
Suara keras dari besi yang dipukul terdengar beberapa kali dari dalam tempat penempa wilayah Sekte Akar Teratai.
Tangan kasar dan penuh luka terlihat kuat memegang palu kehitaman, mata dan raut wajah yang begitu serius memperhatikan pedang hampir jadi miliknya.
Pakaiannya terbuat dari kain sederhana, terlihat kotor dan koyak di beberapa bagian. Rambutnya disembunyikan dalam sebuah kain yang mengikat di dahi sampai kepala, aliran keringat tidak dapat diungkapkan lagi.
"Xiao'Er?! Ada yang mencarimu..!"
Sebuah seruan menyadarkan laki-laki yang ternyata adalah Xiao Shuxiang. Sekarang usianya telah menginjak 18 Tahun, waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan Dai Chan rupanya tidak sesuai dengan rencana awal.
Padahal Xiao Shuxiang memperkirakan di usia 17 Tahun, dia sudah pulang ke Sekte Kupu-Kupu, tetapi ternyata berbeda dengan kenyataan.
"Kakak Xiao, kubawakan makanan..!" seorang gadis cantik dengan pakaian berwarna merah muda, bercorak bunga teratai membawa benda yang terbungkus kain, dia tersenyum manis ke arah Xiao Shuxiang.
"Kau tunggu di luar, aku hampir selesai."
"Tapi jangan lama-lama.."
Xiao Shuxiang mengangguk, dia kembali menempa pedangnya.
Sekali tempa, suara nyaring terdengar.
Tempaan kedua, angin kejut dihasilkan.
Tempaan ketiga, pedang di tangan Xiao Shuxiang mengeluarkan asap tipis berwarna merah kehitaman.
!!
Pedang di tangan kiri Xiao Shuxiang mulai diselimuti asap, semakin tebal dan padat hingga menutupi pedang serta tangan yang memegangnya.
Dalam waktu lima tarikan napas, asap tersebut mulai menghilang bersamaan dengan terlihatnya pedang yang mengkilat berwarna hitam-kemerahan.
"Akhirnya.." Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia terlalu lelah untuk merasa gembira karena pedang yang sudah lama ditempanya kini telah jadi.
Dia membuka kain penutup kepalanya, rambut Xiao Shuxiang langsung terurai sampai ke bokongnya. Terlihat berantakan dan tidak terawat.
Wajah Xiao Shuxiang juga tercoreng-coreng karena abu. Bisa dibilang, keadaan seluruh tubuh dari kepala hingga kakinya butuh dibersihkan.
Xiao Shuxiang meletakkan pedangnya, dia lalu melangkah masuk lebih dalam ke tempat penempa untuk membersihkan tubuhnya sekaligus berganti pakaian.
Paman penempa mengambil pedang Xiao Shuxiang dan terlihat memperhatikannya. Dia tersenyum sambil memuji anak yang telah tumbuh menjadi pemuda itu karena sudah membuat pedang yang hebat.
Dirinya segera melakukan polesan pada bilah pedang berwarna hitam kemerahan tersebut dan mengukir nama yang telah mereka sepakati sebelumnya.
!!
Pedang tersebut bersinar ketika Paman Penempa selesai mengukir nama putranya, dia kembali berdecak kagum. Dia lalu mengambil sarung pedang yang terbuat dari kulit kayu Pohon Teratai Giok.
Terlihat ukiran awan, garis melengkung dan huruf sedikit tersembunyi yang memiliki arti 'Menguasai Segalanya'.
"Paman Tang, kau melakukan apa?" Xiao Shuxiang mengencangkan ikat rambutnya dan berjalan mendekati Paman Penempa.
"Kau membuat pedang yang hebat, Nak." Paman Penempa memberikan pedang di tangannya pada Xiao Shuxiang.
!
Xiao Shuxiang merasa senang karena dibuatkan sarung pedang, yang dia butuhkan sekarang adalah menguji kekuatan pedang hasil tempaannya.
Xiao Shuxiang berterima kasih dan lalu melangkah keluar menemui gadis yang membawakan makanan untuknya tadi.
Dia mendekati seorang gadis cantik yang tengah duduk pada sebuah bangku panjang. Gadis tersebut menyadari kehadiran Xiao Shuxiang dan memperlihatkan wajah ceria.
"Kau bawa apa, Dai Chan? Sepertinya enak,"
"Aku belum memberinya nama, tapi bahan utama masakanku adalah ikan.." Dai Chan begitu semangat membukakan masakan yang dibawanya untuk Xiao Shuxiang.
Sudah tiga bulan dia dapat berjalan seperti biasa lagi walau praktiknya kini harus dimulai dari awal, namun dia begitu senang sebab tidak lagi terbaring di tempat tidur.
Penderitaan ketika masa pengobatannya telah berakhir. Kini dia perlahan-lahan membentuk diri yang baru, tidak lagi menjadi gadis angkuh dan suka berbuat jahat.
Seperti yang pernah dikatakan Xiao Shuxiang, Dai Chan meminta maaf pada orang-orang yang pernah dia sakiti. Walau awalnya takut dan ragu-ragu, tetapi setelah mencobanya.. Dia ternyata dimaafkan.
__ADS_1
Xiao Shuxiang mencoba masakan buatan Dai Chan, dia memperlihatkan wajah serius saat mencobanya.
"Ba-bagaimana, Kakak Xiao?" Dai Chan berdebar-debar menanti jawaban atas makanannya.
"Hmm, enak. Tapi kau masih harus belajar.. Ini masih hambar dan belum matang sempurna.."
Sejak Dai Chan sembuh, Xiao Shuxiang selain membantunya berjalan juga mengajari gadis tersebut memasak.
Awalnya cukup sulit, sebab Dai Chan pernah membakar dapur gara-gara kecerobohannya. Masakan yang awalnya hitam dan tidak layak makan, secara bertahap menjadi lebih baik.
Meski masakan Dai Chan belum matang sempurna, nyatanya Xiao Shuxiang tetap menghabiskan masakan tersebut. Dia lalu berkata akan membawa Dai Chan menemui kakaknya besok pagi-pagi sekali.
"Aku akan berlatih dulu, sebaiknya kau pulang.."
Dai Chan mengangguk, dia melihat Xiao Shuxiang mulai melompat naik ke atap rumah penduduk dan segera pergi entah ke mana.
Xiao Shuxiang rupanya pergi mencari masalah dengan Demonic Beast kuat di lembah ini. Dia berdiri di atas sebuah batu besar yang terdapat di tengah-tengah rimbunnya pepohonan.
Jarak antara tempatnya dengan pemukiman lumayan jauh, dia sampai ke tempat ini sekitar enam jam perjalanan dengan kecepatan tinggi. Andai orang biasa, mereka dapat sampai sekitar 20 hari perjalanan tanpa istirahat.
Xiao Shuxiang menarik pedangnya, ukiran nama 'Yīng xióng' membuat dirinya tersenyum canggung.
Xiao Shuxiang mulai melukai tangannya hingga berdarah. Angin yang berhembus perlahan membawa aroma darah Xiao Shuxiang ke semua Demonic Beast yang ada di lembah ini.
Hanya dalam tiga tarikan napas, luka di tangan Xiao Shuxiang kembali menutup bersamaan dengan terdengarnya suara seperti milik monster datang mendekat.
"Cepat sekali.." Xiao Shuxiang kini melihat beberapa pepohonan bergoyang, suara tersebut semakin lama semakin dekat.
Terlihat! Seekor Demonic Beast berwujud beruang landak namun dengan bulu berwarna merah menatap nyalang ke arah Xiao Shuxiang.
Ada tetesan air liur di mulutnya, dia memperlihatkan gigi-gigi taring berwarna yang ternyata nampak berdarah. Xiao Shuxiang yakin, beruang tersebut sedang makan saat mencium aroma darahnya.
!!
Belum sempat Xiao Shuxiang menyerang, dia dikejutkan dengan getaran tanah. Bahkan batu besar tempat dirinya berpijak juga ikut tergetar.
"Di bawah..!!" Xiao Shuxiang langsung melompat tinggi bersamaan dengan mulut seekor binatang raksasa muncul di tanah hingga menelan batu besar tempat dirinya berdiri tadi.
Beruang berbulu landak yang tadinya begitu garang langsung berlari kencang, seakan dirinya takut dengan kedatangan monster tersebut.
"Uhm.. Sepertinya.. Aku memancing salah satu penguasa lembah ini.." Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya, perhatiannya terus tertuju pada tanah yang mulai terlihat retak.
Pepohonan beberapa tumbang saat sebuah ekor besar muncul di dalam tanah. Tubuh monster semakin terlihat jelas, berwarna hijau lumut dan sedikit cokelat di bagian punggungnya.
!!
Makhluk besar ini memiliki leher setinggi lima meter, tubuhnya besar dan berekor panjang. Di kepalanya terdapat jumbai-jumbai menyerupai rambut namun berwarna hijau lumut.
"Oke, dia besar dan usianya-!!" Xiao Shuxiang terkejut saat hewan monster tersebut mengeluarkan suara geraman keras yang hampir membuat dirinya terlempar.
Suara monster tersebut terdengar sampai ke pemukiman, mereka begitu terkejut bahkan salah satu warga ada yang sedang memperbaiki atap terjatuh dari rumahnya.
"Masalah yang kucari terlalu merepotkan, tapi.." Xiao Shuxiang menyelimuti pedangnya dengan Qi, namun seketika pedang tersebut menolak Qi miliknya lagi.
"Tsk, aku ini 'Tuanmu'!" Xiao Shuxiang berdecak kesal, dia lalu melesat dan menerjang monster besar itu.
!!
Xiao Shuxiang segera menghindar kala monster tersebut menyemprotkan cairan asam dari mulutnya, benar-benar sesuatu yang tidak terduga!
"Dia lumayan," Xiao Shuxiang merasakan panas di tubuhnya, bisa dikatakatan dia terkena cairan asam dari monster tersebut. Pakaian dan sedikit kulit wajahnya meleleh, namun regenerasi tubuhnya luar biasa.
Dalam sekejap kulit wajah Xiao Shuxiang kembali pulih, meski tidak begitu dengan pakaiannya.
Xiao Shuxiang menarik napas dan dengan Teknik Pernapasan Air, dia kembali menerjang monster tersebut.
"Aliran Keempat.. Tebasan Pemisah Air!"
!!
Demonic Beast bermoncong buaya ini menggeram, suaranya membuat tanah bergetar. Dia memang kesulitan bergerak dengan tubuh besarnya, tetapi ekornya begitu lentur seperti cambuk untuk menangkis serangan Xiao Shuxiang.
__ADS_1
Xiao Shuxiang tidak boleh lengah pada dua serangan monster ini. Dirinya harus hati-hati dengan ekor dan cairan asam yang bisa saja dikeluarkan Demonic Beast tersebut sewaktu-waktu.
BAAAM!
Suara ekor Demonic Beast ketika menghantam tanah begitu keras, bahkan sebuah pohon terbelah saat dibentur oleh ekor monster ini.
Xiao Shuxiang sekali lagi menggunakan Pernapasan Air, dirinya mencari-cari letak kelemahan Sang Demonic Beast sambil terus memberi serangan pengalih perhatian.
!!
Tiba-tiba saja, pedang Xiao Shuxiang mengeluarkan suara dengungan tanpa berbenturan dengan benda apapun. Dirinya sendiri bingung, dengungan tersebut semakin keras dan mendadak Qi berwarna merah menyelimuti bilah pedang Xiao Shuxiang.
"Apa yang terjadi dengan pedang ini?!" Xiao Shuxiang dalam keadaan harus dipaksa membagi fokus, nampak mengerutkan kening saat menyadari ada keanehan pada pedangnya.
!!
"Uwaa!" Xiao Shuxiang terkejut, dia ditarik oleh pedangnya sendiri menuju ke arah leher Demonic Beast itu.
"He-Hei!! Aku ini 'Tuanmu'! Aku yang mengendalikan di sini..!!" Xiao Shuxiang berusaha untuk menarik pedangnya, Demonic Beast yang sadar akan serangan Xiao Shuxiang langsung mengarahkan moncongnya ke arah pemuda tersebut.
"Gawaat!" Xiao Shuxiang menyelimuti kakinya dengan Qi, dia memakai seluruh tenaganya untuk melompat dan menghindari serangan asam monster di depannya.
Gara-gara pedang tersebutlah, dia harus memakai seluruh tenaga. Dalam waktu sepersekian detik, pedang di tangan Xiao Shuxiang kembali menariknya dan melesat mengenai kepala Demonic Beast ini.
!!
Pedang tersebut tertancap dalam hingga membuat monster itu mengerang sambil mengibaskan ekor dan kepalanya dengan liar. Xiao Shuxiang berusaha melepaskan tangannya dari pedang tersebut dan kemudian langsung melompat menjauh saat tangannya berhasil terlepas.
"Ada yang salah dengan pedang itu..!!" mengepalkan kuat tangan kanannya, belum pernah dia menyentuh pedang yang tidak bisa dikendalikan.
"Gila, bahkan Pedang Bintang Malamku saja, yang nyata-nyatanya memiliki Roh.. Tidak pernah seperti ini..!"
Kekhawatiran Xiao Shuxiang sebenarnya terletak pada penolakan pedang tersebut atas Qi miliknya. Matanya seketika terbelalak dengan apa yang sedang dia saksikan berikutnya.
Pedang milik Xiao Shuxiang bergerak sendiri dan semakin tertancap dalam di kepala Sang Demonic Beast. Dan yang terjadi selanjutnya adalah tubuh monster tersebut berubah, seperti darah dan dagingnya terhisap habis oleh pedang Xiao Shuxiang.
!!
Xiao Shuxiang bahkan tidak sadar menahan napas. Monster yang begitu mengerang histeris perlahan berubah menjadi tulang-belulang bersih tanpa darah, daging, maupun organ dalam.
!!
Tulang-belulang tersebut terjatuh bersamaan dengan pedang milik Xiao Shuxiang. Dia perlahan mendekat dan mengambil pedangnya yang tertancap di tulang tengkorak Demonic Beast itu.
"Kau ini sebenarnya pedang apa..?" Xiao Shuxiang tidak merasakan ada roh di dalam pedangnya, dan dia juga tidak dapat mengalirkan Qi pada pedang tersebut.
"Membunuh monster sebesar ini.. Aku masih tidak percaya. Hmm, mari kita coba ke tempat lain." Xiao Shuxiang masih ingin membuktikan kehebatan pedangnya, dia melesat untuk pergi lebih dalam.
Dirinya baru kembali setelah malam hari, pakaian Xiao Shuxiang benar-benar koyak ke sana kemari. Untunglah dia pulang di waktu malam, jadi tidak banyak orang yang terkejut.
Walau demikian, dua pelayan yang melihat Xiao Shuxiang datang sempat menjerit histeris. Mereka pikir dirinya adalah monster rawa pemakan manusia.
Ekspresi keduanya yang bahkan pingsan setelah menjerit keras membuktikan betapa buruknya penampilan Xiao Shuixang setelah pulang dari berburu.
Setelah membersihkan tubuhnya, Xiao Shuxiang mulai berbaring di tempat tidur sambil memperhatikan pedang hasil tempaannya.
"Hm? Apa ini..?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat melihat di sarung pedang buatan Paman Tang rupanya ada yang tertulis di sana.
"'Menguasai.. Segalanya..?' woah, dia terlalu baik.." Xiao Shuxiang mulai mengingat-ingat pertarungannya beberapa waktu lalu dengan para Demonic Beast yang menghuni lembah ini.
Salah satu pertarungannya adalah dia melawan seekor Kalajengking berbadan manusia. Demonic Beast berusia 10.000 Tahun yang baru memulai tahap awal dari perubahannya menjadi manusia sesungguhnya.
Sama seperti sebelumnya, pedang di tangan Xiao Shuxiang lagi-lagi bergerak sendiri dan menariknya untuk menyerang monster tersebut tanpa bisa dilepaskan atau dikendalikan.
Seakan-akan tangan Xiao Shuxiang menempel pada pedang itu, dan baru setelah dirinya memperingatkan pedang tersebut untuk tidak bertindak ceroboh, dia mulai bisa mengendalikannya. Sayangnya itu tak berlangsung lama.
Satu hal yang Xiao Shuxiang ketahui dari pedang tempaannya ini, yakni pedang tersebut dapat menyerap kehidupan makhluk yang ditusuknya.
Kulit, darah, daging, dan organ-organ tubuhnya terserap habis ke dalam pedang tersebut. Walau nama pedangnya adalah 'Yīng xióng', tetapi Xiao Shuxiang memberinya nama lain..
Pedang Penghisap Nyawa.
__ADS_1
***