
Suasana saat kedatangan sosok berjubah dan bertudung hitam itu sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya.
Ketika kedua pasang mata yang sama-sama berwarna merah tersebut saling berpandangan----Tanah, langit dan semua yang ada di sekitar mereka seakan menghilang. Yang tersisa hanyalah Xiao Shuxiang dan sosok bertopeng rubah itu.
"........"
"........"
Tidak ada di antara mereka yang saling bicara.
Keduanya seperti berusaha menggali kebenaran satu sama lain lewat pandangan mata. Waktu benar-benar seakan berhenti di antara mereka.
Tangan kanan Xiao Shuxiang yang memegang Yīng xióng menguat, detik berikutnya dia tiba-tiba saja menghilang. Di waktu yang sama, Qian Kun pun juga tidak lagi terlihat.
!!
Jian Shen, Wei Lou Ye dan yang lainnya terkejut. Mereka tidak tahu ke mana perginya dua orang berpakaian hitam itu. Namun saat akan bicara, terdengar suara bagai kapal pecah di langit.
Segel yang membungkus Kekaisaran Matahari Tengah memang tidak main-main. Segel itu pun bahkan hampir mencapai langit lapisan ketiga dan mampu menciptakan batasan pada pergerakan siapa pun yang terkurung di dalamnya.
BLAAAAR..!
Jian Shen dan yang lainnya mendengar suara keras itu. Dia tidak tahu siapa yang datang, namun dirinya merasa sosok bertopeng tadi ada di pihak mereka.
Salah seorang mayat kultivator pun menghampirinya dan berkata, "Kita sebaiknya membantu sosok bertopeng itu. Jangan biarkan Xiao Shuxiang berhadapan satu lawan satu dengannya."
!!
BLAAAR..!
Ada sebuah kesalahan besar yang dilakukan para kultivator ketiga Aliran di masa lalu, itu adalah saat mereka membiarkan Immortal Zhou Yuan bertarung melawan Xiao Shuxiang sendirian.
Mereka semua berpikir Xiao Shuxiang akan tewas di tangan Zhou Yuan, tidak sedikit di antara para kultivator yang merasa ragu bisa masuk ke dalam pertarungan itu.
Mereka tahu Xiao Shuxiang kuat, itulah mengapa terbentuk aliansi tiga Aliran untuk dapat membunuhnya. Hanya saja tindakan yang mengandalkan beberapa orang berbakat membuat yang lainnya merasa hanya akan menjadi korban bila nekat terlibat dalam pertarungan.
Jujur saja, perang melawan tiga aliran sebenarnya sangat sulit dihadapi oleh Xiao Shuxiang. Dia hanya seorang diri, sementara lawannya terlalu banyak. Kemenangan seakan tidak berada dalam genggamannya.
Saat itu dia berpikir akan ada kultivator lain yang menyerangnya dari belakang ketika dia tengah bertarung sengit dengan seniornya, namun cukup mengejutkan karena mereka sama sekali tidak bergerak dan hanya menjadi penonton dari pertarungannya.
Para kultivator itu baru melangkah maju saat melihat Zhou Yuan yang terluka parah. Dari kejadian tersebut Xiao Shuxiang merasa begitu diremehkan dan benar-benar kesal karena dia sudah dibuat bertarung dengan seniornya sendiri.
BLAAAR..!!
Wei Lou Ye, "Kau benar. Aku juga tahu kesalahan apa yang sudah kita lakukan di masa lalu, itulah sebabnya kali ini kita harus memperbaikinya."
!!
Zhui Yin Chang Ge melesat dan nampak bagai menghilang, dia disusul oleh Wei Lou Ye, Jian Shen dan yang lainnya. Mereka tidak lagi bertarung di hutan lebat, melainkan di langit Kekaisaran Matahari Tengah.
BLAAAAR..!
Langit bagaikan sedang marah, suara yang terdengar membuat siapa pun merinding ketakutan. Nyaringnya bilah senjata saat bersentuhan dengan deru angin menjadi salah satu suara yang mengalun menghiasi pertarungan Xiao Shuxiang dengan Qian Kun.
BLAAAAR..!!
Serangan dari Koki Alkemis itu terlalu besar, namun mengerikannya Qian Kun justru mampu melawan serangan tersebut hanya dengan satu kepalan tangan.
Sosok bertopeng rubah itu belum melakukan apa-apa dengan tangan kirinya yang berada di belakang pinggangnya. Entah dia bersikap terlalu berwibawa atau hanya menganggap pertarungan ini masih belum cukup membuatnya mengerahkan seluruh kemampuan yang dia miliki, tidak ada yang tahu.
"Apa kau yakin bisa menang melawanku?" Qian Kun akhirnya bicara saat dia kembali menahan serangan Xiao Shuxiang.
"Tidak, tapi akan kupastikan memotong satu lenganmu."
"Hmph, kau ingin lengan? Maka ambil yang ini." suara Qian Kun dingin, dia mengeluarkan sebuah lengan kiri manusia yang terlihat seperti milik pria dewasa.
!!
Xiao Shuxiang tersentak saat Qian Kun malah memperlihatkan lengan manusia padanya, sosok itu seperti datang memang untuk membuatnya melihat lengan tersebut.
Xiao Shuxiang mendecih dan kemudian berkata, "Aku hanya menginginkan lenganmu saja, Qian Kun."
!!
Ketika serangan berikutnya datang dan Xiao Shuxiang berjarak dekat dengan Qian Kun, sosok bertopeng rubah itu bertanya, "Kau sepertinya Xiao Shuxiang tidak mengenali lengan yang kubawa ini,"
Mendengarnya membuat Koki Alkemis itu tersentak dan nyaris kehilangan konsentrasi. Xiao Shuxiang menyerang lagi, tetapi kali ini samar-samar termencium aroma herbal dan pandangan matanya pun teralihkan dengan kain pakaian berwarna putih pada lengan tersebut.
!!
"Kau!"
"Mn, mulai ingat seseorang?"
Nada suara Qian Kun membuat lawannya mengambil jarak mundur. Dia bisa melihat ekspresi wajah Xiao Shuxiang yang memburuk dan seperti marah padanya.
"Lengan siapa itu? Apa yang sudah kau lakukan?!"
"Kenapa kau terlihat marah? Memang apa hubunganmu dengan pemilik lengan ini?"
__ADS_1
Xiao Shuxiang memegang kuat Yīng xióng hingga darah keluar dari sela-sela jarinya. Walau dia tidak mau mengikat hubungan dengan siapa pun, namun tetap saja dia tidak terima saat orang-orang yang dikenalnya terluka.
Kain pakaian itu dan aroma herbal yang diciumnya membuat Xiao Shuxiang teringat dengan patriach ketiga Sekte Pedang Langit, Zhou Yan. Walau dengan sangat tidak mau mengakuinya, namun jujur dia mencemaskan Alkemis itu.
"Qian Kun, masalahmu adalah denganku. Kenapa kau repot-repot melibatkan orang lain di dalamnya? Apa kau sangat suka melakukan itu?"
"Apa aku pernah memberitahumu bahwa kelemahan terbesar manusia ada pada hatinya? Kau yang sekarang terlalu banyak mengikat hubungan, sadarilah identitasmu."
!
Xiao Shuxiang melihat Qian Kun meremas kuat lengan manusia di tangannya hingga hancur. Dia tidak habis pikir pria itu berani menyentuh putra dari seniornya.
"Apa kau benar-benar melukainya? Siapa lagi yang sudah kau lukai?"
"Kau tidak akan senang mendengarnya,"
!!
Xiao Shuxiang melesat, sesuatu benar-benar menumpuk di dalam dadanya. Dia sungguh tidak pernah bisa membohongi diri sendiri. Jika Qian Kun sudah turun tangan, maka siapa pun pasti tidak akan selamat. Sosok itu adalah makhluk yang paling berbahaya, bahkan untuknya.
"Tatapanmu membuatku kesal, Shuxiang. Apa sepenting itu pemilik dari lengan tadi bagimu? Apa kau belum menyadari hubungan yang kau jalin ini terselimuti dengan kebohongan?" Qian Kun menahan serangan yang datang ke arahnya, dia kembali bertatapan mata dengan pemuda berwajah tampan nan mempesona itu.
"Aku tidak peduli,"
"Kau memang tidak pernah peduli."
!!
Qian Kun dan Xiao Shuxiang terus bertukar serangan, mereka nampak seimbang. Hanya saja saat diperhatikan lebih teliti, Koki Alkemis itulah yang tengah terdesak.
Xiao Shuxiang tidak bisa menggunakan Teknik Pengendalian Darahnya pada Qian Kun, dia juga mustahi mengeluarkan Pedang Kaisar Langit karena memang itulah yang sedang diincar pria ini.
!!
Xiao Shuxiang tersentak dan segera melesat mundur. Dia terkejut saat tangannya nyaris digenggam oleh Qian Kun. Pria bertopeng itu sepertinya tengah mengincar Yīng xióng juga. Ini akan berbahaya bila pedang pusakanya sampai jatuh ke tangan lawannya.
BLAAAR..!!
Jian Shen dan para kultivator hampir saja mendekat ke arah Xiao Shuxiang, namun seketika sebuah cahaya melesat dan menghalangi mereka.
?!
Ada seseorang berpakaian putih yang melayang di hadapan mereka. Sosok yang begitu berwibawa dengan sebuah pedang di tangan kanannya. Pria itu memiliki tatapan mata yang tajam serta berwajah tertutup dengan kain cadar yang tebal.
Zui Yin Chang Ge penasaran dengan sosok yang menghalanginya. Dia merasa tidak asing pada sosok di hadapannya. Kalau bukan karena penglihatannya jeli, dia pasti sudah menganggap sosok itu adalah seorang wanita.
Bukan hanya Zui Yin Chang Ge, tetapi Wei Lou Ye pun akan merasa demikian. Ini karena sosok bercadar tebal di hadapannya memiliki bulu mata yang lentik dan begitu mengagumkan.
BLAAAAR..!
!!
Jian Shen dan yang lainnya ikut melesat. Mereka tidak tahu siapa orang ini, namun baginya----siapa pun yang menghalangi akan dianggap sebagai rekan Xiao Shuxiang dan pantas dilenyapkan.
Ada sepuluh teknik gerakan pedang yang dikeluarkan oleh sosok bercadar tebal itu, aroma bunga teratai menyeruak dari tubuhnya. Pedang pusakanya diselimuti kobaran api berwarna merah dan keemasan, dia bertarung tanpa jeda sama sekali.
TRAANG..!
Zui Yin Chang Ge menyakinkan diri bahwa dia memang merasa tidak asing dengan orang yang dirinya hadapi ini. Perasaan akrab seolah dia mengenalnya benar-benar menyesakkan. Dia pun tanpa sadar bertanya pada lawannya saat senjatanya tengah berbenturan dengan milik lawan.
Zui Yin Chang Ge, "Siapa kau..?"
"Aku guru dari pemuda yang ingin kalian bunuh dengan cara yang licik. Apa pantas bagi kalian mengeroyok seorang anak muda?"
?!
Zui Yin Chang Ge berkedip, suara sosok ini begitu akrab di telingannya. Perasaannya berkecamuk antara ragu dan cemas, dia hampir terkena serangan andai tidak dilindungi oleh Wei Lou Ye.
Jian Shen sendiri menyerang sosok itu dari arah belakang. Pedangnya berbenturan kuat hingga menciptakan bunyi bagai petir yang menyambar.
Jian Shen mendengus, dia mendengar ucapan sosok bercadar tebal itu dan lalu berujar dengan nada suara yang ketus. "Kau mengatakan kami licik? Apa kau tidak tahu bahwa dalam sebuah pertarungan, semua ini dianggap adil."
"Aku tidak akan mendebatmu karena melihat dari sikapmu.. Kau berasal dari Aliran Hitam. Aku mengatakan itu karena di antara rekan-rekanmu ada yang nampak seperti pendekar dari perguruan yang kuyakini lebih paham aturan dibandingkan denganmu."
!
Wei Lou Ye merasa bahwa ucapan sosok bercadar tebal itu tertuju padanya. Dia baru memperhatikan dengan benar bahwa corak pada pakaian pria tersebut sama dengan miliknya, yakni seragam dari Sekte Pedang Langit.
Dia sebenarnya penasaran. Ciri khas dari perguruannya adalah pita dahi yang mereka pakai, namun sosok bercadar tipis ini tidak memilikinya. Dia jadi memikirkan tentang bagaimana kondisi sektenya sekarang ini.
Blaaar..!
Suara pertarungan Xiao Shuxiang masih terdengar, namun Wei Lou Ye seakan lebih tertarik dengan identitas sosok di hadapannya. Dia memiliki pemikiran yang sama dengan Zui Yin Chang Ge saat ini.
Sosok bercadar tebal yang mereka hadapi sebenarnya tidak lain adalah Zhou Yan, Patriarch Ketiga dari Sekte Pedang Langit sekaligus orang yang sedang dicemaskan Xiao Shuxiang.
Koki Alkemis itu mengira bahwa lengan yang diperlihatkan Qian Kun padanya adalah milik Zhou Yan, tetapi sebenarnya bukan. Qian Kun sama sekali belum menyentuh siapa pun dari teman-teman Xiao Shuxiang.
Mudah sebenarnya jika dia menginginkannya, namun bukan itu yang dirinya mau. Qian Kun ingin Xiao Shuxiang sendirilah yang melukai mereka, karena itulah dia memupuk rasa penyesalan dan kemarahan dalam hati Koki Alkemis tersebut.
__ADS_1
TRAANG..!
Qian Kun, "Kenapa kau berusaha begitu keras? Para manusia itu mungkin bisa menerima kau yang adalah reinkarnasi Sang Bintang Penghancur, tapi mereka tidak akan menerima identitasmu yang bukanlah makhluk dari dunia ini."
"Apa pun yang kulakukan.. Aku sendiri yang akan menanggung risikonya. Kenapa kau harus peduli?"
"Aku hanya ingin menyadarkanmu bahwa jalan yang kau ambil ini salah, Shuxiang. Kau merahasiakan hal yang besar dari mereka. Dan saat kebenarannya terungkap, yang akan menunggumu adalah rasa yang tidak bisa kau bayangkan. Kematian pun bahkan terlalu indah bagimu,"
Xiao Shuxiang mengerti benar maksud dari Qian Kun, dia sendiri juga dibayang-bayangi oleh kebenaran tentang identitasnya, namun masa-masa itu tidak akan terjadi selama tetap rahasia.
Qian Kun pun tidak bisa mengungkapkan identitasnya karena tidak memiliki bukti. Sosok itu adalah musuh, dia tidak akan dipercayai.
BLAAAR..!
Qian Kun mengambil langkah mundur dan lalu menatap bahu kanannya, dia terkena serangan dan merasakan daging pada kulit tubuhnya berubah.
!!
Xiao Shuxiang terkejut saat bagian bahu dan separuh dada sosok di hadapannya tertebas secara mendadak padahal dia yakin serangan Yīng xióng tidak mempunyai efek semacam itu.
Bahu kanan dan separuh dada Qian Kun yang tertebas memang bukan efek dari serangan Koki Alkemis itu. Dia sendiri yang melakukannya.
!!
Andai makhluk lain yang terkena serangan Xiao Shuxiang, dia pasti sudah tewas tak bersisa. Pedang milik pemuda itu mengandung racun yang mematikan dan mampu membuat tubuh menjadi gumpalan daging hanya dalam hitungan detik.
Qian Kun menebas tubuhnya sendiri sebelum racun itu menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia tidak menggerakkan tangan kirinya sama sekali, inilah sebabnya Xiao Shuxiang terkejut.
"Kau sekarang bisa mengambil lenganku." Qian Kun berujar tenang saat seharusnya dia mengerang kesakitan akibat kehilangan lengan kanan dan setengah dari dadanya.
"Kau benar-benar monster.." Xiao Shuxiang meski menyerang, namun dia tidak bisa menghentikan regenerasi tubuh Qian Kun yang luar biasa hebat.
BLAAAR..!
Pertarungan mereka terus berlangsung, Xiao Shuxiang bahkan menggunakan Cermin Pemindah untuk menyerang namun yang tidak terduga adalah kenyataan bahwa Qian Kun juga menguasai teknik Cermin Pemindah.
Sebenarnya Xiao Shuxiang memiliki rencana dengan cerminnya. Kalaupun Qian Kun mampu menghindari serangan yang keluar dari cermin itu, dia masih punya kesempatan lain untuk membuat cermin tersebut mengirim Qian Kun ke Benua Selatan.
Di wilayah tempat iblis tersegel itu, Xiao Shuxiang berniat menggunakan Mutiara Pelahap Maut dan membuat orang ini lenyap bersama iblis yang tersegel di sana.
!!
Mutiara Pelahap Maut yang dia dapatkan di Dunia Demon sebenarnya adalah cara terakhir Xiao Shuxiang, jujur saja dia belum pernah menggunakannya.
Pusaka itu teramat sangat berbahaya, sulit untuk mengeluarkannya di tempat ini karena Mutiara Pelahap Maut akan menyerap kehidupan makhluk mana pun, selain penggunanya. Orang-orang yang dirinya kenal dapat menjadi korban.
Hal lain yang dia cemaskan adalah.. Ada kemungkinan Qian Kun mengeluarkan Cermin Pemindah untuk menyelamatkan diri sendiri. Buruknya, sosok itu juga bisa saja merebut Mutiara Pelahap Maut dari tangannya dan dia begitu yakin akan kejadian tersebut.
!!
Tidak bisa. Dipikirkan bagaimanapun Xiao Shuxiang tidak bisa memakai pusaka itu untuk melawan. Dia belum menguasainya dengan benar dan jika tetap nekat, hal yang tak diinginkan akan terjadi.
"Kau berada dalam situasi yang buruk," Qian Kun tahu pemuda yang bertarung dengannya tengah gelisah dan seperti dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Dia pun tidak tinggal diam dan kembali bicara.
Qian Kun, "Bagaimana jika kuberitahu apa yang harus kau lakukan, keluarkanlah Pedang Kaisar Langit sekarang juga. Kau pasti akan menang."
"Kau pikir aku akan menurutimu?" Xiao Shuxiang bersuara ketus, dia memakai teknik Pernapasan Api dan mengerahkan segala kemampuannya.
!!
Langit yang semula nampak biru dengan awan tebalnya kini terlihat ungu gelap sebelum akhirnya memerah. Bocah Pengemis Gila yang tengah bertarung dengan Yi Wen menengadah dan melihat kilatan putih menggaris langit di atasnya kemudian memudar.
?!
Kejadian berikutnya benar-benar sebuah guncangan yang dahsyat. Sambaran terdengar di langit Kekaisaran Matahari Tengah hingga terdengar di wilayah dua kekaisaran yang lain. Suara itu bahkan mempengaruhi ombak di lautan.
!!
Serangan Xiao Shuxiang itu bisa meledakkan sebuah gunung andai menyambar ke bawah. Lihat saja, warna langit bahkan sampai berubah karenanya.
"Ini belum separuh dari kekuatanmu, kau masih terlalu lemah." Qian Kun melesat, topengnya yang sebelumnya berwarna merah kini berubah hitam dan memiliki beberapa retakan kecil pada bagian pipi sebelah kanannya.
Dia terus mendesak Xiao Shuxiang untuk mengeluarkan Pedang Kaisar Langit dan juga meledek bahwa kemampuan Koki Alkemis itu telah berkurang akibat memberikan kekuatan yang susah payah dia kumpulkan pada seorang bayi. Xiao Shuxiang tidak harusnya melakukan itu.
"Kau selalu melakukan kesalahan," Qian Kun kini menggunakan kedua tangannya, dia tidak lagi mengambil posisi bertahan. "Hidup bersama manusia sepertinya menjadikan dirimu bagian dari mereka, kau sudah melangkah terlalu jauh."
"Apa yang kulakukan benar. Kau tidak akan bisa membuatku berubah pikiran,"
"Xiao Shuxiang, kau akan menanggung risiko karena sudah berbalik arah dan menjadi musuh kami."
Tanpa nada suara yang tinggi, Qian Kun mampu memberi ancaman. Apa yang dia ucapkan benar-benar akan ditunaikan dan itu pasti melibatkan orang-orang terdekat Xiao Shuxiang.
Koki Alkemis itu sebenarnya memiliki prinsip sendiri. Hanya dia seoranglah yang boleh mencelakai orang-orang terdekatnya. Selain dirinya, maka siapa pun tidak diizinkan, termasuk Qian Kun.
Xiao Shuxiang mengeluarkan sembilan Api Biru Kecilnya, dia menatap tajam ke arah Qian Kun tanpa dirinya ketahui bahwa sosok itu tengah tersenyum penuh arti di balik topeng rubahnya.
"Kau kalah, Shuxiang."
!?
__ADS_1
***