
Tidak hanya Bocah Pengemis Gila, tetapi juga para pendekar yang ada di Kekaisaran Langit Selatan melihat kembang api yang meledak secara beruntun itu.
Para pendekar yang masih sanggup bertarung segera melesat ke sumber ledakan dengan menggunakan Tenaga Dalam mereka. Salah satu pendekar itu adalah sosok pria bertubuh kekar yang selalu membawa dua cermin bersamanya.
Lenyapnya Miao Gang membuat pengaruh benang-benang merahnya yang membawa keburukan bagi warga kota di Kekaisaran Langit Selatan juga ikut menghilang.
Banyak pendekar yang terlilit oleh benang itu hingga membuat mereka dipaksa menyerang rekan sendiri, namun sekarang tubuh mereka akhirnya bisa terbebas walau dalam keadaan yang penuh dengan luka.
Di sisi lain, perang pendekar Aliran Hitam yang bergabung bersama Scarlet Darah dan Partai Pedang Tengkorak satu persatu tewas dengan kondisi tubuh yang meledak.
!!
Tidak seorang pun tahu kenapa mereka jadi seperti ini. Bahkan salah satu kultivator yang hampir tewas tertebas begitu terkejut ketika melihat lawan yang mengayunkan pedang ke arahnya mulai mengerang kesakitan.
Pedang lawannya itu langsung terjatuh. Dia melihat wajah lawannya menghitam sebelum akhirnya meledak. Dia tidak tahu siapa yang melakukan ini dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi, hatinya masih dipenuhi ketakutan.
Di sisi lain, meski meledaknya tubuh musuh mereka bukanlah hal yang wajar----namun tetap saja banyak orang yang merasa lega. Setidaknya nyawa mereka kali ini bisa terselamatkan.
["Saudaraku.. Lawan kita benar-benar kuat. Aku sempat berpikir kita semua akan tewas mengenaskan di sini.."] salah seorang pendekar nampak tersengal-sengal. Dia terbaring di tanah dengan wajah serta tubuh yang terluka.
["Yaah.. Aku juga merasa demikian. Kita hanya memiliki satu nyawa, berbeda dengan musuh yang kita hadapi. Tapi yang tidak kuketahui.. Kenapa mereka yang kuat itu bisa sampai meledak?"]
["Aku juga tidak tahu.. Mungkin ini efek dari Teknik Terlarang yang mereka gunakan.."]
Salah satu pendekar itu memuntahkan darah, dia merasakan sakit di dadanya dan mulai mengerang. Mereka berusaha mengumpulkan Tenaga Dalam yang nantinya akan digunakan untuk meringankan sakit pada tubuh mereka.
Tidak hanya kedua pendekar itu, tetapi juga para kultivator yang tersebar di berbagai kota yang ada di Kekaisaran Langit Selatan. Mereka semua langsung menjatuhkan diri saat merasa pertarungan mereka telah berakhir. Mereka lelah, tidak sanggup lagi berdiri, dan bahkan beberapa dari mereka akhirnya bisa mati dengan tenang.
Pertempuran di Kekaisaran Langit Selatan sebenarnya bisa dimenangkan oleh anggota Scarlet Darah andai mereka semua tidak tewas dengan tubuh yang meledak. Tetapi bukan itu rencana yang sebenarnya.
Sosok yang berada di balik Scarlet Darah hanya ingin membuat para pendekar yang ada mengalami luka hingga tidak sanggup lagi bertarung.
Dia memanfaatkan pendekar Aliran Hitam yang ingin memiliki 'Tubuh Abadi' sebagai pionnya. Para pendekar itu tidak mengetahui bahwa mereka telah menjadi wadah kekuatan untuk sesosok monster yang tengah berada di sebuah Gunung Berapi sekarang ini.
Semakin banyak orang yang mereka bunuh, maka semakin sulit mereka mengendalikan diri. Para pendekar dengan 'Tubuh Abadi' itu telah menjadi korban dari keserakahan diri sendiri.
["Ha ha ha.. Qian Kun, Qian Kun..! Kau memiliki rencana yang sangat besar. Rencana yang mengagumkan!"]
Suara tawa itu terdengar keras dan menggema di sebuah Gunung Berapi yang penuh dengan aura kematian. Sosok yang sejak tadi duduk pada sebuah singgasana merasakan kekuatan meluap-luap di dalam dirinya.
Boneka kain milik Miao Gang telah berada di hadapannya, dia kini hanya tinggal menyerap kekuatan dari boneka tersebut hingga akhirnya bisa menampakkan diri dengan wujud barunya.
["Pembalasan dari kematian adikku.. Dendam para muridku.. Penaklukan.. Akan kuwujudkan itu semua..!"]
!!
Awan semakin gelap menutupi langit, suasana di tempat ini makin mencekam. Suara menggema itu sangat mengerikan, namun tidak memiliki nafsu membunuh di dalamnya. Hanya saja... Ini merupakan masalah waktu. Biar bagaimanapun, dia masih harus tetap menjadi rahasia.
Sosok berjubah dan bertudung hitam yang sebelumnya sudah membantai habis para murid junior Partai Pedang Tengkorak sudah pergi dengan memakai sebuah Cermin pemindah.
Hanya dia yang masih duduk di sini sambil tersenyum lebar, mentertawakan para pendekar yang sama sekali tidak tahu apa-apa.
*
*
*
__ADS_1
Xiao Shuxiang membelai-belai rambutnya. Dia saat ini tengah bersandar di depan sebuah kamar yang tak lain adalah milik Kucing Putihnya.
Dia sudah mengeringkan pakaian dan tubuhnya dengan sebuah Teknik Pernapasan dan saat ini sedang menunggu Ling Qing Zhu berganti pakaian.
Tidak ada suara pertarungan atau pun ledakan yang didengar Xiao Shuxiang dan ini membuatnya sedikit lebih lega. Sekte Pagoda Langit masih berdiri, jadi kekacauan itu pasti dimenangkan oleh aliansi para pendekar.
"......"
Xiao Shuxiang memandang ke arah langit yang masih ditutup oleh awan hitam tebal. Dia sulit menebak waktu, entah sekarang ini adalah siang atau malam. Dirinya sama sekali tidak tahu.
?!
Xiao Shuxiang menoleh saat mendengar suara pintu dibuka. Dia melihat Ling Qing Zhu keluar dengan pakaian yang kering dan sebuah kain cadar tipis. Gadis itu memegang pedang meski bukan Baiyi.
"Akan lebih baik jika kau tidak ikut. Kau bisa tetap di sini dan merawat pendekar yang terluka,"
"Mn, aku tidak menjadi pendekar hanya untuk berada di barisan belakang."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas mendengar ucapan barusan. Baginya, Ling Qing Zhu adalah gadis yang aneh. Dia tidak akan bisa memahami jalan pikiran Kucing Putihnya ini.
"......"
Sebenarnya dia ingin bertanya. Menanyakan tentang bagaimana dirinya dalam benak gadis berambut putih itu. Namun baru saja akan bicara----gadis tersebut langsung berujar dan memintanya untuk bergerak cepat.
Xiao Shuxiang melesat, dia menyusul Ling Qing Zhu menuju wilayah terluar Sekte Pagoda Langit. Di ketinggian ini, mereka bisa melihat banyak orang yang dalam kondisi terluka.
Tap
Kaki Ling Qing Zhu menapak mulus di tanah. Dia keheranan sebab banyak kultivator dan pendekar yang berkumpul dan nampak membahas sesuatu, bahkan mereka semua terlihat tegang.
?!
Dia pun menghampiri salah satu murid Sekte Pagoda Langit dan bertanya padanya, "Nona, ada apa ini? Apa terjadi sesuatu?"
Murid yang adalah seorang gadis tersebut berada pada posisi membelakangi Xiao Shuxiang. Saat dia mendengar suara pelan pemuda yang bertanya padanya, dia pun menoleh untuk menjawab.
"AAAAH..!!"
!!
Xiao Shuxiang terlonjak kaget saat murid yang dia tanyai dan menoleh padanya langsung berteriak nyaring. Karena gadis itu, semua orang langsung mengarahkan pandangan kepadanya.
"XIAO SHUXIANG..!!"
!!
Banyak pendekar yang berteriak, mereka spontan mengambil langkah mundur dan menarik pedang masing-masing. Semua pendekar menjaga jarak aman dan menatap penuh waspada ke arah Koki Alkemis itu.
"Kalian ini kenapa? Ada apa?!" Xiao Shuxiang kebingungan. Dia mengedarkan pandangan dan memperhatikan setiap pendekar yang ada. Raut wajah mereka terlihat pucat, agak takut, namun mengandung tatapan penuh kebencian padanya.
Pandangan Xiao Shuxiang pun menangkap sosok pemuda berambut putih yang sangat dia kenali, "Kakak Ipar. Ada masalah apa ini?" dia berjalan, namun baru dua langkah----sebuah seruan membuatnya tersentak.
!!
Xiao Shuxiang berhenti saat para pendekar dari berbagai sekte dan partai ini mulai mengelilinginya seakan sedang membentuk formasi. Mereka seperti bersiap akan menyerangnya.
Ling Qing Zhu sendiri juga terkejut. Dia tidak tahu kenapa para pendekar ini seperti mewaspadai Wali Pelindungnya dan seolah melihat pemuda itu sebagai musuh. Apa pikiran para pendekar itu sedang dikendalikan?
__ADS_1
Ling Chu Zhen melihat putrinya, "Qing Zhu'Er. Kemari..!" ucapannya tegas dan ini membuat Ling Qing Zhu tersentak.
Xiao Shuxiang sama bingungnya dengan Ling Qing Zhu. Koki Alkemis itu melihat Kucing Putihnya melompat dan mendarat tepat di hadapan Grand Elder Sekte Pagoda Langit.
"Ayah.."
Hanya anggota keluarganya yang bisa membaca ekspresi dari wajah dari Ling Qing Zhu. Gadis itu sangat keheranan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa tiba-tiba keadaan seperti memusuhi Wali Pelindungnya?
Ling Chu Zhen merasa lega karena putrinya dalam keadaan yang baik. Dia pun meminta Ling Qing Zhu untuk tetap berdiri di sampingnya.
Ling Shen Yue, yang merupakan nenek dari Ling Qing Zhu tidak pernah mengalihkan perhatian dari menatap Xiao Shuxiang. Pandangannya dingin dan begitu merendahkan.
"Ada apa dengan kalian ini?"
"Xiao Shuxiang! Tidak perlu bersikap lugu di hadapan kami. Identitasmu yang sebenarnya sudah kami ketahui..!"
!?
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya kala mendengar seruan Ling Shen Yue, dia sama sekali tidak mengerti apa-apa dengan kondisi yang sekarang. Sungguh, dia baru pulang dari Dunia Demon bersama Kucing Putihnya.
"Nenek, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian bersikap seperti ini? Kepala kalian tidak terbentur sesuatu, kan?"
"Tidak perlu berpura-pura bodoh, selama ini kau sudah menipu kami..! Kekacauan yang terjadi semuanya diakibatkan olehmu. Kau adalah iblis..!"
!!
Xiao Shuxiang menatap Ling Shen Yue, dia sepertinya mulai mengerti situasi yang dihadapinya. Wanita itu sejak awal memang tidak menyukainya. Ling Shen Yue bahkan pernah meminta Kucing Putihnya untuk membatalkan menikah dengannya. Butuh waktu untuk membuat Ling Shen Yue menerimanya dan sekarang kesempatan itu juga telah menghilang.
"Ling Lang Tian, apa kau keberatan jika aku menuntut penjelasan darimu?" suara Xiao Shuxiang berubah, dia berekspresi serius dan nampak menatap kakak dari Kucing Putihnya.
"Mereka semua tahu kau adalah reinkarnasi Sang Bintang Penghancur. Tapi aku juga ingin menuntut jawaban, apa kau benar jelmaan iblis?" suara Ling Lang Tian dingin.
Dia memang bisa menerima jika suami dari adiknya adalah reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur, tetapi akan sulit baginya bila harus menerima identitas lain dari Xiao Shuxiang, termasuk fakta bahwa pemuda itu merupakan makhluk dari Dunia Iblis.
Xiao Shuxiang tidak terkejut jika identitasnya sebagai Sang Bintang Penghancur terungkap, namun dia jelas risih bila dikatakan sebagai 'Iblis'. Dia jauh lebih baik daripada makhluk yang kotor nan jelek itu.
"Tuan Muda Ling, kebungkamannya sudah menjadi jawaban atas pertanyaanmu!" salah seorang pendekar berseru. Dia memberi isyarat pada rekannya dan mereka langsung membentuk sebuah segel.
!!
Xiao Shuxiang menyadarinya. Tanpa bergerak dari tempatnya berdiri----Cermin Pemindah mulai terbentuk sejumlah dengan orang-orang yang bermaksud mencelakainya.
Koki Alkemis itu lantas menggerakkan sedikit jari telunjuk kanannya dan seketika serangan melesat dari dalam cermin-cermin yang ada.
!!
Kejadian tersebut berlangsung amat cepat, bahkan para pendekar tidak sempat menghindar----termasuk tidak tahu mengapa mereka terpental dengan rasa sakit pada dada mereka seakan baru saja dihujami sebuah anak panah.
Semua orang terkejut, termasuk Ling Chu Zhen, Ling Lang Tian dan Ling Qing Zhu. Banyak pendekar yang tanpa sadar menahan napas. Serangan barusan terlalu tiba-tiba dan ini semakin membuktikan kecurigaan mereka.
Xiao Shuxiang hanya memandang lurus ke depan, dia bertatapan mata dengan Ling Lang Tian. Ekspresi wajahnya agak sulit untuk diartikan.
"Aku tidak ingin melukai kalian. Namun jika tetap nekat, aku juga tidak akan keberatan merobek perut kalian dan mengeluarkan isinya.."
Xiao Shuxiang bicara pada para pendekar yang seperti akan melesat ke arahnya, namun tetap--pandangannya terus terarah pada Ling Lang Tian. Dia pun tanpa ragu melanjutkan ucapannya.
".. Aku harus mengingatkan ini. Tapi Orang pertama di antara kalian yang datang lebih dahulu menyerangku----kondisi tubuhnya akan jauh lebih mengenaskan,"
__ADS_1
Suara Xiao Shuxiang dingin, tidak mengandung Aura Pembunuh, apalagi memakai Qi, namun tetap mampu menghasilkan tekanan. Dia membuat para pendekar ini semakin mewaspadainya.
***