
Raut wajah warga kota menjadi buruk, Xiao Shuxiang bisa melihat mereka semua ketakutan.
Lan Guan Zhi memeriksa kondisi Mo Huai dengan mengalirkan Qi miliknya. Aliran darah Mo Huai mengalir tak terkendali, detak jantungnya berdetak secara tidak wajar.
!
Lan Guan Zhi segera menarik tangannya saat merasakan sesuatu, "Jantungnya.. Ada binatang di jantungnya."
!!
Jing Mi, Dai Chen, dan para warga yang mendengar ucapan Lan Guan Zhi terkejut. Para warga langsung panik dan meminta Lan Guan Zhi untuk memeriksa kondisi tubuh mereka juga.
Xiao Shuxiang mengerutkan dahi, warga ini hanya memikirkan diri sendiri tanpa melihat keadaan Mo Huai yang terus berteriak kesakitan.
Dia seketika mengeluarkan sedikit Aura Pendekarnya, membuat para warga terjatuh dengan posisi berlutut.
Walau hanya sedikit, tetapi beberapa warga sampai ada yang pingsan dan muntah darah. Xiao Shuxiang lalu menarik kembali auranya.
Mo Huai sebenarnya juga terkena Aura Pendekar Xiao Shuxiang tadi, dirinya yang sudah sangat kesakitan malah seperti ditusuk pedang besar dan langsung ditarik kembali.
Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Jing Mi secara bersamaan melototi Xiao Shuxiang. Masalahnya, teman mereka itu hanya memasang ekspresi yang mengatakan, 'Kenapa kalian menatapku begitu? Ada apa?'.
Mo Huai memuncratkan darah segar, matanya hampir terselip naik, urat-urat di leher dan keningnya menegang, suaranya sudah hampir mencapai batas.
Tubuhnya begitu sakit, tetapi dia tidak bisa bergerak sebab kedua tangan serta kakinya di tahan oleh Dai Chen dan Jing Mi.
"Saudaraku, ayo cepat sembuhkan dia..! Kenapa kau hanya berdiri saja, cepatlah..!" Jing Mi mendesak Xiao Shuxiang.
"Tenang, Saudara Jing. Kau jangan panik," Xiao Shuxiang mendekati Mo Huai, dia menepuk-nepuk pelan area dada pemuda tersebut.
Xiao Shuxiang mulai membuka pakaian Mo Huai, memperlihatkan bagian atas tubuhnya.
Tidak ada tanda bekas luka atau apapun, tetapi jika diperhatikan lebih teliti.. Salah satu bagian dada Mo Huai bergerak. Seakan jantungnya hampir meledak keluar.
Xiao Shuxiang jadi teringat dengan dirinya yang pernah merasakan hal sama. Tidak salah lagi, ada binatang pemakan jantung di dalam tubuh Mo Huai.
"Akan kukeluarkan binatang itu. Pegang tangan dan kakinya dengan erat," Xiao Shuxiang berwajah serius, dia mengencangkan ikat rambutnya dan mulai mengalirkan Qi pada tangan kanannya.
Xiao Shuxiang mengeluarkan satu butir pil merah kehitaman pada Cincin Spasialnya, dia menggenggam pil tersebut di tangan kirinya.
Tangan kanan Xiao Shuxiang mulai menyentuh dada Mo Huai, seketika darah memuncrat bersamaan dengan suara teriakan Mo Huai. Dia merasakan dada dan tulangnya dibelah.
Para warga yang sudah bisa bergerak, kembali melemas saat menyaksikan pembedahan manusia tepat di depan mereka. Apalagi mereka dapat mendengar dengan jelas suara tulang dada Mo Huai yang seperti dipatahkan.
Xiao Shuxiang menelusupkan tangannya, dia begitu serius mengontrol Qi agar tidak sampai melukai jantung Mo Huai.
!!
Xiao Shuxiang merasakannya, tangan kanannya langsung digigit keras oleh binatang yang menggerogoti jantung Mo Huai.
Dirinya segera menangkap binatang tersebut dengan cepat, bersamaan dengan pil di tangan kirinya dia masukkan ke dalam mulut Mo Huai, serta memaksanya untuk menelan pil tersebut.
Dalam kondisi sekarat, Mo Huai berusaha mati-matian menelan pil yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Xiao Shuxiang menarik kembali tangan kanannya sambil memegang binatang yang ternyata adalah seekor laba-laba.
Jing Mi dan Lan Guan Zhi tahu binatang ini, dia merupakan binatang yang pernah menggerogoti jantung Xiao Shuxiang.
"Sepertinya kita memang ada di tempat yang tepat," Xiao Shuxiang meremas kuat Laba-Laba seukuran jeruk lemon itu, tanpa mempedulikan ibu jarinya yang sedang digigit kuat, nyaris terputus.
Binatang tersebut akhirnya mati, Xiao Shuxiang meremasnya hingga menjadi cairan hitam. Hanya dalam tiga tarikan napas, tangan Xiao Shuxiang termasuk ibu jarinya kembali pulih.
Digigit oleh Laba-Laba Pemakan Jantung tersebut tentu saja rasanya akan sangat sakit. Xiao Shuxiang juga merasakannya, tetapi dia masih bisa menahan diri untuk tidak berteriak.
".. Aku benar-benar kagum dengan regenerasi tubuhku." Xiao Shuxiang memuji dirinya sendiri, dia lalu melihat dada Mo Huai yang darahnya sudah berhenti keluar.
Pil yang dimasukkan ke dalam mulut Mo Huai dapat memperbaiki tulang retak, mempercepat proses penutupan luka, serta menambah darah. Xiao Shuxiang secara tidak sengaja meracik pil tersebut saat membuat obat untuk adik Dai Chen.
Mo Huai kini dapat tenang kembali, walau tubuhnya masih lemas tetapi dia yakin bisa pulih dalam beberapa jam kedepan.
__ADS_1
Dengan suara lemah, Mo Huai mengucapkan terima kasih pada keempat pendekar yang telah menyelamatkan nyawanya. Dia juga memohon agar para pendekar tersebut menyelamatkan warga kota yang lain.
".. Mayat hidup itu juga.. memiliki gejala yang sama.. denganku. Tolong Pendekar.. aku mohon.." Mo Huai menutup matanya, dia pingsan.
Jing Mi. "Beristirahatlah, Saudara Mo. Kami pasti akan menyelamatkan warga kota ini.."
Xiao Shuxiang tersentak mendengar ucapan Jing Mi. Dia langsung protes dan mengajak teman-temannya untuk segera pergi, "Kenapa kita terus di sini? Misi kita mencari Kakek Janggut Panjang dan membawanya pulang, bukan menyelamatkan warga kota ini."
Jing Mi. "Saudaraku, kita memang memiliki misi menyelamatkan Kakek Duan De. Tetapi menolong orang yang membutuhkan juga merupakan tugas kita,"
"Hmph, inilah sebabnya aku tidak suka dengan kultivator Aliran Putih. Mereka terlalu naif dan selalu saja mencampuri urusan orang lain.." Xiao Shuxiang menggerutu, meski pada akhirnya dia mengikuti ketiga temannya untuk memeriksa kondisi warga Kota Awan Dingin.
Dalam tubuh setiap warga, baik anak kecil, wanita, sampai yang berusia lanjut.. Semuanya memiliki satu telur laba-laba di dalam tubuhnya.
Telur tersebut sebesar telur ikan, beberapa bahkan telah menetas namun tetap diam. Sepertinya, binatang tersebut baru akan menggerogoti jantung warga ini setelah berusia dewasa.
Jing Mi, "Bagaimana cara mengeluarkan binatang mengerikan ini? Apa kita harus membedah tubuh mereka satu persatu?"
Xiao Shuxiang. "Hei, Saudara Jing. Aku tidak mau melakukannya dan waktu kita hanya sedikit. Satu hal lagi, pil buatanku terlalu berharga. Mana mungkin aku mau mengeluarkannya begitu saja. Xiao Shuxiang tidak sebaik itu."
"Benar apa yang dia katakan," Dai Chen berujar, "Kita tidak punya banyak waktu. Duan De harus segera diselamatkan sebelum sesuatu yang buruk terjadi,"
Kakek Janggut Panjang yang disebutkan Xiao Shuxiang memiliki kemampuan menempa pedang yang luar biasa, julukan Tangan Dewa disematkan padanya.
Tentu, salah satu karya terbesarnya adalah Pedang Bintang Malam. Tetapi senjata miliknya yang lain tidak pernah berada di bawah Pusaka Tingkat Tinggi.
Semua kultivator tahu nama julukannya, tetapi hanya sedikit diantara mereka yang mengetahui nama aslinya dan juga rupa Duan De. Karenanya, diculiknya Duan De tidak menggemparkan dunia kultivator. Namun itu tidak sama untuk senjata buatannya.
Grand Elder dan Patriarch Kedua Sekte Pedang Langit serta Lan Guan Zhi-lah yang akrab dan tahu betul siapa Duan De. Walau mereka khawatir dengan bencana yang mungkin saja terjadi, tetapi mereka tidak bisa mengerahkan seluruh murid untuk mencari Duan De, sebab akan menimbulkan kecurigaan bagi kultivator sekte yang lain.
Lan Guan Zhi tahu ini misi yang penting, dan karena itulah dirinya berhati-hati. Membuat seakan-akan dia dan teman-temannya hanya menjalani misi biasa sambil menikmati perjalanan menuntaskan misi mereka.
"Pendekar, berhati-hatilah saat kau pergi ke tempat wali kota. Beberapa hari yang lalu, banyak pendekar yang masuk ke kota ini, mereka juga mendatangi kediaman wali kota untuk meminta surat izin. Hanya saja, tidak ada seorang pun dari mereka yang keluar dari kediaman tersebut."
Lan Guan Zhi mendengarkan pria paruh baya yang memiliki rambut putih panjang di depannya. Suara pria tersebut bergetar karena usianya yang semakin tua.
Xiao Shuxiang bertanya. "Kakek, apa tidak ada kultivator yang berusaha melawan mayat-mayat hidup itu untuk menolong kalian? Kota ini besar, kan? Mustahil mereka hanya membiarkan kota ini di serang begitu saja.."
Pria paruh baya yang ada di depan Lan Guan Zhi mengangguk pelan saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia berkata, "Para kultivator datang di pagi hari, jarang ada yang datang di malam bulan purnama..."
Pria itu menjelaskan, "Mayat-mayat hidup itu hanya merusak rumah yang mereka yakini ada orang di dalamnya. Ini .... Sebenarnya banyak warga yang berusaha meninggalkan kota. Tetapi baru satu langkah melewati gerbang, tubuh mereka seketika diterjang sakit yang amat sangat."
"Kau tenang saja, Kakek. Kami pasti akan menolong kalian.." Jing Mi begitu yakin saat mengatakannya, dia membuat Xiao Shuxiang mengedutkan bibir atasnya.
"Saudara Xiao, ayo lakukan sesuatu..!"
"Hah, kupikir kau yang tadi begitu semangat membantu. Harusnya kau saja yang melakukannya." Xiao Shuxiang sudah menduga Jing Mi akan mengatakannya, pada akhirnya.. Dialah yang harus menolong warga Kota Awan Dingin.
Jing Mi. "Saudara Xiao, hanya kau yang Alkemis di antara kita. Jadi, ini memang tugasmu."
Dai Chen. "Lakukan saja, agar cepat selesai."
Lan Guan Zhi, "Mn."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, Dai Chen dan Lan Guan Zhi sudah jelas membela Jing Mi. "Baiklah, tapi bantu aku memikirkan cara mengeluarkan binatang menyebalkan itu tanpa harus membedah tubuh mereka satu persatu.."
Xiao Shuxiang berkata, "Meskipun aku suka melakukan pembedahan, tapi ini bukan saat yang tepat untuk bersenang-senang. Kita harus pergi ke tempat wali kota,"
Dai Chen dan Jing Mi mulai berpikir, keduanya mempertanyakan bagaimana bisa telur laba-laba pemakan jantung bisa masuk ke dalam tubuh warga Kota Awan Dingin dan mengendap di jantung mereka.
"Udara.."
Jing Mi mengangguk saat mendengar ucapan Lan Guan Zhi. Detik berikutnya dia bersama Dai Chen dan Xiao Shuxiang tersentak.
Jing Mi berkata mungkin saja di dalam tubuh mereka juga ada telur laba-laba pemakan jantung itu, sayangnya anggapan Jing Mi tidak seperti hasil pemikiran Dai Chen.
Yang membuat Dai Chen tersentak adalah dirinya baru saja memikirkan cara untuk mengeluarkan Laba-Laba Pemakan Jantung tersebut lewat udara, sama seperti binatang itu masuk ke dalam tubuh manusia.
__ADS_1
"Aku juga memikirkan hal yang sama.."
"Apa kau bisa, Saudara Xiao?"
Dai Chen menatap Xiao Shuxiang dengan serius, temannya terlihat mengelus-elus dagu sambil sesekali memainkan poni rambutnya.
"Hmm.. Obat yang bisa dihirup ya.. Hmm.." seringai nakal muncul di wajah Xiao Shuxiang, dia menaik-turunkan alisnya sambil berusaha menahan diri agar tidak tertawa.
"Kalian tunggu di sini, aku akan segera kembali.." Xiao Shuxiang melompat pergi, dia mencari tempat nyaman untuk membuat racikan obat.
Selama kurang lebih empat jam menunggu, akhirnya Xiao Shuxiang kembali sambil membawa empat potong bambu setinggi satu jengkal tangan yang diatasnya ditutup oleh rumput kering.
Xiao Shuxiang memberikan satu pada Jing Mi, Dai Chen, dan Lan Guan Zhi. Dia meminta ketiga temannya untuk pergi ke arah yang berbeda dan melempar potongan bambu tersebut kemudian menebasnya.
".. Untuk yang satu ini adalah tugasku. Sekarang ayo pergi..!"
Lan Guan Zhi, Dai Chen, dan Jing Mi mengangguk. Mereka kemudian melompat ke berbagai arah, mencari bangunan yang tinggi dan berdiri di atapnya.
Dai Chen yang berada di utara Kota Awan Dingin mulai melemparkan potongan bambu yang diberikan Xiao Shuxiang padanya. Hal yang sama dilakukan oleh Jing Mi kala dirinya telah sampai di bagian timur Kota Awan Dingin.
Lan Guan Zhi berada di barat, sementara Xiao Shuxiang ada di bagian selatan. Setelah melempar potong bambu di atas mereka.. Keempatnya lalu menebas bambu tersebut hingga sebuah asap pelangi seketika menyelimuti kota.
!!
Dai Chen dan Jing Mi terkejut, bukan karena asapnya.. Tetapi karena bau yang dihasilkan asap tersebut sangat menyengat. Mirip seperti.. Seperti..
"Ini Pil Bau Saudara Xiao!!" Jing Mi langsung menutup hidungnya, matanya seketika berair dan wajahnya mendadak pucat.
Dai Chen walau menutup hidungnya, dia masih bisa mencium bau menyengat dari asap pelangi tersebut. Dia segera melesat, mencari tempat yang sesuai untuk muntah.
Para warga Kota Awan Dingin melihat ada asap berwarna yang indah bak menyelimuti kota mereka. Namun saat asap tersebut perlahan turun, raut wajah semua warga yang awalnya begitu gembira mendadak mengerut dan pucat.
Baunya begitu menyengat, para warga langsung muntah-muntah layaknya orang yang keracunan. Xiao Shuxiang kini berada di dekat warga, dia memuji dirinya sendiri dan kemampuan Alkemisnya.
"Tidak kusangka pil bau milikku punya kemampuan seefektif ini. Lain kali akan kubuat banyak dan menyebarkannya di Sekte Pedang Langit.."
Xiao Shuxiang tertawa jahil, dia jadi ingin menyelesaikan misi ini segera dan membuat keributan di sekte yang memiliki 5000 aturan serta begitu disiplin itu.
"Ini.. Kenapa lama-kelamaan baunya juga mengganggu penciumanku? Ya ampun, bau sekali.." Xiao Shuxiang sebenarnya sudah biasa dengan aroma pil baunya, hanya saja kali ini tingkat menyengatnya jauh lebih tinggi.
"Saudara Xiao..! Kau keterlaluan," Jing Mi yang baru tiba di tempat Xiao Shuxiang terlihat berwajah pucat, dia langsung muntah tepat di samping salah seorang warga yang juga sedang mengeluarkan isi perutnya.
Xiao Shuxiang berbalik saat mendengar seruan Jing Mi bersamaan dengan Lan Guan Zhi yang tiba-tiba mendarat tepat di sampingnya.
Wajah Lan Guan Zhi tetap tenang seperti tidak terpengaruh dengan bau menyengat ini. Xiao Shuxiang sambil menutup hidungnya, bertanya apakah hidung temannya ini tidak berfungsi dengan baik? Tidak mungkin dirinya dapat menahan bau menyengat dari obat racikannya.
".. Aku yang peraciknya saja sudah tidak bisa menahannya lagi. Apa selain menahan lapar, kau juga belajar menahan napas Lan Zhi?"
"Mn, tidak,"
Xiao Shuxiang terus memperhatikan wajah Lan Guan Zhi, samar-samar dia mencium aroma lain. Ini.. Aroma Cendana.
"Lan Zhi, kau penolongku kawan..!"
Xiao Shuxiang segera memeluk Lan Guan Zhi dan kemudian merangkul lengan temannya itu. Akhirnya dia bisa terbebas dari aroma menyengat buatannya sendiri.
Tindakan Xiao Shuxiang yang memeluk Lan Guan Zhi membuat pendaratan Dai Chen tidak mulus dan malah menabrak Jing Mi yang masih setia muntah.
Untunglah Jing Mi tidak jatuh menimpa muntahannya, walau kesal tetapi dirinya tak melawan. Bisa dibilang, tenaganya masih harus digunakan untuk ronde muntahan berikutnya.
"Saudara Xiao..! Apa yang kau lakukan?! Kau tahu siapa orang di sampingmu itu, kan?! Tunggu dulu, kita akan bicara setelah aku selesai..!"
Xiao Shuxiang menaikkan sebelah alisnya, dia heran dengan seruan Dai Chen yang terdengar kesal padanya.
"Baiklah, kau muntahlah dulu.. Keluarkan semua bebanmu, setelah itu kita bicara," Xiao Shuxiang memperhatikan beberapa warga mulai mengeluarkan gumpalan daging berwarna merah kehitaman.
Aroma menyengat yang mereka cium mampu membersihkan organ tubuh bagian dalam, salah satunya membersihkan racun pada darah serta bagian luar dan dalam jantung. Gumpalan daging yang keluar lewat muntahan berarti proses pembersihannya telah selesai.
__ADS_1
***