XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
201 - Pulang Kembali II


__ADS_3

Di wilayah Lembah Neraka, hanya pria paruh baya dan lima orang pengawalnya yang pulang dengan selamat.


Mereka tidak menyangka pasukan yang telah mereka persiapkan dan dilatih dengan baik kini bahkan seorang pun tidak kembali.


"Nan Shui Gong juga tak datang, apa dia benar-benar tewas?"


Pria paruh baya tersebut mengepalkan tangannya, kulit wajahnya yang mengendur dan rambut putih panjangnya membuatnya seperti sesepuh, dia begitu dihormati oleh para Demonic Beast di wilayah Lembah Neraka.


Sepertinya dari persiapan mereka tentang perang ini memiliki kelemahan. Mereka tidak mengukur seluruh kemampuan lawan dan strategi perang yang digunakan belum cukup memberi dampak bagi lawan.


Sementara di tempat lain, Lui Me Tian dan Wu Yu terus menatap Xiao Shuxiang yang terus tersenyum senang sambil mengelus serta menepuk-nepuk pelan perutnya.


Mereka saat ini berada di dalam istana Lui Me Tian, tepat di salah satu ruangan khusus yang disediakan untuk para penguasa Gunung Kaisar termasuk Xiao Shuxiang.


Ruangan yang di dalamnya memiliki kolam bahkan taman bunga kecil ini menjadi tempat perkumpulan mereka.


Sampai sekarang, baik Lui Me Tian, Wu Yu, maupun Yan Xi Fan belum ada yang membuka suara. Ketiganya menatap nanar ke arah Xiao Shuxiang yang masih saja tersenyum bahkan mulai tertawa.


"Haiih, sudah pasti dia memikirkan banyak ide gila. Dunia manusia akan dalam bahaya,"


Wu Yu menggelengkan kepalanya pelan, dia jadi sedikit menyesal karena telah mencarikan lima jenis petir untuk keponakannya itu. Jelas dia membantu Xiao Shuxiang berbuat kekacauan.


Lui Me Tian tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan Xiao Shuxiang di Dunia Manusia, biarkan saja bila keponakannya ingin menghancurkan dunia tersebut.


Yang dia pikirkan hanyalah keselamatan para pengikutnya, dia kesal sebab semua segel pelindung buatannya mengalami kerusakan, dan siapa lagi pelakunya jika bukan keponakan kurang ajarnya itu.


Apalagi saat ditanya, Xiao Shuxiang menjawab bahwa dirinya hanya bermain-main sedikit. Jawaban tersebut sudah cukup menjadi bukti atas tindakan nakal Xiao Shuxiang.


".. Dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali, sungguh keterlaluan.." Lui Me Tian mengepalkan erat tangan kanannya, dirinya sangat ingin menelan hidup-hidup Xiao Shuxiang andai manusia itu bukan keponakannya.


Xiao Shuxiang sendiri tidak memperhatikan wajah paman dan bibinya yang seperti sedang kesal. Dia terlalu sibuk mengagumi praktik dan kemampuannya yang sekarang.


Dantian utamanya masih memiliki akar, namun karena olahan lima jenis petir dan cahaya matahari.. Akar pada Dantiannya berkurang walaupun tidak banyak.


Tetapi, berkurangnya akar pada Dantian Xiao Shuxiang sekarang membuatnya bisa mengeluarkan dua puluh lima persen dari kekuatannya. Apalagi, dirinya kini bisa memakai jurus terkuatnya.


"Aku sangat luar biasa..! Kenikmatan ini tidak akan pernah kudustakan," Xiao Shuxiang berdecak kagum dan berulang kali memuji dirinya sendiri.


Yan Xi Fan menasehati keponakannya untuk tidak bersikap angkuh apalagi memandang remeh lawan. Hebat tidaknya sebuah jurus tergantung dari cara menggunakannya, dia sangat tidak menyukai bila keponakannya bersikap ceroboh.


"Tentu saja, Paman. Kekuatanku belum pulih sepenuhnya, aku masih sangat lemah. Tapi ini sudah cukup, aku tidak lagi membutuhkan lima jenis petir untuk mengurangi akar pada Dantianku.."


Xiao Shuxiang melihat telapak tangan kanannya. Praktiknya kini telah meningkat, pikirannya semakin jernih dan ingatan tentang kehidupan Xiao Shuxiang yang dulu mulai kembali sepenuhnya.


"Kurasa, aku sudah terlalu lama berada di tempat ini. Saatnya pulang,"


Xiao Shuxiang berdiri dari tempat duduknya, dia berpamitan pada kedua pamannya dan juga Lui Me Tian. Namun, dirinya dihentikan oleh bibi angkatnya yang mengatakan agar dia lebih baik membersihkan diri terlebih dahulu.


?!


Xiao Shuxiang baru tersadar, pakaiannya penuh darah dan bekas sayatan pedang. Dia memang merasa tubuhnya agak lengket.


".. Sebaiknya kalian juga, biar kusiapkan semuanya.."


Lui Me Tian juga mengatakannya kepada Yan Xi Fan dan Wu Yu. Kedua Demonic Beast tersebut memang ada di kondisi yang sama dengan Xiao Shuxiang.


Lui Me Tian dibantu dengan para pelayannya menyiapkan kamar khusus untuk Yan Xi Fan dan Wu Yu, yang mana sudah ada bak mandi di dalamnya.


Xiao Shuxiang sendiri kembali ke kamarnya, pelayan Lui Me Tian juga telah menyiapkan bak mandi untuknya beserta dengan pakaian seragam berwarna hitam bercampur ungu.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Xiao Shuxiang kembali pamit. Namun lagi-lagi dirinya dihentikan, kali ini oleh Wu Yu.

__ADS_1


Pamannya tersebut ternyata ingin dirinya membagi arak Kaisar Naga, dia berkata belum puas meminum arak tersebut.


!!


Xiao Shuxiang mengusap tengkuknya, "Paman, aku memang membawa beberapa. Tapi arak itu sangat istimewa dan harganya sangat-sangat mahal. Aku bukannya pelit, hanya saja.."


"Haaih, anak nakal. Katakan saja apa yang kau inginkan? Pusaka? Kitab sakti? Atau beberapa jurus terkuatku?"


Wu Yu sebenarnya tidak memiliki satu keping emas pun sebagai hartanya. Namun dia masih memliki banyak senjata pusaka dan dirinya juga bisa menurunkan beberapa jurusnya pada Xiao Shuxiang sebagai bayaran dari Arak Kaisar Naga.


Bagi orang lain, tawaran Wu Yu sangat menggiurkan. Apalagi Arak Kaisar Naga dibuat oleh Xiao Shuxiang sendiri. Harganya memang akan sangat mahal bila dijual, mengingat tanaman herbal yang digunakan berusia ribuan tahun.


Herbal itu Xiao Shuxiang dapatkan dari Patriarch Ketiga Sekte Pedang Langit, dan cairan kental hitam yang merupakan kegagalan racikannya adalah harta tak ternilai dengan efek mempercepat pertumbuhan tanaman.


".. Meski mudah mendapatkan bahan pembuatannya, tapi aku tidak ingin mereka tahu Xiao Shuxiang-lah yang membuat arak tersebut."


Xiao Shuxiang mengatakan pada Wu Yu bahwa dirinya tidak menginginkan pusaka, kitab, ataupun jurus yang diturunkan langsung dari pamannya itu.


Terlalu banyak mempelajari jurus hanya akan membebani Xiao Shuxiang. Bukannya bertambah kuat, dia kemungkinan malah bisa menjadi gila.


".. Aku bukanlah orang yang serakah, Paman. Berikan saja Demonic Core yang kau miliki padaku sebagai bayarannya,"


Xiao Shuxiang sama sekali tidak tertarik dengan pusaka, dirinya bisa membuatnya sendiri dengan bakat menempanya. Pusaka Dunia Demon memang sangat kuat dan tentu begitu mahal bila dijual, tetapi siapa yang mau membawanya ke dunia manusia?! Xiao Shuxiang hanya akan menggali kuburannya sendiri.


".. Aku tidak membutuhkan pusaka dan kitab yang bisa berpotensi menjadi rebutan dan menimbulkan kekacauan di Dunia Manusia."


Wu Yu menatap bingung ke arah Xiao Shuxiang, padahal sangat jarang dirinya mau menurunkan ilmu miliknya pada seseorang, dan keponakan angkatnya ini menolaknya tanpa berkedip sama sekali.


"Aku tidak akan bertanya, dia memang anak yang aneh. Aku tidak tahu jalan pikirannya,"


Pada akhirnya, Xiao Shuxiang mendapatkan banyak Demonic Core dari Wu Yu, dia juga mendapatkannya dari Lui Me Tian dan Yan Xi Fan.


Xiao Shuxiang mengeluarkan semua Arak Kaisar Naga yang dibawanya, jumlahnya ada tujuh belas guci berukuran sedang. Terserah bagaimana cara paman dan bibinya membagi arak ini, dirinya segera berpamitan sebelum dia ditahan lagi.


Cahaya putih menyelimuti tubuh Xiao Shuxiang, perlahan dirinya mulai menghilang.


Saat Xiao Shuxiang datang ke Dunia Demon sebelumnya, lokasinya berada di kediaman milik Wu Yu, Gunung Kaisar Hitam.


Tetapi dia pulang ke dunianya dari Gunung Kaisar Merah, kediaman milik Lui Me Tian. Ini mengakibatkan lokasi kedatangannya juga ikut berpindah.


Masalahnya, Xiao Shuxiang malah tiba-tiba muncul di istana Kekaisaran Matahari Tengah, tepat di kamar milik Li Qian Xie.


Putri Kaisar Matahari Tengah itu baru selesai menebar kelopak bunga di atas tempat tidurnya saat dia merasakan punggungnya hangat.


!!


Li Qian Xie dan Xiao Shuxiang saling berbalik, keduanya terkejut dan secara spontan berteriak.


Mereka berusaha melompat ke belakang, hanya saja kaki Li Qian Xie malah membentur pinggiran tempat tidur dan secara tak sengaja menarik Xiao Shuxiang.


Keduanya terjatuh dengan posisi Xiao Shuxiang berada di atas tubuh Li Qian Xie. Hampir saja wajah mereka berbenturan andai Xiao Shuxiang tidak menahan berat tubuhnya dengan siku tangannya.


!!


"Se-Senior Xiao.." Li Qian Xie baru menyadari bahwa pria di atasnya ini ternyata adalah Xiao Shuxiang. Tangannya yang memegang pakaian seniornya tadi belum dia lepaskan.


"Ehm.. Hai, apa kabar?"


Posisi Xiao Shuxiang dan Li Qian Xie masih tetap sama. Keduanya baru bangun saat Dai Chen masuk ke dalam kamarnya dan memergoki istrinya ditindih oleh seorang pria yang ternyata sangat dia kenali.


"Xiao Shuxiang?! Apa Yang Kau Lakukan Pada Istriku?!"

__ADS_1


!!


Dai Chen sangat terkejut, dia melotot dan menunjuk ke arah Xiao Shuxiang dengan geram.


"Dai Chen, ini tidak seperti yang kau lihat..!"


"Ka-Kau!!"


!!


Dai Chen menerjang Xiao Shuxiang secara tiba-tiba. Li Qian Xie segera menghindar, dia terkejut saat suami dan seniornya berakhir dengan bergulat di atas tempat tidur.


"Kau Sangat Kelewatan! Apa Kau Mencoba Menodai Istriku, Hah?!" Dai Chen mencengkeram kuat kedua tangan Xiao Shuxiang, posisinya saat ini ada di atas.


"Aku Tidak Melakukan Apapun, Kau Salah Paham!"


Xiao Shuxiang menggunakan kakinya untuk menggulingkan tubuh Dai Chen hingga dirinya yang kini berada di atas. Dia mulai kesal karena temannya sama sekali tidak mau menerima penjelasannya.


"Kalian Berdua..! Tolong Berhentilah..!"


Li Qian Xie berusaha menghentikan pergulatan Xiao Shuxiang dengan Dai Chen. Padahal malam ini adalah waktunya bersama dengan Dai Chen, dan sekarang malah berakhir kacau begini.


Xiao Lu yang sedang berjalan di depan kamar Li Qian Xie tersentak kala mendengar suara keributan. Dia meletakkan telinganya di bibir pintu untuk mencuri dengar.


"Apa yang dilakukan sayangku di dalam sana?! Tunggu!! Apa mereka bermain panas?!"


!!


Xiao Lu mengepalkan kedua tangannya, dia tidak terima bila Dai Chen dan Li Qian Xie melakukan 'itu' dengan cara yang liar. Sebagai istri kedua Dai Chen, dirinya memiliki hak yang sama.


Xiao Lu segera membuka pintu secara kasar dan berniat menghentikan permainan panas Dai Chen dengan Li Qian Xie, namun seketika dirinya berhenti melangkah saat melihat lawan main Dai Chen bukanlah Li Qian Xie.


!!


Xiao Lu membuka mulutnya lebar, yang bergulat panas di atas tempat tidur ternyata adalah Dai Chen dengan Xiao Shuxiang.


"Waah, apa yang kulihat ini?!"


Xiao Lu jelas merasa kagum, pakaian Dai Chen dan Xiao Shuxiang benar-benar berantakan, keduanya bergulat sambil berusaha menindih satu sama lain.


"Kakak Lu, kau harus hentikan mereka..! Ayo cepat hentikan mereka..!"


"Kau saja tidak bisa, bagaimana denganku? Aku yakin mereka akan berhenti jika telah kelelahan,"


Sayangnya, Xiao Lu salah. Sudah lebih dari delapan menit dan pergulatan Xiao Shuxiang dengan Dai Chen belum juga berhenti.


Keduanya tidak saling menghajar, hanya saling menindih dan mengunci pergerakan lawan tanpa menggunakan Qi sama sekali.


"Kau pria mesum! Berani sekali kau menyentuh istriku!"


"Hei! Sudah kubilang kau salah paham. Aku ini masih waras, tidak mungkin menyerang istri dari temanku sendiri..!"


Dai Chen tidak mau mendengar alasan Xiao Shuxiang. Apa yang sudah dia lihat dengan mata kepalanya sendiri sudah merupakan bukti kuat.


"Ada apa ini..?!"


!!


Dai Chen, Xiao Shuxiang, Li Qian Xie, dan Xiao Lu tersentak saat mendengar suara pria tua yang cukup keras. Saat menoleh, mereka melihat ayah Li Qian Xie yakni Kaisar Matahari Tengah berada diantara mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2