XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
149 - Menuju Ke Festival 1000 Lentera [Revisi]


__ADS_3

Xiao Shuxiang sedang berada di tempat Ping Gou, dia terlihat duduk bersila di atas tanah dan kemudian mulai mengeluarkan bangkai Phoenix Api dalam Cincin Spasialnya.


Xiao Shuxiang menghela napas berat dan menggeleng pelan, harga dari bangkai Phoenix ini membuat perasaannya sesak.


"Haiih.. Dia benar-benar tidak bernyawa lagi.." Xiao Shuxiang mengusap wajahnya, dia lalu mengeluarkan pedang dan seguci arak dari Cincin Spasialnya.


Xiao Shuxiang mengambil satu kuku Phoenix Api dan membungkusnya dengan kain putih, lalu memasukkannya ke dalam Cincin Spasial. Dia kemudian membersihkan Phoenix tersebut dengan Arak Kaisar Naga miliknya.


Dua api biru kecil muncul didekatnya dan membantu Xiao Shuxiang. Ini pertama kali dia mengolah binatang dengan perasaan yang tidak dapat diungkapkan.


Dua api biru membakar tubuh Phoenix selama hampir lima jam, Xiao Shuxiang mengontrol suhu api birunya sampai terdengar bunyi yang nyaring.


Api biru tersebut berputar cepat, tubuh Phoenix Api tidak lagi terlihat. Seketika asap putih menyebar hingga menyelimuti tubuh Xiao Shuxiang sekaligus tempat tinggal Ping Gou.


Sebuah pil bercorak Phoenix kecil nampak melayang di depan Xiao Shuxiang. Dia pun menarik napas pelan dan memasukkan pil itu ke dalam mulutnya.


"Rasanya enak, tapi harganya sangat mahal.." Xiao Shuxiang berusaha menahan air matanya untuk tidak keluar.


Xiao Shuxiang lalu mengeluarkan Slip Giok yang dimenangkannya dalam pelelangan. Dia memperhatikan dengan seksama Slip Giok yang berisi Mantra Penjinak Roh.


"Sudah kuduga, ada racun mantra didalamnya. Walau kekuatannya kuat, tetapi efek sampingnya sangat berisiko. Siapa pun yang berlatih mantra ini akan kehilangan kewarasannya dan menjadi gila. Dan aku harus menghabiskan 5.000.000 Spirit Stone untuk Slip Giok tidak berguna ini? Haiih.. Bahkan sebelum mempelajari mantra di dalamnya aku sudah gila.."


Xiao Shuxiang mengacak-ngacak rambutnya, dia merutuki dirinya sendiri karena telah mengeluarkan begitu banyak Spirit Stone. Dirinya lalu meremas Slip Giok tersebut hingga menjadi debu.


"Aku tidak butuh mempelajari mantra yang berisiko tinggi dan siapa pun juga tidak boleh mempelajarinya." Dia lalu berdiri dan mulai berjalan meninggalkan tempat Ping Gou.


"?! Punggungku kenapa terasa panas?" Xiao Shuxiang berusaha menggosok-gosok punggungnya, dia segera melesat cepat ke tempat Zhi Shu dan Hai Feng.


Kedua temannya ternyata masih ada di tempat yang sama. Xiao Shuxiang segera menurunkan guci di kaki Hai Feng dan tangan Zhi Shu.


Telapak kaki Hai Feng benar-benar melepuh, bahkan di dalam pakaiannya.. Tepatnya di area betis, lepuhan dan luka bakar parah begitu nampak.


Xiao Shuxiang memanggil enam juniornya untuk membantu mengangkat Hai Feng dan Zhi Shu, serta membawa keduanya ke dalam kamar masing-masing supaya bisa beristirahat.


"Hun Fung, kemari." Xiao Shuxiang memanggil Hun Fung, dia memberikan satu bungkusan kecil yang berisi lima butir pil padanya sambil mengatakan bahwa pil tersebut adalah obat untuk Hai Feng dan Zhi Shu.


".. Berikan pada mereka setelah lima jam. Aku ingin keduanya merasakan sakit terlebih dahulu sebelum menyembuhkannya. Kau mengerti?"


"Ba-baik, Senior." suara Hun Fung terdengar gugup, walau usianya lebih tua dari Xiao Shuxiang tetapi dia tidak berani menentang anak ini.


"Kau harus ingat pesanku, karena jika sampai kau memberi pil itu lebih cepat dari yang kukatakan tadi.. Maka kau juga akan dihukum."


Hun Fung menelan ludah saat mendengar suara Xiao Shuxiang yang tiba-tiba berubah dingin. Dia segera mengangguk dan mengatakan akan melakukan sesuai yang diinginkan Xiao Shuxiang.


"Baiklah, aku mau mandi dulu sambil menunggu kedatangan Lan Zhi … Hmm.. Bulan yang indah.." Xiao Shuxiang menatap ke langit, dia bisa melihat bulan bersinar terang ditemani oleh ribuan bintang. Sungguh malam yang cocok untuk mandi di luar.


"Benar juga. Di tempat Dai Chen aku terus mandi di dalam kamar. Jadi malam ini kolam harus kumonopoli..!" Xiao Shuxiang tersenyum lebar dan segera pergi ke halaman belakang gedung GrandElder.


Dia membuka pintu kayu dan melihat kolam khusus laki-laki sedang tidak berpenghuni. Segera dirinya menulis pada pintu tersebut bahwa dia sedang mandi dan tidak ingin diganggu.


"... Berani masuk, kau mati." Xiao Shuxiang menggunakan salah satu daun herbalnya yang ketika diremas mengeluarkan cairan hitam, dia menggunakan jari telunjuknya sebagai kuas.


Dirinya lalu masuk dan menutup pintu, sudah lama dia tidak ke tempat ini. Tanpa membuang waktu, Xiao Shuxiang melepas semua pakaiannya dan segera menceburkan diri ke dalam kolam.


"Aah~ Rasanya seperti hidup kembali..." Xiao Shuxiang bersandar pada tepi kolam, dia sangat suka dengan rumput kuning yang sudah tumbuh subur di dasar dan bibir kolam.


Rumput ini selain bisa mengambil air juga dapat membersihkan kolam sehingga airnya tetap baru dan bersih setiap hari.


"Hmm.. Serangga pengganggu rumputku itu sudah tidak ada. Apa sudah dibasmi oleh anak-anak? Atau.. Apa serangga itu hanya ada di kolam milik anak perempuan?"


Yang dimaksud Xiao Shuxiang serangga pengganggu rumputnya tidak lain adalah Kupu-Kupu dengan sayap biru.


Xiao Shuxiang berpikir sejenak dan kemudian berdiri lalu keluar dari kolam. Dia ingin melihat rumput kuningnya aman-aman saja di seberang. Saat hendak melompat naik ke dinding kayu, dirinya seketika berhenti.

__ADS_1


Terakhir kali dia melompat untuk melihat rumput kuningnya, Xiao Shuxiang dituduh sebagai tukang intip. Apalagi sekarang dirinya sedang tidak berpakaian, bisa-bisa..


"Haiih.. Sebaiknya kudengarkan dulu apa ada orang di seberang atau tidak.." Xiao Shuxiang menempelkan telinganya pada dinding pembatas dan ternyata tidak ada suara apa pun yang didengarnya.


"Sepertinya tidak ada gadis yang mandi di seberang. Tetapi untuk berjaga-jaga, sebaiknya kugunakan pil itu.." Xiao Shuxiang mengeluarkan satu butir pil dari Cincin Spasialnya.


Dia lalu memakan pil tersebut dan kemudian mulai melihat ke arah dinding. Detik itu juga dirinya tersedak napasnya sendiri, pemandangan yang dilihatnya sungguh berbahaya.


!


"Hok ohok! Sialan, kupikir tidak ada orang di seberang. Kenapa mereka sama sekali tidak bersuara, sih?! Ya ampun.. Mataku terkontaminasi. Memalukan sekali.." Xiao Shuxiang menutup matanya, dia menggelengkan kepala sambil terus berusaha menghapus apa yang terlihat tadi dari ingatannya.


"Gila, padahal aku hanya ingin melihat serangga penganggu rumput kuningku, tapi kenapa susah sekali. Dan kenapa harus gadis dewasa yang ada di seberang?!" Xiao Shuxiang terlihat pucat, dia segera masuk kembali ke dalam kolam, cepat-cepat membersihkan tubuhnya dan lalu berpakaian.


"Aaiih.. Aku tidak akan pernah bisa menikah dengan gadis manapun di Benua ini.." Xiao Shuxiang menghapus kembali tulisan buatannya dan berjalan pergi menuju bangunan Grand Elder untuk berganti pakaian.


Ketika membuka pintu kamarnya, tiba-tiba dia dikagetkan dengan kehadiran teman-temannya termasuk Dai Chen, Ying Liu dan Zong Ming. Mereka meneriakkan selamat ulang tahun padanya.


Xiao Lu membawa nampan yang berisi dua puluh buah teratai, dirangkai hingga membentuk lingkaran dan dihiasi dengan potongan buah persik di sekelilingnya.


Yi Wen beda lagi, dia membawa keranjang kecil terbuat dari bambu berisi mantou. Sementara Ying Liu membawa Xiaolong Bao sambil berkata bahwa makanan tersebut dia beli di pasar besar tadi.


"Kalian.. Ini bukan ulang tahunku. Kalau ingin mengajakku makan, tunggu sampai aku berganti pakaian. Sekarang ayo keluar," Xiao Shuxiang berjalan ke arah lemari kayu miliknya, dia tersentak sebab isi lemarinya kosong melompong.


"Pakaianmu terlalu jelek dan hanya satu warna saja. Hh, apa-apaan itu..! Semuanya berwarna hitam. Jadi kubuang dan kuganti dengan yang baru." Xiao Lu meminta Feng Ying memberikan peti kayu yang dipegangnya pada Xiao Shuxiang.


"Selamat ulang tahun, Saudara Xiao." Feng Ying tersenyum sambil menyerahkan peti tersebut pada Xiao Shuxiang.


"Sudah kubilang ini bukan hari ulang tahunku, dan tidak ada kebiasaan seperti itu di sekte kita. Jadi berhenti mengucapkan selamat ulang tahun padaku.." Xiao Shuxiang membuka peti kayu pemberian Feng Ying.


Di dalamnya memang ada sekitar tujuh helai pakaian berkualitas, tetapi memiliki warna mencolok seperti merah muda, kuning, ungu, dan biru.


Raut wajah Xiao Shuxiang sedikit berubah. Dari sekian banyak warna.. Kenapa harus ada merah muda di dalam peti kayu ini?! Apalagi saat mengangkatnya dia bisa melihat motif kelopak bunga pada pakaian tersebut.


"Oh, yang memilihnya bukan aku saja. Tapi mereka.." Xiao Lu dengan begitu entengnya melihat ke arah Jing Mi, Zong Ming, Bao Yu, Hou Yong dan Dai Chen.


"Itu tidak benar, mereka yang memaksaku untuk ikut. Aku sebenarnya punya banyak pekerjaan." Dai Chen menolak mengakuinya, dia menyilangkan tangannya dan menoleh ke arah lain.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, banyak hal berubah sejak dia pergi. Dan semua pasti ulah dari Xiao Lu. Gadis yang tidak diakui Xiao Shuxiang sebagai kakaknya ini terlihat seperti pelaku utamanya.


Tidak berniat berdebat atau apa pun, Xiao Shuxiang mulai memilih pakaian yang sedikit lebih baik. "Kenapa semuanya bermotif kelopak bunga? Kalau bukan karena pertemuanku dengan Lan Xiao, aku pasti akan tetap memakai seragamku ini."


Xiao Shuxiang akhirnya mengangkat pakaian yang berwarna ungu gelap, walaupun motifnya tetap kelopak bunga. Dia seketika keheranan karena teman-temannya belum juga pergi.


"Kau yakin bisa memakainya dengan benar?" Xiao Lu merasa adiknya tidak bisa berpakaian tanpa dibantu. Meski adiknya telah berusia 15 tahun malam ini, tetapi dari mata seorang kakak seperti dirinya.. Xiao Shuxiang tidak bisa berpakaian seorang diri.


"Biar kubantu,"


!


"Apa maksudmu?! Aku bisa memakai pakaianku sendiri, tidak butuh bantuan. Kau pikir aku ini anak kecil, hah? Sebaiknya kalian keluar.." Xiao Shuxiang tentu saja menolak bantuan Xiao Lu, dirinya bukanlah anak kecil..!


"Kau tidak akan bisa, pakaian itu lebih rumit. Sudah, biar kubantu.."


"Aku juga mau bantu!"


"Aku ikut."


!!


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, ada yang aneh dengan teman-temannya. Xiao Lu ingin membantunya berpakaian tapi kenapa Yi Wen dan Feng Ying juga ikut-ikutan. Secara tidak sadar dirinya mundur perlahan.


"Kalian.. Apa sedang sakit..? Tu-tunggu! Apa yang ingin kalian lakukan! Jangan mendekat, aku bisa marah! Tu-tunggu dulu.. He-hei lepaskan! Dasar anak nakal..! Jangan menarikku!" Xiao Shuxiang meronta saat tiba-tiba saja Xiao Lu dan teman-temannya mengerumuni dirinya.

__ADS_1


"Kau jangan banyak bergerak, kami hanya ingin membantumu..!" Xiao Lu menampar pelan bokong Xiao Shuxiang, dirinya segera mendapat bentakan anak tersebut.


Saat Xiao Shuxiang masih berusaha lolos dari teman-temannya, Lan Guan Zhi dengan menunggangi Harimau Bulan terlihat melayang di langit.


Lan Xiao kemudian mendaratkan kakinya tepat di depan gedung GrandElder. Kehadiran mereka menarik perhatian murid Sekte Kupu-Kupu dan Sekte Bambu Perak.


Lan Guan Zhi lalu turun dari punggung Lan Xiao, bersamaan dengan suara hantaman keras pintu utama bangunan GrandElder.


Seseorang berlari dan hampir saja menabrak dirinya andai orang tersebut tidak melompat dan mendarat mulus di belakang punggungnya.


"Haah.. Anak-anak itu sudah tidak waras." Xiao Shuxiang terlihat pucat, beberapa waktu lalu dirinya diserang oleh Xiao Lu dan teman-temannya yang lain.


Mereka membuka seragamnya secara paksa dan memakaikan pakaian baru padanya. Masalahnya adalah salah satu dari teman-temannya ada yang menyentuh kebanggaannya entah siapa.


Tidak ada dari temannya yang mau mengaku, malah Xiao Lu berniat memakaikannya pakaian yang lain karena merasa warna ungu gelap tidak cocok dengan Xiao Shuxiang.


Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang segera melemparkan pil bau miliknya dan segera melesat keluar dari kamar. Dia menendang pintu utama GrandElder.


Menyadari ada Lan Guan Zhi yang hampir ditabraknya dia segera melompat, tangan kanannya menyentuh pundak Lan Guan Zhi sebagai pijakan untuk berjungkir balik.


Xiao Lu, Yi Wen, dan yang lainnya juga terlihat keluar. Mereka menutup hidung karena aroma yang mereka cium sangat menyengat.


"Kalian sangat tidak sopan!" Xiao Shuxiang berseru tepat di belakang Lan Guan Zhi.


Lan Guan Zhi bertanya tentang apa yang terjadi dan langsung dijawab oleh Xiao Shuxiang dengan nada sedikit mengadu.


"Saudara Xiao, kau tega sekali..! Kami kan hanya berusaha membantumu," Yi Wen berusaha menahan muntahannya, bau yang diciumnya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


".. Bau pil itu lebih buruk dari jempol kaki-!!" Yi Wen akhirnya tidak dapat menahannya lagi, dia segera muntah dan hampir mengenai Dai Chen andai dirinya tidak segera menghindar.


"Siapa suruh kalian bertindak seperti itu..! Lain kali jangan melakukannya lagi. Dan kau Gadis Cerewet! Kuperingatkan padamu untuk tidak menganggapku anak kecil..!" Xiao Shuxiang tetap berada di belakang Lan Guan Zhi sambil menunjuk Xiao Lu.


"Baiklah, baiklah. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Tsk, kenapa menjadi 'Kakak' yang baik padanya begitu susah, sih?! Dia malah tidak mau menerima bantuanku.." Xiao Lu nampak cemberut.


Apa yang dia lakukan sebenarnya adalah sebagai bentuk perbaikan hubungannya dengan Xiao Shuxiang. Sejak dirinya diselamatkan waktu itu, Xiao Lu memutuskan berubah menjadi kakak yang baik.


Selama ini, dirinya selalu mengintimidasi dan berkelakuan kasar pada adiknya. Hubungannya dengan Xiao Shuxiang tidak pernah dekat satu sama lain, karena itulah Xiao Lu ingin memperbaiki semuanya sebelum adiknya benar-benar membenci dirinya.


Tapi tak disangka, Xiao Shuxiang malah tidak suka dengan kejutan yang diberikannya. Padahal dia lama mencari buah yang disukai adiknya tersebut dan mempersiapkan semuanya sendiri.


"Sepertinya rencana yang lain juga harus gagal. Kalau ini saja dia tidak suka, bagaimana dengan yang lainnya.." Xiao Lu terlihat murung, dia mengibas-ngibas hidungnya karena masih bisa mencium aroma busuk dari pil bau Xiao Shuxiang.


Tanpa peduli dengan teman-temannya, Xiao Shuxiang segera naik ke punggung Lan Xiao, dia senang karena akhirnya bisa menunggangi Harimau Bulan lagi.


"Lan Guan Zhi, ada Festival 1000 Lentera di pasar besar. Ayo pergi ke sana, cepat naiklah."


"Aku mau naik juga!" Feng Ying mengangkat tangannya, dia tidak pernah menunggangi seekor Harimau Bulan. Xiao Shuxiang segera memberi tanda yang membuatnya begitu senang dan segera naik ke punggung Lan Xiao.


"Kau letakkan tanganmu di atas tanganku, pegangan yang erat." Xiao Shuxiang memberi arahan pada Feng Ying yang duduk di depannya. Dia lalu meminta Lan Guan Zhi untuk ikut naik.


"Aku juga mau,"


"Yi Wen, kau nanti saja. Lan Xiao tidak bisa membawa banyak orang. Kami pergi duluan, susul kami setelah kalian puas muntah. Sampai nanti,"


Lan Xiao segera terbang dengan membawa tiga orang bersamanya. Senyum Feng Ying terus mengembang, rasanya sangat berbeda dari terbang dengan pedang.


Lan Guan Zhi sendiri seperti sedang menjadi kakak untuk dua anak laki-laki, dia memperingatkan pada Xiao Shuxiang dan Feng Ying agar tidak banyak bergerak.


"Tenanglah, kami akan hati-hati. Tapi aku khawatir padamu, kau pegangan di mana?" Xiao Shuxiang meminta Lan Guan Zhi untuk memegang lengannya agar dia bisa menyadari ada orang yang duduk di belakangnya.


Lan Guan Zhi hanya menurut, kecepatan Harimau Bulan mulai meningkat. Dia sudah tidak khawatir sebab Lan Guan Zhi juga ikut memegang tangan Xiao Shuxiang, ketiganya terlihat saling berdempetan.


***

__ADS_1


__ADS_2