XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
430 - Mutiara Pelahap Maut


__ADS_3

BAAAAM..!


Nan Shui Gong menghantam tanah, dia menggertakkan giginya dan menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang. Dia tidak bisa menggunakan Mutiara Pelahap Maut sebab keadaannya sekarang berada di markasnya sendiri.


Mutiara itu akan menyerap nyawa makhluk hidup apa pun tanpa memandang kawan atau lawan. Dan pusaka tersebut tidak bisa dihentikan sebelum batas waktu tertentu.


Jika Nan Shui Gong menggunakan Mutiara Pelahap Maut sekarang, maka bukan hanya Xiao Shuxiang--tetapi para bawahannya juga akan kehilangan nyawa. Masalah lainnya, Xiao Shuxiang kemungkinan mempunyai cara mengatasi pusaka itu.


Manusia yang dia lawan ini mempunyai teknik aneh seperti puluhan cermin yang nampak melayang di sekelilingnya. Beberapa kali dia menyerang, tetapi cermin tersebut seketika menyerap serangannya dan malah muncul di cermin lainnya. Dia merasa seperti dipermainkan.


Xiao Shuxiang menapakkan kakinya, dia menyeringai. "Kenapa Nan Shui Gong? Kau takut mengeluarkan pusaka hebatmu, huh? Atau kau takut aku merebutnya darimu?"


"Diam! Manusia rendahan sepertimu tidak berhak memberiku perintah..!"


Nan Shui Gong melesat, tubuhnya kini berubah menjadi binatang besar dengan tanduk mengerikan. Dia menerjang Xiao Shuxiang dan menyemburkan sebuah asam yang beracun.


Xiao Shuxiang kembali mengeluarkan Cermin Pemindahnya sebagai tameng. Asam panas nan beracun milik Nan Shui Gong seperti tertelan ke dalam cerminnya sebelum menyembur keluar dari cermin pemindah yang lain.


!!


Aaakh..!!


Para Demonic Beast bawahan Nan Shu Gong yang terkena imbasnya. Entah bagaimana semburan asam tiba-tiba menyembur dari cermin di atas dan samping tubuh mereka.


Beberapa Demonic Beast mengalami luka bakar, tidak sedikit yang langsung tumbang akibat racun dan rasa panas dari asam tersebut.


Nan Shui Gong menatap nyalang ke arah Xiao Shuxiang saat mendengar suara tawa dari pemuda itu. Dia benar-benar membenci dilihat dengan mata manusia yang seakan memandang dirinya begitu rendah.


"XIAO SHUXIANG..!"


Kesabaran Nan Shui Gong sudah habis. Dia menyelimuti tubuhnya dengan petir hitam dan tiba-tiba menghilang.


!!


Xiao Shuxiang sudah menduga ini akan terjadi. Nan Shui Gong muncul tepat di belakangnya dengan mata merah menyala. Dia menangkis serangan monster kerbau tersebut walau hanya bertahan beberapa saat.


Xiao Shuxiang terpental, namun tidak sampai menghantam tanah. Dia bertahan dengan lutut dan tangan kanannya yang menyentuh tanah.


"Aku Akan Membunuhmu, Xiao Shuxiang..!!"


"Hmph, sepertinya sekarang kau mulai serius.. Shui Gong. Tapi bukan aku yang akan mati, melainkan kau!"


Asap tipis kehitaman menyelimuti tubuh Xiao Shuxiang, kuku pada jari-jari tangannya memanjang dan berubah warna menjadi hitam. Detik selanjutnya dia melesat dan menerjang Nan Shui Gong.


Pertarungan mereka benar-benar sengit serta sulit diikuti mata. Langit seolah akan pecah oleh suara pertarungan keduanya. Para Demonic Beast bahkan bersiap andai serangan nyasar tiba-tiba datang.


?!


"Menghindar..!!"


BAAAAM..!!


Tidak sedikit Demonic Beast terluka akibat terlambat menghindari serangan nyasar dari pertarungan Xiao Shuxiang melawan Nan Shui Gong. Kedua makhluk itu seakan tidak menghiraukan lingkungan sekitar.


CRAAASH..!


Cakar Nan Shui Gong mengenai dada Xiao Shuxiang dan mengoyak pakaian pemuda itu. Dia sendiri terkena serangan balasan yang membuatnya terpental hingga menghantam tanah.


"Aku akan membunuhmu meskipun harus kehilangan seluruh orang-orangku, Xiao Shuxiang..!"


"Bicaramu terlalu banyak, Shui Gong. Lakukan jika memang kau bisa,"


Xiao Shuxiang menapakkan kakinya di tanah, dia mengusap darah di bibirnya dengan memakai punggung tangan kanannya. Luka akibat serangan Nan Shui Gong perlahan memudar dan hanya meninggalkan bekas darah saja.


?!


Regenerasi tubuh Wali Pelindung Ling Qing Zhu itu memang membuat iri siapa pun. Apalagi, karena sekarang Xiao Shuxiang berada dalam kondisi terbaiknya--regenerasinya jadi semakin cepat.


Nan Shui Gong mengumpulkan energi di mulutnya dan detik berikutnya dia melesatkannya ke langit. Xiao Shuxiang menyeringai dan dengan cepat menangkap sesuatu yang dilesatkan Demonic Beast itu walau tangan kanannya harus merasakan sakitnya terbakar.


!!


Nan Shui Gong sangat terkejut lawannya bisa menangkap apa yang dirinya lesatkan itu. Dia merasa bahwa Xiao Shuxiang benar-benar sudah tidak waras.


Benda yang dilesatkan oleh Nan Shui Gong tidak lain adalah Mutiara Pelahap Maut. Dia ingin membunuh Sang Bintang Penghancur tersebut, namun yang terjadi justru pusaka itu malah berada di tangan lawannya.


Xiao Shuxiang mendengus, dia sudah lama menunggu Nan Shui Gong mengeluarkan pusaka ini. Sekarang Mutiara Pelahap Maut berada di tangannya, tidak ada lagi urusan dirinya di tempat ini.


"Xiao Shuxiang! Kembalikan benda itu, kau tidak pantas mendapatkannya..!"


"Kau juga tidak pantas. Daripada kau memikirkan benda ini, lebih baik kau pikirkan nyawamu sendiri." Xiao Shuxiang memasukkan mutiara seukuran kepalan tangan anak kecil ke dalam Gelang Semestanya.


Tidak butuh waktu lama sampai dia berubah menjadi sosok yang bahkan Nan Shui Gong serta para bawahannya baru pertama kali menyaksikan ini.


!!


Mereka semua amat sangat terkejut, suasana tiba-tiba berubah dan entah bagaimana kaki mereka sulit digerakkan. Penampakan makhluk besar mengerikan yang diselimuti asap hitam mampu membuat napas mereka tercekat.


"A-Apa itu..?!"


"Dia.. Dia Ib-!!"


!!


Pandangan Nan Shui Gong mendadak hitam, begitu juga dengan para Demonic Beast yang melihat sosok paling mengerikan itu. Seakan, makhluk tersebut diciptakan dari kegelapan dan dendam yang ada di dunia ini.


Wu Yu yang dalam perjalanan pulang ke tempat Lui Me Tian mendadak merasakan sekujur tubuhnya merinding. Perasaannya sangat tidak enak terhadap keponakan angkatnya.


Bukan karena Wu Yu mengkhawatirkan Xiao Shuxiang terluka parah atau tewas, tetapi karena dia khawatir keponakannya itu menggila hingga di titik yang tidak bisa mengenali siapa pun.


Wu Yu tidak tahu, bahwa Xiao Shuxiang bukannya menggila--Sang Bintang Penghancur itu hanya sedang tidak bersemangat bertarung.

__ADS_1


Andai kata Xiao Shuxiang bersemangat, kemungkinan pertarungan antara dirinya dengan para Demonic Beast di Wilayah Lembah Terlarang dan Nan Shui Gong masih berlangsung saat ini. Dia tidak mungkin berada dalam wujud mengerikan itu jika masih ingin bertarung.


Tap


Kaki Xiao Shuxiang perlahan menapak di tanah, dia mengedarkan pandangannya ke sekitaran dan tidak menemukan makhluk lain selain dirinya sendiri. Dia lalu mengembuskan napas dan kemudian mengusap wajahnya perlahan.


Keadaannya mirip dengan Benua Selatan dahulu, di mana para Orka yang tidak terhitung jumlahnya tiba-tiba menghilang.


Xiao Shuxiang lantas mengeluarkan Mutiara Pelahap Maut dan memperhatikan pusaka itu dengan seksama. Warna sehitam giok dari pusaka tersebut memang sangat menarik perhatiannya.


"Memang benda yang berbahaya.." dia bergumam, bahkan hanya dipegang biasa saja--dia bisa merasakan aura kematian yang amat pekat pada pusaka digenggaman tangannya ini.


Tidak penting di mana Nan Shui Gong menemukan Mutiara Pelahap Maut, yang jelas benda di tangan Xiao Shuxiang memang yang asli.


?!


Xiao Shuxiang baru teringat sesuatu, dia segera melesat masuk ke dalam sebuah gua dan mencari guru dari Nan Shui Gong. Selama tua bangka itu masih hidup, maka berapa kali pun dirinya membunuh Nan Shui Gong--Monster Kerbau Bersisik Ular itu tetap akan hidup.


Xiao Shuxiang berdecak kesal, dia mengeluarkan tiga api biru kecilnya. "Pergi, dan bunuh siapa pun monster yang kalian temui."


Perintah Xiao Shuxiang tegas, api biru kecilnya segera melesat pergi. Mereka berpencar dan menjelajahi setiap lorong gua, namun yang mereka temukan hanyalah serangga kecil. Api biru itu membakarnya tanpa menyisakan satu ekor pun, seakan dia tidak ingin membuat kesalahan.


Gua ini lumayan besar dan luas, Xiao Shuxiang yang berada di lorong lain hanya menemukan tulang belulang Demonic Beast dan cukup banyak tengkorak manusia. Beberapa tempat di terangi cahaya dari obor bambu.


Dia membungkuk dan mengusap sedikit tanah. Terlalu banyak bau yang dirinya cium hingga tidak bisa membedakan bau milik guru Nan Shui Gong. Tetapi berdasarkan perkiraannya, beberapa Demonic Beast sudah melarikan diri--jauh sebelum dia dan Wu Yu datang ke tempat ini.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Tidak butuh waktu lama sampai ketiga api biru kecilnya datang dengan membawa kabar bahwa mereka juga tidak menemukan seekor Demonic Beast pun.


"Haah.. Sudah kuduga ini akan terjadi.." Xiao Shuxiang tidak ingin mencari lagi ataupun mengejar guru dari Nan Shui Gong. Mutiara Pelahap Maut sudah berada di tangannya, jadi dia tidak ada yang perlu dia lakukan di tempat ini.


"Tuan.."


Suara kecil dari salah satu api birunya terdengar, Xiao Shuxiang tahu apa yang ingin dikatakan teman kecilnya tersebut.


"Kalian ingin aku mengejarnya?"


Ketiga Api Biru itu melayang naik turun sebagai jawaban atas pertanyaan Xiao Shuxiang barusan. Tuan mereka harus menghilangkan ancaman terbesar bagi Dunia Demon.


"Tidak akan," Xiao Shuxiang menolaknya, dia menatap ketiga api biru kecilnya dan kemudian tersenyum. "Kalian sepertinya lupa siapa aku.. Tuanmu tidak sebaik itu,"


"Tuan.."


"Paman dan bibi angkatku tidak akan punya pekerjaan bila aku mencabut akar masalah mereka. Dan lagi, dunia ini butuh sosok seperti Nan Shui Gong."


"Tuan.. Jangan katakan kau sengaja melepaskan mereka?"


"Mm.. Entahlah.."


!!


Harusnya ketiga api biru itu sudah tahu sifat dari Xiao Shuxiang. Tuan mereka punya kebiasaan buruk dengan memberi kesempatan bagi musuhnya untuk terus berkembang. Alhasil, dia sering mengundang petakanya sendiri.


"Tuan.."


Terkadang tuan mereka dapat bersikap baik, menolong orang lain dan sangat ramah pada siapa pun. Tetapi terkadang tindakan tidak waras tuan mereka sering melampaui batas kewajaran.


"Teman kecil, setiap makhluk berhak mendapat kesempatan kedua. Entah mereka menggunakan kesempatan itu untuk mengubah diri menjadi lebih baik atau tidak.. Itu keputusan mereka. Kau jangan menganggap Tuanmu ini kejam.. Aku juga punya sedikit rasa belas kasihan,"


"Tuan.. Kau tidak memberi ampun pada Demonic Beast yang lain, tetapi malah membiarkan hidup makhluk yang nyata-nyata harusnya dibunuh. Tindakanmu.. Sama seperti saat kau membiarkan Wyvern merampas dantianmu dahulu,"


"Teman kecil, kalian jadi banyak bicara. Dunia ini dihuni dengan dua tipe makhluk, jahat dan baik. Jika salah satunya menghilang, dunia akan jadi tidak seimbang. Aku berusaha agar keseimbangan itu tetap terjaga, bukankah Tuanmu ini belajar menjadi baik?"


Xiao Shuxiang terus berjalan, sebuah Cermin Pemindah mulai muncul tak jauh di depannya. Ucapannya yang berkata belajar menjadi baik tidak dipercayai oleh ketiga api biru kecilnya.


Menurut mereka, jika Xiao Shuxiang sebaik itu--maka tidak mungkin dia membiarkan ancaman seperti guru Nan Shui Gong melarikan diri. Apalagi dia tidak mau mengejarnya, padahal bisa saja guru Nan Shui Gong masih belum jauh dari tempat ini.


*


*


*


Lui Me Tian meletakkan cawan arak yang diminumnya, dia memperhatikan bagaimana cara Ling Qing Zhu dalam bermain pedang.


Gerakan gadis berambut putih itu lembut dan tajam saat bersamaan. Setiap langkah yang diambilnya pasti dan tanpa celah. Dia mempunyai gaya berpedang seperti menari, namun mematikan.


"Cukup."


Ling Qing Zhu berhenti saat mendengar ucapan dari Lui Me Tian, dia kembali menyarungkan pedangnya dan memberikan senjata itu pada bibi angkat Wali Pelindungnya.


Saat berbincang-bincang dengan Lui Me Tian tadi, wanita berpakaian serba merah ini memintanya untuk mempraktekkan gerakan berpedang milik sektenya. Ling Qing Zhu tentu tidak keberatan, hanya saja pedang yang selalu dibawanya diambil oleh Wali Pelindungnya.


Lui Me Tian merasa itu agak lucu, namun dia tidak mengatakan apa pun karena tahu bagaimana sifat dari keponakan angkatnya, Xiao Shuxiang. Dia pun meminjamkan pedangnya sendiri pada gadis bercadar tipis ini.


"Bagaimana rasanya memakai pedangku?" Lui Me Tian bertanya sambil memegang pedang yang sarungnya terbuat dari kayu berwarna semerah darah.


"Berat."


Lui Me Tian berkedip, "Apa hanya itu?" dia menatap gadis yang tatapan matanya setenang air jernih ini. Dia tidak akan percaya bila Ling Qing Zhu hanya berkomentar satu kata terhadap pedang pusaka miliknya.


"Mn. Pedang yang berat."


!?


Lui Me Tian mendengus, dia memperhatikan gadis di sampingnya dari atas sampai bawah. "Apa dia tidak tahu pedang yang dipegangnya tadi mampu mengambil nyawa kultivator tingkat GrandMaster hanya dalam satu ayunan? Dan dia hanya memberi komentar, 'berat'..?"


Lui Me Tian kembali mendengus, dia mengusap-usap dadanya dan berusaha menenangkan diri. Untuk sejenak, dia merasa Ling Qing Zhu sedikit mirip dengan keponakan tidak warasnya.


"Adik..! Apa Xiang'Er sudah kembali..?"


?!

__ADS_1


Lui Me Tian dan Ling Qing Zhu mendengar suara seseorang. Saat menoleh, keduanya melihat titik cahaya keemasan yang melesat bagai kilat ke arah mereka.


!!


Cara Wu Yu mendaratkan kakinya terlalu kuat hingga menciptakan angin kejut bercampur debu. Lui Me Tian sampai terbatuk akibat ulah dari Demonic Beast itu.


"Wu Yu..! Apa kau tidak bisa melihat? Kau mengotori arakku,"


"Adik, kau jangan kesal begitu. Kau akan mendapat banyak arak nanti, sekarang di mana Xiang'Er?"


"Apa maksudmu? Bukannya dia pergi bersamamu?"


Wu Yu berkedip, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mulai duduk di samping Ling Qing Zhu. Gadis berambut putih panjang itu bergeser sedikit dan lalu mendengarkan Wu Yu bicara.


"Xiang'Er dan aku menyerang markas Nan Shui Gong, tapi aku pulang duluan. Kupikir dia sudah kembali,"


?!


Lui Me Tian tersentak, "Kau meninggalkannya sendirian di sana?! Bagaimana jika dia melenyapkan mereka semua dan membuat keributan di tempat lain?!" dia langsung berdiri.


Meski sudah seratus tahu berlalu, namun Lui Me Tian tidak pernah bisa melupakan kekacauan yang diakibatkan Xiao Shuxiang saat di tinggal sendiri. Pemuda itu dapat melakukan tindakan paling berbahaya yang bahkan tidak bisa dibayangkan siapa pun.


".. Kita harus ke sana. Ayo bawa Xiao'Er pulang,"


?


Ling Qing Zhu mengerutkan kening, raut wajah Lui Me Tian terlihat sangat khawatir. "Apa yang Bibi cemaskan? Dia akan baik-baik saja."


"Xiao'Er pasti akan baik-baik saja, aku hanya mencemaskan Demonic Beast yang ada di Wilayah Lembah Terlarang. Biar bagaimanapun, banyak dari mereka yang sama sekali tidak bersalah,"


Lui Me Tian baru akan melangkah saat sebuah titik air terbentuk dan memadat di depannya. Dia melihat titik air itu membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa. Seseorang yang dikenalnya keluar dari cermin besar tersebut.


?!


Pakaian Xiao Shuxiang terlihat penuh koyakan, apalagi pada bagian dadanya. Karena memakai seragam berwarna hitam, tidak ada yang tahu bahwa saat ini pakaiannya basah oleh keringat dan darah.


"Xiao'Er, kau dari mana saja..?" Lui Me Tian menyentuh pundak keponakannya, dia tersentak kala merasakan lengket dan basah pada tangannya.


"Bibi, perutku sakit dan aku mau mandi.." Xiao Shuxiang tidak mau bicara untuk sekarang, dia tidak suka darah Demonic Beast dan rasa daging mereka. Itu membuatnya ingin muntah.


"…"


Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa pun, dia hanya berdiri dan memperhatikan keadaan Wali Pelindungnya yang meski nampak berantakan, namun masih terlihat baik-baik saja.


Wu Yu juga ikut memperhatikan Xiao Shuxiang yang mulai berjalan pergi. Keponakannya jelas ingin membersihkan diri saat ini. Dia menahan Lui Me Tian yang ingin menyusul Xiao Shuxiang dan mengatakan pada wanita itu untuk menunggu di sini saja.


Mereka memang berada di halaman belakang istana Lui Me Tian, tempat yang cocok untuk berlatih pedang dan juga membicarakan banyak hal.


Lui Me Tian kembali duduk, dia mendengarkan Wu Yu yang sedang bicara dengan Ling Qing Zhu. Gadis bercadar tipis itu menjawab setiap pertanyaan yang dialamatkan padanya dengan tenang dan singkat.


Ketiganya menunggu Xiao Shuxiang selama kurang lebih 15 menit. Dalam rentang waktu itu, Ling Qing Zhu bisa langsung akrab dengan Wu Yu.


Tingkah pria yang selalu membawa tongkat ini mengingatkannya pada Bocah Pengemis Gila, hanya saja Wu Yu jauh lebih berwibawa dan tahu cara membawa diri dengan baik.


Xiao Shuxiang sendiri baru menemui paman, bibi, dan kucing putihnya setelah dia selesai membersihkan diri. Dirinya bicara tentang Mutiara Pelahap Maut dan memutuskan akan membawa pusaka tersebut.


!!


Lui Me Tian dan Wu Yu sebenarnya keberatan jika Xiao Shuxiang membawa benda yang sangat berbahaya ke dunia manusia. Tetapi karena keponakan mereka adalah orang yang tidak suka dengan penolakan, jelas keduanya tidak punya pilihan. Hanya saja, Xiao Shuxiang harus berjanji untuk selalu menjaga pusaka itu dan jangan sampai diketahui oleh manusia lainnya.


".. Mutiara Pelahap Maut sangat berbahaya ketika digunakan. Dampaknya begitu mengerikan sampai kau akan sulit membayangkannya. Kau tentu mengerti ini.." Wu Yu memperingatkan keponakannya kembali.


"Aku tahu dampak yang bisa timbul karena benda ini, tapi aku membutuhkannya Paman. Aku membutuhkannya untuk melindungi diriku dan mereka yang kuanggap berharga,"


Xiao Shuxiang tersentak saat tangannya diraih oleh Lui Me Tian. Dia menatap bibi angkatnya tersebut yang sedang berwajah serius.


"Xiao'Er, kau tidak butuh bergantung pada benda apa pun. Kekuatanmu yang sekarang sudah lebih dari cukup untuk melindungi siapa pun yang kau anggap berharga. Simpan saja itu, tapi jangan pernah menggunakannya,"


Xiao Shuxiang tersenyum, dia merasa bahwa Lui Me Tian terlalu peduli padanya. Dia lalu mengembuskan napas dan kemudian berpamitan.


?!


"Kenapa buru-buru sekali. Kalian tidak mau menginap?" Lui Me Tian belum cukup mengenal Ling Qing Zhu, dia masih ingin bicara banyak pada calon istri dari keponakannya itu.


"Tidak bisa Bibi, aku membawa pergi anak gadis seseorang terlalu lama. Calon ayah mertua dan kakak iparku akan marah bila tidak kupulangkan Kucing Putih, dia juga sepertinya sudah lama ingin pulang.." Xiao Shuxiang mengulurkan tangannya pada Ling Qing Zhu dan seakan meminta gadis itu untuk ikut bersamanya.


"…"


Uluran tangan Xiao Shuxiang diterima dengan baik oleh Kucing Putihnya. Ling Qing Zhu terlihat meminta pedangnya kembali, dia tidak suka berjalan tanpa membawa senjata.


".. Kapan kau memberikan pedangku?"


"Nanti, pasti kukembalikan." Xiao Shuxiang mengusap sedikit debu di bawah mata Kucing Putihnya, dia lalu meminta Ling Qing Zhu untuk berpamitan pada Lui Me Tian dan Wu Yu.


Ling Qing Zhu mengangguk. Dengan sopan dan penuh rasa hormat dia pamit pada paman serta bibi angkat dari Wali Pelindungnya. Dia meminta agar Lui Me Tian dan Wu Yu bisa menjaga diri dengan baik.


?!


Lui Me Tian menarik Ling Qing Zhu dan memeluknya. Dia merasa senang dengan gadis berambut putih ini serta sudah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga.


"Qing Zhu'Er, kau juga harus menjaga dirimu. Jangan pernah lupakan pesanku,"


Ling Qing Zhu mengangguk sebelum kembali berdiri di samping Xiao Shuxiang. Dia sebelumnya merasa gugup sebab tiba-tiba dipeluk oleh Lui Me Tian, makhluk yang identitasnya sudah dia ketahui.


Bibi angkat dari Wali Pelindungnya adalah makhluk berwujud tengkorak putih. Lui Me Tian yang mengatakannya sendiri. Pertama kali mendengarnya jelas membuat jantung Ling Qing Zhu nyaris berhenti berdetak.


Xiao Shuxiang kembali mengeluarkan Cermin Pemindah, dia mulai berjalan pergi namun ditahan tiba-tiba oleh Wu Yu.


"Xiang'Er, kau lupa dengan barang bawaanmu,"


"Mn? Barang bawaan?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening sebab keheranan dengan ucapan pamannya.

__ADS_1


Wu Yu tersenyum penuh arti dan akhirnya membuat Xiao Shuxiang mengerti. Koki Alkemis itu langsung tersenyum pahit dan lalu mengibaskan tangannya.


***


__ADS_2