
"Sudah lama aku tidak datang kemari.."
Xiao Shuxiang sekarang berjalan-jalan di dunia dalam Gelang Semestanya sambil memperhatikan sekelilingnya.
Wajahnya tidak terlihat senang sebab tanah dan pepohonan yang ada benar-benar rusak akibat ulahnya. Yīng xióng sendiri nampak melayang di samping Xiao Shuxiang.
Pedang pusaka itu sebelumnya memanggil sarungnya yang penuh dengan segel. Yīng xióng terlihat bagai senjata paling menyeramkan dan mematikan yang pernah ada.
Karena Aura Kematian yang dia serap dari Tuannya, Yīng xióng sekarang mengalami evolusi. Dia menjadi pedang yang amat berat dan tidak bisa ditarik keluar dari sarungnya oleh siapa pun, termasuk Xiao Shuxiang sendiri.
Hanya Yīng xióng yang bisa menentukan ingin digunakan oleh siapa, bahkan pemiliknya tidak dapat mencegahnya.
Bukan karena dia tidak percaya dengan Xiao Shuxiang, tetapi karena pemuda ini masih belum bisa mengontrol niatan membunuhnya. Buktinya, Xiao Shuxiang menggila meski hanya dipicu sedikit saja. Jika Yīng xióng mengizinkan pemuda ini untuk memakainya, akan ada banyak kekacauan yang timbul.
?!
Xiao Shuxiang terlihat berdiri mematung. Matanya terbelalak dan mulutnya sedikit terbuka karena pemandangan di depannnya. Dia begitu sangat terkejut.
Ada sebuah padang luas di hadapannya saat ini. Jika dilihat sekilas mata, itu seperti padang rumput liar. Namun bila diperhatikan secara teliti.. Padang yang membentang luas ini adalah herbal dengan berbagai jenis yang ada.
"Ti-Tidak bisa dipercaya..! Apa aku sedang bermimpi..? Aku pasti bermimpi..!"
Yīng xióng keluar dari sarungnya, dia kini menjadi pedang yang tumpul namun masih bisa menusuk perut Xiao Shuxiang. Pemuda itu menjerit karena serangan tiba-tiba barusan.
"Akh! Dasar pedang sialan..! Apa kau berniat membunuhku?!" Xiao Shuxiang memegang perutnya, darah terlihat mengucur di sela-sela jarinya walau itu hanya berlangsung selama beberapa saat sebelum lukanya kembali tertutup.
"Untuk menyadarkanmu bahwa yang kau lihat ini bukanlah mimpi." tulis Yīng xióng pada permukaan tanah, tepat di depan Xiao Shuxiang.
"Kurang ajar. Kau keterlaluan..! Hanya kau yang bisa berbuat semacam ini pada pemilikmu, dasar senjata liar!"
"Aku sebuah pedang. Tidak bisa mencubit, menampar, apalagi menendang untuk menyadarkanmu. Yang dapat kulakukan hanyalah menebas dan menusuk. Jadi daripada aku menusuk bokongmu, kan lebih baik perut."
Xiao Shuxiang merasa pedang pusakanya sudah banyak berubah. Yīng xióng sekarang jadi banyak bicara dan mampu membuat lawakan yang membuatnya kesal.
Harga dirinya sebagai seorang Penempa Pedang, sebagai Koki Alkemis, sebagai Sang Bintang Penghancur, seakan tidak ada nilainya di depan pedang pusakanya sendiri.
"Kau luar biasa, Yīng xióng. Kau bahkan lebih angkuh dari Tuanmu. Sangat hebat, aku tidak percaya kau tidak memiliki roh."
"Masih mau kutusuk dan menyadarkanmu?"
"Tidak perlu, terima kasih banyak. Kau yang memimpin sekarang, oke?"
Xiao Shuxiang mengusap-usap perutnya, dia tidak mau berdebat dengan pedangnya karena ingin melihat jelas jenis-jenis tanaman herbal yang ada.
!!
Xiao Shuxiang ingin menangis terharu. Jenis tanaman herbalnya memang tidak langka, bisa ditemukan di mana pun dan bebas diperjual-belikan.
Hanya saja jika berbicara soal usia tanaman tersebut, maka ceritanya akan berbeda.
"Daun Tiga Warna yang kuambil dahulu di tempat Tetua Tiga, sekarang usianya dua ribu tahun. Tanaman Jarum Lilin ini juga! Usianya tiga ribu tahun, ini sangat langka!"
Xiao Shuxiang menunjukkan semuanya pada Yīng xióng. Ekspresinya seperti orang yang baru pertama kali menemukan tambang emas.
"Bukankah sekarang aku bisa membeli benua pribadi?! Jika Tetua Tiga melihat ini semua, aku yakin dia akan berguling-gulingan di atasnya.."
Xiao Shuxiang memeluk dengan hati-hati setiap tanaman herbalnya. Dia bahkan mencium beberapa. Andai teman-temannya ada di sini, dia akan menjadi sorotan publik dan dicap sebagai anak dari Bocah Pengemis Gila.
"Kalian semua tumbuh bagaikan rumput liar. Aku benar-benar menyukainya~ Kalian tumbuh dengan sangat subur, bagaimana ini bisa terjadi~"
Xiao Shuxiang tidak pernah merasa sebahagia ini. Awalnya dia hanya mengambil benih tanaman herbal dari kediaman Alkemis Zhou Yan, kemudian menanamnya di kediaman Sekte Kupu-Kupu yang baru saja mereka bangun.
Setelah Sekte Kupu-Kupu pindah ke Kota Awan Dingin, Xiao Shuxiang mengambil sedikit tanaman herbal yang masih muda dan menanamnya di dalam Gelang Semesta.
Waktu itu di tempat ini, Xiao Shuxiang hanya membuat sedikit lahan. Hu Li memperbaiki dan membangun rumah di dunia ini sebagai tempat untuk harta berharga miliknya serta peti mayat Penatua Da Lin.
Namun entah bagaimana tanaman herbalnya bisa tumbuh liar dan sangat subur sekali di tempat ini. Hu Li jelas bukan pelakunya dan juga tidak mungkin ini perbuatan Yīng xióng.
!!
"Apa mungkin mayat Tua Bangka itu hidup kembali?" Xiao Shuxiang berkedip, dia tiba-tiba merasakan jantungnya berhenti berdetak.
Meski pernah ke Benua Selatan, nyatanya sampai sekarang dia belum memenuhi salah satu permintaan Penatua Da Lin.
"Yīng xióng.." Xiao Shuxiang menoleh ke arah pedangnya dan seakan meminta penjelasan. Pedang tersebut bergerak-gerak dan mulai menulis di permukaan tanah.
"Tidak seperti yang kau pikirkan. Keenam kuda itu yang melakukannya. Mereka memakan tanaman herbalmu, berlari ke sana kemari, meminum air di danau, dan tanpa sadar membantu penyerbukan."
!!
Xiao Shuxiang terkejut, dia tidak tahu harus sedih atau senang mengetahui ini. Tetapi bisa-bisanya hewan berkaki empat itu memakan tanaman herbal kesayangannya. Bukankah ini keterlauan?!
__ADS_1
"Ah! Ada juga kejadian di mana puing-puing bangunan yang tiba-tiba saja datang dan menghantam tanamanmu. Angin kejutnya menerbangkan beberapa benih dan ternyata ikut tumbuh liar di tempat ini."
!!
Xiao Shuxiang seperti mendengar suara gemuruh. Dia tidak sanggup mengatakan apa pun dan langsung melesat ke arah bangunan tempat di mana tanaman herbalnya berada.
!!
Keterkejutan Xiao Shuxiang semakin menjadi. Wilayah di sini seperti pernah di serang habis-habisan. Separuh bangunan hancur, ada pohon yang sudah lama tumbang dan kini memunculkan anakan pohon yang baru.
Dia menyentuh salah satu puing yang cukup besar dan ingat bahwa ini adalah puing dari Sekte Pagoda Langit. Xiao Shuxiang berlari masuk ke dalam bangunan dengan perasaan was-was, khawatir jika harta paling berharganya telah menjadi debu.
!!
Yīng xióng yang berada di luar mendengar teriakan Xiao Shuxiang. Dia pun menyusul pemiliknya dan menemukan pemuda itu yang memegang serpihan guci besar.
"Ini.. Tempat cairan hitam yang entah sudah kuberi nama atau tidak.. Ta-tapi.." Xiao Shuxiang begitu syok berat, ".. Tapi cairan busuk yang nampak menjijikkan ini.. Bisa menumbukan tanaman dengan sangat cepat.."
Mata Xiao Shuxiang memerah, bukan karena dia berubah lagi--tetapi saat ini dia sangat sedih. Tangan kirinya bergetar saat menunjuk kumpulan pecahan guci berukuran sedang.
".. Di-di sana.. Itu tempat Arak Kaisar Nagaku yang berharga, tempat Arak Anak Linglung, dan tempat arak istimewa yang hanya kuberikan pada Lan Guan Zhi seorang.." suara Xiao Shuxiang bergetar, dia seperti mendengar hatinya sedang diremuk-remukkan saat ini.
".. Itu.. Di sana juga.. Banyak gulungan dan buku yang belum sempat kubaca. Pil-pil terbaikku yang setulus hati kubuat.." Xiao Shuxiang tidak sanggup lagi. Perasaan ini jauh lebih buruk dibanding saat dia kehilangan banyak Spirit Stone hanya untuk sebuah bangkai Phoenix.
Xiao Shuxiang menyentuh dadanya, dia berusaha bersandar di dinding terdekat sambil menenangkan diri.
Dia sekarang ingat, saat serangan anggota Scarlet Darah di Sekte Pagoda Langit dahulu--dia pernah menitipkan Gelang Semesta miliknya pada Lan Guan Zhi.
Xiao Shuxiang meminjamkan Gelang Semesta itu pada teman baiknya agar pemuda berpita dahi tersebut bisa menyelamatkan murid-murid yang ada. Namun tidak pernah dirinya sangka, selain memasukkan para murid Sekte Pagoda Langit di Gelang Semesta ini, Lan Guan Zhi ternyata juga memasukkan serangan dan puing-puing bangunan.
"Aku.. sangat patah hati, Yīng xióng.." suara Xiao Shuxiang terdengar lemah, dia menatap pedang pusakanya dan kembali melanjutkan ucapannya.
".. Apa kau mendengarnya? Suara itu adalah hatiku yang retak dan kemudian hancur.. Berkeping-keping."
Xiao Shuxiang terlalu berlebihan. Dia terlihat seperti orang yang baru saja kehilangan harapan hidupnya. Xiao Shuxiang ingin sekali marah pada Lan Guan Zhi, tetapi tidak bisa. Meski mengamuk pun, semuanya sudah sangat terlambat.
"Lan Zhi.. Dia bahkan tidak mengatakan apa-apa tentang ini. Dia tidak memberi tahu apa pun padaku.."
Baru saja Xiao Shuxiang merasakan berada di awan-awan, namun kini dia merasa telah terjatuh dalam danau yang paling menyesakkan.
Sayang, tidak ada siapa pun yang bisa mengusap punggung atau menenangkannya. Yīng xióng sendiri tidak mungkin dimintai bantuan. Pedang itu kemungkinan akan menusuknya kembali.
Dia kini hanya memejamkan matanya dan lalu mengembuskan napas. Dia harus menerimanya meski terasa perih sekali. Baru setelah beberapa saat, dia kembali berdiri.
"Yīng xióng, kalau kau mempunyai kebaikan hati sedikit saja.. Tolonglah bantu Tuanmu ini. Apa kau tega melihatku bekerja sendirian?"
Xiao Shuxiang menyuruh pedang pusakanya yang melayang-layang di udara itu untuk membantunya. Namun Yīng xióng malah masuk kembali ke dalam peti mayat Penatua Da Lin.
Xiao Shuxiang mendengus, dia merutuki pedangnya yang tidak menaruh rasa kasihan padanya. Untunglah masih ada Api Biru Kecilnya yang setia.
*
*
Xiao Shuxiang menghabiskan banyak waktu di dalam Gelang Semesta. Dia membuat guci dari tanah di tempat ini, meracik arak dan pil, kemudian memasak untuk dirinya sendiri.
Xiao Shuxiang juga datang ke danau buatan. Dia bertemu dengan keenam ekor kuda yang mana dua di antara hewan itu pernah dia lukai.
?!
Xiao Shuxiang mendengus, dia kagum saat melihat keenam kuda tersebut begitu sehat dan menikmati meminum air di danau. Dia sangat yakin bahwa kuda-kuda itu telah mengalami evolusi dan bahkan memiliki regenerasi yang cukup hebat.
Suara dengusan kuda terdengar hingga membuat Xiao Shuxiang menoleh. Dia mengerutkan keningnya karena keenam kuda tersebut nampak tidak takut melihatnya dan justru malah berjalan mendekat.
!!
Xiao Shuxiang awalnya ragu-ragu mengusap kuda berwarna cokelat kehitaman yang nampak perkasa di depannya ini. Namun karena mendapat sambutan yang baik, dia pun tanpa ragu menerimanya.
"Apa aku menyakitimu?" Xiao Shuxiang bertanya dan langsung dijawab oleh suara dengkuran keras. Dia pun tersenyum dan kemudian meminta maaf.
Xiao Shuxiang seperti hidup di dunia miliknya sendiri. Di tempat yang amat luas ini.. Hanya dia, enam ekor kuda, dan api biru kecilnya. Tidak ada siapa pun selain mereka, Yīng xióng dan mayat Penatua Da Lin sendiri tentu tidak masuk dalam hitungan.
Xiao Shuxiang menghabiskan waktu berendam dan lalu menunggangi salah satu kuda sambil diajak berkeliling. Dia seakan tidak memiliki niatan keluar dari dalam Gelang Semestanya untuk saat ini.
Koki Alkemis itu kemungkinan tidak tahu, bahwa di Sekte Pagoda Langit sekarang sedang terjadi hal yang menggemparkan.
Siu Yixin, pria dengan penampilan mencolok serta nada bicaranya yang unik telah memonopoli perjamuan di bawah cahaya bulan purnama.
Dia benar-benar membuat konser tunggal dirinya sendiri hingga mengejutkan semua orang.
Banyak kultivator dan pendekar yang membelalakkan mata, terlihat berwajah pucat, dan tidak sedikit yang memijat kening mereka.
__ADS_1
Jing Mi, Hai Feng, dan Hou Yong juga mulai ikut-ikutan. Ketiganya meninggalkan posisi berjaga hanya untuk memeriahkan dan ikut bernyanyi bersama Siu Yixin.
Awalnya, nyanyian itu terdengar sangat berisik dan tidak punya keanggungan sama sekali. Namun lama-kelamaan, irama yang terdengar cepat itu justru sangat memancing semangat.
Beberapa pendekar muda yang masih baru dalam mengenal dunia nampak mulai menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Siu Yixin. Bahkan, mereka langsung ikut menggila ketika Yi Wen hadir di tengah-tengah mereka dan menari.
!!
Teriakan dan sorak-sorakan terdengar.
!!
Kultivator serta para pendekar yang memiliki sifat tenang dan disiplin terlihat sangat terkejut. Mereka spontan mundur kala para pendekar muda mulai ikut bergabung menari dan menyanyi.
Bocah Pengemis Gila yang berada di salah satu pohon nampak berdecak pelan. Dia kasihan melihat murid-murid Sekte Pagoda Langit yang berusaha menghentikan ini, namun malah ikut terseret dalam kerumunan.
Dalang pertamanya adalah Siu Yixin dan ledakan kemeriahan ini merupakan ulah dari Yi Wen. Gadis cantik bertubuh indah itu memiliki daya tarik luar biasa hingga mampu akrab dengan siapa pun.
Miao Gang yang selama ini selalu berwajah sedih dan tidak pernah berhenti menangis pun untuk pertama kalinya merasa air matanya tidak lagi mau keluar.
Dia melihat bagaimana keberanian Yi Wen yang secara sengaja bersenggol-senggolan dengan Hou Yong dan beberapa kultivator pria yang bahkan Miao Gang yakin--gadis berambut pendek itu juga tidak mengenali mereka.
Beberapa pendekar wanita yang iri melihat kelebihan dari tubuh Yi Wen tersebut nampak memberikan pandangan jijik. Mereka bahkan tanpa ragu menyebut Yi Wen sebagai 'Gadis J****g'.
!!
Tidak ada gadis yang berani melompat-lompat sambil berdempet-dempetan dengan laki-laki selain Yi Wen. Hanya gadis liar itu yang berada di tengah kerumunan dan sesekali bersenggolan bokong dengan Hai Feng. Yi Wen adalah contoh dari gadis yang sangat tidak tahu malu.
"Dari mana datangnya gadis liar itu?! Dia tidak punya sopan santun..!"
"Astaga..! Kenapa dia memalukan sekali..! Apa pantas seorang gadis berkelakuan seperti wanita 'penghibur'?!"
"Gadis j****g..! Entah bagaimana orang tua dan gurunya mendidik dia..!"
"Memalukan..!"
Banyak yang membicarakan Yi Wen, entah itu laki-laki maupun perempuan. Mereka menggeleng, mengumpat, dan mengutuk keras kelakuan tidak tahu malunya.
Ling Chu Zheng dan Ling Lang Tian sendiri juga sebenarnya sangat terkejut. Keduanya baru ingin mengajak para tamu undangan untuk dijamu dalam ruangan, namun malah terjadi hal tidak terduga ini.
Beruntung sekarang Ling Xuan Lu, Wang Rui Chan, dan Ling Shen Yue sedang berada di dalam ruang perjamuan walau mereka tidak yakin ketiga wanita itu akan diam saja saat mendengar suara yang begitu berisik.
!!
"Yi Wen.."
Bocah Pengemis Gila yang masih setia berada di dahan pohonnya nampak berwajah pucat.
Berulang kali dia terkejut saat menyaksikan bagaimana gadis yang selalu mengejarnya akhir-akhir ini sedang bersenggol-senggolan dengan para pemuda asing.
Bocah Pengemis Gila bahkan kesulitan menelan ludah. Gadis itu sudah tidak bisa ditolong lagi. Yi Wen kemungkinan telah berevolusi menjadi gadis tanpa urat malu.
Yi Wen sendiri malah terlihat senang-senang saja. Dia sesekali ikut menyanyi bersama Siu Yixin walau dia lebih suka bermain senggol-senggolan.
Pandangannya kadang memperhatikan wajah para kultivator dan pendekar yang menjadi penonton. Tatapan penuh rasa jijik dan merendahkan dari mereka semua membuat Yi Wen tersenyum lebar.
"Saudara Jing..!" Yi Wen berseru memanggil Jing Mi yang tengah heboh menari bersama Hou Yong.
"Apa..?!" Jing Mi menoleh dan menunduk sedikit saat bicara dengan saudaranya.
"Lihat mereka..! Para orang baik itu menyebutku gadis j****g, tapi pandangan mereka tidak pernah teralihkan dari sini. Hmph, benar-benar bermuka dua."
Dengusan Yi Wen sejalan dengan senyum seringainya. Dia kembali bersenggol-senggolan dengan beberapa pendekar dari Aliran Hitam yang begitu menikmati nyanyian rap Siu Yixin.
Jing Mi. "Kau jangan khawatir, Saudaraku. Akan kupatahkan leher mereka yang berani menyebutmu gadis semacam 'itu'."
Hou Yong mendengar ucapan Jing Mi dan ikut menambahkan, dia mengatakan bahwa Yi Wen harusnya bisa lebih sadar diri. ".. Kau memiliki bentuk tubuh yang bagus. Bagi mereka, melihatmu adalah dosa. Namun bila tidak dilihat, maka itu mubazir namanya."
!?
Yi Wen tertawa, Hou Yong benar-benar saudara seperguruan yang sangat spontan. Dia pun menyayangkan ketidak-hadiran Xiao Lu dan Ro Wei. Kedua saudaranya itu adalah tipekal gadis yang suka bergabung dengan kemeriahan semacam ini.
Yi Wen kembali memandang ke arah penonton. Dia melihat Miao Gang, Gou Yun Fei, dan Rou Mei Qi. Tatapan matanya berkilat sambil tetap menjaga gerakan kakinya agar tidak diinjak siapa pun.
"Mereka pasti tidak menduga ini. Aku tahu, meski Scarlet Darah tidak berbuat apa-apa.. Namun sejak awal beberapa Tua Bangka sudah terlihat mengincar akan membuat serangan kejutan. Walau pendekar Aliran Hitam dan Putih berkumpul, mereka tidak akan pernah bisa akur. Sekarang bagaimana? Murid-murid muda kalian berkumpul dan seru-seruan dengan Si Cantik Yi Wen ini. Mereka melupakan kalian..!"
Yi Wen ikut berteriak heboh mengikuti irama nyanyian rap Siu Yixin. Dia juga memandang ke salah satu pohon dan seperti memberi isyarat pada Bocah Pengemis Gila.
Entah Yi Wen ingin menarik perhatian pemuda homo itu atau membuatnya iri karena dia berdekatan dengan banyak pria bertubuh bagus, namun tetap saja dia bisa menebak ekspresi wajah Bocah Pengemis Gila yang sekarang pasti terlihat buruk.
".. Coba saja kau terus menghindariku dan biar kulihat, sampai kapan kau bisa melakukannya.." Yi Wen memain-mainkan sedikit rambutnya sebelum kembali diajak menari oleh Jing Mi. Dia sudah membulatkan tekad untuk membuat Bocah Pengemis Gila perhatian padanya, baik secara sadar maupun tidak.
__ADS_1
Memang cara semacam ini sedikit tidak biasa. Namun untuk menarik perhatian seorang pemuda dengan kelainan menyimpang, Yi Wen harus melakukan sesuatu yang berbeda. Dia akan mengubah namanya sendiri jika sampai Bocah Pengemis Gila tidak bisa dirinya taklukkan.
***