
Ling Lang Tian saat ini masih bersama ibu dan neneknya, dia menjadi bulan-bulanan kedua wanita itu karena telah memilih bungkam saat Xiao Shuxiang bertindak kurang ajar pada mereka.
Ling Shen Yue belum menyerah, dia dengan tegas meminta agar cucunya, Ling Lang Tian menantang Xiao Shuxiang demi posisi 'Wali Pelindung' dari Ling Qing Zhu. Dia tidak bisa terima jika pemuda liar itu menjadi bagian dari keluarganya.
"... Kenapa bukan Tuan Muda Lan yang menjadi 'Wali Pelindung' Qing Zhu'Er..? Jujur saja, aku merasa Tuan Muda Lan jauh lebih pantas bersanding dengan adikmu. Perilakunya begitu sopan, dia hormat pada orang lain dan tidak seperti orang yang bahkan namanya saja tidak layak kusebutkan."
Wang Rui Chan setuju dengan ucapan ibu mertuanya. Sebelumnya saat pertama kali melihat Xiao Shuxiang, dia tidak mengambil hati setiap tindakan dan ucapan pemuda itu.
Namun semakin lama, tingkah Xiao Shuxiang terlalu menjadi-jadi. Apalagi sejak kedatangan pemuda itu, sektenya tidak dalam kondisi tenang. Banyak masalah yang timbul dan salah satunya adalah serangan dadakan yang membuat sektenya mengalami kerugian.
".. Kalaupun Tuan Muda Lan tidak ingin mengambil kesempatan ini, masih ada kau. Kau adalah kakak dari Qing Zhu'Er. Ibu yakin dengan kemampuanmu itu, kau mampu mengalahkannya dan menyelamatkan adikmu. Kau layak menjadi 'Wali Pelindungnya'."
Ling Lang Tian dengan sopan menolak usulan dari Wang Rui Chan. Andai kata dia benar-benar menantang Xiao Shuxiang demi posisi 'Wali Pelindung' Ling Qing Zhu, maka pertarungannya akan berakhir dalam kekacauan yang besar.
"... Xiao Shuxiang tidak bisa kukalahkan semudah itu, dan kemungkinan kemenanganku hanyalah sekitar 50 persen. Dia adalah orang yang mendapat pengakuan dariku, Ibu."
Ling Lang Tian kembali melanjutkan ucapannya dengan mengatakan bahwa jika seandainya dia menang pun----dirinya tidak bisa mengatasi adiknya. "... Pernikahan sedarah bagi keluarga 'Ling' memang hal yang wajar, namun aku tidak yakin dapat membuat Qing Zhu'Er bahagia. Adikku jelas terlihat lebih hidup saat bersama dengannya,"
Wang Rui Chan mengerutkan keningnya, dia memandang putranya dengan tatapan tidak percaya. "Ling Lang Tian, kau juga sudah berubah sejak mengenal anak liar itu. Dia benar-benar memberi pengaruh buruk bagi keluarga ini,"
Ling Shen Yue meradang, "Aku baru pertama kali melihat cucuku begitu pembangkang seperti ini..."
Lusa adalah pernikahan Ling Qing Zhu dan mereka hanya memiliki satu hari tersisa. Dirinya sudah membulatkan tekad untuk menghentikan pernikahan itu sebab Xiao Shuxiang tidak pantas bersanding dengan cucu perempuannya.
"... Lang Tian, jika kau tidak mau menuruti ucapanku, maka biar sepupumu Jian Tou yang melakukannya. Kau bela saja Calon Adik Iparmu itu,"
"Jian Tou hanya akan tewas mengenaskan bila nekat melawan Shuxiang. Dan lagi, seperti yang dikatakannya----Nenek dan Ibu tidak bisa membatalkan pernikahan ini. Kalian akan menentang keputusan dari Grand Elder bila melakukannya dan jika tetap nekat, tindakan kalian hanya akan mempermalukan keluarga kita."
Wang Rui Chan, "Lang Tian'Er..!"
"......."
Semua orang tahu seperti apa Ling Lang Tian, dia merupakan pemuda jenius dan berbakat yang amat terkenal di Benua Tengah. Walau demikian, dia tidak pernah bisa menemukan keberanian untuk meninggikan suaranya di depan Ling Shen Yue dan Wang Rui Chan.
Tradisi kuno keluarganya adalah yang terburuk, namun meski dirinya merupakan salah satu Patriarch Sekte Pagoda Langit----dia tetap tidak bisa mengubah tradisi itu.
Sektenya membutuhkan orang seperti Xiao Shuxiang, sosok yang tanpa ragu bicara kasar bahkan pada orang tua sekali pun. Pemuda yang tidak pernah mementingkan sopan santun dan menghormati aturan apa pun, sektenya benar-benar butuh orang seperti itu.
Ling Lang Tian, "... Aku tahu Ibu dan Nenek tidak akan setuju, tapi menurutku Shuxiang adalah pemuda yang pantas untuk adikku. Tidak ada yang lebih baik darinya, bahkan termasuk Tuan Muda Lan sendiri."
Ling Shen Yue, "Ling Lang Tian..! Kau lebih mendukung pemuda asing itu dibandingkan Nenekmu sendiri?! Keluargamu ini?!"
"Xiao Shuxiang memang keterlaluan pada kalian, tapi ucapannya tidak sepenuhnya salah. Kuharap Nenek dan Ibu memikirkan apa yang dia katakan tadi,"
Ling Lang Tian memberi hormat dan mengatakan tidak bisa lama berada di sini. Masih ada hal penting yang harus dirinya lakukan.
Wang Rui Chan, "Lang Tian, apa kau akan menemuinya? Kau sudah sangat berubah, tak terlihat seperti putraku lagi,"
Ling Lang Tian menghentikan langkahnya. Dia tidak menoleh ke belakang, tetapi masih dapat mengucapkan beberapa kata pada Wang Rui Chan.
"Harusnya.. Bukan ucapan itu yang Ibu dan Nenek katakan pada Shuxiang. Aku membawanya kemari bukan untuk membuatnya dipermalukan. Dia berani bersujud dan meminta maaf pada kalian. Tapi asalkan kalian tahu, tidak seharusnya dia melakukan hal itu.."
Ling Lang Tian melangkah pergi, dia tidak membahas apa pun mengenai perubahannya karena menurutnya itu tidaklah penting. Justru, Ibu dan Neneknya-lah yang sulit mengerti.
Tujuan Ling Lang Tian saat ini adalah menemui Xiao Shuxiang. Syukurlah pemuda itu ada di kamarnya sendiri dan tengah bersama adiknya.
Xiao Shuxiang terlihat baik-baik saja, pemuda itu bahkan nampak menggoda Ling Qing Zhu saat dirinya masuk ke dalam kamar ini.
?!
"Kau sudah datang?" Xiao Shuxiang tersenyum ramah, dia menepuk meja duduk di depannya dan meminta Ling Lang Tian untuk bergabung bersama.
"Hmph, kupikir kau sudah mati." suara Ling Lang Tian dingin, namun dirinya tersenyum tipis dan mulai ikut duduk bersama Wali Pelindung adiknya sebelum kembali bicara.
"... Bagaimana kepalamu? Apa masih punya keangkuhan? Kau tadi merendahkannya di depan mereka, itu pasti menyulitkan." Ling Lang Tian tersenyum meledek, dia mendapat tatapan tidak suka dari Xiao Shuxiang.
"Ibumu dan Nenek Tua itu sangat mengesalkan. Tiap kali melihat mereka, darahku terasa mendidih. Kalau saja mereka bukan keluargamu, maka sudah lama dua orang itu aku kuliti hidup-hidup."
"Kau harus mengontrol emosimu mulai sekarang. Mereka memang orang yang seperti itu, jadi kuharap kau tidak mengambil hati setiap ucapan yang mereka lontarkan."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan dengan jujur mengatakan dia tidak suka pada Wang Rui Chan serta Ling Shen Yue. Dua wanita itu seperti ditakdirkan untuk selalu memusuhinya, padahal sebelumnya mereka seakan ada di pihaknya.
"... Ibu dan nenekmu pernah bertemu dengan kedua orang tuaku dan juga kakek. Perilaku mereka baik-baik saja saat itu, tapi kenapa sekarang berbanding terbalik? Sebenarnya mereka kenapa? Datang bulan?"
Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengerti. Apa mungkin kaum wanita itu punya sifat yang suka berubah-ubah? Wang Rui Chan tidak banyak bicara saat berhadapan dengan ayah dan ibunya, bahkan wanita itu bersikap sangat lembut. Namun lain halnya saat berhadapan dengan dirinya.
"... Haah, kalau mereka memang tidak suka aku, kenapa harus menyembunyikannya di depan ayah, ibu dan kakekku? Mereka tak seharusnya menyakiti diri sendiri,"
__ADS_1
"Bagi keluargaku, pernikahan gadis dari klan 'Ling' tidak terlalu sakral ataupun istimewa..." Ling Lang Tian menoleh ke arah Ling Qing Zhu dan melihat gadis itu duduk diam dengan pandangan mata tertunduk.
"... Tidak ada harga untuk seorang gadis di keluarga 'Ling', Qing Zhu'Er juga termasuk. Dia memang disayangi oleh Grand Elder, tetapi.."
"Ayahmu juga tidak bisa berbuat apa-apa." Xiao Shuxiang memijat pelan dahinya, inilah tradisi klan yang paling mengesalkan dari tradisi klan-klan lain yang pernah dia temui.
"Calon Kakak Ipar.. Aku tidak tahu harus mentertawakan tradisi keluargamu atau merasa sedih karenanya. Namun yang aku tahu, kau dan Grand Elder Sekte Pagoda Langit berbeda dari mereka."
Ling Lang Tian menggeleng, "Aku kurang setuju dengan pendapatmu mengenai diriku. Kau harusnya tahu seperti apa keluarga 'Ling' itu, apalagi kau lebih lama hidup di dunia ini."
Ling Lang Tian kembali berkata, "Mari tinggalkan itu dan bahas yang lain. Kedatanganku kemari adalah ingin memberi tahumu sesuatu tentang bagaimana prosesi pernikahanmu."
Xiao Shuxiang berkedip, Ling Lang Tian terlalu serius dan ini membuatnya sedikit gugup. Dia pun mendengarkan ucapan pemuda itu tanpa mencoba memotongnya.
Dengan suara yang penuh khidmat, Ling Lang Tian mengatakan bahwa upacara dari pernikahan Xiao Shuxiang akan dilangsungkan sebanyak tiga kali di tiga tempat berbeda. Sebelum itu selesai, Koki Alkemis ini tidak bisa bertemu apalagi sekamar dengan Ling Qing Zhu.
!!
Xiao Shuxiang tersentak mendengarnya, matanya sedikit menyipit saat menatap Ling Lang Tian. Dalam hati dia berpikir apakah pemuda di hadapannya ini tahu dengan 'pembalasan dendamnya' itu.
Ini adalah prosesi pernikahan yang tidak biasa, jadi mau tidak mau Xiao Shuxiang harus mengikutinya. Dia sudah memiliki musuh baru lagi dan Ling Lang Tian tidak ingin ada masalah dalam pernikahan adiknya.
"Aku tahu kau mempunyai banyak pertanyaan, tapi aku sudah mengatakan hal yang paling penting. Qing Zhu'Er, kau juga mendengarnya, kan?"
"Mn,"
Ling Qing Zhu menjawab singkat, dia tidak banyak bicara dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Ling Lang Tian. Mulai sekarang, dia hanya akan bertemu dengan Wali Pelindungnya saat upacara pernikahan nanti.
Xiao Shuxiang tidak tahu apa-apa tentang upacara pernikahan dan sejenisnya. Yang dia ketahui, dirinya tidak boleh mengambil nyawa siapa pun selama kurang lebih 17 hari. Dan sekarang, dia juga harus menahan diri untuk tidak menemui Kucing Putihnya.
"Baiklah, terserah kau saja. Aku hanya akan mengikut,"
"Mn, begitu lebih baik. Aku akan membawa Qing Zhu'Er ke kamarnya. Kuharap kau tidak mencoba menyelinap masuk untuk menemuinya."
"Tenang saja, meski aku tidak sanggup berpisah dengan Kucing Putihku.. Aku akan tetap melakukan sesuai permintaanmu. Hitung-hitung ini untuk menumpuk rasa rindu Kucing Putih karena tidak bisa bertemu denganku yang luar biasa mempesona ini,"
Ling Lang Tian menggeleng dan mulai berdiri, dia tanpa ragu mengatakan bahwa Xiao Shuxiang sangat memalukan. Adiknya, Ling Qing Zhu juga berkata demikian. Tidak ada hari tanpa pemuda di hadapan mereka membanggakan diri.
Xiao Shuxiang tidak mengantar kedua bersaudara itu keluar dari kamarnya. Dia masih duduk dengan tenang dan memperhatikan punggung Ling Lang Tian yang mulai terhalangi oleh pintu kamarnya.
*
*
*
Nuansa dari banyaknya selendang merah menyala dengan lampion kuning keemasan menghiasi setiap sudut dan tempat di Wilayah Sekte Pagoda Langit.
Hutan Wisteria merah juga ikut dihias, kali ini dengan nuansa putih. Tidak ada sudut yang akan gelap, Bocah Pengemis Gila benar-benar kagum dengan kerja keras para murid di sekte ini.
"Tsk tsk tsk, mereka seperti membuat keajaiban.."
?
Kening Bocah Pengemis Gila mengerut saat melihat seorang gadis berpakaian merah yang nampak kebingungan.
Rambut gadis itu pendek dan ukuran bagian atas tubuhnya terlalu mengagumkan hingga Bocah Pengemis Gila bisa tahu identitas gadis tersebut hanya dalam sekali pandang.
Gadis itu memanggil salah satu murid, dia menanyakan keberadaan seseorang sambil memain-mainkan sedikit rambut depannya.
"... Kalau kau melihat Bocah Pengemis Gila, katakan padanya aku mencarinya.."
Murid Sekte Pagoda Langit itu mengangguk, dia pun berpamitan pada gadis cantik di depannya yang ternyata adalah Yi Wen.
Lutut Bocah Pengemis Gila terasa lemas kala mengetahui dirinyalah yang dicari. Entah apa yang dia lakukan, tetapi gadis bertubuh bagus itu selalu mengejarnya akhir-akhir ini.
"Gadis itu.. Apa dia tidak tahu bahasa manusia? Sudah kubilang aku tidak suka dekat-dekat dengan perempuan, tetapi dia masih saja mendekatiku.." wajah Bocah Pengemis Gila terlihat pucat, di saat seperti ini dia sangat membutuhkan Lan'Er Gege-nya.
Dia memperhatikan Yi Wen yang berjalan pergi, beberapa kali gadis itu menghampiri murid-murid Sekte Pagoda Langit untuk menanyakan keberadaannya. Tidak jarang, Yi Wen juga bertanya pada pelayan keluarga 'Ling' yang dirinya temui.
Beberapa titik air muncul di udara, tidak jauh dari tempat Yi Wen berada. Titik-titik air itu memadat dan kemudian membentuk sebuah cermin yang cukup besar.
Bocah Pengemis Gila melompat ke dahan pohon yang lain, keberadaannya tidak disadari oleh siapa pun.
?!
Yi Wen sendiri menoleh, dia melihat dua orang pemuda yang keluar dari cermin sambil membawa sebuah periuk yang besar. Rasa penasarannya memuncak dan menghampiri kedua orang itu yang tak lain adalah Jing Mi dan Hai Feng.
__ADS_1
"Saudara Jing," Yi Wen mendengus sambil tersenyum meledek, "... Ternyata Cermin Pemindah juga bisa digunakan seperti ini ya? Aku merasa kasihan, kalian sudah mengalih-fungsikannya sebagai pengangkut barang."
Jing Mi, pemuda dengan tubuh besar nan berotot itu nampak tersenyum lebar. "Saudara Wen, kau tidak tahu saja... Pekerjaan jadi lebih cepat dengan bantuan cermin besar ini. Saudara Xiao sangat mengagumkan. Di antara bakatnya yang lain, memasak dan penggunaan cermin ini yang paling kusuka."
"Itu benar," Hai Feng juga terlihat senang. "Meski sering melihat Saudara Xiao menggunakannya, aku tidak pernah bosan dengan tekniknya ini. Kita jadi tidak perlu terbang ke sana kemari dan menghabiskan tenaga, hanya perlu masuk cermin dan bahkan menyebrangi benua dalam waktu singkat pun dapat dilakukan,"
Yi Wen, "Aku tahu kedua saudara seperguruannya ini adalah orang-orang yang bersemangat. Aku senang melihat kalian yang sudah banyak bekerja namun tidak nampak kelelahan,"
?
Ada lagi yang keluar dari cermin. Jing Mi dan Hai Feng bergeser sedikit dan memperhatikan bagaimana seekor Harimau Bulan yang tengah menarik gerobak berisi bahan makanan.
Di belakang harimau itu menyusul anak yang nampak berusia 11 Tahun, terlihat seperti anak laki-laki dengan mata biru dan berpakaian khas Benua Utara.
Nyawn~
"Aku rasa... Lan Xiao bahkan telah beralih profesi menggantikan keledai dan kuda," Yi Wen tersenyum dan mengusap gemas kepala Harimau Bulan di depannya.
Nyawn~
Lan Xiao seakan bicara pada Yi Wen. Dia juga sudah banyak membantu dan benar-benar senang melakukannya. Apalagi, dirinya tidaklah sendirian karena ada Xiao Qing Yan, Ling Ya Bing, dan O Zhan bersamanya.
Xiao Qing Yan, "Yi Wen, kau juga harusnya ikut membantu. Kesibukan akan berlipat-lipat mulai hari ini dan beberapa hari ke depan. Saudara Jing tidak bisa lagi bekerja karena dia harus bertugas menjaga kelancaran pernikahan nanti."
Xiao Qing Yan terlihat membawa sebuah karung, dia dibantu oleh Ling Ya Bing meski tenaga anak yang nampak berusia 7 Tahun itu tidak terlalu besar. Karung tersebut berisi banyak selendang yang mereka ambil dari Penginapan Seribu Tahun.
"Pekerjaan berat harusnya dilakukan oleh laki-laki. Aku ini kan perempuan, jadi tidak mungkin melakukan itu." Yi Wen berusaha membela dirinya, dia melihat Ling Ya Bing menggelembungkan pipinya.
"Kakak Wen, apa yang dikatakan Qing Yan benar. Kakak Wen juga harus membantu. Lihat, aku satu-satunya perempuan yang bekerja keras mengangkut barang. Kedua tanganku ini sudah sangat keriput, lihat ini!"
Ling Ya Bing spontan melepaskan pegangannya pada sisi karung yang lain dan itu nyaris membuat Xiao Qing Yan terjatuh. Dia pun mendapat sentilan keras di dahinya yang dilakukan oleh Xiao Qing Yan.
Ling Ya Bing merintih, namun tidak menangis. Xiao Qing Yan menggerutu karena meski karung yang mereka bawa hanya berisi kain, namun tetap saja berat. Lan Xiao sendiri tidak mau membawa karung itu karena dia lebih suka mengangkut bahan makanan.
Pii~
Suara menggemaskan terdengar. Sosok pemuda berpakaian putih senada dengan warna rambutnya mulai keluar dari Cermin Pemindah. Yi Wen sudah lama tidak melihat pemuda ini, dia pun tanpa ragu menyapanya.
Hu Li berusaha tersenyum walau sebenarnya dia sudah sangat letih. O Zhan yang berada di atas kepalanya adalah yang paling bersemangat, rubah kecil dengan jubah biru itu nampak gembira melihat Yi Wen.
"Hu Li.. Kenapa kau tidak istirahat sejenak? Kau benar-benar hampir mirip mayat hidup meski kau masih terlihat menggemaskan bagiku," Yi Wen sepertinya sudah lupa dengan Bocah Pengemis Gila, dia mengusap pelan lengan Hu Li dan memintanya beristirahat.
"Nona Wen, terima kasih atas perhatiannya. Tapi saya tidak bisa istirahat sekarang.."
Jing Mi, "Itu benar. Hu Li tidak bisa istirahat dulu. Tanpa dirinya, tidak ada Cermin Pemindah. Hanya dia yang bisa menggunakan kertas jimat pemberian Saudara Xiao,"
"Mn? Kertas.. Kertas jimat apa?" Yi Wen penasaran, dia mengambil kertas yang disodorkan Hu Li padanya.
Yi Wen memperhatikan kertas hitam di tangannya. Ada empat buah coretan dengan tinta merah, terlihat begitu berantakan namun entah mengapa nampak menawan.
"Aah... Baiklah. Dilihat bagaimanapun juga, tulisan yang mirip dengan cakar ayam kepanasan ini adalah milik Saudara Xiao.." Yi Wen mengembalikan kertas jimat di tangannya pada Hu Li, "... Dia ternyata hebat karena bisa menggunakan kertas jimat untuk mengeluarkan Cermin Pemindah, apalagi memberikannya padamu.."
"Saudara Wen. Saudara Xiao bukannya hebat, tapi.." Jing Mi tersenyum lebar sambil menatap Hai Feng. Keduanya serentak mengucapkan kata 'Luar Biasa' dan kemudian tertawa.
!!
Yi Wen kaget, namun segera mengerti ucapan Jing Mi dan Hai Feng. Dia pun ikut tertawa dan ini membuat Hu Li tersenyum karena tahu apa yang ditertawakan teman-temannya.
Siapa pun tahu Xiao Shuxiang sering sekali mengucapkan kata, 'Luar Biasa' untuk memuji dirinya sendiri. Teman-temannya sudah sangat akrab dengan kata itu sampai-sampai di mana pun kata tersebut terdengar, mereka akan ingat pada Xiao Shuxiang.
Jing Mi mengembuskan napas, "Saudara Xiao kita sekarang telah menuju tangga kedewasaan. Aku sampai sekarang masih belum percaya bahwa saudaraku itu sebentar lagi akan menikah...."
Bocah Pengemis Gila yang masih bersembunyi di salah satu dahan pohon memperhatikan teman-teman Xiao Shuxiang. Tatapan matanya begitu serius dan seperti memikirkan sesuatu.
Dia merasa Xiao Shuxiang mempunyai teman-teman yang baik. Namun tetap saja ada yang mengganjal di hatinya, itu adalah kebenaran tersembunyi yang kemungkinan dapat membuat Xiao Shuxiang dijauhi oleh semua teman-temannya.
"Langit terlihat sangat bersih, kurasa malam nanti bulan akan bersinar terang..." Bocah Pengemis Gila merentangkan kedua tangannya sambil menguap, dia memperbaiki posisi duduknya.
"... Pernikahan ya..." tatapan mata Bocah Pengemis Gila seperti menerawang ke masa lalu, "... Terakhir kali aku melihat pernikahan pendekar semacam ini, pasti menjadi 'Pernikahan Berdarah'. Aku akan sangat terkejut jika pernikahan Shuxiang dengan Qing Zhu bisa berjalan lancar.."
Bocah Pengemis Gila lalu menoleh, dia memandang ke arah Yi Wen yang berada cukup jauh darinya. Gadis itu masih setia bicara dengan Jing Mi dan yang lainnya.
"... Di tempat ini saja.. Seseorang yang kemungkinan besar menjadi pengacau dalam pernikahan Shuxiang nantinya adalah Yi Wen. Dia tidak mungkin akan diam saja melihat pemuda yang begitu disukainya menikah dengan orang lain,"
Bocah Pengemis Gila jadi penasaran. Yi Wen memiliki kesempatan membunuh Ling Qing Zhu dan menggantikan posisi gadis itu untuk duduk di pelaminan. Lagipula, dilihat dari sifatnya----Yi Wen adalah sosok yang mirip Xiao Shuxiang, dia dapat melakukan hal segila itu.
"Lan'Er Gege~ kau sebenarnya ada di mana? Aku tidak yakin dengan keamanan sekte ini. Buktinya mereka meloloskan gadis mengerikan seperti Yi Wen, melihatnya selalu membuat firasatku sangat buruk,"
__ADS_1
***