
Pelelangan yang dilakukan oleh Asosiasi Bangau Merak termasuk kecil, ini adalah kegiatan lelang tahunan yang mereka adakan.
Tidak seperti lelang akbar yang jumlah barangnya mencapai 100. Kali ini, mereka hanya melelang 50 jenis barang saja.
Sampai barang ke-39 yang disebutkan, belum ada satu pun suara dari tamu VIP lain yang terdengar. Satu-satunya ruangan yang terlihat hidup adalah ruangan tempat Cheng Hai dari Sekte Phoenix Iblis berada.
Xiao Shuxiang tidak mempedulikan ada suara dilantai dua atau tidak, dia sudah kewalahan dengan suara berisik dari orang-orang didekatnya.
Para pedagang dan kedua pria paruh baya di dekat Xiao Shuxiang begitu semangat menawar harga. Dia beberapa kali harus terkena senggolan kasar yang tidak sengaja dilakukan oleh keduanya.
Untuk kultivator sekte kecil, mereka hanya sesekali menawar harga, itu pun tidak terlalu bersemangat. Satu-satunya yang mereka perebutkan adalah pil dan manual praktik.
Xiao Shuxiang sudah melihat tiga jenis pil buatannya laku dengan harga yang tidak wajar. Dia segera mencatat kerugian yang didapatnya dan keuntungan yang didapat Thian Zai karena telah berani menipu dirinya.
"Aiiih..! Angka-angkanya terus berputar di kepalaku. Zhi Shu dan Hai Feng! Kalian kupercaya untuk mengurus bisnis ini, tetapi malah.. Haah.. Semoga kalian tidak membuat kontrak yang bisa merugikan Xiao Shuxiang..!"
!
"Nak, apa kau sakit?" pria tua yang duduk di samping Xiao Shuxiang menyentuh pundak kanannya, dia melihat sejak tadi anak tersebut hanya duduk dengan ekspresi wajah yang pucat.
"Nak, kau jangan menahannya. Kalau ingin buang air besar segeralah pergi, atau kau mau Kakek antar?"
"Ti-tidak perlu. Aku tidak ingin buang air besar." Xiao Shuxiang tersenyum canggung, dia mengembuskan napas panjang dan berusaha menenangkan dirinya.
"Kau yakin, Nak?" pria tua tersebut sudah sejak tadi memperhatikan Xiao Shuxiang, raut wajah anak ini seperti sedang menahan panggilan alam.
Xiao Shuxiang mengangguk, dia akhirnya bisa menenangkan dirinya kembali. Walau dalam hatinya dia masih bergelut dengan mimpi buruk yang bisa saja menjadi nyata.
Siapa yang tidak tertekan jika pil buatannya laku dengan harga begitu tinggi. Masalahnya adalah hasil dari penjualan tersebut bukan lagi miliknya.
Dan yang membuatnya semakin tertekan ialah pembaruan kontrak dengan Thian Zai telah ditandatangani oleh kedua temannya.
Xiao Shuxiang tahu itu saat membaca surat yang diberikan oleh Dai Chen. Awalnya dia tidak terlalu peduli, sebab pil buatannya hanya butuh sedikit tanaman herbal untuk membuatnya.
Dia menganggap keuntungan yang didapat teman-temannya sudah cukup besar untuk membantu mereka, tetapi sekarang...
"Aaiihh, perutku sakit. Kehidupan pertama Xiao Shuxiang, aku termasuk kultivator termiskin. Satu-satunya barang berharga selain nyawaku hanyalah Pusaka Langit. Demonic Core yang kudapat seakan tidak ada harganya karena mereka langsung menutup pintu saat aku mau melakukan pertukaran. Baru di kehidupan ini Xiao Shuxiang mampu menjadi sultan, tapi.."
Xiao Shuxiang beberapa kali mengusap wajahnya, pengetahuannya tentang ilmu bisnis terlalu dangkal. Dia hanya berharap semoga kedua teman yang dipercayakan untuk mengurus bisnisnya ini tidak menjerumuskan dirinya dalam lautan kerugian.
"Baiklah para Hadirin, benda ke-40 ini akan menjadi penutup dari pelelangan babak pertama sebelum kita memasuki babak selanjutnya!" Seruan Thian Zai menggema, dia memberi tanda agar empat pegawainya segera membawa barang ke-40.
Empat pegawai Asosiasi yang memiliki postur tinggi dan berotot nampak mendorong sebuah benda yang Xiao Shuxiang yakini adalah sangkar.
Saat kain dibuka, semua pedagang dan kultivator sekte kecil berdiri dengan wajah yang terkejut. Tamu di ruangan VIP terlihat tersentak dengan barang lelang ke-40 ini.
!!
Yang terkurung di dalam sangkar adalah seekor Phoenix Api berusia 80 tahun, dia adalah Demonic Beast legenda yang jauh lebih kuat dari Harimau Bulan.
"Bagaimana Asosiasi mereka mendapatkannya?!" Cheng Hai hampir terjatuh dari kursi karena terlalu terkejut.
"Apa mataku tidak salah lihat?"
"Itu benar-benar Phoenix!"
Xiao Shuxiang menutup telinganya, dia merutuki orang-orang di sekeliling tempat duduknya yang saling menyeru dengan begitu semangat.
"Aku tahu itu Phoenix, Xiao Shuxiang melihatnya! Kalian tidak perlu seheboh itu!" Xiao Shuxiang sebenarnya juga terkejut dengan barang lelang kali ini.
Lentera Phoenix yang selalu dikumpulkannya berisi darah Demonic Beast tersebut. Namun ada kelebihan tersendiri antara Lentera Phoenix dengan Phoenix sungguhan.
Salah satunya adalah kelebihan Lentera Phoenix Kembar, di mana pada lentera tersebut berisi darah dari dua Phoenix yang berbeda. Kekuatannya bahkan bisa menyamai atau melebihi Phoenix sungguhan.
Walau sering mendengar Lentera Phoenix, tetapi ini pertama kalinya mereka melihat pemilik dari darah tersebut.
__ADS_1
Bagi kultivator lain, memiliki tunggangan seekor Phoenix adalah kebanggan yang tak tertandingi. Tetapi untuk Xiao Shuxiang, dia membutuhkan Phoenix tersebut untuk makanannya.
"... Kapan lagi aku memakan Demonic Beast Legenda. Baiklah, pelelangan ini mulai menarik." Xiao Shuxiang memperhatikan saat Thian Zai menyebutkan harga jual Phoenix Api.
Lan Guan Zhi yang kebetulan juga mengikuti pelelangan nampak meneliti Demonic Beast di dalam sangkar besi hitam tersebut.
Tubuh Phoenix ini terlihat sebesar harimau dewasa, dengan bulu kuning emas pada perutnya. Bulu di leher, punggung, sayap, dan ekornya berwarna merah giok, dia memiliki mata berwarna merah gelap.
Alasan kenapa Phoenix Api ini begitu diam dan seakan tidak bergerak adalah karena dia sedang terluka parah. Walau Phoenix Api bisa hidup kembali saat mati, tetapi keadaan itu hanya berlaku saat usianya mencapai seratus tahun.
Thian Zai juga menjelaskan tentang luka yang dimiliki Demonic Beast tersebut, serta cara mengobatinya. Tidak ada kerugian yang didapat meski Phoenix Api mati, sebab darah, daging dan bulunya merupakan pusaka kelas tinggi.
Zhi Shu terlihat sedih, dia tidak menyukai pelelangan di mana hewan dilukai dan diperjual-belikan semacam ini. "Aku akan menyelamatkannya..!"
"Kau benar, Saudara Xiao pasti bisa mengobatinya." Hai Feng memanggil pegawai Asosiasi di dekatnya dan memintanya untuk membantu dirinya menawar harga. "Kau tawar sampai tidak seorang pun yang sanggup menawar lagi!"
"Tentu, Tuan Muda. Serahkan padaku!" pegawai Asosiasi begitu semangat, dia sudah membayangkan gajinya akan dinaikkan begitu tinggi oleh atasannya.
Thian Zai mulai membuka harga 100.000 Spirit Stone untuk Phoenix Api tersebut. Harga yang membuat napas pedagang serta kultivator Sekte kecil tercekat.
"150.000!"
Sebuah seruan gadis dari Kekaisaran Matahari Tengah mengejutkan semua orang, Xiao Shuxiang, Zhi Shu, dan Hai Feng tersentak karena suara ini tidak asing bagi mereka.
!!
"Li Qian Xie...?!"
Hai Feng dan Zhi Shu hampir bersamaan, mereka terkejut kala melihat bahwa yang duduk di ruangan VIP keluarga kekaisaran adalah saudara seperguruan mereka, Li Qian Xie.
Beberapa hari lalu, Li Qian Xie berpamitan pada Yang Shu dan saudara-saudara seperguruannya, karena sudah lama dia tidak pulang ke rumah.
Walau marga Li Qian Xie sama dengan marga keluarga Kekaisaran Matahari Tengah, namun tidak seorang pun yang mengira bahwa Li Qian Xie benar-benar anggota kerajaan. Pantas saja ketika bertemu Xiao Shuxiang, dia begitu sombong dan bertindak seperti seorang putri.
"Ya-yah, aku memang tidak takut bertarung dengan pasukan kekaisaran, tetapi melakukannya dalam praktikku yang sekarang sama dengan kematian." Xiao Shuxiang menutup wajahnya dengan papan angka.
"170.000!"
"180.000!"
Para tamu VIP yang tadinya diam mulai lebih sering terlibat dalam menawar. Pegawai Asosiasi yang ada di ruangan Sekte Bunga Lotus saling bersaing dengan rekannya yang ada di ruangan Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Tengkorak Darah.
"200.000!" hanya Cheng Hai dan Li Qian Xie yang melakukan penawaran tanpa diwakili oleh pegawai Asosiasi di dekat mereka.
Xiao Shuxiang meskipun menginginkan Phoenix Api tersebut, namun dia tidak mengangkat papan angkanya. Di dalam hati, dirinya menyemangati Hai Feng dan Zhi Shu. Kedua temannya itu secara tidak sadar membantu dirinya untuk mendapatkan Demonic Beast tersebut.
Sampai pada penawaran 230.000, Xiao Shuxiang mulai merasa tidak enak. Penawaran tersebut sudah terlalu tinggi untuk seekor hewan yang sekarat.
Apalagi dia ingat bahwa uang yang dikeluarkan oleh Zhi Shu dan Hai Feng adalah uang miliknya. Dirinya tentu tidak mau mengeluarkan sebanyak itu hanya demi seekor Phoenix walau dia termasuk Demonic Beast Legenda.
"Sepuluh barang terakhir masih belum keluar Hai Feng! Sadarlah kalian berdua..! Jangan membuatku jatuh miskin!"
"500.000!!"
!!
Xiao Shuxiang terperangah ketika Hai Feng berseru. Thian Zai mulai menghitung dan akhirnya Phoenix Api yang didetik-detik akhir nyawanya kini berpindah kepemilikan.
Hai Feng dan Zhi Shu begitu senang karena berhasil mendapatkan Phoenix Api tersebut, namun tidak dengan Xiao Shuxiang.
"Kalian berdua telah ditipu, Bocah..!! Para tamu di ruangan VIP lain sengaja melakukannya agar kalian mengeluarkan banyak uang dan tidak lagi dapat menawar pada babak berikutnya!! Haaah.. Uangku.." Xiao Shuxiang hampir menangis, apalagi dia sudah memperhatikan bahwa nyawa Phoenix Api yang di dalam sangkar tersebut hanya tersisa sepuluh tarikan napas saja.
Terjualnya Phoenix Api dengan harga yang begitu besar mengakhiri babak pertama dari lelang kali ini. Thian Zai memberi waktu istirahat pada para tamunya sebelum membuka babak selanjutnya.
*
__ADS_1
*
Di belakang panggung, Zhi Shu dan Hai Feng memeriksa kondisi Phoenix Api yang ternyata sudah kehilangan nyawanya. Di samping mereka, nampak Xiao Shuxiang yang sedang memeluk erat leher Phoenix Api sambil terisak kecil.
Zhi Shu dan Hai Feng juga mulai menangis, mereka terlalu lama menawar harga hingga Phoenix tersebut tidak mampu bertahan lagi. Keduanya menyesal karena tidak dapat menyelamatkan nyawa Demonic Beast tepat waktu.
"Uangku.. Mereka menghabiskan banyak uangku demi bangkai ini.." Xiao Shuxiang menangis karena telah kehilangan banyak uang, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Hai Feng dan Zhi Shu sebab beras telah menjadi nasi.
"Sudahlah, Saudaraku. Hidup dan Mati telah diatur, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Jangan bersedih, Saudaraku.." Hai Feng mengusap pelan punggung Xiao Shuxiang, dia sama sekali tidak mengerti apa yang ditangisi oleh saudaranya ini.
"Mereka menghabiskan 500.000 Spirit Stone hanya demi seekor hewan berusia 80 tahun, apalagi sekarang hewan ini sudah mati.." Xiao Shuxiang semakin terisak, dia memeluk Phoenix Api semakin erat.
*
*
Pelelangan kembali dimulai, Xiao Shuxiang kini duduk di samping Zhi Shu. Dia memakai topeng yang bisa menyembunyikan wajahnya. Plakat di ruangannya telah diganti menjadi nama sektenya.
Penggantian plakat ini cukup mengundang perhatian tamu yang ada termasuk tamu di ruangan VIP.
"Aah.. Ruangan sembilan sudah menemukan rekannya."
"Plakat itu ternyata berguna untuk mencari orang yang tersesat."
"Sekte Kupu-Kupu..? Hah, nama sekte mereka lucu sekali."
"Hmph, serangga."
Xiao Shuxiang walau memakai topeng, dia tetap berusaha menutup wajahnya. Ini adalah hari paling memalukan yang dia yakini tidak akan pernah bisa dilupakannya.
Zhi Shu dan Hai Feng sama sekali tidak terpengaruh meski keduanya juga mendengar suara ejekan dari tamu di lantai satu maupun di ruangan VIP yang lain.
Malahan, Hai Feng dan Zhi Shu mengangguk setuju ketika mendengar plakat yang ditempel tersebut dapat digunakan mencari orang. Buktinya, Saudara Xiao mereka telah ditemukan.
Xiao Shuxiang melirik ke arah ruangan VIP milik Sekte Pedang Langit, dari sini dia bisa melihat dengan jelas bahwa yang duduk di ruangan tersebut adalah Lan Guan Zhi, Sian Ru dan Lan Gaozu walau ketiganya memakai topeng.
Di pangkuan Lan Guan Zhi terlihat Lan Xiao yang tertidur. Harimau Bulan tersebut mengubah ukuran tubuhnya hingga menjadi sebesar anak kucing, suara dengkurannya menandakan bahwa dirinya tidur dengan sangat nyenyak.
Lan Guan Zhi ternyata juga menatap ruangan VIP tempat Xiao Shuxiang berada. Dia menghembuskan napas pelan ketika Xiao Shuxiang memperlihatkan tatapan mata yang seperti butuh tempat untuk bersembunyi.
Lan Guan Zhi mengangkat Harimau Bulan dipangkuannya hingga Xiao Shuxiang dapat melihatnya.
Seketika ekspresi wajah Xiao Shuxiang berubah. Dia menjadi senang dan malah bersemangat hingga ingin ke tempat Lan Guan Zhi untuk bermain dengan Lan Xiao. Harimau Bulan tersebut begitu menggemaskan saat sedang tidur.
"Apa itu sebagai penyemangat untukku, Lan Zhi?" Xiao Shuxiang membatin dan ternyata dianggukkan oleh Lan Guan Zhi. Seakan pertanyaan Xiao Shuxiang dapat didengarnya.
"Wah, dia punya kemampuan yang aneh.."
"Siapa yang kau maksud, Saudara Xiao?" Zhi Shu menyentuh tangan kanan Xiao Shuxiang dan bertanya dengan rasa penasaran.
"Dia," Xiao Shuxiang hanya menggunakan tatapannya untuk menunjuk ke arah Lan Guan Zhi.
Saat Zhi Shu menoleh, dia melihat Lan Guan Zhi hanya duduk dengan wajah tanpa ekspresi. Xiao Shuxiang menahan tawa karena Lan Guan Zhi cepat sekali meletakkan Harimau Bulan hingga tidak lagi kelihatan.
Zhi Shu yang tidak melihat keanehan apa pun kembali mengalihkan perhatiannya ke Thian Zai yang saat ini telah memutuskan harga dari barang pada babak kedua.
***
-
-
Catatan Penulis :
Wahai pembaca yang budiman. Akan ada beberapa 'adegan' yang nantinya akan kamu temui. Adegan itu dapat membuat kesalah-pahaman yang tingkat bahayanya tergantung dari seberapa kotornya pikiranmu. Terkhususnya kalian, para Fujoshi.
__ADS_1