
Cukup lama Xiao Shuxiang berada di dapur, sampai akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Suasana hatinya sudah jauh lebih baik, saatnya untuk menjalankan rencana awalnya yaitu mengganti dantian.
"Jangan lupa ajaran dari Paman, kau harus bisa jadi koki yang hebat di masa depan!"
"Itu benar Xiao'Er, lebih baik menjadi koki daripada Pendekar...!"
"Sering-seringlah datang kemari yah...!"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan sambil tersenyum saat mendengar ucapan dari para juru masak, dia lalu melangkah pergi menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
"Kenapa harus memilih satu... Aku akan menjadi koki sekaligus seorang pendekar...!"
Saat memasuki kamarnya, Xiao Shuxiang tidak melihat siapa pun. Padahal dia sempat mengira bahwa teman-teman seperguruannya sudah pulang dari berjalan-jalan di kota.
"Sepertinya mereka lupa untuk pulang kemari. Baguslah! Aku bisa mengganti dantianku sekarang."
Xiao Shuxiang mulai mengambil posisi duduk bersila yang nyaman di salah satu pinggiran tempat tidur. Dia lalu menutup matanya, berusaha memfokuskan pikirannya untuk menyerap Qi.
Proses mengganti dantian membutuhkan Qi yang banyak serta waktu yang tidak sedikit. Bukan hanya itu, risiko mengganti dantian dalam suasana hati yang buruk serta tanpa bantuan orang lain adalah... Kematian.
Kalaupun manusia itu bisa bertahan, dia akan mengalami kelumpuhan permanen dan tidak bisa berkultivasi lagi. Oleh sebab itu, melakukan pergantian dantian membutuhkan persiapan yang matang, salah satunya adalah hati harus tenang dan tidak boleh gelisah.
Xiao Shuxiang bisa merasakan Qi di sekitarnya memasuki tubuhnya perlahan-lahan. Dia lalu mengarahkan Qi tersebut memasuki dantiannya, sekaligus menahan Qi itu agar tidak bocor keluar.
Sebenarnya ini pertama kalinya Xiao Shuxiang melakukan proses pergantian dantian. Sebab di kehidupan pertamanya, dia memiliki dantian khusus yang langsung terbentuk saat dirinya lahir. Bisa dibilang, Xiao Shuxiang termasuk anak yang istimewa.
Wajah Xiao Shuxiang terlihat pucat, keringat terbentuk di keningnya, dia sebisa mungkin untuk terus fokus.
Cara melakukan pergantian dantian ini adalah dengan menyerap Qi ke dalam tubuh kemudian mengumpulkannya di dalam dantian sambil memecahkan dantian lama dan membuat dantian yang baru.
"Ukh! Aku tidak menyangka akan sesakit ini...!"
Proses ini harus dilakukan secara bersamaan. Ketenangan pikiran, pengontrolan Qi dan menahan rasa sakit ketika dantian sedikit demi sedikit dipecahkan adalah hal yang harus dilakukan Xiao Shuxiang sekarang.
Sedikit saja rasa takut atau pun mendapat gangguan dari orang lain, maka Xiao Shuxiang bisa kehilangan nyawanya. Ini karena rasa sakit saat melakukan pergantian dantian tidak bisa dibayangkan.
Perlahan, dantian di dalam tubuh Xiao Shuxiang retak sedikit demi sedikit.
Darah keluar dari kedua sudut bibirnya, dia sangat ingin berteriak karena sakit yang dirasakannya.
"Aku harus berusaha mempercepat prosesnya sebelum rasa sakitnya tidak bisa kutahan lagi..."
Retakan pada dantiannya semakin banyak.
Darah kini tidak hanya keluar dari sudut bibirnya, tetapi juga keluar dari hidungnya. Wajah Xiao Shuxiang membiru, dia merasakan jantungnya berdetak lebih lambat, bahkan terkesan berhenti.
Xiao Shuxiang bisa merasakan nyawanya hampir terlepas dari tubuh. Bersamaan dengan itu, dantian di dalam tubuhnya meledak dan membuat darah semakin mengalir keluar dari mulut, hidung, bahkan telinganya.
Ledakan dantian di dalam tubuh Xiao Shuxiang membuat Qi yang diserap dan dikumpulkannya menyebar ke seluruh tubuh. Detik berikutnya, Qi tersebut kembali berkumpul dan mulai memadat di tempat yang sama dengan dantian lamanya.
Sebuah dantian baru kini terbentuk, terlihat jauh lebih sempurna daripada dantiannya yang lama.
Dantian baru ini memiliki warna putih bening dan jauh lebih besar dari ukuran yang biasanya. Qi mulai masuk dan memenuhi dantian tersebut, membuat warnanya menjadi biru langit. Ini adalah warna umum bagi Qi yang berhasil tersimpan di dalam dantian.
__ADS_1
Wajah Xiao Shuxiang dan rasa sakit yang dirasakannya perlahan-lahan memudar. Dia seketika terbaring lemas, tenaga dan mentalnya banyak terkuras.
Ini dikarenakan saat dantiannya retak, Xiao Shuxiang mengingat pertempuran terakhirnya dengan para tetua sekte tiga aliran. Hampir saja konsentrasinya pecah karena ingatan itu.
Xiao Shuxiang perlahan-lahan mengatur napasnya, kedua tangannya gemetar dan terasa dingin. "Hah... Luar biasa. Aku pernah mendengar bahwa proses pergantian dantian ini terasa seperti perut dan dada dibelah, kemudian tulang dada diangkat secara perlahan-lahan lalu dipatahkan. Hah... hah... Tidak kusangka, aku masih bisa bernapas sekarang."
Risiko dalam pergantian dantian ini sangatlah besar, karena itulah kebanyakan orang yang ingin melakukan pergantian dantian meminta bantuan orang lain.
Namun perlu diketahui bahwa meski mendapat bantuan dari orang lain, rasa sakitnya tidak akan hilang... malahan semakin bertambah.
Dan lagi, konsentrasi yang dibutuhkan dan kepercayaan terhadap rekan haruslah besar. Jika orang yang melakukan pergantian dantian ragu terhadap temannya, maka dia akan gagal.
Xiao Shuxiang belum bisa mempercayai Yang Shu, meskipun Yang Shu adalah kakeknya. Dia juga belum bisa mempercayai Gu Ta Sian, orang yang baru dikenalnya.
Xiao Shuxiang terus terbaring, dia bahkan tidak sadar bahwa dia tertidur.
Di tempat lain, tepatnya di sebuah lapangan luas----Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu terlihat berlatih bersama Zong Ming dan Ying Liu.
Lapangan ini biasa digunakan untuk acara-acara festival yang sering diselenggarakan oleh Kota Daun Teratai. Hanya saja, saat ini lapangan terlihat sunyi dan sepi----tempat yang cocok untuk berlatih pedang.
Zong Ming menjelaskan dasar-dasar pelatihan pedang, mulai dari fungsi pedang yang hanya digunakan untuk menolong orang sampai cara memegang serta mengayunkan pedang.
"Kakak Lu Yang Cantik, cara memegang pedangmu salah. Kau harus memegangnya dengan kuat, jangan sampai pedang tersebut lepas darimu..." Zong Ming terlihat mengarahkan Xiao Lu, dia begitu serius mengajari gadis ini.
Entah sejak kapan, Zong Ming ikut-ikut memanggil Xiao Lu dengan sebutan 'Kakak Lu Yang Cantik', bukan hanya dia... namun Ying Liu juga memanggil Xiao Lu seperti itu.
Zong Ming mengajari ketiga teman barunya beberapa teknik berpedang miliknya, dia juga meminta maaf sebab tidak bisa mengajarkan jurus dari sektenya karena ketiga temannya ini bukan berasal dari Sekte Bambu Perak.
Meski begitu, Qi Xuan, Jing Mi dan Xiao Lu tetap senang karena mereka mendapatkan ilmu yang baru.
Zong Ming kini mengarahkan agar teman-temannya saling bertanding satu sama lain, kali ini yang duluan memulai adalah dirinya dengan Jing Mi.
"Saudara Jing, mohon bantuannya." Zong Ming memberi hormat sebelum memulai memasang kuda-kudanya.
Jing Mi yang melihat tingkah Zong Ming saat memberi hormat padanya terlihat kebingungan sebab sepengetahuannya----Yang Shu tidak pernah mengajari Jing Mi untuk memberi hormat kepada lawan sebelum bertarung.
"Sepertinya ini aturan pendekar..." Jing Mi tidak mau ambil pusing, dia juga melakukan yang sama yaitu memberi hormat kepada Zong Ming.
Keduanya mulai bersiap, Zong Ming menggunakan pedangnya sementara Jing Mi meminjam pedang Ying Liu.
Jing Mi bisa merasakan pedang Ying Liu lebih berat dan lebih tajam dari pedangnya, perasaan ragu dan takut mulai menyelimuti hatinya.
Dia takut melukai teman barunya dengan pedang yang begitu bersih dan mengkilap di tangannya ini. Zong Ming bisa melihat keragu-raguan dari teman di depannya.
"Saudara Jing, tidak usah takut...!" Ying Liu berusaha menyemangati Jing Mi, begitu juga dengan Zong Ming yang meyakinkannya untuk tidak perlu ragu mengayunkan pedang.
"Saudara Jing, tidak perlu khawatir. Anggap aku sebagai musuhmu, ayo...!"
Jing Mi menutup matanya sambil menghirup napas panjang, dia berusaha menenangkan diri. Saat membuka mata, Jing Mi langsung menatap Zong Ming dan mengangguk mantap, seolah berkata dia sudah siap menganggap Zong Ming sebagai musuh.
Zong Ming tersenyum sambil mengangguk, dia kemudian memperbaiki posisinya dan mulai menunjukkan ekspresi yang serius.
Detik berikutnya, Zong Ming langsung berlari dengan cepat dan mengarahkan pedangnya tepat di depan Jing Mi.
__ADS_1
Traaang!
Suara pedang mereka berbenturan, Zong Ming menyerang Jing Mi dengan tenaga yang cukup besar, hal ini membuat Jing Mi mengerahkan seluruh tenaganya untuk menahan serangan Zong Ming.
Andai Zong Ming tidak mengatakan bahwa pedang tidak boleh sampai terlepas dari tangan, mungkin saat ini Jing Mi sudah terbelah menjadi dua.
Jing Mi bisa merasakan tangannya sakit dan gemetar, dia lalu berusaha untuk mendorong Zong Ming menjauh dengan menggunakan tendangan pada kaki kanannya.
Zong Ming mengendurkan pola serangannya, "Sepertinya, tadi aku terlalu bersemangat. Aku lupa bahwa Saudara Jing baru belajar..."
Pertarungan kembali dilanjutkan, kali ini Jing Mi yang menyerang Zong Ming duluan. Dia menggunakan teknik berpedang sektenya yang telah ditambahkan dengan teknik berpedang yang diajarkan oleh nenek Tian.
Traaang!
Daya serangan Jing Mi tidaklah sekuat Zong Ming, namun kecepatan dan teknik Jing Mi melampaui ekspektasi Zong Ming.
"Gerakannya aneh...!" Zong Ming terus menghindar dan menangkis serangan dari Jing Mi. Dia berusaha menganalisa setiap serangan yang dialamatkan kepadanya.
"Serangannya terkesan berantakan. Ada beberapa gerakan berulang yang dilakukan Saudara Jing seperti saat dia memutar tubuh, merunduk dan menyerang kakiku. Namun tetap saja aku tidak bisa menerka diurutan keberapa gerakan itu dilakukannya. Ada apa dengan cara bertarung anak ini...? Rasanya begitu liar..."
Selama ini yang Zong Ming pahami, gerakan dalam sebuah jurus memiliki urutannya masing-masing. Tidak seperti gerakan berpedang Jing Mi saat ini.
Traaang!
Qi Xuan, Xiao Lu dan Ying Liu terus memperhatikan pertarungan antara Jing Mi dan Zong Ming, mereka bertiga juga tidak menyangka bahwa Jing Mi memiliki gerakan aneh yang begitu cepat.
Qi Xuan, "Apa Saudara Jing tidak merasa kelelahan melakukan gerakan yang secepat itu...?"
Xiao Lu, "Jing Mi belajar gerakan aneh itu dari mana?"
Qi Xuan dan Xiao Lu merasa bingung dan keheranan saat melihat Jing Mi bertarung dengan Zong Ming. Mereka berdua tidak pernah melihat Jing Mi segagah itu sebelumnya.
Qi Xuan, "Meski sedikit, Saudara Jing terlihat seperti pendekar..."
Zong Ming entah kenapa tidak lagi berusaha menahan tenaganya, dia mulai memberikan serangan kepada Jing Mi sambil tersenyum.
"Saudara Jing, aku salut dengan teknik pernapasanmu...!"
Traaang..!
Memang benar, melakukan gerakan yang cepat tanpa henti tidak akan bisa dilakukan tanpa pernapasan yang baik.
Teknik pernapasan yang Jing Mi gunakan merupakan teknik ciptaannya sendiri, ini adalah hasil dari pemahamannya terhadap perkataan dan penjelasan nenek Tian saat dia berada di Pondok Pengelana.
Nenek Tian pernah mengatakan bahwa menciptakan sebuah jurus sangatlah sulit tapi bukan mustahil, dan itu terus terngiang di dalam pikiran Jing Mi.
Apalagi ketika dia mengingat gerakan berpedang yang dilakukan Xiao Shuxiang, dia merasa bahwa menciptakan sebuah jurus yang dikatakan oleh nenek Tian tidak sepenuhnya sulit.
Selama ini, setiap perjalanannya... Jing Mi selalu kagum dengan Xiao Shuxiang. Anak yang usianya lebih muda dari dirinya memiliki bakat dan tenaga yang besar, di luar dari kecacatan dantiannya.
"Saudara Xiao tidak pernah mengeluh saat di Padang Rumput Kering, dia juga tidak merasa kehilangan kesadaran sedikit pun di bawah matahari yang begitu terik. Bahkan Saudara Xiao dengan berani melawan Serigala Bertanduk Perak seorang diri, aku tidak boleh kalah darinya...!"
Traaang..!
__ADS_1
***