
BAAAM!!
"Saudaraku, Tenanglah! Tenangkan Dirimu..!!" Jing Mi berusaha sebisa mungkin untuk menghindari serangan Xiao Shuxiang, pohon tempatnya berpijak tadi langsung tumbang setelah dihantam oleh saudaranya itu.
"Saudara Jing. Bukan aku yang harusnya kau tenangkan, tapi Yīng xióng! Pedang tidak waras ini terus saja menarikku untuk menyerang kalian!"
Beruntung Xiao Shuxiang memiliki stamina yang lebih banyak setelah menggila dengan mayat-mayat hidup tadi.
Andai yang memakai Yīng xióng adalah kultivator biasa, dirinya pasti sudah pingsan karena kelelahan. Dan Yīng xióng akan jauh lebih menggila lagi.
TRAAANG!
Pedang Xiao Shuxiang berbenturan keras dengan Pedang Lan Guan Zhi. Benturan kedua pedang tersebut menghasilkan kilatan kejut.
Dai Chen dan Jing Mi juga ikut menahan serangan Xiao Shuxiang. Walau akar menjalar milik Dai Chen juga membantu, nyatanya mereka masih sulit menghentikannya.
"Sebenarnya pedangmu ini kau dapat dari mana?!" Dai Chen menggertakkan gigi. Dia memang disukai Qi, tetapi terus melawan Xiao Shuxiang secara cepat dan tanpa henti tetap saja membuat lelah.
BAAAM!
Dai Chen terlempar mundur saat tiga akar menjalarnya, yang menahan serangan pedang Xiao Shuxiang meledak.
!!
Hanya sepersekian detik, pedang Xiao Shuxiang hampir menusuk wajah Dai Chen andai Lan Guan Zhi tidak segera memberi tendangan pada Xiao Shuxiang.
BAAM!
Xiao Shuxiang menghantam salah satu dinding rumah hingga dinding yang terbuat dari kayu tersebut roboh.
"Bagus, Lan Zhi." meski tubuhnya sakit, tetapi dengan cepat rasa sakitnya menghilang. Xiao Shuxiang kembali diserang Lan Guan Zhi dengan begitu serius.
Keduanya saling bertukar serangan, Lan Guan Zhi tidak boleh mengendurkan serangannya, tubuhnya juga harus bergerak gesit untuk menghindar dan menangkis serangan pedang milik Xiao Shuxiang.
TRAANG!
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi bertarung hingga beberapa rumah warga harus terkena imbasnya. Mereka bahkan seakan tidak sadar bertarung di atap rumah warga.
TRAANG!
Anehnya, pedang Xiao Shuxiang semakin lama semakin cepat. Mengejutkannya lagi adalah pedang tersebut mengeluarkan Aura Pembunuh yang pekat.
Lan Guan Zhi sejak tadi sudah mengeluarkan Aura Pendekarnya. Tetapi memang Aura Pembunuh Yīng xióng lebih kuat hingga mampu memperlambat gerakannya.
Dai Chen dan Jing Mi menyadari Lan Guan Zhi mulai kesulitan, keduanya lalu melesat untuk membantu temannya itu.
TRAANG!
Jing Mi berseru, "Saudara Xiao! Kau sebenarnya menahan pedang itu atau tidak?! Seranganmu liar sekali..!"
Baru kali ini dia merasakan tenaga dan mentalnya cepat terkuras habis. Dia harus terus memperhatikan serangan Xiao Shuxiang. Sedikit saja dirinya lengah, maka dia akan dimakan oleh Yīng xióng.
"Saudara Jing! Aku menahannya..! Kau saja yang tidak tahu posisiku sekarang ini..!"
Xiao Shuxiang merutuk dalam hati, pedangnya ternyata belum sempurna. Akan sangat berbahaya jika pedang ini tidak segera dihentikan, dia harus melakukan sesuatu.
"Kalau saja pedang itu dapat disegel.." Dai Chen seperti sudah mencapai batasnya. Bukan hanya dia, tetapi Jing Mi merasakan hal yang sama.
Ucapan Dai Chen membuat Xiao Shuxiang tersentak, sangat disayangkan dirinya tidak menguasai ilmu penyegelan. Lan Guan Zhi menyeru agar Xiao Shuxiang memberikan sarung pedang Yīng xióng padanya.
TRAANG!
Pedang Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang kembali berbenturan. Dengan susah payah akhirnya Xiao Shuxiang dapat mengeluarkan sarung pedangnya dari Cincin Spasial dan melemparkannya pada Lan Guan Zhi.
__ADS_1
Dai Chen dan Jing Mi memakai seluruh tenaga mereka untuk menahan Xiao Shuxiang sambil memberi waktu Lan Guan Zhi membuat segel pada sarung pedang tersebut.
Kedua kaki Jing Mi dan seluruh tubuhnya sudah sangat berat digerakkan, apalagi sekarang ditambah dengan Aura Pembunuh milik Yīng xióng, membuat dirinya semakin kesulitan.
Lan Guan Zhi menggunakan ujung pedangnya untuk mengukir segel, gerakan tangannya cepat namun melembut secara bersamaan.
Setelah selesai, dirinya segera melesat ke tempat Xiao Shuxiang. Dia menangkis beberapa serangan sambil mencari saat yang tepat untuk memasukkan Yīng xióng kembali pada sarungnya.
"Sekarang Lan Zhi!" Xiao Shuxiang menyeru, dia menghunuskan pedangnya yang dengan cepat d sambut oleh Lan Guan Zhi.
Yīng xióng akhirnya dapat tersegel, Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi hampir bertabrakan gara-gara pedang tersebut.
Xiao Shuxiang dengan napas terengah-engah, mencoba untuk duduk. Dia bisa melihat Dai Chen dan Jing Mi juga mulai mengatur napas mereka. Keempatnya benar-benar bertarung semalaman.
"Hah, hah..! Pedang ini mengerikan, aku masih harus menyempurnakannya.." Xiao Shuxiang menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengeluarkan beberapa pil dari Cincin Spasialnya.
Dia melemparkan satu butir pil pada Jing Mi, Dai Chen, dan Lan Guan Zhi. Dia juga memakan satu butir yang bisa memulihkan tenaga walau tidak terlalu banyak.
Cahaya matahari semakin naik, sebuah suara membuat Xiao Shuxiang dan teman-temannya tersentak.
Jing Mi mengembuskan napas lega saat suara itu ternyata adalah milik seorang anak perempuan berusia sekitar 6 Tahun.
"Orang jahat telah dikalahkan..! Orang jahat telah dikalahkan..! Kakak hebat!"
Beberapa warga mulai keluar dari dalam rumahnya. Bahkan rumah yang dinding dan atapnya rusak karena pertarungan Xiao Shuxiang dan teman-temannya rupanya dihuni oleh beberapa orang.
Mereka menggali tanah di dalam rumahnya dan menutupi lubang tersebut dengan papan. Para warga tersebut melumuri pakaian dan badan mereka dengan lumpur serta kotoran ternak.
Melihat banyak warga yang mulai muncul membuat Xiao Shuxiang tercengang. Penyamaran mereka totalitas sekali, sangat pantas jika dirinya tidak dapat mencium bau manusia apalagi menyadari kehadiran mereka.
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi melompat turun dari atap. Keduanya bergabung bersama Dai Chen dan Jing Mi.
Salah seorang warga yang pakaian dan tubuhnya kotor mengucapkan terima kasih pada Xiao Shuxiang serta ketiga temannya.
Baru saja warga yang diajak bicara oleh Jing Mi ingin menjawab, namun salah satu wanita berkata agar sebaiknya mereka semua membersihkan diri terlebih dahulu.
"Aku juga setuju," Xiao Shuxiang dan ketiga temannya juga sebenarnya tidak dalam keadaan bersih.
Mayat-mayat hidup yang mereka serang memiliki bau menyengat, memang sudah seharusnya mereka membersihkan diri.
Seorang pemuda yang berusia 17 tahun mengantar Xiao Shuxiang dan ketiga temannya ke sebuah tempat pemandian. Letaknya ada di dalam salah satu bangunan, berjarak sekitar 20 meter dari tempat pertarungan mereka tadi.
Sama seperti yang lainnya, tidak ada orang di dalam bangunan tersebut. Tetapi tempat ini begitu bersih dan terawat.
"Pendekar, anda jangan bingung. Setiap malam bulan purnama, kami selalu bermandikan lumpur dan kotoran ternak, kemudian mengubur diri di dalam rumah. Hanya ini cara yang kami punya agar dapat terhindar dari serangan mayat-mayat hidup tersebut."
Pemuda bernama Mo Huai ini menjelaskan mengenai kotanya bisa berubah semenjak walikota mereka menikah dengan pendekar wanita pengelana.
"Pendekar, aku akan menceritakannya lagi setelah kalian membersihkan diri. Silahkan.." Mo Huai membuka sebuah pintu kayu, terlihat kolam besar yang ternyata adalah kolam air panas.
Dikelilingi dengan bebatuan putih dan sedikit semak rerumputan. Kolam ini menghasilkan uap yang bisa menyelubungi penglihatan.
"Saudara Mo, kau tidak mandi bersama?" Jing Mi mengajak Mo Huai untuk ikut mandi, tapi pria tersebut menolaknya dengan alasan tubuhnya penuh dengan lumpur dan kotoran ternak.
".. Ada sungai di dekat sini. Kami selalu membersihkan tubuh di tempat itu. Pendekar silahkan gunakan kolam ini sesuka hati, kalau begitu saya permisi dulu.."
"Hm, baiklah." Xiao Shuxiang menutup pintu lalu mengajak Jing Mi untuk berendam, dia sedikit tersentak karena Dai Chen dan Lan Guan Zhi ternyata sudah ada di dalam kolam.
"Kalian berdua cepat sekali.." Xiao Shuxiang dan Jing Mi melepaskan semua pakaiannya lalu ikut berendam bersama kedua temannya yang lain.
Suhu air ini benar-benar sesuai, seakan beban di pundak Xiao Shuxiang terangkat semua dan seluruh tubuhnya menjadi ringan.
Xiao Shuxiang benar-benar menceburkan dirinya ke dalam air, dia menahan napas sekitar satu menit lalu muncul lagi.
__ADS_1
Jing Mi menggeleng melihat tingkah saudaranya, diam-diam dirinya juga melakukan hal yang sama.
Xiao Shuxiang lalu berkata bahwa dirinya sudah selesai mandi, dia tidak terlalu suka berlama-lama di air.
Baru saja akan melangkah keluar dari kolam, Jing Mi seketika berseru seperti terkejut melihat sesuatu.
"Saudara Xiao, punggungmu..!"
"Hm? Apa?"
!
Dai Chen dan Lan Guan Zhi juga melihatnya, di punggung Xiao Shuxiang tiba-tiba saja muncul lukisan seekor Phoenix. Mirip dengan Phoenix yang dimenangkan Hai Feng dan Zhi Shu dalam pelelangan kala itu.
"Pantas saja punggungku panas.." Xiao Shuxiang tidak terlalu ambil pusing dengan tato Phoenix pada punggungnya, dia kemudian mengajak teman-temannya untuk segera keluar dari kolam, mereka harus segera melanjutkan perjalanan.
Dai Chen, Jing Mi, dan Lan Guan Zhi mengeluarkan pakaian ganti dari dalam kantong penyimpanan mereka, sementara Xiao Shuxiang mengeluarkannya dari dalam Cincin Spasialnya.
Tato Phoenix Api di punggung Xiao Shuxiang hanya muncul saat terkena air, dia juga baru tahu saat Jing Mi mengatakannya.
Setelah berpakaian, keempatnya menemui Mo Huai dan para warga. Mereka ternyata dijamu dengan makanan yang banyak serta diperlakukan begitu hormat.
"Jangan sungkan-sungkan, Pendekar. Ini sebagai rasa terima kasih kami.." seorang pria paruh baya tersenyum ramah dan meminta agar keempat kultivator tersebut mencicipi makanan yang mereka buat.
Xiao Shuxiang yang mulai duluan, dia menguji apakah makanan tersebut mengandung racun atau tidak. Biar bagaimanapun, mereka berempat tidak akrab dengan warga kota ini.
"Baiklah, kalian boleh memakannya.." setelah Xiao Shuxiang memastikan tidak ada racunnya, dia mempersilahkan teman-temannya untuk makan.
Lan Guan Zhi memakan sesumpit nasi kemudian berhenti, sementara Dai Chen hanya memakan lima kali sumpitan dan juga ikut berhenti.
Berbeda dengan Jing Mi dan Xiao Shuxiang. Kedua makhluk ini sangat menikmati hidangan yang ada, mereka sampai lupa menanyakan tentang Duan De.
Untunglah ada Dai Chen dan Lan Guan Zhi, keduanya mendengarkan dengan saksama penjelasan pria paruh baya tentang orang yang mereka cari.
Memang benar, ciri fisik Duan De sangat dikenal oleh warga Kota Awan Dingin. Kakek itu memiliki bentuk tubuh seperti anak kecil dengan janggut begitu panjang, dan dirinya bersama dengan seorang pria yang sering berpenampilan mencolok.
".. Gaya bicaranya sangat aneh, jadi kami dapat mengingatnya dengan jelas,"
"Itu pasti Siu Yixin, tidak salah lagi." Xiao Shuxiang mengusap-usap perutnya yang telah diisi penuh, kemampuannya menghabiskan makanan dalam waktu singkat membuat beberapa warga bergidik ngeri.
Pasalnya, tubuh Xiao Shuxiang tidak sebesar Jing Mi. Mereka tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri.
"Kau yakin makanannya tidak keluar dari punggungnya?"
"Kurasa.. Dia makan dengan makhluk yang tidak terlihat,"
"Makanan itu untuk seratus orang. Tapi.."
Pemikiran warga berbeda-beda, mereka melihat Jing Mi yang berotot dan bertubuh besar hanya mampu menghabiskan 20 porsi makanan, sisanya disapu bersih oleh Xiao Shuxiang.
Dai Chen dan Lan Guan Zhi juga tidak habis pikir, kedua teman mereka ini sangat tidak tahu malu.
Setelah mendapat informasi yang cukup, keempatnya mulai melanjutkan perjalanan. Tujuan mereka adalah kediaman wali kota, Mo Huai menawarkan diri untuk mengantar Xiao Shuxiang dan ketiga temannya.
Baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja Mo Huai berteriak kesakitan sampai terjatuh di tanah. Xiao Shuxiang dan yang lainnya begitu terkejut, apalagi teriakan Mo Huai semakin mengerikan.
Dia mencakar-cakar dadanya, pakaiannya hampir koyak karena terus dicakar. Dai Chen dan Jing Mi segera menahan tangan Mo Huai agar tidak melukai tubuhnya sendiri, mereka berusaha menenangkan Mo Huai.
"AAAAAK! SAAAKIIIT!"
!!
Jing Mi panik, dia melihat raut wajah Mo Huai menegang, matanya melotot tajam, dan darah keluar dari mulutnya yang terus berteriak. Ada sesuatu di dalam tubuh Mo Huai yang membuatnya kesakitan seperti hampir mati.
__ADS_1
******