XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
310 - Menuju Lembah Batu Api


__ADS_3

Cukup lama Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Hu Li beristirahat. Setelah memakai pakaian yang lebih bersih, mereka mulai berjalan ke tempat di mana Lan Xiao merawat Xiao Qing Yan dan O Zhan.


Harimau Bulan tersebut juga terkena serangan tapak dari pemuda bertopeng rubah, di dalam tubuhnya ada Serbuk Malaikat. Tetapi karena energi kehidupannya yang melimpah, Lan Xiao masih bisa bertahan.


!!


Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan Hu Li tersentak ketika melihat ada orang lain duduk di samping Lan Xiao. Saat lebih dekat.. Orang itu tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila, pemuda berpakaian hitam bercampur cokelat yang terus membawa tongkat bambu.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


?!


Bocah Pengemis Gila segera menoleh saat mendengar suara Xiao Shuxiang. Pandangan matanya lalu mengarah pada Lan Guan Zhi, dirinya seketika berdiri dan bersembunyi di belakang pemuda tersebut.


"Aku sangat takut..! Sangat takut..! Kucing itu baik dan dia menyuruhku duduk di sampingnya, tetapi aku sangat takut..! Orang jahat tadi bisa datang dan membunuhku, aku tidak mau mati..! Aku tidak mau mati..!"


!!


Xiao Shuxiang seumur-umur tidak pernah memeluk Lan Guan Zhi dari belakang, apalagi sampai menempel seperti itu.


Berpegangan tangan bahkan sedikit merangkul lengan saja, Dai Chen sudah meneriakinya sebagai 'Pria Tak Tahu Malu' dan dirinya langsung di cap sebagai 'Penyuka Lengan Pendek'. Tetapi melihat pemuda ini..


"Kau! Lepaskan Lan Zhi sekarang juga, kau jangan memeluknya..! Dasar wajah hantu gantung..! Lepaskan temanku..!"


"Shuxiang, biarkan saja."


!!


Ekspresi wajah Xiao Shuxiang tidak bisa diungkapkan saat ini. Dia jelas terkejut mendengar ucapan Lan Guan Zhi barusan.


Hu Li, "Tu-Tuan Muda Lan, tapi pria itu adalah orang gila dan Anda tahu dia juga punya kelainan.."


Wajah Hu Li nampak pucat, dia merinding ngeri saat melihat Lan Guan Zhi dipeluk oleh seorang pria yang jelas-jelas adalah homo. Menurutnya, akan jauh lebih baik jika Tuan Mudanya yang memeluk Lan Guan Zhi.


".. Setidaknya Tuan Muda Xiao adalah pemuda normal,"


Nyawn!


Lan Xiao juga protes, dia tidak suka induknya dipeluk oleh orang lain. Dirinya meminta Bocah Pengemis Gila untuk melepaskan Lan Guan Zhi.


Nyawn, Nyan!


!!


"A-apa kucing besar itu akan membunuhku?! Dia.. Dia mulai membuatku takut,"


Lan Guan Zhi dengan suara lembut menjelaskan pada Bocah Pengemis Gila bahwa Lan Xiao tidak akan membunuhnya. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.


"Kau yakin..? Dia tidak akan membunuhku..?"


"Tidak akan,"


Xiao Shuxiang seperti bernapas berat saat memperhatikan betapa dekatnya Lan Guan Zhi dengan Bocah Pengemis Gila yang wajahnya tertutup riasan tersebut.


Dengan ketus, dirinya bertanya bagaimana bisa Bocah Pengemis Gila datang ke tempat ini. ".. Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kami tidak punya waktu meladenimu,"


"A-apa yang dia bicarakan? Dia-Dia terlihat kasar, apa dia akan membunuhku?"


Bocah Pengemis Gila masih memeluk Lan Guan Zhi dari belakang, dia sedikit mengintip Xiao Shuxiang sebelum kembali bersembunyi di balik punggung kultivator berpakaian serba putih tersebut.


"Jangan khawatir, Shuxiang tidak akan membunuhmu,"


Setelah berkata dengan lembut pada Bocah Pengemis Gila.. Lan Guan Zhi lalu menoleh ke arah Xiao Shuxiang dan memberi tatapan seakan memperingatkan temannya untuk tidak menakut-nakuti pemuda di balik punggungnya ini.


Menurut Lan Guan Zhi, Bocah Pengemis Gila adalah seorang yang penakut. Mereka akan semakin lama berada di Hutan Hujan Bunga jika Bocah Pengemis Gila tidak bisa diatasi dengan baik.


Butuh kesabaran untuk menghadapi pemuda seperti ini dan Lan Guan Zhi jelas lebih berpengalaman mengenai 'Kesabaran'.

__ADS_1


Xiao Qing Yan dan O Zhan perlahan membuka mata, keduanya sudah merasa lebih baik setelah mendapat perawatan dari Lan Xiao. Namun meski demikian, tubuh mereka masih saja lemah.


Xiao Qing Yan bisa mendengar Xiao Shuxiang melempari banyak pertanyaan pada Bocah Pengemis Gila. Salah satunya bagaimana bisa pemuda tidak waras tersebut sampai di Hutan Hujan Bunga sebelum mereka.


"Kau-Kau bicara apa..? Aku kemari memakai kaki, memang apa lagi yang bisa kupakai untuk sampai di sini?"


"Ya ampun, bukan itu maksudku..!"


Xiao Shuxiang menepuk jidatnya. Tindakannya membuat Hu Li mengulum senyum, sepertinya Tuan Mudanya bertemu lawan yang seimbang.


Butuh waktu sekitar delapan menit sampai Xiao Shuxiang tahu bahwa Bocah Pengemis Gila memang biasa datang ke Hutan Hujan Bunga untuk mengambil daun yang dikira adalah daun teh untuk dijual.


Dirinya jadi bertanya-tanya tentang sesuatu. Xiao Shuxiang merasa pemuda dengan riasan mirip hantu gantung tersebut bukanlah orang gila.


"Me-memang bukan. Mereka yang menamaiku begitu.. Mu-mungkin karena wajahku terlalu cantik. Ehm.. Kau tahu kan.. Aku sangat suka berdandan, aku harus tampil cantik di depan pelanggan.."


Bocah Pengemis Gila membelai pelan poni rambut depannya, dia sedikit malu-malu dan mulai menjelaskan tentang pelanggannya yang kebanyakan adalah pria tua. Baru setengah dirinya menjelaskan dan sudah dihentikan oleh Xiao Shuxiang.


".. Kami saat ini sedang dalam perjalanan penting. Jadi sebaiknya kau pulang dan jangan ganggu kami,"


"Tapi aku takut..! Bagaimana jika para penjahat itu datang dan membunuhku..?! Aku tidak mau..! Aku tidak mau mati..! Bantu aku pulang.."


Bocah Pengemis Gila menggoyangkan pelan lengan kanan Lan Guan Zhi, dia membuat Xiao Shuxiang berkedut karena tingkahnya ini.


Baru saja akan menerjang.. Xiao Shuxiang dihentikan dengan suara Lan Xiao. Harimau Bulan tersebut mulai meluruskan kaki depan dan belakangnya.


Nyawn~


Xiao Qing Yan juga nampak telah pulih kembali, dia sudah bisa menggerakkan tubuhnya. Dirinya mengatakan sudah bisa melanjutkan perjalanan kembali.


Xiao Shuxiang mengeluarkan empat ekor kuda di dalam Gelang Semestanya. Hu Li dan O Zhan menunggangi seekor kuda bersama, sementara Xiao Qing Yan menunggangi kuda kecilnya.


Bocah Pengemis Gila bertanya dengan suara pelan pada Lan Guan Zhi. Dia menanyakan nama tempat yang akan mereka kunjungi.


"Lembah Batu Api,"


Xiao Shuxiang mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila. Dia menolak mentah-mentah pemuda tersebut untuk ikut bersamanya. Tetapi Lan Guan Zhi malah mengizinkan.


"Lan Zhi, tapi kita tidak mengenalnya. Dia hanya akan merepotkan saja, aku tidak mau membawanya,"


"Akan kujaga dia,"


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia melihat Lan Guan Zhi mengajak Bocah Pengemis Gila untuk satu kuda dengannya. Segera Xiao Shuxiang menghentikan niatan temannya itu.


"Aku punya kuda yang lain, kalian-"


"Tapi aku tidak tahu cara.. Menunggang kuda.."


"Kalau begitu kau satu kuda denganku," Xiao Shuxiang tidak akan pernah rela bila teman baiknya dihasut oleh pemuda yang memiliki kelainan menyimpang tersebut. Lan Guan Zhi tidak boleh sampai ternodai.


Pada akhimya, Lan Guan Zhi menunggang kuda bersama Lan Xiao yang tubuhnya berubah menjadi seekor anak kucing. Sementara Xiao Shuxiang harus satu kuda dengan Bocah Pengemis Gila.


"Kau jangan bertindak yang aneh-aneh atau aku akan melemparmu dari kuda ini,"


Xiao Shuxiang sedikit mengancam, dia jelas tidak nyaman dengan pemuda di depannya. Tubuh Bocah Pengemis Gila mengeluarkan aroma kayu manis dan bunga teratai, ini bukanlah bau dari manusia miskin dari tempat yang kumuh.


".. Kau ini sebenarnya tinggal di mana?"


Xiao Shuxiang memegang tali kekang kudanya, kedua tangannya bersentuhan dengan tangan Bocah Pengemis Gila. Sebelumnya, tongkat bambu pemuda di dekatnya ini telah di simpan dalam Cincin Spasialnya.


"Bukannya kau pernah lewat di depan rumahku? Aku tinggal di 'Jalan Para Pengemis', dan sampai sekarang belum diusir,"


"Mmn, tapi baumu terlalu manis. Ini bukan bau seseorang yang tinggal di tempat seperti itu,"


Bocah Pengemis Gila mengatakan pelanggannya selalu memberinya uang lebih jika mereka puas dengan pelayanannya. Dan kebanyakan pelanggan memintanya merawat tubuh dengan baik.

__ADS_1


?!


"Jadi kau benar-benar melakukan 'itu'? Sungguhan? Aku tidak percaya.."


Bocah Pengemis Gila tersenyum saat mendengar pertanyaan Xiao Shuxiang. Dia sengaja bersandar pada dada bidang pria di belakangnya dan mulai menjawab bahwa dirinya tidak berbohong.


".. Memang ada yang salah? Aku butuh uang untuk makan dan hanya itu satu-satunya pekerjaan yang cocok denganku. Dan kau tahu.. Aku punya kemampuan mengetahui sebesar apa 'ukuran' pria hanya dengan sekali pandang. Pria tampan itu punya 'ukuran' yang besar,"


Xiao Shuxiang tidak ingin mendengarnya. Bocah Pengemis Gila ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Dia akui, dirinya sering menggoda Lan Guan Zhi.. Tetapi dia tidak pernah melakukan hal seberbahaya yang dilakukan pemuda ini.


"Kau jangan pernah menargetkan Lan Zhi, dia itu anak yang baik-baik. Jangan mengotori pikirannya dengan tindakanmu,"


"Kenapa malah kau yang kesal. Aku hanya menggodanya, bukan menggodamu. Atau kalian sepasang kekasih, huh?"


Xiao Shuxiang segera membantah, dia mengatai Bocah Pengemis Gila di depannya. Untunglah pembicaraan mereka tidak terlalu didengar oleh Hu Li dan Xiao Qing Yan.


"Kau tidak perlu malu. Oh iya, aku belum tahu namamu.. Tapi pria tadi menyebutmu 'Wuxian', kan?"


"'Shuxiang', Lan Zhi mengatakan 'Shuxiang'. Kau ini.. Bedanya jauh sekali. Lalu bagaimana denganmu? Kau sendiri tidak menyebutkan namamu sejak tadi,"


Bocah Pengemis Gila tersenyum canggung sambil tatapan matanya terus mengarah ke depan. Dengan ragu dia mengatakan namanya terkutuk untuk diucapkan.


".. Aku tidak bisa mengatakannya, Langit selalu marah saat kusebut namaku,"


"Hmph, itu mustahil."


"Aku tidak bohong, namaku memang terkutuk. Setiap kali kusebutkan, entah itu dengan bisikan pelan atau tidak.. Langit selalu marah padaku,"


Xiao Shuxiang masih tidak percaya. Dia mengancam akan memacu kudanya lebih cepat lalu melempar Bocah Pengemis Gila jika tidak menyebutkan namanya segera.


"Tapi.."


"Ayo lakukan,"


Bocah Pengemis Gila menarik napas pelan. Bicara dengan Xiao Shuxiang membuatnya telah berada di luar Hutan Hujan Bunga.


"Namaku.." Bocah Pengemis Gila ragu menjawab. Dia menatap langit yang bersih tanpa awan. Dirinya lalu menarik napas dan mulai menyebutkan namanya.


"Namaku.. Cakrabuana-"


!!


BLAAAR!


Tiba-tiba saja angin berhembus kencang disertai dengan suara petir. Padahal langit begitu cerah tanpa awan dan suasana sebelumnya juga tenang.


BLAAAR!


"Apa yang terjadi?!"


Hu Li dan Xiao Qing Yan jelas terkejut mendengar suara petir di hari yang cerah, kuda yang ditungganginya pun meringkik sambil mengangkat kedua kaki depannya.


Lan Guan Zhi sendiri terlihat waspada, ada kemungkinan petir itu dibuat oleh penghambat perjalanan mereka yang selanjutnya.


"Ka-Kau lihat, kan..? Namaku sangat terkutuk.."


Xiao Shuxiang sama sekali tidak takut dengan suara petir yang mengejutkan barusan. Dia lalu menggeleng pelan dan berkata mungkin nama Bocah Pengemis Gila terlalu bagus untuk digunakan oleh seorang pria homo, jadi sangat pantas apabila langit menjadi marah.


Berbicara dengan Bocah Pengemis Gila membuat Xiao Shuxiang tak menyadari sudah memacu kuda lebih dari separuh perjalanan. Hanya tinggal menyebrangi sebuah jembatan dan mereka akan sampai di Lembah Batu Api.


Sama seperti namanya, lembah tersebut penuh dengan batu berselimut api. Rasanya akan sangat panas dan jelas bukanlah tempat yang bisa dimasuki begitu saja.


Bahkan, saat berada di tengah jembatan.. Hawa panas dari lembah mulai dapat dirasakan Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi, dan yang lainnya.


Gerbang Dunia di Lembah Batu Api bereaksi ketika Xiao Shuxiang dan teman-temannya hampir tiba di seberang jembatan. Mereka sepertinya telah ditunggu oleh penghuni Lembah Batu Api sekaligus penjaga Gerbang Dunia.


Satu hal pasti, sesuatu yang menunggu Xiao Shuxiang dan teman-temannya bukanlah manusia. Itu adalah Demonic Beast berukuran besar.

__ADS_1


***


__ADS_2