XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
96 - Kelinci Percobaan [Revisi]


__ADS_3

"Hok ohok! Cih, lagi-lagi gagal..!"


Xiao Shuxiang terbatuk beberapa kali, wajahnya hitam dan rambutnya berantakan. Dia membuat pil dengan resep buatannya sendiri, namun terus saja gagal.


"Bocah, kau jangan melakukannya di dapur. Buat di luar, kau setiap hari hampir meledakkan kediamanku." Patriarch Ketiga tidak tahan lagi, selama Xiao Shuxiang terus menggunakan dapurnya untuk meracik herbal, maka selama itu pula dia akan terus merusak lukisannya.


Patriarch Ketiga, "Aku pernah bilang bahwa kau itu tidak punya bakat menjadi Akemis. Kenapa tidak menyerah saja, kau itu lebih berbakat memasak."


"Tetua, hok ohok! Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh Xiao Shuxiang. Kau menyuruh orang yang salah untuk menyerah. Aku mau berlatih lagi-!"


Saat Xiao Shuxiang berniat membuat pil kembali, segera Patriarch Ketiga menarik kerah belakangnya. "Kau tidak boleh membuat pil di dalam dapur lagi."


"Tetua, tapi.."


"Aku akan pergi hari ini dan aku tidak ingin kediamanku hancur berkeping-keping karena ulahmu." Patriarch Ketiga menambahkan, "Aku baru akan kembali setelah tiga hari, kau meracik herbal di halaman depan saja."


"Baiklah, baiklah. Tetua bisa pergi, biar kujaga tempat ini." Xiao Shuxiang kembali terbatuk dan mulai memindahkan periuknya ke halaman depan saat Patriarch Ketiga sudah pergi.


Xiao Shuxiang meracik herbal sambil menunggu kedatangan Jing Mi dan Hou Yong. Cairan herbal yang awalnya berwarna hijau mulai menjadi bening dan kemudian berwarna hitam pekat. Ada bau yang begitu menyengat dan terlihat letupan-letupan kecil di dalam periuknya.


Xiao Shuxiang terus mengaduk cairan herbalnya yang semakin mengental, dia lalu menaikkan sebelas alisnya ketika sendok yang digunakannya untuk mengaduk kini meleleh.


Xiao Shuxiang menggeleng, lagi-lagi dia gagal. Aroma yang begitu pekat, hampir membuat Xiao Shuxiang muntah. Sambil menahan napasnya, dia membawa periuk tersebut dan mulai menumpahkan isinya.


Saat Xiao Shuxiang sedang membuang cairan kental berwarna hitam ke rerumputan, dia tersentak kala mendengar sebuah seruan yang tidak asing.


"Saudara Xiao..!"


?!


Xiao Shuxiang menoleh ke atas, dia bisa melihat empat orang anak yang ternyata adalah Jing Mi, Nie Shang, Hou Yong dan Feng Ying.


Jing Mi dan Hou Yong terlihat melambai sambil terus memanggilnya.


"Mereka datang di saat yang tepat." Xiao Shuxiang tersenyum, akhirnya kelinci percobaannya sudah datang.


Jing Mi dan Hou Yong mendarat dengan mulus. Mereka berdua begitu senang bisa terbang dengan kekuatannya sendiri.


Jing Mi membawa Nei Shang, sementara Hou Yong bersama dengan Feng Ying. Di antara keempat anak tersebut, hanya Jing Mi yang memiliki fisik berbeda.


"Kau jadi semakin tinggi, Saudara Jing." Xiao Shuxiang tidak percaya Jing Mi bisa sekekar ini.


Jing Mi menggaruk kepalanya, dia tertawa bangga sambil memperlihatkan otot-ototnya kepada Xiao Shuxiang. Usia Jing Mi hampir memasuki lima belas tahun, namun fisiknya tegap dan terlihat perkasa.


"Saudara Xiao, kau juga terlihat semakin cantik. Jauh lebih cantik saat terakhir kali kita bertemu."


!!


Xiao Shuxiang dengan pandangan gelap mencubit keras lengan Jing Mi. Dengan suara yang nyaring, dia protes karena Jing Mi menyebutnya 'cantik' lagi.


Jing Mi, Hou Yong dan Nie Shang menutup telinga mereka karena tidak tahan dengan jeritan Xiao Shuxiang. Jing Mi lalu meminta maaf karena tidak sengaja mengeluarkan kata terlarang tersebut.


"Tapi kau memang terlihat cantik, Saudara Xiao. Kulitmu jadi lebih halus, bahkan lebih halus dari anak perempuan." Hou Yong mengusap-usap pipi dan tangan Xiao Shuxiang, dia jadi bertanya-tanya mengenai pelatihan Xiao Shuxiang saat ini.

__ADS_1


"Kau bilangi aku 'cantik' sekali lagi, kupastikan kau akan pulang tanpa kepala."


"Saudaraku, kau ini jangan galak begitu. Kami kemari untuk menjengukmu. Apa kau tahu, kami tidak makan selama tiga hari untuk bisa sampai ke sini. Perutku tersiksa jika hanya mengandalkan Qi, aku bahkan tidak pernah buang air besar lagi.." Hou Yong mengusap-usap perutnya sambil terus mencurahkan isi hatinya selama belajar di Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang menggeleng, dia lalu mengajak teman-temannya untuk duduk, sementara dirinya menyiapkan makanan. Hou Yong dan Jing Mi begitu senang, mereka belum pernah mencicipi masakan yang dibuat Xiao Shuxiang seorang diri.


"Hm, benar juga. Kalian belum pernah mencoba masakan Xiao Shuxiang. Baiklah! Duduk manislah dan aku akan segera kembali dengan masalah yang enak..!" Xiao Shuxiang menaikkan lengan bajunya dan mulai memasuki dapur Patriarch Ketiga untuk memasak.


Sambil menunggu Xiao Shuxiang, Jing Mi, Hou Yong, Nie Shang dan Feng Ying memperhatikan tempat tinggal teman mereka ini.


Jing Mi, "Kediaman ini begitu besar dan berada di atas gunung. Apalagi di sini, udaranya begitu tipis. Untunglah kita belajar cara menggunakan Qi selain untuk bertarung."


"Saudara Xiao sepertinya sudah biasa tinggal di tempat ini. Aku tidak lihat dia menggunakan teknik apa pun yang membuatnya bisa bernapas normal.." Nie Shang mengusap-usap dagunya sambil melihat ke arah kediaman Patriarach.


Tidak butuh waktu lama, Xiao Shuxiang berjalan sambil membawa masakan buatannya. Jing Mi lalu bangun dari tempat duduknya dan membantu Xiao Shuxiang.


Kelima anak tersebut sambil duduk di atas dipan, mereka menyantap masakan buatan Xiao Shuxiang sambil sesekali bercerita.


Jing Mi, "Saudaraku, masakanmu benar-benar enak. Ini luar biasa..!"


Hou Yong, "Aku belum pernah memakan masakan seenak ini, bahkan masakanmu jauh lebih enak dari buatan Nenek Nian..!"


Jing Mi dan Hou Yong terus-menerus melontarkan pujiannya pada Xiao Shuxiang.


Hou Yong, "Aku merasa ingin mencari gadis yang memiliki bakat memasak sehebat dirimu, Saudara Xiao!"


Jing Mi, "Aku setuju. Gadis yang seperti dirimu adalah impianku!"


"Kalian seperti anak yang belum pernah makan selama seminggu..." Xiao Shuxiang meminta agar keempat temannya ini tidak makan dengan terburu-buru.


Hou Yong, "Saudara Xiao, sejak kami bisa mengontrol Qi, kami hanya makan dua kali selama sebulan. Itu sangat menyiksa..!"


"Jika kau ingin menjadi abadi, kau memang harus meninggalkan segala bentuk keduniawian. Dan hal terkecilnya adalah makan.." Xiao Shuxiang menghabiskan makanannya dan mulai menuangkan air di gelasnya.


"... Itulah yang diinginkan kultivator, menjadi abadi." sambung Xiao Shuxiang lagi.


Hou Yong, "Tapi kami hanya ingin menjadi pendekar, memiliki banyak uang, menikahi seorang gadis, kemudian membuat keturunan yang banyak agar Desa Tani semakin ramai. Benar kan, Saudara Jing?"


Jing Mi dan Feng Ying mengangguk, impian mereka sama sekai tidak berubah. Nie Shang yang baru mendengarnya nampak tersedak air minum. Dia beberapa kali terbatuk sambil mengusap-usap dadanya.


Xiao Shuxiang, "Bukankah kalian sudah menjadi pendekar? Kudengar kalian memiliki julukan sebagai 'Delapan Pewaris Pedang', apa itu benar?"


Jing Mi dan Hou Yong saling bertatapan, keduanya lalu cengingiran sambil menggaruk kepala mereka.


Jing Mi, "Itu benar. Aku, Saudara Hou, Feng Ying dan yang lainnya sedang terkenal akhir-akhir ini. Itu sama sekali bukan apa-apa. Berita itu terlalu dilebih-lebihkan."


Xiao Shuxiang, "Jadi bagaimana pedang yang kalian warisi?"


Jing Mi, "Kudengar kedelapan pedang itu akan didapatkan ketika kami telah berusia matang."


Hou Yong, "Kami juga harus menghapal dan memahami 3000 dari 5000 aturan Sekte Pedang Langit. Ada banyak hal yang harus kami penuhi terlebih dahulu. Walau begitu, aku senang karena mendengar bahwa Pedang Sementara kami sedang dibuat..."


Hou Yong terlihat begitu senang saat menceritakannya. Selama seharian, Xiao Shuxiang mendengarkan cerita dari Jing Mi, Hou Yong dan Nie Shang.

__ADS_1


"Sepertinya di Balai Hukuman tetap namaku yang terkenal sebagai pemilik bintang merah terbanyak. Kalian benar-benar menjadi jinak saat berada di Sekte itu.. haiiih.." Xiao Shuxiang menggeleng saat selesai mendengar cerita dari ketiga temannya.


Xiao Shuxiang lalu tersadar dengan kehadiran Feng Ying, di antara teman-temannya.. kenapa harus bocah ini yang mereka bawa?


"Sejak tadi dia tidak mengatakan apa pun dan hanya terus memandangiku, rasanya menganggu.."


"Saudara Xiao, Feng Ying merengek ingin ikut. Dan di antara kami, dia yang paling merindukanmu.." Jing Mi mengusap-usap kepala Feng Ying sambil tersenyum.


Xiao Shuxiang malah merasa heran mendengar ucapan dari Jing Mi. "Merindukanku? Memang aku sudah berbuat kebaikan apa padanya, sampai dia merindukanku?"


"Saudara Xiao, sejak kau menghilang.. kami semua sangat khawatir, dan seperti orang gila mencarimu ke mana-mana. Ketika mendengar kabar bahwa kau dihukum oleh Patriarch Ketiga, kami begitu terkejut."


"Itu benar, bahkan kami mendengar bahwa kau sudah menjadi abu sekarang.." Hou Yong mengusap-usap wajahnya, tidak ingin mengingat kejadian tersebut.


Merasa bahwa Xiao Shuxiang ternyata diperhatikan oleh teman-temannya, dia mulai berinisiatif memberi mereka hadiah.


Xiao Shuxiang mengatakan bahwa saat ini dirinya belajar menjadi Alkemis, dan sekarang dia butuh orang lain untuk mencoba pil buatannya.


"Aku ingin kalian jadi yang pertama, sekaligus membantuku memberi mereka nama. Kalian mau, kan?" Xiao Shuxiang tersenyum begitu manis sambil memperlihatkan wajah yang sangat sulit untuk ditolak.


Jing Mi, Hou Yong dan Nie Shang bahkan tidak sadar terpesona dengan Xiao Shuxiang. Sementara Feng Ying nampak menyipitkan matanya, dia merasakan ada sesuatu yang salah dengan senyum milik Xiao Shuxiang.


"Tentu Saja Saudaraku..! Aku Senang Karena Bisa Membantumu..!"


"Serahkan Pada Kami, Jangan Sungkan-Sungkan..!"


"Baguslah, tunggu di sini. Akan kuambilkan pil-pil itu segera..!" Xiao Shuxiang segera berjalan masuk ke dalam kediaman Patriarch Ketiga, dia ingin mengambil semua pil hasil buatannya.


Xiao Shuxiang ternyata membawa satu buah kotak berukuran sedang, dia kemudian mulai duduk di tempatnya tadi sambil memperlihatkan isi kotak tersebut kepada teman-temannya.


Jing Mi, Nie Shang, Hou Yong,dan Feng Ying menatap kagum pil-pil buatan Xiao Shuxiang yang terlihat berwarna-warni. Jing Mi mengambil satu yang begitu bersinar dan nampak menarik perhatiannya.


"Ini keren sekali..! Aromanya juga harum.." Jing Mi kemudian meminta izin kepada Xiao Shuxiang untuk mencoba pil yang ada di tangannya.


"Itu pil penyembuh luka ringan, tapi kau boleh mencobanya.."


Jing Mi kemudian mulai memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya, hal yang pertama dirasakannya adalah suara letupan kecil, dan seketika matanya terbelalak.


"Saudara Xiao, kenapa rasanya seperti jeruk..?!" Jing Mi berkata, "Aku ingat dengan pil yang diberikan salah satu guru Sekte Pedang Langit. Pil itu tidak meletup seperti ini saat menyentuh lidah dan pil itu juga memiliki rasa yang pahit. Tapi..."


"Tentu saja, karena pil yang kubuat berbeda dengan Alkemis mana pun di Benua ini. Kalian tidak akan pernah menemukan pil yang seperti Xiao Shuxiang buat. Selain rasa jeruk, aku juga punya yang rasa buah persik, teratai dan jahe. Sangat Luar Biasa, bukan?" Xiao Shuxiang begitu bangga dengan pil buatannya, sangat pantas jika pil tersebut memiliki khasiat yang aneh-aneh.


"Saudara Xiao, kau sebenarnya membuat pil atau permen? Pil berwarna merah muda ini bahkan terasa manis untukku..." Hou Yong mengunyah salah satu pil buatan Xiao Shuxiang, seketika dia merasa seluruh tubuhnya gatal.


Nie Shang yang baru ingin mencoba pil Xiao Shuxiang mendadak berhenti ketika melihat Hou Yong mengeluh gatal di sekujur tubuhnya. Xiao Shuxiang dengan mata berbinar mulai menulis khasiat dari pil yang dimakan oleh Hou Yong tadi.


"Saudara Hou, makan yang ini. Gatalmu akan segera mereda.." Xiao Shuxiang melemparkan satu buah pil berwarna putih bening, itu adalah pil penetralisir racun terkuat yang pernah dibuatnya, Pil Embun Malam.


"Aku ingin tahu sampai mana batas Pil Embun Malamku, kemudian kembali mengembangkannya.." Xiao Shuxiang mulai membujuk teman-temannya untuk mencoba lagi. Dia menggunakan tatapan mata dan wajah polosnya agar Jing Mi dan yang lainnya masih mau membantu.


Alhasil, Jing Mi, Nie Shang dan Hou Yong mencoba beberapa pil aneh milik Xiao Shuxiang. Sementara Feng Ying mencoba satu dan khasiatnya adalah pil yang membuatnya tidur.


***

__ADS_1


__ADS_2