XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
183 - Cara Merekrut Murid Yang Unik [Revisi]


__ADS_3

Hanya dengan sepuluh butir pil yang dibakar sudah mampu menjangkau seluruh bangunan Sekte Pagoda Langit, kecuali tingkatan teratas dari bangunan berbentuk pagoda tersebut.


Satu persatu murid mulai kehilangan keseimbangannya, lutut dan kakinya mendadak lemas. Padahal mereka hanya mencium aroma kayu cendana biasa.


"A-apa yang terjadi..?!"


Beberapa murid nampak panik, dia terkejut saat mendengar teriakan saudara seperguruannya. Sekte mereka rupanya sedang di serang.


Traang!


Pedang Jing Mi berbenturan dengan salah satu pedang murid Sekte Pagoda Langit. Dia mengalirkan Qi di kakinya agar dapat bergerak walau sangat kesulitan.


"Siapa Kau?! Beraninya Membuat Kekacauan di Sekte Kami..!"


"Kalian yang mulai duluan. Kami datang untuk membayar hutang..!"


Hanya dengan tiga gerakan, Jing Mi berhasil membunuh satu orang murid Sekte Pagoda Langit, dirinya lalu menebas kembali tubuh murid tersebut hingga menjadi dua puluh bagian.


Tidak hanya Jing Mi yang melakukannya, tetapi Hai Feng dan Ro Wei juga. Saat ini keduanya bertarung dengan murid Sekte Pagoda Langit yang berusia sekitar 16 Tahun.


"Masuklah ke Sekte Kupu-Kupu dan akan kubiarkan kau hidup..!"


Ro Wei menunjuk murid Sekte Pagoda Langit dengan pedangnya, dia mengatakan tidak akan membunuh siapa pun yang ingin menjadi bagian dari sektenya.


"Hmph, Itu tidak akan mungkin!"


Murid Sekte Pagoda Langit menyerang Ro Wei, keduanya bertukar sembilan serangan sebelum akhirnya dia terjatuh karena efek dari asap pelumpuh milik Xiao Shuxiang.


Tap


"Sayang sekali, kau ternyata bukan orang yang beruntung. Maaf saja, tapi aku hanya bertanya sekali,"


CRAASH!


Ro Wei menebas leher murid Sekte Pagoda Langit tanpa berkedip, dia lalu menebasnya kembali hingga menjadi tujuh potongan. Tubuh murid tersebut juga diperlakukan sama.


!!


Seorang murid perempuan Sekte Pagoda Langit yang berusia 5 Tahun terkejut saat sebuah bilah pedang berada di dekat lehernya. Dia menahan air mata dan dengan tubuh gemetar dia mendongakkan kepala.


"Masuklah ke Sekte Kupu-Kupu dan aku akan menyelamatkanmu. Jika kau tidak mau, maka aku akan membunuhmu. Aku hanya akan menanyaimu sekali, jadi pikirkan jawabannya baik-baik."


Murid Sekte Pagoda Langit menatap Feng Ying, keringat dingin mengucur di keningnya. Tatapan pemuda di depannya begitu dingin namun dia bisa melihat kelembutan yang tersembunyi di mata tersebut, perlahan dirinya menganggukkan kepala sebagai jawab atas pertanyaan Feng Ying.


Feng Ying meminta anak tersebut untuk mengulurkan tangannya, dia lalu menggores sedikit tangan anak kecil itu dan berkata bahwa pedangnya memiliki racun.


".. Jika kau berkhianat, tubuhmu akan membusuk. Sekarang, pergilah dan cari kakak cantik yang berdiri di bawah salah satu pohon,"


"Ba-baik," murid Sekte Pagoda Langit berusaha berdiri dengan segenap kekuatannya.


Goresan yang dilakukan Feng Ying rupanya bukan hanya racun, tetapi juga penawar atas asap pelumpuh milik Xiao Shuxiang.


Inilah permainannya!


Feng Ying, Jing Mi, Ro Wei, Hai Feng, Bao Yu, Hou Yong, dan kedelapan murid Sekte Pedang Langit akan bersama-sama merekrut lawannya untuk masuk ke Sekte Kupu-Kupu.


Sebenarnya, Xiao Shuxiang berniat untuk membantai habis semua murid Sekte Pagoda Langit tanpa sisa. Namun setelah berpikir.. Tidak ada gunanya membunuh semua murid-murid ini, mereka masih bisa dimanfaatkan.


Zhi Shu yang berdiri di bawah pohon menjadi titik perkumpulan murid-murid Sekte Pagoda Langit sekaligus bertugas mengobati mereka.


Sementara Xiao Shuxiang dan Yi Wen akan bertindak sebagai pembantai yang tidak akan menanyakan apapun pada murid Sekte Pagoda Langit yang mereka temui.


Sekte Kupu-Kupu Xiao Shuxiang dan teman-temannya masih termasuk sekte kecil. Mereka membutuhkan lebih banyak murid dan beginilah cara mereka melakukannya.


Dibandingkan dengan meminta secara baik-baik, Xiao Shuxiang lebih memilih cara penaklukan. Dengan ini Sekte Kupu-Kupu miliknya akan disegani.


"Saudara Xiao, lihat itu. Sudah ada 20 murid yang berkumpul di tempat Zhi Shu," Yi Wen buka suara.


"Aaiih.. Kenapa semuanya hanya anak-anak? Uangku akan habis jika menanggung biaya hidup mereka.."


Yi Wen mencubit gemas lengan Xiao Shuxiang, "Kau terlalu perhitungan di waktu yang tidak tepat. Bukan saatnya merengekkan uangmu, Saudara Xiao. Ayo, sekarang giliran kita..!"


Yi Wen memegang tangan Xiao Shuxiang dan mengajaknya segera bergerak, keduanya melesat cepat dan menyerang salah satu bangunan Sekte Pagoda Langit sebagai tanda untuk teman-temannya.


!!


Jing Mi, Hou Yong dan murid-murid Sekte Pedang Langit mempercepat langkah mereka, memberi pertanyaan yang sama pada lawan mereka.


CRAACK


BAAAM!


Yi Wen mematung saat melihat Xiao Shuxiang membunuh seorang murid Sekte Pagoda Langit dengan tangan kirinya.


Gerakan saudaranya tersebut begitu cepat, mencengkeram kepala lawannya dan menghantamkannya ke lantai hingga pecah. Senyum seringai Xiao Shuxiang mengembang.

__ADS_1


"Aaah..! Rasanya menyenangkan,"


"Saudara Xiao, aku juga ingin..!"


Xiao Shuxiang berdiri dan tersenyum ke arah Yi Wen, dia lalu memberi tantangan padanya untuk membuktikan siapa yang lebih banyak melakukan pembunuhan.


".. Kalau kau pemenangnya, akan kulakukan apapun yang kau inginkan," Xiao Shuxiang tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kau jangan menggodaku, Saudara Xiao. Tapi pegang kata-katamu barusan..! Siapapun yang kalah, dia harus menuruti permintaan yang menang."


"Tentu, bersiaplah menemaniku mandi..!"


!!


Yi Wen tersentak kaget saat Xiao Shuxiang langsung melesat pergi, dia segera menyusul saudaranya tersebut.


"Saudara Xiao..! Akan kubuat kau memakai pakaian wanita..!"


"Kau tidak akan bisa melakukannya, Yi Wen." Xiao Shuxiang meninju langit-langit bangunan untuk menghalangi Yi Wen menyusulnya, dia tertawa saat temannya tersebut tertimbun puing langit-langit.


BAAAM!


"Saudara Xiao..! Akan kubalas kau!"


*


*


Di dalam tingkatan tertinggi pagoda, nampak lima buah sangkar besar yang terbuat dari besi hitam dengan segel ungu pada pinggirannya.


Setiap sangkar terdapat seorang Patriarch Sekte Pedang Langit. Hanya tiga orang Patriarch yang terlihat berdiri tegap, mereka adalah Zhou Yan, Lan Xu Jian, dan Yu Changhai.


Ketiganya menyembunyikan kemarahan saat melihat rekan mereka, Ming Mei berteriak karena seluruh kekuatannya dihisap habis oleh sebuah pagoda kecil di tangan seorang gadis muda.


Piao Liang terus memperlihatkan senyum tipisnya, dia menoleh ke arah pria berjubah dan bertudung hitam sambil mengatakan bahwa ini tontonan yang menarik.


".. Pagoda itu akan kita kirimkan pada Tetua untuk menyempurnakan Pedang Bintang Malam,"


"Ah, benar. Semuanya baru akan dimulai.."


Zhou Yan hanya memperlihatkan tatapan mata dinginnya, sangkar ini membuatnya tidak bisa merasakan Qi. Walau wajahnya tertutup cadar tebal.. Namun bisa dilihat dari matanya yang begitu marah.


"Sekte Pedang Langit tidak pernah mencari masalah dengan kalian, kenapa kalian harus berbuat sampai sejauh ini.." Patriarch Lan mencoba bicara pada Ling Hao Yu, dia meminta agar orang tua tersebut bersedia menjawab pertanyaannya.


"Memang tidak, hanya saja Sekte Pedang Langit sudah tak dibutuhkan di Benua ini."


Ling Hao Yu baru berniat berbicara kembali.. Namun mendadak dia terkejut kala mendengar suara kegaduhan dan ledakan keras.


Pria berjubah dan bertudung hitam juga mendengarnya, dia segera pamit untuk memeriksa kondisi sekitar.


"Aku juga akan pamit, Tuan." Piao Liang memberi hormat dan mulai berubah menjadi kain hijau yang bergerak cepat melayang menuju jendela.


Kain hijau tersebut meliuk-liuk menuruni dinding dan menuju kesetiap langkan. Sampai di bawah, kain itu berubah kembali menjadi manusia.


Piao Liang berdecak kecil saat merasakan adanya asap pelumpuh di sekelilingnya, sudah pasti ini serangan dadakan.


BAAAM!


?!


Piao Liang menoleh saat salah satu bangunan meledak, terlihat seorang pemuda berpakaian serba hitam dengan rambut panjang yang diikat.


Kedua tangan pemuda tersebut penuh dengan darah merah kehitaman, terlihat juga banyak percikan darah di sekitar leher dan pipinya.


"Bersiaplah menemaniku mandi saat kita pulang nanti, Yi Wen." Xiao Shuxiang memberi penekanan saat menyebut nama temannya.


"Itu belum tentu, dasar mesum..!"


"Apa kau bilang?! Kalau aku mesum, sudah setiap hari aku makan pil Mata Dewa. Kau tidak akan bisa menyembunyikan apapun jika Xiao Shuxiang ini memakannya, tau?!"


Piao Liang memperhatikan perdebatan Xiao Shuxiang dan Yi Wen, detik berikutnya dia dikejutkan dengan serangan tiba-tiba kedua orang tersebut.


BAAAM!


Piao Liang terpental sejauh lima meter, dia mendapat tendangan dari Xiao Shuxiang. Padahal sebelumnya, jarak dirinya dan pemuda tersebut lumayan jauh.


"Heh, menggunakan cara licik dengan pura-pura berdebat. Memang pantas disebut Sang Bintang Penghancur,"


Ada nada ledekan dari ucapan Piao Liang barusan, dia mengusap kedua pipi dan turun ke-lehernya, geraman mulai terdengar.


Piao Liang memutar tubuh dan menjadi kain hijau kembali. Xiao Shuxiang dan Yi Wen menyerang kain hijau melayang tersebut, namun yang terjadi selanjutnya adalah kain itu berubah menjadi Demonic Beast berwujud naga ikan.


"Hmp, bukan itu alasan dari pemberian gelarku.." Xiao Shuxiang memberi tendangan dan tinjuan berkali-kali pada Piao Liang, gerakannya sangat cepat, dia bahkan tidak membiarkan Yi Wen melukai mangsanya selain itu dilakukan oleh dirinya sendiri.


"Saudara Xiao..!"

__ADS_1


"Kau sebaiknya cari yang lain, ini bagianku..!" Xiao Shuxiang memadatkan Qi di kepalan tangannya dan memberi tinjuan yang tepat mengenai kepala Piao Liang.


BAAAM!


Rupanya menyerang Piao Liang tanpa memakai senjata sangat efektif, buktinya Xiao Shuxiang bisa membuat Piao Liang menghantam tanah walau tubuh Demonic Beast tersebut licin dan keras.


!!


Yi Wen tersentak saat menyadari ada orang lain di dekat mereka, dirinya segera mengalirkan Qi pada pedang lenturnya dan menyerang sebuah bayangan pohon.


BAAAM!


"Ukh! Di-dia.. Bagaimana bisa dia menyadari keberadaanku?!"


Pria berjubah dan bertudung hitam ini bernama Lun Kuo, Pilar Atas yang menduduki kursi kedelapan Scarlet Bayangan.


Dia terlalu percaya pada kemampuan penyamarannya hingga dirinya lengah dan berakhir dengan terkena serangan Yi Wen.


Tanpa banyak bicara, Yi Wen kembali menyerang Lun Kuo. Gerakan pedangnya seperti tarian namun sangat mematikan, tidak ada jeda sama sekali serta setiap serangannya begitu tajam.


Lun Kuo harus bisa menghindari serangan dari pedang empat bilah milik Yi Wen.


BAAAM!


Xiao Shuxiang mengembalikan serangan air dari Piao Liang menggunakan teknik pernapasannya. Dia membuat monster tersebut menghantam salah satu bangunan hingga roboh.


Suara hantaman tersebut begitu keras, bahkan teman-teman Xiao Shuxiang, Ling Hao Yu, Ling Qing Zhu, dan para Patriarch Sekte Pedang Langit mendengarnya dengan begitu jelas.


"Zhu'Er, Paman akan melihat kondisi di luar. Kau lanjutkan pekerjaanmu,"


"Paman, tubuhmu.."


"Bukan masalah," Ling Hao Yu tersenyum tipis sambil menepuk pelan pundak keponakannya, dia lalu berjalan ke luar dan segera melesat untuk menyaksikan apa yang terjadi.


Bai Wu Dang dan Ming Mei terduduk di lantai sambil memuntahkan darah, kekuatan keduanya habis dihisap oleh pagoda kecil Ling Qing Zhu.


Praktik keduanya kini benar-benar menghilang, beruntung dantian mereka tidak sampai retak dan hancur, sehingga meski setengah mati.. Keduanya masih bisa mempertahankan nyawa.


Ling Qing Zhu kini berjalan ke sangkar milik Patriarch Ketiga, dia tidak bisa melihat wajah orang di depannya karena tertutup kain cadar tebal.


Bulu mata panjang nan lentiknya membuat Ling Qing Zhu merasa bahwa orang ini adalah wanita, apalagi rambut panjang Patriarch Ketiga yang terurai indah. Siapapun tidak akan tahu bahwa dia adalah seorang laki-laki walau dadanya terlihat datar.


Ling Qing Zhu mulai melayangkan kembali pagoda kecil miliknya yang mulai akan menghisap kekuatan Patriarch Ketiga. Namun suara ledakan keras berhasil membuat lantai yang dipijak Ling Qing Zhu bergetar.


"Paman..!" tatapan mata Ling Qing Zhu mengandung kekhawatiran, dia lalu melangkahkan kakinya untuk menyusul pamannya.


Zhou Yan, Lan Xu Jian, dan Yu Changhai saling bertatapan. Ketiganya tidak dapat membebaskan diri dari sangkar bersegel ini, namun mereka yakin murid-murid Sekte Pedang Langit datang untuk membebaskan mereka.


".. Anak nakal itu pasti juga datang,"


BAAAAM!


Xiao Shuxiang menatap naga ikan yang menggeliat pelan, perlahan ekornya berubah menjadi kain hijau. Dia dapat melihat Piao Liang mulai memuntahkan darah dengan tatapan matanya mengarah ke langit.


Piao Liang kini menghembuskan napas terakhirnya, pertarungannya dengan Xiao Shuxiang dan Patriarch Lan sebelumnya sudah membuat dirinya terluka. Sehingga hanya sekitar lima menit bertarung.. Dia akhirnya tidak bisa menahan serangan Xiao Shuxiang lagi.


"Saudara Xiao..!"


!!


Xiao Shuxiang tersentak kala mendengar seruan dari Hai Feng, dirinya langsung melesat ke tempat temannya tersebut.


Murid-murid Senior Sekte Pedang Langit sudah banyak merekrut murid dan meminta mereka ke tempat Zhi Shu berada.


"Kami akan menyelamatkan Patriarch, kalian bantu yang lainnya,"


"Baik,"


Lima orang murid Senior Sekte Pedang Langit mempercepat langkah, mereka menuju bangunan pagoda.


Di tempat lain, Zhi Shu sudah tidak bisa menghitung ada berapa murid Sekte Pagoda Langit yang berada di tempatnya. Mereka semua duduk sambil terus melihat satu persatu bangunan sekte mereka roboh dan hancur berkeping-keping.


Tidak ada dari mereka yang bicara, semuanya menyembunyikan rasa ketakutan dan gemetar di tubuhnya.


Mereka merinding melihat tindakan Jing Mi, Bao Yu, dan Hou Yong yang menebas tubuh saudara seperguruan mereka menjadi beberapa bagian.


!!


Ada satu orang yang seperti membuat jantung mereka berhenti. Itu adalah saat mereka melihat Xiao Shuxiang mematahkan satu persatu tangan salah seorang murid Sekte Pagoda Langit.


Tidak hanya itu, Xiao Shuxiang juga mengeluarkan organ dalam lawannya yang masih bernapas.


"Baiklah, siapa selanjutnya?" Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin Spasialnya, dia ingin menguliti lawan berikutnya.


Asap pelumpuh milik Xiao Shuxiang benar-benar berfungsi dengan baik. Meski ada sekitar 500 orang murid Sekte Pagoda Langit.. Nyatanya lebih banyak anak kecil di sekte ini, sehingga tidak sulit membujuk mereka untuk bergabung dan menjadi bagian dari Sekte Kupu-Kupu.

__ADS_1


***


__ADS_2