
Setelah kekacauan yang dilakukan oleh kultivator Sekte Serigala Iblis, Turnamen Kultivator Muda terpaksa dihentikan.
Banyak murid-murid Sekte Bunga Lotus yang terluka. Tidak hanya itu, tetapi wali dan peserta turnamen juga mengalami hal yang serupa. Beberapa dari mereka bahkan harus kehilangan nyawa.
Andai yang datang sebagai wali adalah Patriarch atau Grand Elder, mungkin korban hanya berada dipihak Sekte Serigala Iblis. Semua ini karena Patriarch dan Grand Elder sekte lain lebih memilih untuk menghadiri pelelangan Asosiasi Bangau Merak.
Yuen Liang begitu marah, dia sudah merasa kegerahan karena tidak bisa menghadiri pelelangan dan sekarang kipas kesayangannya rusak parah.
Semua wali dan peserta turnamen dibawa untuk beristirahat sampai mereka membaik. Turnamen benar-benar dihentikan setelah empat hari memperbaiki kekacauan yang ada.
Tidak ada yang berniat meneruskan turnamen, mereka lebih memilih untuk bersiap-siap meninggalkan Sekte Bunga Lotus. Huan Fei juga merasakan hal yang sama. Karena gara-gara kekacauan ini, hampir saja cucunya dibawa pergi oleh kultivator Sekte Serigala Iblis.
Hari berikutnya. Di hadapan semua peserta dan tamu undangan, Huan Fei meminta maaf atas semua kekacauan yang terjadi.
"Sebagai Tuan Rumah dari Turnamen Kultivator Muda, aku telah gagal melindungi semuanya. Aku sungguh meminta maaf. Sekteku akan memberikan kompensasi atas semua kerugian yang semuanya alami. Aku sangat menyesal atas korban yang berjatuhan dan untuk yang satu ini... Kompensasi apa pun yang kuberikan, tidak mengganti nyawa mereka. Bahkan permintaan maaf pun tidak bisa menghidupkan mereka yang kehilangan nyawanya. Aku... sungguh sangat menyesal,"
"Jangan lakukan, Tetua Huan!" seseorang berseru dan membuat semua memandang ke arahnya. "Anda tidak perlu meminta maaf...!"
"Anda Tuan Rumah dalam Turnamen ini, tapi kami juga mempunyai kewajiban membantu Anda menjaga keamanan tempat ini. Jadi Anda jangan membebani diri bahwa ini semua adalah kesalahan Anda."
Patriarch Lan yang berdiri di samping Huan Fei juga berkata, "Aku juga tidak mengharapkan permintaan maafmu. Ini bukanlah kesalahanmu atau pun Sekte Bunga Lotus,"
Kultivator lain mengangguk membenarkan ucapan Patriarch Lan. "Itu benar, Tetua. Justru bila dibandingkan dengan kami, sekte Anda-lah yang paling banyak mengalami kerugian."
Huan Fei, "Terima kasih. Aku berterima kasih pada para Tetua dan semuanya. Terima kasih karena sudah mau mengerti keadaan ini dan tidak menuntut lebih. Sungguh, kami merasa sangat bersyukur karena begitu dihargai..."
Ketika Huan Fei selesai mengumumkan penutupan turnamen, semua orang yang hadir mulai diantar oleh murid-murid Sekte Bunga Lotus menuju kapal.
Yang Shu sebenarnya juga mulai bersiap-siap, hanya saja Gu Ta Sian dengan kedua juniornya berkunjung dan seperti ingin membicarakan sesuatu yang pribadi kepadanya.
Tepat seperti dugaan, kedatangan Gu Ta Sian adalah untuk merekrut salah satu murid Yang Shu menjadi bagian dari Sekte Bambu Perak.
Gu Ta Sian duduk di sebuah kursi dan berkata, "Sekte Bambu Perak memang bukan yang terbesar di Kekaisaran ini, apalagi di Benua Timur. Tapi aku sangat berharap bisa mengambil murid darimu, Senior."
Yang Shu, "Mendengar kau ingin merekrut muridku sudah sangat membahagiakan, namun pilihan tetap ada di tangan anak-anak itu. Tapi siapa yang ingin kau rekrut?"
"Lu'Er." Gu Ta Sian tersenyum, dia melihat Yang Shu cukup terkejut. Dia pun kembali berkata, "Aku ingin membawa Lu'Er ke Sekte Bambu Perak. Patriarchku pasti senang saat melihat Xiao Lu, apalagi dia adalah cucu Senior,"
"Yaah, Fu'Er memang tidak tahu aku telah memiliki cucu. Tapi seperti yang kukatakan, keputusan bukan ada padaku.." Yang Shu mengelus-elus kumis dan janggutnya, dia sedikit curhat dengan Gu Ta Sian.
Yang Shu berkata, "Sebenarnya akhir-akhir ini Lu'Er lebih banyak diam dan selalu gemetar ketakutan. Bahkan tidak jarang aku mendengar dia menangis. Aku merasakan ada sesuatu yang aneh padanya. Tapi tidak tahu apa itu,"
Saat sedang mendengarkan curhatan Yang Shu, Zong Ming seketika datang dan meminta izin untuk berbicara.
Zong Ming bicara dengan hati-hati, "Maafkan aku karena mencuri dengar. Tapi kurasa aku harus memberi tahukan tentang Xiao Lu. Keadaannya berubah aneh sebenarnya adalah karena dia memiliki Aura Pembunuh,"
__ADS_1
Yang Shu tersentak, "Itu tidak mungkin, aku juga sering membunuh Demonic Beast dan hewan liar. Tapi aura yang kurasakan pada Lu'Er berbeda..."
"Ehm... itu karena..." Zong Ming mulai menceritakan semua yang dia lihat. "Ketika kekacauan terjadi. Aku mengejar Xiao Lu saat dia baru saja membanting seorang murid Sekte Bunga Lotus ke tanah."
Zong Ming, "Meski kaget, tapi aku terus mengejarnya. Dan yang membuatku makin terkejut adalah ketika Xiao Lu dengan sangat tiba-tiba menebas leher seorang kultivator,"
Yang Shu dengan mata terbelalak begitu terkejut mendengar cerita Zong Ming. Tidak disangka cucunya yang masih begitu muda sudah berani mengambil nyawa orang lain.
"Lu'Er...."
Gu Ta Sian menenangkan Yang Shu, "Senior. Anda tenanglah. Cepat atau lambat... Lu'Er pasti akan lebih banyak bertarung dan mungkin saja akan banyak membunuh. Dia hanya perlu mendapat didikan agar hanya mengayungkan pedangnya untuk kejahatan.."
Gu Ta Sian lalu mengatakan kepada Zong Ming untuk membawa Xiao Lu kemari, "... Sebaiknya, Aura Pembunuh di tubuh Lu'Er dihilangkan. Aku juga akan mengajarinya cara mengubah Aura Pembunuh menjadi Aura Pendekar."
Saat mengatakan hal tersebut, sesuatu terlintas dipikiran Gu Ta Sian. Dia lalu menatap Yang Shu dengan pandangan menyelidik.
"Senior, apa kau tidak mengajari muridmu cara mengubah Aura Pembunuh menjadi Aura Pendekar?"
!!
Pertanyaan Gu Ta Sian membuat Yang Shu terkejut, dia bahkan tersedak napasnya sendiri.
"Ohoek hok...!"
Gu Ta Sian dan Zong Ming tersentak dan mencoba menenangkan Yang Shu. Zong Ming bahkan segera bergegas mengambilkan air minum untuk Yang Shu.
Yang Shu meminum air yang diberikan Gu Ta Sian. Setelah dirinya tenang, dia mulai berkata kepada keduanya, "Aku pernah mengajari murid-muridku semua yang dia ketahui, termasuk mengubah Aura Pembunuh menjadi Aura Pendekar. Hanya saja, mereka tidak pernah mengerti dan paham dengan penjelasanku. Haiih... Bahkan sudah ratusan kali aku menjelaskan perbedaan Aura Pembunuh dan Aura Pendekar, tetapi anak-anak itu lebih tertarik untuk mencari makanan atau bermain kejar-kejaran sambil bergulat serampangan."
"Haaah... dari semua muridku, hanya Xuan'Er dan Lu'Er yang setia mendengarku. Meski pada akhirnya, mereka berdua juga terlihat tidak mengerti..." Yang Shu memijat kepalanya saat mengingat tingkah murid-muridnya yang setiap hari hanya tahu bermain dan bergulat serampangan.
"Itu pasti sangat menyulitkan..." Gu Ta Sian bisa merasakan kesulitan yang dialami oleh Grand Elder Sekte Kupu-Kupu ini.
Saat Zong Ming dan Ying Liu membawa Xiao Lu, Gu Ta Sian bisa merasakan Aura Pembunuh dari anak perempuan berusia 14 tahun ini. "Dia belum bisa mengontrolnya..."
Gu Ta Sian meneliti wajah Xiao Lu yang sedikit pucat dengan mata yang sembab. Bisa dibilang, Xiao Lu begitu tertekan dengan apa yang diperbuatnya.
Cukup lama Gu Ta Sian menenangkan Xiao Lu dan mengajarinya tentang Aura Pembunuh yang bisa disembunyikan atau diubah menjadi Aura Pendekar.
Sementara itu... Qi Xuan, Jing Mi dan Xiao Shuxiang terus menunggu di halaman sampai Yang Shu dan Gu Ta Sian selesai berbicara.
Qi Xuan dan Jing Mi juga merasakan ada yang aneh dengan saudara seperguruan mereka. Apalagi saat Zong Ming dan Ying Liu membawa Xiao Lu masuk, mereka begitu penasaran. Sayangnya, Zong Ming meminta agar mereka tetap berada di luar dan menunggu saja.
Sambil menunggu tetua dan saudara seperguruan mereka, Qi Xuan dan Jing Mi berbincang-bincang dengan Xiao Shuxiang.
Mereka melemparkan berbagai pertanyaan kepada Xiao Shuxiang. Tidak jarang, Jing Mi merutuki Xiao Shuxiang karena menghilang entah ke mana.
__ADS_1
Jing Mi, "Saudaraku. Kau tahu kami sangat khawatir padamu. Kami mencemaskanmu. Berlari ke sana kemari sambil memanggil-manggilmu. Kami takut sesuatu yang buruk terjadi padamu,"
Xiao Shuxiang menceritakan semuanya, "Aku sebelumnya keluar untuk mencari udara segar. Tapi aku bertemu kultivator Sekte Serigala Iblis. Kami bertarung hebat dan dia kalah olehku. Aku pun berakhir pingsan dengan elegan. Aiya, ternyata tidur di semak-semak lumayan juga,"
Qi Xuan dan Jing Mi menggeleng saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Padahal mereka begitu mengkhawatirkan saudara laki-lakinya ini, tetapi..
Jing Mi, "Saudaraku, Kau Sangat Keterlaluan. Kami mencarimu seperti orang tidak waras, bahkan 'Kakak Lu Yang Cantik' rela memasuki tempat turnamen yang begitu berbahaya, dan kau malah enak-enakan tidur?! ck ck ck"
"Perlu kau tahu, aku hanya berada di Forging Qi tingkat satu, melawan kultivator yang tingkatannya lebih tinggi dariku sangatlah menyulitkan, mustahil aku menang. Untung saja mereka meremehkan Xiao Shuxiang ini, kalau tidak..."
Xiao Shuxiang menggeleng, dalam hati dia menyayangkan tingkat praktiknya yang begitu rendah. Semua ini karena Dantian Berakarnya.
Cukup lama mereka berbincang-bincang sampai sebuah seruan membuat Xiao Shuxiang, Qi Xuan, dan Jing Mi tersentak.
"Kakak Xuan!!"
Huan Mei yang sedang memegang tangan Huan Fei seketika melepaskan tangan kakeknya dan berlari ke arah Qi Xuan.
"Mei'Er..!" Qi Xuan mengelus lembut kepala Huan Mei saat cucu Grand Elder Bunga Lotus memeluknya.
Jing Mi dan Xiao Shuxiang tersentak saat melihat saudara seperguruannya nampak akrab dengan seorang anak perempuan. Mereka berdua terlihat saling menatap satu sama lain.
"Mei'Er, jaga sikapmu..."
Huan Mei memanyunkan bibirnya saat mendapat teguran ringan dari Huan Fei, dia lalu melepaskan pelukannya dari Qi Xuan.
Qi Xuan dan Jing Mi memberi hormat kepada Huan Fei. Xiao Shuxiang juga ikut melakukannya, meskipun sedikit ogah-ogahan.
Huan Fei mengatakan maksud kedatangannya yang ingin bertemu dengan Yang Shu. Qi Xuan berkata bahwa tetuanya sedang berbicara dengan Gu Ta Sian dan sekalian membantu Xiao Lu dengan Aura Pembunuhnya.
Qi Xuan, "Sebenarnya sejak Kakak Lu Yang Cantik melakukan pembunuhan, dia terus saja diam dan sesekali akan menangis. Kami tidak tahu harus berbuat apa,"
"Hmm, apa kalian tidak diajari Teknik Penguatan Mental?" Huan Fei mengelus kumis dan janggutnya, keningnya terlihat mengerut saat mendengar ucapan Qi Xuan.
Hanya saja, yang menjawab pertanyaan Huan Fei adalah Jing Mi dan Xiao Shuxiang.
Jing Mi, "Guru tidak pernah mengajari kami teknik apa pun. Dan walau diajari, kami sama sekali tidak paham maksud guru. Yang membantu kami dalam Teknik Penguatan Mental pun hanya saudara Zong dan Ying Liu."
Xiao Shuxiang mendesah pelan, "Haah, melakukan Teknik Penguatan Mental sekali tidak terlalu berefek, palingan mereka hanya tidak pingsan saat melihat darah dan potongan tubuh saja. Apalagi yang membantu mereka dengan teknik itu hanyalah dua anak kecil, apa yang harus dibanggakan."
Ucapan Xiao Shuxiang begitu ketus, raut wajahnya terlihat buruk. Ini di karenakan dia sudah menunggu Yang Shu terlalu lama.
Qi Xuan dan Jing Mi tersentak saat mendengar rutukan dari Xiao Shuxiang, mereka tidak percaya saudara seperguruannya bisa berkata seperti itu, apalagi di depan seorang Grand Elder.
Huan Fei tidak mempermasalahkan ucapan Xiao Shuxiang, dia hanya menyayangkan sahabatnya Yang Shu tidak memiliki bakat menjadi seorang tetua.
__ADS_1
"... Entah Shu'Er yang salah karena tidak menerima bantuanku, atau aku yang salah karena tidak keras membujuknya..."
***