XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
228 - Evolusi


__ADS_3

BLAAR!


Cahaya keunguan yang dilihatnya ternyata adalah evolusi dari pilar atas Scarlet Bayangan. Dia menghisap semua energi negatif dari mayat manusia dan Demonic Beast yang ada di Kekaisaran Matahari Terbit.


Lan Guan Zhi terlihat berdiri dengan Shǎndiàn yang menjadi penyangga tubuhnya. Sepertinya dia telah sampai pada batasannya dan sekarang sudah tidak mampu bergerak lagi.


Ekspresi wajahnya tidak banyak berubah, jelas sekali bahwa dia menyembunyikan luka dalamnya. Andai hujan reda, pasti saat ini wajah dan tubuh Lan Guan Zhi telah dipenuhi keringat.


Xiao Shuxiang dapat melihat banyak koyakan pada pakaian temannya, luka seperti sayatan tentu juga ada. Dia bahkan tersentak saat melihat ada goresan pada pipi sebelah kanan Lan Guan Zhi.


"Kau dari mana?"


"Apa kau merindukanku?"


Masih sempat-sempatnya Xiao Shuxiang menggoda Lan Guan Zhi dengan mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum genit. Jika Dai Chen ada di sini, bokong Xiao Shuxiang sudah menjadi sasaran akar menjalar miliknya.


"Sebaiknya kau istirahat. Ada beberapa mutiara roh yang mungkin bisa kau gunakan, aku akan memanggilmu nanti,"


Lan Guan Zhi sedikit mengerutkan kening dengan ucapan Xiao Shuxiang barusan. Namun tiba-tiba tubuhnya langsung menghilang dan seperti terhisap ke suatu tempat.


Xiao Shuxiang memasukkan temannya ke dalam Gelang Semesta. Dia memang memiliki banyak simpanan harta serta gundukan mutiara roh yang tak terhitung jumlahnya, Demonic Core dan Spirit Stone apalagi.


Tetapi semua itu tidak bisa di gunakan secara sekaligus. Praktiknya mungkin saja akan naik, tetapi ada risiko yang harus dia tanggung. Jelas Xiao Shuxiang tidak butuh sesuatu yang akan berisiko buruk pada tubuhnya sendiri. Lagipula, dia sangat percaya pada kekuatannya.


!!


Xiao Shuxiang tidak bisa mendekat untuk menyerang pilar atas Scarlet Bayangan, serangan jarak jauhnya juga tak berguna.


Rasanya, tidak ada pilihan selain menyaksikan evolusi dari makhluk yang mirip roh pedangnya ini.


Semua energi negatif yang sebelumnya dia lihat bersama Qi Xuan masuk ke dalam tubuh pilar atas Scarlet Bayangan. Pedang Pusaka Langit juga nampak bersinar merah.


Xiao Shuxiang tentu tidak menyia-nyiakan waktu ini tanpa melakukan sesuatu. Dia memfokuskan pikirannya untuk merasakan Qi di alam dan menyerapnya secara langsung.


Asap hitam tipis berkumpul di kakinya dan terus naik menyelimuti tubuh Xiao Shuxiang.


Pakaian yang sebelumnya penuh koyakan berubah menjadi sehitam malam, bahkan seragam putih yang diberikan Lan Guan Zhi juga ikut berubah warna menjadi hitam.


Yīng xióng sendiri tidak tinggal diam, dirinya bergetar dan ikut menghisap Qi dari alam. Ini jelas sebuah kejutan lainnya dari pedang misterius sekaligus aneh hasil tempaan Xiao Shuxiang sendiri.


!!

__ADS_1


Dua akar pada dantian utama Xiao Shuxiang bergerak dan menuju dantian kecilnya. Akar tersebut membentuk seperti pelindung dan membuat dantian kecilnya menghilang.


Xiao Shuxiang tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya, namun dia masih merasakan dantian kecilnya tetap ada.


Itu bukan masalah, setidaknya dia masih dapat menggunakan Qi yang tersimpan pada kedua dantiannya.


"Mari mulai lagi,"


Xiao Shuxiang menghilang dan seketika muncul di langit, cukup berdekatan dengan awan yang begitu gelap. Dia kali ini dapat mengontrol Yīng xióng.


Pedangnya mengeluarkan sinar hitam dan menyerap petir yang ada. Angin tiba-tiba berubah arah, saat tetesan-tetesan air hujan menyentuh tanah, detik itu juga Xiao Shuxiang melesat dengan gemuruh petir dan memberi hantaman pada pilar atas Scarlet Bayangan.


BLAAAR!


Evolusi pilar atas Scarlet Bayangan telah selesai, Pedang Tebasan Bulan berbenturan sangat keras dengan Yīng xióng. Suaranya bahkan sampai di dua kekaisaran yang lain.


!!


Lan Xiao yang saat ini sedang membantu para Patriarch Sekte Pedang Langit merasakan tanah yang dipijaknya bergerak, perlahan sebuah retakan terbentuk di kaki kanannya.


Nyawn!


Lan Xiao mengendus retakan tanah tersebut, meski hujan dirinya masih dapat mencium aroma tipis susu bercampur rempah. Retakan ini memiliki bau seseorang yang sangat dia kenal, Xiao Shuxiang.


BAAAM!


Perang di wilayah perbatasan belum juga mereda, kali ini mereka harus melawan tiga orang dari pilar atas Scarlet Bayangan, Liao Fa Xun, Meng Yaoya, dan Tu Liao.


Mereka bertiga adalah ahli dalam serangan jarak jauh. Tu Liao bertugas menjatuhkan banyak petir pada pasukan lawan, sementara kedua rekannya bertugas mengendalikan para kultivator dan prajurit kerajaan.


!!


Bahkan salah satu GrandElder dan Patriarch dari Sekte Phoenix Iblis juga mereka kendalikan, jelas kekuatan dari Scarlet Bayangan ini tidak bisa dianggap sepele.


BAAAM!


Patriarch Zhou Yan adalah orang yang mendapat banyak musuh kuat. Bisa dibilang, kultivator yang praktiknya berada di Master Foundation tingkat Emas Hitam dan Grand Master Tingkat Fana menyerangnya secara sekaligus.


Musuh tahu bahwa Patriarch Zhou Yan merupakan Alkemis dan karena inilah dia harus disingkirkan lebih dahulu. Sayangnya, Patriarch Sekte Pedang Langit tersebut bukanlah kultivator yang lemah.


Lan Xu Jian menggunakan Pedang Tusukan Bunyi untuk mengacaukan pengendalian pilar atas Scarlet Bayangan, Meng Yaoya.

__ADS_1


Sementara Zhou Yan menggunakan aroma rempah untuk melawan Liao Fa Xun. Tentu sambil menangkis serangan dari para kultivator yang nampak menyerangnya secara massal.


"Bukankah ini sudah keterlaluan?"


TRAANG!


Patriarch Zhou Yan jelas tidak mampu mengeluarkan secara penuh kekuatan dari Pedang Api Phoenix-nya, sebab para kultivator yang melawannya tidak berada dalam kondisi sadar.


Dia ingin merutuk karena hanya dirinya yang harus menghadapi lawan sebegini banyaknya. Padahal harusnya GrandElder Sekte Pedang Langit-lah yang mengambil kehormatan ini.


"Tidak, terima kasih. Aku tidak menginginkan kehormatan yang seperti itu,"


TRAANG!


Rasanya sangat sulit bila harus bertarung tanpa bisa menggunakan seluruh kekuatan. Mereka hanya dapat bertahan, menyerang sesekali, dan menghindari untuk memberi serangan mematikan pada lawan.


Untuk membuat ini berakhir, mereka harus tahu dimana titik lokasi orang yang mengendalikan pasukan lawan. Hanya dengan cara itu, mereka dapat membebaskan para manusia dari wilayah Kekaisaran Matahari Tengah.


TRAANG!


Lan Gaozu dan Sian Ru juga terlihat sedang bertarung dengan kultivator Aliran Putih yang dikendalikan, keduanya walau telah mendapat banyak luka namun masih saja tetap berjuang.


Ada yang salah dengan salah satu warna mata Lan Gaozu, pupil mata sebelah kirinya nampak berwarna hijau. Dia merasakan kepalanya sedikit sakit, sepertinya ada beberapa serangan lawan yang mengandung racun.


Kultivator dari Asosiasi Bangau Merak lebih fokus menyelamatkan para manusia dan membawanya ke tempat yang aman, sebab perang ini semakin lama.. Semakin masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Matahari Tengah.


BLAAAR


!!


Suara keras itu terdengar lagi, tanah yang dipijak kembali bergetar. Entah pertarungan siapa yang sampai begitu kuat hingga berefek sampai ke tempat ini.


Nyawn!


Lan Xiao kembali bersuara, dia merasa sangat bersemangat. Dirinya lalu menggeram keras, hendak mengeluarkan suara yang dapat didengar sampai di Kekaisaran Matahari Terbit.


BLAAAR!


!!


Suara geraman Lan Xiao mendapat sambutan, ini malah seperti saling sahut-menyahut antara Harimau Bulan dengan orang terdekatnya.

__ADS_1


Setiap geraman Lan Xiao berefek pada lawan. Lihat saja, beberapa pohon tumbang serta banyak kultivator yang terpental hingga menghantam pepohonan gara-gara dirinya.


***


__ADS_2