XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
38 - Kota Daun Teratai [Revisi]


__ADS_3

Kota Daun Teratai merupakan salah satu kota besar yang ada di Negara Rumpun Angin, Kekaisaran Matahari Terbit, Benua Timur.


Benua Timur sebenarnya terbagi ke dalam tiga wilayah Kekaisaran, yaitu Kekaisaran Matahari Terbit, Kekaisaran Matahari Tengah dan Kekaisaran Matahari Terbenam.


Di dalam wilayah Kekaisaran Matahari Terbit, terdapat 7 negara, salah satunya adalah Negara Rumpun Angin... tempat Xiao Shuxiang berada.


Kota Daun Teratai sendiri memiliki bentuk yang sama seperti namanya, di tengah-tengah kota ini terdapat sebuah danau yang besar, di mana letak Sekte Bunga Lotus ada di tengah danau tersebut.


Kereta yang membawa Gu Ta Sian dan lainnya berhenti di depan sebuah penginapan. Dia meminta kedua juniornya masuk dan memesan kamar untuk mereka, termasuk memesan kamar untuk Yang Shu dan keempat muridnya.


"Aku akan pergi sebentar bersama dengan para pedagang ini. Senior, kutitipkan kedua juniorku padamu," ucap Gu Ta Sian kepada Yang Shu.


"Tenang saja, aku pasti akan menjaga mereka. Kau berhati-hatilah,"


Gu Ta Sian mengangguk, dia kemudian berpamitan kepada Zong Ming dan Ying Liu, lalu mulai meminta kepada kusir kereta untuk segera berangkat.


Zong Ming kemudian mengajak teman-teman barunya untuk masuk ke dalam penginapan. Jing Mi dan Xiao Lu begitu antusias saat melihat suasana di dalam penginapan yang bernama, 'Penginapan Tiga Kelopak' ini.


Bangunan Penginapan Tiga Kelopak memiliki tiga lantai, di mana lantai pertama merupakan tempat makan, sementara dua lantai lainnya adalah penginapan.


Zong Ming, Ying Liu, bersama dengan Yang Shu menemui salah seorang pengurus penginapan yang berdiri tidak jauh dari pintu.


Zong Ming dan Ying Liu memesan tiga buah kamar di lantai 2 dengan harga tiga koin emas. Pengurus penginapan lalu meminta seorang pelayan untuk mengantar mereka ke kamar masing-masing.


Kamar pertama yang dipesan Zong Ming yaitu untuk Gu Ta Sian dan Yang Shu. Kamar kedua ditempati oleh Ying Liu dan Xiao Lu, sementara kamar lainnya ditempati oleh dirinya, Qi Xuan, Jing Mi dan Xiao Shuxiang.


Setelah mengetahui letak kamar masing-masing, Yang Shu, Zong Ming dan yang lainnya kembali turun ke lantai pertama untuk memesan makanan.


Mereka sebenarnya bisa saja meminta pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar masing-masing, namun mereka lebih memilih makan di lantai bawah sambil menunggu kedatangan Gu Ta Sian.


Bersamaan dengan makanan datang, Gu Ta Sian pun terlihat berjalan masuk sambil menelusuri setiap pengunjung yang ada dan mencari keberadaan Yang Shu sertakedua juniornya.


Zong Ming melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah Gu Ta Sian. Tindakannya membuat Gu Ta Sian menyadari keberadaan mereka. Gu Ta Sia pun berjalan mendekati Zong Ming, Yang Shu dan yang lainnya.


"Senior, kukira kau akan lama..." ucap Zong Ming ketika Gu Ta Sian mulai duduk dan bergabung dengan mereka.


"Aku hanya melaporkan tentang keberadaan mayat Perampok Bersaudara sekaligus mengantar para pedagang kebalai Persik Walet, itu tidak memakan waktu lama."

__ADS_1


Ketika makan bersama, tiga orang pelanggan yang baru masuk menarik perhatian Jing Mi, Xiao Lu dan Qi Xuan. Ini disebabkan karena pakaian orang tersebut sangat berkilau dengan warna ungu terangnya, terkesan mencolok.


Ketiga orang ini merupakan murid dari Sekte Bunga Petir, salah satu sekte menengah Aliran Netral.


Mereka memesan ruangan yang berada di lantai tiga. Memang, kebanyakan kultivator yang datang ke Penginapan Tiga Kelopak selalu memesan kamar di lantai paling atas. Ini karena mereka tidak ingin terlalu berbaur dengan orang-orang biasa.


Terkesan seperti menghindari hal yang tidak diinginkan atau mereka hanya ingin ruangan pribadi saja. Mungkin karena itulah, tidak ada kultivator lain yang makan di lantai bawah kecuali Gu Ta Sian, Yang Shu dan anak-anak yang mereka bawa.


Setelah makan, Yang Shu dan Gu Ta Sian kembali naik ke kamar mereka. Sementara Ying Liu dan Zong Ming mengajak teman-teman baru mereka untuk berjalan-jalan di kota.


Xiao Shuxiang memilih tidak ikut, dia hanya ingin berada di dalam kamar saja. Jing Mi dan Zong Ming berusaha membujuknya, namun Xiao Shuxiang tetap tidak mau.


"Aku masih harus memulihkan kondisiku, Qi di sini lumayan untuk pemulihan," ucap Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao, kita tidak hanya berjalan-jalan saja, tapi kita akan latihan dengan kedua Saudara baru ini...!" Jing Mi begitu antusias, sambil menepuk pundak Zong Ming dan Ying Liu.


Xiao Shuxiang, "Aku sebenarnya mau ikut, tapi ada hal yang harus kulakukan."


"Saudaraku, ayolah. Ini pertama kalinya kita bertemu kota. Aku ingin menyapa gedung dan pohon di tempat ini. Kau juga harus ikut... Inj akan sangat menyenangkan," Jing Mi terus mendesak Xiao Shuxiang agar ikut dengannya.


Anak itu bahkan dibantu oleh Qi Xuan dan Zong Ming sampai akhirnya Xiao Shuxiang menghela napas pelan.


"Begitu... baiklah. Semoga berhasil Saudara Xiao...!"


Zong Ming lalu mengajak teman-temannya untuk berjalan-jalan di kota, meninggalkan Xiao Shuxiang di penginapan.


Qi Xuan, "Apa yang dikatakan oleh Saudara Xiao..?"


Jing Mi, "Aku juga penasaran..."


Baik Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu terlihat penasaran. Namun Zong Ming tidak mau mengatakan apa pun karena Xiao Shuxiang memintanya untuk tidak memberi tahu ketiga anak ini.


"Sebaiknya jangan ganggu Saudara Xiao sampai malam ini. Ayo kita ke sana saja!" Ajak Zong Ming sambil tersenyum.


Meski kecewa karena Zong Ming sama sekali tidak mau memberitahukan apa pun, namun Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu langsung melupakan rasa kekecewaan mereka ketika melihat keindahan dari Kota Daun Teratai.


Saat sedang asyik melihat-lihat salah satu dagangan, pundak Zong Ming ditepuk pelan oleh Ying Liu.

__ADS_1


"Ada apa?" Zong Ming menaikkan sebelah alisnya sambil menatap Ying Liu.


Dengan suara yang sangat pelan, Ying Liu bertanya mengenai hal yang dibisikkan oleh Xiao Shuxiang kepada Zong Ming.


"Anak itu bicara apa padamu?"


"Kau juga penasaran...?" Zong Ming tidak menyangka gadis yang biasanya tidak peduli ini sekarang menatapnya dengan rasa penasaran.


"Baiklah. Akan kukatakan karena kau pasti mengerti, tapi jangan beri tahu mereka bertiga.." ucap Zong Ming setengah berbisik, membuat Ying Liu mengangguk.


Zong Ming pertama-tama mengawasi Qi Xuan, Jing Mi dan Xiao Lu yang berada cukup jauh di depan mereka. Ketiganya masih sedang asyik mengagumi bangunan-bangunan yang ada di sekelilingnya.


"Saudara Xiao bermaksud untuk memulihkan kondisinya sekaligus melakukan pergantian Dantian. Dia tidak ingin diganggu apalagi dengan mereka bertiga..."


Ying Liu tidak terlihat terkejut ketika mendengar penjelasan Zong Ming. "Saat aku membantu mengobati anak itu, aku mengetahui bahwa dantian yang dimilikinya adalah Dantian Cacat. Tapi, mengganti Dantian bukankah terlalu berisiko...?"


Zong Ming, "Saudara Xiao hanya mengatakan itu. Aku rasa... dia akan meminta bantuan kakeknya dan senior."


Ying Liu mengangguk saat mendengar jawaban dari saudara seperguruannya ini. "Ah... Benar. Tidak mungkin anak sekecil itu akan nekat melakukan hal berisiko tinggi sendirian."


Sebenarnya, alasan kenapa Zong Ming tidak memberitahukan apa yang dibisikkan oleh Xiao Shuxiang kepada Jing Mi, Qi Xuan dan Xiao Lu adalah karena menurut yang dikatakan Xiao Shuxiang, ketiga anak ini hanya akan membuatnya terganggu.


Karena itulah, sebisa mungkin Zong Ming akan mencegah Qi Xuan, Jing Mi dan Xiao Lu untuk pulang ke penginapan. Setidaknya sampai Xiao Shuxiang selesai mengganti dantiannya.


"Aku tidak bisa menahan mereka seorang diri, jadi aku juga butuh bantuanmu." Ucap Zong Ming kepada Ying Liu.


"Hm, Aku pasti membantu."


Ying Liu dan Zong Ming kemudian bergabung kembali dengan Qi Xuan, Xiao Lu dan Jing Mi. Mereka berdua lalu mengajak ketiganya untuk mengunjungi tempat lainnya.


***


-


-


-

__ADS_1


Catatan Penulis :


Secara tidak sadar Zong Ming dan Ying Liu membantu MC jahat kita. Kira-kira, akan seperti apa kelanjutannya ya? Oh iya. Terima kasih karena sudah membaca sampai di Episode ini. Sehat selalu...! ヽ(^。^)ノ


__ADS_2