
Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Xiao Shuxiang langsung di sambut dengan ruangan yang berdinding daging, mirip dengan dinding perut binatang.
Banyak wajah manusia yang tertempel pada dinding di sekeliling mereka, termasuk juga wajah berbagai jenis hewan. Aroma anyir dan bangkai di sini sudah tidak dapat diungkapkan lagi.
"Bau sekali.."
"Dai Chen," Xiao Shuxiang menyentuh pundak Dai Chen saat melihat dahi temannya mengerut, dia berbisik pelan dan mengatakan agar temannya jangan memperlihatkan ekspresi apapun.
!!
Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Dai Chen mendengar suara aneh mendekati mereka. Tidak perlu menunggu lama, rasa penasaran ketiganya langsung terjawab saat seekor Demonic Beast berwujud lipan raksasa dengan wajah manusia mendekati mereka.
Kepala lipan ini adalah perempuan berambut panjang, dia mengelilingi Lan Guan Zhi, Xiao Shuxiang, dan Dai Chen.
"Kalian tampan, wajah yang bagus.."
Xiao Shuxiang melihat wajah lipan di depannya berubah-ubah. Dirinya ingin langsung menyerang, tetapi dia merasakan ada sesuatu pada lantai di bawah kakinya.
Dirinya menoleh ke belakang, ternyata tempat mereka masuk tadi sudah berubah menjadi dinding daging.
Saat berbalik, Xiao Shuxiang langsung dihadapkan dengan wajah lipan yang kini nampak seperti biksu tua.
"Kau takut?"
Xiao Shuxiang berwajah tenang, "Kenapa harus takut? Kalau kau ingin bertarung, langsung saja. Kami tidak punya banyak waktu untuk bermain-main denganmu."
Demonic Beast berwujud lipan ini tak lain adalah Fa Zhiye, dia telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan praktik setelah memakan banyak manusia termasuk saudara-saudara seperguruannya.
Xiao Shuxiang merasa tidak asing dengan Demonic Beast ini, dia mulai ingat dengan baunya. Makhluk di depannya memiliki bau yang sama dengan rekan Bing Mei Si saat menyerang sektenya dahulu.
"Sepertinya kau mendapat kekuatan baru, tapi sayang karena sekarang kau terlihat menjijikkan." Xiao Shuxiang memasang wajah tenangnya, suaranya bahkan tidak mengandung emosi sama sekali.
Beruntung bukan Jing Mi atau Mo Huai yang ada di sini, jika tidak.. Mereka berdua pasti sudah mati sekarang.
Dai Chen dapat berwajah tenang, namun dirinya tak dapat bersuara tanpa memakai emosi seperti yang dilakukan Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang.
Jauh di dalam hatinya, Dai Chen keheranan dengan sikap Xiao Shuxiang yang dapat berubah begitu pesat setelah dirinya melihat banyak tingkah tak tahu malu temannya ini.
Seseorang yang tidak pernah bisa tenang, selalu cerewet dan penuh ekspresi seperti Xiao Shuxiang.. Sangat mustahil memiliki raut wajah papan datar.
Xiao Shuxiang memegang erat pedangnya, dia melirik ke arah Dai Chen dan kemudian Lan Guan Zhi. Dirinya lalu melesat maju untuk menyerang Fa Zhiye.
Lan Guan Zhi mendekat ke arah Dai Chen, dia membuat segel pelindung untuk melindungi dirinya dan temannya sambil memperhatikan Xiao Shuxiang bertukar serangan dengan Fa Zhiye.
"Tuan Muda Lan, seharusnya kita membantunya.." Dai Chen berkata bahwa Xiao Shuxiang akan kesulitan menghadapi Fa Zhiye tanpa menggunakan emosinya.
"Kita lihat saja dulu," bahkan Lan Guan Zhi yang jelas-jelas memiliki wajah tenang dan seakan tanpa emosi juga tidak dapat seperti Xiao Shuxiang. Bisa dibilang, pertarungan ini memang untuk temannya itu.
__ADS_1
TRAANG!
Kulit Demonic Beast yang dihadapi Xiao Shuxiang begitu keras. Biasanya dia akan berekspresi atau memprovokasi lawannya, namun kini dirinya hanya dapat mendengarkan ocehan Fa Zhiye yang terus memancing emosinya.
TRAANG!
Xiao Shuxiang melompat mundur. Lantai tempatnya menapak begitu empuk, beberapa wajah di dinding mulai bergerak dan membuka lebar mulutnya.
!!
Belatih kecil yang dilumuri cairan racun melesat ke arah Xiao Shuxiang bersamaan dengan asap tipis berwarna hijau. Fa Zhiye tersenyum lebar dan berkata bahwa racunnya dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui hidung maupun kulit.
".. Kau hanya akan mati."
Xiao Shuxiang menutup matanya dan kemudian mulai menatap Fa Zhiye dengan tenang. Dia kembali menyerang lipan tersebut tanpa peduli dengan asap beracun di sekelilingnya.
Lan Guan Zhi dan Dai Chen menggunakan Qi mereka untuk menghalangi racun tersebut. Sayangnya, racun Fa Zhiye begitu kuat karena dialiri oleh Qi miliknya.
TRAANG!
Xiao Shuxiang sambil melawan Fa Zhiye, dirinya mengeluarkan tanaman herbal dari Cincin Spasialnya. Sebuah tanaman berdaun kecil dan berbunga putih kini berada di genggaman tangan kirinya.
Xiao Shuxiang mengeluarkan dua api biru kecilnya yang langsung membakar tanaman tersebut. Saat api padam, asap berwarna putih dengan aroma herbal pekat menyebar dan menutupi asap hijau milik Fa Zhiye.
!!
Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada pedangnya dan menggunakan Pernapasan Air untuk menerjang Fa Zhiye.
TRAANG!
"Tubuhnya terlalu keras. Sedikit saja, aku hanya perlu memberi sedikit goresan dan dia tidak akan berdaya lagi."
Fa Zhiye tidak mengerti, pemuda yang dilawannya sama sekali tidak menunjukkan emosi apapun. Dia mulai menyelimuti tubuhnya dengan Qi dan menerjang Xiao Shuxiang.
"Bagaimana bisa kau mendapatkan Bunga Jarum setua itu?!" Fa Zhiye tahu betul bahwa Bunga Jarum hanya dapat tumbuh hingga usia seratus tahun kemudian mengering.
"Kalau kau tau aku Xiao Shuxiang, maka tidak seharusnya kau bertanya.." Xiao Shuxiang berkata begitu tenang. Dia fokus menyerang satu titik di tubuh Fa Zhiye.
Terima kasih untuk bakat Alkemisnya. Cairan kental menjijikkan yang merupakan kegagalannya meracik obat dahulu memiliki manfaat menumbuhkan tanaman secara cepat.
TRAANG!
Ukuran tubuh Fa Zhiye terlalu besar, dan kekuatannya melemah karena asap buatan Xiao Shuxiang.
Dirinya dapat memberi luka sayatan dalam pada perut Xiao Shuxiang, tapi tetap saja gerakan pemuda tersebut tidak melambat sama sekali.
"Wajahnya bahkan tidak memperlihatkan kesakitan..! Dia.."
__ADS_1
Fa Zhiye memutar tubuhnya dan melilit cepat kaki kanan Xiao Shuxiang. Tubuhnya yang dialiri Qi menajam hingga membuat kaki pemuda itu memuncratkan darah.
Fa Zhiye tersenyum lebar, dia berniat memutuskan kaki Xiao Shuxiang. Hanya dalam hitungan detik, senyum Fa Zhiye memudar dan berganti dengan keterkejutan.
Xiao Shuxiang memutar tubuhnya hingga kaki kanannya yang terjepit keras mengeluarkan bunyi tulang dipatahkan. Bahkan saat kaki kanannya sudah tak berbentuk, dirinya masih tetap tidak memperlihatkan emosi.
Fa Zhiye menatap Xiao Shuxiang tak percaya. Jelas-jelas dirinya mendengar suara retakan tulang dan kondisi kaki Xiao Shuxiang membuktikan segalanya. Tapi.. Bagaimana mungkin wajahnya tetap tenang meski terluka parah seperti itu?!
"Aku sudah menunjukkannya padamu, kau suka?"
!!
Mata Fa Zhiye melebar saat kaki kanan Xiao Shuxiang mulai kembali seperti semula. "Kau juga.. Apa kau menguasai Teknik Terlarang?!"
Di saat Fa Zhiye masih terkejut, Xiao Shuxiang kembali menyerang di titik yang selalu diincarnya. Dia melompat naik menghindari serangan tubuh panjang Fa Zhiye.
"Itu titik lemahnya. Aliran Ketiga.. Percikan Air Kasih Sayang." Xiao Shuxiang menggores sedikit kepala Fa Zhiye bersamaan dengan pedangnya yang berubah menjadi debu.
!!
Tubuh Fa Zhiye langsung sulit digerakkan, padahal hanya sedikit goresan yang dilakukan Xiao Shuxiang pada dirinya, tapi..
"A-apa ini?!" Fa Zhiye mulai berteriak, wajahnya berubah-ubah, tubuhnya menjadi ungu kehitaman dan mengeluarkan aroma busuk.
Dengan terbata-bata, dirinya bertanya apa yang sudah Xiao Shuxiang lakukan padanya.
"Kau menggunakan racun, begitu juga denganku. Selamat menikmati racun mematikan buatan Xiao Shuxiang. Dan juga, akan kujawab pertanyaanmu. Aku tidak menggunakan Teknik Terlarang."
!!
Fa Zhiye tentu tidak percaya, namun dirinya tidak dapat melakukan apa-apa lagi. Dia kini menjadi gumpalan daging yang mengeluarkan aroma busuk.
Ruangan ini mulai menguap, berubah menjadi bebatuan hitam dengan 12 lingkaran bermotif di lantai.
Xiao Shuxiang menghembuskan napas, dia menatap Lan Guan Zhi dan Dai Chen yang masih dalam keadaan baik.
"Huuft, wajahku pegal sekali. Dan aku sudah lama menahan ini. Aku benar-benar kesal padamu..!" Xiao Shuxiang menendang gumpalan daging di depannya.
"Gara-gara kau, wajahku terasa kaku. Kau monster yang keterlaluan, akan kupastikan kau tidak akan bereinkarnasi..!" Xiao Shuxiang mengeluarkan api biru miliknya dan langsung membakar gumpalan daging yang telah berceceran.
"Xiao Shuxiang..! Kau ini gila atau apa?! Dia sudah mati dan kau masih tetap menyerangnya?!" Dai Chen menampar bokong Xiao Shuxiang dan menyuruhnya memadamkan api biru miliknya itu.
"Dai Chen! Kau jangan merusak keperawanan bokongku..! Rasanya sakit tau!"
"Kau tadi mematahkan kakimu sendiri tanpa merasa sakit sama sekali, dan sekarang kau merintih hanya karena bokongmu ditampar?! Hah, aku tidak percaya ada orang seperti dirimu." Dai Chen mendengus sambil menatap Xiao Shuxiang yang masih setia mengusap-usap bokongnya.
***
__ADS_1