XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
375 - Sesuatu Yang Tidak Diduga V


__ADS_3

Meski di siang hari, nyatanya Penginapan Seribu Tahun tetap saja ramai. Nie Shang benar-benar berbakat dalam membangun relasi dengan para pedagang serta mengatur kelancaran bisnisnya.


Dalam waktu yang singkat, Penginapan Seribu Tahun telah banyak dikenal oleh warga serta pendekar yang ada di Tiga Kekaisaran.


Bukan hanya sebagai tempat penginapan, di sini juga mempunyai pasarnya sendiri. Seseorang dapat mudah menemukan pakaian, makanan, senjata, termasuk pil untuk keperluan kultivator.


Tidak tanggung, Nie Shang bahkan memiliki hubungan kerja sama dengan Asosiasi Cendana Bulan, Asosiasi Teratai Emas, dan Asosiasi Gagak Putih yang merupakan asosiasi terkenal di Benua Tengah.


Para pelayan di tempat ini begitu sibuk, mereka bekerja sangat tekun. Ada yang bertugas memasak, merawat kuda para tamu, dan juga mengenalkan penginapan ini pada pelanggan yang baru saja datang.


Nie Shang, pemuda berpakaian hijau dengan corak daun bambu nampak berjalan terburu-buru sambil membawa sebuah kipas di tangan kanannya.


"Apa kau melihat Siu Yixin?" Nie Shang menghampiri salah satu pelayannya dan menanyai keberadaan Siu Yixin, tetapi pelayan tersebut berkata dia tidak melihatnya sejak pagi tadi sampai sekarang.


"Ke mana anak itu..?" Nie Shang mengipas-ngipas wajahnya dan mulai mencari lagi. Dia menanyai pelayan lainnya namun jawabannya tetap sama.


"Mo Huai tidak ada.. Siu Yixin tidak ada.. Entah ke mana dua orang itu pergi?" Nie Shang terus berjalan sambil mengedarkan pandangannya kesekitaran.


Dia membutuhkan kedua temannya itu untuk menemaninya memenuhi undangan dari Asosiasi Teratai Emas. Namun sejak pagi tadi sampai sekarang, Siu Yixin dan Mo Huai tidak juga dia temukan.


"Saudara Nie..!!"


?!


Nie Shang tersentak kala mendengar sebuah seruan. Dia menghentikan langkahnya lalu berbalik, dirinya melihat Jing Mi, Hou Yong, dan Yi Wen berjalan mendekat. Ketiga temannya itu seperti baru saja sampai kemari.


"Saudara Nie, bagaimana kabarmu?" Jing Mi menyapa Nie Shang saat dia tiba di depan pemuda yang memegang kipas tersebut, dia tidak henti-hentinya mengagumi keindahan Penginapan Seribu Tahun ini.


"Kabarku baik, Saudara Jing. Kenapa hanya kalian bertiga, kau tidak mengajak Saudara Xiao?" Nie Shang sedikit memiringkan kepalanya, dia pikir Xiao Shuxiang terhalang oleh tubuh Jing Mi yang besar, sayang dia tidak menemukan siapa pun.


Hou Yong, "Saudara Xiao pergi ke Benua Utara. Tapi jangan khawatir, dia pasti akan datang berkunjung kemari. Sekarang aku ingin melanjutkan tugasku seperti biasa~"


Wajah Hou Yong terlihat senang, dia memang punya pekerjaan khusus di tempat ini dan itu adalah mengurus kandang kuda.


"Sudah ada yang mengurus kandang kuda, Saudara Hou tidak perlu melakukannya. Tapi karena kalian ada di sini, aku ingin meminta bantuan.." Nie Shang menjelaskan bahwa dia harus pergi ke Asosiasi Teratai Emas untuk memenuhi undangan dan dirinya butuh orang yang bisa menjadi pengawalnya.


".. Siu Yixin dan Mo Huai tidak ada. Aku kurang nyaman bila menyewa orang lain, apa kalian mau?"


Yi Wen, "Memang Siu Yixin dan Mo Huai pergi ke mana?"


Nie Shang menggeleng, dia tidak tahu ke mana perginya kedua temannya tersebut. Waktunya terbuang banyak untuk mencari mereka dan dirinya sudah menyerah.


Jing Mi menepuk pundak Nie Shang dan berkata bahwa tanpa disewa pun--dia dengan senang hati akan menjadi pengawal. Hou Yong juga demikian, dia memang belum pernah menjelajahi banyak tempat di Benua Tengah.


"Baguslah kalau kalian mau. Saudara Wen, ayo ikut.." Nie Shang senang karena memiliki teman-teman yang baik, dia mengajak Yi Wen, Jing Mi, dan Hou Yong.


Kereta sebenarnya sudah lama siap, tetapi karena mencari Siu Yixin dan Mo Huai--waktu berangkat Nie Shang jadi tertunda. Padahal semalam dia sudah memberitahukan ini pada kedua temannya, namun Siu Yixin dan Mo Huai sepertinya lupa.


"Asosiasi Teratai Emas itu ada di mana?" Jing Mi tidak banyak mengenal lokasi di Benua Tengah, karenanya dia bertanya.


Nie Shang menjawab bahwa tempat yang akan mereka datangi ada di Kekaisaran Langit Selatan, mendengarnya membuat Yi Wen berhenti melangkah.


"Itu terlalu jauh.. Aku sepertinya tidak bisa pergi,"


?!


Jing Mi, Nie Shang, dan Hou Yong menoleh saat mendengar ucapan Yi Wen. Gadis cantik berambut sepanjang leher itu mengatakan dia harus tetap di sini.


".. Siu Yixin dan Mo Huai pergi entah ke mana. Kalian akan berangkat ke Asosiasi, tapi harus ada yang menjaga tempat ini, bukan?"


Yi Wen memain-mainkan rambutnya dan kembali mengatakan bahwa Siu Yixin juga harus tahu tentang Scarlet Darah, mengingat pemuda itu dahulunya adalah bagian dari Pilar Atas Scarlet Bayangan.


"Mm, kau benar. Siu Yixin belum tahu apa-apa tentang ini, dia juga bisa membantu.." Jing Mi membiarkan Yi Wen tetap tinggal dan mengurus penginapan sambil menunggu Siu Yixin.


Nie Shang mengerutkan keningnya, dia juga belum mengetahui tentang Scarlet Darah. Namun saat melihat wajah serius Jing Mi dan Hou Yong--dia merasa kedua temannya mulai berhadapan dengan bahaya lagi.


"Saudara Jing.."


"Saudara Nie, aku akan menceritakannya nanti.." Jing Mi tahu Nie Shang penasaran, dia juga tidak bermaksud menyembunyikan apa pun dari temannya ini, karena itulah dirinya akan menjadikan cerita tersebut sebagai teman makan dalam perjalanan mereka ke Asosiasi Teratai Emas.


Yi Wen mengantar kepergian ketiga temannya, dia melihat bagaimana kereta yang membawa Nie Shang mulai bergerak semakin menjauh darinya.


Jing Mi dan Hou Yong sendiri masing-masing menunggangi kuda, mereka berjalan beriringan dengan kereta milik Nie Shang.


?!


Yi Wen mendengar suara derak roda yang mendekat, dia berbalik ke belakang dan akhirnya tahu bahwa Siu Yixin dan Mo Huai baru saja datang dengan gerobak penuh sayur serta buah.


"♬♩ Ini angkutan yang kesembilan, dan aku belum kelelahan. Mendorong gerobak, tidak membuatku berkeringat. Yo yo..!♩♬"


Gaya bicara Siu Yixin masih tetap sama, yakni berucap namun memakai nada. Penampilannya pun tidak pernah berubah, dia selalu tampil begitu meriah.

__ADS_1


Siu Yixin nampak berjalan di samping gerobak yang didorong Mo Huai, pakaiannya berwarna merah dengan begitu banyak perhiasan, dia selalu terlihat mencolok.


Mo Huai sendiri yang paling kerepotan, dia terus mendorong gerobak sejak tadi dan ini membuat pakaiannya basah karena keringat. Dirinya menggelengkan kepala pelan saat mendengar ucapan Siu Yixin, sungguh dia ingin menarik telinga pemuda itu dan merutukinya habis-habisan.


"Kalian dari mana saja? Nie Shang sudah lama mencari kalian,"


"♬♪Yo, Yi Wen yang cantik, berwajah manis, bertubuh seksi. Kami pergi mengambil sayur untuk nantinya dimasak, yo! Kau sendiri, kenapa baru tiba di sini yo?♬♪"


"♬♪Aku menemui Saudara Xiao dan memang baru saja datang, yo! Nie Shang sekarang, ♬♪ sedang pergi ke Asosiasi Teratai Emas, bersama Saudara Jing dan Saudara Hou, yo! Awalnya, Nie Shang ingin meminta bantuan kalian, tapi kalian sulit ditemukan. Sekarang ini tidak ada yang menjaga penginapan, yo! jadi kalian yang harus menjaganya, yo yo!"


Yi Wen mengembuskan napas panjang, dia mengusap-usap dadanya karena baru saja bicara dengan nada pada Siu Yixin. Dia tidak percaya benar-benar bisa melakukannya.


Mo Huai mengerutkan kening, dia seketika tersentak kala menyadari sesuatu. "Tuan Muda Nie semalam memang memintaku menemaninya pergi, tapi karena paginya ada bahan makanan yang harus diambil--aku pergi mengambil bahan itu lebih dulu. Tapi tidak disangka akan begitu banyak,"


Siu Yixin, "♬♪ Aku juga membantunya, yo! Mo Huai memiliki tubuh yang kecil, kekuatannya masih kerdil, dia harus belajar lagi, tapi dia pekerja keras dan aku suka itu yo..! ♪♩"


Yi Wen tersenyum dan lalu berkata akan pergi. Dia menyerahkan penjagaan Penginapan Seribu Tahun kepada Siu Yixin dan Mo Huai. Dirinya lalu berpamitan.


!!


Mo Huai baru ingin bicara, namun gadis cantik berambut pendek itu langsung melesat pergi. Dia berdecak dan lalu menggelengkan kepala pelan.


"Nona Wen sepertinya begitu sibuk. Ayo bawa ini ke dalam, aku kelelahan dan ingin tidur.."


Mo Huai mendorong kembali gerobak berisi sayuran, harusnya gerobak ini ditarik oleh kuda atau paling tidak keledai, tetapi Siu Yixin menginginkan dia melatih kekuatan otot-otot tangan dan kakinya. Pemuda yang suka berbicara dengan memakai nada tersebut benar-benar keterlaluan.


Tidak jauh dari Penginapan Seribu Tahun, atau lebih tepatnya sekitar delapan puluh meter dari penginapan tersebut--sebuah kedai besar menjadi tempat berkumpulnya empat orang anggota dari Scarlet Darah.


Mereka memakai topeng rubah berwarna merah, satu di antara keempatnya merupakan wanita berpakaian yang berwarna senada dengan topengnya.


Mereka duduk di sebuah ruangan khusus yang cukup minim cahaya, pelayan yang mengantar hidangan dan juga arak bahkan harus berhati-hati melangkah.


["Aku sudah terlalu lama menunggu, kenapa Qian Kun belum juga datang.."]


Wanita berpakaian merah menuangkan arak di cawan gioknya dan lalu memutar-mutar cawan tersebut. Bokongnya sudah pegal karena telah duduk lama dan orang yang ditunggu bahkan belum memperlihatkan batang hidungnya.


["Dia pasti sangat sibuk.. Qian Kun mempunyai impian yang tidak biasa, jadi dirinya menghabiskan banyak waktu. Aku yakin dia akan datang sebentar lagi,"]


Seorang pemuda mulai menaikkan sedikit topengnya dan meminum arak di cawan gioknya dengan sekali tenggak.


Dia dan teman-temannya sudah menunggu sekitar delapan jam lebih, namun orang yang mereka tunggu masih belum datang. Sampai akhirnya sebuah suara langkah kaki terdengar.


Pemuda ini memakai topeng rubah berwarna merah. Dialah sosok yang sudah lama ditunggu oleh keempat anggota Scarlet Darah.


"Aku akan langsung saja," suara tegas dan penuh aura misterius membuat keempat orang rekannya memperhatikan dia dengan seksama.


Dalam sekali kibasan tangan, empat buah gulungan muncul di atas meja, tepat di depan masing-masing anggota Scarlet Darah.


".. Di dalam gulungan itu ada nama-nama pendekar yang harus kalian cari. Aku ingin mereka bergabung dengan kita dan kalian harus bisa membujuknya,"


Qian Kun meminta keempat rekannya untuk tidak menggunakan kekerasan. Bila ada pendekar yang tidak ingin bergabung, maka namanya hanya perlu ditandai. Dia tidak mau menimbulkan masalah yang tak perlu.


".. Itu saja yang ingin kusampaikan. Kalian boleh pergi,"


!!


Wanita berpakaian serba merah terkejut, dia lalu membuka topengnya hingga wajahnya yang tertutup cadar tipis terlihat. Wanita ini tidak lain adalah Nona Darah Madu.


"Kau meminta kami datang lebih awal dan hanya diberi gulungan ini?"


"Benar. Kau pikir apa?" suara Qian Kun ketus dan dingin, dia membuat Nona Darah Madu mendengus tak percaya.


Gadis berparas cantik itu sudah menunggu sangat lama dan Qian Kun bahkan tidak memberi alasan tentang keterlambatannya! Benar-benar kelewatan!


Tiga rekan Nona Darah Madu sebenarnya juga ikut kesal, namun mereka menahannya. Setelah mengambil gulungan masing-masing, mereka pun mulai berdiri dan kemudian berpamitan.


Nona Darah Madu mengambil kembali topengnya dan melangkah keluar menyusul ketiga rekannya yang lain. Dia meninggalkan Qian Kun yang tetap berdiri dengan penuh wibawa.


"Mereka sudah pergi, kau bisa keluar sekarang."


Qian Kun sedikit menengok ke atas, dia melihat sebuah asap tipis kehitaman perlahan turun dan menyelimuti sebuah kursi. Asap itu membentuk tubuh seorang gadis yang nampak memain-mainkan rambut pendeknya.


"Informasi apa yang kau bawa?"


"Bukankah lebih baik kau melepas topengmu dulu? Aku tidak pernah melihat wajahmu,"


Gadis berambut pendek tersebut menoleh dan menatap Qian Kun. Walau cahaya di ruangan ini redup, namun wajah gadis cantik itu masih terlihat jelas, dia adalah Yi Wen.


"Hmph, memang kau mau apakan wajahku? Bagi seseorang yang mengkhianati temannya, tidak mungkin kuberi kehormatan itu.." Qian Kun berjalan dan duduk berseberangan dengan Yi Wen, dia masih memakai topeng rubahnya.


"Aku tidak pernah mengkhianati temanku. Sudah kukatakan, Yi Wen ini seperti pedang bermata dua. Aku bisa melindungimu.. Tapi juga dapat menyerangmu."

__ADS_1


Sebulan saat Lan Guan Zhi, Xiao Lu, Yi Wen, dan yang lainnya datang tinggal di Sekte Pagoda Langit--Qian Kun bertemu gadis di depannya ini.


Yi Wen, di samping bakatnya yang seorang Ahli Racun, dia juga adalah taois. Gadis cantik itu sangat suka pergi ke pemakaman saat malam hari dan bereksperimen dengan para mayat di sana.


Qian Kun menawarinya kerja sama tanpa melihat wajah Yi Wen dengan jelas, dan gadis itu pun menerima tawaran tersebut tanpa berbalik. Baru setelah pertemuan kedua, mereka terkejut bukan main.


"Kalau dipikir-pikir lagi, ini pertemuan kita yang ketiga. Apa pendapatmu tentangku?" Yi Wen terus saja memainkan rambut pendeknya, dia terlihat begitu santai meski berhadapan dengan sosok Qian Kun.


"Kau tidak perlu mengalihkan pembicaraan, katakan saja informasi apa yang kau punya."


"Dingin sekali~ baiklah, Saudara Xiao sedang pergi ke Benua Utara, dia ingin mengajak kakek dan kedua orang tuanya menemui Grand Elder Sekte Pagoda Langit. Kau tahu, ini tentang pembahasan pernikahan Saudaraku dengan Nona Ling. Kau harus ucapkan selamat untuknya~ dia putramu, kan?"


Hanya ekspresi wajah Yi Wen yang dapat dibaca, gadis itu terlihat tersenyum dan seakan meledek Qian Kun. Sementara orang yang diledek hanya tetap duduk tenang dengan topeng yang menutupi wajahnya.


"Shuxiang ingin menikah..? Hmph, dia sepertinya mulai menentangku." Qian Kun memunculkan sebuah gulungan di tangan kanannya dan melemparkannya pada Yi Wen.


"Itu daftar sekte yang harus dilenyapkan sekaligus nama pendekar yang menolak ajakan dariku. Selesaikan itu semua secepatnya,"


"Haah.. Kau ini. Aku baru datang dan langsung diberi tugas? Kita bahkan belum saling mengenal kehidupan masing-masing. Apa kau tidak mau akrab denganku?" Yi Wen tidak banyak tahu tentang Qian Kun, tetapi dari yang dia perhatikan--orang ini sangat berbahaya.


"Kau ingin tahu banyak tentangku agar nanti bisa memberikan informasi itu pada Saudara Xiao-mu?"


"Mm, benar sekali. Jadi bagaimana? Kalau tidak mau mengatakan apa-apa tentang hidupmu, maka perlihatkan saja wajahmu."


"Wajah ini sulit dikenali olehnya. Lagipula Shuxiang sudah tahu siapa aku. Jadi sekarang pergilah,"


Ekspresi Yi Wen terlihat cemberut, dia lalu menggelembungkan pipinya dan mulai berdiri dengan membawa gulungan yang diberikan Qian Kun padanya. Cara berjalannya biasa saja tanpa rasa gugup akan di serang dari belakang.


Qian Kun sendiri masih duduk tenang, dia memperhatikan punggung gadis cantik yang memain-mainkan rambut tersebut. Saat Yi Wen mengambil langkah kelima, dirinya mulai bersuara kembali.


"Kudengar kau bukan warga asli Benua Timur,"


Tap


Yi Wen berhenti melangkah dan lalu membalikkan tubuhnya kala mendengar suara jantan Qian Kun. Dia menatap sosok bertopeng itu dengan ekspresi wajah keheranan.


"Kau dengar itu dari mana?" Yi Wen tidak terlihat terkejut sama sekali. Dia memang tidak pernah menyembunyikan apa pun tentang dirinya, tetapi juga bukan orang yang suka mengumbar-ngumbar identitas.


"Aku mendengarnya dari hembusan angin yang lewat. Jadi apa karena itu kau ingin bekerja sama denganku? Bukankah tindakan ini tidak baik dilakukan.. Oleh seseorang yang menjadi bagian dari Pilar Dunia?"


!!


Yi Wen berhenti memain-mainkan rambutnya sejenak sebelum kembali melakukannya lagi. Dia terkejut karena Qian Kun mengetahui hal yang tidak pernah terduga sebelumnya.


"Berita yang diberikan hembusan angin padamu cukup akurat. Aku jadi kagum pada kemampuanmu.." Yi Wen tersenyum sebelum kembali bicara.


".. Kau tahu, Desa Tani adalah tempat yang paling terpencil di Benua Timur. Lokasi yang sangat minim Qi dan jarang pendekar pergi ke sana. Kehidupan warga desa sangat sulit, tetapi tempat itu cocok untuk para pelarian.."


Selama ini, warga Desa Tani mungkin terlihat seperti manusia biasa. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit dari mereka yang mempunyai latar belakang tidak disangka-sangka. Identitas Yang Shu adalah salah satu contohnya.


".. Saudara Xiao hanya peduli diri sendiri, dia tidak pernah mau mencampuri urusan orang lain dan karena itulah dia tidak mengenal baik teman-temannya. Yaah, mungkin karena Saudara Xiao berpikir semua orang punya masa lalu dan dia hanya perlu tetap menatap ke depan,"


Qian Kun mendengus pelan, "Seseorang yang memiliki hati giok hitam tidak akan pernah peduli dengan orang lain, Yi Wen. Xiao Shuxiang bahkan bisa membunuh orang tua dan saudaranya sendiri tanpa ragu. Dia tidak akan pernah menyesali perbuatannya itu,"


Terdapat ketegasan pada ucapannya, dia memang sangat mengenal Xiao Shuxiang dan yakin bahwa sampai sekarang--Andai dihadapkan pada dua pilihan, pemuda itu pasti akan memilih mengorbankan orang lain.


".. Kau jangan salah. Alasan mengapa dia begitu percaya pada teman-temannya, dan selalu berkata kalian tidak akan bisa mengkhianatinya serta mustahil menjadi pengkhianat adalah karena nyawa kalian ada di tangan Xiao Shuxiang.." Qian Kun tersenyum di balik topengnya, dia bisa melihat ekspresi wajah Yi Wen yang begitu serius.


".. Dia memiliki 'Jurus Kebangkitan Kembali'. Sebuah jurus yang dapat Xiao Shuxiang gunakan setelah mengorbankan banyak nyawa manusia, makhluk yang paling tidak disukainya. Sekali kau bicara padanya saja, Xiao Shuxiang sudah memasukkanmu dalam daftar korbannya. Kau pikir dia berubah? Hmph, sama sekali tidak. Takdirnya ada untuk menghancurkan, Xiao Shuxiang tidak bisa lari dari takdir itu."


!!


Yi Wen terkejut mendengarnya. Pantas saja selama ini Saudara Xiao-nya begitu percaya diri, memiliki keyakinan kuat pada para murid Sekte Kupu-Kupu dan seluruh Warga Kota Awan Dingin. Semua adalah karena mereka telah menjadi bagian dari pengorbanan dalam Jurus Kebangkitan Kembali.


"Perlu kau ketahui, hidupmu sudah dalam bahaya saat kau pertama kali menyapa dirinya. Xiao Shuxiang sebenarnya makhluk yang tidak boleh kau ajak bicara, dia bahkan lebih buruk daripada Iblis yang tertidur di Benua Selatan. Andai Segel Pengekang Jiwa tidak ada padanya, maka sudah sejak lama dia kembali menjadi Sang Bintang Penghancur."


Yi Wen, "Saudara Xiao bisa saja mengambil nyawa siapa pun, tetapi dia tidak akan pernah menggunakan 'Jurus Kebangkitan Kembali'. Saudaraku mungkin saja lebih buruk daripada Iblis yang kau katakan, tetapi dia memiliki keinginan hidup sebagai manusia, makhluk yang Dahulunya tidak dia sukai."


Ada penekanan pada ucapan Yi Wen, tatapan mata gadis itu memperlihatkan keyakinan yang dalam. Dia seakan tidak meragukan kemampuan Xiao Shuxiang.


"Mm.. Kalau sangat percaya padanya, lantas mengapa kau membantuku? Jangan bilang karena kau tidak suka dia menikah?" pertanyaan dari Qian Kun terkesan meledek dan ini membuat Yi Wen tersenyum.


"If that .. Let's just say I want to test whether that young man is worthy of being a part the Five Pillars of the World,"


["Kalau itu .. Anggap saja aku ingin menguji apakah pemuda itu layak menjadi bagian dari Lima Pilar Dunia,"]


Bersamaan Yi Wen berucap, tubuhnya mulai diselimuti asap hitam dan perlahan dirinya menghilang, dia meninggalkan Qian Kun sendirian.


Jauh di tempat lain, Xiao Shuxiang yang baru menapakkan kakinya di lantai kapal merasakan sakit pada dadanya.


***

__ADS_1


__ADS_2