XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
287 - Benua Tengah [Revisi]


__ADS_3

Sang Bintang Penghancur tersebut memandang jijik ke arah Nin Gao. Bukan dia yang memakan manusia, tetapi malah perutnya yang terasa sakit.


Nin Gao menghentikan kegiatannya saat melihat perubahan pada wajah Xiao Shuxiang. Seketika, senyuman lebar yang mengandung arti terpampang jelas di wajahnya.


"Anak muda, kau harusnya berterima kasih pada Nyonya Cantik ini. Karena berkatnya, aku bisa membuatkanmu makanan yang enak,"


!!


Xiao Shuxiang tidak bisa menahan rasa terkejutnya, dia bahkan tidak sadar membuka mulut lebar dan sejenak menahan napas.


"Kau... Barusan bilang apa?"


Xiao Shuxiang merasa sudah salah dengar, tetapi senyuman lebar Nin Gao membuatnya yakin bahwa pendengarannya masih berfungsi dengan baik.


"Gila, apa daging yang kumakan itu adalah.."


Xiao Shuxiang memegang Yīng xióng dengan erat, "... Kau benar-benar koki yang berbakat, aku bahkan sampai tidak menyadarinya,"


Sebenarnya dia terguncang karena baru pertama kali dalam hidupnya di memakan sesuatu yang tidak seharusnya dimakan. Namun Xiao Shuxiang tetap mencoba terlihat tenang dan seolah hal tersebut sudah biasa baginya.


"Aku memang juru masak terbaik di Pelabuhan Hitam. Semua orang harus membayar mahal untuk satu hidangan buatanku," Nin Gao melempar kepala wanita di tangan kirinya dan mulai menjilati tangannya sambil berjalan mengelilingi Xiao Shuxiang.


"... Daging dari wanita terlalu lembut dan lumayan berarir, tidak seperti daging pemuda yang memiliki kelembutan pas dan cocok diiris tipis lalu dijadikan pembungkus kentang tumbuk..."


Nin Gao menjilat bibir bawahnya sambil memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. Senyuman lebar tidak pernah menghilang dari wajah pria berotot tersebut.


"Aku merasa seperti menjadi target pria mesum," Xiao Shuxiang terlihat kesal, dia paling tidak suka di pandangi seperti itu. Nin Gao terus saja berjalan mengelilinginya sampai dirinya merasa tidak nyaman.


"... Sudah banyak manusia yang kujadikan bahan utama dalam masakanku, tapi baru kali ini ada manusia yang mempunyai aroma darah yang begitu menggoda. Aku jadi menginginkanmu,"


"Kau punya selera yang bagus. Aku dengan senang hati akan menghangatkan meja dapurmu jika kau bisa membunuhku,"


Nin Gao mendengus dan kemudian tertawa keras saat mendengar ucapan pemuda berambut panjang di depannya. Dia lalu memperhatikan sekilas pertarungan rekan-rekannya yang sedang melawan Hu Li, Xiao Qing Yan, Kong Wu dan O Zhan.


Anak berusia 10 Tahun tersebut yang paling terlihat terdesak, ini jelas karena Xiao Qing Yan harus melawan salah satu awak kapal yang ternyata merupakan kultivator. Namun dirinya cukup terbantu dengan kehadiran Kong Wu.


"Aku tidak membutuhkan banyak waktu seperti mereka untuk dapat menghilangkan nyawamu. Aku hanya hanya memerlukan satu jari ini,"


Nin Gao mengangkat telunjuk tangan kirinya, detik berikutnya dia menghilang dan dengan gerakan yang begitu cepat.. Dia telah sampai di dekat Xiao Shuxiang.


!!


Tidak sempat menghindar, Xiao Shuxiang terkena serangan jari telunjuk Nin Gao yang langsung melubangi kening kirinya sampai menembus ke tengkorak kepalanya.


BAAAM!


Xiao Shuxiang terpental sampai menghantam dinding kayu. Nin Gao mendongakkan kepalanya dan tersenyum lebar sambil menikmati setiap tetesan air hujan.


"Aku sangat kuat, kultivator seperti kalian tidak akan mampu mengalahkanku..." Nin Gao mulai mengarahkan jari telunjuk kirinya ke tempat Hu Li berada, dia kemudian membidik pemuda tersebut namun serangannya malah di tangkis seseorang.


!!


Nin Gao tersentak saat dia tahu orang yang menangkis serangannya adalah pemuda yang sudah dirinya bunuh dengan sekali serangan, Xiao Shuxiang.


Nin Gao segera menoleh ke tempat di mana sebelumnya Xiao Shuxiang menghantam dinding dengan kepala yang berlubang, namun ternyata tidak ada siapa pun di tempat itu.


"Tidak mungkin.."


Bukan hanya Nin Gao yang tidak percaya, tetapi juga pemuda yang datang bersamanya dan masih berdiri di jarak yang sedikit jauh dari dirinya, awak kapal tersebut bernama Bian Lou.


"Seranganmu benar-benar hebat.." Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan keningnya yang terkena serangan Nin Gao, nampak keningnya tersebut masih meninggalkan bekas.


"Bagaimana dia bisa hidup?" Bian Lou tidak akan percaya jika tak melihat sendiri. Serangan Bos-nya sangat fatal dan siapa pun tidak mungkin bisa bernapas setelah terkena serangan tersebut.


"... Pemuda itu.. Dia monster," Bian Lou menelan ludahnya, perlahan dia melangkah mundur sebelum disadari siapa pun.


Dia tidak akan mau bertarung dengan manusia yang dia yakini tidak bisa mati meski dibunuh bagaimanapun juga.


Xiao Shuxiang tersadar ada awak kapal yang melarikan diri, dia tidak mencoba menghentikan orang tersebut karena menganggap awak kapal itu telah membuat keputusan yang tepat dengan tidak mencari masalah dengannya.


Nin Gao, "Praktikmu berada satu tingkat di bawahku, tetapi kau sepertinya memiliki tubuh yang Abadi.. Benar-benar mirip Iblis,"


Xiao Shuxiang mendengus, "Ini hanya tubuh biasa dan aku tidak suka jika kau menyamakan pemuda tampan penuh pesona ini dengan makhluk kotor dan rendahan itu," luka pada kening Xiao Shuxiang kembali menutup, dia kemudian melesat untuk menyerang Nin Gao.


TRAANG!


Benturan pedang mereka menciptakan percikan api di tengah-tengah hujan deras. Keduanya saling bertukar serangan dan jurus bahkan sampai bertarung di udara.


TRAANG!


Hanya ada empat orang awak kapal yang tidak ikut bertarung, satu di antara mereka bertugas mengemudikan kapal, satu lagi memberi komando, sementara sisanya menjaga agar kapal tidak sampai bocor.


TRAANG!


"Aku semakin menginginkanmu. Mengulitimu hidup-hidup pasti akan sangat menyenangkan," Nin Gao menyeringai.

__ADS_1


Wajahnya yang tegas dan terlihat menyeramkan tidak membuat lawannya gentar. Malahan, Xiao Shuxiang juga ikut memasang seringaian khas miliknya.


"Menguliti manusia hidup memang sangat menyenangkan. Teriakan kesakitannya seperti alunan musik yang merdu dan yang bagian terbaiknya adalah melihat raut wajah mereka.." Mata Xiao Shuxiang berkilat.


Suaranya terdengar lebih rendah dari biasanya, "... Menyaksikan bagaimana orang itu mati membuat jantungku berdebar-debar. Perasaan itu sangat tidak tertahankan,"


Nin Gao seperti bertemu dengan orang yang mirip dengannya, "Kau seperti sudah sering menguliti manusia, apa kau juga memakan mereka?"


TRAANG!


Nin Gao dan Xiao Shuxiang terus bertarung, hanya saja mereka sesekali berbicara guna membuyarkan fokus lawan.


"Aku tidak memakan mereka, hanya menguliti. Namun semua itu adalah masa lalu, sekarang ini aku mencoba untuk lebih menghargai hidup manusia... mungkin,"


Xiao Shuxiang memutar tubuhnya dan menargetkan perut Nin Gao sebagai sasaran. Sayang serangannya dapat disadari dan ditangkis dengan mudah oleh pria tersebut.


TRANG!


"Pfft.. Ha ha ha ha, kau ingin jadi orang baik, huh? Dasar bodoh, apa pentingnya menjadi orang yang seperti itu? Kau hanya akan menjadi lemah..!"


"Itu pemikiranmu, tidak dengan milikku."


TRANG!


Yīng xióng mengeluarkan cahaya kemerahan yang nampak redup, dia seperti memberitahukan pada Xiao Shuxiang untuk membunuh Nin Gao, dia ingin menghisap habis pria itu.


Trang!


TRANG!


Hanya beberapa orang lagi yang harus Xiao Qing Yan dan Hu Li hadapi. Anak yang nampak berusia 10 Tahun ini tidak hanya menggunakan kelincahan tubuhnya, tetapi juga memakai kecerdasannya.


TRANG!


Xiao Qing Yan dapat merampas salah satu pedang milik awak kapal dan menggunakan pedang tersebut dengan sangat baik. Dengan kecerdasannya, dia menganalisis setiap pergerakan lawan dan mencari titik lemah mereka.


TRANG!


Xiao Qing Yan memakai titik tersebut sebagai sasaran dari serangannya. Meski cukup sulit, namun keadaan dapat dikendalikannya karena bantuan dari Kong Wu.


Pria yang nampak dewasa ini memiliki kemampuan bertarung yang hebat, beberapa kali Xiao Qing Yan mendapat arahan darinya.


TRAANG!


TRAANG!


Sudah ada sekitar lima puluh teknik berpedang yang keduanya adu. Tetapi mereka sama sekali tidak terlihat kelelahan.


Nin Gao sudah mengeluarkan Aura Pembunuh miliknya, tetapi itu sama sekali tidak berguna menahan lawan saat ada Aura Pendekar Xiao Shuxiang.


"Jangan senang dulu. Kau akan mati di tanganku..!" Nin Gao akhirnya bersuara kembali.


Dia menggunakan sebuah teknik di mana dirinya mampu mamakai energi negatif seperti dendam yang ada dalam mayat manusia.


Air laut di sekitar Nin Gao mengeluarkan asap tipis kehitaman. Tempat ini memang akrab dengan mayat manusia, banyak penumpang kapal Nin Gao yang dibunuh dan dibuang ke laut.


"... Sekali kau menjadi target mereka.. Kau tidak akan bisa lepas meski memiliki tubuh abadi,"


!!


Xiao Shuxiang tersentak ketika asap hitam yang seakan keluar dari permukaan air mulai mendekatinya. Dia berusaha menghindar namun malah mendapat serangan dari Nin Gao.


TRAANG!


Xiao Shuxiang masih bisa menangkis serangan tersebut, dia berkata. "Kau sudah melakukan kesalahan yang besar."


Xiao Shuxiang, "Kau pernah menyebutku 'Iblis', bukankah makhluk rendahan itu akrab dengan energi gelap seperti ini? Entah sekarang siapa yang menjadi iblis di antara kita, yang jelas itu bukan aku,"


Energi negatif mulai menyebar bahkan sampai naik ke kapal, Nin Gao sama sekali tidak mempedulikan peringatan Xiao Shuxiang. Dia memakai energi tersebut untuk menyerang Hu Li, Kong Wu, O Zhan dan Xiao Qing Yan.


Xiao Shuxiang yang menyadarinya langsung memasukkan Yīng xióng ke dalam gelang semesta miliknya dan mengeluarkan Seruling Giok Putihnya.


Segera, alunan musik dari seruling Xiao Shuxiang menyebar dan rupanya ampuh dalam mengatasi energi negatif yang dikeluarkan Nin Gao.


!!


Pria tersebut tidak tinggal diam, Nin Gao melesat dan menyerangnya sekuat tenaga. Sayang pedang besarnya lebih dulu berbenturan dengan dua Api Biru kecil Xiao Shuxiang yang tiba-tiba muncul.


Api tersebut mengejar Nin Gao dan membuat pria itu kesulitan melakukan serangan jarak dekat. Pria yang adalah pemilik dari kapal layar tersebut akhirnya menggunakan serangan jarak jauh.


Xiao Shuxiang menghindari serangan yang datang sambil terus meniup seruling. Dia menyatukan pemahaman tentang slip giok yang pernah dia dapatkan di pelelangan saat memainkan serulingnya.


Alhasil, bukan hanya mampu menenangkan energi negatif yang ada.. Tetapi dia juga mampu mengendalikan energi tersebut dan menggunakannya untuk melakukan serangan balik pada Nin Gao.


!!

__ADS_1


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak memiliki tubuh yang abadi, dia jelas bisa mati. Namun dia mempunyai pelindung berupa Roh Phoenix Api di punggungnya.


Untuk pertama kalinya roh ini tidak menampakkan diri, bahkan saat punggung Xiao Shuxiang terkena air hujan pun----Phoenix tersebut tidak muncul di punggungnya, tetapi roh ini masih melakukan tugasnya dengan baik.


Nin Gao yang seorang kultivator dan berada di praktik Grand Master Tingkat Immortal jelas tidak mampu menyaingi Xiao Shuxiang. Nin Gao masih belum mencapai tahap Immortal Sejati.


"Aku sudah menyadarinya, kau memilih mamakai kultivasi setan. Apa kau pikir itu bisa membuatmu kuat? Tidak sama sekali,"


Mata Xiao Shuxiang berubah warna menjadi merah, dia secara sengaja menghilangkan dua Api Biru Kecilnya dan membiarkan Nin Gao melesat cepat ke arahnya.


TRAANG!


Seruling Giok Putih Xiao Shuxiang berbenturan dengan senjata pria tersebut. Dia memakai Teknik Pengendalian darah untuk meledakkan salah satu organ dalam Nin Gao.


!!


Pria itu berteriak keras, salah satu ginjalnya seperti meledak. Dia kemudian mendapat serangan dari Xiao Shuxiang yang menyebabkannya menghantam lantai kapal tepat di tengah-tengah pertarungan Hu Li.


!!


Awak kapal yang tersisa kini hanya sembilan orang, empat di antara mereka tidak melakukan pertarungan.


"Bos..!"


Kelima awak kapal yang melihat Nin Gao menghantam lantai segera menghampiri Bos mereka. Tapi belum sempat mereka mendekat, seorang pemuda langsung muncul dengan posisi menduduki perut Nin Gao.


!!


"Kau sangat suka menguliti orang hidup-hidup, kan? Bagaimana jika kau juga merasakannya.."


Nin Gao kesulitan berdiri, dia tidak bisa menggeser Xiao Shuxiang yang duduk di perutnya. Pemuda tersebut nampak menyimpan kembali serulingnya dan mengeluarkan Yīng xióng.


Hujan yang begitu deras tidak menjadi penghalang bagi Xiao Shuxiang untuk membuat Nin Gao mati di depan awak kapalnya sendiri.


!!


"AAARRGH..!"


Yīng xióng mulai menancap indah di perut Nin Gao. Xiao Shuxiang menikmati saat dirinya membuka perut pria yang dia duduki ini dan secara sengaja melebarkan luka tersebut sampai air hujan masukinya.


Kong Wu segera menutup mata Xiao Qing Yan karena pemandangan di depan mereka tidak seharusnya dilihat oleh anak kecil.


!!


Tidak ada awak kapal yang berniat menyerang lagi, mereka sudah kehilangan kepercayaan diri setelah melihat Bos mereka dikuliti tepat di depan mata.


"Apa kau suka saat organ dalammu ditarik keluar? Kau jangan mati, aku masih belum selesai membuat organ dalammu berantakan,"


Xiao Shuxiang mengalirkan Qi pada telapak tangan kirinya dan mengarahkannya dengan hati-hati ke perut Nin Gao. Dia terlihat senang dan semakin bersemangat saat mendengar erangan kesakitan lawannya.


Nin Gao tidak bisa melakukan apa pun selain menerima takdirnya, dia tidak mampu mematahkan Teknik Pengendalian Darah Xiao Shuxiang.


"Hm? Hei, apa kau mati?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat tidak lagi mendengar erangan Nin Gao, pria yang dia duduki ternyata telah mengembuskan napas terakhir dalam keadaan pupil mata terselip ke atas dan mulut yang terbuka.


Xiao Shuxiang merasa kesal. Dia lalu memakai Teknik Pengendalian darah dan meledakkan seluruh tubuh Nin Gao sampai pria itu tidak berbentuk.


Banyak kerusakan pada kapal ini, namun untunglah tidak sampai ada kebocoran yang berarti. Xiao Shuxiang dan Hu Li akhirnya mengambil alih kapal milik Nin Gao.


Para awak kapal yang tersisa menjadi patuh pada Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Setelah melakukan perbaikan, perjalanan mereka kembali berlanjut.


Selama tiga hari perjalanan, Bian Lao menjelaskan semua yang dia ketahui tentang cara tercepat ke Benua Tengah pada Xiao Shuxiang dan teman-temannya.


"... Kita harus melewati sebuah kabut tebal yang berada di tengah dua bukit karang. Perjalanan ke tempat tersebut biasanya dipenuhi rintangan seperti ombak di laut yang tiba-tiba besar, atau munculnya Demonic Beast.. Namun sepertinya pelayaran ini adalah yang paling tenang,"


"Baguslah jika begitu, aku juga lelah harus selalu bertarung,"


Xiao Shuxiang memperhatikan kondisi laut di dek depan kapal, dia melihat ada dua buah bukit karang dengan kabut putih tebal di tengah bukit tersebut, sama seperti penjelasan Bian Lou.


Xiao Shuxiang juga saling mengenal dengan Kong Wu, kultivator tersebut nampak ramah dan terlihat kuat. "... Sayang sekali anda tidak pernah mau serius melawan manusia biasa seperti awak kapal perompak tadi. Padahal pertarungan itu bisa dimenangkan dengan mudah,"


"Pertarungan tidak akan seru bila berakhir dengan cepat,"


!!


Xiao Shuxiang tidak menyangka akan mendengar jawaban yang seperti itu, padahal pria di sampingnya nampak sangat berwibawa dan seakan menghindari pertarungan.


"Anda orang yang menarik,"


"Kau juga,"


Kapal yang mereka tumpangi mulai memasuki kabut, suasana mendadak berubah. Tidak ada suara apa pun yang terdengar selain degup jantung mereka masing-masing.


Melewati kabut merupakan perjalanan setengah hari. Saat sampai di Pelabuhan Benua Tengah, hari pun sudah kembali sore.


***

__ADS_1


__ADS_2