XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
391 - Hasrat


__ADS_3

Karena hantaman yang begitu keras, tubuh Pangeran Sabit Kematian dengan Pendekar Cambuk Darah benar-benar berantakan. Tubuh mereka sehitam arang dan nampak mengeluarkan asap seperti habis dibakar.


Seseorang pasti akan percaya bila dikatakan Pangeran Sabit Kematian dan Pendekar Cambuk Darah baru saja diterjang petir.


Hanya senjata mereka sajalah yang utuh, pusaka itu nampak bersinar redup dan tergeletak pada bagian-bagian tubuh yang tidak berbentuk tersebut.


Ling Lang Tian masih berwajah tenang walau pakaiannya cukup kotor karena darah serta debu dan koyak di beberapa bagian. Dia memulihkan kondisi tubuhnya dalam keadaan melayang di udara, pandangan mata Ling Lang Tian masih mengandung kewaspadaan.


!!


Firasat ayah dari Ling Ya Bing ini memang tidak baik, dan itu terbukti dengan tubuh Pangeran Sabit Kematian serta Pendekar Cambuk Darah yang mulai terbentuk ulang lagi. Kali ini tubuh mereka terbentuk dengan sangat cepat.


Baam..!


Cukup jauh dari tempat Ling Lang Tian berada, pertarungan antara Qingyu Mao melawan Grand Elder Sekte Pagoda Langit berlangsung sengit. Demonic Beast berwujud kucing tersebut menyerang tidak kalah liar dari cara bertarung Pangeran Sabit Kematian maupun Pendekar Cambuk Darah.


"Saudaraku! Sadarlah-"


CRAASH..!


Dibandingkan dengan tempat lain, kondisi di dalam hutan bambu buatan inilah yang paling parah.


!!


Para murid Sekte Pagoda Langit saling menyerang satu sama lain. Sebagian dari mereka tidak mampu mengendalikan tubuh serta pikiran, seakan-akan mereka layaknya mayat hidup.


TRANG..!


"Bagaimana ini?! Aku tidak bisa membunuhnya karena dia adalah saudaraku,"


Salah satu murid laki-laki yang nampak berusia 27 Tahun berusaha keras menahan serangan saudara seperguruannya.


Dia tidak bisa menyerang sungguh-sungguh sebab khawatir saudaranya tewas, berbeda dengan lawannya ini yang seperti tidak peduli akan keselamatannya.


TRANG!


"Qi'Er..! Kau bawa Bing'Er pergi dari sini..!"


Ling Xuan Lu yang sedang bertarung dengan lima orang muridnya secara sekaligus nampak berseru pada Ling Qin Qi. Dia menyuruh gadis itu untuk terus melindungi Ling Ya Bing sebab merasa musuh mengincar keponakannya tersebut.


Ling Qin Qi mengangguk dan segera melesat ke tempat di mana Ling Ya Bing berada. Anak perempuan berusia 7 Tahun itu masih setia menyeimbangkan diri di antara dua pohon bambu.


Miao Gang bisa melihat target incarannya ingin dibawa pergi. Dia mengusap-usap boneka kain miliknya dan dengan cepat enam orang murid Sekte Pagoda Langit yang dia kendalikan melesat ke arah Ling Qin Qi.


"Aku ingin menangis.. Kasihan sekali.. Kasihan sekali.. Tidak ada yang akan menolong anak kecil itu.. Takdirnya menyedihkan.. Sangat menyedihkan.."


!!


Ling Qin Qi tidak bisa mendekat apalagi memegang tangan Ling Ya Bing dan membawanya pergi. Dia dihadang oleh enam orang saudara seperguruannya dan terpaksa harus bertarung dengan mereka.


Di sisi lain, Qingyu Mao terlihat menyeringai sambil terus bertukar serangan dengan Grand Elder Sekte Pagoda Langit, Ling Chu Zhen.


Demonic Beast berwujud kucing tersebut mendesak Ling Chu Zhen hingga harus mengambil posisi bertahan. Dia berulang kali meledek tua bangka itu karena terlalu lemah.


".. Kau seorang Grand Elder, kenapa jadi lembek begini, huh? Aku sudah membunuh cukup banyak muridmu, dan kau bahkan tidak bisa menebas leherku.. Memalukan,"


Qingyu Mao menjilat darah pada jari-jari tangannya. Wajahnya memang manis, namun tidak untuk saat ini. Dirinya begitu mengerikan dengan darah di leher dan wajah, pakaiannya pun nampak basah oleh cairan merah segar tersebut.


Ling Chu Zhen mengepalkan kuat tangan dan mencengkeram pedang pusakanya. Dia sudah membunuh Qingyu Mao sebanyak enam kali dan membuat tubuh anak perempuan itu terpisah-pisah. Namun yang terjadi justru anak tersebut kembali hidup tanpa dia tahu bagaimana caranya.


"Sejauh ini hanya mayat hidup yang tidak bisa dibunuh walau tubuhnya telah ditebas berulang kali, tapi anak ini justru bukan mayat hidup.." wajah Ling Chu Zhen terlihat buruk, dia memikirkan sesuatu yang membuat perasaannya tidak enak.


".. Mungkinkah Demonic Beast sudah mulai berevolusi menjadi makhluk immortal, tapi di tempat seperti Benua Tengah, apa benar itu mungkin?"


Di satu sisi, Ling Chu Zhen meragukan ada Demonic Beast yang berevolusi hingga ditahap tubuhnya menjadi abadi. Ini karena kondisi tanah di Benua Tengah sama sekali tidak menguntungkan bagi kaum Demonic Beast.


Hanya ada beberapa titik lokasi di tiga kekaisaran yang memiliki kepadatan Qi murni, salah satunya adalah Lembah Batu Api. Namun Qingyu Mao jelas bukan berasal dari tempat tersebut.


".. Demonic Beast di sana kuat, tapi sekali mereka menetap di lembah itu, mereka tidak bisa pergi lagi."


Ling Chu Zhen ingin memastikannya. Dia melesat dan kembali bertukar serangan dengan Qingyu Mao. Gerakan lincah anak bertelinga kucing ini membuat dirinya samar-samar teringat sesuatu.


TRAANG!

__ADS_1


Qingyu Mao melompat mundur saat serangan cakarnya ditangkis oleh Grand Elder Sekte Pagoda Langit ini. Dirinya lalu mengambil posisi dan kembali menyerang.


Ke sepuluh jari Qingyu Mao memiliki kuku yang tajam, satu serangan akan menghasilkan lima cakaran yang mampu mengikis tanah hingga kedalaman satu meter dan dapat memotong rimbunan pohon bambu yang jauhnya mencapai tiga meter.


!!


Ling Chu Zhen menghindari serangan cakaran Qingyu Mao hingga pohon bambu di belakangnya terkena imbas serangan barusan.


BAAAM..!


Suaranya begitu keras, bahkan rimbunan pohon bambu di belakang Ling Chu Zhen terpotong menjadi bagian yang sulit dihitung.


"Gaya bertarung anak ini tidak salah lagi, dia berasal dari tempat itu. Namun aku masih tidak mengerti satu hal, bagaimana dia bisa sulit dibunuh?"


Qingyu Mao bisa melihat ekspresi wajah lawannya yang nampak keheranan, dia tersenyum lebar dan kemudian berkata bahwa Grand Elder Sekte Pagoda Langit tidak perlu berekspresi heran. Ini masih belum seberapa, kekuatannya yang asli baru akan dia perlihatkan.


!!


Qingyu Mao tertawa bersamaan saat dirinya mulai membungkuk. Tangannya yang menyentuh tanah semakin membesar dan berubah menjadi kaki hewan.


Perubahan itu terus terjadi sampai Qingyu Mao memperlihatkan wujud aslinya. Dia adalah seekor kucing berbulu merah dengan mata berkilat hitam, tingginya mencapai lima meter dan dipenuhi oleh aura pembunuh yang pekat.


!!


Ling Chu Zhen terkejut saat kucing besar di depannya berbalik cepat dan menyerang dirinya dengan ekor yang begitu panjang serta kuat. Dia menangkis serangan itu, namun efeknya masih dapat membuatnya terdorong ke belakang.


!!


Ekor Qingyu Mao mengikat satu orang murid Sekte Pagoda Langit menggunakan ekornya. Dia menarik murid laki-laki tersebut dan lalu mengangkatnya tinggi, tepat di atas kepalanya.


Murid itu berusaha memberontak, dia berkonsentrasi menyelimuti tubuhnya dengan api agar dapat lepas dari ikatan ekor Qingyu Mao. Sayang kekuatannya malah seperti dihisap dengan cepat.


"Lepaskan aku! Makhluk sialan, khh! Lepaskan!"


Grrr


"Melepaskanmu? Aku punya yang lebih baik daripada melepaskanmu,"


Demonic Beast berwujud kucing itu membuka mulutnya dengan lebar dan mulai menurunkan pelan murid Sekte Pagoda Langit yang terus memberontak.


!!


Grand Elder Sekte Pagoda Langit dan beberapa muridnya yang menyaksikan kejadian mengerikan itu tidak bisa mengatakan apa-apa selain tatapan mata mereka yang mengandung kekagetan.


Suara kuyahan Qingyu Mao terdengar mengerikan, bibir kucing besar itu mengeluarkan cairan merah segar yang berasal dari kaki murid Sekte Pagoda Langit yang disantapnya.


Teriakan pilu dari murid Sekte Pagoda Langit yang disantap Qingyu Mao seakan tidak terdengar akibat teredam oleh suara kuyahannya. Dia begitu menikmati memakan manusia hidup dan sangat bersemangat kala melihat bagaimana dirinya dipandang sebagai makhluk yang mengerikan.


"Manusia segar adalah yang terbaik.." Qingyu Mao kembali memakan tubuh murid laki-laki yang tersisa, dia nampak begitu menikmati makanannya.


!!


Tidak ada yang berani mendekat dan menyerang Qingyu Mao begitu saja, termasuk Ling Chu Zhen. Grand Elder Sekte Pagoda Langit tersebut sulit mendekat karena aura pembunuh milik lawannya tiba-tiba saja menjadi perisai.


"Murid-muridmu begitu lezat, ini makanan terbaik yang pernah ada. Aku jadi menginginkannya lagi," Qingyu Mao menjilat salah satu kaki depannya dan kemudian mengeluarkan suara geraman.


!!


Efek dari geramannya menciptakan angin kejut yang dapat mendorong siapa pun hingga jarak sepuluh meter. Ling Chu Zhen dan dua patriarch dari sektenya melawan monster kucing itu dengan bekerja sama.


Di sisi lain, Miao Gang telah berada di belakang Ling Ya Bing dan memukul anak tersebut hingga tidak sadarkan diri. Di antara teman-temannya, memang hanya Miao Gang yang pakaiannya begitu bersih.


Gadis cantik dan suka menangis itu merupakan pendekar ahli jarak jauh. Dia mendukung rekan-rekannya yang lain dari belakang, tapi jika diperlukan--dirinya dapat bertarung di baris terdepan.


"Malam yang indah ini.. Telah menjadi mimpi buruk bagi mereka.. Aku sangat kasihan. Anak ini juga nampak kecil, usianya bahkan belum mencapai sembilan atau sepuluh tahun, namun dia telah menjadi target penculikan.. Aku merasa kasihan.. Aku mau menangis,"


Miao Gang memegang kerah belakang baju Ling Ya Bing bersamaan saat tubuhnya dan tubuh anak ini perlahan berubah menjadi air, kemudian menghilang.


Di tempat lain, Xiao Shuxiang yang baru saja berhenti tertawa bersama Bocah Pengemis Gila segera bergegas ke tempat di mana Ling Lang Tian berada.


!!


Di sana, keduanya melihat bagaimana tubuh Pangeran Sabit Kematian dan Pendekar Cambuk Darah terbentuk kembali. Xiao Shuxiang tidak ingin memberikan lawannya kesempatan, namun Ling Lang Tian mencegahnya.

__ADS_1


"Jika kau mendekat, senjata yang tanpa tuan itu akan menyerangmu. Kau jangan gegabah dan sebaiknya pikirkan cara lain,"


"Calon Kakak Ipar, pedangku lapar dan dia ingin makan. Yīng xióng sudah mengincar salah satu senjata dua makhluk menyebalkan itu,"


Xiao Shuxiang memegang erat pedangnya dan mengatakan pada Ling Lang Tian agar tidak khawatir, ".. Kau bahkan tak perlu menahan kekuatanmu, biarkan Lan Zhi yang menjaga keselamatan murid-muridmu,"


Ling Lang Tian memang menahan kekuatannya, tetapi meski para muridnya sudah ditangani oleh Lang Guan Zhi--tetap saja dia harus menahan kekuatannya. Dia tidak ingin sektenya menjadi lebih porak-poranda lagi.


Xiao Shuxiang, "Bocah Pengemis Gila. Kau pergi dan bantu Lan Zhi, biarkan dua makhluk ini kami yang mengatasinya."


Bocah Pengemis Gila sebenarnya sudah lama ingin pergi ke tempat Lan'Er Gege-nya, jadi saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang dia segera melesat tanpa mengatakan apa pun.


Pangeran Sabit Kematian dan Pendekar Cambuk Darah awalnya saling menyalahkan, mereka bahkan mengutuk satu sama lain dan saat lawan sedikit lengah--keduanya segera melancarkan serangan.


!!


Xiao Shuxiang dan Ling Lang Tian mendengus pelan. Mereka tidak pernah lengah, ini semua dilakukan untuk memancing lawan sekaligus mencari tahu kelemahan kedua makhluk immortal tersebut.


"Sejak awal tubuh mereka ditebas bahkan sampai tak bersisa, hanya senjatanya sajalah yang masih utuh. Kemungkinan kelemahan mereka memang ada di sana. Bagaimana pendapatmu?"


"Mn, kalau begitu pisahkan mereka dari senjatanya,"


Xiao Shuxiang tersenyum dan lalu mengembuskan napas pelan, "Kau memiliki permintaan yang sulit, Calon Kakak Ipar.. Tapi akan kulakukan. Hanya saja jangan salahkan aku, bila kuambil juga jatahmu."


!!


Ling Lang Tian tersentak kala Wali Pelindung adiknya menggila kembali dengan Yīng xióng. Dia tidak menyangka hanya dalam waktu beberapa detik dan pertarungan tersebut kembali sengit.


Xiao Shuxiang melawan dua orang secara sekaligus, dia dan lawannya tidak mempedulikan dampak dari pertarungan ini. Mereka hanya berusaha untuk saling memberi luka parah pada lawan.


"Kau pemuda yang menarik, apa kau tidak khawatir dengan keselamatan para murid di sini, huh?" Pendekar Cambuk Darah menggunakan serangan memutar hingga senjatanya mampu meledakkan lima bangunan secara sekaligus.


Xiao Shuxiang tanpa gentar sama sekali menerima serangan itu dengan cara mengeluarkan dua Cermin Pemindahnya yang mana salah satu cermin tersebut berada di samping kanan lawan.


!!


Pangeran Sabit Kematian terkejut dan dia berusaha memperingatkan Pendekar Cambuk Darah untuk tidak mengeluarkan kekuatan penuh, namun rekannya sudah terlanjur melesatkan serangannya.


Serangan itu masuk ke dalam Cermin Pemindah Xiao Shuxiang dan dengan cepat keluar dari cermin lainnya.


Pendekar Cambuk Darah tidak sanggup mengelak hingga terkena serangan sendiri yang telah dialihkan oleh Xiao Shuxiang, dia terpental dan tubuhnya menjadi serpihan saat berada di udara.


Xiao Shuxiang memanfaatkan kesempatan ini untuk menerjang dengan Yīng xióng di tangannya. Pedang pusaka tersebut sudah sangat lapar dan langsung menghisap cambuk milik lawan kala bersentuhan sedikit dengannya.


"Ini.. Tidak mungkin," Pangeran Sabit Kematian memperlihatkan wajah yang penuh rasa keterkejutan.


Selama ini, senjata cambuk milik rekan Pangeran Sabit Kematian sulit untuk dikalahkan, jadi melihat cambuk itu dengan mudahnya tunduk pada Xiao Shuxiang membuat dia merasa senjata pemuda itu bukanlah pusaka biasa.


!!


Yīng xióng benar-benar menghisap kekuatan cambuk tersebut, suara jeritan nyaring terdengar kala cambuk itu semakin memudar dan lalu menghilang.


"Aku suka melihat ekspresi wajah terkejut sekaligus ketidak-percayaanmu itu. Rasanya sangat menghibur, namun jauh daripada itu.. Jeritan kesakitan masih lebih luar biasa." Xiao Shuxiang kini menargetkan Pangeran Sabit Kematian, dia tidak mau membuang-buang waktu melihat pemuda ini berevolusi dan malah menyerangnya.


!!


Kecepatan permainan pedang Xiao Shuxiang tidak pernah berkurang, dia mengerahkan apa yang dirinya bisa termasuk menggunakan cermin pemindah untuk mengalihkan serangan lawan.


Ling Lang Tian memang tidak mendapatkan jatah apa-apa, Xiao Shuxiang mengambil semuanya, termasuk pertarungan yang harusnya menjadi miliknya. Meski demikian, dia kagum melihat bagaimana Wali Pelindung Adiknya begitu bersungguh-sungguh.


"Mn?" Ling Lang Tian mengerutkan kening kala memperhatikan ada yang aneh dari wajah Xiao Shuxiang.


Mata pemuda itu berkilat merah dan dia menampakkan senyuman yang baru pertama kali dilihat Ling Lang Tian. Sebuah senyuman yang hanya dimiliki oleh orang-orang dengan penyakit haus darah.


CRAASH..!


Tangan kanan Pangeran Sabit Kematian berhasil ditebas Xiao Shuxiang. Potongan tangannya itu ditangkap dengan mulus oleh lawannya.


"Aku sudah menahannya sangat lama dan sekarang tidak lagi.." Xiao Shuxiang membakar potongan tangan yang dipegangnya dengan api biru kecil miliknya.


".. Di mataku.. Kau adalah makhluk yang suka memakan manusia, benar kan? Jadi kau pasti tidak akan keberatan, kalau sekarang kau yang menjadi makanan."


!!

__ADS_1


***


__ADS_2