
Bagi Shouxing, pemuda berseragam putih di sampingnya merupakan orang paling bodoh karena meski telah diperlihatkan keburukan tentang Sang Bintang Penghancur--pemuda ini masih menaruh kepercayaan yang begitu tinggi di hatinya.
Shouxing hanya ingin Lan Guan Zhi menyadari bahwa Xiao Shuxiang bukanlah pemuda yang biasa, dia adalah definisi dari kegelapan dan juga kekejaman.
Sosok seperti Xiao Shuxiang tidak pantas mendapat teman sebaik dan setulus Lan Guan Zhi. Sang Bintang Penghancur itu harusnya ditebas, diikat, dan dibuang ke jurang tanpa dasar atau dibakar hidup-hidup dalam kobaran api abadi.
"Apa rasanya tidak tertahankan? Kau pasti menikmatinya saat tulang rusukmu kutarik keluar, bukan?" bibir seorang pemuda tertarik dan membentuk seringai jahat, matanya nampak berkilat menyaksikan bagaimana korbannya menderita kesakitan.
Pemuda tersebut berpakaian serba hitam, dia tidak lain adalah Xiao Shuxiang dewasa yang merupakan wujud ciptaan dari ingatan Shouxing.
Lan Guan Zhi menyaksikan bagaimana teman baiknya menarik keluar tulang rusuk seorang pria yang nampak berusia 42 Tahun. Dia memalingkan pandangannya saat tidak kuat melihat bagaimana tindakan kejam yang dilakukan temannya itu.
Saat ini, Lan Guan Zhi belum pulang ke dunianya. Dia masih bersama Shouxing, Sang Roh Pedang Bintang Malam yang memiliki hubungan erat dengan Xiao Shuxiang.
Sebenarnya, Lan Guan Zhi ingin menghentikan kekejaman yang disaksikannya ini. Sungguh, temannya itu sudah sangat kelewatan.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang begitu menikmati suara teriakan pria yang dicengkeramnya. Matanya berkilat merah dan menatap penuh semangat saat dirinya berhasil menelusupkan salah satu tangannya untuk meremas organ dalam korbannya.
!!
Teriakan yang didengar Lan Guan Zhi terlalu menyakitkan telinga. Dia tidak yakin bila suara itu tidak merusak gendang telinga Xiao Shuxiang meski teman baiknya tersebut hanyalah semacam gambaran kilas balik yang diperlihatkan oleh Roh Pedang Bintang Malam.
Shouxing tahu apa yang dipikirkan oleh Lan Guan Zhi, dia menatap lurus ke depan--tepat di mana Xiao Shuxiang menarik keluar jantung kultivator tersebut, dan kemudian mulai bicara pada Lan Guan Zhi.
"Bagi Xiang'Er, teriakan itu seperti musik yang merdu. Kau harusnya pernah melihat tindakan tidak manusiawi teman baikmu itu,"
"..."
Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa-apa. Dia ingat cara bertarung temannya yang memang tidak seperti kultivator pada umumnya, bahkan itu jauh lebih buruk dari para kultivator Aliran Hitam.
"Dulu dan sekarang.. Cara bertarung Shuxiang tidak pernah berubah." Lan Guan Zhi akhirnya buka suara.
"Mn. Jadi, apa sekarang kau mengerti Tuan Muda Lan? Xiang'Er tetap mempertahankan gaya bertarungnya, dan bukan tidak mungkin dia juga tetap mempertahankan pemikirannya. Dia membenci dan memusuhi manusia."
Suasana mendadak tidak nyaman saat Shouxing berbicara. Nada dari ucapannya terasa dingin dan dapat menimbulkan keraguan di dalam hati seseorang yang mendengarnya.
".. Kau bisa saja menaruh kepercayaan besar pada Xiang'Er, tapi jangan harap dia akan berlaku sebaliknya padamu. Orang yang kau anggap teman baik itu, hanya percaya pada dirinya sendiri. Itulah cara Xiao Shuxiang untuk menghadapi kekejaman dari dunia ini."
Lan Guan Zhi menatap pemuda yang penuh kharisma di sampingnya. Dia sudah tidak mendengar suara teriakan pilu, termasuk suara dari teman baiknya.
"Aku tahu maksud Anda menunjukkan ini semua. Anda ingin aku pergi dan meninggalkan Shuxiang.." Lan Guan Zhi terdiam sejenak sebelum kembali melanjutkan ucapannya.
Dia berkata bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan Xiao Shuxiang. Mendengarnya membuat Shouxing penasaran, kenapa Lan Guan Zhi begitu sangat peduli pada orang yang jelas-jelas pernah nyaris menghancurkan Benua Timur?
Kebaikan apa yang pernah dilakukan oleh Xiao Shuxiang hingga Lan Guan Zhi begitu mempercayainya? Bila itu sekadar balas budi, maka Lan Guan Zhi sudah pernah membayarnya.
"Hmph.." Shouxing mendengus, ".. Jangan terlalu naif, Tuan Muda Lan. Seseorang yang lebih dikendalikan oleh hatinya untuk membuat keputusan akan selalu mengantar orang lain dan dirinya sendiri ke dalam bahaya. Kau.. Dapat mengundang kematian bagi orang-orang yang ada di sekelilingmu."
"Aku tidak pernah membiarkan hatiku berjalan sendirian.." Lan Guan Zhi menatap Shouxing, ucapannya terlihat begitu menyakinkan.
".. Aku tahu Shuxiang sulit untuk berubah menjadi manusia yang baik, namun dia mudah sekali terpengaruh dalam kelamnya kejahatan, apalagi jika yang membujuknya ada seseorang dari masa lalu yang begitu penting baginya. Namun.."
Lan Guan Zhi menatap lurus ke depan sejenak sebelum mengarahkan pandangannya ke langit. Dia kemudian kembali bersuara.
".. Shuxiang sekarang memiliki kesempatan untuk berubah. Aku tidak ingin dia jauh dari kehidupannya yang sekarang dan jauh dari teman-temannya. Aku tidak mau dia menjauh dariku."
"Lalu apa yang bisa kau lakukan sekarang?"
"Anda akan membantuku."
Shouxing tersenyum mendengar jawaban pasti dari Lan Guan Zhi. Dia lalu mengatakan bahwa butuh kekuatan agar dapat sejajar dengan Xiao Shuxiang.
".. Tuan Muda Lan, kau tidak bisa kembali ke duniamu dengan kondisi tubuhmu yang telah membusuk. Tapi jika kau mau menerimaku, tubuhmu akan dibentuk kembali dan kali ini lebih kuat dari sebelumnya."
Shouxing tidak lupa menerangkan risiko andai kata Lan Guan Zhi bersedia menerimanya. Risiko itu adalah sifat dari Grand Elder masa depan Sekte Pedang Langit ini kemungkinan akan sedikit berubah.
".. Akan kukatakan dengan jelas. Jika kau menerimaku, maka kau akan berdiri di antara cahaya dan kegelapan. Andai hatimu tidak kuat, kegelapan dapat menelanmu. Kau bisa saja menjadi lebih buruk daripada Xiang'Er."
Shouxing hanyalah roh pedang yang harusnya sudah lama menghilang. Namun karena Cahaya Roh Leluhur, dia dapat kembali dan bicara dengan Lan Guan Zhi seperti sekarang.
Sebenarnya bukan hanya dirinya, tetapi juga roh dari dua pusaka langit yang pernah dihisap Yīng xióng ada di tempat ini. Hanya saja mereka belum mau menunjukkan wujudnya pada Lan Guan Zhi.
"Saat ini aku amat sangat lemah. Aku tak seharusnya menjadi beban untuk orang yang berusaha kulindungi. Jika Anda bersedia membantu, aku tentu tidak akan menolak."
"Kau harus memikirkannya, Tuan Muda Lan. Keputusan ini tidak semudah yang kau bayangkan. Jujur saja, kau adalah manusia yang masih berusia sangat muda dan aku sendiri merupakan roh pedang yang mana telah dipengaruhi oleh banyak kultivator berhati dingin. Menerimaku sama saja dengan memberi ancaman pada sisi kemanusiaanmu."
__ADS_1
Lan Guan Zhi sebenarnya tahu ini adalah hal yang berbahaya. Dia sendiri sejak awal sudah sangat tidak nyaman dengan kehadiran pemuda di sampingnya ini, apalagi setelah mendengar ucapan barusan.
Ada aura menekan dan terasa sangat gelap yang terpancar di tubuh Shouxing. Sesuatu yang begitu mengerikan hingga dia tidak bisa menjelaskannya.
Namun, mengingat tubuhnya sekarang sudah mati dan kini hanya rohnya saja yang tersisa--tidak mungkin dia menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan takdir.
Bila memang nantinya kegelapan akan menelan hati manusianya setelah menerima bantuan Shouxing, maka itu juga sudah termasuk ke dalam takdirnya. Saat ini, dia tidak punya pilihan untuk bisa kembali.
".. Shuxiang dapat melakukan tindakan berbahaya bila dia tahu kondisiku. Aku harus pulang secepatnya-"
"Bukankah lebih baik kau mati saja?"
!?
Ada suara anak kecil yang terdengar dan itu mengejutkan bagi Lan Guan Zhi. Dia tidak menyadari kehadiran sosok anak laki-laki yang nampak berusia 10 Tahun, tepat di belakangnya.
Lan Guan Zhi berbalik, matanya melihat seorang anak berpakaian serba putih dengan mata yang berwarna merah terang.
Terdapat urat tipis kehitaman pada pipi kanan anak laki-laki itu, dan sebuah bekas luka berbentuk petir di dahi kirinya. Dia menyeringai lebar ke arah Lan Guan Zhi.
"Namaku Dao Xiao Sheng, roh dari Seruling Giok Putih sekaligus yang sudah memperhatikanmu sejak awal kau sampai di tempat ini."
Senyuman tidak pernah menghilang dari wajah anak laki-laki tersebut. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan bersikap begitu sombong.
Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun. Dia hanya memasang raut wajah datar dan tatapan mata yang tenang miliknya. Berbeda dengannya, Shouxing justru kurang senang melihat kedatangan anak laki-laki itu.
"Tidak seharusnya kau muncul sekarang, Xiao Sheng."
"Hmm, kenapa? Aku hanya ingin menyapa anak muda ini, apa yang salah dari itu? Aku sama sekali tidak mencari masalah dengannya,"
"Kedatanganmu bahkan sudah menjadi awal masalah."
Dao Xiao Sheng malah tertawa mendengar ucapan Shouxing barusan. Dia memegang perutnya yang terasa menggelitik akibat terus-terusan tertawa.
".. Apa aku seburuk itu? Sungguh rasanya seperti sebuah pujian. Kau memiliki bakat humor yang tinggi, Shouxing." Dao Xiao Sheng menepuk-nepuk lengan pemuda mempesona di sampingnya dan lalu kembali menyeringai lebar ke arah Lan Guan Zhi.
Tidak seperti dirinya, Shouxing malah merasa ucapannya barusan tidaklah lucu. Hanya saja, anak laki-laki di sampingnya ini memang agak aneh.
!?
Sekarang, bahkan langit dan tanah terlihat serba putih. Sesekali melintas cahaya kecil berwarna biru dan kuning keemasan yang nampak bagai bintang jatuh.
Lan Guan Zhi mengedarkan pandangannya ke sekitaran dan hanya menemukan dirinya serta kedua roh dari Pusaka Langit di hadapannya ini.
Dia lalu mengarahkan pandangannya pada Dao Xiao Sheng dan memperhatikan roh pusaka langit itu dengan teliti.
Walau memiliki bentuk tubuh layaknya anak kecil, namun aura yang terpancar di tubuh Dao Xiao Sheng bukanlah sesuatu yang layak diabaikan.
"Tidak kusangka kau cukup berbakat membawa diri, Tuan Muda Lan. Sikapmu yang begitu tenang bahkan di hadapanku layak mendapat pujian," Dao Xiao Sheng kembali menyeringai lebar, dia memang roh yang sangat suka melakukan itu.
"Tuan Muda Lan-"
"Shouxing, kau sudah banyak bicara sebelumnya. Sekarang adalah giliranku," Dao Xiao Sheng memotong ucapan roh Pedang Bintang Malam, ketika pemuda itu hendak bicara.
Dia sangat suka mencari masalah, dan sikapnya kurang lebih sama seperti Xiao Shuxiang. Dan yaah.. Dao Xiao Sheng memang adalah roh Pusaka Langit yang paling kuat di antara roh pusaka langit lainnya.
Shouxing mengembuskan napas pelan, dia harusnya menjadi roh yang paling kejam dan liar mengingat dirinya selalu dipakai oleh para kultivator Aliran Hitam. Namun nyatanya, pembawaan dirinya terlihat lebih berwibawa dan amat tenang.
"Pusaka Langit selama ini tidak diberi urutan sesuai dengan waktu pembuatannya, tetapi didasarkan dengan seberapa terkenalnya pusaka tersebut. Pedang Bintang Malam selama ini dikenal sebagai pusaka langit yang pertama, namun sebenarnya Seruling Giok Putih-lah yang mendapat masa jayanya lebih dahulu," Dao Xiao Sheng mengatakan agar Lan Guan Zhi mengingat hal ini.
Dia lalu berjalan dan seperti mengelilingi pemuda berpita dahi tersebut, kedua tangannya nampak berada di belakang pinggang. Cara berjalan dan tatapan mata Dao Xiao Sheng tidak pernah lepas dengan aura keangkuhan.
"Sudah banyak monster dan kultivator dari Aliran Hitam yang menjadi makananku.." Dao Xiao Sheng menyeringai tipis, dia hanya menoleh ke kanan dan seketika itu juga--sebuah gambaran padang luas dengan hamparan mayat manusia dan hewan terlihat.
".. Banyak hewan legendaris yang bertekuk lutut dan berakhir menjadi cemilanku dalam waktu yang singkat. Kau bahkan tidak akan bisa menghitung jumlah mereka. Dan paling penting, rasa kultivator yang dipenuhi oleh Dendam adalah yang terbaik," Dao Xiao Sheng tertawa, dia jauh terlihat lebih jahat dibandingkan dengan Shouxing.
Lan Guan Zhi sebenarnya terkejut melihat sifat roh dari Seruling Giok Putih, namun rasa penasarannya jauh lebih besar. "Bukankah Anda selama ini berada di tangan kultivator-"
"Aliran Putih dan Netral? Tentu. Tentu saja, dan memang itulah yang terbaik.." Dao Xiao Sheng kali ini memotong ucapan Lan Guan Zhi, ".. Aku membantu para pendekar itu untuk melawan musuh terkuat yang berpotensi membawa kehancuran, dan sebagai gantinya.. Aku memakan jiwa mereka."
Shouxing, "Ada harga yang harus dibayar bagi mereka yang menggunakan sebuah pusaka dengan roh di dalamnya sebagai senjata. Tentunya, kau sudah tahu hal ini.. Tuan Muda Lan."
Lan Guan Zhi mengangguk membenarkan, kisah tentang roh pusaka yang memakan jiwa pemiliknya sendiri sudah sangat banyak dibahas dalam buku-buku yang ada di dalam pagoda tingkat sembilan Sekte Pedang Langit.
Kisah tentang Tiga Pusaka Langit pun tidak luput dari ingatannya, namun memang--yang tertulis di dalam buku terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Harusnya kami tidak berada di tempat ini, dan harusnya aku kembali mendapatkan masa jaya itu," Dao Xiao Sheng mendengus, ".. Sayang semuanya malah berakhir berantakan akibat kedatangan pedang gila yang aku bahkan tidak mau menyebutkan namanya,"
Terdapat kekesalan pada ucapan Dao Xiao Sheng barusan, dia masih ingat dengan jelas bagaimana dirinya diusir dari dalam seruling yang sudah lama dia tinggali. Semua ini karena pemiliknya yang baru dengan pedang gilanya yang terlalu fanatik ingin menguasai segalanya.
"Hmph," Shouxing mendengus, "Kau hanya marah karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa ada pusaka yang lebih baik darimu."
Dao Xiao Sheng menatap tajam ke arah Shouxing, dia baru saja menyombongkan dirinya di depan Lan Guan Zhi dan pemuda berpakaian serba hitam di sampingnya malah menjatuhkan namanya.
"Yīng xióng adalah pusaka iblis, dia tidak lebih baik dariku. Dia diciptakan dari besi yang terkutuk, ditempa oleh seseorang yang bahkan lebih buruk lagi. Aku paling tidak rela harus berada di tangan pemuda iblis seperti Xiao Shuxiang."
Dao Xiao Sheng sebenarnya sudah sejak lama ingin melahap jiwa Sang Bintang Penghancur. Sayang niatnya itu terbaca oleh Yīng xióng dan dia malah berakhir di tempat seperti ini.
"Itu karena kau serakah dan ingin menjadi satu-satunya yang berkuasa. Bagus juga pedang itu datang hingga kau dapat bercermin bahwa ada yang lebih hebat darimu."
!!
Suara wanita dan baik Dao Xiao Sheng maupun Shouxing mengenalnya. Keduanya tanpa menoleh dan sudah menyadari kehadiran sesosok makhluk di depan mereka.
Lan Guan Zhi juga mendengar suara barusan. Dia tersentak kala merasakan ada tangan seseorang yang memeluknya dari belakang.
"Tuan Muda Lan.. Apa kau mau menikah denganku?"
!!
Lan Guan Zhi spontan menoleh ke kanan, matanya seketika bertemu pandang dengan mata hitam giok seorang wanita cantik. Tanpa sadar dirinya menahan napas.
Wanita itu terlihat berusia 24 Tahun, memakai pakaian merah yang cukup terbuka dengan kulit yang begitu halus tanpa cacat.
Rambutnya panjang, berwarna gelap dengan bulu mata yang lentik. Dia mempunyai bibir merah sehalus bunga dan sebuah tahi lalat kecil pada bawah mata sebelah kanannya.
"Tuan Muda Lan, jika kau menatapku tanpa mengatakan apa-apa. Aku akan menganggapmu setuju,"
"Maaf, Nona. Aku.." Lan Guan Zhi berusaha melepaskan pelukan wanita cantik yang entah muncul dari mana ini, namun dirinya malah dibuat kaget sebab wanita tersebut menaruh jari telunjuk di bibirnya seolah memberi isyarat agar dia tidak bicara.
"Tuan Muda Lan~ apa di sektemu kau tidak diajarkan untuk jangan menolak seorang gadis, hmm? Kau bisa saja menyakiti hatinya~"
Lan Guan Zhi mengulurkan tangannya, dia meraih jari telunjuk wanita di hadapannya dan lalu menurunkannya perlahan. Dia kembali meminta maaf dengan begitu sopan.
"Yue An, apa kau tidak bisa muncul dengan cara yang biasa-biasa saja? Kau terlihat seperti wanita tidak tahu malu." Dao Xiao Sheng berujar ketus, dia memandang jijik pada wanita di hadapannya.
"Hm? Kau suka sekali mencampuri urusan orang lain. Bukankah harusnya kau yang jaga sikap? Kau masih anak-anak dan sudah berani bicara begitu kasar, belajarlah dari sikap Tuan Muda Lan yang begitu sopan dan lebih menghormati wanita,"
"Setan sepertimu tidak berhak mendapat hormat dariku, jadi menjauhlah dan sebaiknya kau pergi dari sini."
"Hmph, kalau aku tidak mau.. Kau akan apa?"
Dao Xiao Sheng menatap kesal pada Chi Yue An. Suara wanita cantik dengan tampilan menggoda itu telah membuat urat pada dahinya menegang. Dia sangat ingin membunuh roh dari Jubah Pelindung tersebut.
"Kalian berdua apa tidak bisa akur sedikit?" Shouxing sebenarnya lelah menjadi penengah antara kedua roh pusaka langit ini.
Dia yang selama ini berada di wilayah Aliran Hitam, tempat yang terkenal penuh kejahatan dan malah dirinya-lah yang nampak seperti roh paling bijak.
"Shouxing, kau hanya tidak pernah tahu betapa memuakkannya wanita ini. Cahaya Roh Leluhur memang tidak bisa membedakan, mana roh yang harusnya diselamatkan dan mana yang tidak." Dao Xiao Sheng berucap sinis.
Chi Yue An mendengus, dia sudah tidak lagi bersikap manja pada Lan Guan Zhi. Telinganya terasa panas saat mendengar suara dari bocah laki-laki di hadapannya.
"Aku memuakkan? Terima kasih untuk pujiannya. Kau sepertinya sudah siap untuk kukirim ke neraka.." tubuh Chi Yue An mulai diselimuti asap tipis kemerahan. Dia seakan bersiap untuk bertarung.
"Hah? Kau mau mencobanya? Lakukan jika kau bisa." Dao Xiao Sheng tanpa gentar menyambut Chi Yue An. Tubuhnya mulai diselimuti asap putih keemasan.
Keduanya sama-sama memiliki tekanan dan aura yang kuat. Hampir saja mereka saling bertarung andai tidak langsung ditegur oleh Shouxing.
"Berhenti kalian berdua!"
!!
Chi Yue An dan Dao Xiao Sheng saling menatap tajam, kemudian segera memalingkan wajahnya disertai dengan dengusan. Mereka berdua terlihat bagai kakak dan adik yang bertengkar.
"Tuan Muda Lan di sini tidak untuk melihat kalian bertarung satu sama lain. Kalian mempermalukan diri sendiri," Shouxing menggelengkan kepala pelan sambil berdecak.
Tidak disangka dua roh pusaka langit yang harusnya lebih bisa mengontrol diri karena hidup di lingkungan Dua Aliran--Netral dan Putih malah memiliki pribadi yang liar semacam ini.
Lan Guan Zhi sendiri tetap tenang dan sesekali berkedip. Awalnya dia memang cukup tegang karena berhadapan dengan tiga roh dari pusaka langit secara sekaligus. Namun setelah beberapa lama, dia merasa ketiga roh ini malah tak terlihat menakutkan.
"Mereka.. Mirip seperti Shuxiang," diam-diam Lan Guan Zhi tersenyum samar. Andai teman baiknya ada di sini, suasananya pasti akan semakin riuh.
__ADS_1
***