XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
280 - Serangan Penghabisan


__ADS_3

Tomoaki Maeno mulai bangun dari singgasananya, dia lalu berjalan menuruni tangga hingga sampai tepat di depan Yuuichi.


Hanya pemuda ini saja yang belum berubah menjadi patung es karena cepat mengalihkan pandangan dari menatap ular kesayangannya.


Yuuichi segera memejamkan mata saat merasakan Tomoaki Maeno berada di depannya, dia segera mengayunkan pedang ketika bahu kanannya seperti disentuh.


Tomoaki Maeno menghindar, dirinya menatap dua jari tangannya yang ternyata mengeluarkan darah karena terkena serangan Yuuichi. Dia tersenyum tipis, mendengus, dan kemudian menjilat darah tersebut.


"Apa kau pikir bisa mengalahkanku?" Tomoaki Maeno berjalan mengelilingi Yuuichi, dirinya berhenti di depan Hu Li yang telah berubah menjadi patung es dan mengusap pelan pipi pemuda itu.


".. Ular kesayanganku tidak hanya dapat menjadikanmu patung saat kau menatapnya. Mereka juga bisa mengubahmu hanya dengan sekali gigitan. Demonic Beast dan manusia seperti kalian.. tidak akan pernah bisa melepaskan diri,"


Tomoaki Maeno mendorong patung es Hu Li dengan jari telunjuk kanannya, dia ingin membuat patung tersebut jatuh dan pecah. Dirinya tahu bahwa Hu Li merupakan seekor Demonic Beast berwujud rubah dan Tomoaki Maeno tidak membutuhkannya.


Saat tubuh Hu Li hampir menyentuh lantai, sebuah tangan menahannya hingga tidak sampai pecah. Kening Tomoaki Maeno mengerut karena tidak menyadari hawa keberadaan orang yang menahan tubuh Hu Li.


!!


Dirinya tersentak saat tahu bahwa orang yang dia lihat ini adalah pemuda berpakaian merah dan sebelumnya telah berubah menjadi patung es.


"Bagaimana dia bisa.." Tomoaki Maeno menoleh dan memang patung es pemuda berpakaian merah yang menurutnya menyebalkan itu sudah tidak ada di samping Yuuichi. Dia jelas terkejut karena ini pertama kalinya seseorang dapat bebas saat telah menjadi patung.


Pemuda yang Tomoaki Maeno lihat ini tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Dia tidak habis pikir bagaimana cara orang ini bisa berubah kembali menjadi manusia dalam waktu yang begitu singkat.


Bahkan dirinya tidak merasakan hawa keberadaan pemuda tersebut sebelum berada di hadapannya dengan tangan yang menangkap Hu Li.


"Siapa kau?"


Yuuichi mendengar suara Tomoaki Maeno yang seperti sedang bertanya pada seseorang, tetapi bukan dirinya. Dia masih memejamkan mata, tidak berani melihat karena khawatir dirinya juga akan berubah menjadi patung es seperti teman-temannya.


"Aku? Aku adalah 'Tuanmu', panggil saja 'Tuan Muda Xiao',"


?!


Yuuichi tahu suara yang dia dengar barusan, itu adalah milik teman baru Washi, Xiao Shuxiang.


Tetapi bukankah pemuda tersebut telah berubah menjadi patung es? Lalu bagaimana bisa dia bisa mendengar suaranya? Apalagi pertanyaan Tomoaki Maeno tadi terdengar mengandung keterkejutan, sesuatu pasti telah terjadi.


Yuuichi tidak bisa bertindak gegabah seperti Washi dan Taiga, dirinya butuh persiapan untuk bisa melakukan tebasan pada leher Tomoaki Maeno dengan tepat, karena bila salah bergerak.. Dirinya mungkin akan menebas kepala rekannya.


Xiao Shuxiang memasukkan tubuh Hu Li dan O Zhan ke dalam Gelang Semestanya, tindakannya membuat Tomoaki Maeno menyadari bahwa dirinya adalah kultivator.


Tomoaki Maeno bukanlah kultivator, dirinya memperoleh kekuatan karena menyerahkan jiwanya pada kegelapan. Qi yang dia miliki berbeda dengan para kultivator dari tiga aliran, itu semacam Qi dunia lain dengan warna sehitam malam.


Saat masih berada dalam kebingungan, Tomoaki Maeno mendapat serangan tiba-tiba dari Xiao Shuxiang. Dirinya melompat mundur dan menghindari serangan tersebut.


Tidak menyia-nyiakan waktu, Xiao Shuxiang memasukkan Yota ke dalam Gelang Semestanya dan lalu melemparkan sebuah kain yang tepat mengenai pundak Yuuichi.


"Pakai itu dan bantu aku. Kau bisa bertarung dengan mata tertutup, kan?"


TRAANG!


Seruling Giok Putih Xiao Shuxiang berbenturan dengan senjata Tomoaki Maeno yang rupanya adalah kipas berwarna putih. Suara benturan tersebut nyaring bagai dua pedang yang saling beradu.


Yuuichi menyarungkan katananya dan memakai kain berwarna merah yang dilempar Xiao Shuxiang tadi, dirinya kemudian melesat untuk membantu pemuda tersebut menyerang Tomoaki Maeno.


TRANG!


"Sudah kubilang kalian tidak akan bisa menang,"


Sekali kibasan dan lima buah petir hitam melesat ke arah Xiao Shuxiang. Petir tersebut ditangkis dengan pelindung yang terbuat dari Qi, Tomoaki Maeno terlihat sangat marah.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Pemuda itu jelas sekali telah membeku, tapi..! Tsk, ini mustahil..!"


Tomoaki Maeno tidak menyangka Xiao Shuxiang bisa terlepas dari efek melihat ular peliharaannya.


Bukan hanya itu, pemuda tersebut menyerangnya tanpa menutup mata, padahal kedua ular miliknya masih ada, tidak mungkin kemampuan ularnya menurun.


Xiao Shuxiang mengeluarkan dua api biru kecilnya yang langsung melesat untuk menyerang Tomoaki Maeno.


Dirinya dengan cepat menghilang lalu muncul di tempat patung es Washi dan Taiga, segera dia memasukkan keduanya ke dalam Gelang Semesta.


Xiao Shuxiang mengambil napas sejenak sebelum pergi ke tempat di mana anak-anak yang diculik Tomoaki Maeno berada. Dia yakin Yuuichi dapat menghadapi wanita itu, apalagi dua api birunya ikut membantu.


Tidak sulit baginya menemukan anak-anak tersebut, Xiao Shuxiang memasukkan mereka ke dalam Gelang Semesta tanpa peduli dengan wajah ketakutan yang dirinya lihat.


TRANG!


Xiao Shuxiang bisa mendengar suara dari benturan senjata Yuuichi dengan Tomoaki Maeno. Dirinya menyemangati pemuda itu dalam hati dan berkata bahwa dia akan segera datang membantu.


Sayangnya saat Xiao Shuxiang baru menyelamatkan sepuluh orang anak--mendadak seekor kadal yang terbuat dari es muncul dari bawah lantai dan menyemburkan api berwarna hitam padanya.


!!


Xiao Shuxiang melompat mundur, namun api tersebut sudah mengenai pakaiannya yang berwarna merah.


Dia segera melepas jubah biru langitnya, kemudian melepaskan pakaian berwarna merahnya. Xiao Shuxiang melemparnya ke sembarang tempat, pakaian merah tersebut terbakar hebat di udara.


Anak-anak yang masih belum diselamatkan Xiao Shuxiang tidak bisa berbuat apapun ketika diinjak oleh kadal es tersebut.


Kebanyakan dari mereka memiliki fisik lemah sehingga hanya mendapat sedikit serangan saja sudah berakibat cukup fatal bagi tubuh mereka.


Xiao Shuxiang memberi pukulan terkuatnya pada kadal berukuran sepuluh meter tersebut, dirinya berhasil membuat hewan itu terpental cukup jauh.


BAAM!


Kristal yang terbuat dari es sebagai penerang istana Tomoaki Maeno bergoyang dan kemudian terjatuh. Xiao Shuxiang menangkis es yang hampir mengenai beberapa orang anak, tanpa disadari Seruling Giok Putihnya mengeluarkan cahaya redup.


Xiao Shuxiang kembali memasukkan anak-anak tersebut ke dalam Gelang Semesta miliknya, saat dirinya dekat dengan keturunan Penatua Da Lin.. Mendadak roh di serulingnya keluar dan masuk ke dalam tubuh anak tersebut.


Xiao Shuxiang tidak melakukan apapun, karenanya dia terkejut dengan hal ini. Anak berkemeja abu-abu itu langsung terjatuh tidak sadarkan diri.

__ADS_1


!!


Kadal es kembali menyerang Xiao Shuxiang, kali ini dia memakai lidahnya yang panjang dan mampu memberi luka pada dada Xiao Shuxiang termasuk merobek pakaian dalamnya yang berwarna hitam.


BAAAM!


Xiao Shuxiang terlambat menghindar, dia menghantam dinding yang terbuat dari es dengan cukup keras. Serangan kembali datang dan kali ini dirinya dapat mengelak.


"Kalian keluar dari tempat ini secepat mungkin..!"


Xiao Shuxiang berseru pada anak-anak yang masih belum dirinya selamatkan. Dia kembali melesat ke arah kadal es tersebut dan memberinya serangan tanpa jeda.


TRANG!


Di tempat lain, Yuuichi bertarung habis-habisan dengan Tomoaki Maeno. Dia sebenarnya hampir mati karena terkena serangan Ratu Es tersebut andai salah satu api biru Xiao Shuxiang tidak menolongnya.


Api tersebut membakar tubuh Yuuichi, namun rasanya sama sekali tidak panas melainkan hangat. Bukan hanya kecepatan dan kekuatannya yang bertambah, tetapi luka-luka di tubuhnya juga di sembuhkan.


Walau matanya tertutup, Yuuichi mampu menyerang Tomoaki Maeno dengan tepat. Dirinya bahkan tidak berubah menjadi patung es saat salah satu ular Tomoaki Maeno mengigitnya.


!!


Pertama kali dalam hidupnya, Tomoaki Maeno merasakan pertarungan yang cukup menyulitkan. Dia selama ini mengandalkan pembekuannya, tetapi semua itu seakan tidak mempan, entah bagaimana bisa.


"Semua ini gara-gara pemuda itu. Tidak ada manusia ataupun Demonic Beast yang bisa bebas saat menjadi patung es, tetapi dia malah dapat melakukannya. Pemuda itu.. Apa bukan manusia?!"


Tomoaki Maeno mulai berpikiran yang bukan-bukan. Dugaannya tentu saja beralasan, dia selama ini sudah membuat banyak pendekar terkuat membeku hanya dalam hitungan detik dan mereka tidak pernah bisa berubah kembali menjadi manusia.


!!


Tomoaki Maeno terlalu memikirkannya hingga lengah, serangan Yuuichi yang dikuatkan oleh api biru kecil Xiao Shuxiang mengenai dirinya.


BAAAM!


Tomoaki Maeno menghantam salah satu dinding, dia kemudian meludahkan darah dan menatap nyalang ke arah Yuuichi.


!!


Pemuda yang memakai penutup mata tersebut dapat merasakannya, suasana di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi lebih dingin dan seperti mencekam.


Yuuichi tersentak saat mendengar suara geraman yang menakutkan. Matanya tertutup hingga tidak melihat tubuh Tomoaki Maeno mulai berubah menjadi kadal besar berwarna hitam kemerahan.


Kadal itu mengeluarkan asap tipis di tubuhnya, dia memiliki surai panjang di kepala yang rupanya terbuat dari ratusan ular, mulutnya menyemburkan petir berwarna kehitaman.


Bersama dengan Yuuichi.. Api Biru Xiao Shuxiang langsung melompat mundur dan menangkis seragan dari Tomoaki Maeno, api itu seakan menjadi mata bagi Yuuichi.


TRANG!


TRANG!


Keturunan dari Penatua Da Lin yang sebelumnya tidak sadarkan diri mulai mendengar suara benturan pedang. Dirinya seketika membuka mata dan tanpa basa-basi langsung menolong Xiao Shuxiang yang sudah akan melakukan serangan penghabisan.


BAAAM!


!!


Sebuah katana pendek berwarna merah terlihat dari salah satu kepingan kadal es. Anak yang dilihat Xiao Shuxiang mengambil katana itu dan tanpa mengatakan apapun--dirinya ke tempat di mana Tomoaki Maeno dan Yuuichi berada.


Xiao Shuxiang merasa keheranan, namun dia tidak berusaha mencari tahu. Dirinya kemudian mengeluarkan patung es Hu Li dan yang lainnya agar mereka dapat membantu.


Xiao Shuxiang melukai tangan kanannya hingga berdarah, dia meneteskan darah tersebut pada bahu rekan-rekannya yang dalam beberapa tarikan napas membuat para rekannya kembali menjadi manusia.


Seperti yang dikatakan Tomoaki Maeno, Demonic Beast dan manusia tidak bisa membebaskan diri setelah terkena pembekuannya, namun hal itu tidak akan sama pada Xiao Shuxiang.


Mungkin sebelumnya pemuda ini nampak membeku seperti yang lainnya, tetapi hal itu hanya berlangsung beberapa saat sebelum tubuh Xiao Shuxiang kembali seperti semula.


Qi hitam yang digunakan Tomoaki Maeno bagi Xiao Shuxiang mirip seperti sihir dari Dunia Elf, lagipula bila berhadapan dengan energi gelap dirinya bukanlah pemula.


Sejauh ini, Xiao Shuxiang hanya memakai kekuatan yang dia dapatkan selama kehidupan keduanya, di mana setiap hari dirinya terus berada di lingkungan Aliran Putih dan Netral.


Xiao Shuxiang tidak pernah memakai seluruh ilmu yang dia dapatkan saat berada di lingkungan Aliran Hitam, satu-satunya yang dia terapkan hanyalah pengetahuannya tentang racun. Tetapi sebenarnya dia pernah belajar tentang energi gelap.


Pengetahuannya tentang energi kegelapan tidak hanya dia dapatkan dari Dunia Manusia, tetapi paman angkatnya Wu Yu juga pernah mengajarinya. Sihir hitam juga mempunyai karakteristik yang sama, Xiao Shuxiang juga mendapat pengetahuan tentang ini dari Dunia Elf.


Karena kemampuannya yang dapat pergi ke dunia lain dan dirinya pernah saling melakukan 'Pertukaran Darah' oleh para makhluk dunia tersebut.. Membuat Xiao Shuxiang termasuk manusia dengan tubuh yang istimewa.


Kemurnian darahnya bahkan lebih baik daripada makhluk seperi para Elf. Xiao Shuxiang bisa menggunakan darahnya sebagai obat dan racun tergantung dengan keinginannya, kemurnian itu dia dapatkan dari kebiasaannya yang tidak pernah berbohong.


Washi, Taiga, Hu Li, Yota, dan O Zhan telah kembali, kelimanya nampak berwajah kebingungan. Namun setelah diberi pemahaman, mereka mulai sadar dengan apa yang terjadi sekarang.


"Kita harus membantu Yuuichi,"


Washi sekarang tahu bahwa dirinya dapat berubah menjadi patung es jika menatap ular milik Tomoaki Maeno. Dia bersama teman-temannya memutuskan untuk menutup mata mereka dengan sebuah kain.


Xiao Shuxiang mengeluarkan lima api birunya agar membantu Washi dan yang lainnya. Salah satu apinya mempunyai petir ungu dan itu langsung menyelimuti Washi.


!!


"Apa ini?!"


"Tenang saja, itu tidak akan membunuh kalian. Sebaiknya kita bagi tugas, Hu Li dan Yota.. Kalian berdua selamatkan anak-anak dan mereka keluar. Aku dan lainnya akan melawan wanita itu,"


Tugas telah dibagi dan tidak ada yang protes dengan Xiao Shuxiang. Mereka melaksanakannya segera selagi tempat ini masih bisa bertahan.


Xiao Shuxiang, Washi, dan Taiga melesat ke tempat Yuuichi dan keturunan Penatua Da Lin berada. Mereka ternyata sedang berada di bagian paling dalam istana dan nampak bertarung dengan sengit.


TRAANG!


Tidak hanya jelmaan Tomoaki Maeno, tetapi dirinya juga dibantu oleh pengawal bayangannya. Dia membuat Yuuichi dan keturunan Penatua Da Lin tersudut.


Api biru kecil Xiao Shuxiang menyelimuti tubuh anak berusia 10 Tahun tersebut, dirinya sejak tadi memang tidak pernah bicara. Dia hanya terus menyerang siapapun lawan yang datang ke arahnya.

__ADS_1


BAAAM!


Tiga orang pria berseragam serba hitam mendapat pukulan keras dari Xiao Shuxiang, Taiga, dan Washi. Mereka menghantam berbagai tempat dan kesulitan untuk bangun.


Ketiganya kembali mendapat serangan dan kali ini membuat nyawa mereka melayang. Tomoaki Maeno melihat hal tersebut, perubahannya sudah tidak lagi menampakkan wajah yang cantik, dia benar-benar berubah menjadi monster kadal yang mengerikan.


"Semua gara-gara dirimu.. Kau! Aku Akan Membunuhmu!!"


Tomoaki Maeno menatap nyalang ke arah Xiao Shuxiang. Surai yang terbuat dari ular berwarna merah kehitamannya melesat ke arah pemuda tersebut dengan kecepatan tinggi.


!!


Xiao Shuxiang menangkisnya dengan sangat baik, beberapa bahkan dia masukkan ke dalam Gelang Semestanya untuk nantinya diolah.


Dia memang tertarik pada ular, jadi bukan hal yang aneh apabila Xiao Shuxiang melihat surai Tomoaki Maeno sebagai makanan.


Ular-ular tersebut dapat mengubah siapapun yang melihatnya menjadi patung es, dan mereka dapat melakukannya juga dengan cara menggigit tubuh lawan.


Kemampuan mereka yang lain adalah dapat melesatkan api berwarna hitam di mulut, namun semua seakan tidak berguna saat tubuh lawan diselimuti api biru Xiao Shuxiang.


!!


Tomoaki Maeno jelas tidak percaya ini, sangat mustahil semua kekuatannya sia-sia belaka.


Dia tidak mungkin dikalahkan semudah ini, dirinya sudah membunuh banyak pendekar dan kekuatannya telah sangat besar.


".. Tidak.. Ini mustahil..!"


Tomoaki Maeno mengeluarkan seluruh kekuatannya, awan tebal yang menyelimuti wilayah kekuasaannya segera berputar begitu cepat dan menghasilkan gemuruh petir.


!!


Yuuichi, Washi, dan Taiga tidak bisa melihat apa yang terjadi, tetapi mereka masih bisa merasakannya. Sementara itu, Xiao Shuxiang dan keturunan Penatua Da Lin dapat melihatnya. Keduanya tidak menjadi patung es meski melihat ular-ular milik Tomoaki Maeno.


!!


Sementara itu di luar istana.. Hu Li, O Zhan, dan Yota memperhatikan pergerakan awan kemerahan yang seakan bersiap melesatkan petir berkekuatan besar ke arah istana.


Anak-anak yang sebelumnya mereka selamatkan segera diminta untuk berlari menjauh, setidaknya mereka harus mencari tempat berlindung yang aman.


!!


Dalam hitungan kelima, gemuruh petir mulai bersahut-sahutan dan kemudian menghantam istana es hingga mengakibatkan banyak kerusakan.


BAAAM!


Xiao Shuxiang, Washi, dan yang lainnya melompat menghindar. Mereka mendengar Tomoaki Maeno merapalkan sesuatu dalam bahasa yang aneh, detik berikutnya petir tersebut menyambar tubuhnya.


!!


Suaranya begitu keras, dengan cepat tubuh kadal jelmaan Tomoaki Maeno berubah ukuran menjadi semakin besar. Semua pengawal bayangannya menghilang seiring dengan perubahan ukuran tubuhnya.


Yīng xióng keluar sendiri dari Gelang Semesta Xiao Shuxiang dan nampak mengeluarkan cahaya merah redup.


"Kenapa kau muncul sekarang? Aku tidak mau menggunakanmu,"


Xiao Shuxiang mengibaskan tangannya tetapi Yīng xióng tidak mau masuk kembali ke dalam Gelang Semesta. Pedang ini jelas ingin dipakai sekarang juga dan pemiliknya tidak bisa melarangnya.


Seruling Giok Putih di tangan Xiao Shuxiang bergetar dan kemudian menghilang, senjata tersebut digantikan dengan Yīng xióng. Dia memang pusaka yang suka sekali memerintah.


!!


Untuk pertama kalinya Xiao Shuxiang mendengar suara dari anak berusia 10 Tahun tersebut. Anak itu menghunuskan katananya dan berkata pada Tomoaki Maeno bahwa tidak ada jalan keabadian yang diperoleh dengan cara menyerahkan jiwa pada kegelapan.


".. Kekuatan yang kau banggakan itu tidak berguna dihadapan api abadi, Tomoaki..! Kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi-"


"Omong Kosong! Kau hanyalah bocah! Kalian semua tidak akan bisa membunuhku!"


Tomoaki Maeno menyemburkan listrik berwarna hitam yang begitu besar, bersamaan dengan menghilangnya Washi, Yuuichi, dan Taiga.


Katana milik keturunan Penatua Da Lin mengeluarkan semburan angin, bertepatan dengan Xiao Shuxiang mengalirkan Qi-nya pada Yīng xióng.


Kekuatan gabungan mereka seimbang dengan milik Tomoaki Maeno, namun keadaan menjadi lebih buruk untuk kadal besar tersebut ketika terdapat serangan dari tiga arah.


!!


Tomoaki Maeno kesulitan menahan serangan tersebut karena dirinya fokus pada serangan Xiao Shuxiang dan keturunan Penatua Da Lin. Serangan dari tiga arah tersebut berasal dari milik Washi, Yuuichi, dan Taiga.


Serangan ketiganya lebih lemah dari Xiao Shuxiang dan keturunan Penatua Da Lin, namun bila terus dilakukan secara berulang-ulang.. Tomoaki Maeno tidak akan sanggup bertahan.


Istana es seketika runtuh, bertepatan dengan tubuh Tomoaki Maeno meledak dan menjadi potongan daging. Washi, Yuuichi, serta Taiga langsung tiba di tempat Hu Li berada.


!!


"Tuan Muda Xiao!"


Hu Li tidak melihat Tuan Mudanya, bisa dipastikan Xiao Shuxiang berada dalam reruntuhan istana es bersama keturunan Penatua Da Lin.


Hu Li baru akan melesat dan mencari tuannya, namun dia segera melihat seseorang berjalan santai dan seperti menggendong anak kecil.


?!


"Tuan Muda Xiao.."


Ada perasaan lega saat Hu Li melihat Tuannya dalam keadaan masih hidup. Terdapat bekas sayatan pada kedua paha Xiao Shuxiang dan juga dadanya, hakama yang dia pakai bahkan robek.



Di gendongannya.. Keturunan Penatua Da Lin juga mendapat luka di lengan dan punggung, tangan kanannya memegang katana miliknya.


Selain anak digendongannya ini, Xiao Shuxiang juga berhasil menyelamatkan jubah biru mudanya. Dia nampak berjalan ke arah Hu Li, Washi dan yang lainnya berada.

__ADS_1


***


__ADS_2