XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
432 - Jarak


__ADS_3

Xiao Shuxiang saat ini telah berada di lingkungan Sekte Pagoda Langit, dia berjalan bersama Ling Qing Zhu yang terus memberinya tatapan dingin.


Sejak tadi Ling Qing Zhu tidak berhenti menatapnya dan seakan ingin menelannya hidup-hidup. Perasaan Xiao Shuxiang sedikit tidak nyaman, namun di sisi lain dia juga merasa ini agak lucu.


Ling Qing Zhu menginginkan pedang pusakanya, yang mana senjata tersebut masih belum dikembalikan oleh Xiao Shuxiang. Gadis cantik itu tidak akan berhenti mendesak Wali Pelindungnya supaya mengembalikan apa yang harusnya jadi miliknya.


"Shuxiang.. Kau pemuda lancang. Sampai kapan kau akan menahan pedangku?"


Ling Qing Zhu masih bisa menenangkan diri dan tidak langsung menyerang pemuda di sampingnya. Dia masih mau memberi kesempatan bagi Wali Pelindungnya untuk mengembalikan pedang itu secara baik-baik.


"Kucing Putih, pergilah beristirahat dan aku pasti akan memberikan pedangmu,"


"Tapi kapan?"


Sebenarnya Ling Qing Zhu tidak tahu mau diapakan pedang pusakanya itu oleh Xiao Shuxiang. Pemuda berseragam serba hitam ini juga memiliki pedang yang hebat, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan pusaka miliknya. Lalu mengapa pemuda ini begitu tertarik dengan senjatanya? Pedangnya itu tidak lebih istimewa daripada Yīng xióng.


"Shuxiang.." Ling Qing Zhu meraih lengan Wali Pelindungnya dan memegangnya erat. Dia benar-benar akan membulatkan tekad untuk bertarung dengan pemuda ini jika masih diabaikan.


Xiao Shuxiang memegang tangan Ling Qing Zhu dan melepaskan pegangan gadis itu pada lengannya dengan penuh kelembutan. Dia lalu tersenyum dan berkata akan memberikan pedang pusaka Kucing Putihnya kembali, tetapi tidak untuk sekarang.


Jujur saja, Xiao Shuxiang sebenarnya tidak ingin memberi tahu Ling Qing Zhu bahwa dia akan memperbaiki pedang itu. Pedang pusaka Kucing Putihnya memang hebat, namun dia merasa pedang tersebut tidak terlalu istimewa.


".. Aku akan memberikannya besok, kau jangan terlalu khawatir dan percaya saja padaku. Aku mau menemui Lan Zhi dulu, jadi sampai nanti."


!


Ling Qing Zhu baru akan bicara, namun Xiao Shuxiang sudah lebih dulu berjalan pergi meninggalkannya. Jika itu tentang Lan Guan Zhi, Wali Pelindungnya pasti tidak akan menunda waktu.


Dia mengembuskan napas pelan dan terpaksa menunggu sampai pemuda itu sendiri yang datang menemuinya. Pedang pusakanya pasti dikembalikan, Wali Pelindungnya telah berjanji.


Ling Qing Zhu memutuskan untuk pergi menemui ayah dan ibunya, sekaligus melakukan kegiatan harian yang rutin dilakukannya.


Persiapan pernikahan masih belum rampung, ini bukanlah hal yang bisa selesai dalam tiga atau lima hari. Banyak hal yang perlu disiapkan, apalagi jika itu berkaitan dengan keamanan serta kelancaran acara pernikahan nanti.


Grand Elder Sekte Pagoda Langit yakni Ling Chu Zhen, tidak ingin kecolongan lagi seperti sebelumnya. Dia tahu benar bahwa putrinya tidak menikah dengan sembarangan orang, karena itulah keamanan tempat ini harus sangat terjaga.


Xiao Shuxiang tahu para murid di sekte ini bekerja sangat keras. Sebelumnya, serangan dari anggota Scarlet Darah telah memberi mereka pukulan yang keras. Mereka terperangkap dalam segel pelindung sekte sendiri dan sulit meminta bantuan, kali ini--hal yang sama tidak boleh sampai terulang di acara pernikahan nanti.


Jauh di dalam hati Xiao Shuxiang, dia juga khawatir akan musuh yang kemungkinan mengambil kesempatan di saat pesta pernikahannya. Sudah banyak sekali kejadian semacam pernikahan berdarah yang dia saksikan di masa lalu, dan beberapa kali dirinya sendiri ikut terlibat.


!


Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menghentikan langkahnya saat teringat sesuatu, "Kurasa tujuh kali.. Aku pernah menguliti hidup-hidup sepasang pengantin tepat di depan banyak orang dan lalu membakar mereka semua. Saat itu.. Kira-kira apa alasanku melakukannya yaa..?"


Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya dan kembali berjalan. Dia hanya mengingat tindakan yang pernah dilakukannya, namun sama sekali tidak menyesal apalagi merasa takut andai kejadian yang sama mungkin terjadi padanya.


?!


Pandangan mata Xiao Shuxiang lalu tertuju pada seorang pemuda berseragam serba putih yang terlihat sedang berjalan.


Tidak bisa dipungkiri bahwa sosok itu mampu menebar kesejukan di setiap langkah anggunnya. Xiao Shuxiang bahkan langsung merasakan ketenangan tiap kali melihat teman baiknya tersebut.


"Lan Zhi..!"


?!


Lan Guan Zhi menoleh saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Dia melihat Xiao Shuxiang berjalan ke arahnya dan nampak tersenyum ramah. Teman baik perusak namanya itu memang memiliki senyum menawan yang sulit disaingi.


"Kau dari mana saja?" Lan Guan Zhi bertanya saat teman baiknya sudah berada di dekatnya.


Setelah semalam Xiao Shuxiang pergi dari kamarnya, pemuda ini tidak datang lagi. Padahal biasanya Xiao Shuxiang selalu numpang tidur di kamarnya dengan alasan bantal tidurnya lebih empuk.


"Lan'Er, apa kau merindukanku?" suara Xiao Shuxiang jernih, senyuman dan tatapan matanya terlihat sedikit berbeda dari yang biasa. Dia jelas sedang menggoda teman baiknya.


"Lan'Er.. Kau terlihat kurang tidur, jangan bilang kau menungguku semalaman.." Xiao Shuxiang menyenggol pelan lengan Lan Guan Zhi hingga membuat temannya itu menatap ke arahnya.


"Tidak mungkin." Lan Guan Zhi memang kurang tidur, tetapi bukan karena menunggu Xiao Shuxiang, "Kau terlalu percaya diri,"


"Mm.. Kau tidak mau jujur.. Baiklah. Semalaman aku bersama Kucing Putih dan baru kembali hari ini. Itu pertama kalinya aku menghabiskan cukup banyak waktu dengannya, yaah.. Meski kencan kami tidak berjalan baik.."


Xiao Shuxiang menceritakan tentang bagaimana dirinya diajak berkencan di sebuah area pemakaman oleh Ling Qing Zhu, itu kencan paling aneh yang pernah ada dan cukup menegangkan.


".. Kau tau Lan Zhi, semakin aku bersama Kucing Putih.. Dia terlihat-!!" Xiao Shuxiang tersentak saat teman baiknya tiba-tiba berjalan cepat seakan tidak mau mendengar ucapannya.


"Lan Zhi..! Kenapa jalanmu buru-buru sekali.. Tunggu aku..!"


Xiao Shuxiang menyusul pemuda berpita dahi itu, dia sangat heran sebab tidak biasanya Lan Guan Zhi mengabaikan dirinya seperti ini. Keningnya mengerut karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Lan Zhi.. Apa aku baru saja mengatakan sesuatu yang buruk?" wajah Xiao Shuxiang terlihat serius, dia mengetuk pelan pundak temannya dengan telunjuk kanan.


"…"


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa-apa, dia hanya menggeleng pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Xiao Shuxiang. Dia suka bila temannya dekat dengan Ling Qing Zhu, tetapi bukan waktu yang tepat untuk mendengarkan cerita teman baiknya sekarang, masih ada pekerjaan yang harus dirinya lakukan.


Dilihat dari ekspresi wajahnya, Lan Guan Zhi masih nampak tenang dan seperti biasanya. Namun Xiao Shuxiang bisa menyadari temannya ini sedang dalam suasana hati buruk dari bulu mata yang nampak sedikit bergetar itu.


"Aku tahu jelas Lan Zhi tidak pernah marah, jadi apa yang memancingnya hingga dia seperti ini..? Apa dia cemburu? Jangan bilang dia memang suka Kucing Putih.." Xiao Shuxiang berkedip, dia lalu menanyakan apa yang dirinya pikirkan tadi pada teman baiknya.

__ADS_1


Lan Guan Zhi kembali berhenti berjalan, dia menatap pemuda berseragam serba hitam di sampingnya.. Pertanyaan Xiao Shuxiang sangat tidak berdasar, dia sama sekali tidak marah. Namun memang, akhir-akhir ini suasana hatinya kadang sering berubah.


"Lan Zhi.."


"Aku baik-baik saja,"


"Kau terlihat memikirkan sesuatu? Ada apa?" Xiao Shuxiang tahu ada yang aneh dari teman baiknya, dia jelas tidak bisa dibohongi.


"Tidak apa-apa. Kau pergi dan beristirahatlah," Lan Guan Zhi kembali berjalan, dia menghindari tatapan mata Xiao Shuxiang.


Semenjak tubuhnya dibentuk ulang oleh ketiga roh pusaka langit, Lan Guan Zhi sering merasa aneh. Dia harus secepatnya pulang ke Sekte Pedang Langit dan mengatasi keadaannya sambil membantu persiapan pernikahan teman baiknya.


?!


Lan Guan Zhi tersentak saat tangan kirinya tiba-tiba dipegang oleh seseorang yang tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Ekspresi wajah temannya terlihat sangat bersungguh-sungguh.


"Kau tidak baik-baik saja Lan Zhi, apa sekarang kau ingin merahasiakan sesuatu dari temanmu ini..?"


"…"


"Aku tidak akan bertanya apalagi mendesakmu jika kau memang keberatan mengatakannya. Tapi jangan biarkan itu mempengaruhi kedekatanmu denganku,"


Xiao Shuxiang tahu setiap orang memiliki rahasia dan sesuatu yang tidak layak dikatakan pada siapa pun, termasuk teman baiknya. Karena itulah dia tidak memaksa Lan Guan Zhi dan akan mendengarkan bila temannya memang ingin bicara.


Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan menepuk pelan lengan Xiao Shuxiang, tatapan matanya melembut seiring suara jernihnya yang mulai terdengar.


"Aku tidak akan melakukannya lagi,"


Lan Guan Zhi sebenarnya ingin meminta maaf karena sudah membuat teman baiknya khawatir dan suasana jadi secanggung ini. Namun kata 'maaf' tidak boleh ada dalam hubungan pertemanannya dengan Xiao Shuxiang, kata itu bisa menjadi batasan antara hubungan mereka dan teman baiknya pasti tidak akan suka, dirinya pun demikian.


Xiao Shuxiang masih memperlihatkan wajah seriusnya, "Kau benar-benar tidak cemburu aku bersama Kucing Putih, kan? Jika kau memang suka padanya, aku.."


"Sama sekali tidak. Aku hanya memikirkan rumah,"


"…" Xiao Shuxiang terdiam sebelum akhirnya mengangguk pelan, "Baiklah.. Jika memang hanya itu maka aku akan mengantarmu pulang,"


"Tuan Muda Lan..!"


?!


Baru saja Xiao Shuxiang ingin mengeluarkan Cermin Pemindah miliknya, tapi tiba-tiba terdengar suara gadis berseru memanggil teman baiknya.


Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi menoleh, keduanya bisa melihat seorang gadis berseragam putih dengan corak bunga wisteria merah.


Gadis tersebut mempunyai kulit yang halus, terlihat cantik dengan rambut putih sepunggung miliknya. Dia berlari ke arah Lan Guan Zhi dan baru berhenti tepat di depan kedua pemuda menawan tersebut.


"Nona Qi?"


?


"Tuan Muda Lan, maaf menghadang jalan Anda. Aku.." tatapan mata gadis itu baru mengarah pada Xiao Shuxiang, dirinya pun menjadi sedikit gugup.


Ling Qin Qi merupakan sepupu dari Ling Qing Zhu. Sama seperti yang lainnya, dia juga sibuk mengurus banyak hal selain berlatih untuk bisa semakin kuat agar dapat menjadi bantuan bila nantinya terdapat keributan di sekte ini.


Selama proses pembangunan sektenya akibat serangan dari Scarlet Darah, Ling Qin Qi tidak henti-hentinya berlatih. Namun jika dibandingkan Ling Qing Zhu, kemampuannya hanya sebatas murid biasa di sekte ini.


Pagi dan sore adalah waktu dirinya berlatih, namun pada beberapa kesempatan--dia pernah tidak sengaja bertemu Lan Guan Zhi dan malah berakhir mendapat arahan dari pemuda ini. Entah bagaimana, dia pun mulai memberanikan diri untuk bertanya beberapa arahan lagi.


"Ma-maafkan saya Tuan Muda Lan, sepertinya saya menganggu.." Ling Qin Qi jadi tidak enak, dia sudah mengumpulkan banyak keberanian untuk mengejar Lan Guan Zhi dan sekarang dirinya yakin pemuda ini tidak akan pernah lagi bicara padanya.


"Tidak sama sekali, jadi bagaimana dengan gerakan pedang yang Nona latih akhir-akhir ini?"


!!


Sungguh sebuah sejarah bila Lan Guan Zhi berinisiatif memulai pembicaraan lebih dulu, Xiao Shuxiang sampai tidak bisa berkata apa-apa selain memasang ekspresi wajah yang amat sangat terkejut.


"Luar biasa! Apa dia benar-benar Lan Zhi? Lan Guan Zhi? LanLanku?! Bagaimana bisa dia jadi seperti ini..? Dan siapa gadis ini? Apa hubungan mereka?"


Banyak pertanyaan dalam pikiran Xiao Shuxiang, jiwa penasarannya meronta-ronta ingin mengetahui hubungan antara teman baiknya dengan gadis yang warna rambutnya mirip dengan Kucing Putih miliknya.


Di sisi lain, Ling Qin Qi juga terkejut. Biasanya Tuan Muda Lan hanya mengatakan, 'perhatikan' dan lalu mempraktekkan gerakan berpedang untuk mengoreksi kesalahannya.


Pemuda berpita dahi ini lebih banyak bertindak daripada bicara, jadi memang sangat langka bila dia bisa mendengar ucapan lebih dari tiga kata sesosok Lan Guan Zhi.


"Saya.. Saya berlatih gerakan 'Sembilan Langkah Petir'.. Itu saya rasa cocok.. Tapi memang ada kendala di beberapa bagian.." Ling Qin Qi berusaha untuk tenang dan menjelaskan pada Lan Guan Zhi dengan perlahan walau sebenarnya saat ini jantungnya serasa akan meloncat keluar dari telinganya.


Ling Qin Qi benar-benar gugup. Berbeda dari sepupunya, dia memiliki wajah yang lebih ekspresif walau itu hanya ditunjukkan pada seseorang yang dirinya kagumi.


Lan Guan Zhi dengan tenang mendengarkan penjelasan dari gadis cantik di hadapannya, dia kadang sedikit melirik teman baiknya yang nampak memasang wajah penasaran terhadap gadis berambut putih ini.


Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan, semakin lama dirinya merasa dua orang di depannya ini seperti berada dalam lingkup yang asing untuknya. Rasanya seperti dia adalah pengusir serangga di antara mereka.


"Tuan Muda Lan, maaf saya banyak bicara.." Ling Qin Qi merasa tidak enak, sejak tadi hanya dia yang bicara--bahkan Wali Pelindung dari sepupunya, yang pada gosipnya sangat cerewet nampak bungkam dan hanya memperhatikan dirinya.


"Bukan masalah. Memang harus seperti itu bila ingin mendapat saran. Bisakah Nona peragakan?"


"Tentu, tentu saja bisa!" Ling Qin Qi begitu gembira, dia lalu mengajak Lan Guan Zhi untuk ke tempat yang lebih luas. Dalam hati dia ingin menjambak rambutnya keras, seharusnya dia bisa lebih mengendalikan diri.

__ADS_1


Xiao Shuxiang berjalan bersebelahan dengan Lan Guan Zhi, Ling Qin Qi berjalan tidak jauh di depannya. Dia memperhatikan punggung gadis cantik tersebut lantas mulai bertanya tentang identitas nona itu pada teman baiknya.


"Warna rambutnya mirip dengan Kucing Putih, apa dia juga dari keluarga 'Ling'?"


"Mn,"


"Siapa namanya?"


"Nona Ling Qin Qi,"


"Kapan kalian berteman?"


"Tidak yakin,"


Lan Guan Zhi tidak tahu kapan tepatnya dia bertemu dengan Ling Qin Qi dan bicara pada gadis itu, semua terjadi begitu saja.


Seharusnya seperti itu cara Lan Guan Zhi menjawab pertanyaan terakhir dari Xiao Shuxiang, bukan jawaban singkat yang membuat teman baiknya merasa sesak hingga berpikir bahwa ada kerenggangan dalam hubungan mereka.


"…"


"…"


Tidak ada yang saling bicara, suasana di antara Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi benar-benar terasa canggung. Keduanya hanya tetap berjalan bersebelahan dan mengikuti Ling Qin Qi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Tatapan mata Xiao Shuxiang sedikit tertunduk, dia sedang memikirkan sesuatu. Angin di sekitarnya sama sekali tidak memberinya kesejukan sedikit pun, begitu juga Lan Guan Zhi.


Pemuda berseragam putih itu memang selalu hemat bicara dan tidak pernah memulai percakapan lebih dulu. Kebungkaman teman baiknya yang cerewet ini membuat perasaannya kurang nyaman, Xiao Shuxiang tidak seperti biasanya.


Ling Qin Qi melewati sebuah pohon, disusul oleh kedua pemuda di belakangnya. Sejak tadi dia bergolak dengan pikirannya sendiri.


Lan Guan Zhi tidak banyak bicara dan diam seperti itu adalah hal yang wajar, tetapi jika kondisi yang sama dialami oleh Xiao Shuxiang--maka ini perlu dipertanyakan.


Sepupunya, yakni Ling Qing Zhu selalu mengatakan Xiao Shuxiang merupakan pemuda cerewet nan tidak tahu malu. Tapi kenapa rasanya berbeda dari yang dikatakan oleh sepupunya itu.


Saat Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi berlalu di salah satu pohon, entah mereka tahu atau pura-pura tidak peduli.. Tetapi memang ada seorang pemuda yang sedang tidur pada salah satu cabang pohon.


Sosok itu berpakaian hitam bercampur merah, dia bersandar sambil memeluk sebuah tongkat bambu. Wajahnya penuh dengan riasan berlebih yang jelas sama sekali tidak cantik, bahkan justru nampak bagai hantu gantung.


Pemuda itu tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila. Dia baru saja selesai merendam tongkatnya di danau teratai milik Sekte Pagoda Langit dan tengah beristirahat.


Tongkat yang sebelumnya telah dirusak oleh Xiao Shuxiang, dan meski punya pengganti--namun itu hanyalah bambu biasa. Dia membutuhkan waktu untuk merubah sepotong bambu biasa hingga menjadi tongkat belahan jiwanya. Saat tengah beristirahat, dia pun melihat Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.


Rasa penasaran jelas saja muncul, dia adalah orang yang paling peka terhadap hubungan kedua pemuda itu--sejauh pengalamannya, sekilas saja dilihat.. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi memang sedang terlibat masalah batin.


Bocah Pengemis Gila melompat dari satu dahan pohon ke dahan yang lain, dia mengikuti kedua temannya itu dari belakang dan benar-benar yakin Xiao Shuxiang dengan Lan Guan Zhi sedang tidak akur seperti biasanya.


"Ada apa dengan mereka..?" Bocah Pengemis Gila mengerutkan keningnya, namun detik berikutnya dia tersenyum penuh arti.


Dari tingkah kedua pemuda yang dia awasi ini, dirinya dapat mengambil kesimpulan. Tentu saja berdasarkan sudut pandang dari seorang yang mempunyai pengalaman dalam hubungan terlarang.


"Mereka berdua tidak pernah mau jujur.." Bocah Pengemis Gila menggelengkan kepalanya.


Sejak waktu pernikahan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu ditentukan, Lan'Er Gegenya tidak lagi seperti biasa. Pemuda itu menjadi lebih pendiam dan terkadang langsung melenggang pergi saat dia dan teman-temannya membahas tentang Xiao Shuxiang ataupun Ling Qing Zhu.


Dan sekarang, hal yang sama juga terlihat pada Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu nampak dalam suasana hati yang buruk saat tahu Lan Guan Zhi sedang dekat dengan seorang gadis.


Ini sebenarnya hanya pemikiran menyimpang dari Bocah Pengemis Gila. Dia tidak tahu bahwa Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi bersikap seperti itu karena alasan lain, bukan karena mereka memiliki perasaan menyimpang antara satu sama lain.


Kaki Bocah Pengemis Gila mulai berhenti di sebuah dahan pohon, dia mengintip di celah dedaunan dan melihat bagaimana Ling Qin Qi memperagakan beberapa gerakan berpedang sambil disaksikan oleh Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila tidak tertarik memperhatikan gadis itu, dia lebih suka membaca raut wajah dan gerak tubuh kedua temannya sambil mencari kejanggalan terhadap sikap keduanya.


Xiao Shuxiang sendiri memperhatikan teman baiknya dari bawah sampai atas, dia mulai menyilangkan tangannya di depan dada dan mengarahkan perhatiannya pada gadis yang tengah memperagakan teknik Sembilan Langkah Petir.


"Gadis itu punya tubuh yang lentur, namun masih terdapat cukup banyak celah dalam langkahnya. Jelas belum sempurna,"


"Mn, Nona Qi memang baru mempelajarinya."


"Lan Zhi, jangan-jangan kau menjauhiku karena gadis itu?"


Xiao Shuxiang melirik ke arah Lan Guan Zhi. Mata keduanya bertemu pandang dan seperti saling menyelami kebenaran satu sama lain.


"…"


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun dalam menjawab pertanyaan teman baiknya. Dia hanya menatap Xiao Shuxiang beberapa lama sebelum mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Lan Zhi, kebungkamanmu jangan sampai membuatku merasa kau benar-benar menjauhiku karena nona itu.."


"Mn, mungkin saja."


!!


Suara Lan Guan Zhi dingin, dia membuat teman baiknya terkejut akibat ucapannya barusan. Dirinya pun mulai berjalan pergi tanpa menghiraukan Xiao Shuxiang yang tengah memandanginya.


Xiao Shuxiang sendiri jelas sangat terkejut. Entah apa salahnya hingga Lan Guan Zhi bisa bersikap seperti itu. Dia tidak pernah berbuat macam-macam, tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat teman baiknya marah, namun Lan Guan Zhi malah menghindarinya.


"Sebelumnya dia berkata tidak akan melakukannya lagi, tapi kenapa sikap Lan Zhi tiba-tiba berubah? Ada yang salah dengan anak itu.. Dia tidak seperti Lan Guan Zhi yang biasa,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang memperhatikan teman baiknya dari jauh, Lan Guan Zhi terlihat mengajari Ling Qin Qi dan memberi beberapa petunjuk bagi gadis itu. Seseorang tiba-tiba mendarat tepat di sampingnya yang ternyata adalah Bocah Pengemis Gila.


***


__ADS_2