XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
EXTRA PART (Bagian 4) - Bocah Pengemis Gila


__ADS_3

Otak Xiao Shuxiang langsung bisa menangkap apa yang sebenarnya sudah terjadi dan secara spontan terbatuk. Berikutnya, dia tidak bisa menahan diri lagi dan langsung tertawa.


"Kau jangan-jangan ber-"


"Hentikan..! Kau tidak boleh mengatakannya..!" Bocah Pengemis Gila menangkup wajah pemuda di hadapannya, dia terlihat salah tingkah.


Xiao Shuxiang memegang kedua tangan Bocah Pengemis Gila dan menurunkannya, dia masih tetap tertawa.


".. Kau menjijikkan, Kawan. Kasihan pangeran Yang Ni, ha ha ha.. Tapi itu hal yang baik, dia tidak akan pernah melupakanmu seumur hidupnya.. Ha ha ha,"


!!


"Shuxiang..!" Bocah Pengemis Gila tidak bisa menerimanya, dia menyuruh Xiao Shuxiang berhenti tertawa, bahkan melompati pemuda itu untuk menghentikannya.


Wajahnya pucat, tetapi pipinya sangat merah. Jika ada yang melihatnya, dia pasti akan dianggap sudah di---bully habis-habisan dan itu benar-benar terjadi.


"Hentikan..! Hentikan..! Kau jangan tertawa lagi.. Kumohon hentikan..!" Bocah Pengemis Gila memukul-mukul lengan Xiao Shuxiang, sesekali menangkup wajah pemuda itu, bahkan sampai memeluknya untuk menghentikannya tertawa.


"Ha ha ha.. Baiklah.. Baiklah. Aku akan berhenti tertawa, tapi wajahmu itu sangat lucu. Sayang sekali aku tidak menjadi saksi dalam sejarah pangeran yang disosor oleh seorang rakyat biasa-"


"Shuxiang..!"


Bocah Pengemis Gila sangat malu. Kejadian itu tidak disengaja dan sebenarnya kalau bukan Xiao Shuxiang yang melemparnya keluar dari kamar--ini semua tidak akan terjadi.


Bagaimana jika kepergian Yang Ni adalah untuk membawa banyak prajurit dan datang padanya?! Apakah lehernya akan menjadi bayaran atas kejadian tidak disengaja barusan?! Dia takut bila itu sampai terjadi.


!!


Tubuh Bocah Pengemis Gila menjadi kaku, dia tidak lagi berusaha menghentikan Xiao Shuxiang dan jujur saja posisinya sekarang adalah memeluk pemuda ini. Kedua kakinya tidak menapak tanah, melainkan melingkar di pinggang Xiao Shuxiang.


"Shuxiang, apa aku akan dihukum?" Bocah Pengemis Gila tiba-tiba bertanya dengan perasaan khawatir.


"Apa ada saksi yang melihat kalian?" Xiao Shuxiang sepertinya tidak sadar bahwa dia menopang tubuh pria yang usianya lebih tua darinya ini. Tingkah mereka seperti saudara kembar yang suka membuat masalah.


Bocah Pengemis Gila menggeleng, "Tidak.. Tapi ada sesekor rubah kecil. Memangnya kenapa?"


"Mm, asalkan kau tidak membahasnya lagi, tidak pernah mengungkit-ngungkitnya, maka Yang Ni tidak akan berbuat apa-apa. Dia itu seorang pangeran dan memiliki harga diri yang tinggi. Kau justru akan mendapat masalah bila ada orang yang melihat kalian."


"Jadi begitu.." Bocah Pengemis bersuara pelan, dia mengembuskan napas lega. Dirinya barangkali masih tidak menyadari posisinya dengan teman baik Lan'Ee Gege-nya ini.


"Apa yang kalian berdua lakukan?"


!!


Kebetulan sekali Lan Guan Zhi sudah selesai bersiap-siap dan kini berjalan mendekati teman baiknya. Dia tersentak ketika melihat tingkah Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang yang tidak tahu malu--apalagi pas di depan pintu yang terbuka lebar.


!!


Kedua pemuda yang dia tegur barusan langsung tersadar. Mereka spontan melepaskan pegangan tangan yang mana membuat Bocah Pengemis Gila terjatuh dengan bokong mencium lantai.


Dia merintih kesakitan, "Shuxiang..! Kau keterlaluan..! Aduuh.." Bocah Pengemis Gila menengadah dan menatap Lan Guan Zhi, ".. Lan'Er Gege.. Tolong."


Lan Guan Zhi mengulurkan tangan, dia dan teman baiknya membantu pria itu berdiri.


Bocah Pengemis Gila masih merintihkan bokongnya yang sakit, jelas ini hanyalah sandiwara agar bisa diperlakukan lembut oleh Lan Guan Zhi, namun rupanya disadari Xiao Shuxiang.


"Anda tidak apa-apa, Senior?"


"Mm.. Karena Lan'Er Gege membantu, sakitnya sedikit berkurang.."


"…" Xiao Shuxiang berkedip, dia masih tidak mau mengatakan apa pun dan tetap memperhatikan tingkat pria yang tidak waras ini.


Bocah Pengemis Gila sepertinya sudah melupakan tentang Yang Ni. Dia menjadi pemalu, apalagi saat memperhatikan betapa mengagumkannya sosok Lan Guan Zhi dengan pakaian merah bercampur putih itu.


"Lan'Er Gege, kau sendiri bagaimana? Apa kau baik-baik saja?"


Seolah Xiao Shuxiang dianggap tidak ada, Bocah Pengemis Gila begitu perhatiannya pada pemuda berpita dahi itu.


Dia bahkan hendak menyentuh pipi Lan'Er Gege-nya saat tangannya dicegah oleh Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu berdecak dan menggelengkan kepala ke arahnya.


"Kau jangan menggodanya terus. Kau akan menimbulkan kesalahpahaman bila dilihat orang. Lebih baik kau juga membersihkan diri, Senior. Awas kalau sampai nama Lan Zhi tercemar karenamu."


Bocah Pengemis Gila mendengus, dia menepis tangan Xiao Shuxiang dan melenggang masuk ke dalam kamar, dirinya sempat secara sengaja menyenggol bahu Koki Alkemis itu dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.


!!


Lan Guan Zhi berkedip, dia memperhatikan Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang secara bergantian sebelum mengembuskan napas. Kedua tingkah pemuda ini tidak pernah berada dalam jangkauan bayangannya.


Dia pun mulai memandang lurus ke depan, tempat ini agak tidak asing bagi penglihatannya. "Apa kita di istana Kaisar Salju Putih?"


?!


Xiao Shuxiang mendengar suara teman baiknya, dia pun menyilangkan kedua tangan dan mengangguk pelan.


"Benar, kita ada di Benua Utara--istana milik Kakek. Aku sebelumnya tidak sempat bertanya padamu, bagaimana keadaan di Benua Timur?"


"Mn, aku segera pergi setelah semua selesai. Tidak sempat mengobati mereka yang terluka."


"…"

__ADS_1


Saat Xiao Shuxiang bersama Bocah Pengemis Gila, suasana di antara mereka bagai kapal pecah. Namun saat bersama teman baiknya ini--rasanya bagai dihadapkan pada sebuah danau yang tenang, tempat dirinya dapat berpikir jernih.


"Shuxiang--" Lan Guan Zhi baru akan bicara saat sebuah seruan dari dalam kamar terdengar.


"Lan'Er Gege..! Tidak ada air di sini..! Apa aku harus menggunakan air bekas mandimu..?!"


!!


Xiao Shuxiang terlonjak kaget, dahinya bahkan menabrak pinggiran pintu. Dia mengusap-usap dahinya dan kemudian bergegas ke dalam, Lan Guan Zhi bahkan tidak sempat merespon tingkah teman baiknya.


"Bocah Pengemis Gila..! Kau akan mati jika sampai menyentuh air bekas mandi Lan Zhi..!"


"…"


Lan Guan Zhi masih berdiri di tempatnya. Dia tahu usia Xiao Shuxiang sebenarnya tidak se-muda yang terlihat dan Bocah Pengemis Gila juga merupakan pria yang lebih dewasa darinya.


Namun entah kenapa saat kedua orang itu bertemu--dialah yang bagaikan 'Kakak' untuk keduanya. Lebih dari itu.. Dia merasa seperti merawat dua anak laki-laki yang tingkahnya tidak bisa diam.


*


*


Setelah membersihkan diri, Bocah Pengemis Gila diikuti oleh Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi mulai berjalan menuju Aula Pengadilan.


Dia tahu warga Benua Tengah ada di sana mengingat penciuman dan pendengaran Bocah Pengemis Gila begitu tajam. Dia dapat mencium aroma herbal yang kuat serta banyak suara berasal dari aula tersebut.


!?


Pintu aula itu terbuka lebar, banyak pelayan yang lewat dan nampak sibuk membawa makanan, air, serta tanaman herbal lainnya.


!!


Lan Xiao yang berada di dalam ruangan menyadari kehadiran kedua induknya dan bergegas berlari keluar. Dia membuat Xiao Qing Yan hampir menjatuhkan mangkuk obat di tangannya.


"Lan Xiao..! Kau jangan berlari begitu..!" Xiao Qing Yan memperingatkan, tetapi Lan Xiao tidak mau mendengarkannya.


Nyawn..!


Harimau Bulan itu langsung melompat dan menabrak seorang pemuda hingga terjatuh. Dia membuat yang lain merasa kaget, utamanya pemuda yang tengah ditindihnya ini dan berulang kali dijilat.


"Ukh..! Lan Xiao..! Apa kau tidak bisa mengubah ukuran tubuhmu seperti kucing kecil baru melompat ke arahku?! Kau.. Kau ini berat..!"


Nyawn~


Xiao Shuxiang tidak bisa bergerak, dia seperti diterkam untuk dijilat oleh seekor harimau yang besar. Dirinya meminta pertolongan pada teman baiknya.


Nyawn..!


Xiao Shuxiang akhirnya bisa terbebas, dia berusaha mengumpulkan napas dan melihat Lan Xiao mendengkur sambil menggoyang-goyangkan ekornya saat kepalanya diusap-usap pelan oleh Lan Guan Zhi.


!!


"Luar biasa. Kenapa Lan Xiao tidak pernah melompat ke arahmu seperti yang selalu dia lakukan padaku? Harusnya kau juga mendapat perlakukan yang sama, tapi kenapa hanya aku?!"


Xiao Shuxiang merasakan ketidakadilan baru saja terjadi padanya. Dia mengusap pipinya yang penuh air liur dan mengomeli Harimau Bulan itu.


Nyawn..!


Lan Xiao menyodorkan kepalanya pada Xiao Shuxiang dan mengusap-usapkannya pada dada pemuda itu seolah meminta dielus. Pada akhirnya Harimau Bulan tersebut tetaplah pemenangnya.


"Baiklah.. Kau menggemaskan~ aku tidak akan bisa marah padamu," Xiao Shuxiang senang melihat Demonic Beast ini sudah tumbuh besar, kuat, dan semakin berotot. Dia sudah lama tidak memeluk Kucing Besarnya.


Bocah Pengemis Gila sendiri hanya sebentar memperhatikan Xiao Shuxiang sebelum dia melangkah masuk untuk melihat keadaan setiap warga yang terluka. Dia bertemu dengan Nona Darah Madu yang tengah menggendong seorang bayi.


Yang Shu juga ada di dalam ruangan, namun berada cukup jauh dari tempat Xiao Shuxiang sekarang. Tetapi saat mendengar cucu kesayangannya datang, segera dirinya bergegas ke arah pintu keluar.


Untuk Xiao Shuxiang, baru saja dia diserang oleh Harimau Bulan---sekarang dia kembali dipeluk dan diciumi gemas oleh seorang Tua Bangka. Para pelayan yang melihatnya termasuk warga yang terluka begitu kaget dengan kejadian ini.


!!


"Xiao'Er..! Cucu Kesayangan Kakek..! Akhirnya kau datang, Kakek begitu mencemaskanmu. Apa kau baik-baik saja, Nak?! Kau tidak terluka?!"


"I-iya. Sejujurnya aku baik-baik saja beberapa waktu lalu, sebelum Lan Xiao dan kau menyerangku. Kakek, kau mencium dan memelukku di depan semua orang. Kau membuatku malu,"


Xiao Shuxiang tidak menolak ketika dipeluk dan diciumi gemas oleh Yang Shu. Dia sebenarnya cukup senang karena Tua Bangka ini dalam kondisi yang begitu sehat, bahkan rasanya--Kakeknya sekarang jadi lebih kuat.


"Istrimu mengatakan kau bertarung melawan monster dan keadaan di Benua Tengah dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Kakek begitu cemas terjadi hal buruk padamu, Cucuku.."


"Seperti yang Kakek lihat, aku dalam keadaan yang baik." Xiao Shuxiang tersenyum, dia lantas menanyakan keberadaan istrinya pada Yang Shu.


Nyawn..!


Lan Xiao seperti menjadi penunjuk jalan. Dia mengantar induknya untuk ke tempat di mana Ling Qing Zhu berada. Yang Shu berbincang-bincang dengan Xiao Shuxiang sambil tetap mengusap-usap punggung cucu kesayangannya itu.


Lan Guan Zhi sendiri berada di samping Lan Xiao, dia memperhatikan setiap tabib yang fokus mengobati dan sesekali mereka mencuri pandang untuk melihat dirinya serta teman baiknya.


Lan Guan Zhi mulai melihat sosok perempuan berpakaian serba putih. Hanya gadis itu yang satu-satunya mempunyai warna rambut putih di dalam ruangan ini hingga dengan mudah dikenali.


!!

__ADS_1


Ling Qing Zhu menoleh saat mendengar suara Lan Xiao, dia pun melihat Lan Guan Zhi bersama Harimau Bulan itu yang tengah berjalan menghampirinya.


Yang Chai Jidan yang bersama dengan Ling Qing Zhu juga melihatnya. Dia membalas salam hormat pemuda berpita dahi tersebut ketika Lan Guan Zhi sudah ada di hadapannya.


Lan Guan Zhi mengeluarkan sebuah pedang dari dalam Cincin Spasialnya. Dia menyerahkan pedang itu pada Ling Qing Zhu dan membuat gadis bercadar tipis tersebut tersentak.


Ling Qing Zhu berterima kasih dan menerima pedang itu. Dia sempat berpikir sudah kehilangan Baiyi, tidak disangka pusakanya justru ditemukan oleh Lan Guan Zhi.


"…"


Pandangan Ling Qing Zhu lalu terarah pada sosok pemuda yang tak lain adalah Wali Pelindungnya. Xiao Shuxiang nampak menyapa Yang Chai Jidan dan berbicara cukup serius dengannya.


Yang Chai Jidan juga sebenarnya memiliki kecemasan yang sama dengan Yang Shu, putranya. Dia akui Xiao Shuxiang merupakan kultivator yang hebat, tetapi tidak seharusnya pemuda itu menanggung semuanya sendiri.


Xiao Shuxiang hanya tersenyum dan menanggapi semua ucapan Yang Chai Jidan seperti biasa walau jauh dalam kepalanya, dia memikirkan apakah kedua Tua Bangka di hadapannya ini akan tetap menganggapnya keluarga saat dia mengungkap semuanya? Bisa saja dia mungkin tidak akan bisa melihat tatapan yang penuh kasih sayang itu lagi.


"Xiao'Er, kau harusnya tidak menghadapi masalah sebesar ini sendirian. Kau bisa meminta bantuan pada Kakek Kaisarmu ini, kau terlalu berani, Nak.." Yang Chai Jidan mengusap pelan kepala Xiao Shuxiang sebelum memeluk cicitnya tersebut, dia merasa pemuda ini sama dengan putranya Yang Shu---selalu mengandalkan diri sendiri.


Xiao Shuxiang banyak menerima nasehat, baik dari Yang Chai Jidan maupun Yang Shu. Dia bahkan tidak sempat menyapa Kucing Putihnya karena harus menghadapi dua Kakek Tua yang penuh kekhawatiran ini.


"Nona Ling, sepertinya pembicaraan Shuxiang akan butuh waktu yang lama. Mari ke tempat lain," Lan Guan Zhi tidak mau tinggal di sini, akan sangat merepotkan bila teman baiknya juga menariknya dalam perbincangan tersebut.


"Tuan Muda Lan tidak mau membantu?"


"Nasehat itu pantas dia dapatkan,"


"Mn, Tuan Muda Lan benar. Mari," Ling Qing Zhu mengangguk setuju.


Dia dan Lan Guan Zhi pergi disusul oleh Lan Xiao. Mereka meninggalkan Xiao Shuxiang yang di dalam hati terus memanggil-manggil mereka agar kembali.


Xiao Shuxiang tidak tahu kenapa, tetapi sekarang dia merasa kesal pada teman baiknya dan juga istrinya itu. Mereka sangat berani meninggalkannya sendirian dan harus memenuhi telinganya dengan nasehat yang membuat perutnya sakit.


*


*


Butuh waktu lama sampai Xiao Shuxiang akhirnya dapat mengambil napas lega, saat itu hari mulai akan senja. Dia membantu banyak orang dengan kemampuan Alkemisnya, membuatkan mereka semua obat herbal yang dia racik secara langsung.


Xiao Shuxiang sebenarnya bisa saja membagikan pil-pil buatannya, kebetulan dia membuat sangat banyak ketika berada di dalam dunia Gelang Semesta miliknya. Tetapi herbal yang menjadi pil sangatlah berharga, dia tidak mau menghambur-hamburkannya untuk orang lain.


Karena itulah dia meraciknya secara langsung menggunakan tanaman herbal yang sudah disediakan oleh para pelayan Yang Chai Jidan. Dia menarik perhatian para tabib dan semua orang di ruangan ini.


Sebuah periuk berukuran besar di taruh di tengah-tengah ruangan. Para pelayan ada yang bertugas mengisi periuk tersebut dengan air hingga penuh, lainnya membantu Xiao Shuxiang menghaluskan berbagai macam tanaman dan ikut memasukkannya ke dalam periuk.


Banyak para tabib yang mengerutkan kening, termasuk Yang Chai Jidan. Ini pertama kali mereka melihat seorang kultivator meracik obat dengan cara demikian, jelas itu merupakan pemandangan yang mengherankan.


"Apa begitu caranya meracik obat?"


"Dia kultivator, kan? Bukankah harusnya bahkan tanpa periuk dia bisa melakukannya?"


"Air dan sebanyak itu? Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?"


"…"


Mereka bertanya-tanya dan Xiao Shuxiang mendengarnya dengan jelas. Tetapi dia lebih fokus mengolah racikan pada periuk di hadapannya, dia membakar periuk itu dengan Api Biru ber--inti petir miliknya hingga terdengar suara dengungan keras.


Periuk yang besar itu bergetar, membuat banyak orang merasa waspada sekaligus takut bila benda tersebut meledak dan melukai mereka. Hanya saja, tidak butuh waktu lama sampai suara dengungannya memudar.


Periuk yang sebelumnya diisi dengan air dari tanaman herbal kini berubah menjadi air bening yang memiliki aroma manis. Xiao Shuxiang mengambis sedikit airnya dan lalu memberikannya pada salah seorang pria tua.


Awalnya pria itu takut-takut, tetapi kemudian tetap menuruti Xiao Shuxiang. Dia mencicipi sedikit air di cawan tersebut yang mana rasanya agak sepat, tidak seperti aromanya.


Dia lalu menghabiskan air di cawan itu--dan hanya butuh tiga tarikan napas sampai dirinya memuntahkan darah kotor. Perasannya seketika menjadi lebih baik dan pemandangan ini mengejutkan semua orang.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia sudah selesai dengan tugasnya meracik obat dan kini giliran para pelayan yang harus membagi-bagikan obat tersebut.


Dirinya menunggu sampai semua warga pulih sambil memperhatikan bayi laki-laki yang digendong oleh seorang wanita berpakaian serba merah.


Xiao Shuxiang menyipitkan sedikit matanya, dia bisa melihat sebuah api berwarna kuning keemasan berdiam diri di dalam perut bayi tersebut. Api itu yang pernah menyelamatkannya ketika hampir lepas kendali.


"…"


Ling Qing Zhu menatap ke arah di mana pandangan Wali Pelindungnya tertuju. Dia bisa melihat bayi laki-laki yang begitu manis itu sedang tertawa karena dihibur oleh Bocah Pengemis Gila.


Xiao Shuxiang mengedarkan pandangannya dan berkata bahwa mereka akan pulang ke Benua Tengah setelah semua orang pulih sepenuhnya.


Ini sebenarnya tidak butuh waktu lama sebab saat matahari benar-benar terbenam---para warga tersebut mulai memasuki Cermin Pemindah yang dikeluarkan oleh Xiao Shuxiang.


Yang Shu dan Yang Fu ingin ikut serta, tetapi Xiao Shuxiang justru membuat kedua kakeknya tersebut tiba di Benua Timur, tepatnya di Sekte Kupu-Kupu. Dia masih belum mempersiapkan diri untuk mempertemukan Yang Shu kepada anggota keluarga 'Ling' yang masih memiliki masalah dengannya.


Xiao Shuxiang sendiri berpamitan pada Yang Chai Jidan, dia menjadi orang terakhir yang memasuki Cermin Pemindah setelah para warga dan teman-temannya.


Lan Xiao, O Zhan, Ling Ya Bing, dan Xiao Qing Yan belum diizinkan untuk ikut. Mereka harus tetap tinggal di Benua Utara bersama Yang Chai Jidan sampai kondisi di Benua Tengah sudah membaik.


Hanya ada sekitar 4 pangeran dan 2 putri yang ikut hadir melihat kepergian Xiao Shuxiang serta membantu para warga yang sebelumnya terluka.


Mereka hanya sekadar menyapa Xiao Shuxiang seadanya dan suasananya pun masih agak canggung. Jelas sekali mereka belum terlalu menjalin hubungan akrab dengan Koki Alkemis tersebut sebab Xiao Shuxiang tidak pernah benar-benar menghabiskan banyak waktu di tempat ini.


***

__ADS_1


__ADS_2