XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
251 - Xiao Lu II


__ADS_3

Tampilan Xiao Shuxiang kali ini berbeda dengan yang biasanya. Lapisan dalam pakaiannya berwarna putih, sementara bagian luarnya berwarna merah.


Dia mengikat rambutnya dengan pita berwarna putih. Xiao Shuxiang nampak memandang lama wajahnya di depan Cermin Pemindah sebelum akhirnya menutup hidung dan mulai memuji dirinya sendiri.


"Aah~ kenapa aku begitu mempesona, wajah tampan siapa yang kulihat ini? Benar, ini wajah Xiao Shuxiang.."


Dia mulai lagi, kekagumannya pada diri sendiri terlalu melampaui batas. Teman-teman Xiao Shuxiang yang tahu sifat anehnya ini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.


Setelah selesai melontarkan pujian pada diri sendiri, Xiao Shuxiang mulai melangkah keluar meninggalkan kamarnya.


Di tempat lain, Yi Wen, Zhi Shu, dan Feng Ying nampak sedang menjahit pakaian sekte mereka yang baru. Sebelumnya, Xiao Shuxiang telah memberikan mereka arahan tentang bagian yang harus ketiganya jahit.


Seragam-seragam yang telah diperbaruhi ini nantinya akan disempurnakan oleh Lan Guan Zhi. Ro Wei dan Ling Qing Zhu juga ikut membantu, meski keduanya masih sangat pemula dalam hal jahit-menjahit.


Ling Qing Zhu dan Ro Wei jelas lebih mudah diajari daripada Yi Wen. Gadis yang rambutnya sepanjang leher ini sangat tidak terbiasa memegang jarum.


Seorang gadis yang lebih ahli memakai pedang dan tidak pernah menyentuh jarum serta benang apalagi sampai menjahit tentu akan sangat kesulitan. Beberapa kali Yi Wen harus merintih karena jari-jarinya terluka.


Dia lebih suka tangannya dilukai oleh pedang daripada jarum. Ini karena bagi Yi Wen, dilukai oleh jarum jauh lebih menyakitkan. Pendapatnya sama seperti yang Xiao Shuxiang rasakan kala pertama kali dirinya belajar menjahit.


Xiao WeiWei juga ikut membantu. Urusan jahit-menjahit semacam ini sangat kecil baginya. Dia bahkan menjadi penyebab utama dari cepatnya pekerjaan Xiao Shuxiang.


Xiao WeiWei adalah wanita yang cerdas, sekali melihat cara putranya menjahit sambil memberi penjelasan singkat.. Dirinya langsung bisa mempraktekkan hal tersebut dengan sempurna.


Sang Bintang Penghancur ini kagum dengan betapa berbakatnya Xiao WeiWei, sangat pantas jika Jing Mi sangat ingin mencari pasangan yang seperti ibunya.


Seragam Sekte Kupu-Kupu yang baru mampu bertahan dengan serangan seorang kultivator Grandmaster Tingkat Bumi ke bawah.


Urat Demonic Beast dan akar pohon yang menjadi bahan pembuat benang seragam ini pertama-tama direbus ke dalam cairan beracun oleh Xiao Shuxiang.


Racun tersebut akan membunuh siapapun murid Sekte Kupu-Kupu yang berani menjadi pengkhianat. Yiwen, Zhi Shu, dan yang lainnya tidak mengetahui tentang racun itu.


Seragam ini disempurnakan oleh segel pengekang milik Lan Guan Zhi yang berfungsi menjadikan seragam tersebut kehilangan kemampuannya bila dicuri dan dipakai orang lain.


Racun yang ada pada seragam milik Sekte Kupu-Kupu akan jauh lebih berbahaya bila pemakainya adalah orang di luar sekte.


Xiao Shuxiang sebenarnya mendapatkan ide ini saat melihat selendang hidup milik salah satu pilar Scarlet Bayangan, Mei Ning. Dirinya jadi ingin membuat hal yang sama pada seragam sektenya.


Benar, urat Demonic Beast dan akar pohon yang menjadi benang dari seragam Sekte Kupu-Kupu dapat hidup. Karena inilah mereka akan tahu siapa orang yang sedang memakai mereka.


Bila orang tersebut bukan berasal dari Sekte Kupu-Kupu, maka seragam ini akan mengeluarkan racun dan membuat orang itu menjadi gumpalan daging busuk, sama halnya bila dalam Sekte Kupu-Kupu ada murid yang berkhianat.


Saat ibu dan teman-temannya masih sedang bekerja, Xiao Shuxiang pergi menemui Yang Shu dan Yang Hao. Kakek dan ayahnya itu tahu dia akan pergi ke Benua Utara, karenanya sebelum dia pergi, keduanya ingin mengatakan sesuatu.


Di dalam sebuah ruangan yang sederhana dengan meja duduk sebagai penghias, Yang Shu mulai menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Benua Utara pada cucunya.


Informasi ini jelas berguna bagi Xiao Shuxiang, dan kemungkinan dapat mempermudah perjalanannya.


Benua Utara rupanya terbagi ke dalam dua wilayah kekaisaran. Satu adalah Kekaisaran Salju Putih dan satu lagi merupakan Kekaisaran Es Abadi.


Yang Shu lahir di Kekaisaran Salju Putih, wilayah itu memiliki empat musim dan jauh lebih baik daripada wilayah Kekaisaran Es Abadi.


".. Sekte-sekte di sana sangat sedikit. Kebanyakan pendekar dan kultivator di Benua Utara adalah pengelana yang memiliki pendamping Demonic Beast,"


Yang Shu menjelaskan bahwa Xiao Shuxiang akan baik-baik saja selama tidak mencari musuh. Dia menasehati agar cucunya dapat mengontrol emosi karena kebanyakan pendekar di Benua Utara sangat suka mencari gara-gara.


".. Kakek tidak memaksamu, tetapi jika kau punya kesempatan, cobalah untuk pergi ke istana di wilayah Kekaisaran Salju Putih dan lihat bagaimana kondisi tempat itu beserta warganya,"


Yang Shu memberikan dua buah gulungan pada Xiao Shuxiang. Bila memungkinkan, dia ingin cucunya memberikan satu gulungan pada salah satu warga Kekaisaran Salju Putih, siapapun itu.


Sementara gulungan yang satu lagi kalau bisa diberikan kepada Kaisar, ayah dari Yang Shu. Dia tentu tidak memaksa Xiao Shuxiang karena tugas ini jelas sangat berbahaya.


".. Kau harus menjaga dirimu. Usahakan untuk tidak masuk ke dalam bahaya dan berhati-hatilah pada para prajurit istana yang kau temui, termasuk para pendekarnya,"


"Aku mengerti,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang tidak banyak bertanya mengenai Benua Utara, ini dikarenakan dirinya sedang memikirkan masalah baru yang lebih buruk daripada tempat kelahiran Yang Shu.


Pola sayap di telapak tangan kirinya telah bertambah dan menjadi dua pasang. Saat ini, gerbang di Dunia Elf pasti telah terbuka. Dia harus secepatnya pergi ke wilayah pinggir dari Kekaisaran Matahari Tenggelam sebelum terlambat.


Yang Hao sendiri tidak banyak bicara, karena memang dia tidak tahu apa-apa tentang bagaimana tampilan Benua Utara selain yang pernah dijelaskan Yang Shu padanya.


Yang Hao hanya berpesan agar putranya dapat pulang kembali dengan selamat. Dia sebenarnya ingin meminta agar Xiao Shuxiang mengirim surat bila telah sampai di Benua Utara nanti, namun pengiriman surat semacam itu akan sangat berbahaya.


"Aku juga ingin menitipkan sesuatu sebelum aku pergi,"


Xiao Shuxiang mengeluarkan salah satu buku milik Ming Mei dari dalam Cincin Spasialnya, dia lalu merobek selembar kertas dan mulai melipatnya hingga membentuk sebuah bangau.


Xiao Shuxiang lalu mengalirkan sedikit Qi miliknya pada bangau kertas tersebut yang memungkinkan bangau itu bergerak layaknya makhluk hidup sungguhan.


Bangau kertas yang dibuat Xiao Shuxiang adalah Bangau Pengantar Pesan, sebuah teknik tingkat tinggi sekaligus jurus kesukaan Xiao Shuxiang di kehidupan pertamanya.


Karena sekarang kekuatannya telah kembali, Xiao Shuxiang jadi dapat menggunakan jurus ini. Dia menjelaskan bahwa Kakek dan Ayahnya hanya perlu berbicara bila ingin mengirim pesan padanya.


".. Ini mirip dengan slip giok yang dapat menyalin suara seseorang. Kakek tidak perlu khawatir pesan tersebut diketahui orang lain, karena bangau kertasku hanya akan muncul di lokasi orang yang dituju Sang Pengirim Pesan,"


Yang Shu dan Yang Hao tidak menyangka Xiao Shuxiang memiliki teknik sehebat ini. Keduanya mengira pemuda berpakaian merah di depan mereka telah diajari oleh guru-guru yang hebat, bila bukan GrandElder Sekte Pedang Langit, pasti salah satu dari kelima Patriarch.


"Tidak perlu menatapku penuh kekaguman seperti itu, apalagi memujiku. Aku bisa melakukannya pada diriku sendiri,"


Xiao Shuxiang mengibas pelan rambutnya sambil tersenyum dan lalu berkata bahwa dia memang luar biasa.


Dua gulungan yang dititipkan Sang Kakek padanya kemudian dimasukkan ke dalam Gelang Semesta. Xiao Shuxiang dengan sopan berpamitan dan meminta agar Kakek dan Ayahnya juga dapat menjaga diri dengan baik di tempat ini.


Yang Shu dan Yang Hao kemudian mengantar Xiao Shuxiang keluar. Keduanya seperti tidak ingin membuang-buang kesempatan untuk bisa lebih lama dengan kesayangan mereka.


Di luar bangunan, rupanya sudah ada Xiao Lu, Yang Fu, Lai Kuan Ye, dan Hu Li yang menunggu. Rencana kepergiannya bersama Hu Li sebenarnya adalah sore hari, namun Xiao Shuxiang merasa lebih cepat dirinya pergi, maka lebih baik.


Xiao Lu nampak cemberut, dia juga ingin pergi ke Benua Utara, tetapi tidak bisa. Ini dikarenakan dirinya sudah menikah dan dia tidak diizinkan pergi oleh Dai Chen, Yang Shu, serta Xiao WeiWei.


Xiao Lu jadi merasa bahwa adiknya telah merencanakan ini semua sejak awal. Xiao Shuxiang mendesaknya agar menikah supaya adiknya tersebut bisa pergi ke Benua Utara dan menjadi Kaisar, padahal dirinya juga layak mendapatkan tahta tersebut. Pasti seperti itu!


Xiao Shuxiang mengatakannya dengan suara yang pelan ketika berjalan di samping Xiao Lu. Dia juga berkata bahwa dirinya baru mengetahui identitasnya yang seorang cucu Kaisar ketika pesta pernikahan Xiao Lu berlangsung, jadi dugaan kakaknya ini sama sekali tidak benar.


".. Apa jangan-jangan kau tidak bahagia bersama Dai Chen?"


Xiao Shuxiang memperhatikan Xiao Lu dari atas sampai bawah. Wajah gadis ini sedikit mirip dengan ibunya, namun Xiao WeiWei jauh lebih anggun.


Xiao Lu memakai pakaian berwarna kuning emas yang cukup terbuka pada bagian kedua pundaknya, dia memiliki rambut panjang sepunggung yang diikat setelah dikepang.


Poni rambut depannya yang panjang juga dikepang. Meski tidak suka mengakuinya, gadis ini memang terlihat cantik nan lumayan menggemaskan.


Xiao Lu cukup tersentak mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut adiknya. Dia mencubit gemas lengan kanan pemuda yang lebih tinggi dari dirinya ini.


"Kau menyumpahiku?! Dai Chen sayangku itu sangat baik dan perhatian. Lalu bagaimana denganmu? Apa kau tidak membawa adik ipar bersamamu?"


"Hm? Adik ipar? Ling Qing Zhu?"


!!


"Adik Ipar Lan..! Apa kau selingkuh dengan Nona Ling, huh?!"


Xiao Lu merasa kesal dengan adiknya. Memang apa kurangnya Lan Guan Zhi? Dia adalah pemuda yang tampan, cerdas, penuh wibawa, kuat, dan memiliki tatapan mata menghanyutkan.


".. Dan lagi, bukannya kau sudah melahirkan anak untuknya? Kau ini sangat keterlaluan,"


!!


"Siapa Yang Melahirkan Anak?! Kau gadis tidak tahu malu, berani sekali kau menjodohkanku dengan seorang pria. Aku ini masih waras, tahu tidak..!"


Xiao Shuxiang menggilas kepala Xiao Lu dengan buku jari tangan kirinya sambil mengapit leher gadis ini di ketiak kanannya. Dia tidak habis pikir kakaknya sendiri dapat bicara hal semacam itu mengenai hubungannya dengan Lan Guan Zhi.

__ADS_1


"Lepaskan Xiao'Er..! Bukannya kau memang sudah menikah dengan Tuan Muda Lan? Lan Xiao jelas adalah bukti dari hubungan terlarang kalian,"


"Gila, kau ini kerasukan roh jahat apa? Aku jelas-jelas seorang pria, bagaimana bisa melahirkan anak? Kalaupun bisa, anakku bukan seekor harimau,"


Xiao Lu seperti mematung, dia tidak lagi memberontak saat mendengar kalimat terakhir yang adiknya ucapkan. Dirinya lalu melontarkan pertanyaan yang membuat Xiao Shuxiang terkejut.


"Jadi kau ini mau melahirkan anak manusia dengan adik ipar Lan?"


!!


Yang Shu, Yang Hao, Lai Kuan Ye, dan Hu Li yang berjalan di belakang keduanya juga ikut terkejut setelah mendengar pertanyaan Xiao Lu yang begitu serius. Xiao Shuxiang bahkan sampai mematung dan mulai memikirkan apa yang salah dari perkataannya.


Merasakan apitan adiknya mengendur, Xiao Lu segera melepaskan diri. Dia lalu meledek Xiao Shuxiang dan meminta pemuda ini mengakui yang sebenarnya.


".. Kau berharap bisa melahirkan anak dari Tuan Muda Lan, kan? Akui saja, aku merestuimu Adik. Atau kau perlu bantuan? Akan kuberitahu adik ipar, dia pasti akan membantumu,"


!!


"Xiao Lu..! Kau gadis iblis, jangan lari..!"


Xiao Lu jelas sedang bercanda pada adiknya. Dia benar-benar puas karena telah berhasil membuat Xiao Shuxiang tidak tenang.


Hubungan Lan Guan Zhi dengan Xiao Shuxiang sebenarnya hanya hubungan pertemanan biasa. Hanya orang-orang yang berpikiran menyimpang seperti Xiao Lu yang akan menganggap mereka memiliki hubungan terlarang.


"Kenapa harus malu, semua orang tahu kau sering menghabiskan malam dengan Adik Ipar..! Kudengar, kau bahkan pernah mandi bersamanya.."


"Kakak Tidak Waras..! Kau menyebarkan gosip yang bukan bukan! Aku memang pernah mandi bersama Lan'Er, tapi di sana ada Dai Chen dan Saudara Jing juga! Kami tidak mandi berdua..!"


Xiao Shuxiang terus mengejar Xiao Lu, dia meminta gadis tersebut untuk tidak mengatakan hal yang dapat membuat orang lain salah paham.


Yang Shu, Yang Hao, Lai Kuan Ye, dan Hu Li hanya memperhatikan Xiao bersaudara tersebut dari belakang. Mereka tahu Xiao Lu hanya menggoda adiknya saja.


Sangat jarang sebenarnya bagi Yang Shu dan Yang Hao melihat kedua saudara tersebut seakrab ini, jadi keduanya lebih memilih membiarkan Xiao Shuxiang dan Xiao Lu.


Tap


"Kau tadi menyebut Adik Ipar dengan nama 'Lan'Er', apa itu sebutan kesayanganmu untuknya? Aah~ manis sekali~"


Tap


"Xiao Lu..! Gadis Cerewet, sebaiknya kau merangkak kemari sebelum aku benar-benar kesal dan menampar bokongmu..!"


Xiao Lu meledek Xiao Shuxiang dan berkata coba saja menangkapnya jika bisa. Dia lalu melesat menuju ke tempat dimana semua orang berkumpul dan menunggu Xiao Shuxiang.


Jauh di Dunia Manusia, tepatnya di Dunia Elf, wilayah para Elf Tumbuhan berada. Nampak seorang pemuda berpakaian hijau keputihan, dia memiliki rambut yang terurai panjang berwarna hijau muda.


Kulitnya seputih susu, telinganya runcing, matanya berwarna biru dan nampak sedang memperhatikan sebuah titik-titik cahaya yang tak jauh di depannya.


Titik tersebut mulai berkumpul dan membentuk persegi yang mirip dengan sebuah gerbang.


Dua orang gadis yang memiliki bentuk telinga, rambut, dan mata yang sama nampak berdiri di belakang pemuda berusia 20 Tahun ini. Hanya saja, pakaian kedua gadis cantik tersebut berwarna putih.


".. Das Tor ist erschienen. Ich werde Seine Majestät abholen. Ihr zwei, beendet die Vorbereitungen,"


[.. Gerbangnya telah muncul. Aku akan menjemput Yang Mulia. Kalian berdua, selesaikan persiapannya,]


"Bitte seien Sie vorsichtig, Sir."


[Mohon berhati-hatilah, Tuan.]


Pemuda tersebut mengangguk, tubuhnya perlahan melayang seiring dengan munculnya tiga pasang sayap pada belakang pinggangnya.


Pemuda ini kemudian terbang menuju cahaya putih tersebut dan lalu memasukinya. Dua orang gadis yang memintanya berhati-hati masih tetap berdiri sambil memandangi gerbang cahaya tersebut yang perlahan mulai memudar.


"Ich hoffe, unser Meister kann Seine Majestät finden,"

__ADS_1


[Kuharap, Tuan dapat menemukan Yang Mulia,]


***


__ADS_2