XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
249 - Ling Qing Zhu III


__ADS_3

Seragam pertama yang dijahit Xiao Shuxiang akhirnya selesai.


Tampilannya masih sama dengan milik murid Sekte Kupu-Kupu, namun Xiao Shuxiang menggunakan urat Tikus Api yang dikeringkan dengan api biru miliknya sebagai benang.


Hewan ini termasuk jenis Demonic Beast yang tubuhnya sangat tahan dengan serangan jenis apapun. Satu-satunya kelemahan Tikus Api berada pada moncongnya.


Selama moncongnya tidak ditebas, maka dia tidak akan bisa dikalahkan.


Bahkan efek dari Pedang Kaisar Langit tidak mampu membunuh Tikus Api, ini dikarenakan kelemahannya hanya ada di satu tempat.


Andai Tikus Api merupakan Demonic Beast yang ganas, mungkin sudah lama wilayah Tiga Kekaisaran kacau-balau karena ulahnya.


Ping Gou juga Demonic Beast berwujud tikus, tetapi jenis keduanya berbeda. Pelindung dari Sekte Kupu-Kupu sekaligus teman Xiao Shuxiang ini merupakan sejenis Tikus Petir.


Sebenarnya, dalam One Ring yang pernah diberikan Penatua Da Lin pada Xiao Shuxiang dahulu tidak hanya diisi oleh koin perak, emas, senjata, dan mutiara roh, tetapi ada juga kulit dan bagian-bagian tubuh Demonic Beast yang mati.


Meski sudah lama menjadi mayat, nyatanya kulit dan bagian tubuh Demonic Beast tersebut masih saja segar. Sehingga Xiao Shuxiang harus mengeringkannya dengan Api Biru kecilnya terlebih dahulu sebelum digunakan.


Tidak hanya harta di dalam One Ring, kantong penyimpanan yang diberikan oleh Penatua Da Lin juga memiliki banyak barang berharga di dalamnya. Sayangnya, kantong tersebut adalah titipan yang harus Xiao Shuxiang berikan pada keturunan Penatua Da Lin nantinya.


Setelah memperhatikan seragam yang ada di tangannya dengan baik, Xiao Shuxiang mulai mencari tempat lapang yang dapat dia gunakan untuk menguji ketahanan seragam tersebut.


Di bawah sinar bulan, seragam berwarna putih dengan motif sayap kupu-kupu di tangan Xiao Shuxiang nampak berkilat keperakan.


Dia sekarang berada di sebuah tanah lapang, perbatasan antara Kekaisaran Matahari Tengah dengan Kekaisaran Matahari Tenggelam.


Di depannya, berdiri Tianqi Mao yang nampak memainkan kipas berwarna merah muda yang senada dengan warna pakaiannya.


Xiao Shuxiang memakai seragam hasil jahitannya dan meminta Tianqi Mao untuk menyerangnya sekuat tenaga. Dia sendirilah yang akan menjadi kelinci percobaan bagi pusaka hasil buatannya.


"Apa kau yakin? Aku tidak akan bertanggung jawab kalau sampai kau mati,"


Tianqi Mao mulai menutup matanya saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang memintanya untuk tidak pernah ragu.


".. Lakukan..!"


Asap tipis kebiruan seakan keluar dari kipas di tangannya. Setelah menarik napas sebanyak tiga kali, mata Tianqi Mao mulai terbuka. Warna matanya berubah biru dengan pupil yang mirip dengan pupil mata kucing.


Hanya dengan satu ayunan kipas, sebuah kepala hewan yang terbuat dari air langsung melesat bagai anak panah dan menyerang Xiao Shuxiang.


Tanah yang dilewati oleh serangan Tianqi Mao langsung terkikis cukup dalam. Serangan tersebut menghasilkan suara debaman yang keras saat menyentuh tubuh Xiao Shuxiang.


!!


Tianqi Mao terkejut, pemuda yang berdiri sekitar sepuluh meter darinya tidak melakukan apapun untuk menangkis serangannya.


Khawatir, dia memanggil Xiao Shuxiang saat efek serangannya menimbulkan kepulan asap.

__ADS_1


Beruntung pemuda tersebut baik-baik saja. Namun, Xiao Shuxiang malah mengomelinya karena tidak menyerang sekuat tenaga. Padahal, Tianqi Mao sendiri telah merasa sudah melakukan yang dia bisa.


"Ini masih belum cukup, aku butuh di serang dengan kekuatan yang besar.."


"Apa kau gila? Jangan bermain-main dengan nyawamu sendiri,"


Xiao Shuxiang berkata bahwa dia tidak sedang bermain-main, waktunya semakin sedikit dan dirinya harus bisa menyempurnakan seragam milik sektenya.


Xiao Shuxiang berniat mencari Zhou Yan untuk meminta bantuan, namun Tianqi Mao mengatakan sebaiknya dia beristirahat dan melanjutkannya esok hari. Sayang, ini bukan waktu untuk melakukan itu.


Bantuan dari Zhou Yan membuat seragam yang sudah sudah payah dijahit oleh Xiao Shuxiang koyak. Ini membuktikan bahwa seragam tersebut masih terlalu lemah.


Pagi harinya, Xiao Shuxiang ditemani oleh Feng Ying berangkat menuju salah satu wilayah Aliran Hitam, Kekaisaran Matahari Tengah. Keduanya berniat mengumpulkan akar pohon langka yang dapat menjadi bahan pembuat pakaian.


Tidak hanya akar, tetapi juga bagian tubuh Demonic Beast seperti bulu dan tanduk. Semua ini mereka cari dengan tuntunan buku yang diberikan Ming Mei.


Xiao Shuxiang dan Feng Ying sangat sibuk, sampai-sampai tidak menyadari bahwa perbaikan di Wilayah Tiga Kekaisaran kini telah mencapai 50%.


Harusnya, perbaikan sebesar ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama, kemungkinan 5 sampai 10 Tahun. Tetapi karena para manusia biasa bekerjasama dengan kultivator dan Demonic Beast.. Mereka seperti berhasil membuat keajaiban.


Sebenarnya, perbaikan ini masih sebatas dengan perataan tanah dan pembangunan rumah-rumah warga. Ini belum mencakup masalah ekonomi dan aspek lainnya, karena mereka masih berfokus merapikan wilayah Tiga Kekaisaran.


Xiao Shuxiang tidak mengetahui bahwa teman-temannya, para manusia biasa, kultivator ketiga aliran, dan para Demonic Beast sepakat membuat patung dirinya sebagai lambang dari Pahlawan Benua Timur.


Lokasi pembuatan patung tersebut berada di salah satu wilayah Aliran Hitam, Kekaisaran Matahari Tenggelam. Lambang ini akan dibawa besok setelah selesai dibuat.


Xiao Shuxiang dan Feng Ying baru kembali setelah tengah hari. Bahkan, Feng Ying juga tidak diberitahu tentang patung tersebut. Makanya, dia dan Xiao Shuxiang nampak kebingungan melihat tatapan para warga yang sedikit aneh.


Sama seperti siang ini, saat Xiao Shuxiang berjalan ke arah dapur umum untuk meminta beberapa makanan.. Dirinya selalu menjadi pusat perhatian.


?


Xiao Shuxiang melihat Ling Qing Zhu yang nampak sedang serius membuat pangsit isi daging, dirinya lalu menghampiri gadis itu dan bertanya apa ada sesuatu yang aneh di wajahnya?


"Mn, tidak.."


"Kau yakin?"


Ling Qing Zhu mengangguk. Wajah pemuda di depannya bersih tanpa noda, dengan tatapan mata yang nampak seperti pemuda polos baik hati. Benar-benar dapat menipu orang.


"Apa mungkin mereka baru sadar kalau aku memiliki wajah yang mempesona..?"


Xiao Shuxiang meminta pendapat Ling Qing Zhu, tetapi gadis ini hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun. Sepertinya, tatapan mata Ling Qing Zhu mengandung arti bahwa Xiao Shuxiang terlalu percaya diri.


"Aku memang luar biasa. Jangan bilang kau cemburu karena aku populer di antara gadis-gadis,"


"Tidak mungkin,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang terus meledek Ling Qing Zhu dan memaksa gadis ini mengaku. Dia sudah sering memperhatikan Ling Qing Zhu yang akan bersikap sangat dingin dan menjauhi orang lain, tetapi tidak begitu saat bersamanya.


".. Kau malah menjadi gadis yang payah ketika bersamaku. Apa jangan-jangan kau suka padaku?"


"Tidak mungkin,"


Ling Qing Zhu merasa tegang saat Xiao Shuxiang tiba-tiba menatapnya dengan serius. Dia pernah diberi tatapan semacam ini pada Ling Lang Tian saat Kakaknya menaruh curiga padanya.


Ling Qing Zhu tidak sadar menahan napas, dia bahkan belum berkedip selama Xiao Shuxiang terus menatapnya.


Tubuhnya terlalu kaku untuk bergerak, tetapi pemuda di depannya ini malah melangkah mendekat dan berdiri begitu dekat dengannya.


"..."


"..."


Waktu seakan berhenti, bahkan hembusan angin juga seketika menghilang.


Ling Qing Zhu tidak tahu apa yang akan dilakukan pemuda ini padanya, dia benar-benar tidak bisa membaca arti dari tatapan dan wajah datar Xiao Shuxiang.


Jika diperhatikan lebih teliti. Memang saat terkena sinar matahari, ada seperti bunga yang bermekaran di dalam mata pemuda di depannya. Kalau memakai seragam berwarna putih, Xiao Shuxiang tidak terlihat seperti malaikat kegelapan. Malahan seperti..


"Kau mendengarnya? Ada sesuatu yang jatuh,"


!!


Ling Qing Zhu refleks melihat ke bawah saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Namun, dia tidak menemukan apapun yang jatuh.


Ling Qing Zhu kembali menatap Xiao Shuxiang. Hanya saja ucapan pemuda ini selanjutnya, membuat dia terkejut tak percaya.


Xiao Shuxiang berkata bahwa Ling Qing Zhu baru saja jatuh hati padanya. Mendengar hal itu membuat Ling Qing Zhu langsung berkata, 'Tidak'.


"Tapi aku merasakannya,"


Xiao Shuxiang mendesak Ling Qing Zhu agar mengaku. Lagipula dia bukanlah tipe pria yang akan langsung menolak mentah-mentah bila langsung dilamar oleh seorang gadis. Jadi, lebih baik akui sekarang sebelum menyesal.


".. Kau jujur saja. Kau ini sedang jatuh hati padaku, kan?"


"Mana mungkin,"


"Kalau begitu aku yang jatuh hati padamu,"


!!


Ling Qing Zhu terkejut, dia setiap hari harus mendengar setidaknya lima pernyataan cinta dari pemuda yang berbeda-beda. Masalahnya, dia tidak percaya Xiao Shuxiang juga ikut-ikutan.


"Omong kosong,"

__ADS_1


"Apa aku harus membuktikannya?"


***


__ADS_2