
!!
Nyawn!
Lan Xiao terlihat khawatir. Ini sudah kesekian kalinya Lan Guan Zhi memuntahkan darah. Wajah induknya tersebut begitu pucat dengan tubuh yang terasa dingin.
!!
Mengeluarkan Paku Penembus Tulang memang terlihat mudah, tetapi sebenarnya sangatlah sulit. Lan Guan Zhi berusaha mengontrol napasnya yang sejak tadi tidak beraturan.
"Jangan khawatir.. Aku baik-baik saja," tangannya terulur, dia membelai pelan kepala Harimau Bulan. Bibirnya sedikit tertarik ke atas dan membentuk senyuman samar.
Wajah Lan Guan Zhi sangat mempesona, sebuah keindahan yang tiada taranya. Bahkan saat dia sedang begitu kesakitan.
!!
Lan Guan Zhi kembali memuntahkan darah. Kali ini, terbentuk urat tipis kehitaman di leher dan pipinya. Dia bisa merasakan jantungnya seperti sedang ditekan kuat dan lalu dibelah dua. Sungguh, rasanya sangat menyakitkan hingga nyaris mati.
Pandangan mata Lan Guan Zhi memburam, titik-titik keringat mengalir di pipi dan lehernya. Napasnya terengah-engah, tenggorokannya sakit, kedua tangannya terkepal kuat, dia benar-benar sangat kesakitan.
Nyawn..
Lan Xiao berusaha mengalirkan energi kehidupan pada induknya tersebut. Dia takut melihat Lan Guan Zhi yang begitu kesakitan walau induknya ini tidak mengeluarkan suara teriakan apa pun.
!!
Aliran darah dan Qi di dalam tubuh Lan Guan Zhi amat kacau. Ini merupakan dampak dari tindakannya yang mengeluarkan Paku Penembus Tulang demi menolong Xiao Shuxiang.
Pusaka tersebut dibuat secara khusus untuk Sang Bintang Penghancur. Ini bukanlah senjata yang bisa dengan mudah dikeluarkan oleh seorang manusia, meski dirinya berbakat.
!!
Nyawn..!
Lan Xiao tidak kuat melihat induknya begitu menderita. Dia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa meski energi kehidupannya sudah dialirkan.
"Pergi.. Dan carilah ibumu.." suara Lan Guan Zhi lemah, dia bahkan sudah tidak bisa melihat Lan Xiao dengan jelas. Dirinya dapat merasakan dantiannya retak.
Lan Xiao tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun dia menuruti ucapan induknya ini dan segera berlari keluar untuk pergi menemui Xiao Shuxiang.
Ketika Harimau Bulan itu pergi, Lan Guan Zhi menggunakan tenaganya yang tersisa untuk menyegel kamarnya sendiri. Dia tidak ingin Lan Xiao melihat kondisinya dan bertambah sedih.
!!
Noda darah terbentuk di pakaian Lan Guan Zhi pada bagian punggung dan dadanya. Rasa-rasanya seperti dia baru saja ditusuk oleh sebuah pedang. Bahkan rasa sakit yang separah ini, dirinya masih tidak ingin berteriak.
Di sisi lain, dikeluarkannya Paku Penembus Tulang dari tubuh Xiao Shuxiang membuat Qian Kun menyadarinya. Namun, dia hanya berdiri di gelapnya sebuah ruangan sambil menatap lurus ke arah tanaman bunga emas di hadapannya.
Dengusan kecilnya terdengar. Di balik topeng rubahnya, Qian Kun tersenyum tipis dan berterima kasih pada siapa pun orang yang telah mengeluarkan Paku Penembus Tulang dari tubuh Xiao Shuxiang.
?
Lirikan mata Qian Kun sedikit mengarah ke samping. Dia menyadari kehadiran seseorang di dekatnya.
"Ada apa?" suara Qian Kun terdengar dingin. Dia bicara dengan sosok di sampingnya yang rupanya adalah seorang wanita dengan boneka kain di tangannya.
"Kaisar Langit Utara.. Dia menolak bekerja sama," isakan kecil terdengar saat wanita itu bersuara. Dia tidak lain adalah Miao Gang, salah satu anggota dari Scarlet Darah.
"Bukan masalah. Kekaisaran Langit Utara dipenuhi lebih banyak Ahli Tenaga Dalam, dan wilayah itu memang tidak akan kuikut-sertakan dalam rencana ini."
__ADS_1
"Tuan.. Aku sedih bila mereka nantinya akan menjadi sandungan yang merepotkan. Kesedihanku akan bertambah jika kita tidak mengambil tindakan.."
"Gang'Er.." Qian Kun sedikit menyipitkan matanya dan bersamaan dengan itu--ruangan ini mulai dipenuhi cahaya dari lentera.
".. Kaisar Langit Utara memiliki ambisi yang besar untuk mengendalikan dua kekaisaran, tepat di bawah kakinya. Dia memilih pilihan yang tepat dengan tidak mengambil tempat di sisi kita. Aku justru sangat mendukungnya,"
Qian Kun menyukai seseorang yang berambisi. Dalam hal ini, tentu untuk menguasai segalanya.
Dia tahu, Kaisar Langit Utara merupakan pemimpin yang arogan, keras kepala, kejam, tanpa belas kasih, dan sejujurnya layak dilengserkan.
Namun, Qian Kun tidak menginginkan perdamaian dunia. Dia lebih suka kekacauan, penindasan, dan segala macam yang akan membuat dunia ini ternoda.
Manusia adalah makhluk yang menarik untuk dibuat mainan. Qian Kun sangat menikmati ketika para manusia berlomba saling membunuh dan menginjak kepala satu sama lain demi agar bisa mencapai puncak kejayaan.
Misi Qian Kun adalah membuat Xiao Shuxiang bertambah kuat hingga anak itu tidak dapat mengendalikan diri dan membuat dunia berada dalam kegelapan. Apa yang dia lakukan sekarang merupakan langkah-langkah kecil demi tujuan besarnya.
"..."
Miao Gang tidak pernah tahu apa yang dipikirkan oleh Tuan Qian Kun-nya. Dia hanya tahu bahwa pemuda bertopeng di hadapannya ini adalah ayah dari Xiao Shuxiang, sekaligus orang yang sangat membenci pemuda itu.
Sebenarnya, dia sangat ingin bertanya. Mengapa Qian Kun begitu membenci Xiao Shuxiang, padahal Tuannya ini memiliki hubungan darah dengan sosok yang menjadi Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu.
"..."
Saat sedang memikirkannya, tanpa sadar air mata membasahi pipi Miao Gang. Dia memang wanita yang mudah menangis, bahkan dia bisa melakukannya tanpa sebab apa pun.
"Gang'Er.. Jika tidak ada yang ingin kau katakan lagi, maka pergi dan beristirahatlah. Kau pasti sangat kelelahan,"
"Mm, iya.. Aku memang lelah menangis. Aku lelah menangisi mereka yang hidupnya akan berakhir. Sangat kasihan.."
Miao Gang mendekap erat boneka kain yang dipegangnya. Suaranya terdengar sedih, dia lalu berpamitan dan kemudian berjalan meninggalkan Qian Kun sendirian di ruangan ini.
"..."
Qian Kun jugalah yang menarik 6 Pendekar Bayangan ke sisinya, sekaligus bekerja sama dengan Gong Zitao dan Partai Pedang Tengkorak untuk membunuh Xiao Shuxiang.
Namun sebenarnya, mereka tidak lebih dari sebuah pion bagi Qian Kun. Mereka semua hanyalah wadah yang akan menampung kekuatan untuk nantinya menjadi milik putranya.
Cahaya ruangan kembali redup, bersamaan saat Qian Kun mulai tersadar mengenai sosok yang melepaskan Paku Penembus Tulang dari tubuh Xiao Shuxiang.
"Tuan Muda dari Sekte Pedang Langit.. Dia terlihat sangat melindungi putraku.." ada rasa prihatin yang nampak pada sorot matanya, ".. Kasihan sekali. Saat ini, dia mungkin sudah tiada."
!!
Jauh di tempat Qian Kun sekarang, Xiao Shuxiang tiba-tiba saja terkejut tanpa sebab. Padahal dia baru selesai memakai seragamnya dan akan bersiap keluar dari kamar untuk memulai aktivitas seperti biasa.
Lebih dari seminggu dia tidak keluar kamar dan rasa bosan benar-benar hampir membunuhnya. Dia berencana bersenang-senang bersama teman-temannya saat jantungnya serasa bagai dihantam sesuatu.
"Lan Zhi.."
Entah bagaimana, Xiao Shuxiang jadi memikirkan Lan Guan Zhi. Hanya saja, belum sempat dia keluar dari ruangan--Hu Li langsung masuk dengan tergesa-gesa.
"Tuan Muda..!" raut wajah Hu Li terlihat khawatir, dia baru merasa lega saat melihat Tuan Muda Xiao-nya dalam keadaan yang sehat.
"Tuan, saya segera kemari setelah mendengar kondisi Anda dari Tuan Muda Jing. Syukurlah Anda sudah sehat." Hu Li tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Tuannya, dia membuat Xiao Shuxiang terkejut.
!!
"Kau jangan pernah khawatir, Hu Li. Bahaya apa pun yang menghampiri Tuanmu ini.. Sama sekali tidak mampu membunuhnya," Xiao Shuxiang tersenyum dan menepuk pelan punggung Hu Li sambil sesekali mengusap-usapnya.
__ADS_1
Kehadiran pengikut setianya ini membuat Xiao Shuxiang melupakan rasa cemasnya pada Lan Guan Zhi. Dia meyakinkan diri bahwa teman itu pasti dalam keadaan yang baik.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, Hu Li.."
Hanya sedikit menyipitkan matanya dan sebuah Cermin Pemindah terbentuk di samping Xiao Shuxiang. Dia lalu menarik tangan Hu Li dan mengajak temannya itu untuk memasuki cermin.
Cermin tersebut memudar dan dengan cepat menghilang saat Hu Li sudah tidak terlihat lagi. Dia dan Xiao Shuxiang berada di sebuah hamparan tanah luas tanpa satu pun rumput atau pohon yang terlihat.
!!
Mata Hu Li membulat, suasana di tempat ini terlalu sunyi dan seakan tidak mengenakkan. Dia menelan ludah kala mengetahui bahwa Tuan Muda-nya membawa dirinya ke Benua Selatan.
"Tuan, kenapa Anda membawaku ke tempat ini? Apa yang ingin Anda tunjukkan?"
"Sesuatu yang tidak bisa kutunjukkan di benua manapun selain di sini. Perhatikanlah, Hu Li."
Xiao Shuxiang mengambil kerikil kecil yang dekat dengan kakinya. Tubuhnya seketika melayang dan detik berikutnya dia melesat naik dengan kecepatan tinggi.
!!
Pandangan mata Hu Li sulit mengikuti Tuannya. Dia baru benar-benar bisa melihat Xiao Shuxiang saat pemuda itu berhenti pada satu titik di udara.
Hu Li menyipitkan matanya. Penampakan Tuannya bagaikan satu titik hitam di langit--terlalu kecil.
"Apa yang akan dilakukan Tuan Muda Xiao..?" Hu Li penasaran, namun dia tidak bergerak dari tempatnya berdiri.
Xiao Shuxiang sendiri nampak menimang-nimang kerikil kecil di tangannya. Dia pun mulai mengalirkan sedikit Qi miliknya pada kerikil tersebut dan melemparnya dengan begitu pelan.
Benda tersebut jatuh dari ketinggian dan terus meluncur ke bawah. Semakin lama, luncuran kerikil itu kian cepat dan bahkan sampai terlihat percikan api bercahaya.
!!
Hu Li berkedip saat merasa tidak enak dengan apa yang dijatuhkan Tuannya. Dia pun bergegas melayang sebelum kerikil itu benar-benar menghantam tanah.
BLAAAAR...!!
Hu Li tidak akan percaya bila tidak melihatnya sendiri. Kerikil kecil yang dijatuhkan Tuannya saat menyentuh tanah begitu mengejutkan.
Saat kerikil itu membentur tanah, sebuah suara bagai sambaran petir terdengar amat dahsyat. Bahkan lima buah petir buatan terbentuk dan merusak tanah sejauh 70 meter.
Xiao Shuxiang tersenyum tipis melihat hasil karyanya. Bayangkan bila yang terkena kerikil itu adalah sebuah desa--maka dalam sekejap saja, kemungkinan desa tersebut sudah berantakan sekarang ini.
"Tuan Muda..!" Hu Li melesat dan mendekati Xiao Shuxiang, dia melayang di samping koki Alkemis itu.
"Hu Li, ini hanya debu kecil dari kerusakan yang dapat kutimbulkan dengan kekuatanku yang sudah kembali. Bagaimana sekarang aku menyebutnya?" seringaian yang nampak di wajah Xiao Shuxiang tidak salah lagi, itu adalah seringaian khas miliknya yang mampu membuat bulu kuduk merinding.
!!
Hu Li sulit menelan ludahnya, "Tuan Muda Xiao. Tolong jangan lakukan apa pun yang ada dipikiran Anda saat ini. Jalani kehidupan Anda dengan baik dan ingatlah orang-orang di sekeliling Anda saat ini. Mereka sangat menyayangi Anda, Tuan.."
"Tenanglah, Hu Li. Aku tidak akan melakukan kekacauan apa pun untuk sekarang. Aku hanya menunjukkan padamu, bahwa Tuan Muda Xiaomu ini sudah kembali."
Xiao Shuxiang menutup mata sejenak dan sedikit mengeluarkan niatan membunuhnya. Seketika itu juga, Segel Rantai Pengekang Jiwa aktif dan terlihat menjalar di pergelangan tangannya.
"Segel ini tidak lagi kuat menahanku, bahkan aku seperti bisa mengendalikannya. Rasanya sekarang segel ini bagai mainan anak kecil.."
"Tuan Muda.." Hu Li tidak suka dengan nada suara Xiao Shuxiang, apalagi dengusan kecil dari Tuannya itu. Dia tidak yakin bila pemuda di sampingnya tidak akan berubah menjadi sosok seperti di masa lalu.
***
__ADS_1