
Di tempat Duan De, Xiao Shuxiang dengan wajah yang serius terus menempa pedang.
Duan De memukul punggungnya dengan mistar panjang karena Xiao Shuxiang tidak terlihat seperti biasa.
"Kau jangan menempa dengan wajah yang seperti itu atau pedangmu tidak akan pernah jadi..!" Duan De berkata, "Pedang yang ditempa dalam perasaan marah hanya akan membuat pedang tersebut menjadi lemah."
"Aku tidak marah, Kakek Janggut Panjang. Ini ekspresiku saat sedang serius..! Berhenti mengangguku dan duduk saja sambil minum arakmu." Xiao Shuxiang begitu teliti memperhatikan besi yang ditempatnya, dia akan menempa sesuai pemahamannya sendiri.
Duan De memperhatikan Xiao Shuxiang sambil duduk dan menikmati Arak Anak Linglung.
Seketika dia menyemburkan arak tersebut saat melihat Xiao Shuxiang mengeluarkan lima Lentera Phoenix, dua botol cairan berwarna merah, satu botol cairan berwarna putih susu, sebuah gumpalan daging dan sepasang sayap yang mirip sayap kelelawar pada Cincin Spasialnya.
"NAK?! Apa Yang Ingin Kau Lakukan Dengan Benda-Benda Itu?!" Duan De segera menghampiri Xiao Shuxiang dengan tatapan mata dan wajah yang terlihat terkejut.
"Hmph, jika Sekte Pedang Langit tidak memberikan pedang warisan mereka kepada kedelapan temanku, maka aku sendiri yang akan membuat pedang untuk mereka..!"
!!
Duan De menatap Xiao Shuxiang dalam, dia merasakan ada tekad yang kuat pada anak ini.
Duan De, "Melebur Lentera Phoenix tidak bisa sembarangan dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyatukannya dengan bahan dasar pembuat pedang. Kau..."
Xiao Shuxiang menatap Duan De sambil tersenyum. Duan De tersentak, dia merasakan bahwa Xiao Shuxiang tahu cara tercepat untuk melebur Lentera Phoenix termasuk mengolahnya.
"Kau bilang temanmu delapan, tapi Lentera Phoenixmu hanya ada lima. Bukankah kau kekurangan tiga lentera lagi..?"
"Aku bisa mencari sisanya nanti." Xiao Shuxiang memasukkan satu Lentera Phoenix ke dalam api dan juga menambahkan api birunya.
Duan De mengusap-usap janggut panjangnya, "Hmm... Sebenarnya aku juga memiliki Lentera Phoenix. Tapi---"
"Kau Memilikinya?! Di mana?! Berikan Padaku?!" Xiao Shuxiang mengsejajarkan tubuhnya dengan Duan De.
Dia memegang kedua pundak Duan De sambil menggoyang-goyangkannya, dia meminta agar Kakek Janggut Panjang ini memberikan Lentera Phoenix kepadanya.
"Tu-Tunggu dulu, Bocah! Berhenti menggoyang-goyangkanku..!"
"Baiklah..!" Xiao Shuxiang melepaskan Duan De, dia menatapnya dengan mata yang berbinar-binar.
"Sebelum aku memberikannya, kau harus memenuhi permintaanku.." Duan De tersenyum lebar sambil menaik-turunkan alisnya.
"Hah, jadi kau ingin hubungan yang seperti ini.. Baiklah! Apa yang kau inginkan..!" Xiao Shuxiang berubah sikap, dia lalu berdiri sambil menampilkan wajah yang serius.
Duan De menepuk pinggang Xiao Shuxiang, dia hanya bercanda melakukannya.
Duan De sangat tahu sifat anak laki-laki ini, hubungan karena saling menguntungkan merupakan hubungan yang paling tidak disukai Xiao Shuxiang.
"Aku mendengar Sekte Bambu Perak diserang, apa mungkin yang kau lakukan ini ada hubungannya dengan sekte itu?"
Xiao Shuxiang berpikir sejenak sebelum membenarkan. Dirinya menceritakan apa yang dia dengar dari Hai Feng dan Bao Yu kepada Duan De.
".. Aku tidak ingin kediamanku diserang lebih dulu."
"Aku mengerti. Tapi Nak, tindakanmu akan sangat berbahaya. Jika Sekte Bambu Perak saja berhasil mereka kalahkan, bagaimana dengan sektemu?! Aku tidak yakin sektemu bisa bertahan.."
Xiao Shuxiang tersenyum sambil menggeleng, "Teman-temanku tidak selemah itu. Aku tahu seperti apa Sekte Serigala Iblis dan aku hanya butuh dibantu oleh delapan orang saudaraku. Jadi bagaimana? Kau ingin memberikannya atau tidak..? Aku tidak punya banyak waktu, Kakek Janggut Panjang!"
"Baiklah, tunggu di sini." Duan De berjalan untuk mengambil Lentera Phoenixnya. Dia terlihat tersenyum, secara tidak sadar.. Xiao Shuxiang sedang melakukan kebaikan. Dia hanya berharap bocah tersebut tidak membasmi seluruh kultivator Sekte Serigala Iblis.
Duan De ternyata memiliki tiga buah Lentera Phoenix, Xiao Shuxiang begitu senang sambil mengatakan bahwa dia menyayangi Kakek Janggut Panjang.
__ADS_1
"Tapi aku ingin kau menjawab pertanyaanku, dari mana kau mendapatkan Arak Anak Linglung? Aku selalu mencarinya di tempat pembuatan arak dan menanyakannya di Cabang Asosiasi Bangau Merak, tetapi tidak menemukan arak tersebut. Mereka bahkan tidak tahu arak yang seperti itu.."
Xiao Shuxiang mengulum senyum, "Aku tidak ingin memberitahukannya padamu meski dibayar sepuluh Lentera Phoenix sekali pun. Sebaiknya jangan memikirkannya dan berusaha mencarinya, Kakek. Atau aku tidak akan membawakannya lagi untukmu.."
!!
Duan De terkejut, dia tidak ingin berpisah dengan araknya. Dirinya berjanji tidak akan melakukannya lagi.
Xiao Shuxiang tersenyum, dia lalu menempa Lentera Phoenixnya. Duan De membantu Xiao Shuxiang menempa. Keduanya bekerjasama dengan begitu serius.
Hanya dalam waktu tiga hari, Xiao Shuxiang dan Duan De berhasil membuat delapan pedang dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda.
Xiao Shuxiang melakukan tempaan terakhir. Sebelumnya Xiao Shuxiang telah berhasil membuat pedang yang memiliki bentuk normal, bisa dibilang.. Dirinya telah berhasil menempa pedang.
Ada yang menarik dari diri Xiao Shuxiang. Ketika dirinya berhasil menempa pedang dari banyaknya kegagalan yang dia lakukan, maka keberhasilannya tersebut akan terus terulang bahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Tidak hanya berhasil menempa, namun pedang buatan Xiao Shuxiang termasuk ke dalam pusaka tingkat tinggi, bakatnya menjadi Penempa Pedang mulai terlihat.
Xiao Shuxiang merendam pedang hasil tempaannya ke dalam cairan yang menurut Duan De aneh. Dia tidak tahu cairan apa itu dan Xiao Shuxiang juga tidak mau memberitahunya.
"Nak, kau jangan memperlihatkan senyuman jahat itu..! Kau membuatku merinding..!"
Xiao Shuxiang tidak mendengarkan Duan De, tatapannya terus menatap cairan kental berwarna merah yang ada di dalam periuk. Dia memasukkan gumpalan daging ke dalam periuk hingga warna cairan itu berubah menjadi hitam.
Malam harinya, Xiao Shuxiang kembali ke Sekte Kupu-Kupu dan mengumpulkan kedelapan saudaranya.
Feng Ying, "Saudara Xiao, persiapan belum selesai.. Butuh wa-"
"Tidak perlu, biarkan Kakek yang melanjutkan persiapannya.." Xiao Shuxiang memotong ucapan Feng Ying dan kemudian berkata bahwa dia ingin memberikan sesuatu pada mereka.
"Pertama-tama, kalian harus memujiku karena telah bekerja keras untuk perkembangan kalian..! Belum pernah Xiao Shuxiang melakukan ini sebelumnya, asal kalian tahu itu!?"
!!
"Saudara Xiao, ini.."
"Untuk kalian..!" Xiao Shuxiang tersenyum, dia mengambil satu buah pedang yang terbungkus dan melemparkannya kepada Jing Mi.
Ketika Jing Mi membuka bungkusan kain tersebut, dia mendapati dua pedang dengan bilah berwarna hitam yang mirip satu sama lain.
".. Kau cocok memakai dua pedang, Saudara Jing."
Jing Mi begitu senang mendapatkan pedang baru, tangannya nyaman memegang pedang ini dan entah kenapa dia merasakan ada hubungan yang dekat dengan pedang di kedua tangannya tersebut.
"... Tapi.. Aku merasa ada yang kurang. Saudara Xiao, apa kau tidak keberatan jika kuhias pedangku sedikit?"
?!
"Hm? Terserah kau saja, itu kan milikmu." Xiao Shuxiang merasa heran, memangnya Jing Mi akan memberi hiasan yang seperti apa pada pedangnya?!
Jing Mi tersenyum lebar dan segera berlari keluar, dia meninggalkan Xiao Shuxiang dan saudara-saudaranya yang terlihat kebingungan.
Xiao Shuxiang kemudian menggeleng, dia lalu melemparkan satu buah pedang yang terbungkus kepada Bao Yu.
Pedang ini memiliki ukuran lebih besar dari yang lain, Xiao Shuxiang menyebutnya Pedang Pemenggal.
Zhi Shu mendapatkan Pedang Jarum, sebuah pedang dengan bilah yang kecil. Yi Wen dan Ro Wei mendapatkan pedang yang begitu lentur, namun pedang Ro Wei memiliki empat buah bilah.
Feng Ying sendiri mendapatkan Pedang Pegangan Ganda, sementara Hai Feng mendapat Celurit Kembar.
__ADS_1
"Hou Yong, ini milikmu!" Xiao Shuxiang memberikan bungkusan pedang terakhir kepada Hou Yong.
Pedang ini termasuk ke dalam pedang kembar, namun ujungnya mirip seperti capit belalang sembah. Hou Yong berdecak kagum dengan pedangnya.
Xiao Shuxiang meminta teman-temannya untuk menyesuaikan diri dengan pedang baru mereka. Saat keluar ruangan.. Xiao Shuxiang dikejutkan dengan tampilan pedang Jing Mi yang bilahnya seperti gerigi-gerigi kecil.
Jing Mi dengan senyuman lebar memperlihatkan hasil tindakannya yang membuat mulut Xiao Shuxiang terbuka lebar.
!!
"Sa-Saudara Jing?! Kau Apakan Pedangmu?!"
"Saudara Xiao, ini baru gayaku..!"
Xiao Shuxiang mengepalkan kedua tangannya, dia sudah lelah menempa pedang untuk Jing Mi dan saudaranya itu malah..
"Haaah.. Terserah kau sajalah, Saudara Jing.." Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya, dia lalu meminta Jing Mi untuk berlatih.
Ketika sinar matahari mulai nampak, Xiao Shuxiang dengan kedelapan temannya mulai bersiap. Mereka memakai seragam Sekte Kupu-Kupu dan melesat menaiki pedang terbang menuju ke wilayah Aliran Hitam yang ada di Kekaisaran Matahari Terbit.
Butuh waktu seharian penuh bagi Xiao Shuxiang dan teman-temannya untuk sampai di tempat tujuan.
Xiao Shuxiang pernah mengajari teman-temannya untuk terbang tanpa bantuan pedang, namun kedelapan saudaranya masih belajar.
Wilayah Aliran Hitam di Kekaisaran Matahari Terbit dipenuhi oleh tebing dan gunung-gunung yang terlihat begitu runcing.
Rumput dan pepohonan yang ada di tempat ini kebanyakan berwarna ungu kehitaman, bahkan tanah dan bebatuan yang ada juga berwarna sama.
Markas Sekte Serigala Iblis rupanya masih di tempat yang sama dengan kehidupan pertama Xiao Shuxiang, yaitu di bawah kaki sebuah gunung bernama Kabut Berdarah.
Salah satu gunung tertua yang ada di Kekaisaran Matahari Terbit. Tampilan Sekte Serigala Iblis jauh lebih baik dan juga lumayan besar, murid-murid yang dilihat Xiao Shuxiang dan teman-temannya kebanyakan berada di Forging Qi tingkat 7 hingga 9.
Xiao Shuxiang mengeluarkan satu api biru kecilnya, dia menyuruh api tersebut untuk mencari tahu keberadaan GrandElder dan kultivator terkuat Sekte Serigala Iblis.
Api biru tersebut segera menghilang saat mendapat perintah. Xiao Shuxiang mulai menatap teman-temannya.
"Aku ingin melihat keahlian pedang kalian. Ingat, kalian langsung serang sekuat tenaga dan jangan menganggap lemah lawan kalian..!"
"Kami mengerti, Saudara Xiao..!"
Tidak berselang lama, api biru kecil muncul di dekat Xiao Shuxiang, dia memberi informasi bahwa Grand Elder Sekte Serigala Iblis bersama dengan kultivator terkuatnya sedang menuju ke tempat Sekte Kupu-Kupu berada.
Jing Mi, Hou Yong, dan saudara-saudaranya terkejut. Namun Xiao Shuxiang tetap terlihat tenang. "Hmph, apa mereka pikir Gunung Induk bisa dimasuki begitu saja..?! Hah! Inilah kenapa aku menjalin hubungan dengan Patriarch Pertama dan Patriarch Ketiga.."
Xiao Shuxiang mengatakan Sekte Kupu-Kupu akan baik-baik saja, tetapi Sekte Serigala Iblis-lah yang akan bernasip buruk.
"Dengarkan! Siapapun yang kalian bunuh, jangan biarkan tubuh mereka utuh..!"
Yi Wen mengangguk senang, dia sudah tidak sabar mencoba pedang barunya. Xiao Shuxiang mulai memberi tanda, dan segera melesat bersama dengan kedelapan teman-temannya.
Salah satu kultivator Sekte Serigala Iblis yang berjaga baru menyadari kedatangan penyusup saat dia merasakan Aura Pendekar yang amat kuat.
Saat dirinya melihat ke langit, secara mengejutkan tubuhnya telah terpotong menjadi lima bagian. Darah memuncrat begitu deras dan membasahi seragam orang yang telah memberikan tebasan padanya.
"Satu beres." Xiao Shuxiang mengusap pipi dan dagunya yang terkena darah, dia melihat kedelapan teman-temannya juga melakukan hal yang sama.
Alasan kehadiran mereka tidak disadari adalah karena Xiao Shuxiang pernah mengajarkan kedelapan temannya cara menghilangkan hawa keberadaan, walau hanya dapat bertahan selama sepuluh tarikan napas.
Namun semua ini sudah cukup untuk membuat serangan kejutan.
__ADS_1
***