XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
137 - Kenapa Tubuhku Bergerak Sendiri Melindunginya! [Revisi]


__ADS_3

"Hmph, kau boleh juga Bocah!" pria bertopeng rubah menggantikan Bing Mei Si untuk menghadapi Xiao Shuxiang, gerakan pedangnya begitu cepat.


TRAANG!


Pedang keduanya saling berbenturan dengan keras bahkan sampai menciptakan angin kejut. Pertarungan sebanyak seratus gerakan hanya terjadi dalam waktu dua menit.


TRAANG!


TRAANG!


Tidak ada yang bisa melihat gerakan apa yang dilakukan Xiao Shuxiang dengan pria bertopeng rubah tersebut, mereka hanya melihat bagai dua kilat saling bertabrakan.


Bing Mei Si tidak menyia-nyiakan kesempatan. Saat rekannya sedang bertarung dengan Xiao Shuxiang, dia kembali mengendalikan beberapa murid untuk menyerang.


Satu helaian rambutnya hampir melilit Jing Mi dan Yi Wen, untung keduanya dengan sigap menghindar.


Dua dari tiga api biru Xiao Shuxiang menghilang dan muncul di tempat empat orang tua. Keduanya langsung membakar tubuh Grand Elder Sekte Bambu Perak dan menyembuhkan luka-lukanya.


Api biru Xiao Shuxiang yang lain membakar tubuh Gu Ta Sian dan Zong Ming, kedua orang itu hampir tidak bernapas.


Xiao Lu dan Yi Wen melesat cepat, mereka dibantu oleh Hun Fung dan satu orang murid Sekte Bambu Perak. Keempatnya bekerjasama untuk menyerang Bing Mei Si seperti yang dilakukan Xiao Shuxiang.


Ketika Xiao Lu dan Yi Wen mengambil beberapa jeda supaya dapat menarik napas, Hun Fung dan murid Sekte Bambu Perak segera menggantikan tempat keduanya.


TRAANG!


Dengan cara ini, mereka bisa memberi serangan tanpa jeda kepada Bing Mei Si. Jing Mi dan Saudara-saudaranya yang lain juga ikut membantu, mereka menggunakan segenap tenaga untuk menebas helaian rambut berwarna merah Bing Mei Si.


BAAAM!!


Xiao Shuxiang dan pria bertopeng sama-sama terlempar hingga menghantam pepohonan. Keduanya seakan tidak merasakan sakit, mereka langsung melesat dan kembali bertukar serangan.


Pria bertopeng itu mengeluarkan serbuk beracun bersamaan dengan Xiao Shuxiang yang juga menyerang dengan jarum beracun miliknya.


!!


"Tidak mempan!"


Baik Xiao Shuxiang atau pria bertopeng rubah memikirkan hal yang sama. Keduanya seakan kebal dari serangan racun masing-masing. Benturan pedang pun kembali terjadi.


TRAANG!


BAAAM!


Pria bertopeng rubah tersebut mendapat tendangan keras dari Xiao Shuxiang, dia menghantam salah satu dinding bangunan hingga roboh.


Xiao Shuxiang tanpa menarik napas langsung menyerang kembali pria bertopeng rubah tersebut dengan kedua pedang yang dialiri Qi.


BAAAM!


!!


"Siapa kau sebenarnya?!" Xiao Shuxiang mengerutkan kening ketika kedua pedangnya begitu mudah ditangkis oleh kedua tangan pria bertopeng rubah.


Bahkan telapak tangan pria tersebut tidak luka sama sekali, padahal Xiao Shuxiang menggunakan cukup tenaga untuk menyerangnya.


"Aku bosan bermain-main denganmu, Bocah!" pria bertopeng rubah mengalirkan Qi pada kedua tangannya dan langsung membuat pedang Xiao Shuxiang hancur berkeping-keping.


!!

__ADS_1


Xiao Shuxiang segera melompat mundur, dia mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin Spasialnya. Tatapan matanya menatap keheranan ke arah pria bertopeng rubah di depannya.


Pria bertopeng itu menepuk debu yang ada di pundak kirinya, dia berjalan santai menuju Xiao Shuxiang.


"Fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Tetua membuka mata untuk pertama kalinya. Satu kata yang dia ucapkan... 'Xiao Shuxiang telah kembali.'" pria bertopeng rubah langsung melesat dan menyerang Xiao Shuxiang.


TRAANG!


"Hh! Kau pikir aku akan lengah karena mendengarmu bicara, hah?" Xiao Shuxiang membalas serangan pria bertopeng rubah tersebut. "Berbicara untuk membuat lawan lengah sekaligus mengecoh ini sudah sangat akrab denganku tahu,"


"Tidak juga, hanya sedikit menguji apakah kau orang yang kami cari."


?


Xiao Shuxiang tidak bisa mengetahui seperti apa ekspresi pria di depannya karena dia memakai topeng, tapi dari suaranya----Pria tersebut memiliki wajah yang angkuh.


TRAANG!


Jing Mi dan Hai Feng berhasil memberi luka sayatan pada lengan Bing Mei Si, pertarungan melawan segerombolan anak yang menyerang bergantian namun tidak memberi jeda dalam serangan membuat Bing Mei Si berdecak kesal.


Apalagi Xiao Lu dan Yi Wen mampu memutuskan helaian rambut merahnya, dia juga tidak bisa mengendalikan murid lainnya lagi karena tidak diberi ruang oleh murid-murid kedua sekte ini.


Bing Mei Si semakin terpojok dengan bantuan empat orang tua dari kedua sekte. Dia lalu mengeluarkan Aura Pembunuhnya yang cukup membuat kaki junior-junior Jing Mi lemas.


Xiao Lu dan yang lainnya bersama-sama mengeluarkan Aura Pendekar mereka, dan mulai menyerang Bing Mei Si.


CRAASH!


Mereka merutuk kesal karena walau berhasil menebas Bing Mei Si menjadi lima bagian, nyatanya tubuhnya dengan cepat kembali menyatu dan dijahit oleh helaian rambut.


!!


Pria bertopeng rubah semakin mempercepat serangannya, dia memberi serangan mematikan kepada Xiao Shuxiang. Namun, anak tersebut masih bisa menangkisnya.


!!


"Senior..!!" seorang murid laki-laki Sekte Bambu Perak yang berusia 9 tahun langsung melompat untuk melindungi Xiao Shuxiang dari belakang.


Xiao Shuxiang tersentak dan langsung menarik anak tersebut ke dalam pelukannya yang membuat helaian rambut Bing Mei Si melukai punggung lengan, kepala dan tengkuk Xiao Shuxiang.


Andai anak tersebut yang terkena serangan itu, mungkin dia sudah tercincang habis.


!!


"Kenapa ini? Tubuhku bergerak sendiri melindunginya..!"


Xiao Shuxiang mengeluarkan darah segar dari kedua sudut bibirnya, dia lebih terkejut karena melindungi seorang anak begitu saja.


"Se-Senior... A-"


"Kau harusnya ke tempat yang aman, kenapa tidak mendengarkan perintahku..!" Xiao Shuxiang berdecak kesal, dia lalu menatap pria bertopeng rubah yang melesat cepat ke arahnya.


Xiao Shuxiang menggendong anak laki-laki tersebut dan segera melompat menjauh, dia menghindari serangan pria bertopeng rubah padanya.


Tap


BAAM!


"Hei, apa kau tidak keberatan jika kulempar ke atas pohon?"

__ADS_1


Anak laki-laki di gendongan Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali dan kemudian menggangguk mantap. Dia berpesan, "Senior, kau harus tetap hidup."


"Itu sudah pasti. Kau hanya perlu menjaga nyawamu sendiri," Xiao Shuxiang lalu melemparnya dengan pelan hingga anak tersebut bisa mengatur posisi badannya ketika menyentuh dahan pepohonan.


Detik berikutnya, Xiao Shuxiang langsung berbalik dan menyerang pria bertopeng rubah dengan asap tipis hitam menyelimuti tubuhnya.


!!


Pria bertopeng rubah terkejut ketika Xiao Shuxiang yang sudah di depan matanya tiba-tiba saja menghilang dan dirinya malah menabrak asap hitam tipis. Ketika dia berbalik, topeng di wajahnya langsung terbelah dua seketika.


Xiao Shuxiang berdiri cukup jauh di depannya dengan posisi memunggungi dirinya. Bukan hanya topengnya yang hancur, tetapi wajah dan tubuhnya sendiri juga mulai memuncratkan darah dengan deras.


Entah bagaimana caranya, namun Xiao Shuxiang telah membuat nyawanya melayang.


Xiao Shuxiang kembali melesat, kali ini dia akan menghadapi Bing Mei Si. Namun, ketika dirinya sampai----Rupanya Bing Mei Si telah berubah menjadi potongan-potongan daging karena terkena serangan dari banyak orang.


"Sepertinya, masalah sudah selesai..." Xiao Shuxiang berniat menyarungkan pedangnya, namun dia menyadari sesuatu.


Potongan tubuh dan kepala Bing Mei Si meleleh hingga menyisakan tengkorak dan tulangnya saja, Xiao Shuxiang menyadari tengkorak tersebut memiliki warna yang aneh, apalagi dengan adanya rambut panjang di tengkorak tersebut.


"Waktu itu aku tidak menyadarinya, nyawamu ternyata ada di sini." Xiao Shuxiang menusuk tengkorak berwarna hitam itu hingga suara jeritan mengerikan terdengar.


!!


Jing Mi dan saudara-saudaranya termasuk empat orang tua terkejut mendengar jeritan itu. Telinga mereka bahkan berdengung cukup lama.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan dan mulai melihat keadaan sekelilingnya begitu berantakan. Ada enam murid yang tewas dan tidak bisa diselamatkan oleh api milik Xiao Shuxiang sebab tubuh mereka tercincang habis oleh helaian rambut Bing Mei Si.


Butuh waktu seminggu penuh untuk membersihkan kekacauan yang terjadi. Mayat murid di makamkan dengan layak, sementara mayat pria bertopeng rubah dengan tulang belulang Bing Mei Si dibakar oleh Xiao Shuxiang.


Selesai melakukan pembakaran, Xiao Shuxiang membantu teman-temannya untuk memperbaiki bangunan yang roboh. Hanya saja, baru tiga langkah----Dirinya merasakan sesuatu yang menusuk di dalam tubuhnya, tepat di jantung.


Xiao Shuxiang menekan dadanya, dia secara tidak sadar langsung berlutut dan mengerang kesakitan. Mencoba menenangkan diri, dia perlahan memeriksa kondisi tubuhnya dengan Qi.


!!


Mata Xiao Shuxiang membulat, ada sesuatu yang bergerak di sekitar jantungnya. Perasaannya mulai tidak enak, dirinya berusaha menahan sakit dan langsung menaiki pedang terbang menuju ke tempat Patriarch Ketiga.


Braak!


"Tetua Tiga?!"


Xiao Shuxiang membuka secara kasar kamar Patriarch Ketiga, namun dia tidak menemukan siapa-siapa di dalam ruangan tersebut. Hanya sebuah pesan yang mengatakan bahwa dirinya sedang pergi.


"Akh!" Xiao Shuxiang meringkuk, rasanya seperti ada yang menggerogoti jantungnya. Sakit tidak tertahankan!!


"A-apa pria itu ya-yang melakukannya..? Aakh!" Xiao Shuxiang menekan dadanya kuat, dia terus berteriak kesakitan.


Feng Ying seperti biasa, selalu membersihkan kediaman Patriarch Ketiga walau sektenya sedang dalam proses perbaikan namun dia tetap datang ke tempat ini.


!!


Feng Ying tersentak kala mendengar suara teriakan dan erangan kesakitan dari dalam kamar Patriarch. Saat mendekati kamar tersebut, dia terkejut karena suara yang didengarnya adalah milik Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao?! Apa yang terjadi padamu?!" Feng Ying bergegas dan mencoba membantu Xiao Shuxiang, namun dia tidak bisa melakukan apapun.


"Fe-Feng Ying, de-dekatkan telingamu.." Xiao Shuxiang begitu pucat, titik keringat dan bibirnya nampak gemetar, tubuhnya dingin.


Xiao Shuxiang dengan suara yang seperti menahan sakit meminta Feng Ying untuk segera memanggil Yi Wen, Jing Mi, dan yang lainnya.

__ADS_1


Tanpa banyak membuang waktu, Feng Ying segera bergegas dan menaiki pedang terbang untuk membawa Yi Wen dan saudara-saudaranya yang lain.


***


__ADS_2