWei, bahkan beberapa murid Sekte Bambu Perak sering memanjat dinding hanya demi melihat kecantikan ibu Xiao Shuxiang.


".. Tapi harus kuakui, masakan Senior lebih enak dari masakan Bibi WeiWei.."


Xiao Shuxiang mendengar gumaman pelan Hun Fung yang duduk di sampingnya, dia lalu berkata masakannya tidak akan bisa menandingi masakan seorang ibu.


Xiao Shuxiang baru tersadar, sejak tadi dia tak melihat Hou Yong, Bao Yu, atau teman akrabnya yang lain. Hun Fung menjawab para seniornya selalu pergi untuk merekrut murid-murid baru.


".. Senior Zhi Shu dan Senior Hai Feng memiliki banyak pekerjaan di Asosiasi, yang tinggal hanyalah Senior Ro Wei dan Bibi Nu,"


Selama ini, diluar dari Qi Xuan dan Xiao Lu--generasi kedua murid Sekte Kupu-Kupu hanya berjumlah sembilan orang termasuk Xiao Shuxiang, mereka mulai membangun Sekte Kupu-Kupu di Gunung Induk.


Ketika Xiao Shuxiang bangun dari hibernasi, terdapat 29 orang yang menjadi anggota baru Sekte Kupu-Kupu. Tambahan murid lainnya adalah Shao Nu dan kelima belas murid Scarlet Bayangan.


Rekrutan murid terbesar terjadi saat mereka menyerang Sekte Pagoda Langit, Xiao Shuxiang dan teman-temannya membawa pulang lebih dari 200 orang murid yang kebanyakan berusia muda.


Sekte Kupu-Kupu jelas bisa menjadi Sekte Menengah jika dilihat dari jumlah murid tersebut, tetapi Yang Shu dan Xiao Shuxiang telah berjanji akan membantu Sekte Bambu Perak bangkit kembali.


Akibat serangan pada sekte tersebut dahulu, banyak murid mereka yang tewas, hanya dua puluh satu orang yang masih bisa mempertahankan nyawanya sampai sekarang.


Tambahan seratus sembilan puluh lebih murid dari Sekte Kupu-Kupu membuat mereka kembali menjadi Sekte Menengah, apalagi sekarang mereka mulai jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah selesai makan bersama, Xiao Shuxiang diajak ibunya berjalan-jalan di Sekitaran Sekte Kupu-Kupu. Dia lebih banyak mendengarkan dan hanya sesekali membalas perkataan Xiao WeiWei, rasanya benar-benar canggung serta agak mendebarkan.


"Apa kau.. Ehm.. Maksudku Ibu, apa Ibu merasa nyaman tinggal di kota ini..?"


Xiao Shuxiang tahu betul, Desa Tani yang berada di wilayah pinggiran Kekaisaran Matahari Terbit sedikit lebih aman daripada di Kota Awan Dingin, tetapi sangat sulit bertahan hidup di tempat yang begitu terpencil, apalagi terkadang datang serangan hewan liar.


Xiao Shuxiang mengatakan, dari segi tempat dan keberlangsungan hidup tentu Kota Awan Dingin jauh lebih baik, namun bahayanya sangatlah besar.


"Kau benar, tapi terus bersembunyi juga bukan hal yang baik. Tidak akan ada yang berubah bila hanya menunggu, sebelum memutuskan tinggal di kota ini, semua warga desa sudah tahu risikonya dan kami menerima itu semua,"


Perkataan dari ibunya barusan membuat Xiao Shuxiang memikirkan sesuatu. Selama ini, manusia biasa akan selalu menjadi korban bila pendekar dan kultivator bertarung.


Manusia tanpa bakat bertarung tersebut tidak bisa melawan, yang hanya mereka lakukan adalah memohon sambil menangis untuk dibiarkan tetap hidup.


"Kota yang penduduknya tidak pernah takut mati. Aku akan membuat kota yang seperti itu,"


Xiao Shuxiang berkata ingin menemui Ro Wei dan Shao Nu, ada yang harus dia bicarakan pada mereka.


"Tapi kau akan tinggalkan, kan?"


Xiao WeiWei masih ingin bicara dengan putranya, apalagi suaminya belum bertemu dengan Xiao Shuxiang. Meski anaknya sudah dewasa dan lebih suka di luar, namun tetap harus ada waktu untuk keluarga.


Xiao Shuxiang berkata akan tinggal sedikit lebih lama, lagipula dia juga ingin melihat latihan para juniornya dan mengetahui sejauh mana perkembangan murid Sekte Bambu Perak. Banyak rencana yang dia persiapkan sebelum mendatangi Lan Xu Jian untuk berlatih memakai pusaka langitnya.


Ro Wei dan Shao Nu berada di dalam salah satu bangunan besar, keduanya bersama dengan Yang Shu. Mereka nampak membahas fungsi dari setiap bangunan di sekte ini serta agenda pelatihan para murid.


Saat sedang merapatkannya, seorang murid Sekte Kupu-Kupu mengetuk pintu ruangan dan melaporkan kedatangan Xiao Shuxiang. Mendengarnya membuat Yang Shu segera memintanya memanggil cucu kesayangannya kemari.


Xiao Shuxiang tumbuh semakin besar dan kuat sejak terakhir kali dia lihat, wajah cucunya juga semakin tampan dan manis. Masalahnya, pujian Yang Shu tersebut membuat Xiao Shuxiang merinding geli.

__ADS_1


Xiao Shuxiang ikut dalam rapat tersebut. Dia memang pernah mengatakan pada saudara seperguruannya bahwa dia adalah hukum di tempat ini, namun aturan Sekte Kupu-Kupu tidak dibuat oleh Xiao Shuxiang seorang, melainkan hasil dari rapat dua GrandElder Sekte yang berbeda dan bantuan dari Patriarch Lan.


Aturan Sekte Kupu-Kupu tidak sedisiplin aturan Sekte Pedang Langit, namun pelatihan di tempat ini tidak main-main.


Bila dilihat secara kasat mata, kegiatan harian murid Sekte Kupu-Kupu hanyalah menanam herbal, sayur-sayuran, buah dan mempercantik sekte mereka dengan menanam bunga. Latihan mereka pun hanya sebatas bermain kejar-kejaran dan 'Menjaga Harta'.


Tetapi, ada hari dimana mereka akan berlatih sangat keras. Itu adalah saat dimana Yi Wen datang. Para murid junior menjulukinya sebagai Senior Iblis, dialah penyebab mimpi buruk seluruh murid Sekte Kupu-Kupu dan pembuat masalah terbesar di Sekte Bambu Perak.


Yi Wen tidak memiliki regenerasi sehebat Xiao Shuxiang, tetapi cara pelatihannya hampir menyamai saudara Xiao-nya itu. Walau dijuluki Senior Iblis, nyatanya banyak murid yang tetap mengaguminya.


Beberapa diantara mereka bahkan secara terang-terangan melamar Yi Wen termasuk mendatangi orang tuanya yang tinggal di salah satu bangunan di Kota Awan Dingin.


Rapat ini hanya membahas beberapa agenda, cepat selesai sebab dirapatkan oleh empat orang dengan pendapat Yang Shu sebagai akhir keputusan.


Xiao Shuxiang meminta Ro Wei mengumpulkan murid Sekte Kupu-Kupu yang ada, dia ingin menguji sejauh mana kemampuan para saudara-saudara seperguruannya.


Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Xiao Shuxiang kini berada di hadapan 86 orang murid Sekte Kupu-Kupu.


Xiao WeiWei terlihat memperhatikan putranya menyapa saudara-saudara seperguruannya, begitu ramah dan bersahabat. Hanya Hun Fung serta murid-murid seangkatannya yang berwajah pucat melihat senyuman Xiao Shuxiang.


Beberapa mantan murid Sekte Pagoda Langit yang pernah menyaksikan sendiri cara bertarung Xiao Shuxiang saat penyerangan itu juga nampak pucat. Hanya sebagian murid saja yang terlihat bersemangat dan tidak sabar berlatih bersama Xiao Shuxiang.


Lokasi pelatihan mereka adalah Gunung Induk, Xiao Shuxiang menggunakan Cermin Pemindahnya dan mengajak saudara-saudara seperguruannya untuk ikut.


Yi Wen, Bao Yu, dan Hou Yong baru pulang saat sore hari. Ketiganya membawa sepuluh orang anak jalanan untuk dijadikan murid Sekte Kupu-Kupu.


Feng Ying baru pulang saat malam hari, dia selalu mengunjungi kediaman Patriarch Kedua dan Patriarch Pertama Sekte Pedang Langit. Beberapa jam setelah dia pulang, Zhi Shu dan Hai Feng juga kembali. Keduanya membawa tiga orang anak berusia 13-15 Tahun untuk dijadikan anggota baru.


Zhi Shu dan Hai Feng terlihat kelelahan, sepanjang hari keduanya hanya terus duduk di tempat Liu Xi Ling, dan saat perjalanan pulang mereka bertemu tiga anak jalanan.


Yi Wen dan yang lainnya menunggu Xiao Shuxiang serta para junior mereka di halaman luas Sekte Kupu-Kupu. Jelas mereka tertarik dengan apa yang diinformasikan Ro Wei sebelumnya. Sementara 13 orang murid baru diajak beristirahat oleh Shao Nu, mereka dilayani dengan baik.


Cahaya matahari mulai nampak, bersamaan dengan terbentuknya butiran-butiran air yang memadat dan berubah menjadi cermin. Satu persatu murid Sekte Kupu-Kupu keluar dari cermin tersebut, mereka terlihat sangat kelelahan dengan wajah yang pucat.


Yi Wen bisa melihat pakaian para juniornya dipenuhi bekas sayatan pedang, kotor, dan penuh darah serta keringat. Bahkan darah menetes pada beberapa rambut juniornya seakan mereka baru saja pulang dari tempat pemandian menyeramkan.


Tangan kanan para junior Yi Wen memegang pedang yang nampak tak berbentuk, sementara tangan kiri mereka memegang segumpal daging yang agak mirip dengan organ dalam. Bukan jantung ataupun hati, itu adalah isi kepala hewan.


Delapan puluh enam murid, semuanya bernasib sama. Jelas mereka baru saja melalui pelatihan neraka.


Semakin mereka berlari ke atas Gunung Induk, maka semakin tipis pasokan udara yang mereka rasakan. Gunung itu memang padat dengan Qi, namun Xiao Shuxiang menyuruh mereka tidak menggunakan Qi tersebut untuk menjadi penolong mereka.


Hanya dengan tiga tetesan darah Xiao Shuxiang.. Para Demonic Beast datang dengan nafsu lapar yang besar, sebagian dari mereka berusia 800-1.500 Tahun.


Xiao Shuxiang hanya mengawasi dari kejauhan saat para juniornya bekerjasama melawan para Demonic Beast tersebut, dia baru membantu bila ada diantara murid Sekte Kupu-Kupu yang hampir tewas.


Mereka diharuskan menangkap hidup-hidup Demonic Beast ini, kerjasama mereka cukup membuat Xiao Shuxiang terkesan.


Setelah memberi contoh cara menguliti hidup-hidup para Demonic Beast dengan mengiris tipis setiap dagingnya.. Xiao Shuxiang mengajari juniornya merasakan lembutnya daging yang tersembunyi di dalam kerasnya tengkorak para binatang ini.


Tidak sampai disitu, latihan berikutnya adalah bertahan hidup dari serangan Xiao Shuxiang. Gunung Induk sepanjang malam tersebut penuh pertempuran, erangan kesakitan, dan darah.


Feng Ying sudah tidak berada di Gunung Induk saat kejadian, sementara Patriarch Ketiga meski mendengar suara benturan pedang.. Dirinya tidak peduli, sebab itu bukan berada di wilayah miliknya.


Tak ada lagi yang mengidolakan Xiao Shuxiang setelah dilatih olehnya. Senior mereka yang satu ini bahkan lebih buruk dari Yi Wen.


Apalagi saat bertarung, dengan sengaja Xiao Shuxiang memprovokasi mereka, mengeluarkan perkataan yang merendahkan, menghina mereka habis-habisan. Mental dan Fisik mereka benar-benar diuji.


"Aku tidak mau lagi.. Aku ingin pindah ke Sekte Bambu Perak saja.."


"Sampai kapan aku ha-harus menyentuh be-benda ini.."


Sebagian besar murid Sekte Kupu-Kupu terlihat lebih ingin mati daripada menjadi pendekar, mereka tidak takut melihat potongan daging sebab telah terbiasa dengan pelatihan yang diberikan Yi Wen, namun perkataan yang dilontarkan Xiao Shuxiang membuat api semangat mereka padam.


'Tidak ada yang lebih mematikan dari kata-kata', ungkapan yang cocok untuk mendeskripsikan keadaan 86 murid sekte Kupu-Kupu saat ini.


"Hmph, kalian hanya mengotori tempatku. Kenapa tidak mati saja? Manusia sampah seperti kalian harusnya tidak pernah dilahirkan, jadi pergi dan matilah.."


?!


Yi Wen, Zhi Shu, Ro Wei, dan keempat temannya yang lain terkejut mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Saudaranya itu mengatakannya dengan nada dingin dan tatapan merendahkan, jelas mereka tahu tidak hanya ucapan ini yang terlontar dari mulut Xiao Shuxiang.


Xiao WeiWei yang juga ikut menyaksikan hal ini hanya berwajah tenang, dia menatap murid-murid Sekte Kupu-Kupu yang terduduk di tanah sambil berusaha mengatur napas mereka.


Xiao Shuxiang berjalan pergi, dia hanya sekilas menoleh ke arah Yi Wen dan teman-temannya.


Setelah saudara Xiao mereka pergi, Zhi Shu dan yang lainnya mulai membantu menenangkan para junior mereka.

__ADS_1


"Saudara Xiao sangat keterlaluan! Seenak bokongnya bicara seperti itu, dia pikir dirinya siapa?! Angkuh sekali..!"


"Saudara Wen, apa kau tidak bisa menenangkan mereka dulu baru mengumbar kekesalanmu? Lihat saudara-saudara kita ini.. Mereka seperti kehilangan keinginan untuk hidup,"


Zhi Shu mengusap pelan kepala salah satu juniornya, dia mengatakan Xiao Shuxiang memang punya sifat yang seperti itu, namun sebenarnya dia orang baik.


".. Aku tidak tahu apa saja yang sudah Saudara Xiao katakan, tetapi yang harus kalian ketahui.. Dia mengatakan hal semacam itu supaya kalian bisa membuktikan bahwa ucapannya salah.."


Zhi Shu memakai Qi saat bicara hingga seluruh murid juniornya dapat mendengarnya, suara Zhi Shu lembut dan menenangkan.


"Jika kalian kesal karena ucapan saudaraku, maka jadilah kuat dan bunuh dia. Buat Saudara Xiao menjadi sampah yang sesungguhnya,"


"Ying'Er.."


Yi Wen menatap Feng Ying dalam, dia menyentuh kening saudaranya yang ternyata tidak panas. Lalu darimana dirinya belajar bicara seperti ini? Apa ada yang mengajarinya?!


"Aku belajar dari Saudara Xiao,"


Hun Fung tahu alasan Xiao Shuxiang mengatakan hal semacam itu padanya, dia hanya khawatir dengan kondisi batin para murid Sekte Kupu-Kupu yang baru.


"Ingat, sebelum menjadi kupu-kupu, seekor ulat adalah binatang yang menjijikkan, hama bagi tanaman, dan tidak disukai manusia. Hidup seekor ulat sangat sulit dan penuh rintangan, tetapi semangat hidupnya sangat besar bahkan berani untuk berubah. Bila kalian tidak tahu makna dalam nama menggelikan sekte kita, maka lebih baik kalian pergi dan masuk ke sekte tetangga.."


Yi Wen menggunakan tatapan matanya untuk menunjuk dinding pemisah antara Sekte Kupu-Kupu dengan Sekte Bambu Perak. Dia menjelaskan pada para juniornya bahwa dirinya juga tidak menyukai Xiao Shuxiang.


".. Asal kalian tahu, aku berambisi menikahi Saudara Xiao supaya bisa menginjak-injak dan membunuhnya. Membalaskan rasa sakit hatiku selama ini, tapi yaah.. Dia sangat sulit ditaklukkan, mungkin karena aku yang tidak berusaha lebih keras.."


Yi Wen malah mencurahkan isi hatinya, ucapannya begitu jelas bahkan Xiao WeiWei juga mendengarnya. Gurauan atau bukan, namun ini membuat mereka terkejut.


"Saudara Wen, kau akan mati jika Saudara Xiao tahu ini.."


"Dia memang sudah lama tahu, dan Saudara Xiao menyemangatiku.." Yi Wen menggunakan tangannya untuk mengibaskan pelan rambut panjang sebahunya, dia tersenyum bangga.


Zhi Shu dan teman-temannya tidak habis pikir dengan Xiao Shuxiang. Bagaimana bisa pemuda tersebut malah mendukung seseorang yang secara jelas berniat membunuhnya, telinga saudara Xiao mereka pasti bermasalah.


!!


Hou Yong dan teman-temannya tersentak saat mencium aroma yang enak. Sudah menjadi kebiasaan Xiao Shuxiang, setelah memberi pelatihan bagi saudara seperguruannya.. Dia memasak untuk mereka semua.


Aroma masakannya tersebut bahkan tercium sampai ke sekte tetangga. Hari itu, Xiao Shuxiang membuat banyak masalah yang enak bagi kedua sekte.


Ayah Xiao Shuxiang yang selalu tinggal di kediamannya sebagai wali kota juga langsung datang kemari saat mencium rempah masakan, dia merasa istrinya yang memasak.


Yang Hao tidak menyangka ini masakan putranya, bahkan Xiao Shuxiang sangat ahli. Makanan ini pun dapat memulihkan stamina, membersihkan racun di dalam tubuh, menenangkan urat saraf, dan melancarkan aliran darah. Tidak akan ada yang membantah bila Xiao Shuxiang mendapat gelar Sang Koki Alkemis.


"Saudara Xiao, kau tampan dan sangat berbakat. Aku jadi semakin mencintaimu, menikahlah denganku.." Yi Wen memperlihatkan senyuman termanisnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Xiao Shuxiang, dia gadis yang cantik.


Bukan murid pria Sekte Bambu Perak yang digoda, tetapi wajah merekalah yang bersemu merah. Sementara Xiao Shuxiang hanya tersenyum mendengar ucapan Yi Wen dan mengatakan dia menyukai Ying Liu.


!!


Ying Liu terkejut mendengarnya. Memang saat Xiao Shuxiang berusia 14 Tahun.. Temannya tersebut pernah mengatakan suka padanya, namun dia pikir itu hanya candaan belaka.


Tetapi Xiao Shuxiang sekarang sudah dewasa, ucapannya jelas bukan lagi candaan, apalagi dia mengatakannya begitu serius sambil menatap dan tersenyum lembut kearahnya. Di depan banyak orang seperti ini dan dengan suara yang jelas, siapa pun pasti akan malu.


Zong Ming hampir tersedak makanan saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang, dia memperhatikan Ying Liu dari ekor matanya, gadis tersebut terlihat tertunduk dengan tangan kiri yang mencengkeram erat pakaian berwarna hijau mudanya.


"Saudara Xiao, kau jangan menikung..! Aku yang duluan menyukai Nona Liu, kau kan sudah punya anak dengan Tuan Muda Lan, jadi jangan genit."


!!


Xiao Shuxiang tersedak makanannya saat mendengar ucapan Hou Yong barusan. Awalnya dia ingin menggoda Zong Ming dan Ying Liu, tetapi kenapa malah berbalik padanya?!


Yang Shu mengusap-usap pelan punggung cucu kesayangannya, Feng Ying juga membantu saudara yang duduk di sampingnya ini, dia memberikan air minum untuk Xiao Shuxiang.


"Hou Yong, kau kurang ajar. Aku tidak memiliki hubungan seperti itu dengan Lan Zhi, aku masih waras..!"


"Lihat kan? Kau menyebutnya dengan nama kesayangan. Tidak pernah ada seorang pun yang berani merusak nama Tuan Muda Lan dengan memanggilnya begitu, hanya kau. Itu sudah membuktikan hubunganmu dengannya,"


!!


Semua orang tersentak termasuk Xiao Shuxiang. Dia langsung mendapat tatapan aneh dari semua orang yang saat ini sedang makan bersamanya. Hou Yong dan Bao Yu diam-diam saling membenturkan kepalan tangan, jelas rencana menggoda Xiao Shuxiang berhasil.


"Sudahlah Saudara Xiao, semua orang tahu hubunganmu yang sebenarnya. Lihat wajah Paman, dia seperti tidak percaya kau adalah putranya.."


"Bao Yu, kalian anak-anak yang tidak waras. Entah buku terlarang apa yang kalian baca, aku dan Lan Zhi hanya berteman. Hubunganku dengannya sama seperti hubunganku dengan kalian. Kalaupun ada yang lebih, hanya sebatas Kakek dan Cucu atau Paman dan Keponakan. Hanya saudara, jangan berpikiran yang bukan-bukan.."


Bao Yu yang tidak tahu usia sebenarnya Xiao Shuxiang malah merasa perkataan saudaranya aneh, Lan Guan Zhi hanya dua tahun lebih tua dari saudara Xiao-nya, bagaimana bisa disebut hubungan 'Kakek dan Cucu', tidak masuk akal.

__ADS_1


***


__ADS_2