
Ping Gou membawa Xiao Shuxiang ke tempatnya, sebab hanya tempat inilah yang jauh dari hiruk pikuk dunia luar.
"Tuan, Anda tidak merasa khawatir? Misi yang Anda berikan dapat membunuh mereka."
"Ping Gou, hanya orang kuatlah yang dapat bertahan hidup. Jika mereka tewas hanya dengan misi ini, berarti mereka lemah..! Aku tidak ingin memiliki pengikut yang lemah..!"
Xiao Shuxiang melompat turun dari tubuh Ping Gou, dia kemudian berjalan dan mulai duduk di atas dipan giok hitam.
Xiao Shuxiang, "Kau harus menjaga tempat ini dan tidak membuat kebisingan. Jika anak-anak itu datang berkunjung, pastikan mereka tidak bersuara apalagi sampai membangunkanku."
"Baik, Tuan."
Ping Gou memperhatikan Xiao Shuxiang yang mulai berbaring dan perlahan menutup matanya. Hanya dengan tiga tarikan napas, sebuah asap tipis berwarna hitam menyelimuti tubuhnya.
Hibernasi adalah salah satu caranya untuk mengurangi rasa haus akan pembataian.
Selama Xiao Shuxiang tidur, Jing Mi dan teman-temannya mulai membagi-bagi tugas. Zhi Shu dan Hai Feng memanfaatkan hubungan bisnis dengan Thian Zai untuk mendapatkan Lentera Phoenix.
Ketika mengunjungi Thian Zai, mereka berdua ternyata telah ditunggu oleh seorang gadis berusia 17 tahun yang menyebut dirinya sebagai anak dari pemilik Asosiasi, Liu Xi Ling.
Dia memiliki rambut ungu gelap dengan mata berwarna hijau muda, warna rambut dan mata yang jarang dilihat oleh Zhi Shu dan Hai Feng.
Liu Xi Ling penasaran dengan orang yang telah membuat salah satu cabang Asosiasinya begitu terkenal.
Rapat antara pemegang saham kemarin begitu menggegerkan, sebab laporan keuangan yang diberikan Thian Zai meningkat drastis dan sangat sulit untuk dipercaya.
Liu Xi Ling akhirnya memutuskan untuk datang sendiri dan memeriksa kebenarannya.
Sungguh mengejutkan, kultivator, pedagang dan pendekar biasa saling berebut agar bisa membeli pil yang dijual oleh Thian Zai.
"Umumnya, pil diperuntukkan bagi para kultivator. Tidak banyak pil yang cocok dikonsumsi oleh manusia biasa, bahkan beberapa pil dapat membakar tubuh mereka jika nekat memakannya. Melihat bahwa seorang jenius muda menjalin bisnis dengan kami, akan sangat tidak sopan bila aku mengabaikannya."
"......"
"......"
Zhi Shu dan Hai Feng saling berpandangan, mereka berdua sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Liu Xi Ling.
Zhi Shu, "Emm... Kami ingin mengantar pesanan sekaligus memberi tahu bahwa ini yang terakhir. Kami tidak akan menjalin kerjasama lagi."
!!
Ucapan Zhi Shu tentulah membuat terkejut Liu Xi Ling dan Thian Zai. Mereka berdua langsung melontarkan banyak pertanyaan kepada Zhi Shu dan Hai Feng.
Thian Zhai, "Ke-Kenapa Nona?!"
Liu Xi Ling, "Apakah perlakuan kami sudah menyinggung Nona dan Tuan Muda? Atau mungkin ada yang Nona serta Tuan tidak suka? Aku-"
Hai Feng. "Tunggu, Nona Liu..! Anda tidak perlu secemas itu. Kami diperlakukan dengan baik. Namun sesuai kontrak, ini adalah yang terakhir..."
Liu Xi Ling tentu merasa cemas, "Haah... Astaga. Meskipun Asosiasi Bangau Merak termasuk besar. Namun melepaskan hubungan bisnis dengan seorang Alkemis adalah kerugian yang besar."
__ADS_1
Liu Xi Ling dengan sopan membujuk, "Nona dan Tuan Muda. Bagaimana jika kita teruskan kerjasama ini? Kami bisa menawarkan lima persen saham Asosiasi untuk kalian jika terus mengikat hubungan dengan kami, bagaimana?"
Thian Zhai, "Nona dan Tuan Muda tolong pikirkanlah baik-baik."
"......"
Zhi Shu dan Hai Feng tidak terlalu mengerti tentang saham, namun rencana keduanya berhasil.
Sambil tersenyum, Zhi Shu menjelaskan. "Sebenarnya alasan kami tidak ingin memperpanjang kontrak adalah karena aku dan saudaraku akan sibuk menjalankan misi berburu Lentera Phoenix. Saudaraku, ingin kami mendapatkan Lentera itu."
Liu Xi Ling sama sekali tidak terkejut, dia malah mengangguk. "Aku akan membantu mencarikan Lentera Phoenix itu. Kami akan berusaha mendapatkannya untuk Nona dan Tuan Muda,"
Saat Zhi Shu dan Hai Feng masih berbincang-bincang dengan Liu Xi Ling. Di tempat lain, Jing Mi dan Yi Wen sedang memasuki bangunan yang bernama Persik Walet.
Mereka berniat menjalankan misi pengawalan, sebab salah satu penjelasan di dalam gulungan pemberian Xiao Shuxiang meminta mereka untuk menjadi bagian Pendekar Walet Pelindung.
Berbeda dengan keempat temannya, Hou Yong dan Bao Yu langsung bergegas pulang ke Desa Tani untuk mengambil Lentera Phoenix yang tertanam di pinggiran desa.
Sementara itu, Feng Ying----Sesuai dengan permintaan Xiao Shuxiang, dia mengunjungi tempat Patriarch Ketiga dan membersihkan kediaman serta merawat tanamannya.
Dirinya juga mengunjungi Patriarch Pertama dan kemudian pergi ke Sekte Pedang Langit untuk mengantarkan makanan pada Lan Xiao sekaligus menemui Yang Shu.
Tiga bulan pertama, Jing Mi dan saudara-saudaranya masih bisa berkumpul. Namun bulan berikutnya, mereka harus terpisah jauh demi menyelesaikan misi pemberian Xiao Shuxiang.
Patriarch Ketiga, Zhou Yan baru mengetahui bahwa yang selama ini membersihkan kediaman dan merawat tanamannya bukanlah Xiao Shuxiang.
Dia pun bertanya keberadaan bocah tersebut kepada Feng Ying. Dan setelah mendengar ucapan Feng Ying, dirinya langsung bergegas dan menuju ke tempat Ping Gou.
Awalnya Ping Gou tidak mengizinkan Zhou Yan memeriksa kondisi tuannya, dia bahkan berniat bertarung jika saja Zhou Yan masih keras kepala.
Zhou Yan tentu terkejut, ucapan Feng Ying memang benar. Xiao Shuxiang tertidur panjang.
Tidak ada lagi asap tipis yang terlihat di tubuh Xiao Shuxiang. Dia terlihat seperti anak laki-laki yang tertidur terlentang dengan begitu tenang.
Saat memeriksa kondisi tubuh Xiao Shuxiang, dia merasakan keanehan. Jantung anak itu hanya berdetak sekali selama dua menit.
Aliran darahnya berhenti dan yang mengambil alih adalah Qi yang terus terhisap ke dalam tubuh Xiao Shuxiang dan memenuhi dantiannya.
Zhou Yan tidak tahu apa yang terjadi pada bocah laki-laki tersebut. Dalam hati dia bertanya-tanya, mungkinkah anak ini belajar sebuah teknik baru..?
Zhou Yan kemudian pergi, dia merasa harus mengunjungi Bai Wu Dang. Jawaban dari kondisi Xiao Shuxiang pasti ada di salah satu buku koleksi Bai Wu Dang.
Enam bulan berikutnya, Sekte Kupu-Kupu telah memiliki murid yang baru. Ketika Ro Wei kembali dari menjalani misi, dia membawa dua orang anak laki-laki yang tidak memiliki tempat tinggal. Keduanya lalu dilatih oleh Ro Wei sendiri.
Yang Shu baru dijemput setelah Sekte Kupu-Kupu memiliki sepuluh orang murid baru. Sama seperti Zhou Yan, saat mendengar cucunya melakukan tidur panjang----Yang Shu begitu terkejut.
Dia ingin membangunkan Xiao Shuxiang, tetapi Ro We, Zhi Shu,dan Hai Feng melarang.
Ping Gou yang bertugas menjaga Xiao Shuxiang, dia begitu teliti memeriksa setiap orang yang datang berkunjung. Dia memaksa mereka untuk menyegel suaranya sendiri agar bisa menemui Xiao Shuxiang.
Di antara teman-temannya, hanya Jing Mi dan Yi Wen yang tidak pernah pulang. Keduanya terus berkelana dan seringkali harus bertarung dengan kultivator Aliran Hitam yang juga mengincar Lentera Phoenix tersebut.
__ADS_1
Jing Mi dan Yi Wen tidak mengetahui manfaat dari Lentera Phoenix, tetapi melihat banyak kultivator yang mengincarnya----erarti itu bukanlah lentera biasa.
*
*
*
Dua tahun telah berlalu, murid Sekte Kupu-Kupu semakin bertambah. Awalnya, banyak anak yang tidak lulus dari ujian sekte impiannya dan kemudian mencari Sekte Kupu-Kupu sebagai pilihan terakhir.
Ro Wei sebenarnya merasa kesal, apalagi anak-anak yang datang mendaftar kebanyakan tidak sopan dan berlagak seperti seorang bos.
Kesabaran Ro Wei benar-benar diuji. Itu bisa dilihat dari tiga murid yang sudah dia tandai akan ditebas habis suatu hari nanti.
Tiga murid ini sering bersikap manja dan mencari muka di depan Yang Shu.
Ketika ada anak yang baru bergabung di sekte, mereka bertiga menjadikannya budak dan diperlakukan dengan kejam.
Ro Wei tidak bisa mengurus semuanya sendiri. Apalagi sekarang ini, Hou Yong dan Bao Yu juga tidak pernah pulang.
Zhi Shu dan Hai Feng mungkin masih sering datang, tetapi keduanya tidak bisa berlama-lama karena memiliki urusan di Asosiasi.
Sementara Feng Ying sibuk mengurusi tanaman Patriarch Ketiga, memberi makan Lan Xiao dan mengunjungi Patriarch Pertama untuk membuatkan Patriarch makanan manis yang sebelumnya telah diajarkan oleh Xiao Shuxiang padanya.
Xiao Shuxiang berpesan kepada Feng Ying agar hubungan dengan Patriarch Pertama harus terus berjalan.
Dia juga meminta Feng Ying agar sesekali mengunjungi bukit patriarch yang lain, mengunjungi nenek Nian, serta Penjaga Kebersihan Sekte Pedang Langit.
Selama dua tahun tersebut, sesekali Patriarch Pertama dan Patriarch Ketiga melihat kondisi Xiao Shuxiang.
Patriarch Ketiga selalu memasukkan sebutir pil buatannya ke dalam mulut Xiao Shuxiang. Pil tersebut langsung melebur bersamaan dengan semakin lancarnya aliran Qi di dalam tubuh Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi sendiri, hanya setiap sebulan sekali dia mengunjungi Xiao Shuxiang bersama dengan Harimau Bulan, Lan Xiao.
Dia merasa heran saat menyadari detak jantung Xiao Shuxiang yang begitu aneh. Sangat mirip dengan keadaan hewan yang sedang hibernasi.
Selama dua tahun, keadaan baik-baik saja. Namun tahun berikutnya, terdengar kabar bahwa di Kekaisaran Matahari Terbit, Sekte Serigala Iblis berperang dengan Sekte Bambu Perak.
Sangat disayangkan, perang tersebut membuat Sekte Bambu Perak mengalami banyak kerugian. Ada salah satu murid mereka yang berkhianat, membuat Sekte Bambu Perak harus mengalami kekalahan.
Perang ini terjadi begitu saja, mereka tidak sempat meminta bantuan. Sementara pihak lawan dibantu oleh Scarlet Bayangan.
Alasan pecahnya perang tersebut adalah karena Sekte Serigala Iblis menginginkan pusaka mereka yang ternyata adalah Lentera Phoenix.
Ro Wei, Zhi Shu dan Hai Feng yang mendengar kabar ini----Di satu sisi merasa cemas dengan keadaan Xiao Lu, namun di sisi lain mereka penasaran dengan kegunaan sebenarnya dari Lentera Phoenix tersebut.
Diperebutkan sampai harus mengorbankan banyak nyawa, pastilah lentera itu bukanlah lentera biasa.
"Aku harus menyembunyikannya, jika mereka tahu kami memiliki dua Lentera Phoenix.. Maka Sekte Kupu-Kupu akan diserang.." Ro Wei membungkus Lentera yang terbuat dari emas hitam, berbentuk kotak kecil, memiliki ukiran tubuh Phoenix pada pinggiran kacanya dengan cahaya berwarna biru.
Satu lentera lagi memiliki cahaya berwarna kuning keemasan, dan seperti ada kilatan-kilatan petir di dalamnya.
__ADS_1
Ro Wei membungkus kedua lentera tersebut dengan hati-hati, dan segera membawanya ke tempat Ping Gou. Dia merasa, hanya tempat itulah yang paling aman untuk menyimpannya.
***